Ribuan Botol Miras Dimusnahkan di Jepara

Kendaraan berat memusnahkan miras di Mapolres Jepara. (Tribratanewsjepara)

Kendaraan berat memusnahkan miras di Mapolres Jepara. (Tribratanewsjepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Kepolisian Resor Jepara, melaksanakan pemusnahan barang bukti hasil Operasi Cipta Kondisi Jelang Tahun Baru 2017 di halaman belakang Mapolres Jepara, Sabtu, (31/12/2016) pagi .

Pemusnahan hasil Operasi Cipta Kondisi ini memusnahkan ratusan ribu petasan dan ribuan liter miras berbagai jenis dan merk. Hal ini untuk mendukung situasi Kamtibmas yang kondusif selama perayaan malam pergantian tahun baru 2017 di Kabupaten Jepara.

Pemusnahan miras dihadiri oleh Pj Bupati Jepara, Dandim 0719 Jepara, Ketua Kejaksaan Negeri Jepara, Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Ketua MUI Kabupaten Jepara, Pejabat Utama Polres Jepara dan Kapolsek Jajaran Polres Jepara serta anggota Polres Jepara.

Selama sepekan terakhir pelaksanaan operasi cipta kondisi yang berakhir pada tanggal 30 Desember 2016, Polres Jepara telah melakukan penindakan hukum terhadap tersangka penjual Miras.

Dari barang bukti yang dimusnahkan berupa 1.001 liter miras jenis Gingseng, 2.126 liter miras jenis Ciu, Newport 12 botol, anggur kolesom 86 botol, bir hitam 15 botol, bir anker 298 botol dan 192 liter miras oplosan tak bermerk.

“Seluruh barang bukti miras tersebut telah diamankan dan dimusnahkan pada hari ini,” ucap Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin.

Editor : Akrom Hazami

Warga Jepara, Ini Lho Cara Persyaratan Pembuatan SKCK

skck

Langkah proses permohonan SKCK. (http://skck.jateng.polri.go.id/)

MuriaNewsCom, Jepara – Bagi Anda warga Jepara, MuriaNewsCom menginformasikan tentang pelayanan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Siapa tahu, Anda, keluarga, saudara, tetangga, teman, dan sekitar butuh informasinya.

Berikut di antara pelayanan SKCK yang dikutip dari Tribratanewsjepara :  

  1. PELAYANAN SURAT KETERANGAN CATATAN KEPOLISIAN ( SKCK )

Persyaratan :

Bagi WNI :

  1. Foto Copy KTP ( e-KTP ) atau Identitas lain
  2. Foto Copy Kartu Keluarga ( KK )
  3. Foto Copy Akte Lahir / Ijazah
  4. Foto Copy Passport ( bagi yang akan keluar negeri )
  5. Pas Photo Berwarna ukuran 4×6 ( 4 lembar background merah )
  6. Rekomendasi Polsek setempat
  7. Rumus sidik jari di INAFIS Polres Jepara

Bagi WNA :

  1. Foto Copy Kitas/Kitap
  2. Foto Copy STM/SKJ
  3. Foto Copy Passport
  4. Pas Photo Berwarna ukuran 4×6 ( 4 lembar background kuning )
  5. Rekomendasi Polda setempat

( Dasar : PP Nomor 50 Tahun 2010 tentang PNBP SKCK Sebesar Rp. 10.000,- )

Silakan bagikan informasi ini kepada mereka yang membutuhkan. Jangan biarkan, mereka bingung hanya gara-gara kekurangan info soal persyaratan pembuatan SKCK.

Editor : Akrom Hazami

150 Polisi Amankan Tahapan Kampanye Pilkada Jepara

Polisi melakukan apel pengamanan tahapan kampanye Pilkada Jepara. (Tribratanewsjepara)

Polisi melakukan apel pengamanan tahapan kampanye Pilkada Jepara. (Tribratanewsjepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Sekitar 150 personel Kepolisian Resor Jepara telah disiagakan untuk mengamankan tahapan kampanye Pilkada Bupati dan Wakil Bupati.

Kasubbag Dal Ops Bag Ops Polres Jepara, AKP Samai selaku Kaposko mengatakan, pihaknya menyiagakan ratusan personel, khusus mengamankan tahap kampanye pilkada.

“150 personel Kepolisian Resor Jepara siap lakukan pengamanan tahapan kampanye Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Jepara,” kata AKP Samai dikutip Tribratanewsjepara.

Dalam arahannya, Samai mengimbau agar personel melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan penuh keikhlasan. Tetap lakukan kegiatan cipta kondisi dengan patroli dan pengamanan di kantor penyelanggara Pilkada dan Panwaslu, serta posko pemenangan masing-masing paslon.

Selain itu juga, pihaknya akan meningkatkan pengamanan dan patroli di lokasi kampanye, serta menempatkan personel sesuai dengan tingkat kerawanan.

