Pasar Murah yang Digelar Bhayangkari Kudus Ludes Satu Jam

Suasana pasar murah yang digelar Bhayangkari Polres Kudus di halaman mapolres setempat, Jumat (4/8/2017).
(MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bhayangkari Polres Kudus menggelar kegiatan pasar murah di halaman mapolres setempat, Jumat (4/8/2017). Baru satu jam dibuka, warga berhasil meludeskan barang jualan. Pasar murah dibuka pukul 08.00 WIB. Sekitar hampir satu jam, barang jualan ludes terjual. Warga menyerbu lantaran harga kebutuhannya di bawah standar.

Hani Ridwan, panitia mengatakan,  kegiatan tersebut langsung diburu warga. “Kegiatan tadi dibuka sekitar pukul 08.00 WIB, dan sekitar jam 09.00 WIB sudah banyak yang habis terjual,” kata Hani.

Berbagai jenis sembako dijual kepada anggota Polres Kudus dan masyarakat di bazar dengan harga di bawah pasaran. Barang yang dijual sepertr beras dengan harga Rp 40 ribu per 5 kg, minyak satu paket isi 3 kemasan 1 liter dengan harga Rp 35 ribu, gula pasir 1 kg dengan harga Rp 11 ribu, gas tabung 3 kg dengan harga Rp 17 ribu, telur Rp 20 ribu per kg, mi instan goreng dan rebus Rp 21 ribu isi 10 bungkus, dan lainnya.

Ketua Bhayangkari Kudus Grace Gurning mengatakan, bazar murah diadakannya dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-65. “Kami bekerja sama dengan Dinas Perdagangan Kudus kita adakan bazar murah, dengan harapan dapat membantu masyarakat dalam pembelian sembako dengan harga yang terjangkau,” kata Grace di lokasi.

Sudiharti, Kepala Dinas Perdagangan Kudus mengatakan pihaknya menyediakan barang dagangan yang dijual dalam jumlah cukup besar. “Seperti beras 1,250 kg, telur 100 kg, mi instan 90 kardus, gula 400 kg, minyak goreng 1000 bungkus, dan gas elpiji 30 tabung.” kata Sudiharti.

Editor : Akrom Hazami

Simpan Pil Kuning di Kamar Mandi, Satuan Narkoba Polres Kudus Tangkap Pemuda Ini

MA saat memperlihatkan pil kuning di Kudus. (Tribratanewskudus)

MuriaNewsCom, Kudus – MA (19) warga Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kudus,  ditangkap Satuan Narkoba Polres Kudus, Rabu (12/7/2017). MA kedapatan menyimpang ratusan pil kuning di rumahnya.

MA ditangkap polisi di rumahnya. Polisi menggeledah rumah MA dan menemukan ratusan pil kuning.. Sebanyak 17 bungkus plastik klip masing-masing berisi 10 butir berlogo MF siap edar. Plastik klip itu di dalam bungkus rokok yang disembunyikan di kamar mandi.

Kasat Narkoba Polres Kudus AKP Sukadi mengatakan, pil tersebut bernama Hexymer. Obat ini merupakan golongan anti-psikotik yang berfungsi untuk mengurangi gejala psikotik atau gangguan jiwa dan penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter. “Penggunaan pil tersebut secara berlebihan dapat membuat seseorang merasakan hingga sakaw atau nge-fly, bahkan melakukan tindakan di luar kendali,” kata Sukadi.

Efek samping yang ditimbulkan, adalah pusing, mual, muntah, penglihatan menjadi kabur, jantung berdetak lebih cepat, gemetar, rasa kantuk yang berlebihan dan lain sebagainya. Jika dikonsumsi dalam dosis yang berlebihan akan menyebabkan kecanduan, keracunan, over dosis hingga kematian.

MA pun harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di Mapolres Kudus. MA akan dijerat pasal 197 jo pasal 196 UU RI NO. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Editor : Akrom Hazami

Ibu Bawa Kabur 9 Sepeda Motor di Kudus

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning saat meminta keterangan pelaku penggelapan sepeda motor di mapolres setempat, Kamis (30/3/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Saetun (46) ibu rumah tangga asal Desa Jepang RT 1 RW 4, Mejobo, Kudus, nekat melarikan sembilan unit sepeda motor. Hal itu dilakukan karena pelaku terlilit hutang. Akibat aksinya, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan polisi. Saat ini, pelaku ditahan di Mapolres Kudus.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, pelaku telah membawa kabur sepeda motor temannya. Uangnya digunakan untuk mencicil hutangnya.

“Karena alasan ekonomi membuatnya berbuat demikian. Totalnya sepeda motor yang dibawa ada sembilan motor. Motor tersebut lalu digadaikan dengan harga Rp 1 jutaan, dan kemudian digunakan untuk membayar hutang,” kata Agusman saat gelar perkara di mapolres setempat, Kamis (30/3/2017).

Menurutnya, modus operasi yang dilakukan adalah dengan berpura-pura meminjam motor temannya. Merasa sudah kenal, pemilik lalu meminjamkannya kepada Saetun. Namun motor tersebut bukannya dibawa sebentar, tapi malah berpindah tangan.

Satu motor yang berhasil diamankan petugas di antaranya adalah motor Honda Beat warna putih nopol K 5188 NR. Motor tersebut milik Eviana N N (39) warga Wergu Kulon, Kota Kudus. Pelaku menjalankan aksinya pada 24 Januari lalu sekitar pukul 14.00 WIB.

“Tersangka akhirnya dapat ditangkap pada Minggu (12/3/2017) sekitar pukul 15.30 WIB. Korban ditangkap di Desa Ngembal Jati. Pelaku juga tak memberi perlawanan atas hal tersebut,” ujarnya.

Pelaku dijerat dengan pasal 372 KUHPidana dan 378 KUHPidana dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Editor : Akrom Hazami

 

Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Kudus Dapat Bantuan Polisi

Kapolres Kudus menggendong salah satu korban kecelakaan lalu lintas, Fitriya Dwi Alfianti, menuju kursi roda yang dihadiahkan kepadanya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning memberikan bantuan kepada korban kecelakaan lalu lintas. Pemberian bantuan ini diberikan kepada dua orang warga, yang mengalami kecelakaan pada 2017 ini.

“Bantuan untuk korban kecelakaan yang diberikan kepada perwakilan warga. Kecelakaan yang terjadi beberapa waktu yang lalu,” kata Agusman di Kudus, Selasa (21/3/2017).

