Terharu, 5 Polisi Rembang Ini Ternyata Baiknya Minta Ampun

Anggota Sat Sabhara Polres Rembang saat mengantar Rahmadi Ilahi (kiri) yang kehilangan barang dan dompet ke petugas Dishub, Kamis (10/8/2017) lalu. (Tribratanews Rembang)

MuriaNewsCom, Rembang – Rasa kemanusiaan selalu muncul tak terduga. Di mana saja dan dilakukan siapa saja. Seperti halnya yang dilakukan lima anggota Sat Sabhara Polres Rembang yang akan membuat hati Anda terenyuh.

Kelima anggota tersebut adalah Ipda Joko Hery bersama Aiptu Paliman saptono, Brigadir Alfian, Brigadir Solikin, Brigadir Iswanto dan Briptu Ridho Kasbullah.

Dikutip dari Tribratanews Rembang, awal mula kejadian luar biasa tersebut berawal saat  kelima anggota Sat Sbhara Polres Rembang itu sedang melaksanakan kegiatan Patroli, Kamis ( 10 /8/2017 ) sekitar pukul 10.00 WIB.

Saat di depan Samsat Rembang, kelimanya anggota Sat Sabhara Polres Rembang melihat pemuda yang sedang kebingungan. Melihat hal tersebut anggota Sat Sabhara menghampiri dan menanyakan permasalahannya.

Ternyata pemuda yang diketahui bernama Rahmadi Ilahi, warga Kelurahan Ogan Jaya, RT 01/ RW 4 Kecamatan Sungai Utara, Kabupaten Lampung baru saja kehilangan barang barang dan dompet berisi uang ketika naik bus PO Haryanto tujuan lampung.

Melihat hal itu, kelima anggota Sat Sabhata Polres Rembang tersebut mengajak makan Rahmadi Ilahi dan mengantarkan ke terminal Rembang untuk koordinasi dengan petugas Dishub.

Tak berhenti sampai disitu, mereka juga mencarikan tumpangan bis estafet menuju Bandar Lampung dan memberikan uang saku kepada pemuda tersebut untuk bekal perjalanan

”Terima kasih pak polisi, setelah dibantu dapat melanjutkan perjalanan kembali , semoga Tuhan YME membalas kebaikan bapak-bapak” ujar Rahmadi Ilahi.

Anggota Sat Sabhara Polres Rembang membalas terimakasih dan berpesan agar berhati-hati dalam perjalanan.

Editor: Supriyadi

Bupati Apresiasi Kinerja AKBP Sugiarto Selama jadi Kapolres Rembang

Bupati Rembang saat memberikan cinderamata kepada AKBP Sugiarto. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz memberikan banyak pujian kepada Kapolres Rembang AKBP Sugiarto pada malam kenal pamit kapolres lama dengan kapolres baru di Pendopo Museum RA Kartini Rembang, Selasa (4/7/2017) malam.

Dalam acara yang digagas Pemkab Rembang itu, bupati menyebut kapolres yang akan berpindah tugas di Brebes itu pantas disebut sebagai kapolres yang berprestasi.

Dalam waktu yang singkat sudah menorehkan sejumlah hasil kerja yang luar biasa, utamanya dalam hal keamanan dan ketertiban masyarakat. Terlebih kondisi bangsa saat ini yang sedang banyak gangguan.Jika sedikit saja melakukan kesalahan maka juga akan berdampak buruk bagi daerah.

AKBP Sugiarto  juga mendapat apresiasi  dan penghargaan dari Kapolri dan  Menteri Pendayaguaan Aparatur Sipil Negara (MENPAN) karena membuat program untuk meningkatkan kesejahteraan anggota polri. Program tersebut berbentuk pembangunan perumahan  murah bagi anggota Polres Rembang.

“Ini dibuktikan dengan penghargaan beliau ini selaku kapolres yang menjadi contoh karena mampu untuk mensejahterakan anggotanya, dengan membuat rumah untuk anggota dengan harga murah. Mestinya rumah itu kalau umum harganya Rp 200 juta lebih atau 300 juta, tetapi dengan program ini, anggota dapat membeli rumah dengan harga 125 juta,” jelasnya.

AKBP Sugiarto dipindah tugas sebagai Kapolres Brebes, digantikan dengan Kapolres Rembang yang baru AKBP Pungky Bhuana Santoso yang sebelumnya menjabat sebagai Kasub Dit Bin Gakkum Polda Jawa Tengah. Sementara serah terima jabatan oleh keduanya, akan berlangsung pada hari Kamis (6/7/2017) besok  di Polda Jawa Tengah.

Bupati juga mengungapkan, bahwa selama bertugas di Rembang, AKBP Sugiarto sering meneleponnya di malam hari, bahkan terkadang tengah malam. Hal itu dilakukan demi tugas berkoordinasi dengan bupati selaku kepada daerah.

Terobosan yang diapresiasi bupati lainnya adalah terbentuknya orkes keroncong  yang personilnya merupakan polisi dan polwan dari Polres Rembang. Orkes tersebut tampil disela-sela kegiatan Polres di desa-desa tiap 15 hari sekali.

Sementara itu, Kapolres AKBP Sugiarto menyebutkan, bahwa masa tugasnya per malam pisah kenal genap 1 tahun 1 bulan 16 hari. Semua yang dicapainya berkat kerjasama dengan semua pihak termasuk Pemkab Rembang.

Dirinya bangga bisa bertugas di Kota Garam dan bekerja sama dengan banyak pribadi yang luar biasa. “Seperti  Pak Bupati yang selalu memotivasi, kakak asuh Bang Darmawan (Dandim 0720/Rembang), Pak Wakil Bupati yang energik, dan Pak Sekda dan rekan- rekan pengusaha serta tokoh agama yang selalu membimbing kami, semua komponen masyarakat yang luar biasa dalam berkontribusi memelihara kamtibmas,” pungkasnya.

Diakuinya, selama bertugas di Rembang ,dirinya memiliki kesan positif. “Di Rembang ini kondusif, kotanya adem, masyarakatnya adem. Makan enak, tidur enak, itu yang penting, daripada kerja di tempat ramai tapi makan dan tidur tidak enak. Maka saya sangat bersyukur sekali pernah di Rembang,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Kapolres Rembang Imbau Warga Manfaatkan Medsos dengan Bijak

Kapolres Rembang memberikan baju muslim baru kepada personel FPI kemarin. (Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom,Rembang – Kapolres Rembang AKBP Sugiarto mengimbau agar masyarakat utamanya pengguna media sosial agar lebih bijak dalam memanfaatkan medsos. Masyarakat diminta untuk tidak terprovokasi dengan adanya informasi yang belum tentu kebenarannya.

Kapolres berharap, pengguna media sosial dapat mengkroscek terlebih dahulu kebenaran informasi yang beredar di dunia maya. Sehingga, nantinya tidak timbul kesalahpahaman pada kehidupan nyata, apalagi bisa menimbulkan perpecahan di masyarakat.

“Masayarakat harus bisa bijak menanggapi informasi yang ada di media sosial. Jangan mudah terprovokasi dengan adanya informasi yang ada tersebut. Lebih baik dikroscek kebenarannya, jangan asal menelan informasi yang ada,” ungkapnya.

Dirinya juga mencotohkan adanya kabar di medsos terkait pelucutan atribut FPI yang dilakukan Polres Rembang. Melalui akun facebook bernama ‘Front Pembela Islam – FPI’ dengan postingan yang diunggah pada Jum’at (9/6) sekira pukul 13.00 WIB menyebutkan bahwa pihak Polres Rembang melakukan tindakan pelucutan atribut yang dikenakan FPI. Selain itu dituliskan juga bahwa dalam kegiatan tersebut pihak kepolisian bertindak secara arogan

Terkait hal ini, Kapolres Rembang sudah secara tegas membantah atas kabar tersebut. Justru pihak Polres Rembang memfasilitasi para personel FPI dengan memberikan berupa baju muslim yang baru.