“Kepada seluruh personel, khususnya fungsi intelijen diharapkan tetap memonitor perkembangan situasi sehingga apabila ada potensi gangguan Kamtibmas bisa segera dilakukan langkah-langkah antisipasif,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Bersih Bibir Pantai Mororejo Jepara Digalakkan

Polisi dan warga melakukan bersih bibir pantai Mororejo, Jepara. ( Tribratanewsjepara)

Polisi dan warga melakukan bersih bibir pantai Mororejo, Jepara. ( Tribratanewsjepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Masyarakat pesisir di areal Pantai Mororejo, turut Rt 4 Rw 02 Desa Mororejo Kecamatan Mlonggo, Jepara bersama Polair Polres Jepara membersihkan lingkungan sekitar pantai.

Dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan banyak manfaat kepada semua masyarakat dan meningkatkan kepedulian sesama serta untuk meningkatkan potensi obyek wisata Pantai Mororejo.

“Sehingga pendapatan dan peningkatan ekonomi masyarakat di sektor pariwisata dan kuliner bisa ditingkatkan dengan bentuk menjaga, melestarikan lingkungan yang sehat, nyaman, serta taat aturan dan hukum,” tutur Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin melalui Kasat Polair AKP Hendrik Irawan.

Editor : Akrom Hazami

Pemilik Usaha Mebel Diminta Waspada Alat Pertukangan Listrik

Polisi melakukan pengarahan kepada warga, khususnya pemilik usaha mebel untuk waspada alat pertukangan listriknya, di Jepara. (Tribratanewsjepara)

Polisi melakukan pengarahan kepada warga, khususnya pemilik usaha mebel untuk waspada alat pertukangan listriknya, di Jepara. (Tribratanewsjepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Polsek Kedung Polres Jepara tingkatkan patroli dialogis ke sejumlah desa di wilayah Kecamatan Kedung, Kamis (1/12/2016). Patroli dialogis untuk menyampaikan pesan dan imbauan serta antisipasi gangguan kamtibmas.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin melalui Kapolsek Kedung AKP Sukarmo menerangkan polisi meningkatkan kegiatan patroli dan sambang ke desa-desa. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin kemitraan dan sinergitas dengan Polri dan mengajak peran serta elemen masyarakat dalam pembinaan keamanan, ketertiban sehingga terwujudnya wilayah aman dan kondusif.

“Anggota melaksanakan sambang untuk memberikan pesan-pesan kamtibmas kepada warga. Mereka diajak untuk jeli terhadap situasi dan kondisi di sekitar lingkungannya. Selain itu juga memberikan imbauan kepada pemilik usaha mebel terkait dengan kondisi cuaca, agar memperhatikan instalasi kabel alat-alat pertukangan. Hal ini untuk menghindari terjadinya korban akibat tersengat listrik,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Masyarakat Jepara Diajak Ramaikan Laga Tim Bhayangkara FC U21 di SGBK

Polisi mengajak warga Jepara untuk menyaksikan sepak bola Indonesia Soccer Championship 2016 di SGBK. (Tribratanewsjepara)

Polisi mengajak warga Jepara untuk menyaksikan sepak bola Indonesia Soccer Championship 2016 di SGBK. (Tribratanewsjepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Polres Jepara menyosialisasikan jadwal pertandingan Babak 8 Besar Indonesia Soccer Championship 2016 yang akan dilangsungkan di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepar, awal Desember 2016.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin menjelaskan, pihaknya telah melakukan sosialisasi baik melalui media sosial maupun dengan pembagian leaflet ataupun brosur kepada khalayak. Selain itu juga melakukan pengumuman dengan mobil SiPangling.

“Pertandingan tim Bhayangkara FC U21 dalam Babak 8 Besar ISC 2016 yang akan dimulai tanggal 2 sampai dengan 7 Desember 2016 dapat berjalan dengan lancar dan sukses dengan partisipasi dan dukungan dari warga masyarakat Jepara,” kata Samsu.

Tim Bhayangkara FC U21 akan bertanding melawan Persela Lamongan U21 yang akan kick off pada 2 Desember pukul 19.00 WIB. Kemudian pada pertandingan berikutnya pada 4 Desember, Bhayangkara FC U21 akan bertanding dengan PSM Makassar U21 dengan jadwal kick off pukul 19.00 WiB. Yang terakhir pada 7 Desember, tim Bhayangakara FC U21 akan kick off pukul 15.30 WIB melawan Pusamania Borneo FC U21.

“Masyarakat Kabupaten Jepara untuk menyaksikan dan mendukung secara langsung tim Bhayangkara FC U21 di Stadion kebanggan masyarakat Jepara SGBK. Di mana tim Bhayangkara FC U21 didukung oleh 2 pemain asal Kota Ukir Jepara, yaitu A Rendy Reovaldo dan M Rio Saputro,” pungkas Samsu. 

 Editor : Akrom Hazami

Siswa Diperingatkan Hati-Hati Bermedia Sosial di Jepara  

medsos-e

Polisi memberikan imbauan kepada siswa agar lebih waspada dalam menggunakan media sosial, serta bahaya narkoba dan kenakalan remaja di SMK N 1 Kalinyamatan Jepara. (Tribratanewsjepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Polisi dari Polsek Kalinyamatan Jepara mengajak para siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Kalinyamatan, agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial, dengan tidak cepat menerima, menangapi dan menyebarluaskan berita yang belum diketahui pasti kebenarannya.

“Sehingga berita yang disebarkan tersebut dapat menimbulkan reaksi dan dapat menimbulkan korban harta benda maupun jiwa bagi orang lain,” kata Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin melalui Kapolsek Kalinyamatan Iptu Edy Purwanto.