Bantuan pertama diberikan kepada perwakilan keluarga dari Agus Widodo, yang merupakan korban kecelakaan pada Jumat (27/1/2017) lalu. Agus, warga Desa Klaling RT 4 RW 2, Kecamatan Jekulo, meninggal dunia saat dirawat di Rumah Sakit Nurussifa Jekulo.

“Kami memberi bantuan kepada almarhum. Bantuan berupa uang tunai itu kami berikan kepada Anis Khoirul Hidayah, yang  merupakan istri dari korban laka,” ujarnya.

Sementara, bantuan kedua diberikan kepada Fitriya Dwi Alfianti. Dia mengalami kecelakaan yang sama pada lokasi yang sama. Beruntung, Fitriya masih dapat diselamatkan saat terjadi kecelakaan.

“Dia (Fitriya) mengalami luka patah tulang. Yang patah berada pada kaki bagian kiri dan juga kanannya. Atas luka tersebut dia harus lebih sering istirahat sampai bisa berjalan kembali,” ungkapnya.

Oleh pihak kepolisian, Fitriya diberikan hadiah berupa sepatu roda, yang mana diharapakan mampu membantunya beraktivitas.

Editor : Akrom Hazami

Polres Kudus Adakan Gebyar Simpatik Akbar 2017

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning menabuh gong sebagai simbol pembukaan kegiatan Gebyar Simpatik Akbar 2017 di GOR Bung Karno Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Polres Kudus menggelar kegiatan Gebyar Simpatik Akbar 2017, di GOR Bung Karno Kudus, Selasa (21/3/2017). Tujuannya agar keamanan berlalu lintas lebih terjaga.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, sejumlah kegiatan dilakukan dalam kegiatan tersebut. Seperti halnya lomba Polisi Cilik, Safety Bike Riding, Safety Riding dan Pameran Lalu Lintas Polres Kudus.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan yang baik. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini mampu menumbuhkan keamanan dalam berlalu-lintas,” kata Agusman saat sambutan.

Menurutnya, dari sejumlah kegiatan yang dianggap baru  adalah lomba Polisi Cilik. Dalam lomba Polisi Cilik, diikuti oleh 11 peleton dari SD Binaan Polres Kudus. Ke-11 peleton tersebut juga meliputi SD negeri dan juga swasta. Mereka akan bersaing satu sama lain.

“Ada lima indikator dalam menangkan perlombaan. Seperti perhatian perlombaan, ketepatan aba-aba, variasi aba-aba, kekompakan dan juga ketegasan pimpinan. Jadi jika mau menang semua unsur itu ditingkatkan,” ungkapnya.

Bagi para pemenang lomba, lanjutnya, akan mewakili Kudus di  tingkat Polda Jateng.. Selain itu, bagi pemenang bakal jadi Duta Polisi Cilik Kudus dan bakal dilibatkan dalam sejumlah kegiatan.

Editor : Akrom Hazami

Pencabulan Gadis Ini Bermula dari Kenalan di Alun-alun Kudus

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i memeriksa pelaku saat gelar perkara kasus pencabulan, di mapolres setempat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Yusuf Efendi alias Muhammad Doni Hermawan (28) warga Bae yang kepergok berbuat cabulan dengan N (13)  di Kota, ternyata teman baru. Mereka berdua kenalan saat ada salah satu acara di Kudus.

Kepada polisi, pelaku mengaku dirinya kenalan dengan N di salah satu acara di Alun-alun Kudus, belum lama ini. Keduanya bertukar nomor telepon hingga akhirnya aktif berkomunikasi. Setelah itu, pelaku juga menanyakan alamat korban. Pelaku pun akhirnya bertandang ke rumah korban. Sampai akhirnya pertemuan terjadi di rumah korban. Di rumah korban itulah, pelaku melakukan pencabulan.

“Usai dapat alamatnya di Kota. Saya datang ke rumahnya untuk bertemu dengan dia (korban),” katanya singkat saat gelar perkara di Mapolres Kudus.

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i mengatakan, pelaku diancam Pasal 81 dan atau 82 UU RI nomor 35 2014 tentang perubahan atas UU no 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak sejumlah Rp 5 miliar.

Kapolres berharap tidak akan ada lagi kasus semacam itu.  Apalagi sampai menimpa anak-anak. Sebab ke depannya akan berdampak pada psikologis korban. “Kalau ada kejadian dapat lapor secepatnya ke kami, baik ke polres ataupun ke polsek terdekat untuk kami tindaklanjuti,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Cabuli Gadis di Bawah Umur Kepergok, Pemuda Sembunyi di Balik Sofa di Kudus 

Hari Valentine, Polisi Berikan Bunga untuk TNI di Kudus

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i memberikan bunga untuk kedua TNI yang berkendara di alun-alun setempat, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Polisi Kudus benar-benar memanfaatkan momen Hari Valentine, 14 Februari, untuk menebarkan kasih sayang kepada sesama. Seperti halnya yang dilakukan di Alun-alun Kudus, Selasa (14/2/2017).

Sejumlah pengguna jalan mendapatkan hadiah dari polisi. Seperti bunga, makanan cokelat, dan helm. Di antara pengguna jalan yang menerima hadiah adalah TNI. Dua orang TNI menerima bunga dari Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i. Kedua TNI itu tampak tersenyum menerima hadiah tersebut.

Seorang warga, Marsinah, juga mendapatkan hadiah ketika melintas di alun-alun. Dia mendapatkan bunga dan cokelat. “Senang sekali di Hari Valentine semacam ini dapat hadiah. Apalagi hadiahnya langsung dari polisi di jalan, jadi semakin menyenangkan,” ujarnya.

Apa yang dilakukan polisi pada Hari Valentine, kata dia, sangat jarang dilakukan. Dia berharap agar yang dilakukan polisi tidak hanya saat momen itu saja. Tapi saat di hari-hari biasa.

Andy Rifa’i mengatakan, hari Valentine dirayakan dengan berbagi kasih sayang. Dan bagi polres khususnya Satlantas, keselamatan pengendara di jalan adalah hal yang penting. Untuk itu, dalam perayaan hari Valentine juga dilakukan dengan membagikan helm.

“Kami ada puluhan helm yang dibagikan dengan berbagai ukuran. Yaitu helm untuk anak-anak dan helm untuk orang dewasa,” katanya di kawasan Simpang Tujuh Kudus.

Menurutnya, untuk helm anak-anak dibagikan kepada sejumlah anak yang diajak mengendarai  motor. Helm dibagikan kepada anak-anak untuk mengajarkan sejak dini arti keselamatan berlalu lintas dengan cara mengenakan helm.