“Atribut yang dikenakan oleh para anggota FPI yang datang ke Rembang kami minta untuk melepasnya. Nah, kemudian kami ganti dengan baju muslim yang baru. Itu bukan melucuti, tapi kami mengganti,” ungkapnya.

Polres Rembang sebelumnya telah mendengar kabar rencana kedatangan personil FPI ke Rembang untuk mengikuti pengajian Haul Kiai Zubair di Pondok Pesantren Al Anwar Sarang.

“Belum tentu warga Rembang bisa menerima kedatangan tersebut, kami khawatir timbul gesekan. Sehingga inilah bentuk antisipasi kami,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Heboh Soal “Pelucutan Atribut FPI” Ini Tanggapan Kapolres Rembang

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto memberikan pakaian Muslim baru kepada anggota FPI yang akan datang ke Ponpes Al Anwar Sarang Rembang.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Pengguna media sosial hari ini, Jumat (9/5/2017) dihebohkan dengan postingan di grup Facebook Info Seputar Rembang terkait Front Pembela Islam (FPI). Postingan itu diunggah oleh pemilik akun Cak Cak Gio.

Dalam postingan itu, ada tiga foto yang disertai caption dengan judul “POLISI REMBANG LUCUTI ATRIBUT FPI SECARA PAKSA”. Kemudian, tulisan selanjutnya, yaitu “(BREAKINGNEWS] DPD FPI Jateng diundang Pondok Al Anwar Rembang pondoknya Mbah Moen untuk ikut membantu pengamanan acara pondok bersama Banser NU, Tapi di perbatasan Rembang Pagi ini semua atribut FPI disita secara paksa oleh aparat kepolisian yang dipimpin oleh kapolres dengan alasan *dititipkan ke kapolsek. dan kapolres secara arogan bilang: Pengamanan adalah tugas polisi. Saya tidak mau rembang ada atribut FPI. Atribut FPI tidak boleh masuk wilayah Rembang. Apakah Atribut FPI itu lambang PKI yg dilarang undang-undang ? Ini negata Hukum Pak silahkan tunjukkan pasal mana, undang-undang apa yg melarang atribut FPI ? Bekerjalah sesuai undang-undang bukan pesanan!!!.”

Postingan tersebut kemudian mendapatkan beragam reaksi dari ratusan netizen, dan sudah dibagikan beberapa kali.

Foto yang diunggah di grup Facebook Info Seputar Rembang terkait kedatangan FPI di Rembang. (Facebook)

Terkait hal ini, Kapolres Rembang AKBP Sugiarto membantah jika membantah keras kabar yang tersebar melalui media sosial tersebut.

Menurutnya,pihak Polres Rembang justru memfasilitasi para personel FPI dengan memberikan baju muslim yang baru. “Atribut yang dikenakan oleh para anggota FPI yang datang ke Rembang kami minta untuk dilepas. Nah, kemudian kami ganti dengan baju muslim yang baru. Itu bukan melucuti, tapi kami mengganti,” ungkapnya.

Pihaknya juga mengaku, jika sebelumnya telah mendengar kabar rencana kedatangan personel FPI ke Rembang untuk mengikuti pengajian Haul Kiai Zubair di Pondok Pesantren Al Anwar Sarang. Oleh sebab itu, guna mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, pihaknya kemudian memberikan imbauan agar FPI tidak ikut datang ke Rembang. 

Namun, pada Jumat pagi, justru pihak kepolisian mendapati lima unit mobil berisi penuh rombongan personel FPI datang ke Rembang lengkap dengan atributnya. 

“Belum tentu warga Rembang bisa menerima kedatangan mereka, kami khawatir timbul gesekan. Sehingga inilah bentuk antisipasi kami. Kami mengimbau kepada masyarakat, utamanya pengguna media sosial agar lebih bijak dalam memanfaatkan medsos. Selain itu, jangan mudah terprovokasi dengan kabar yang belum tentu kebenarannya,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Melihat Budidaya Lele dengan Media Biomaksi yang Dikembangkan Polres Rembang

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto meninjau kolam lele dengan sistem biomaksi di halaman belakang Mapolres Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Program inovatif kembali dilakukan oleh Polres Rembang. Di bawah arahan Kapolres AKBP Sugiarto, polres mengembangkan budidaya lele dengan menggunakan media biomaksi. Lokasinya berada di halaman belakang Mapolres Rembang.

Budidaya lele dengan sistem Biomaksi yang dilakukan oleh jajaran Polres Rembang merupakan pylot project dari Polda Jawa Tengah. Di mana, budidaya lele tersebut nantinya juga dapat dijalankan anggota polisi saat sudah melepas jabatannta atau pensiun.

Sistem biomaksi merupakan budidaya lele dengan menggunakan kolam buatan dari terpal, besi yang dibentuk melingkar yang berdiameter sekitar 2,5 meter dan tinggi sekitar 150 centi meter.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto mengatakan, pihak Polres Rembang yang pertama kali membuat budidaya lele biomaksi. Terlebih budidaya jni juga sebagai pylot project jajaran polres yang ada di Jawa Tengah.

Kolam lele dengan sistem biomaksi ini, diyakini tidak membutuhkan waktu lama untuk panen. Pasalnya rata- rata makanan yang diberikan ke ikan tersebut murni dari bahan organik.

“Pakannya saja organik, ramah lingkungan. Berbeda dengan dengan sistem manual. Ikan tersebut bisa dikasih bangkai ayam, dan lainnya. Dan nantinya bisa dipanen 2 atau 3 bulan ke depan,” paparnya.

Dia melanjutkan, panennya bisa cepat atau bisa cepat besar karena ruang gerak lelenya tidak terpatok dengan sudut kolam. “Kalau kolam berbentuk segi empat, gerak dari lele itu bisa terbatas. Sedangkan bila berbentuk melingkar seperti jni, gerak lelenya bisa tak terbatas. Dan tidak serta merta terpatok pada sudut kolam,” bebernya.

Menurutnya, satu kolam sistem biomaksi yang dimiliki Polres Rembang ini diisi dengan bibit lele sebanyak 3 ribu ekor.

Kemudian, kolam ini juga dilengkapi dengan sistem pembuangan airnya. Dengan sistem ini, air yang ada di kolampun tidak dapat mengeluarkan bau amis atau sejenisnya.

Sementara itu, mengenai modal awal, pihaknya mengutarakan bahwa untuk satu kolam memerlukan modal sekitar Rp 5 juta. “Modal awalkan memang banyak. Membeli bibit alat kolam dan lainnya. Bila nanti sudah panen dan akan memulai lagi, pastinya akan menghabiskan modal minimal,” ucapnya.

Dia menambahkan, dengan adanya budidaya lele inilah nantinya para anggota polisi yang memang sudah pensiun bisa mengembangkannya di rumah.”Sehingga mereka bisa mempunyai tambahan penghasilan, kesibukan dan bisa mempunyai usaha,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Polisi Sita Ratusan Botol Miras dari Dua Rumah Warga di Rembang

Ratusan botol miras yang telah diamankan jajaran Satuan Narkoba Polres Rembang. (Istimewa)

MuriaNewsCom,Rembang – Menjelang Ramadan, Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang gencar melakukan razia penyakit masyarakat (pekat). Salah satu sasarannya adalah minuman keras.

Tak tanggung-tanggung, dalam razia penyakit masyarakat di kawasan kota belum lama ini, pihak kepolisian berhasil mengamankan ratusan botol miras berbagai merk.

