“Apabila Ada Senior Polisi yang Ajak Tidak Baik, Tolak”

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano memberikan pengarahan khusus pada 71 bintara baru angkatan 2017, Kamis (6/4/2017) (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano memberikan pengarahan khusus pada 71 bintara baru angkatan 2017, Kamis (6/4/2017). Dalam pengarahan itu, Satria meminta pada para bintara baru agar menjaga sikap dan perilakunya.

“Perlu diketahui, kalian semua sudah bukan siswa lagi tetapi sudah menjadi polisi. Segala sesuatu yang berkaitan dengan kalian, sudah pasti berhubungan dengan institusi Polri. Untuk itu, jaga nama baik institusi kita, khususnya jaga nama baik Polres Grobogan,” tegas Satria.

Satria juga meminta agar puluhan bintara baru segera menyesuaikan dengan lingkungan dan rekan kerja. Mulai dari level perwira sampai dengan bintara.

“Belajarlah serta bertanya kepada senior tentang hal-hal yang belum diketahui. Apabila ada senior mengajak hal yang tidak baik agar ditolak dengan cara yang benar atau laporkan pada saya,” cetusnya.

Editor : Akrom Hazami

Satlantas Polres Grobogan Dilatih Tangani Korban Kecelakaan

Anggota Satlantas Polres Grobogan mengikuti pelatihan pertolongan gawat darurat (PPGD) untuk korban kecelakaan lalu lintas di aula RS Panti Rahayu Purwodadi (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Belasan anggota Satlantas Polres Grobogan dibekali pelatihan pertolongan gawat darurat (PPGD) untuk korban kecelakaan lalu lintas. Kegiatan pelatihan tersebut dilangsungkan di aula RS Panti Rahayu Purwodadi, Kamis (29/3/2017).

Instruktur pelatihan diambilkan dari tenaga paramedis rumah sakit tersebut yang selama ini sudah berpengalaman menangani korban kecelakaan.

Dalam pelatihan tersebut, para polisi tidak sekadar dibekali teori saja. Tetapi juga dapat pelajaran praktik cara menangani korban kecelakaan yang benar. Terutama, pada korban yang kondisinya cukup parah dan harus segera memerlukan bantuan medis.

“Pelatihan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Melalui pelatihan ini, anggota nantinya diharapkan bisa bisa menangani korban laka lantas dengan cepat dan tepat,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa.

Menurut Panji, selama ini, kondisi yang menimpa korban kecelakaan berbeda-beda. Ada yang hanya mengalami luka ringan dan sedang saja. Namun, juga ada yang patah tulang, pendarahan, dan luka berat.

“Tiap kondisi ini ternyata penanganannya tidak sama. Untuk itulah, pelatihan seperti ini diperlukan guna mencegah fatalitas korban kecelakaan,” katanya.  

Editor :  Akrom Hazami

Acara Pisah Sambut Kapolres Grobogan jadi Heboh, Ini Gara-garanya

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano didampingi istri sedang memotong kue ulang tahun dan dibagikan pada pimpinan FKPD yang hadir dalam acara pisah sambut. (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Suasana heboh terjadi dalam acara pisah sambut Kapolres Grobogan yang dilangsungkan di pendapa kabupaten, Jumat (17/3/2017) malam. Penyebabnya, di sela-sela acara tersebut sempat dilangsungkan acara tiup lilin dan pemotongan kue ulang tahun.

Ternyata, AKBP Satria Rizkiano yang saat ini menduduki jabatan baru sebagai Kapolres Grobogan sedang berulang tahun. Malam itu, mantan Kapolres Bangka Selatan genap berusia 44 tahun.

Tak ayal, acara perayaan ulang tahun sederhana yang disiapkan mendadak itu menambah meriah suasana pisah sambut. Saat acara tiup lilin, Bupati Grobogan Sri Sumarni, mantan Kapolres AKBP Agusman Gurning beserta jajaran FKPD dan pejabat yang hadir bersama-sama menyanyikan lagu ‘Selamat Ulang Tahun’.

“Terima kasih atas perhatiannya. Semoga, saya bisa mengemban tugas dengan baik,” kata Satria.

Dalam kesempatan itu, Satria menyatakan, sudah mendapat banyak masukan dari pendahulunya tentang kondisi dan situasi Grobogan. Dia berharap, bisa bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat untuk menciptakan suasana aman dan kondusif di wilayah Grobogan.