Sementara helm dewasa, juga jumlahnya puluhan. Berbeda dengan helm anak-anak yang dibagikan secara cuma-cuma. Untuk helm dewasa dibagikan kepada pengendara yang helmnya sudah rusak atau kusut. Helm lama diganti dengan helm baru dari pihak kepolisian.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Hari Valentine, Polres Kudus Bagi-bagi Bunga, Cokelat dan Helm

Polisi Hercules, Idaman Ibu-Ibu Pedagang Pasar yang Super Baik

Anggota Polantas Polres Kudus Brigadir Imam Dwi Sunaryo saat membantu warga di Pasar Bitingan. (Tribratanewskudus)

Anggota Polantas Polres Kudus Brigadir Imam Dwi Sunaryo saat membantu warga di Pasar Bitingan. (Tribratanewskudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar polisi lalu lintas. Kebiasaan menilang? mencari-cari kesalahan pengendara? Mungkin kita harus kenal dengan Polantas Polres Kudus satu ini. Polisi ini setiap harinya bertugas di Jalan Mayor Basuno.

Dia dijuluki Hercules oleh sebagian pedagang yang ada di Pasar Bitingan Kudus. Kenapa kok dipanggil Hercules oleh pedangan pasar tersebut? Tidak lain dan tidak bukan adalah perawakan dengan tubuh yang kekar, tegas serta berjiwa sosial tinggi. Ya, polantas itu bernama Brigadir Imam Dwi Sunaryo.  Sosok polisi yang sederhana dan disegani ibu-ibu pedagang Pasar Bitingan.

“Alhamdulillah semenjak ada pak Hercules jalan di sini lancar, bahkan saya sering melihat beliau tidak segan-segan membantu ibu-ibu untuk mengangkat barang belanjaannya ke angkot” ucap salah seorang tukang becak di Pasar Bitingan yang tidak menyebutkan namanya.

Bagi Imam, tugas yang ia emban merupakan amanah yang harus dipikul dan dipertanggungjawabkan. Bukan hanya kepada pimpinan akan tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Banyak orang beranggapan kalau dirinya merupakan sosok polisi yang perlu diteladani, namun menurutnya itu masih jauh dari anggapan. “Saya ini masih banyak kekurangan, namun dari kekurangan itu saya belajar,” kata Imam dikutip Tribratanewskudus.

Anggota Polantas Polres Kudus Brigadir Imam Dwi Sunaryo saat membantu warga di Pasar Bitingan. (Tribratanewskudus)

Anggota Polantas Polres Kudus Brigadir Imam Dwi Sunaryo saat membantu warga di Pasar Bitingan. (Tribratanewskudus)

 

Dia juga sering memarahi para pengguna jalan khususnya para sopir yang melanggar aturan. Menurutnya, hal itu merupakan kekurangannya. Sosok Polisi yang tak kenal capek ini memang sangat disegani rekan kerjanya. Ketika Brigadir Imam tidak berangkat pengaturan dikarenakan ada tugas lain yang tidak bisa ditinggalkan, sebagian pedagang pasar menanyakan keberadaan Hercules tersebut.

Di tempat terpisah Kasat Lantas Polres Kudus AKP Eko Rubiyanto mengatakan bahwa sosok Brigadir Imam bisa menjadikan inspirasi bagi personel yang lain. Dengan niat yang tulus dan ikhlas, pekerjaan yang berat akan menjadi ringan. “Semoga kehadiran polantas di tengah-tengah masyarakat bisa menciptakan rasa aman dan nyaman dalam berkendara di jalan raya.” kata mantan Kasat Lantas Polres Purworejo ini.

Editor : Akrom Hazami

 

Polisi Kudus Bermain Rebana dan Berselawat

Anggota rebana Polres Kudus tampil di Alun-alun Kudus, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Anggota rebana Polres Kudus tampil di Alun-alun Kudus, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Polisi dari Polres Kudus, rupanya juga pandai memainkan seni rebana. Tidak hanya bermain rebana, para polisi juga pandai melantunkan selawat sambil bermain rebana. Sehingga lantunan selawat terasa dinamis dengan iringan rebana. 

Kasat Lantas Polres Kudus AKP Eko Rubiyanto mengatakan, polisi juga pandai memainkan rebana. Seperti halnya yang dilakukan Sabtu (21/1/2017) sore di kawasan Simpang Tujuh Kudus. “Kami iringi dengan rebana saat melantunkan selawat. Sebab kami dari Polres Kudus juga sering tampil dengan memainkan rebana,” katanya kepada MuriaNewsCom saat di lokasi.

Menurutnya, cara semacam itu juga membuat citra bagus polisi. Sebagaimana diketahui, masih terdapat sejumlah kalangan warga yang menganggap polisi sebagai sosok galak. “Kan biasanya orang itu menganggap kalau polisi itu arogan. Dengan hal ini, maka kesan tersebut akan hilang, dengan bukti selawatan seperti ini,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan, petugas kepolisian tak hanya satu atau dua kali tampil bersama tim rebana Polres Kudus. Tapi itu dilakukan beberapa kali di beberapa tempat berbeda.

Editor : Akrom Hazami

Mayat di Ladang Tebu Gebog Bernama Joko, 5 Saksi Telah Dipanggil

Warga dan polisi saat berada di lokasi penemuan mayat di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Kamis (5/1/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga dan polisi saat berada di lokasi penemuan mayat di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Kamis (5/1/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i melalui Kasat Reskrim AKP Kurniawan Daili, mengungkapkan misteri mayat laki-laki membusuk di ladang tebu Desa Jurang, RT 4 RW 3, Gebog masih ditelusuri.

Pihaknya sudah mengambil sejumlah langkah dalam memecahkan misteri, termasuk dengan memanggil sejumlah saksi. Hal itu diungkapkan kepada MuriaNewsCom saat dihubungi, di Kudus, Jumat (6/1/2017).

Dikatakan kalau hingga kini sudah ada lima saksi yang dipanggil. Saksi tersebut merupakan orang yang diduga tahu soal sosok mayat yang gegerkan warga di Gebog itu.

“Kami meminta masyarakat agar tenang, saat ini kami masih mendalami kasus mayat tersebut. Dan sejumlah saksi juga sudah kami mintai keterangan,” kata Kurniawan.

Reskrim juga masih punya kemungkinan memanggil saksi lainnya. Hal itu dibutuhkan untuk memperkuat data dalam menguak kasus mayat laki-laki yang tergeletak di ladang tebu, Kamis (5/1/2017).