Dalam razia itu, Tim Satuan Narkoba Polres Rembang menyasar rumah milik Eko Hartono (30) yang berada di RT 3 RW 2 Desa Pandean, Kecamatan Kota Rembang dan rumah milik Wasis Budiman, warga RT 4 RW 5 Kelurahan Leteh, Kecamatan Kota Rembang.

Dari kedua rumah tersebut, petugas berhasil menemukan barang bukti berupa minuman keras sedikitnya 311 botol dengan berbagai jenis merk.

Kasat Resnarkoba Polres Rembang AKP Bambang Sugito mengatakan, saat ini pihaknya tetap akan gencar melaksanakan operasi pekat hingga bisa dipastikan Rembang tidak lagi dikotori oleh minuman keras.

“Dengan operasi ini, kami berharap bisa menekan angka kriminalitas yang terjadi di Rembang. Selain itu juga sebagai upaya untuk memberantas penyakit masyarakat,” ujarnya.

Dari ratusan botol miras tersebut dengan rincian, yakni 308 botol miras seukuran botol air mineral jenis arak tradisional, satu botol miras jenis Black Label, satu botol jenisThe Glenviet, dan satu botol jenis Jack Daniels.

“Miras merupakan kunci dari awalnya tindakan kriminalitas. Selain itu, razia tersebut juga sebagai pemberian rasa efek jera bagi pemilik warung. Terlebih orang yang akan melakukan penganiayaan, pencurian, dan tindak kejahatan lainnya diawali dengan mengonsumsi miras,” ungkapnya.

Dia menambahkan, kegiatan serupa akan terus digencarkan. Meskipun telah memasuki bulan suci Ramadan, pihaknya tetap akan melakukan giat operasi pekat di wilayah hukum Polres Rembang.

Editor : Kholistiono

Meski Jumlah Personel Terbatas, Anggota Satlantas Polres Rembang Tetap Lakukan Patroli Hingga Pelosok

Kasat Lantas Polres Rembang AKP Rikha Zulkarnaen. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Meski jumlah personel di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Rembang cukup terbatas, namun hal itu tak membuat jangkauan patrol yang dilakukan terbatas hanya di kawasan perkotaan saja. Anggota Satlantas juga melakukan patrol hingga ke pelosok.

Kasat Lantas Polres Rembang AKP Rikha Zulkarnaen mengatakan, saat ini, anggota yang dimiliki berjumlah 90 personel. Jumlah tersebut mengkover 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Rembang.  “Kalau dikalkulasi, jumlah tersebut memang tidak ideal untuk mengkover luasan dan jumlah kecamatan yang ada di Rembang,” ungkapnya.

Namun, hal itu menurutnya tak lantas menjadikan halangan untuk menjalankan tugas. Apalagi, jalur pantura cukup panjang. Sehingga untuk menyiasatinya, petugas terus mobile untuk menembus pelosok, seperti halnya di Kecamatan Sale, Sedan dan Pamotan.

Sementara itu, ia juga berharap supaya warga Rembang, khususnya yang ada di pedalaman tidak khawatir saat melihat polisi berpatroli sampai desa.

“Jika melihat ada polisi lalu lintas yang berkeliling di wilayah pedalaman, tidak usah takut, tidak usah khawatir. Sebab kami bukan hanya melakukan penindakan, tapi mereka bertujuan untuk melakukan kontrol untuk membuat wilayah aman dan nyaman,” katanya.

Editor : Kholistiono

Polres Rembang Bekuk 3 Pelaku Judi Togel

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Rembang – Tim Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang baru-baru ini membekuk tiga pelaku judi toto gelap (togel) pada lokasi berbeda dengan waktu yang bergantian. Dari tiga pelaku tersebut, dua di antaranya ditangkap di Desa Gedongmulyo, Kecamatan Lasem, dan satu lagi ditangkap di Kelurahan Leteh, Kecamatan Rembang.

Pelaku yang ditangkap pertama kali yakni Paidi (64) warga Desa Gedongmulyo, Kecamatan Lasem. Ia dibekuk polisi di desanya pada Senin (20/3/2017) malam  pukul 20.00 WIB. Dari tangan pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya yakni satu buah handphone merk Samsung warna putih, uang recehan Rp 36.000, satu buah pena, empat buah buku catatan nomor togel dan dua lembar kertas tertulis nomor pasangan togel.

Sementara itu, selang 30 menit kemudian, petugas kembali mengamankan pelaku Tri Yukip Muklisin (25) warga Desa Gedongmulyo, Kecamatan Lasem. Pelaku dibekuk di warung kopi milik Samiyono yang berada di desa yang sama.

Dari pelaku, polisi juga mengamankan barang bukuti berupa satu buah handphone merk Nokia warna hitam kombinasi kuning dan dua lembar kertas tertulis nomor pasangan togel.

Kemudian, pada Selasa (21/3/2017) pukul 22.20 WIB, polisi juga berhasil menangkap pelaku judi lainnya, yakni Dedi Rusmanto (35) warga Dukuh Tawangsari, Kelurahan Leteh, Kecamatan Rembang.

Dalam penangkapan itu, petugas berhasil mengamankan barang bukti, yakni  satu buah handphone merk Nokia warna hitam, satu buah handphone  merk Lenovo warna hitam, dua lembar kertas rekapan nomor pasangan togel serta uang tunai Rp 239.000.

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka mengatakan, penangkapan ketiga pelaku judi togel tersebut berdasarkan laporan masyarakat setempat. Ketika dimintai keterangan pihak kepolisian, pelaku mengakui tindakannya yang tengah bertransaksi judi togel.

“Sesuai laporan masyarakat, petugas yang melakukan penyelidikan di TKP ternyata mendapati pelaku memang benar sedang melayani pembeli judi togel. Sehingga pelaku kami amankan untuk diproses lebih lanjut,” ungkapnya.

Kemudian, saat ditanya mengenai  hubungan antarketiganya, pihaknya masih akan melakukan penyidikan lebih lanjut. Apakah antara ketiga pelaku melakukan perjudian dalam satu rangkaian atau berbeda kasus.

Editor : Kholistiono

Puluhan Sopir Truk di Rembang Ikut Apel Bersama Polisi

Puluhan sopir di Rembang ikut apel bersama dengan polisi, Satpol PP, TNI dan Dishub dalam rangka Apel Operasi Simpatik Candi 2017. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Puluhan sopir truk di Rembang mengikuti apel bersama dalam rangka Operasi Simpatik  Candi tahun 2017. Kegiatan ini dilangsungkan di parkiran PT. Dwi Karya, Jalan Rembang- Lasem atau lebih tepatnya di belakang Pos Satlantas Desa Pasar Banggi,Kecamatan Rembang, Selasa (21/3/2017).

Apel bersama yang dipimpin langsung Kapolres Rembang AKBP Sugiarto tersebut, juga dihadiri Bupati Rembang Abdul Hafidz, jajaran anggota Dinas Perhubungan, TNI dan Satpol PP.

Dalam kesempatan tersebut, Kolres Rembang menyampaikan, agar para sopir selalu tertib dalam berlalu lintas dan memperhatikan keselamatan dalam berkendara. “Jalur Pantura Rembang ini sepanjang 65 kilometer. Untuk itu, kami berharap kesadaran pengendara untuk tertib berlalu lintas, khususnya bagi para sopir,” ujarnya.

Dirinya juga menyampaikan, imbauan yang disampaikan tersebut akan percuma, jika tidak ada kesadaran yang muncul dari pribadi masing-masing. Untuk itu, dirinya mengajak semua masyarakat untuk tertib berlalu lintas.

“Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berkendara. Di antaranya, perhatikan keselamatan, jika lelah, sebaiknya istirahat, jangan dipaksakan. Taati rambu lalu lintas, tertib di jalan dan cek kondisi kendaraan sebelum berangkat,” ujarnya.