 Editor : Akrom Hazami 

Pemotor Lari saat Razia Lalu Lintas, Ternyata Isi Motornya Bikin Kaget Polisi Grobogan

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa (kiri) dan anggotanya sedang menunjukkan nota dan ramalan judi Capjiki yang berhasil diamankan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Aparat Polres Grobogan bersama Dinas Perhubungan (Dishub) kembali menggelar Operasi Simpatik di jalan Solo km 4,5, Jumat (10/3/2017). Kegiatan yang dilangsungkan di depan kantor Dishub itu awalnya berjalan lancar. Namun, menjelang waktu Jumatan, kegiatan razia sempat diwarnai aksi pengejaran terhadap pelanggar lalu lintas yang mencoba lari ke areal sawah.

Peristiwa ini bermula ketika ada pengendara motor berboncengan naik Honda Beat yang melaju dari arah selatan. Pengendara motor yang tidak pakai helm tersebut mendadak langsung putar balik begitu melihat kalau beberapa meter di depannya ada razia.

Melihat ada pelanggar, beberapa anggota polisi langsung mengejar. Ketika diminta menepi, pengendara dan pemboncengnya malah meninggalkan motornya di pinggir jalan. Selajutnya, keduanya malah berupaya lari ke areal sawah.

Lantaran curiga, anggota akhirnya mengejar pelanggar lalu lintas yang kabur. Namun, dari dua orang, hanya satu yang tertangkap. Yakni, seorang remaja berinisial Rb yang statusnya masih pelajar SMK.

Pelajar yang saat itu merupakan pembonceng selanjutnya dibawa ke halaman kantor Dishub berikut sepeda motor yang ditinggalkan di pinggir jalan. Saat diperiksa lebih lanjut, pada sepeda motor terdapat satu dus yang berisi ribuan bendel buku kecil dan ratusan lembar fotokopian.

Ketika dibuka, anggota sontak kaget. Sebab, buku kecil itu ternyata sebuah nota pembelian judi capjiki dengan label Eyang Galogosari Randublatung. Sedangkan lembaran kertas fotokopian merupakan ramalannya.

“Isinya ternyata buku nota dan ramalan judi capjiki. Jumlahnya ada ribuan. Selanjutnya, kasus ini kita limpahkan pada Satreskrim untuk ditangani lebih lanjut,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa pada wartawan.

Menurut Panji, pembonceng yang diamankan mengaku tidak tahu soal nota dan ramalan tersebut. Sebab, ia awalnya hanya diajak temannya untuk mengantarkan barang tanpa mengetahui tempat tujuannya.

Ditambahkan, motor bernomor polisi K 4371 EZ yang dipakai pengendara itu tidak dilengkapi spion. Kemudian, pajak kendaraannya sudah terlambat dan tidak dibayarkan.

Editor : Akrom Hazami

ASLI LUCU, Polisi Razia Pakai Topeng Marshmello, Pemotor Grobogan Ngakak

Pengendara tampak tertawa saat dirazia oleh polisi yang mengenakan topeng Marshmello. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Biasanya, para pengendara motor atau mobil sempat merasa deg-degan ketika ada razia yang dilakukan pihak kepolisian. Namun, kondisi berbeda terjadi saat anggota kepolisian menggelar razia, Selasa (7/3/2017) di pertigaan Putat, Purwodadi.

Para pengendara justru dibuat kaget dan akhirnya tertawa terbaha-bahak. Hal ini disebabkan, aksesoris yang dipakai beberapa anggota Satlantas Polres Grobogan saat menggelar operasi simpatik tersebut. Yakni, menggenakan topeng bentuk Marshmello yang saat ini lagi ngetren.

Awalnya, beberapa pengendara sempat kaget ketika polisi yang menutup wajahnya dengan topeng meminta mereka berhenti. Semula, mereka sempat mengira kalau itu bukan polisi beneran. Namun, setelah dijelaskan anggota lainnya yang tidak mengenakan topeng, beberapa pengendara langsung tertawa lepas.

“Baru kali ini, saya lihat ada polisi pakai topeng begini saat operasi. Saya cukup salut dengan kreasi yang dilakukan petugas,” kata Wildan, salah seorang pengendara.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa menyatakan, untuk mendukung pelaksanaan Operasi Simpatik yang digelar sejak beberapa hari lalu pihaknya memang menyiapkan sekitar 40 topeng Marshmello. Topeng yang dibuat dari kertas karton warna putih berbentuk seperti ember ini dipakai beberapa petugas saat melaksanakan kegiatan.