Selain itu, untuk mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja Kabupaten Jepara, Kanit Binmas Polsek Kalinyamatan Polres Jepara, juga terjun ke sekolah guna memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba dan kenakalan remaja, serta sosialisasi penerimaan Polri.

Polisi juga menekankan pada penyalahgunaan dan peredaran gelap serta efek samping dari penyalahgunaan Narkoba. Dia mengatakan, narkoba menjadi musuh bersama, karena saat ini narkoba telah menyebar sampai ke desa dan menjadikan para remaja sebagai pecandunya.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya mengimbau kepada seluruh siswa peserta sosialisasi jangan sampai terlibat atau terkena pengaruh dari peredaran gelap Narkoba dan mengajaknya untuk menolak dan bersama memerangi peredaran dan penyalahgunaan Narkoba.

“Juga mengajak para guru berperan aktif untuk mengawasi siswa-siswinya agar tidak terlibat dalam peredaran dan penyalahgunaan Narkoba dan kenakalan remaja di lingkungan sekolah,” kata Edy dikutip dari website resmi Polres Jepara.

Editor : Akrom Hazami

Ini Kisah 3 Pembantai Debt Collector Jepara, Ngeri!

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH  saat gelar perkara menyampaikan keterangan kepada wartawan di mapolres setempat. (Tribratanewsjepara)

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH  saat gelar perkara menyampaikan keterangan kepada wartawan di mapolres setempat. (Tribratanewsjepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Jajaran Reskrim Polres Jepara berhasil mengamankan pelaku penganiayaan yang menewaskan Andik Yulianto (26), pria yang ditemukan tewas dengan luka tusuk di Desa Bantrung Batealit 20 November lalu. Andik Yulianto, merupakan warga Desa Bulungan, Kecamatan Pakis Aji yang diketahui bekerja sebagai debt collector Andalan Semarang.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH  saat gelar perkara menyampaikan, tiga pelaku sempat diburu polisi selama sepekan. Kini, pelaku berhasil diamankan jajaran Sat Reskrim Polres Jepara. Mereka adalah Kuswo alias Kus (40) warga Desa Kedungleper, Kecamatan Bangsri; Taufikur Rochman alias Topik (22) warga Desa Bangsri, Kecamatan Bangsri; dan Sofyan Dwi Sunarso alias Cungir (26) warga Desa Jambu Timur, Kecamatan Pakis Aji.

Lebih lanjut Kapolres Jepara mengatakan, dua pelaku ditangkap pada Sabtu 26 November lalu, dan seorang tersangka lainnya berhasil diamankan Senin (28/11/2016. Terkait peran dan motif dari masing- masing pelaku, pihaknya mengaku masih perlu melakukan pendalaman kasus tersebut.

Dari keterangan pelaku, awal mula terjadinya pembunuhan terjadi usai menyaksikan pertunjukan orkes dangdut di Desa Langon, Kecamatan Tahunan. Di mana, ketika korban dan para pelaku beriringan mengendarai sepeda motor dan terjadi saling serempet.

“Tersangka Kuswo yang mengendarai motor Vega disrempet oleh korban Andik yang memboncengkan Ridwan, lalu Kuswo memperingatkan Andik supaya naik motor pelan-pelan, namun korban tidak menerimakan dan menendang motor Kuswo hingga keduanya terjatuh. Korban Andik menendang motor Revo yang dikendarai oleh Taufik dan Sofyan hingga jatuh. Usai terjatuh inilah aksi saling pukul terjadi,” tuturnya.

Senjata tajam yang digunakan oleh pelaku untuk menusuk korban sebenarnya adalah milik korban Andik. Namun karena kalah saat berkelahi akhirnya senjata tajam itu dikuasai oleh pelaku dan digunakan untuk menusuk korban.Setelah kedua korban terluka, ketiga pelaku melarikan diri meninggalkan kedua korban.

Kini para pelaku diamankan di Mapolres Jepara dan dikenai pasal 170 (2) ke-3 KUHP dan pasal 351 (3) KUHP tentang melakukan kekerasan secara bersama-sama di muka umum yang menyebabkan matinya seseorang dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Editor : Akrom Hazami

Premanisme dan Adu Jotos Dijamin Hilang di TPI Ujung Batu Jepara

Polisi tampak mengamankan lokasi TPI Ujung Batu Jepara. (Tribratanewsjepara)

Polisi tampak mengamankan lokasi TPI Ujung Batu Jepara. (Tribratanewsjepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Aksi premanisme, perkelahian, adu jotos, hingga pencurian, dijamin tak akan ada di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujung Batu Jepara. Sehingga, aktivitas lelang akan aman dari gangguan yang bikin kesal.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin melalui Kepala Satuan Polisi Perairan (Kasat Polair) AKP Hendrik Irawan mengatakan, pihaknya ingin agar TPI Ujung Batu aman dari ganggunan. Tujuannya supaya aktivitas pelelangan berjalan lancar.

“Satpolair menempatkan personel untuk melakukan pengamanan dan pemantauan di lokasi setiap pelelangan hingga proses bongkar muat hasil tangkapan ikan nelayan,” kata Hendrik dikutip dari situs resmi Polres Jepara.