Di sisi lain, Kapolres juga mengimbau supaya sopir tidak sembarang untuk memarkirkan kendaraannya di bahu jalan, karena hal tersebut dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.

Editor : Kholistiono

Truk Muatan Besi yang Direkayasa Dirampok Kini Sudah Diamankan Polisi

Petugas menunjukkan barang bukti truk yang sebelumnya sempat digondol pelaku “perampokan” beberapa hari lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Truk tronton Nopol L 9599 UF yang disopiri Taufik Ichwan Gozali (30) Warga Dukuh Sejan RT 06 RW 13 Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, kini telah diamankan polisi di Mapolres Rembang.

Truk tersebut merupakan salah satu barang bukti tindak kejahatan rekayasa perampokan yang dilakukan sopirnya, yakni Taufik bersama beberapa temannya. Taufik, beberapa hari lalu ditemukan warga di di pinggir jalan jalur Pantura, Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, dalam kondisi tangan dan kaki terikat, serta mulut dan mata tertutup lakban.

Pada saat ditemukan, Taufik mengaku jika dirinya dirampok, dan mobil truk bermuatan besi 23 ton yang dikendarainya katanya digondol perampok. Namun, setelah polisi melakukan penyelidikan dan pendalaman kasus ini, terungkap jika peristiwa perampokan ini hanyalah rekayasa. Taufik ternyata hanya berpura-pura dibius dan disekap yang selanjutnya dibuang di Jalan Tireman-Pamotan, tepatnya di Desa Padaran.

Baca juga : Perampokan Sopir Truk di Rembang Ternyata Hanya Rekayasa

Kasat Reskrim Polres Rembang AKB Ibnu Suka mengatakan, pihaknya sudah mengamankan truk tersebut. Truk tronton yang sempat dibawa lari pelaku ditemukan di sebuah SPBU wilayah Demak, yakni di SPBU Wono Salam.

“Truknya sudah berhasil kita amankan. Pelaku, yakni sopir serta dua pelaku lainnya sudah diamankan. Untuk dua pelaku lainnya berhasil ditangkap di Nganjuk, Jawa Timur, dan akan dibawa ke Mapolres Rembang,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Wakapolres Rembang : Penumpang Wajib Ingatkan Sopir

Wakapolres Rembang Kompol Pranandya Subiyakto saat memberikan arahan kepada penumpang bus di Terminal Rembang, Kamis (9/3/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Wakapolres Rembang Kompol Pranandya Subiyakto memberikan arahan dan imbauan kepada penumpang bus, supaya bisa memperingatkan sopir untuk beristirahat, ketika di rasa sudah capek. Arahan itu disampaikannya saat menggelar tes urine dan tes kesehatan terhadap sopir di Terminal Rembang, Kamis (9/3/2017).

“Penumpang juga memiliki kewajiban untuk mengingatkan para sopir agar beristirahat ketika dalam kondisi sudah capek. Hal ini penting, karena untuk meminimalkan adanya potensi kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.

Selain itu, ia juga berharap supaya sopir cadangan atau kernetnya bisa mendampingi sopir di setiap perjalanan. Terlebih pada perjalanan antarkota atau antarprovinsi.

Baca juga : Puluhan Sopir dan Kernet di Terminal Rembang Disuruh ‘Kencing Mendadak’

“Dalam tes kesehatan tadi, kami juga menemukan ada sopir yang tekanan darahnya di atas normal. Dengan hal seperti ini, kami imbau sopir cadangan atau kernet bisa sigap meningatkan sopir utama agar tidak terlalu memforsir. Lebih baik istirahat sebentar di sela perjalanan, demi keselamatan,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Puluhan Sopir dan Kernet di Terminal Rembang Disuruh ‘Kencing Mendadak’

Waka Polres Rembang Kompol Pranandya Subiyakto (kiri) melalukan pemantauan tes urine terhadap sopir bus di Terminal Rembang, Kamis (9/3/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Puluhan sopir dan kernet angkutan antarkota dan antarprovinsi diminta untuk buang air kecil saat harus menjalani tes urine dan pemeriksaan kesehatan di Terminal Rembang, pada Kamis (9/3/2017).

Hal itu dilakukan untuk memastikan apakah sopir maupun kernet bus tersebut terbebas dari narkoba atau tidak, serta dalam kondisi sehat atau tidak. Sehingga penumpang akan lebih nyaman untuk menggunakan kendaraan umum.

Wakapolres Rembang Kompol Pranandya Subiyakto mengatakan, bukan hanya tes urine saja, namun sopir dan kernet juga dites darah.Tes kesehatan tersebut, merupakan rangkaian dari Operasi Simpatik Candi.“Dengan kegiatan ini, diharapkan mampu memberikan rasa aman, rasa nyaman bagi penumpang bus. Terlebih yang akan melakukan perjalanan jauh,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan kesehatan tersebut, katanya, untuk sementara tidak ditemukan sopir yang terindikasi menggunakan narkoba. Petugas hanya menemukan sopir yang mempunyai tekanan tensi darah di atas normal.

“Ada yang tekanan darahnya, sekitar 200/100. Untuk tensi darah yang normal itu, kisaran 120/80. Oleh sebab itu, sopir yang mempunyai tekanan darah di atas normal, maka kita imbau untuk beristirahat. Sehingga di saat mengoperasikan bus bisa lancar dan bisa tenang,” ungkapnya.

Mistohar, Sopir Bus Indonesia mengatakan, kegiatan ini sangat bagus. Sebab, menurutnya hal itu bisa memberikan arahan dan imbauan kepada para sopir dan juga bisa mencegah adanya sopir yang mengkonsumi narkoba.”Ya tentunya itu sangat baik. Dan alhamdulillah, saya negatif dari obat-obatan terlarang tersebut,” tuturnya.

Dia menambahkan,bukan kali ini saja dirinya dites urine. Dirinya mengaku sudah sudah 3 kali melakukan tes ini. Dan hasilnya cukup baik, yakni negatif narkoba. ” 2 kali di dites di Rembang, dan satunya lagi di Terminal Bungurasih Surabaya,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Kapolda Jateng dan Kasdam IV/Diponegoro Letakkan Batu Pertama Perumahan Kartika Bhayangkara Residence

Peletakan batu pertama Perumahan Kartika Bhayangkara Residence oleh Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono (dua dari kiri) dan Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Joni Supriyanto (dua dari kanan) serta Bupati Rembang Abdul Hafidz (tiga dari kiri). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono dan Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Joni Supriyanto, melakukan peletakan batu pertama Perumahan Kartika Bhayangkara Residence di Rembang, Jumat (3/3/2017) sore.

Perumahan yang terletak di Desa Kabongan Kidul Kecamatan/Kabupaten Rembang itu merupakan buah usaha yang dilakukan oleh Kapolres Rembang, Dandim 0720/Rembang serta Bupati Rembang.

Niat awal pembangunan perumahan tersebut adalah untuk memberikan kemudahan kepada anggota TNI/Polri serta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang belum memiliki rumah, bisa membeli dengan harga terjangkau, hanya Rp 135 juta/unit.

Kapolda Jateng, Irjen Condro Kirono menyatakan, pembangunan perumahan untuk TNI/Polri dan ASN adalah ide inovatif. Di Jateng memang sudah ada beberapa kota atau kabupaten yang memiliki Perumahan Bhayangkara. Namun, yang bisa sinergi antara Polres, Kodim dan pemkab baru di Kabupaten Rembang.

“Satu perumahan yang menempati adalah TNI, Polri dan ASN. Ketiganya mudah-mudahan akan semakin solid karena kesehariannya berada di satu perumahan. Sehingga, mereka akan lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” jelas Condro.