“Topeng Marshmello ini melambangkan senyum dan semangat. Jadi kita ingin menularkan senyum dan semangat pada masyarakat, khususnya pengendara,” katanya. 

Editor :  Akrom Hazami

Belasan Anak Jalanan di Grobogan Dibina Tim Pamatgensa

Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir sedang menyampaikan pembinaan pada anak jalanan di mapolres setempat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tim Patroli Penyelamat Generasi Bangsa (Pamatgensa) Polres Grobogan memberikan pembinaan pada belasan anak jalanan, Senin (20/2/2017). Sebelumnya, belasan anak jalanan itu sempat terjaring razia saat menongkrong di jalan Diponegoro Purwodadi.

“Ada 15 anak jalanan yang kita razia tadi. Setelah kita data, mereka sempat kita kasih pembinaan,” kata Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir.

Selain anak jalanan, tugas tim Pamatgensa adalah merazia para pelajar yang bolos sekolah. Namun, dalam razia kali ini tidak ditemukan pelajar bolos atau berkeliaran di tempat keramaian saat jam sekolah.

“Anak jalanan dan pelajar bolos jadi sasaran utama tim Pamatgensa. Ini sebagai wujud kepedulian pada anak muda yang jadi generasi penerus bangsa,” katanya.

Sejauh ini memang belum ada laporan soal tindakan kriminalitas yang dilakukan anak jalanan tersebut. Namun, keberadaan mereka di sepanjang jalan atau di dekat traffic light dirasa bisa mengganggu kenyamanan warga dan para pengguna jalan.

“Upaya pencegahan terhadap permasalahan lebih kita kedepankan. Salah satu caranya, lewat pembinaan seperti ini,” imbuhnya. 

Editor : Akrom Hazami

Marak Remaja Nakal, Kapolres Grobogan Blusukan ke Sekolahan

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat bertindak jadi inspektur upacara (Irup) di SMPN 2 Purwodadi, Senin (7/2/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat bertindak jadi inspektur upacara (Irup) di SMPN 2 Purwodadi, Senin (7/2/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan –  Upaya pencegahan kenakalan remaja terus dilakukan jajaran Polres Grobogan melalui beberapa kegiatan. Salah satunya dengan melangsungkan penyuluhan ke sekolah. Tidak tanggung-tanggung, Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning bahkan ikut terjun langsung menyampaikan penyuluhan pada para pelajar. Seperti yang dilakukan saat Agusman bertindak jadi inspektur upacara (Irup) di SMPN 2 Purwodadi, Senin (7/2/2017).

Satu penekanan yang disampaikan Agusman pada para pelajar adalah mengingatkan para siswa tentang pentingnya tertib berlalulintas, penggunaan media sosial yang cerdas dan bermanfaat. Agusman juga sempat menyinggung terkait bahaya penggunaan narkoba. Selain itu, masalah yang berkaitan dengan hukum serta tugas polisi juga jadi materi pengarahan pada para pelajar.

Sebagi generasi penerus bangsa, Agusman meminta para pelajar agar menjauhi barang terlarang tersebut. Salah satu upaya untuk menjauhkan diri dari pengaruh narkoba bisa dilakukan dengan melakukan banyak kegiatan positif. Misalnya, aktif dalam olahraga atau kegiatan ekstrakurikuler lainnya yang ada disekolah.

“Masalah narkoba ini sudah jadi persoalan yang cukup serius. Untuk itu jangan sekali-kali berdekatan dengan narkoba. Sebagai pelajar, fokus utama adalah menuntut ilmu sebagai bekal masa depan,” sambungnya. 

Agusman menambahkan, upaya pencegahan perlu dikedepankan dalam menekan angka kenakalan di kalangan remaja, khususnya pada adik pelajar. Upaya pencegahan bisa dilakukan dengan model pembinaan dan pendekatan.