Hal ini dilakukan dalam rangka antisipasi gangguan kamtibmas. Terutama di lokasi pelabuhan dan TPI Ujung Batu.

Dalam pelaksanaannya anggota berkoordinasi dengan instansi terkait untuk bersama-sama melakukan pengamanan.

Editor : Akrom Hazami

Penyeberang Jalan Tak Perlu Takut Tertabrak Kendaraan di Mayong Jepara  

Personel Polsek Mayong Polres Jepara melakukan pengaturan arus lalu lintas, Rabu. (Tribratanewsjepara)

Personel Polsek Mayong Polres Jepara melakukan pengaturan arus lalu lintas, Rabu. (Tribratanewsjepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Para penyeberang jalan yang melintas di Mayong, kini tak perlu khawatir tertabrak kendaraan. Karena mereka mendapat perlindungan dari polisi dengan memberikan mereka ruang penyeberangan.

Inilah yang dilakukan personel Polsek Mayong Polres Jepara saat diterjunkan ke jalan untuk melakukan pengatuan arus lalu lintas pagi di ruas dan penggal jalan raya utama seperti di depan SDN Pelang, PT Yazaki, Perempatan Mayong dan lokasi lain yang membutuhkan kehadiran Polisi, Rabu (23/11/2016) pagi.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin melalui Kapolsek Mayong AKP Sutono mengatakan, tujuan dilakukan pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan dan kemacetan lalu lintas serta kecelakaan lalu lintas.

Pengaturan lalu lintas di wilayah hukum Polsek Mayong Resor Jepara dipimpin oleh Kapolsek Mayong dengan menempatkan personelnya di beberapa titik rawan macet dan kecelakaan lalu lintas, untuk melaksanakan program tetap pagi yakni penjagaan dan pengaturan lalu lintas.

Kapolsek Mayong memantau langsung pelaksanaan tugas anggota di lapangan. Sutono menambahkan, selama pengaturan tersebut, situasi lalu lintas di dua jalur tersebut didominasi kendaraan roda dua dan roda empat. “Walaupun kepadatan arus terjadi di jalur jalan yang menuju arah Kota Jepara namun arus lalu lintas tetap lancar,” ujarnya dikutip Tribratanewsjepara.

Pihaknya juga melakukan tindakan tegas kepada pengendara yang tidak tertib dan melanggar peraturan berlalu lintas. Hal ini untuk memberikan efek jera dan menjaga keamanan dan ketertiban pengemudi itu sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Terus Dalami Kasus Pembunuhan Debt Collector di Jepara

ilustrasi

ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Polres Jepara terus mendalami kasus pembunuhan debtcollector atau tukang tagih utang Andalan Semarang, Andik Yulianto (26), warga Desa Bulungan RT 08/01, Kecamatan Pakis Aji, Jepara.

Sementara rekannya, Muhammad Ridwan (25) warga Desa Ngasem RT 16/02, Kecamatan Batealit, Jepara, masih menjalani perawatan intensif di RSUD Kartini.

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin melalui Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suwasana sebelumnya menyampaikan, polisi telah memeriksa tiga orang saksi. Yakni Sobirin (49), Toso (48), dan Nor Rokib. Ketiganya warga Desa Bantrung.

Insiden berdarah terjadi Minggu (20/11/2016) sore. Keterangan korban selamat, Ridwan, pukul 13.00 WIB-16.00 WIB, dia dan korban melihat pertunjukan dangdut OT Romansa di Desa Langon, Kecamatan Tahunan, Jepara.

Selesai melihat dangdut korban mengajak Ridwan ke rumah temannya, Maskan di Desa Ngasem, Batealit, Jepara, untuk mengambil tas kerja miliknya. Selanjutnya korban mengajak Ridwan ke Bantrung, Batealit untuk menagih utang. Kedua korban berboncengan dengan mengendarai SPM Honda Vario 125 warna putih K-5868-YQ.

Sesampainya di Jalan Raya Desa Bantrung, korban menyalip rombongan pelaku yang saat itu menggunakan dua sepeda motor merek Yamaha Vega warna merah dan Honda Revo. Salah satu pelaku berboncengan dengan perempuan, selanjutnya rombongan pelaku menyalip korban kembali.

Kemudian rombongan memepet dan menendang motor korban sampai jatuh. Para pelaku kemudian mengeroyok korban. Diketahui salah satu pelaku membawa senjata tajam, dan dua pelaku lainnya membawa kayu untuk memukuli korban. Sampai kedua korban jatuh tersungkur. Para pelaku meninggalkan korban menuju ke arah Desa Kecapi, Tahunan. Kedua korban saat itu sudah dalam kondisi tak berdaya.

Saksi Sobirin mengatakan saat kejadian sekitar pukul 16.30 WIB. Dia sedang berada di depan rumahnya, kemudian melihat seperti kecelakaaan lalu lintas. Saat dilihat dari dekat ternyata telah terjadi pengeroyokan.

Salah satu pelaku dengan ciri-ciri laki- laki bertubuh besar rambut gondrong, memakai kaos warna gelap membawa sebilah pisau, dan kedua pelaku laki-laki lainnya masih remaja membawa kayu untuk memukuli kedua korban.