Ia menyebutkan, saat ini sudah ada 87 unit rumah di Perumahan Kartika Bhayangkara Residence yang terpesan. Rinciannya, 19 unit pesanan anggota TNI, 28 unit pesanan Polri serta 40 unit pesanan ASN.

Sementara itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, pembangunan perumahan tersebut merupakan contoh kerja sama yang baik. “Kombinasi Polri, TNI, ASN dalam berdampingan hidup. Oleh sebab itu, dengan fasilitas ini, maka berlomba-lombalah untuk  mengambil perumahan Kartika Bhayangkara Residence. Agar nantinya menjadi pilot project kementrian,” paparnya.

Editor : Kholistiono

Polres Rembang Bekuk 3 Kurir Sabu Asal Jepara

Salah satu kurir narkoba jenis sabu yang berhasil diamankan petugas Sat Res Narkoba Polres Rembang. (Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom,Rembang – Petugas Sat Res Narkoba Polres Rembang berhasil membekuk tiga pelaku pengedar narkoba asal Jepara. Mereka ditangkap dalam waktu dan tempat yang berbeda.

Kasat Res Narkoba Polres Rembang, AKP Bambang Sugito mengatakan, penangkapan terhadap tiga pelaku penyalahgunaan narkoba tersebut tersebut bermula dari penangkapan Abdul Ghofur (31), warga RT 23 RW 5 Desa Ragoklampitan,Kecamatan Batealit, Jepara. Ghofur ditangkap di sebuah pos kamling tepi jalan Pantura, Desa Tambakagung Kaliori, Sabtu (11/2/2017) sekitar pukul 13.30 WIB.

“Pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan tersangka pertama Abdul Ghofur. Ketika itu, petugas Sat Res Narkoba yang sebelumnya telah mendapat informasi adanya transaksi sabu-sabu, kemudian berpatroli di sekitar lokasi,” ujarnya.

Benar saja, saat berada di lokasi kejadian, petugas patroli mendapati pelaku Ghofur sedang duduk di pos kamling dengan gelagat mencurigkan. Pelaku diamati terlihat celingukan mencari seseorang dari tempat ia duduk.

Sejurus kemudian, petugas berhenti dan mendekati pelaku untuk dimintai identitasnya. Polisi juga melakukan penggeledahan pada tubuh dan pakaian pelaku. Hasilnya, petugas mendapati sebuah plastik warna bening dibungkus kertas rokok yang di dalamnya terdapat sabu-sabu tak jauh dari tempat duduk pelaku.

“Oleh pelaku, barang haram itu diakui miliknya. Selanjutnya, petugas membawa pelaku beserta barang bukti tersebut menuju Mapolres Rembang. Polisi masih melakukan penyidikan dan melakukan pengembangan atas kasus peredaran sabu tersebut,” imbuhnya.

Berbekal pengembangan, selanjutnya petugas bergerak menuju Desa Krasak, Jepara untuk meringkus pelaku lainnya. Dua orang berhasil diamankan tanpa perlawanan di rumah masing-masing. Yakni, Ahmad Arif Baihaki (25) dan Khotibul Uman (20), keduanya warga RT 5 RW 6 dan RT 4 RW 4 Desa Krasak,Kecamatan Pecangaan. Mereka ditangkap di rumah mereka, Minggu (12/2/2017) sekitar pukul 03.00 WIB.

Selain menangkap tiga pelaku ini, polisi juga mengamankan barang bukti lainnya, antara lain adalah tiga paket sabu dengan berat dua gram, sepeda motor Honda Vario Nopol K 2958 EQ, serta uang tunai Rp 283 ribu. “Tiga pelaku ini hanya kurir dan pemasok utama masih kami buru,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Goyang, Pelaku Curat di Sulang Rembang Dibekuk Polisi

Pelaku bersama barang bukti berhasil diamankan Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Rembang. (Humas Polres Rembang).

Pelaku bersama barang bukti berhasil diamankan Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Rembang. (Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom,Rembang – Tim Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Rembang mengamankan seorang pelaku pencurian dengan pemberatan pada Senin (23/1/2017) malam.

Pelaku adalah Bati (24) alias Goyang, warga Dukuh Setro RT 4 RW 4 Desa Sendangagung, Kecamatan Kaliori, Rembang. “Tadi malam pelaku diamankan dari rumah saudaranya di Desa Pandean, Kecamatan Rembang. Pelaku menjalani proses penyidikan dan penanganan perkara ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Sulang,” ujar Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka.

Kasat menjelaskan, pelaku tersebut telah melakukan tindakan pencurian dengan pemberatan di rumah milik Pujiono, warga Desa Karangsari RT 01 RW 03 Kecamatan Sulang, Rembang, pada 23 Januari 2017.

Katanya, pelaku beraksi masuk kedalam rumah korban dengan modus operandi dengan cara mencokel jendela dapur, lalu masuk ke rumah saat korban sedang tertidur dan keluar dengan membawa barang curian melalui pintu dapur rumah korban.
Pelaku kemudian mengambil TV flat 32 inci merk Polytron dan hand phone Lenovo tipe A 100. “ Sekira jam 05.00 WIB saksi atas nama Elfirain bin Pujiono selesai melaksanakan salat subuh dan mendapati hand phone  berada di kamar tidak hilang. Selanjutnya memberitahukan kejadian tersebut kepada korban, kemudian korban berusaha mencari di sekitar ruang tamu. Saat itu pula, televisi  yang berada diatas bufet ternyata juga hilang,” imbuhnya.

Selanjutnya korban memeriksa kebelakang bagian dapur dan mendapati jendela dan pintu dapur terbuka.Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp 3,6 juta dan melapor ke Polsek Sulang. Polsek Sulang yang mendapat laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara dan melakukan penyelidikan bersama dengan timOpsnal Sat Reskrim Polres Rembang.

Editor : Kholistiono

Hendak Padamkan Kebakaran, Mobil Damkar Ini Malah Terperosok, Beruntung Ada Pak Polisi dan Warga

Petugas kepolisian dan juga warga sedang membantu mengevakuasi mobil pemadam kebakaran yang terperosok. (Humas Polres Rembang)

Petugas kepolisian dan juga warga sedang membantu mengevakuasi mobil pemadam kebakaran yang terperosok. (Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom,Rembang – Mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Rembang Rabu (18/1/2017) terperosok, ketika akan memadamkan api di salah satu rumah warga yang mengalami kebakaran.

Beruntung, kejadian tersebut cepat bisa diatasi, sehingga bisa langsung melanjutkan perjalanan untuk memadamkan kebakaran. Petugas kepolisian dan warga yang melihat kejadian itu, langsung sigap untuk membantu evakuasi.

“Ketika mendapatkan laporan adanya kebakaran, petugas kami langsung meluncur ke lokasi kejadian. Nah, ketika di tengah perjalanan, yang saat itu saat itu bersamaan dengan mobil pemadam kebakaran, tiba-tiba mobil pemadam ini terperosok. Petugas pun langsung turun, dan dibantu warga langsung melakukan evakuasi,” ujar Kapolres Rembang AKBP Sugiarto.

Ia katakan, kejadian kebakaran menimpa rumah milik Supeni, karyawan honorer, yang tinggal di Desa  Mondoteko RT 1RW 2 Kecamatan, Rembang. Kebakaran terjadi sekitar pukul 12.30 WIB.

Kapolres juga menyatakan, jika pihaknya sedang menggalakkan agar anggotanya terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk tiap warga yang membutuhkan pertolongan.

“Kita terus berupaya meningkatkan layanan terhadap masyarakat. Ini juga sebagai upaya untuk menuju terwujudnya Promoter, yaitu polisi yang profesional, modern dan terpercaya,” katanya.