Baca juga : Penemuan Mayat di Ladang Tebu Gebog Kudus, Bapak Ini Ngaku Kehilangan Anaknya 

Dia membenarkan kalau mayat yang ditemukan adalah Joko, warga Gebog. Hal itu terlihat dari slip penarikan ATM yang tertulis nama ayahnya. Slip tersebut tersimpan dalam lipatan dompet cokelat yang dikenakannya dan masih tertinggal dalam saku celana.

Hanya dia belum dapat memutuskan apakah mayat tersebut menjadi korban pembunuhan atau semacamnya. Tentang adanya dugaan hal itu juga tidak berani dikatannya, sebelum sejumlah bukti membenarkan asumsi tersebut.

“Agak susah mengecek kondisi fisik mayat apakah ada tanda aniaya atau tidak. Soalnya sudah membusuk karena lamanya meninggal sekitar dua hingga tiga pekan,” ujarnya.

Soal kabar yang beredar tentang mayat itu dibunuh dan pelaku sudah tertangkap polisi, disangkal olehnya. Karena, sejauh ini petugas masih memanggil saksi dan belum mengarah kesana. Kabar yang beredar diminta tidak ditanggapi.

“Mungkin karena saksi kami bawa ke mapolres, dan saksi juga penampilan garang dengan rambut dicat. Jadi dikira pelakunya. Padahal sebagai saksi,” imbuhnya.

 Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Mayat Laki-laki Ditemukan di Ladang Tebu Gebog Kudus 

788 Personel Amankan Natal di Kudus

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa'i saat memberikan keterangan soal pengamanan Natal dan tahun baru. (MuriaNewsCom /Faisol Hadi)

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i saat memberikan keterangan soal pengamanan Natal dan tahun baru. (MuriaNewsCom /Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Polres Kudus menyiapkan 788 petugas kepolisian beserta TNI untuk pengamanan Natal 2016. Ratusan petugas disiagakan selama pengamanan, pada 33 Gereja di Kudus.

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai mengatakan, penjagaan dan sterilisasi dimulai H-2 sebelum perayaan Natal. Pada 33 Gereja, disiagakan petugas sebanyak 188 orang, ditambah kekuatan pendukung 122 orang. Petugas lainnya juga disebar di sejumlah pusat perbelanjaan, jalur transportasi, tempat wisata atau keramaian, serta objek vital lainnya.

“Setiap gereja bisa kami kasih petugas hingga lima petugas. Untuk gereja dengan jemaat besar, kami juga menambah jumlah petugas untuk mengamankannya,” katanya kepada MuriaNewsCom, di Kudus, Kamis (22/12/2016). 

Menurutnya, dalam mengamankan tidak hanya dari petugas kepolsian dan TNI semata. Namun  pula dibantu petugas dari kekuatan lainnya, seperti Satpol PP dan ormas lain di Kudus yang mendukung.

Pihaknya tidak ingin kecolongan adanya kejadian tak diinginkan selama perayaan Natal dan Tahun Baru 2017. Untuk itulah, kegiatan pengamanan yang dilakukan juga tak main-main dan tetap waspada. 

Diungkapkan, sebenarnya jumlah gereja yang ada di Kudus mencapai 35 unit. Hanya yang digunakan untuk perayaan Natal hanya sejumlah 33 unit. Selain itu, ada pula yang merayakan Misa di rumah, jumlahnya sekitar lima rumah yang digunakan untuk perayaan.

Editor : Akrom Hazami 

Polisi Berjaga-jaga di Area Proyek Waduk Logung Kudus, Ada Apa? 

Polisi melakukan pengamanan di lokasi Waduk Logung, Kabupaten Kudus. (Tribratanewskudus)

Polisi melakukan pengamanan di lokasi Waduk Logung, Kabupaten Kudus. (Tribratanewskudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Polisi melakukan pengamanan lokasi Waduk Logung yang sedang dikerjakan di Desa Tanjungrejo, Jekulo, Kudus, Selasa (20/12/2016) pagi.

Giat dipimpin AKP Sartono, Ipda Kuntoro, Ipda Sulistiyono, Ipda Kanan dan Ipda Rusmanto.

Dikutip Tribratanewskudus, jumlah personel dalam giat pengamanan, Sat Sabhara 17 personel, Polsek Jekulo 10 personel, Polsek Mejobo 5 personel, Polsek Bae 5 personel, dan Polsek Dawe 10 personel.

Mereka dilengkapi dengan perlengkapan senjata api V2 Sabhara 2 pck. Pelontar flash ball 2 pck,1 kbm patroli sabhara, dan 3 kbm patroli polsek.

Sampai saat ini situasi di sekitaran proyek Logung masih dalam keadaan aman terkendali.

Editor : Akrom Hazami

Pembangunan Logung Kudus Didesak Dihentikan

Sejumlah armada pengangkut material pembangunan Waduk Logung melintas di area lokasi proyek, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Sejumlah armada pengangkut material pembangunan Waduk Logung melintas di area lokasi proyek, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Komunikasi Warga Dampak Logung (Forkemakembung) Kudus mendesak pekerjaan proyek Logung dihentikan. Hal itu dilakukan lantaran tanah yang masih sengketa milik warga dianggap belumlah final. Mekainkan masih diproses di Mahkamah Agung (MA).

Kordinator Forkemakembung Harjuno mengatakan selama proses kasasi masih dalam penanganan MA. Maka pembangunan tidak dapat dilakukan. Khususnya, di daerah yang masih dalam proses sengketa 

Kan masih belum selesai. Jadi tidak bisa dilakukan pekerjaan di wilayah yang masih bermasalah tersebut,” katanya kepada MuriaNewsCom, Jumat (16/12/2016).

Menurutnya, Forkemakembung mengambil keputusan untuk aksi. Sebab warga merasa diperlakukan tidak adil. Selain proses di MA yang masih berjalan, tanah kerukan juga dianggap dibuang ke sungai Logung yang berada di sekitar waduk.

Tanah buangan itu, kata dia, bakal mengakibatkan bencana di kemudian hari. Yakni dengan limpasan air yang memasuki tanah warga. Dikhawatirkan, limpasan sungai saat banjir bakal merusak lahan pertanian warga. 

Selain itu, warga juga mengkhawatirkan tentang tanah yang sudah dipatok. Bagi warga, hal itu menghawatirkan karena patokan tanah jauh melebihi pembangunan Logung. Hal itu diminta untuk dijelaskan kepada warga.