Sedangkan perempuan dengan ciri- ciri memakai jaket levis yang ikut para pelaku duduk di atas sepeda motor. Karena diketahui pelaku ada yang membawa sajam saksi tidak berani melerai dan hanya bisa melihat kejadian tersebut sekitar 10 menit.

Selanjutnya saksi membawa kedua korban ke RSUD Kartini Jepara dengan menggunakan sepeda motor roda tiga.  Setelah sampai di RSUD Kartini, satu korban diketahui meninggal dunia.

Sementara itu, hasil dari pemeriksaan dan otopsi yang dilakukan oleh Kepala Sub Bidang Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Bidang Kedokteran Kesehatan (Dokkes) Polda Jawa Tengah, AKBP Sumy Hastry Purwanti di RSUD Kartini Jepara menyampaikan, korban Andik Yulianto mengalami luka tusukan di bagian rusuk bagian belakang sebelah kiri.

Luka sobek juga terdapat di telapak tangan sebelah kanan serta belakang telinga sebelah kiri. Serta ada luka ringan dibeberapa bagaian tubuh lainnya. ” Hasil pemeriksaan dugaan kuat korban meninggal dikarenakan adanya luka tusuk ditubuhnya dengan kedalaman sekitar 13 cm,” terang Sumy.

Editor : Akrom Hazami

Siswa MTs Diberi Bocoran Soal Bahaya Narkoba di Jepara

Polisi memberikan materi soal pencegahan narkoba di MTs Miftahul Huda, Keling, Kabupaten Jepara. (Tribratanewsjepara)

Polisi memberikan materi soal pencegahan narkoba di MTs Miftahul Huda, Keling, Kabupaten Jepara. (Tribratanewsjepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Kanit Binmas Polsek Keling Polres Jepara, Aiptu Suharmono melaksanakan kunjungan ke Madrasah Tsanawiyah (MTs) Miftahul Huda, Desa Watuaji, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, akhir pekan ini. Kunjungan ke sekolah-sekolah dalam rangka Police Goes To School yang diadakan Polsek Keling.

Dalam kunjungannya ke sekolah tersebut, Suharmono memberikan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) kepada murid-murid tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba dan kenakalan remaja.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin melalui Kapolsek Keling AKP Mahendra menjelaskan, murid-murid diberi pengetahuan mengenai jenis dan golongan serta bahaya penyalahgunaan narkoba. Juga pengertian, macam atau bentuk kenakalan remaja serta cara untuk mengantisipasinya juga disampaikan.

“Kami mengajak kepada murid-murid untuk tidak terjerumus dalam lingkaran setan seperti Narkoba dan kenakalan remaja. Remaja jangan mudah terpengaruh dengan perkembangan teknologi serta kebiasaan-kebiasaan yang bersifat negatif,” tuturnya dikutip dari Tribratanewsjepara.

Selain itu, polisi juga menyisipkan materi sosialisasi penerimaan Polri. Materi ini untuk mendorong niat para generasi muda penerus bangsa yang berkeinginan untuk menjadi anggota Polri.

Editor : Akrom Hazami

Lindungi Terumbu Karang dan Biota Laut, Satpolair Polres Jepara Gandeng Kamladu Berpatroli

Polair Jepara bersama unsur Kamladu melakukan pemantauan wilayah perairan kota setempat. (Tribratanewsjepara)

Polair Jepara bersama unsur Kamladu melakukan pemantauan wilayah perairan kota setempat. (Tribratanewsjepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Satuan Polisi Air Kepolisian Resor Jepara bersama unsur Keamanan Laut Terpadu (Kamladu) melaksanakan patroli gabungan di perairan Jepara.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin melalui Kasat Polair AKP Hendrik Irawan mengatakan, kegiatan patroli gabungan keamanan laut terpadu dilaksanakan oleh Sat Polair, DKP dan PSDKP. Patroli gabungan ini merupakan kegiatan untuk menjalin sinegitas unsur Kamladu dalam menjaga dan mengamankan perairan wilayah Kabupaten Jepara.

“Unsur Kamladu melaksanakan patroli gabungan menggunakan kapal motor milik Polair guna menjaga ekosistem terumbu karang, biota laut, dan pasir laut serta deklarasi kesepakatan bersama untuk menjaga kondusivitas tentang kemaritiman dan Harkamtibmas masyarakat pesisir,” terang Hendrik dikutip Tribratanewsjepara.

Patroli pemeriksaan dan pemantauan kapal ikan,  baik kapal besar atau kecil terkait kelengkapan dokumen serta alat jaring untuk dilakukan pembinaan dan pendataan. Selain itu juga sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba dan pentingnya sarana kelengkapan alat-alat keselamatan  serta Undang-undang yang ada kaitannya dengan perairan.

Editor : Akrom Hazami

Awas Tersetrum Alat Mebel Listrik di Kedung Jepara

Polisi memeringatkan perajin mebel di Kedung, Jepara. (Tribratanewsjepara)

Polisi memeringatkan perajin mebel di Kedung, Jepara. (Tribratanewsjepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Polsek Kedung Polres Jepara meningkatkan patroli dialogis ke desa di wilayah hukumnya, beberapa hari terakhir.