Editor : Akrom Hazami

 

Polres Grobogan Jamin Keamanan Perayaan Imlek

Polisi ikut membersihkan kelenteng di Kabupaten Grobogan, jelang perayaan Imlek, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Polisi ikut membersihkan kelenteng di Kabupaten Grobogan, jelang perayaan Imlek, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Polres Grobogan memastikan perayaan Imlek yang jatuh Sabtu (28/1/2017) bakal berlangsung aman. Hal itu ditegaskan Kabag Ops Polres Grobogan Kompol Parno usai menggelar rakor dengan perwakilan pengurus kelenteng yang ada di wilayahnya, Jumat (27/1/2017).

Sedikitnya, ada empat perwakilan pengurus kelenteng yang hadir dalam rakor. Yakni, dari Kecamatan Purwodadi, Gubug, Wirosari, dan Kradenan.

“Kita akan berupaya menciptakan suasana aman dan nyaman bagi mereka yang merayakan Imlek. Untuk itu, pengurus kelenteng kita ajak koordinasi supaya kita bisa tahu jadwal kegiatan yang dilakukan,” kata Parno.

Selain menerjunkan anggota untuk berjaga, pihaknya akan melakukan upaya sterilisasi kelenteng dengan disaksikan pengurus tempat ibadah. Kegiatan strerilisasi dilakukan sebelum tempat itu dipakai untuk ibadah meyambut Imlek.

Dalam kesempatan itu, Parno juga mengucapkan terima kasih atas respons positif dan dukungan dari para pengurus kelenteng untuk bersama menciptakan suasana kondusif. Dengan kerja sama dari berbagai pihak maka upaya menciptakan suasana aman dan nyaman bakal bisa dilakukan lebih mudah.

“Yang pasti kita akan berupaya semaksimal mungkin memberikan pengamanan. Kita harapkan, perayaan Imlek berlangsung lancar dan aman,” imbuh mantan Kapolsek kota Purwodadi itu.

Sementara itu, selain upaya sterilisasi, anggota Polres Grobogan dari Satuan Lalu Lintas juga turut berpartisipasi dalam perayaan imlek kali ini. Caranya, ikut kegiatan bersih-bersih kelenteng Hok An Bio Purwodadi menjelang datangnya Imlek. Beberapa anggota Satlantas terlihat ikut membersihkan lingkungan kelenteng bersama pengurus tempat ibadah tersebut.

“Ada beberapa anggota yang kita libatkan untuk membantu bersih-bersih kelenteng,” kata Kanit Turjawali Satlantas Ipda Afandi.

Editor : Akrom Hazami

 

“Bak Terbuka Mengangkut Orang Membahayakan, Sekali Guling Penumpang Tumpah”

Polisi dan pihak terkait usai menyemprot cat di bak terbuka kendaraan dengan tulisan peringatan di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Polisi dan pihak terkait usai menyemprot cat di bak terbuka kendaraan dengan tulisan peringatan di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski sudah sering diperingatkan, namun keberadaan kendaraan bak terbuka yang dipakai mengangkut penumpang masih banyak dijumpai. Kondisi itu membuat jajaran Satlantas Polres Grobogan kembali menggencarkan sosialisasi bahayanya kendaraan bak terbuka untuk mengangkut penumpang. Cara yang dilakukan tidak sekadar menasehati pengemudi. Tetapi juga membuat sebuah tulisan khusus pada bodi belakang kendaraan.

“Meski tidak sebanyak dulu, namun masih kita jumpai kendaraan bak terbuka untuk bawa penumpang manusia. Hal ini jelas tidak dibenarkan karena sangat membahayakan,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa melalui Kaurbinops Satlantas Ipda Afandi, saat melangsungkan kegiatan razia kendaraan di depan Kantor Dinas Perhubungan, Sabtu (14/1/2017).

Dari pantauan di lapangan, selain memeriksa mobil dan motor, razia gabungan juga menyasar kendaraan bak terbuka. Setelah diperiksa kelengkapannya, kendaraan bak terbuka kemudian dipasangi tulisan di bodi belakang. Tulisan yang dibuat dengan cat semprot itu isinya cukup lucu. Bunyi pesannya, ” Bak Terbuka Mengangkut Orang MEMBAHAYAKAN. Sekali Guling Penumpang Tumpah.”

“Langkah ini dilakukan bertujuan untuk menghindari jatuhnya korban jiwa dari orang yang menumpang kendaraan bak terbuka. Tindakan ini kita lakukan karena masih ada kendaraan bak terbuka yang digunakan untuk mengangkut penumpang, meski sudah sering diperingatkan,” kata sambung Afandi.