“Besok kami akan aksi, sedikitnya 250 warga siap turun jalan menyuarakan hak kami. Semua warga dari dua kecamatan (Dawe dan Jekulo) akan menggelar aksi,” jelasnya.

Jumlah peserta aksi yang ikut kemungkinan masih terus bertambah. Karena banyaknya warga yang terdampak. Mereka direncanakan akan mendatangi lokasi sengketa yang digarap. Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes dan meminta pembangunan untuk tidak dilanjutkan. 

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i mengatakan, terkait aksi yang dilakukan warga, diminta tidak perlu anarkis. Jalan terbaik juga tengah diupayakan untuk kesejahteraan bersama, baik warga maupun pembangunan Logung.

“Kami siagakan 500 petugas dalam aksi besok. Namun kami meminta aksi berjalan damai dan tidak berbuat yang anarkis serta menjaga ketertiban,” inbaunya.

Editor : Akrom Hazami

Kapolda Datangi Bupati Kudus, Ada Apa?

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono datang ke Kudus, Selasa (6/12/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono datang ke Kudus, Selasa (6/12/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono datang ke Kudus, Selasa (6/12/2016). Kedatangan Kapolda, untuk memberikan penghargaan kepada Bupati Kudus Musthofa yang dianggap banyak berjasa bagi kepolisian.

“Kudus banyak berjasa bagi kepolisian yakni di Polres Kudus. Jadi kami memberikan penghargaan kepada Bupati Kudus. Kami ucapakan terima kasih, kepada Bupati maupun DPRD,” katanya kepada MuriaNewsCom usai memberikan penghargaan di pendapa Kabupaten Kudus.

Menurutnya, bebebepa di antara jasa yang sudah diberikan Bupati Kudus adalah memberikan hibah tanah Polres Kudus, serta memberikan perhatian dan pelatihan bagi Bhayangkari di Kudus. Bagi dia, Itu merupakan hal yang sangat bagus.

Dalam surat keputusan yang diberikan, berbunyi penghargaan kepada Bupati Kudus  yang telah mendukung tugas-tugas kepolisian di wilayah hukum Polres Kudus. Dengan catatan, jika dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan maka akan dilakukan pembenaran sebagaimana mestinya.

Dia berharap dengan adanya hal tersebut, maka dapat meningkatkan kinerja kepolisian di Kudus. Selain itu dia juga berharap dengan adanya perhatian yang lebih maka kinerja Polri juga makin meningkat dalam melayani masyarakat dan mampu menambah percepatan pembangunan juga dapat meningkat.

“Saya memberikan apresiasi kepada Bupati Kudus atas perhatian yang lebih kepada petugas kepolisian di Polres Kudus,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Mudahnya Dapatkan Miras di Kudus

Jajaran Polsek Jekulo memperlihatkan puluhan botol miras di mapolsek setempat, di Kudus. (Tribratanewskudus)

Jajaran Polsek Jekulo memperlihatkan puluhan botol miras di mapolsek setempat, di Kudus. (Tribratanewskudus)

MuriaNewCom, Kudus – Peredaran minuman keras (miras) di Kudus kian mengkhawatirkan. Terutama di tingkat desa. Seperti yang ditemukan Polsek Jekulo. Sekitar 52 botol miras mereka temukan dari warung dan rumah warga.

Dikutip website resmi Polres Kudus, Polsek Jekulo menemukan puluhan botol miras meski hanya sebentar melakukan penertiban. Razia dilakukan pada Selasa, (29/11/2016).

Adapun hasilnya dalam giat tersebut, dari warga Desa Gondoharum, Sumilah ditemukan,  14 Bir Bintang, 16 botol Bir Anker, 12 Anggur Merah, dua Anggur Koleson, dan empat liter jeriken miras putihan.

Dari rumah Dwi Sulistiyani di Desa Terban Rt 05 Rw 07, berhasil disita empat Anggur Koleson. Dan dari rumah warga Budi Sulistiyono warga Desa Tanjungrejo Rt 04 Rw 01, berhasil disita dua Anggur Merah, satu Bir Bintang, dan satu Anggur Koleson.

Personil yang dilibatkan dalam giat ops tersebut Kanit Sabhara Polsek Jekulo Aiptu Sri Wibowo bersama anggotanya serta Aipda Suparjo dan Briptu Eri wibowo anggota unit intelkam Polsek Jekulo .

Sasaranya adalah penjual miras di wilayah timur Kecamatan Jekulo khususnya Desa Gondoharum,Terban dan Desa Tanjungrejo.

Editor : Akrom Hazami

Benar-Benar Fakta, Ada Sabu di Tong Sampah Galeri ATM BRI Kudus

Pelaku diamankan di Mapolres Kudus atas kepemilikan sabu yang disembunyikan di tong sampah. (Tribratanewskudus)

Pelaku diamankan di Mapolres Kudus atas kepemilikan sabu yang disembunyikan di tong sampah. (Tribratanewskudus)

MuriaNewsCom, Kudus –  Satuan Reserse Narkoba Polres Kudus telah melakukan pengungkapan tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu.  Polisi menangkap pelaku narkoba di galeri ATM BRI di Jalan Jenderal Sudirman Kudus. Setelah sebelumnya narkoba disembunyikan di tong sampah.

Tersangka adalah GB (34) warga Desa Prambatan Lor, RT 3 RW 1, Kecamatan Kaliwungu, Kudus , dengan domisili Desa Loramwetan RT 3 RW 1, Jati, Kudus. AW (24) warga Kampung Paten Jurang RT 4 RW 17, Kecamatan Rejowinangun Utara, Kota Magelang, dan SY (25) warga Desa Patenjurang, RT 3 Rw 16, Kecamatan Rejowinangun Utara, Magelang.

Mereka berhasil diamankan di galeri ATM BRI cabang Kudus jalan Jendral Sudirman, Selasa (29/11/2016) dini hari. Adapun barang bukti yang berhasil diamankan satu paket plastic serbuk kristal yang diduga sabu- sabu seberat 6 gram.

Barang bukti lainnya adalah tiga  bong terdiri dari yang terbuat dari botol bekas GPU, satu bong terbuat dari botol bekas parfum, dan satu bong terbuat dari bekas pipo rokok warna hitam.  Tiga buah kompor ,empat  buah serok terbuat dari sedotan plastic, empat buah korek api, dan satu buah alaa bong yang terbuat dari potongan pralon berwarna orange.