Patroli dialogis untuk menyampaikan pesan dan imbauan kamtibmas serta antisipasi gangguan Kamtibmas.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin melalui Kapolsek Kedung AKP Sukarmo mengatakan polisi gencar meningkatkan kegiatan patroli dan sambang ke desa. “Terutama daerah rawan gangguan kamtibmas seperti lokasi yang kerap digunakan muda-mudi untuk ajang balapan liar,” kata Sukarmo dikutip dari Tribratanewsjepara.

Dia melanjutkan, anggota melaksanakan sambang untuk memberikan pesan kamtibmas kepada warga. Mereka diajak jeli terhadap situasi dan kondisi di sekitar lingkungannya.

Selain itu juga, polisi memberikan imbauan kepada pemilik usaha mebel terkait dengan kondisi cuaca yang sudah mulai hujan. Terutama agar memerhatikan instalasi kabel litrik alat pertukangan. Hal ini untuk menghindari terjadinya korban akibat tersengat listrik.

Editor : Akrom Hazami

Polsek Kedung Evakuasi Korban Tewas  Tersetrum Listrik

Polsek Kedung memperhatikan korban yang tersetrum di Desa Bulakbaru, Jepara. (Tribtaranewsjepara)

Polsek Kedung memperhatikan korban yang tersetrum di Desa Bulakbaru, Jepara. (Tribtaranewsjepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Kapolsek Kedung AKP Sukarmo bersama anggota mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) orang meninggal dunia karena kecelakaan kerja di brak mebel milik Masto turut Desa Bulakbaru, RT 03/04, Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH melalui Kapolsek Kedung AKP Sukarmo menerangkan, penemuan korban bermula saat warga Sumakno sedang jalan kaki dan melewati depan TKP sekitar pukul 17.30 WIB di brak mebel milik Masto. Sumakno mendengar suara mesin sedang menyala namun tidak mendapati seorang yang lembur.

Lalu masuk untuk mencari suara mesin tersebut dan mendapati suara mesin tersebut mesin propil kayu dan mendapati korban dalam keadaan tengkurap di tanah dan mesin propil tersebut berada di bawah badan korban. Atas kejadian tersebut, memamanggil warga Purwoko (45) dan mencabut aliran listrik mesin tersebut.

Dari pemeriksaan tenaga medis RSU Kartini dr Neisya Hani, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh jenazah. Korban meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik dan mengalami luka bakar di bagian dada.

“Selanjutnya korban meninggal dunia diantar dan diserahkan kepada pihak keluarga korban untuk dimakamkan dengan dibuatkan berita acara penyerahan jenazah,” pungkasny dikutip Tribratanewscomjepara.

Editor : Akrom Hazami

Cara Unik Jepara Wujudkan Kedamaian Kota

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin bersama tokoh agama, Forkopinda setempat, berfoto bersama di mapolres setempat, Rabu. (Tribratanewsjepara)

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin bersama tokoh agama, Forkopinda setempat, berfoto bersama di mapolres setempat, Rabu. (Tribratanewsjepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Kepolisian Resor Jepara bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) menggelar Apel Besar Kebhinekaan Cinta Damai yang diikuti oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ormas dan tokoh lintas agama, Rabu (16/11/2016).

Kegiatan dipimpin oleh Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin, dengan tema Melalui Hikmah Hari Pahlawan Ke-71 Tahun 2016 Kita Tingkatkan Kesadaran Dan Partisipasi Masyarakat Guna Mewujudkan Persatuan Dan Kesatuan NKRI Yang Kokoh”.

Samsu menjelaskan bahwa apel besar kebhinekaan ini diselenggaran di seluruh Indonesia sebagai bentuk respons terhadap perkembangan situasi strategis pada tatanan kehidupan regional, nasional dan global yang berimplikasi pada aspek keamanan dan ketertiban.

Pembacaan deklarasi bersama untuk memelihara kebhinekaan cinta damai diikuti seluruh peserta apel besar yang melibatkan jajaran Forkopinda Jepara, pimpinan satuan TNI, Ketua Majelis Ulama Indonesia, Ketua Nahdlatul Ulama, Pimpinan Muhammadiyah dan seluruh ketua organisasi keagamaan di Kabupaten Jepara.

“Masyarakat harus melihat perbedaan itu sebagai sebuah kekuatan, bukan sebagai ancaman atau gangguan. Semua budaya, agama dan suku yang ada tetap pada bentuknya masing-masing, yang mempersatukan adalah rasa nasionalisme dan kebanggaan sebagai Bangsa Indonesia yang memiliki budaya dan adat istiadat. Dalam kondisi yang berbeda-beda justru kebudayaan Nusantaralah yang bisa menyatukan Bangsa” tutur Pelaksana tugas (Plt) Bupati Jepara Ichwan Sudrajat dikutip Tribratanewsjepara.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin mengatakan, apel tresebut dinilai sangat penting karena juga ajang bertemunya para tokoh yang dianggap mampu menenangkan keadaan saat terjadi gejolak di tengah masyarakat. Pihaknya terus berusaha menjaga keamanan dan kenyamanan di Kabupaten Jepara agar tidak sampai gejolak seperti yang terjadi di Jakarta dan wilayah lainnya.

“Kondisi di Kabupaten Jepara sejauh ini kondusif, bahkan belum ditemukan adanya kerawanan dan potensi konflik. Namun, Polres Jepara akan melakukan patroli dan melakukan dialog dengan para tokoh untuk menjaga suasana tetap kondusif. Di sisi lain kita pun juga bersama – sama akan mengamankan pemilihan daerah di Kabupaten Jepara, agar tahapan Pilkada dapat berjalan aman dan lancar sesuai dengan harapan kita,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Jelang Pilihan Petinggi, Polsek Mayong Jepara Intensifkan Patroli

Mobil patroli Polsek Mayong terparkir di area kecamatan, Rabu dini hari. (Tribratanewsjepara)

Mobil patroli Polsek Mayong terparkir di area kecamatan, Rabu dini hari. (Tribratanewsjepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Personel Polsek Mayong Resor Jepara Polda Jateng menyisir tempat yang dianggap rawan kriminalitas dan penyakit masyarakat (Pekat) melalui Blue Light Patrol, Rabu (09/11/2016) dini hari.

Kegiatan patroli ditandai dengan menyalanya lampu rotator biru. Mobil patroli berjalan dengan kecepatan kurang lebih 20 km/jam menyusuri rute patroli yang telah ditentukan.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin melalui Kapolsek Mayong AKP Sutono menerangkan, Blue Light Patrol adalah suatu bentuk kegiatan preventif kepolisian dengan menempatkan polisi di tengah masyarakat.

Tujuannya untuk menekan dan mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas. Di antaranya dengan melaksanakan patroli di tempat rawan kriminalitas, terutama di objek vital dan di pusat keramaian.

“Kegiatan yang dimulai pukul 23.00 WIB, dilaksanakan wilayah Kecamatan Mayong dengan pola patroli dialogis. Pola ini dimaksudkan agar kehadiran polisi lebih dirasakan masyarakat, dengan cara menyalakan lampu rotator pada saat melaksanakan patroli (Blue Light Patrol), berhenti atau parkir dan berkomunikasi atau dialogis dengan masyarakat,” kata Sutono dikutip Tribratanewsjepara.

Pihaknya juga meningkatkan patroli di balai desa dan rumah bakal calon petinggi di dua desa yang melaksanakan tahun ini. Yaitu Desa Pelemkerep dan Mayong Lor. Selain itu juga memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada warga yang sedang ronda agar meningkatkan patroli dan kewaspadaan.

Editor : Akrom Hazami

Peredaran Miras dan Narkoba Menggila, Ini yang Dilakukan Polsek Kembang Jepara

perangi-narkoba2

Polisi melakukan kegiatan pencegahan narkoba di Kembang, Jepara. (Tribratanewsjepara.com)

MuriaNewsCom, Jepara – Kepala Kepolisian Sektor Kembang Resor Jepara, Jawa Tengah, AKP Budi Wiyono memberikan penyuluhan bahaya penyalahgunaan Narkoba dan Miras di Desa Jinggotan.

Penyuluhan disampaikan kepada 50 anggota karang taruna untuk memberikan ilmu dan pengetahuan yang lebih tentang bahaya narkoba dan miras. Turut hadir Petinggi (Kepala Desa) Jinggotan dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Jinggotan serta Kapolsek Kembang AKP Budi Wiyono bersama Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas.

AKP Budi menyampaikan materi mengenai jenis-jenis narkoba dan efek samping atau dampak dari pemakaian narkoba terhadap kesehatan tubuh manusia. Selain itu juga memberikan gambaran akibat penyalahgunaan narkoba dari segi kesehatan, hukum, agama, lingkungan masyarakat dan dampak akibat selanjutnya orang yang melakukan penyalahgunaan narkoba apa nasib yang terjadi yang menimpa dirinya yang akan datang.

“Diharapkan usai dilaksanakan kegiatan pelatihan ini para peserta dari karang taruna ataupun semua yang hadir dapat menyampaikan ilmu dari pelatihan yang sudah dilaksanakan kepada orang-orang terdekat seperti keluarga, teman, ataupun ke tetangga-tetangga,” tutur Budi dikutip dari Tribratanewsjepara.com.

Kapolsek Kembang juga mengajak kepada seluruh peserta sosialisasi untuk menolak dan bersama-sama memerangi peredaran dan pemakaian Narkoba di lingkungan masyarakat tempat tinggalnya. Selain itu juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. Di antaranya dengan memberikan informasi kepada kepolisian baik melalui Bhabinkamtibmas yang ada di desanya maupun melalui SMS, email maupun media lainnya.

Editor : Akrom Hazami

Cara Polisi Welahan Biar Warga Nongkrong Tak Nenggak Miras

Polisi melakukan kegiatan Blue Light  Patrol di seputaran Kecamatan Welahan, Jepara. (Tribratanewsjepara.com)

Polisi melakukan kegiatan Blue Light  Patrol di seputaran Kecamatan Welahan, Jepara. (Tribratanewsjepara.com)

MuriaNewsCom, Jepara – Kepala Kepolisian Sektor Welahan Resor Jepara AKP Usman Jumaidi pimpin patroli malam bertajuk Blue Light Patrol di seputaran Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, Sabtu (29/10/2016) malam.

Patroli menyasar permukiman warga dan menyambangi objek vital (Obvit), di antaranya perbankan, perusahaan, SPBU, gerai mesin-mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), dan pasar, mengantisipasi terjadinya tindak pidana pencurian dan pidana lainnya.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin melalui Kapolsek Welahan AKP Usman Jumaidi menjelaskan Blue Light Patrol adala

h suatu bentuk kegiatan preventif kepolisian dengan menempatkan keberadaan polisi di tengah masyarakat.

“Untuk menekan dan cegah terjadinya gangguan Kamtibmas dengan melaksanakan patroli di daerah rawan kriminalitas dan di tempat keramaian,” kata Usman dikutip laman Tribratanewsjepara.

Kegiatan dilaksanakan menggunakaan mobil patroli dengan menyalanya lampu rotator biru dan berjalan dengan kecepatan di bawah 20 km/jam.

“Selain patroli, anggota polsek juga memberikan pesan Kamtibmas kepada satuan pengamanan (Satpam) untuk tetap waspada dan selalu melaksanakan pengecekan di lingkungan kerja dan memberikan imbauan kepada warga yang masing nongkrong di pinggir jalan,” tambahnya.

Tujuannya biar warga tidak mengonsumsi miras dan turut menjaga Kamtibmas.

Editor : Akrom Hazami

Pelanggar Lalu Lintas Dicegat di Kalinyamatan Jepara

Polisi memerika kendaraan pengguna kendaraan di Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara. (Tribratanewsjepara.com)

Polisi memerika kendaraan pengguna kendaraan di Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara. (Tribratanewsjepara.com)

MuriaNewsCom, Jepara – Kepolisian Resor Jepara Polda Jateng meggelar cipta kondisi dengan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan demi menciptakan rasa aman dan nyaman masyarakat Jepara. Kegiatan razia rutin ini diharapkan mampu menekan kejadian tindak kriminal yang ada di Kabupaten Jepara.

Gelar razia ini dilaksanakan setiap malam dengan mengadakan razia rayonisasi atau razia gabungan dengan Polsek yang telah ditentukan yang langsung dipimpin Kapolsek setempat yang pada hari dan jadwal yang sudah ditentukan.

Jumat (28/10/2016) malam, giliran Polsek Rayon Selatan yang melaksanakan razia gabungan dengan jadwal di wilayah Kecamatan Kalinyamatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Kalinyamatan Iptu Edy Purwanto.

“Kegiatan ini adalah wujud pengabdian kami, kewajiban kami untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masayarakat Kabupaten Jepara khususnya Kecamatan Kalinyamatan dan mengantisipasi orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang ingin menumpang dalam kegiatan pesta demokrasi Pilkada Jepara,” ujar Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH melalui Iptu Edy Purwanto.

Edy menambahkan, perintah kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dengan cara bertindak razia gabungan rayonisasi ini adalah tindakan yang nyata agar sebagai pengemban tugas pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, terwujud di tengah-tengah masayarakat Jepara.

Dalam kegiatan operasi kepolisian yang dilaksanakan di Jalan raya Jepara-Kudus depan masjid At-Taqwa Kalinyamatan sedikitnya telah melakukan pemeriksaan tujuh puluhan kendaraan bermotor sampai dengan akhir pelaksanakan pada pukul 22.30 WIB dengan hasil melaksanakan penindakan berupa tilang terhadap enam pengemudi yang tidak mematuhi peraturan lalu lintas.

Editor : Akrom Hazami

Berkelahi Gara-gara Bercanda, Ini Terjadi di Jepara

Polisi mendamaikan kedua nelayan yang berkelahi hanya akibat bercanda di Keling, Jepara. (Tribratanewsjepara.com)

Polisi mendamaikan kedua nelayan yang berkelahi hanya akibat bercanda di Keling, Jepara. (Tribratanewsjepara.com)

MuriaNewsCom, Jepara – Ini menjadi peringatan bagi kita semua agar tidak bercanda sampai keterlaluan. Sebab, hal itu bisa berujung pada salah satu pihak yang tidak terima. Di antara imbasnya, bisa terjadi perkelahian. Meski itu teman sekalipun.

Seperti halnya yang terjadi di Sentral Park, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Dua nelayan berkelahi hanya gara-gara salah satu dari mereka ada yang tidak terima. Perkelahian mereka sulit dilerai. Sampai akhirnya, polisi setempat tiba di lokasi untuk meredam amarah keduanya.

Bhabinkamtibmas Polsek Keling Resor Jepara Brigadir I Nyoman Suriga mendamaikan dua warga desa binaannya yang berselisih paham. Mediasi digelar di Sentral Park, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara.

Kapolsek Keling AKP I Dewa Gede Mahendra melalui Bhabinkamtibmas Brigadir I Nyoman Suriga menerangkan Bhabinkamtibmas bersama dengan Ketua Nelayan Sunarto memediasi atau mendamaikan kedua orang warganya yang berselisih paham untuk menyelesaikan permasalahannya dengan cara kekeluargaan.

Kedua warganya yang sama-sama berprofesi sebagai nelayan berselisih paham karena bercanda yang berlebihan sehingga terjadi perkelahian. “Setelah dipertemukan oleh Bhabinkamtibmas disaksikan ketua nelayan, keduanya bersepakat untuk damai atau diselesaikan secara kekeluargaan,” katanya.

Editor : Akrom Hazami