Perhatian terhadap kendaraan bak terbuka itu memang jadi salah satu perhatian utama dalam menekan angka kecelakaan. Karena kebiasaan di daerah pedesaan di wilayah Grobogan, kendaraan bak terbuka masih jadi sarana untuk mengangkut orang. Langkah membuat tulisan di bak kendaraan merupakan salah satu upaya menciptakan keamanan dan ketertiban di jalan raya serta melakukan langkah konkret dalam mewujudkan pembinaan fungsi satlantas guna menciptakan keamanan, keselamatan, dan ketertiban serta kelancaran dalam berlalu lintas.

“Selain berbahaya, kebiasaan itu melanggar pasal 303 UU No 22 Tahun 2009, tentang kendaraan yang tidak sesuai peruntukannya. Untuk itu, kami mengimbau pada semua sopir truk atau kendaraan terbuka lainnya agar tidak mengangkut penumpang,” tegasnya.

Editor : Akrom Hazami

Penjahat Gagal Nakal saat Mobil Berisi Uang Banyak Mandek di Pos Polisi Grobogan

Salah seorang anggota Satlantas Polres Grobogan menunjukkan ban mobil yang kemps di wilayah Grobogan, Rabu (11/7/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah seorang anggota Satlantas Polres Grobogan menunjukkan ban mobil yang kemps di wilayah Grobogan, Rabu (11/7/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Seorang pengusaha hasil bumi asal Gatak, Kecamatan Pulokulon, Grobogan, nyaris jadi korban pencurian dengan modus penggembosan ban mobil, Rabu (11/1/2017). Beruntung, pengusaha bernama Nunung itu tidak panik dan berhasil minta pertolongan polisi yang siaga di pos Simpanglima Purwodadi.

Informasi yang didapat menyebutkan, sebelumnya Nunung sempat mengambil uang cukup banyak di salah satu bank di Purwodadi. Setelah itu, dia bermaksud langsung pulang ke rumahnya, karena uangnya akan segera dipakai.

Setelah lewat lampu merah perempatan Dinas Bina Marga di jalan R Suprapto, anak perempuannya yang mengemudikan mobil Toyota Avanza K-8999-SP merasakan laju kendaraannya tidak nyaman, seperti ada ban yang kempes. Merasa ada yang tidak beres, Nunung melarang anaknya untuk berhenti.

Tidak lama kemudian ada pengendara dua motor saling berboncengan yang berteriak jika ban mobilnya kempes. Lagi-lagi, Nunung meminta anaknya untuk terus menjalankan mobil dengan tujuan kantor polisi.

Pengendara tak dikenal itu terus membuntuti calon korbannya dan sempat beberapa kali mengingatkan pengemudi jika ban mobilnya kempes. Ketika sampai di bundaran Simpanglima Nunung melihat ada banyak polisi di depan pos yang berada di depan GOR. Kemudian dia meminta anaknya untuk menuju ke pos polisi guna menghindari aksi kejahatan.

“Setelah mengambil uang di bank, korban merasa dibuntuti orang yang mengendarai dua sepeda motor. Korban lalu menepi di pos polisi Simpanglima dan langsung ditangani anggota. Saat belok ke pos, orang yang membuntuti tidak kelihatan lagi,” ujar Kaurbinops Satlantas Polres Grobogan Ipda Afandi.

Setelah diceritakan, anggota kemudian menenangkan korban yang terlihat panik dan ketakutan. Selanjutnya, anggota juga menganti ban mobil yang bocor. Selanjutnya, anggota diminta untuk mengantar korban kembali ke rumahnya.

“Setelah kita minta istirahat sejenak di pos dan mobilnya kita ganti, warga itu kami antar dan kawal sampai ke rumahnya di Gatak. Sebelumnya, korban baru saja ambil uang di bank. Uang tunai yang ditaruh dalam kantong plastik masih utuh,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Eko Adi Pramono mengimbau kepada masyarakat yang mengambil uang di bank dalam jumlah besar untuk meminta pengawalan kepolisian. Hal itu perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan terjadinya aksi kejahatan.