Editor : Kholistiono

Polisi Bekuk Pengedar Narkoba Asal Sluke Rembang

Barang bukti sabu dan lainnya yang berhasil diamankan petugas Satres Narkoba Polres Rembang. (Humas Polres Rembang)

Barang bukti sabu dan lainnya yang berhasil diamankan petugas Satres Narkoba Polres Rembang. (Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom – Aparat Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Rembang berhasil membekuk seorang pengedar narkoba jenis sabu-sabu, Selasa (17/1) sekitar pukul 02.00 dini hari. Tersangka adalah Komaedi alias Johdi (38), warga RT 4 RW 4 Desa Labuhan Kidul, Kecamatan Sluke, Rembang.

Polisi membekuk Komaedi saat berada di rumah Sriani (34) warga RT 3 RW 2 Desa Labuhan Kidul, Kecamatan Sluke. Dari tangan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti terkait peredaran sabu-sabu.

Kapolres Rembang melalui Kasatresnarkoba AKP Bambang Sugito mengatakan, kronologi penangkapan tersangka ini berdasarkan laporan dari masyarakat. Selama ini di mata masyarakat tersangka memang dikenal sebagai pengedar shabu-shabu.

Setelah mendapat laporan tersebut, akhirnya tim dari Satresnarkoba melakukan pengintaian terhadap tersangka. Setelah mendapat kesempatan, akhirnya petugas berhasil membekuk tersangka beserta barang bukti terkait.

“Saat ini, sejumlah barang bukti yang diamankan antara lain, 13 paket sabu-sabu yang dibungkus dalam plastik bening, satu buah ponsel untuk keperluan transaksi, sepeda motor Honda Beat putih tanpa Nopol, uang tunai Rp 2 juta serat pipet kaca untuk menghisap sabu,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

Ini Sejumlah Traffic Light di Rembang yang Sering Dilanggar Pengendara Motor

Salah satu traffic light di Rembang yang cukup sering tidak berfungsi efektif, karena, masih banyaknya pengendara motor yang menerobos. (Humas Polres Rembang)

Salah satu traffic light di Rembang yang cukup sering tidak berfungsi efektif, karena, masih banyaknya pengendara motor yang menerobos. (Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom,Rembang – Keberadaan traffic light yang sejatinya berfungsi untuk mengatur arus lalu lintas, terkadang masih saja tak berfungsi secara efektif. Masih banyak pengendara yang sengaja untuk menerobos, meskipun traffic light menyala dengan baik.

Seperti halnya yang terjadi di wilayah Kabupaten Rembang, yang selama ini traffic light tidak berfungsi secara efektif. Pasalnya, meskipun sudah cukup lama terpasang namun masih saja banyak pengendara yang tidak mentaati rambu-rambu tersebut.
Setidaknya ada tiga traffic light yang selama ini seolah tidak dianggap oleh pengendara. Dua di antaranya berada di jalur Pantura, yaitu di Pertigaan Pasar Sarang dan Pertigaan Pandangan, Kragan. Kemudian, satu traffic light lagi yang juga kerap dilanggar adalah di Pertigaan Koramil Pamotan.

Traffic light di Pasar Sarang, kerap dilanggar oleh pengendara sepeda motor, sepeda motor roda tiga serta andong. Biasanya, mereka melanggar saat melintas dari arah pasar menuju timur atau barat.
Tak pelak, ulah dari sebagian pengendara tersebut justru menimbulkan kemacetan dan potensi kecelakaan. Kondisi itu juga diperparah masih banyaknya angkutan umum, seperti bus mini yang sengaja berhenti lama di pertigaan.

Di Pertigaan Koramil Pamotan, pengendara dari arah Lasem dan Sedan juga kerap tidak menggubris adanya lampu merah yang menyala. Pelanggaran didominasi oleh kendaraan roda dua.

Sementara itu, traffic light di Pertigaan Pandangan, sampai saat ini masih belum difungsikan. Padahal, rambu tersebut sudah sebulan lebih dipasang oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Rembang. Akibatnya, lokasi tersebut masih kerap semerawut oleh lalu-lalang kendaraan dari tiga arah. Bahkan, baru-baru ini terjadi kecelakaan yang menyebabkan korban tewas akibat belum normalnya keberadaan traffic light di sana.

Kepala Dishub Kabupaten Rembang Suyono mengatakan, banyak kendala yang menyebabkan tiga traffic light tersebut kerap dilanggar. Faktor utamanya adalah minimnya kesadaran masyarakat untuk mentaati aturan lalu-lintas.

“Di Pandangan, kami sudah beberapa kali uji coba. Namun, masyarakat masih belum terbiasa dan justru menimbulkan bahaya kecelakaan. Ini sementara belum kami fungsikan karena masih tahap sosialisasi. Akhir bulan ini akan diuji coba kembali

Kasatlantas Polres Rembang AKP Rikha Zulkaranen menyatakan, pihaknya sudah kerap melakukan penindakan terhadap pengendara yang melanggar traffic light. tingkat kesadaran warga terhadap aturan lalu-lintas masih rendah.

Menurutnya, untuk menempatkan petugas di lokasi-lokasi tersebut sementara ini juga terbentur dengan jumlah personel. Sehingga, pihaknya lebih mengefektifkan kegiatan patroli lintas kecamatan untuk meminimalisaso pelanggaran.

Editor : Kholistiono

Polisi Bekuk Pelaku Penipuan Asal Banyuurip Rembang, Korbannya Capai 15 orang

 Sardan, pelaku penipuan serta barang bukti yang berhasil diamankan oleh Polres Rembang. (Humas Polres Rembang)

Sardan, pelaku penipuan serta barang bukti yang berhasil diamankan oleh Polres Rembang. (Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom,Rembang – Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang membekuk pelaku penipuan, yakni Sardan, warga RT 2 RW 1 Desa Banyuurip, Kecamatan Pancur. Lelaki 47 tahun ini, diduga telah melakukan penipuan dengan korban mencapai 15 orang.

Pelaku dilaporkan oleh Abdul Wakhid (28), warga RT 1 RW 1 Desa Sridadi, Kecamatan Kota Rembang.Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik Satreskrim Polres Rembang, aksi penipuan yang dilakukan oleh pelaku dilakukan dalam kurun waktu 14 Desember 2016 sampai 7 Januari 2017 lalu.

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka mengatakan, modus operandi yang dilakukan oleh pelaku adalah mengelabuhi korban sedang membutuhkan pinjaman dana segar. Pelaku mengaku kepada 15 korbannya bisa mencarikan pinjaman sebesar Rp 30 juta dengan bunga sangat lunak.

Syaratnya, para korban diminta untuk menyetor uang yang jumlahnya mencapai sekitar Rp 10 juta. Uang tersebut, pengakuan pelaku digunakan sebagai keperluan administrasi sebelum uang pinjaman sebesar Rp 30 juta cair.

“Karena tergiur, akhirnya para korban sepakat mengumpulkan uang dengan jumlah total mencapai Rp 10 juta untuk diserahkan kepada pelaku. Harapan korban, setelah uang tersebut diserahkan uang pinjaman yang dijanjikan bisa segera cair.Ternyata apa yang dikatakan oleh pelaku hanya akal-akalan saja,” AKP Ibnu Suka.

Kemudian uang milik para korban tersebut, ternyata digunakan untuk keperluan pribadi pelaku. Uang tersebut diduga kuat digunakan pelaku untuk membeli ponsel, membyara kredit sepeda motor serta kebutuhan pribadi lainnya.

Polisi, saat ini juga mengamankan semua barang bukti yang terkait dengan kejahatan pelaku untuk kepentingan penyidikan. Pelaku juga sudah ditahan di sel tahanan Polres Rembang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Editor : Kholistiono

Polres Rembang Ringkus Pelaku Penggelapan Mobil Rental

 Petugas kepolisian menunjukkan barang bukti mobil yang digelapkan oleh pelaku. (Humas Polres Rembang)

Petugas kepolisian menunjukkan barang bukti mobil yang digelapkan oleh pelaku. (Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom,Rembang – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Rembang membekuk dua pelaku penggelapan dan penadah mobil rental, pada Selasa (10/1/2017). Masing-masing pelaku adalah MA (26) warga Dukuh Tempel, Desa Tlogotunggal, Kecamatan Sumber, Rembang. MA adalah tersangka yang berperan sebagai penyewa mobil yang akhirnya digelapkan.