Kronologis kejadian, polisi dari Satres Narkoba telah menerima informasi. Bahwa GB akan melaksanakan transaksi sau yang akan diberikan kepada pemesannya AW dari Magelang.  Selanjutnya petugas melakukan penyelidikan secara intensif kepada GB ,ternyata benar sekitar pukul 21.00 WIB, tersangka bertemu dengan dua orang menggunakan Avanza warna putih metalik di pertigaan Sempalan Jati.

Petugas melakukan pembuntutan hingga ke rumah tersangka di Desa Loramwetan sekitar pukul 23.00 WIB.  GB keluar lagi dari rumah menuju galeri ATM BRI Cabang Jalan Jenderal Sudirman. Ternyata, GB mencari sabu di tempat sampah.

Ada sekitar enam tempat sampah di galeri ATM. Ternyata ditemukan satu bungkus rokok Sampoerna Mild putih yang diduga berisi sabu. Polisi segera menangkap GB. Dari keterangan GB, diakui jika barang haram itu pembelian atau kiriman dari orang yang bernama AN di Kudus.

GB diketahui pesan sebanyak 10 gram sabu kepada AN. GB telah mentransfer uang Rp 8,5 juta. Polisi juga menggeledah rumah GB dan ditemukan beberapa barang bukti. Di rumah GB juga ditangkap dua pelaku lainnya. Tersangka melanggar pasal 114 ayat 1 yo pasal 112 ayat 1 yo pasal 127 ayat 1 UU NO 35 Th 2009 tentang Narkotika.

Editor : Akrom Hazami

2 ABG Tewas Terlindas Truk di Kudus, Ini Kronologi Lengkap Polisi

ilustrasi

ilustrasi

MuriaNewsCom, Kudus – Peristiwa maut akibat kecelakaan lalu lintas di Kudus kembali terjadi. Tak tanggung-tanggung, dua orang ABG tewas terlindas truk dalam kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan truk muatan tabung elpiji, di jalan Getassrabi, Kauman, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jumat (18/11/2016) siang. Dua korban itu meninggal seketika di lokasi kejadian.

Korban merupakan siswa MTs Ma’ahid Kudus. Diketahui korban bernama Rifky Kholili (14) warga RT 5 RW 3, dan Ismail (14) warga RT 4 RW 3. Keduanya merupakan warga Desa Getassrabi, Gebog, Kudus.

Kasat Lantas Polres Kudus AKP Eko Rubiyanto mengatakan kronologi kejadian nahas tersebut. Kecelakaan melibatkan sepeda motor Grand K 3930 CK dengan truk colt diesel K 1386 VB.

“Kronologinya, sepeda motor berjalan dari selatan ke utara dengan kecepatan sedang sebelum terjadi kecelakaan lalu lintas. Sampai di lokasi di Jalan umum Getassrabi, sepeda motor hendak mendahului truk,” katanya.

Rupanya sepeda motor terlalu ke kanan truk hingga sampai ke bahu jalan sebelah timur dan naik ke badan jalan. Kemudian sepeda montor tergelincir sampai akhirnya tertabrak truk yang melintas searah. Sehingga terjadilah kecelakaan tersebut.

Dari pemeriksaan polisi, pengendara Rifky menderita luka di bagian kepala. Yakni kepala robek, tangan kanan patah, dan sempat dirawat di RSUD. Sementara, Ismail mengalami luka robek di kepala, dan pelipis kanan robek. Ismail sempat dilarikan ke RSUD.

Sementara pengemudi truk, Muhammad Mansyur (39) warga Padurenan, Gebog, diketahui tidak menderita luka. Polisi masih memeriksa kasus ini.

Editor : Akrom Hazami

Kesal Angkot Berhenti Mendadak di Sembarang Tempat?  Tenang, Kini Dilarang Polisi di Kudus

Polisi dan awak angkutan umum berfoto bersama dalam kegiatan sosilasasi Operasi Zebra Candi di Kudus, Jumat. (Tribratanewskudus).

Polisi dan awak angkutan umum berfoto bersama dalam kegiatan sosilasasi Operasi Zebra Candi di Kudus, Jumat. (Tribratanewskudus).

MuriaNewsCom, Kudus – Pengemudi angkutan umum atau angkutan kota (angkot) menjadi sasaran sosialisasi Operasi Zebra Candi dan Dikmas Lantas, di Terminal Induk dan Sub Terminal Jati Getas, Kudus,  Jumat (18/10/2016).

Dikutip Tribratanewskudus, kegiatan dilakukan sekitar pukul 07.30 WIB sampai pukul 09.00 WIB. Anggota Satlantas Polres Kudus melaksanakan kegiatan tersebut.

Selain mereka mengingatkan pengemudi untuk tetap berhati-hati dalam berlalu lintas, polisi juga berharap awak angkot mematuhi peraturan lalu lintas, dan mengutamakan keselamatan daripada kecepatan.

Tidak lupa pula,polisi mengimbau kepada pengemudi angkutan umum agar tidak berhenti di sembarang tempat. Karena itu dapat mengganggu arus lalu lintas. Salah satunya di Jalan Lukmonohadi Kudus.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak seluruh pengemudi angkutan umum untuk selalu disiplin berlalu lintas di jalan raya dengan cara untuk tidak berhenti di sembarang tempat dan menaati peraturan yang ada di jalan raya.

Agar arus lalu lintas tidak terganggu dan mengurangi angka fatalitas kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Serta menciptakan kamseltibcar lantas serta selalu menggelorakan semangat pelopor keselamatan dengan seluruh lapisan masyarakat “Menuju Indonesia Tertib Bersatu Keselamatan Nomor 1 ”.

Editor : Akrom Hazami

Calo SIM di Kudus Diintai Kapolres

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai memantau proses permohonan SIM di mapolres setempat, Jumat (18/11/2016). (Tribratanewskudus)

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai memantau proses permohonan SIM di mapolres setempat, Jumat (18/11/2016). (Tribratanewskudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai memantau proses permohonan SIM di mapolres setempat, Jumat (18/11/2016). Khususnya mereka para pemohon yang sedang melakukan ujian praktik SIM.

Dikutip Tribratanewskudus, kegiatan pengawasan dilakukan dengan tujuan mencegah adanya praktik percalona dalam penerbitan SIM. Sekaligus untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam pembuatan SIM.

Diketahui, Mabes Polri telah membentuk tim untuk memberantas pungutan liar (pungli) dalam pelayanan masyarakat di kepolisian. Pembentukan tim itu merupakan tindak lanjut atas kebijakan Presiden Joko Widodo yang menggulirkan Operasi Pemberantasan Pungli (OPP) di seluruh sektor layanan publik.