“Kami minta pada warga yang ambil uang tunai dalam jumlah besar minta pengawalan polisi. Untuk pengawalan ini tidak dipungut biaya,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

145 Pengendara Tiba-tiba Ditangkap Polisi Grobogan

Anggota Satlantas Polres Grobogan sedang memeriksa kelengkapan surat kendaraan para pengendaraa saat melangsungkan razia awal tahun 2017. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Satlantas Polres Grobogan sedang memeriksa kelengkapan surat kendaraan para pengendaraa saat melangsungkan razia awal tahun 2017. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski sosialisasi tertib berlalu lintas sudah seringkali digencarkan namun tingkat kedisiplinan para pengguna kendaraan bermotor di Grobogan ternyata masih rendah. Indikasinya, dalam pelaksanaan operasi lalu lintas perdana tahun 2017 yang dilangsungkan, Selasa (3/12/2016) ada ratusan pengendara yang melanggar.

“Hari ini kita lakukan kegiatan di dua lokasi berbeda. Pagi tadi kita langsungkan di batas kota jalan A Yani dan sorenya di bundaran simpang lima arah Solo,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa melalui Kaurbinops Satlantas Iptu Afandi.

Dijelaskan, selama kegiatan sehari, ada 145 pengendara yang ditilang. Dari jumlah ini, 134 pelanggar tidak punya SIM, 6 orang lainnya punya SIM tapi tidak bisa menunjukkan STNK dan 5 orang lagi tidak punya SIM maupun bawa STNK.

“Para pelanggar langsung kita kenakan sanksi tilang. Jadi dalam sehari totalnya ada 145 pengendara yang kita tindak,” tegasnya.

Menurut Afandi, tujuan kegiatan ini adalah terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas. Selain itu, melalui kegiatan itu diharapkan akan bisa menurunkan angka kecelakaan dan pelanggaran serta meningkatkan kedisiplinan masyarakat, khususnya dalam berlalulintas.

Dalam kegiatan ini, petugas memang mengedepankan penindakan berupa tilang bagi pengendara yang melanggar. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh pengendara kendaraan bermotor agar patuh terhadap aturan lalu lintas. Terutama terkait kelengkapan surat-surat berkendara seperti surat izin mengemudi (SIM) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK).

“Kegiatan ini kita lakukan untuk meningkatkan kedisiplinan dalam berlalu lintas. Jadi, kami mengimbau para pengendara agar mematuhi aturan yang berlaku dengan keamanan dan keselamatan bersama,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Didatangi Polisi, Pemilik Karamba di Waduk Kedung Ombo Grobogan Kaget

Polisi saat melakukan peninjauan ke lokasi salah satu keramba di Waduk Kedung Ombo Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Polisi saat melakukan peninjauan ke lokasi salah satu keramba di Waduk Kedung Ombo Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Para pemilik karamba di kawasan Waduk Kedung Ombo (WKO) sempat dikejutkan dengan kedatangan banyak polisi di tempat usahanya, Selasa (27/12/2016). Namun, kekagetan itu hanya berlangsung sejenak setelah rombongan polisi yang dipimpin Kapolsek Geyer AKP Sudarsono menjelaskan maksud kedatangannya.

“Saya kira ada sesuatu yang penting. Ternyata mau bersilaturahmi kesini. Saya mengucapkan terima kasih karena pak polisi bersedia mengunjungi kami,” kata Tulus, salah seorang pemilik karamba.

Dalam kesempatan itu, polisi sempat mengunjungi satu persatu pemilik karamba yang jumlahnya ada belasan orang dengan menggunakan perahu.

Beberapa petugas terlihat melakukan pendataan pada pemilik karamba.”Sebelumya, kita sudah sering melakukan pembinaan di sini. Namun, monitoring kita tingkatkan menyusul adanya peristiwa di Waduk Jatiluhur, Purwakarta beberapa hari lalu,” kata Sudarsono.

Setelah melakukan pendataan dan pengarahan, polisi.juga menyampaikan pesan khusus pada para pemilik karamba. Mereka diminta segera melaporkan pada kepolisian jika mendapati ada sesuatu yang mencurigakan. Seperti, jika ada orang asing yang datang.

“Kunjungan kesini juga kita maksudkan untuk mencegah adanya gerakan radikalisme teroris di kawasan keramba Waduk Kedung Ombo. Sejauh ini, situasi aman, dan terkendali. Meski begitu, kewaspadaan tetap harus kita lakukan,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Natal, Anggota Polres Grobogan Terjun Amankan Gereja

Polisi melakukan penyisiran di sudut salah satu gereja di Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Sabtu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Polisi melakukan penyisiran di sudut salah satu gereja di Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Sabtu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Menjelang datangnya hari Natal, petugas kepolisian melakukan penyisiran dan sterilisasi di sejumlah gereja yang ada di wilayah Grobogan. Sepanjang Sabtu (24/12/2016), siang hingga sore, belasan anggota Polres Grobogan menyisir gereja yang ada di kawasan Kota Purwodadi.