Kemudian, satu tersangka lainnya yang memiliki peran sebagai penadah adalah AB (39), warga Jalan Dworowati III/37, RT 3 RW 8 Desa Krobokan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.

Keduanya dibekuk lantaran menggelapkan mobil Toyota Avanza warna hitam dengan Nopol K 8989 WM milik Erna Sulitiyorini (37) warga Jl Pemuda Gang IV Kelurahan Leteh RT 3 RW 4, Kecamatan Kota Rembang.
Kapolres Rembang AKBP Sugiarto melalui Kasatreskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka mengatakan, kejadian tersebut bermula saat 13 Desember 2016  lalu, pelaku MA menyewa Avanza Nopol K 8989 WM milik korban di Kantor Zevana Langgeng di Jalan Pemuda, Rembang.

Kesepakatannya, mobil disewa selama satu hari dengan harga Rp 300 ribu. Namun, setelah waktu habis mobil tersebut tidak dikembalikan oleh pelaku. Ternyata mobil keluaran tahun 2015 itu justru digadaikan oleh pelaku kepada AB dengan harga Rp 20 juta.

Transaksi gadai dilakukan di depan Kampus Unissula Semarang. MA sempat mengganti nopol mobil menjadi T 6936 CK untuk memuluskan aksinya. Oleh AB, nopol mobil kembali diganti dari menjadi L 1764 SD. Tujuannya untuk mengelabuhi petugas bahwa mobil tersebut adalah hasil tindak penggelapan.
“Sementara ini motif dari pelaku MA adalah mendapatkan uang hasil penggelapkan dan digunakan untuk berfoya-foya. Kami masih menyelidiki latar belakang pelaku AB, apakah ia pertama kali menjadi penadah atau sudah sering. Masih kami kembangkan,” jelas Kasat Reskrim.

Selain Toyota Avanza, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti antara lain adalah dua ponsel dan dompet beserta isinya milik pelaku. Saat ini semua barang bukti masih diamankan di Polres Rembang untuk kepentingan penyidikan.

Editor : Kholistiono

Polres Rembang Intensifkan Patroli di Jalur Pantura untuk Kawal Bonek

 Petugas kepolisian Rembang bersama sejumlah Bonek. (Humas Polres Rembang)

Petugas kepolisian Rembang bersama sejumlah Bonek. (Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom,Rembang – Polres Rembang menerjunkan sejumlah petugas untuk melakukan patrol di jalur Pantura Rembang. Patroli di jalur Pantura ini lebih diintefsifkan, menyusul keberangkatan suporter fanatik Persebaya atau yang dikenal dengan Bonek menuju Bandung untuk menghadiri Konggres PSSI, pada 8 Januari 2017.

Dari informasi yang dihimpun, pada  4-7 Januari 2017 ada keberangkatan Bonek menuju Bandung secara estafet mencari tumpangan kendaraan dari Jawa Timur hingga Bandung, serta naik kereta api.

Gelombang berikutnya mulai 5 – 7 Januari 2017 ada keberangkatan Bonek menuju Bandung dengan menggunakan bus dan kereta api. Sedangkan untuk Bonek dari luar Kota Surabaya akan berangkat langsung menuju Bandung dengan rute yang dilalui jalur selatan, yakni Surabaya – Krian – Mojokerto – Jombang – Nganjuk – Madiun – Walikukun – Sragen – Solo – Klaten – Lempuyangan (Kota Yogyakarta) – Kutoarjo – Kebumen – Kutowinangun – Maos – Sidareja – Banjar – Ciamis – Manonjaya – Tasikmalaya – Ciawi – Cipeundeuy – Cibatu – Nagreg – Kiaracondong – Bandung.

Kemudian, rute yang dilalui Bonek di jalur utara, yakni untuk rute bus dari Surabaya menuju Bandung Jalur Pantura melewati Tol Waru Gresik – Lamongan – Tuban – Kalipang – Lasem – Rembang – Batangan – Pati – Kudus – Demak – Dukun – Semarang – Kaliwungu – Kendal – Batang – Pekalongan – Comal – Pemalang – Tegal – Brebes – Cirebon – Bandung.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto menyatakan, terkait adanya rombongan Bonek yang melewati jalur Pantura tersebut, pihaknya perlu mengintensifkan pengamanan, untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan atau menggangu keamanan dan ketertiban, yang bisa dimungkinkan oleh Bonek.

“Bonek yang estafet tidak terkoordinir dan tidak mempunyai perbekalan yang mencukupi, rawan akan melakukan pemerasan, pemaksaan dan konflik sosial selama di perjalanan.Untuk mengantisipasi hal tersebut Polres Rembang dan polsek jajaran yang berada di Pantura mengintensifkan giat patrol,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Polisi di Rembang Ini Rela Patungan untuk Belikan Bensin Ketika Mengetahui Ada Motor Warga Mogok

Anggota Sat Sabhara Polres Rembang sedang membantu warga yang motornya mogok karena kehabisan bensin. (Humas Polres Rembang)

Anggota Sat Sabhara Polres Rembang sedang membantu warga yang motornya mogok karena kehabisan bensin. (Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom,Rembang – Prinsip tolong menolong rupanya juga ditanamkan dalam keseharian anggota Polres Rembang. Selain membantu memang sudah menjadi kewajiban bagi manusia, polisi juga memiliki tugas untuk membantu warga ketika mengalami kesusahan.

Seperti halnya yang dilakukan oleh lima orang anggota polisi dari Polres Rembang ini. Yakni, Bripda Jalil, Bripda Deni,Bripda Sahputra,Bripda Ratno dan Bripda Arvianto. Lima anggota Sat Sabhara Polres Rembang itu rela mengeluarkan uang pribadinya dan mencari bensin eceran untuk membantu seorang warga bernama Imrom yang motornya mogok kehabisan bensin, Rabu (4/1/2017) sekitar pukul 10.30 WIB.

Imron, warga Desa Ngulaan, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang ini, rencananya akan mengantar calon istrinya pulang ke rumah di Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang. Namun, ketika sampai di jalan tanah di Desa Tireman, atau  barat Simpang Tiga Clangapan, Rembang, sepeda motor yang dikendarainya mogok karena kehabisan bensin.

Kelima anggota polisi yang sedang berpatroli menggunakan sepeda motor dan mendapati Imron bersama calon istrinya mendorong motor tersebut, kemudian mereka turun dan menanyakan masalah yang dialami Imron bersama calon istrinya

Setelah tahu bahan bakar imron habis, tanpa menunggu, polisi ini langsung tancap gas sepeda motor patrolinya mencari penjual pertamax eceran. Pertamax eceran itupun lalu diserahkan kepada Imron agar bisa melanjutkan kembali perjalanannya.
Kapolre Rembang AKBP Sugiarto mengaku takjub dengan tindakan para anggotanya itu. “Anggota betul-betul sudah terdorong untuk membantu warga yang kesusahan apapun tanpa menunggu perintah lagi,” ujar Kapolres. 