Polri juga memerlukan bantuan masyarakat dalam memerangi pungli. Caranya, masyarakat bisa menghindari calo  ketika mengajukan permohonan izin dari Polri. Masyarakat juga diimbau tidak boleh melakukan penggurusan SIM, STNK dan dokumen kendaraan melalui calo. Apalagi prosesnya tidak sesuai aturan.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Nyamar Dimas Kanjeng di Kudus

dimas-kanjeng

Polisi yang menyamar jadi Dimas Kanjeng, di Simpang Tujuh, Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Polisi Kudus nyamar jadi Dimas Kanjeng di Simpang Tujuh, Kudus, Selasa (15/11/2016). Hal itu menarik perhatian pengguna jalan dan kalangan masyarakat lain yang kebetulan melintas titik tersebut.

Dimas Kanjeng ini diperagakan oleh Kaur Bin Ops Satlantas Polres Kudus Iptu Anwar. Dimas Kanjeng yang ini tidak mampu menggandakan uang, tapi membagikan helm kepada warga.

Hal itu merupakan bagian dari sosialisasi tertib berlalu lintas. Selain itu pula merupakan penyambutan datangnya Operasi Zebra Candi 2016 yang dihelat 16 November sampai dengan 29 November 2016,  serentak di seluruh wilayah Indonesia.

Dimas Kanjeng duduk di kursi raja dengan memakai jubah putih dan dikerubungi masyarakat Kudus. Dimas Kanjeng mengucapkan mantra yang ditirukan warga. “BELI MONTOR TUKU HELM”.

Adapun jumlah helm yang dibagikan secara gratis yaitu sekitar 132 buah. Terdiri dari helm untuk anak-anak dan dewasa. Selain bagi helm, polisi berpakaian kuda zebra juga datang untuk sosialisasi Operasi Zebra.

Dia juga meminta warga untuk lebih tertib dalam berlalu lintas. “Seperti halnya ibu-ibu, ada yang menyalakan lampu sein ke kiri tapi malah belok kanan. Itu kan membahayakan, dan tidak pas. Jadi kalau belok kiri ya menyalakan sein ke kiri,” kata Anwar saat dikerumuni warga.

Dalam razia Operasi Zebra Candi nanti, bagi masyarakat yang nantinya tertangkap oleh petugas saat operasi, tidak ada ampunan lagi. “Kami sudah mensosialisasikan, jadi nanti jika ada yang minta maaf karena lupa, baik itu tidak membawa helm, sim atau pelanggaran lain akan tetap ditindak dengan diberikan tilang,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir pula Kasatlantas Polres Kudus AKP Eko S, Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i dan sejumlah jajaran dari pejabat Polres Kudus.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Diajari Wudu Dulu Sebelum Kerja dan Doa di Kudus

Anggota Polres Kudus mengikuti kajian Islam di Masjid Bustanul Jannah, mapolres setempat, Kamis. (Tribratanewskudus)

Anggota Polres Kudus mengikuti kajian Islam di Masjid Bustanul Jannah, mapolres setempat, Kamis. (Tribratanewskudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Komisaris Polisi Tugiyanto, Kabag Ops Polres Kudus mengajak kepada seluruh anggotanya untuk mengikuti kegiatan pembinaan rohani dan mental (binrohtal), Kamis (10/11/2016), pukul 08.00 WIB.

Seluruh anggota yang beragama Islam langsung memasuki masjid Bustanul Jannah Polres Kudus mengikuti kegiatan binrohtal yang dilakukan setiap seminggu sekali pada Kamis pagi di Polres Kudus.

Tugiyanto mengajak seluruh anggotanya untuk mengikuti kegiatan karena sangat penting untuk membina rohani dan mental anggota Polres Kudus. Agar dalam pelaksanaan tugas tidak melakukan pelanggaran sekecil apapun dan diberi keselamatan serta bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ustaz Abdul Rochim dari Desa Kandangmas, Dawe, Kudus, memberikan tausiah kepada anggota polisi. Materi intinya tentang mensucikan diri dengan wudu sebelum bekerja dan saat akan berdoa. “Bila kita berdoa dalam keadaan suci, doanya akan di amini oleh 1000 malaika. Doa juga bisa mengubah takdir,” katanya dikutip Tribratanewskudus.

Setelah memberikan tausiah dilanjutkan doa bersama dengan harapan untuk keselamatan seluruh anggota Polres Kudus dalam melaksanakan tugas sehari-hari dengan diberi petunjuk oleh Allah SWT.

Editor : Akrom Hazami

Cara Polisi Kudus Kenang Jasa Para Pahlawan

Anggota Polres Kudus melakukan upacara Hari Pahlawan di mapolres setempat, Kamis (10/11/2016). (Tribratanewskudus)

Anggota Polres Kudus melakukan upacara Hari Pahlawan di mapolres setempat, Kamis (10/11/2016). (Tribratanewskudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Kepolisian Resor Kudus melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2016, di halaman mapolres setempat, Kamis (10/11/2016) pukul 07.00 WIB.

Dikutip Tribratanewskudus.com, selaku Inspektur Upacara (Irup) Kabag Ops Kompol Tugiyanto. Kegiatan diikuti seluruh anggota Polsek dan Polres Kudus.

Tugiyanto membacakan amanat Menteri Sosial RI bahwa setiap tanggal 10 November, Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan,sebagai momen feflektif untuk memberi makna atas pengorbanan para Pahlawan Kusuma Bangsa.

“Dengan menyalakan jiwa kepahlawanan dalam perjuangan mengisi kemerdekaan,” katanya.

Peringatan Hari Pahlawan harus mampu menggali semangat kepahlawanan, semangat rela berjuang mati-matian dengan penuh idealisme dengan mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi.

Setelah Indonesia merebut kemerdekaannya,semangat kepahlawanan tidak cukup hanya dengan mempertahankan patriotisme defensive. “Kita butuh patriotisme yang lebih positif dan progresif,” tambahnya.

Dalam rangka mencapai perikehidupan kebangsaan yang merdeka, bersatu,berdaulat, adil dan makmur, patriotisme progresif harus mengembangkan ketahanan bangsa untuk bisa mandiri dalam ekonomi, berdaulat dalam bidang politik dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf kala hadir dengan menawarkan visi Transformatif : “Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat,mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong”.

Gerakan Revolusi Mental juga diharapkan bisa mendorong gerakan hidup baru dalam bentuk, perombakan cara berfikir, cara kerja, cara hidup, yang merintangi kemajuan. Selain itu pula, peningkatan dan pembangunan cara berfikir, cara kerja, dan cara hidup yang baik.

Gerakan hidup baru adalah Gerakan Revolusi Mental untuk menggembleng manusia Indonesia ini menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemampuan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala.

Dengan suatu tekad dan ketulusan untuk bersama-sama, lanjutnya, serta saling bahu-membahu dan dilandasi oleh makna gotong royong, maka pemerintah yakin Bangsa Indonesia dapat mengatasi berbagai permasalahan yang melanda,dan dapat menjadi pemenang.

Sehingga mampu bersaing dengan negara dan bangsa lain. Hal ini sejalan dengan tema Hari Pahlawan 2016 yaitu : “Satukan Langkah Untuk Negeri”.
Editor : Akrom Hazami

Jumlah Kendaraan Tak Sebanding dengan Lebar Jalan di Kudus

kapolres

Kendaraan melintas jalan raya di seputaran Alun-alun Simpang Tujuh, Kudus, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i mengatakan, keberadaan lalu lintas di Kudus semakin sesak tiap tahunnya. Hal itu disebabkan semakin banyaknya kendaraan yang di jalan raya, tapi tidak diimbangi dengan lebarnya jalan.

“Tiap pekan pasti ratusan kendaraan baru ada di jalan raya. Dan luas jalannya seperti itu-itu saja. Sehingga jalanan semakin sesak,” kata Andy kepada MuriaNewsCom,

Idealnya, untuk mengimbangi itu semua seyogyanya dilakukan pelebaran jalan. Namun itu sangat sulit jika dipraktikkan di Kudus.

Mengenai upaya Pemkab Kudus membuat Perda Lalu Lintas, pihaknya mengakui tidak mengetahui hal itu. Sebab, selama ini tidak ada perbincangan mengenai lalu lintas di Kudus yang dirumuskan ke perda.

“Sebelum dirumuskan ke dalam perda, harusnya terlebih dahulu mampu ditata apa saja yang perlu dituangkan dalam perda tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, komunikasi dengan berbagai pihak juga dapat dilakukan guna menambah referensi. Apakah kondisi jalan serta masukan pihak lantas yang selama ini bermitra dengan pDishub.

“Di Kudus ada forum lalu lintas, yang didalamnya terdapat bebebepa kalangan. Dan pembahasan harusnya dapat mengajak forum, agar nantinya kebijakan tidak memperburuk kondisi di Kudus,” ungkapnya.

KBO Satlantas Polres Kudus Iptu Anwar menambahakan, penataan lalu lintas di Kudus membutuhkan pertimbangan yang matang. Sebab sejauh ini beberapa titik masih kerap menuai masalah, seperti halnya soal kemacetan.

“Kami belum ada pembahasan tentang Perda Lalu Lintas yang dibahas. Kami malah baru tahu. Namun jika memang ada, dapat dilihat kondisi jalan yang menyebabkan kemacetan,” ungkapnya.

Dia mencontohkan seperti halnya jalan Jenderal Sudirman yang jadi dua arah. Hal itu dianggap kurang siap dengan melihat banyaknya hal yang seharusnya butuh pembenahan terlebih dahulu.

Editor : Akrom Hazami

Jalan Jenderal Sudirman Kudus Positif 2 Arah, tapi Parkirnya Masih jadi Kendala

Kasatlantas Polres Kudus AKP Eko Rubiyanto saat memberikan keterangan di kantornya, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kasatlantas Polres Kudus AKP Eko Rubiyanto saat memberikan keterangan di kantornya, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Jalan Jenderal Sudirman Kudus kini sudah positif dua arah. Mesk demikian, penataan parkir masih jadi kendala. Sampai saat ini belum diketahui apakah nantinya akan berada di satu sisi atau dua sisi.

Kepala Dishubkominfo Kudus Didik Sugiharto mengatakan, saat ini pihaknya masih fokus pada pembuatan marka jalan. Jika itu sudah selesai, maka akan jelas jalur dua arahnya.

“Rencananya marka akan dicat pada Sabtu (5/11/2016) mendatang. Info tersebut kami dapatkan setelah kordinasi dengan pihak pengerjaan yang bersumber dari provinsi,” katanya kepada MuriaNewsCom, Rabu (2/11/2016).

Jika nantinya sudah terpasang marka, maka water barrier (alat pemisah jalan) yang terdapat di tengah jalan akan langsung diambil. Hal itu bakal membuat jalan lebih lebar dan pengguna tidak akan terganggu.

Diakuinya, keberadaannya memang mengganggu pengguna jalan. Namun jika diambil sebelum ada marka, maka ada pembatas jalan tidaklah jelas.

“Setelah itu kami akan koordinasi dengan pihak polres tentang parkirnya. Rencananya dalam pekan ini kami laksanakan,” imbuhnya.

Sementara, Kasatlantas Polres Kudus AKP Eko Rubiyanto mengatakan, pihaknya belum dapat komentar banyak tentang jalan dua arah. Hanya melihat kondisi sekarang penataan parkir harus lebih ditata lagi.

“Kalau dua arah mampu mengurangi lebar jalan, sedangkan kalau satu sisi maka antrean panjang kendaraan akan nampak di sepanjang jalan Jenderal Sudirman,” ujarnya.

Pihaknya mendapatkan undangan rapat dengan Dishub terkait lalu lintas di Kudus besok pagi, namun sejauh ini belum ada pembahasan tentang penataan parkir di Jalan Jenderal Sudirman.

Editor : Akrom Hazami

Dijamin Aman, Ratusan Polisi di Kudus akan Kawal Warga Selama Malam Takbiran

Masyarakat sibuk membuat replika yang akan digunakan untuk acara takbir keliling  malam nanti. Diharapkan agar pelaksanaan takbir keliling bisa tetap tertib selama di jalan. (MuriaNewsCom)

Masyarakat sibuk membuat replika yang akan digunakan untuk acara takbir keliling malam nanti. Diharapkan agar pelaksanaan takbir keliling bisa tetap tertib selama di jalan. (MuriaNewsCom)

KUDUS – Selama malam takbiran atau malam Idul Fitri, Kamis (16/7/2015), ratusan petugas dari Polres Kudus dikerahkan di berbagai titik di Kota Kudus. personel kepolisian tersebut dikerahkan guna mengamankan masyarakat selama merayakan malam kemenangan. Lanjutkan membaca