Selain di dalam gedung tempat ibadah, penyisiran juga dilakukan di semua sudut gereja. Hal ini untuk memastikan jika tempat ibadah tersebut aman dari ancaman.

“Selain personil Polres, kita juga dibantu rekan dari TNI dalam pengamanan gereja. Langkah ini kita lakukan guna mengantisipasi ancaman keamanan saat perayaan Natal dan tahun baru,” kata Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning.

Terkait dengan dua momen tersebut Indra memerintahkan seluruh anggotanya untuk tetap waspada tingkatkan kesiagaan dan tidak under estimate dalam pengamanan Natal dan tahun baru ini. Dia juga meminta agar anggota mewaspadai kemungkinan adanya aksi teror dan tindak pidana lainnya yang menyederai perayaan Natal dan tahun baru.

“Menjelang perayaan Natal dan tahun baru, kami gelar seluruh kekuatan Polres Grobogan. Kami juga sudah melakukan penguatan dengan melakukan penebalan pengamanan dan peningkatan patroli,” imbuhnya.

Setelah sterilisasi, gereja akan dijaga personel polisi. Jumlahnya disesuaikan dengan besar kecil dan sedikit banyaknya jamaah yang hadir di gereja.

Untuk gereja ukuran besar, bisa dijaga sampai 15 personel. Pengamanan gereja juga melibatkan Satpol PP dan berbagai pihak lainnya.

Sebelumnya polres juga telah melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan pengurus gereja yang ada di Grobogan. Hal ini, guna memperoleh informasi mengenai hal-hal yang berpotesi mengganggu keamanan. Selain itu serangkaian kegiatan operasi juga dilakukan untuk menciptakan suasana kondusif.

Editor : Akrom Hazami

Jelang Natal dan Tahun Baru, Kapolres Grobogan Kumpulkan Pengurus Gereja se-Kabupaten

Kapolres Grobogan Agusman Gurning dan jajarannya mengundang pengurus gereja untuk menggelar koordinasi pengamanan Natal dan tahun baru. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan Agusman Gurning dan jajarannya mengundang pengurus gereja untuk menggelar koordinasi pengamanan Natal dan tahun baru. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Jajaran Polres Grobogan mulai menggelar serangkaian persiapan awal menyambut momen Natal dan Tahun Baru 2017. Salah satunya melangsungkan rapat dengan para pengurus gereja se-Kabupaten Grobogan.

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning menyatakan, ada beberapa hal yang dibahas bersama para pengurus gereja. Antara lain, saling koordinasi dan meminta jadwal kebaktian tiap-tiap gereja untuk menyiapkan pola pengamanan dan penempatan personel.

Menurutnya, sehari menjelang perayaan Natal, anggota akan menyeterilkan semua gereja yang ada di Grobogan. Sterilisasi dari bahaya bom merupakan tindakan pengamanan sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedure). Setelah dipastikan steril, gereja tersebut akan dijaga personel polisi.

Adapun jumlah aparat yang berjaga disesuaikan dengan besar kecilnya gereja serta banyaknya jamaah yang biasa hadir. Selain dari kepolisian, pengamanan gereja tersebut juga melibatkan pihak TNI, dan Satpol PP.
“Saya akan maksimalkan pengamanan sesuai tingkat kerawanan. Sebelum pelaksanaan perayaan Natal kegiatan sterilisasasi akan dilakukan,” jelas Agusman, Sabtu (17/12/2016).

Ia menambahkan, upaya pengamanan momen Natal dan tahun baru itu hendaknya tidak hanya dilakukan oleh aparat saja. Tetapi, perlu peran aktif dari seluruh masyarakat. Yakni dengan ikut menjaga keamanan lingkungan masing-masing dan menyampaikan informasi jika ada hal mencurigakan di sekitarnya.

“Untuk menciptakan suasana aman adalah tugas kita bersama. Oleh sebab itu, masyarakat juga harus peduli. Kalau ada yang sekiranya mencurigakan, segera laporkan,” tegasnya.