Dirinya juga menyampaikan, jika anggota Polres Rembang akan berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat Rembang. Polisi akan hadir membantu warga yang kesusahan. “Kami lakukan ikhlas tanpa pamrih, sehingga keberadaan polisi di tengah masyarakat betul-betul dirasakan manfaatnya. Juga agar anggota bisa merasakan kesusahan yang dialami masyarakat,” imbuhnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan 5 Anggota Sat Sabhara Polres Rembang tersebut, juga sebagai bentuk aplikasi, bahwa Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, akan melakukan hal seperti itu ikhlas tanpa pamrih.Sehingga, keberadaan Polri di tengah masyarakat selalu di harapkan dan bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Aksi polisi yang terjun langsung untuk memberikan bantuan kepada warga masyarakat itu, juga  merupakan perwujutan program prioritas Kapolri Promoter ( Profesional , Modern dan Terpercaya). Program Promoter ini disinkronkan dengan motto Polres Rembang HEROES, yaitu Humanis, Edukatif , Religius,Optimis, Empati dan Simpatik .

Editor : Kholistiono

Ini 10 Kasus yang Menonjol di Polres Rembang untuk 2016 dan 2015

Beberapa tersangka tindak pidana yang ditahan di sel tahanan Polres Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Beberapa tersangka tindak pidana yang ditahan di sel tahanan Polres Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sepanjang tahun 2016, pihak Kepolisian Resor Rembang  mencatat ada 10 kasus yang menonjol dibandingkan tahun 2015. Pertama adalah pencurian dengan pemberatan (currat). Sedikitnya 34 kasus currat dalam kurun waktu satu tahun, dan yang dituntaskan sebanyak 20.

“Yang paling menonjol memang masih currat seperti tahun sebelumnya. Namun demikian, trendnya mengalami penurunan. Tahun lalu jumlahnya ada 58 kasus dan yang bisa dituntaskan sebanyak 12. Sedangkan kalau urutan terbanyak jumlah kasus, tahun ini sebenarnya perjudian. Jumlahnya 52 dan dituntaskan semuanya,” ujar Kapolres Rembang AKBP Sugiarto.

Kemudian, di urutan kedua kasus yang menonjol di Polres Rembang adalah pencurian dengan kekerasan sebanyak 6 kasus dan dituntaskan 5 kasus. Sedangkan di tahun 2015, ada 12 kasus dan dituntaskan 7 kasus.

Selanjutnya adalah pencurian kendaraan bermotor sebanyak 22 kasus dan dituntaskan 5. Tahun 2015, kasus curanmor ada 60 kasus dan dituntaskan sebanyak 12. Kemudian, kasus pembakaran 0, pun demikian tahun sebelumnya.

data

Ada juga penganiayaan dengan pemberatan (anirat) jumlahnya 1 kasus dan dituntaskan 1. Tahun 2015 jumlahnya 0. Sedangkan, kasus pembunuhan pada 2016 ini ada 2 kasus dan dituntaskan semua. Tahun 2015 0. Ada pula uang palsu yang jumlahnya nol.

Selanjutnya adalah kasus narkoba yang jumlahnya ada 18 kasus dan dituntaskan semua. Tahun sebelumnya ada 7 kasus dan selesai semua. Kemudian ada kasus perkosaan jumlahnya 0, dan tahun 2015 ada 1 dan tidak terselesaikan.

Terkahir adalah penipuan, dengan jumlah kasus sebanyak 12 kasus dan dituntaskan 10. Sedangkan tahun 2015 ada 18 dan dituntaskan 21 kasus.

Menurut Kapolres melihat kondisi tersebut, adanya peningkatan kinerja dari personel jajaran kepolisian. Sebab jumlah laporan yang masuk menurun. Sedangkan kasus yang bisa diungkap juga semakin banyak. Selain itu, untuk kasus yang belum terungkap akan segera didalami.

“Ini juga lantaran berkat dukungan seluruh pihak.  Kami bisa menekan sejumlah tindak pidana di Rembang, termasuk peran serta rekan media yang selalu menyampaikan imbauan kami kepada warga masyarakat,” tegasnya.

Editor : Kholistiono

Cek Gereja, Kapolres Rembang Ingin Pastikan Natal Aman

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto saat melakukan pengecekan keamanan di salah satu gereja di Rembang. (Dok. Humas Polres Rembang)

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto saat melakukan pengecekan keamanan di salah satu gereja di Rembang. (Dok. Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom,Rembang – Kapolres Rembang AKBP Sugiarto melakukan kontrol dan pengecekan secara langsung terhadap sejumlah gereja yang ada di Rembang, menjelang pelaksanaan Natal.

Hal tersebut, untuk memastikan pelaksanaan ibadah Natal nanti berjalan dengan aman.Hal ini dilakukan, juga untuk mengantisipasi adanya aksi dari orang tidak bertanggung jawab yang akan mengganggu pelaksanaan Natal.

“Kita ingin memastikan, bahwa perayaan Natal kali ini dalam keadaan aman, sehingga umat Kristiani bisa khidmat dalam melaksanakan ibadahnya,” ujarnya, Jumat (23/12/2016) malam.

Dalam kesempatan itu, kapolres juga mengatakan, jika personel kepolisian sudah disebar di pos-pos maupun di gereja-gereja tempat melaksanakan ibadah Natal, dengan jumlah sesuai dengan karakter tingkat kerawanan dan jumlah jemaatnya, sehingga diyakini bahwa perayaan Natal kali ini aman.

Kapolres Rembang, juga menyampaikan pesan Kamtibmas kepada para jemaat dan mengimbau kepada seluruh jemaat bahwa polisi menjamin keamanan warga saat menjalankan ibadah terutama mendekati perayaan Natal.

Editor : Kholistiono

Diduga Cemburu, Pemuda di Rembang Ini Tega Gorok Teman Karibnya

 Korban masih mendapatkan perawatan di RSUD dr Soetrasno Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Korban masih mendapatkan perawatan di RSUD dr Soetrasno Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang –  Rendi Ardiansyah (24), warga Desa Pelemsari, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, tega menggorok teman karibnya sendiri Hanafi Nur Rohman (20) warga Desa Polbayem,Kecamatan Sumber, Rembang,  dengan menggunakan sabit, Jumat (23/12/2016) sekitar pukul 10.00 WIB.

Rendi tega menggorok teman karibnya tersebut, diduga terbakar api cemburu. Namun masih beruntung, nyawa korban masih terselamatkan, dan kini masih mendapatkan perawatan di RSUD dr Soetrasno Rembang, karena luka di leher.

“Dugaan sementara, motifnya karena terbakar api cemburu. Karena, korban diduga ada hubungan dengan istri pelaku. Sehingga, pelaku nekat melakukan tindakan tersebut atau mencoba membunuh korban dengan cara menggorok lehernya,” ujar Kasat Reskrim Polres Rembang Iptu Ibnu Suka.

Saat ini, pihaknya juga sudah mengamankan pelaku dan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif upaya pembunuhan yang dilakukan pelaku tersebut. “Kami juga menyita sejumlah barang bukti, antara lain jaket,sandal dan sabit yang dipakai pelaku untuk mencoba membunuh korban,” imbuhnya.

Dari informasi yang dihimpung, peristiwa tersebut bermula ketika pelaku akan meminjam sepeda motor kepada korban. Pelaku pun sempat istirahat di rumah korban. Ketika sedang istrirahat tesebut, tiba-tiba pelaku bangun dan menggorok leher korban.

Sontak korban pun terbangun, dan mencoba melakukan perlawanan terhadap pelaku, sehingga membuat pelaku tak leluasa. Namun begitu, korban tetap mengalami luka di leher bagian kiri dan kanan, dan harus mendapatkan perawatan serius di rumah sakit.

Usai menggorok leher korban, pelaku pun kabur. Tetapi, pihak kepolisian bertindak cepat dan akhirnya dapat membekuk pelaku. “Begitu kami mendapatkan lapornan, tidak lama setelah kejadian, kami berhasil menangkap pelaku dan membawanya ke Mapolres Rembang guna pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Sumber Aiptu Herman.

Editor : Kholistiono