Editor : Akrom Hazami

Terkait Aksi 2 Desember, Polres Grobogan Bakal Lakukan Penyekatan di Sejumlah Titik

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning didampingi Dandim 0717 Purwodadi Letkol Jan Piter Gurning sedang memeriksa pasukan dalam apel konsolidasi kebhinekaan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning didampingi Dandim 0717 Purwodadi Letkol Jan Piter Gurning sedang memeriksa pasukan dalam apel konsolidasi kebhinekaan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya untuk menekan massa yang akan mengikuti aksi demo 2 Desember di Jakarta disiapkan jajaran Polres Grobogan. Di mana, nantinya akan dilakukan penyekatan arus transportasi di tiga titik. Hal itu disampaikan Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat apel konsolidasi kebhinekaan di mapolres setempat, Senin (28/11/2016).

“Satu titik penyekatan ini nantinya akan ditempatkan Pos Polisi Putat Purwodadi. Kemudian satu di perempatan Kecamatan Wirosari, dan terakhir di perbatasan wilayah Grobogan dan Sragen. Untuk penyekatan di perbatasan kita akan bekerjasama dengan aparat Polres Sragen. Di samping itu, rekan dari TNI juga bakal mem-back up kegiatan,” ungkapnya.
Agusman menolak jika kegiatan penyekatan merupakan aksi sweeping terhadap kendaraan berpenumpang. Sebab kegiatan penyekatan itu dilakukan berdasarkan informasi yang didapat di lapangan.

“Begitu mendapatkan informasi adanya massa yang menggunakan kendaraan menuju Jakarta kita langsung bergerak. Kami akan menghentikan kendaraan tersebut dan membujuk mereka agar tidak melaksanakan niatnya,” terangnya. 

Dia mengingatkan, penyampaian aspirasi diperbolehkan digelar di dalam wilayah. “Bagi warga Grobogan, silakan sampaikan aspirasi dengan tertib dan sesuai aturan di daerah ini. Lebih baik, apabila ingin menyampaikan pendapat atau unjuk rasa di wilayah Grobogan saja,” tegasnya.

Agusman menambahkan, saat ini sudah ada beberapa kelompok yang berkeinginan untuk ikut aksi di Jakarta. Pihaknya, sudah melakukan pendekatan pada kelompok ini. Tetapi mereka tidak memiliki kepastian apakah mau berangkat atau tidak karena masih perintah dari pimpinannya. 

Editor : Akrom Hazami

Pramuka Grobogan Dilatih Biar Siap Atur Arus Mudik

Puluhan anggota pramuka peduli Kwarcab Grobogan mendapat pelatihan dari polisi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Puluhan anggota pramuka peduli Kwarcab Grobogan mendapat pelatihan dari polisi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Anggota pramuka peduli Kwarcab 11 15 Grobogan saat ini sudah siap dikerahkan guna membantu penanggulangan bencana. Sebab, para pramuka peduli ini sudah dibekali dengan serangkaian pelatihan.

“Dua hari sebelum masuk bulan puasa, puluhan pramuka peduli kita bekali dengan pelatihan. Sebelumnya, beberapa pelatihan juga sudah kita berikan pada para pramuka peduli,” kata Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro.

Menurutnya, ada beberapa materi yang disampaikan pada anggota pramuka peduli selama dua hari. Adapun narasumber pelatihan datang dari beberapa instansi. Seperti, BPBD dan Polres Grobogan serta dari Kwarda Jawa Tengah.

Sementara itu, Ketua Pramuka Peduli Kwarcab Grobogan Surono menambahkan, jumlah anggotanya yang mendapat pelatihan sebanyak 71 orang. Mereka ini berasal dari utusan kwarran, Satuan Karya Pramuka dan Gugus depan SLTA se-Kabupaten Grobogan.

Dalam pelatihan itu, para peserta mendapatkan pembekalan tentang dapur umum dan  manajemen bencana. Kemudian, peserta juga dapat pelatihan pemadaman kebakaran  dari pihak BPBD dan cara pengaturan arus lalu lintas yang disampaikan instruktur dari Satlantas Polres Grobogan.

“Bekal pelatihan yang kita berikan pada adik-adik pramuka peduli sudah lumayan banyak. Sehingga, mereka nantinya bisa kita kerahkan untuk membantu penanganan bencana atau mengatur lalu lintas pada hari-hari besar seperti Lebaran,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami