Kemampuan Polisi dan TNI Amankan Pilkada Pati Dipuji Kemenko Polhukam RI

Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo mengaku seratus persen siap mengamankan Pilkada Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo mengaku seratus persen siap mengamankan Pilkada Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kinerja polisi dan TNI selama melakukan pengamanan pada tahapan Pilkada Pati menuai pujian dari Asdep Koordinator Otonomi Khusus Kemenko Polhukam RI Brigjen TNI Herwin Suparjo. Pujian itu dilontarkan Herwin, usai mengunjungi Rumah Dinas Bupati Pati, Rabu (25/1/2017).

“Saya lihat dari aparat keamanan, baik Polres maupun Kodim sudah sangat siap melakukan antisipasi segala kemungkinan yang terjadi. Hal itu memang seharusnya dilakukan agar penyelenggaraan pilkada bisa berjalan aman, tertib dan lancar. Kami apresiasi langkah yang dilakukan polisi dan TNI,” ujar Brigjen TNI Herwin.

Menurutnya, hampir semua pilkada memiliki potensi kerawanan. Sejumlah pihak yang ingin membuat situasi rawan pada setiap pilkada juga diakui ada. Karena itu, dia meminta kepada aparat keamanan untuk melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan yang membuat pilkada menjadi tidak kondusif.

“Jangan sampai mereka-mereka yang punya niat untuk membuat situasi rawan pada pilkada bisa memanfaatkan momentum ini. Jangan sampai itu terjadi. Sebab, kondisi tersebut yang membuat gesekan dalam pilkada,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo mengaku sudah menyiapkan 1.220 pasukan keamanan selama tahapan pilkada. Belum lagi, bantuan keamanan dari Brimob berjumlah seratus orang dan diperkuat dengan 145 prajurit TNI Kodim 0718/Pati. Kekuatan dari pasukan pemukul Kompi C Senapan Alugoro Pati juga sudah disiagakan.

“Semua sudah disiapkan secara matang, termasuk deteksi dini intelijen terhadap kerawanan pilkada. Kami siap seratus persen. Backupnya sudah dikondisikan. Bahkan, personel jajaran yang lainnya sudah diperintahkan operasi imbangan,” pungkas AKBP Wibowo.

Editor : Kholistiono

Kaca Mobil Dipecah, Uang Ratusan Juta Milik Warga Bulumanis Pati Melayang

Petugas kepolisian melakukan olah TKP, sesaat setelah mobil Innova digembosi dan dibobol pelaku pencurian dengan pemberatan di kawasan Jalan Raya Pati-Kayen, Desa Panjunan, Pati, Selasa (24/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas kepolisian melakukan olah TKP, sesaat setelah mobil Innova digembosi dan dibobol pelaku pencurian dengan pemberatan di kawasan Jalan Raya Pati-Kayen, Desa Panjunan, Pati, Selasa (24/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sunoto (50), warga Desa Bulumanis, Kecamatan Margoyoso, Pati kehilangan uang Rp 160 juta yang ditaruh dalam mobil Innova saat diparkir di Jalan Raya Pati-Kayen, Dukuh Ngeluk, Desa Panjunan, Pati, Selasa (24/1/2017).

Modusnya, pelaku menggembosi ban mobil dan memecahkan kaca mobil korban. Pelaku diduga sudah mengincar korban saat mencairkan uang di Bank Danamon Pati.

Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo mengatakan, korban sedang makan siang di warung makan milik Ibu Tukul dan memarkirkan kendaraan Innova bernopol K 8749 AH di tepi jalan. Korban yang sedang makan siang tidak memperhatikan mobil yang diparkir di pinggiran jalan.

Padahal, uang Rp 160 juta yang dicairkan dari Bank Danamon Pati ditaruh dalam tas dan ditinggal di mobil. “Lima belas menit setelah korban makan, baru diketahui ban mobil bagian belakang mengalami bocor. Sedangkan kaca mobil bagian kiri pecah dan tas yang berisi uang sudah raib,” ungkap AKBP Wibowo.

Selanjutnya, korban menghubungi polisi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah petugas yang datang melakukan pengumpulan data, termasuk olah sidik jari untuk melacak pelaku. Polisi berharap, pelaku bisa segera dideteksi dan ditangkap.

Untuk mengantisipasi terjadi tindak kejahatan, dia mengimbau kepada warga untuk memberikan pengaman mobil seperti alarm. Setidaknya, langkah antisipasi bisa menghambat pelaku saat melancarkan aksinya.

Editor : Kholistiono

Pemuda Asal Jakarta Dibekuk Polisi Usai Menjambret Tas Milik Warga Wedarijaksa Pati

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Pati – Seorang pemuda asal Kalideres, Jakarta Barat, Ahmad Faki (21) diamankan warga setelah menjambret tas milik Dewi Murni (35), warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa di Jalan Pati-Tayu, Dukuh Luboyo, Desa Bumiayu, Wedarijaksa, Minggu (22/1/2017).

“Pelaku sudah mengincar korban saat bersepeda dari Stadion Joyokusumo Pati. Pada saat sampai di Jalan Pati-Tayu, Dukuh Luboyo, Desa Bumiayu, Wedarijaksa, pelaku langsung mendekati korban yang saat itu bersama temannya, Titik Muslimah,” ujar Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum, Senin (23/1/2017).

Nasib sial menimpa pelaku, karena terjatuh saat hendak menjambret tas milik korban. Sebab, tas korban dalam posisi terkait dengan stang sepeda. Sontak, keduanya terjatuh, sedangkan teman korban langsung berteriak dan mengamankan pelaku bersama dengan warga.

“Sempat terjadi aksi saling tarik antara korban dan pelaku. Akibatnya, keduanya jatuh saling bertindihan. Melihat korban jatuh, Titik dan warga bersama-sama mengamankan pelaku di rumah salah satu warga,” tutur AKP Rochana.

Warga setempat kemudian menghubungi petugas Polsek Wedarijaksa. Polisi yang tiba langsung membekuk pelaku dan membawanya ke Mapolsek Wedarijaksa untuk diproses hukum. Sejumlah barang bukti yang disita, antara lain tas dompet berisi uang tunai sebesar Rp 84 ribu, dua unit telepon genggam.

Polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam tanpa nomor polisi yang digunakan pelaku untuk menjambret. Pelaku dan barang bukti diamankan untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Editor : Kholistiono

Anggaran DIPA Polres Pati 2017 Capai Rp 107,1 Miliar

Polres Pati menggelar sosialiasi Dipa 2017 di Gedung Mantap Brata Polres Pati, Rabu (18/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Polres Pati menggelar sosialiasi DIPA 2017 di Gedung Mantap Brata Polres Pati, Rabu (18/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Anggaran Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Polres Pati tahun ini meningkat 13,82 persen dibanding tahun sebelumnya, dari 94.098.097.000 menjadi Rp 107.105.273.000. Kenaikan anggaran DIPA senilai Rp 13.007.176.000 diharapkan bisa meningkatkan kinerja polisi dalam melayani masyarakat.

Jumlah anggaran tersebut digunakan untuk belanja pegawai senilai Rp 85,36 miliar, belanja barang Rp 21,52 miliar, dan belanja modal Rp 217,86 juta. Paparan anggaran DIPA tersebut disosialisasikan di Gedung Mantap Brata Polres Pati, Rabu (18/1/2017).

Sejumlah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pati juga hadir dalam sosialisasi anggaran DIPA Polres Pati. Salah satunya, Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma, Kejaksaan, perwakilan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), dan Jajaran Polres Pati dari Kepala Bagian (Kabag), Kepala Satuan (Kasat), Kasubbag, serta para Kepala Polsek di Pati.

“Sosialiasi DIPA bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada satuan fungsi Polres Pati sebagai pengguna anggaran dan langkah-langkah apa yang dilakukan setelah menerima DIPA. Dengan demikian, pengelolaan anggaran nanti bisa dilakukan secara efektif dan akuntabel,” kata Kabag Ren Polres Pati Kompol Rohadi.

Sosialisasi juga menjadi salah satu upaya transparansi pengelolaan anggaran DIPA yang digelontorkan kepada satuan fungsi sebagai pengguna anggaran. Transparansi pengelolaan anggaran DIPA tersebut terkait jumlah anggaran yang diterima, penggunaannya, serta rencana distribusi untuk menunjang pelaksanaan tugas pada 2017.

Tercatat, satuan fungsi yang menerima anggaran DIPA paling banyak adalah Seksi Keuangan sebanyak Rp 86,22 miliar, jajaran Polsek sebanyak Rp 9,34 miliar, Sarpras sebanyak Rp 5,19 miliar, Satlantas sebanyak Rp 1,31 miliar, Sat Intelkam sebanyak 1,05 miliar, dan Sat Reskrim sebanyak Rp 912, 63 juta. Dengan kenaikan anggaran DIPA, polisi diharapkan bisa bekerja optimal pada 2017.

Editor : Kholistiono

Polisi Petakan Karakter TPS Pilkada Pati untuk Kepentingan Pengamanan

Sejumlah perlengkapan pengamanan Pilkada Pati diperiksa. Polres Pati menyatakan sudah siap melakukan pengamanan selama tahapan Pilkada Pati berlangsung. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah perlengkapan pengamanan Pilkada Pati diperiksa. Polres Pati menyatakan sudah siap melakukan pengamanan selama tahapan Pilkada Pati berlangsung. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Deteksi intelijen terhadap karakter tempat pemungutan suara (TPS) Pilkada Pati mulai dilakukan. Hasil deteksi intelijen kemudian dibuat pemetaan yang digunakan untuk pengamanan selama proses pemungutan suara.

“Dalam supervisi terpadu pengamanan yang dihadiri Karo Ops Polda Jawa Tengah, semua dicek. Kami siapkan pengamanan Pilkada Pati dengan menyiagakan ratusan personel dengan dibantu Brimob, Polres Rembang dan Grobogan. Kekuatan personel, karakteristik TPS, kesiapan peralatan, dan cara penanganan permasalahan sudah disiapkan,” ujar Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo, Jumat (13/1/2017).

Menurutnya, masing-masing TPS yang tersebar di berbagai daerah di Kabupaten Pati memiliki potensi dan karakter sendiri-sendiri. Hal itu yang membuat langkah pemetaan penting dilakukan agar semua kendala bisa segera diantisipasi bila ada kerusuhan.

“Polres Pati memang serius melakukan langkah antisipasi untuk pengamanan Pilkada Pati. Kami berkaca pada pilkada periode-periode lalu yang tidak lepas dari dinamika. Meski pilkada kali ini diikuti satu pasangan calon tunggal, tetapi langkah antisipatif sangat perlu dilakukan,” ucap Kompol Sundoyo.

Jelang satu bulan pemungutan suara, semua kendaraan taktis dan perlengkapan untuk pengamanan sudah diperiksa. Simulasi pengamanan dengan menampilkan technical table game (TTG) juga sudah dilakukan. Semuanya telah dinyatakan siap untuk melakukan pengamanan Pilkada Pati.

Editor : Kholistiono

Ratusan Polisi Akan Disebar untuk Pengamanan Pilkada Pati

Sejumlah perwira polisi mengecek kendaraan taktis yang akan digunakan untuk pengamanan Pilkada Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah perwira polisi mengecek kendaraan taktis yang akan digunakan untuk pengamanan Pilkada Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sedikitnya 758 personel dari jajaran Polres Pati akan disebar ke berbagai daerah untuk pengamanan Pilkada Pati yang kurang sebulan lagi. Mereka disiagakan di masing-masing tempat pemungutan suara (TPS).

Tak hanya itu, bantuan pasukan keamanan juga disiagakan dari Brimob sebanyak seratus personel, hingga Polres luar daerah seperti Rembang dan Grobogan. “Kami sudah meminta bantuan dari Polres Rembang dan Grobogan, masing-masing 31 personel,” ujar Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo, Jumat (13/1/2017).

Pihaknya juga akan mendapatkan bantuan kekuatan personel keamanan dari TNI dan Linmas. Dia berharap, personel keamanan bisa saling berkoordinasi, berkolaborasi dengan baik untuk menciptakan situasi yang kondusif pada tahapan Pilkada Pati.

Dalam penerapan sistem pengamanan, polisi akan berkonsentrasi di lima daerah pemilihan (dapil), mulai dari Dapil Tayu, Juwana, Jakenan, Kayen, dan Pati Kota. Masing-masing dapil sudah disiagakan pasukan keamanan yang berjaga-jaga, termasuk menempatkan perwira pertama sebagai pemegang komando.

“Sistem pengamanan yang sudah diatur sedemikian rupa itu, diharapkan agar polisi bisa menangani dengan tindakan cepat dan tepat bila sewaktu-waktu ada hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan kesiapan itu, kondusivitas daerah selama pilkada diharapkan tetap terjaga,” tuturnya.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo menambahkan, siapa saja yang ingin mengacaukan dan mengganggu kondusivitas selama pilkada akan ditindak tegas sesuai dengan aturan hukum. Sikap tegas dirasa perlu untuk memberikan efek jera kepada seseorang atau kelompok yang ingin membuat Pati tidak kondusif.

Editor : Kholistiono

Pria Asal Plangitan Pati Ditemukan Meninggal di Teras Rumah Warga Sidomukti

Petugas kepolisian melakukan olah TKP di lokasi meninggalnya laki-laki paruh baya asal Plangitan yang meningal di depan rumah warga Sidomukti, Margoyoso, Kamis (12/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas kepolisian melakukan olah TKP di lokasi meninggalnya laki-laki paruh baya asal Plangitan yang meningal di depan rumah warga Sidomukti, Margoyoso, Kamis (12/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang pria bernama Kasmijan (58), warga Desa Plangitan RT 6 RW 2, Kecamatan Pati ditemukan meninggal dunia di sebuah bangku teras rumah milik warga Desa Sidomukti, Kecamatan Margoyoso, Kamis (12/1/2017).

Basuki, saksi mata mengaku kaget ketika pukul 06.00 WIB bangun tidur, membuka pintu depan rumahnya dan menemukan seorang laki-laki tak dikenal, tidur di atas kursi panjang. Mulut laki-laki tersebut mengeluarkan cairan dan terlihat tidak sadarkan diri.

Setelah diperiksa, laki-laki paruh baya tersebut sudah meninggal dunia. “Saya cek kondisinya, tidak bergerak dan tidak bernapas. Saya langsung memanggil tetangga untuk melaporkan kepada kepala desa dan polisi,” ujar Basuki.

Tak lama setelah informasi itu diterima pihak kepolisian, Kapolsek Margoyoso AKP Sugino bersama dengan tim medis dari puskesmas setempat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Upaya visum dilakukan dr Sugandi untuk memastikan penyebab kematian korban.

“Dari hasil pemeriksaan, mulut mengeluarkan cairan, tetapi tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Kami perkirakan, korban meninggal dunia karena serangan jantung,” kata dr Sugandi.

Sementara itu, AKP Sugino menuturkan, korban mengenakan kaos dan celana warna hitam pada saat ditemukan. Rambut pendek ikal berkulit sawo matang. Selanjutnya, korban dibawa ke RSUD Soewondo Pati untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Editor : Kholistiono

Begini Cara Unik Polisi Bersama Anak-anak SD di Pati Sosialisasikan Keselamatan Berlalu Lintas

Polisi bersama anak-anak SD Wonosekar meminta pengendara untuk menggunakan helm dengan membawa tulisan "Om Helm Om" di Jalan Raya Gembong-Pati, Selasa (10/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Polisi bersama anak-anak SD Wonosekar meminta pengendara untuk menggunakan helm dengan membawa tulisan “Om Helm Om” di Jalan Raya Gembong-Pati, Selasa (10/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Fenomena “Om Telolet Om” yang populer dalam beberapa waktu terakhir dimanfaatkan petugas kepolisian untuk menyosialisasikan pendidikan keselamatan berlalu lintas. Dengan membawa tulisan “Om Helm Om”, petugas Polsek Gembong bersama guru dan siswa SDN Wonosekar mengajak pengendara yang lewat untuk memakai helm, Selasa (10/1/2017).
Sepuluh personel Polsek Gembong berada di depan SDN Wonosekar, Jalan Raya Gembong-Pati Km 4, mengimbau kepada pengguna jalan untuk mengenakan helm. Anak-anak SD yang berada di pinggiran jalan berteriak “Om Helm Om” sembari membawa papan bertuliskan “Om Helm Om”.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari pendidikan keselamatan berkendara sejak dini kepada anak-anak SD, terutama pengguna jalan. Mereka harus patuh pada aturan lalu lintas, terutama menggunakan helm. Itu semua untuk keselamatan pengendara sendiri,” ujar Kapolsek Gembong AKP Giyanto.

Adapun tulisan yang dibawa anak-anak diharapkan dibaca pengendara yang melintas di jalan raya. Mereka antusias dan senang bisa ikut mengingatkan pengendara di jalan untuk selalu menggunakan helm demi keselamatan di jalan.

Dalam beberapa kesempatan, pengendara yang lewat masih ada yang tidak menggunakan helm. Mereka yang tidak membawa helm biasanya berasal dari penduduk setempat. Mereka merasa berkendara dalam jarak yang dekat, sehingga enggan membawa helm.

“Helm itu untuk pelindung kepala. Jadi, jangan malas pakai pelindung kepala. Meski jaraknya dekat, helm penting digunakan untuk mengantisipasi bila ada kecelakaan. Kepala itu vital yang harus dilindungi,” imbuh AKP Giyanto.

Kepala SDN Wonosekar Rudi Prasojo menuturkan, kegiatan tersebut memiliki dampak positif kepada murid SD. Dengan sosialisasi tersebut, mereka juga akan membiasakan menggunakan helm kecil saat berkendara bersama dengan orang tuanya.

Terlebih, pendidikan lalu lintas yang diajarkan polisi tidak ada dalam kurikulum sekolah. Dia berharap, kegiatan sosialisasi “Om Helm Om” dapat membentuk perilaku dan karakter siswa untuk selalu mengenakan helm, sekaligus mengingatkan pengendara di jalan raya yang enggan menggunakan helm.

Editor : Kholistiono

Puluhan Polisi dan TNI Kerja Bakti Benahi Rumah Rusak Akibat Puting Beliung di Pati

Petugas sedang memperbaiki rumah yang rusak akibat diterjang angin puting beliung di Desa Bringinwareng, Winong, Pati, Selasa (10/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas sedang memperbaiki rumah yang rusak akibat diterjang angin puting beliung di Desa Bringinwareng, Winong, Pati, Selasa (10/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan polisi dan TNI menggelar kerja bakti untuk membenahi rumah yang rusak akibat diterjang angin puting beliung di Desa Bringinwareng, Kecamatan Winong, Pati, Selasa (10/1/2017).

Sebanyak 55 personel gabungan yang ikut kerja bakti, terdiri dari 20 personel Polsek Winong, 20 personel Koramil Winong, lima orang dari pemerintah kecamatan dan 10 orang dari Pemerintah Desa Bringinwareng. Kegiatan gotong royong diprioritaskan kepada korban puting beliung yang tidak mampu.

“Bencana angin puting beliung yang terjadi kemarin sore merupakan musibah yang tidak bisa dihindari lagi. Banyak rumah yang atapnya rusak dan genteng berjatuhan, satu di antaranya roboh. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu dengan bergotong royong,” kata kepala desa setempat, Mashudi.

Dalam kegiatan gotong royong tersebut, dia memprioritaskan kepada warga yang tidak mampu. Setelah itu, semua rumah warga yang rusak akibat angin puting beliung dibenahi. Sebelumnya, petugas gabungan dari polisi, TNI, relawan dan warga sudah melakukan evakuasi terhadap rumah yang darurat dan pohon yang bertumbangan.

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Kodim 0718/Pati dan Satuan Sabhara Polres Pati juga terjun di lapangan untuk ikut kerja bakti. Mereka yang dipimpin Kasat Sabhara Polres Pati AKP Amlis Chaniago tampak bersemangat membantu rumah warga yang rusak.

Belum diketahui secara pasti kerugian material akibat puluhan rumah yang rusak diterjang angin puting beliung. Namun, sejumlah pihak memperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Beruntung, angin yang mengamuk Senin sore tersebut tidak menyebabkan korban jiwa.

Editor : Kholistiono

Polisi Kawal Ketat Pencetakan Surat Suara Pilkada Pati

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo (kanan) saat mengecek pencetakan perdana surat suara Pilkada Pati bersama KPU dan Panwas di Sidoarjo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo (kanan) saat mengecek pencetakan perdana surat suara Pilkada Pati bersama KPU dan Panwas di Sidoarjo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pencetakan surat suara Pilkada Pati untuk pertama kalinya telah dilakukan di PT Temprina Media Grafika, Sidoarjo, Jawa Timur. Pencetakan perdana itu disaksikan komisioner KPU Pati, Panwas Pati, dan polisi.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo yang mengawal pencetakan perdana surat suara tersebut mengatakan, ada 1.062.995 surat suara yang dicetak untuk pesta demokrasi di Pati 15 Februari 2017 mendatang. Jumlah itu dihitung berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT) plus 2,5 persen.

“Pencetakan sesuai DPT dan cadangan 2,5 persen dengan total 1.060.995 surat suara. Sedangkan untuk yang 2.000 adalah surat suara untuk pemungutan suara ulang (PSU). Bersama KPU dan Panwas, kami bersama-sama ikut mengawal dan menyaksikan,” ujar Kompol Sundoyo, Kamis (5/1/2017).

Pencetakan surat suara dijadwalkan selesai pada Senin (10/1/2017) mendatang. Setelah surat suara selesai dicetak di perusahaan percetakan, surat suara yang sudah dikirim ke KPU Pati akan dilakukan penyortiran dan pelipatan suara.

Ketua KPU Pati Much Nasich menambahkan, surat suara akan segera dikirimkan ke tingkat kecamatan, setelah proses sortir dan pelipatan selesai. Sesuai jadwal, surat suara harus sampai di tingkat kecamatan, tujuh hari sebelum pemungutan suara.

Di tingkat tempat pemungutan suara (TPS), surat suara dan kebutuhan logistik lainnya dijadwalkan tiba tiga hari sebelum pemungutan suara. Dia berharap, semua distribusi logistik berjalan sesuai jadwal dan ketentuan dalam Peraturan KPU.

Editor : Kholistiono

Ribuan Banser Siap Kawal Polisi Amankan Natal dan Tahun Baru di Pati

 Ratusan anggota Banser NU Pati dalam sebuah agenda apel, belum lama ini. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ratusan anggota Banser NU Pati dalam sebuah agenda apel, belum lama ini. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ribuan Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU) Pati menyatakan kesiapannya untuk mengawal polisi dalam mengamankan Hari Raya Natal dan Tahun Baru di Pati. Hal itu ditegaskan Kasatkorcab Banser X-7 Pati, Ahmad Syafi’i, Jumat (23/12/2016).

“Dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru, kami sudah siap apabila dimintai bantuan oleh aparat keamanan sebagai penanggung jawab keamanan Natal dan Tahun Baru. Di Pati, ada sekitar 1.700 anggota Banser berseragam dan 400 belum berseragam,” ujarnya.

Ditanya soal kemungkinan adanya sweeping, pihaknya sudah menyerahkan segala pelanggaran hukum kepada aparat keamanan sebagai penegak hukum. Karena itu, Banser dipastikan tidak akan melakukan aktivitas sweeping selama Natal dan Tahun Baru di Pati.

“Sesuai amanat dari Menteri Agama (Menag), masyarakat Indonesia harus saling menghargai dan bertoleransi selama perayaan Natal. NKRI terdiri dari beragam suku bangsa dan agama, sehingga harus saling menghormati. Itu sebabnya, kami tidak akan sweeping. Kalau ada pelanggaran itu sudah wewenang aparat penegak hukum,” tuturnya.

Namun, pihaknya justru ikut mambantu mengamankan bila ada perusuh Natal dan Tahun Baru, dalam kapasitasnya jika diminta untuk membantu aparat keamanan. “Jika memang kondisinya genting dan aparat meminta kami ikut membantu, kami siap,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengaku sudah berkoordinasi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati untuk ikut membantu pengamanan Natal dan Tahun Baru. Sedikitnya ada 400 personel Banser NU yang disiagakan di berbagai wilayah di Kabupaten Pati untuk membantu aparat keamanan.

Pihaknya juga memastikan tidak ada satupun ormas di Pati yang melakukan sweeping atribut Natal. Hal itu sesuai dengan hasil kesepakatan koordinasi dengan lintas ormas di Pati. Siapapun pengganggu Natal dan Tahun Baru, kata Kompol Sundoyo, mereka akan ditindak tegas sesuai dengan prosedur hukum.

Editor : Kholistiono

Perusuh Natal dan Tahun Baru di Pati Bakal Ditindak Tegas

Ratusan personel pasukan keamanan disiagakan untuk mengamankan Natal dan Tahun Baru di Pati dari Jumat (23/12/2016) hingga Minggu (1/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ratusan personel pasukan keamanan disiagakan untuk mengamankan Natal dan Tahun Baru di Pati dari Jumat (23/12/2016) hingga Minggu (1/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Hari Raya Natal dan Tahun Baru kurang beberapa hari lagi. Polisi sudah memperingatkan kepada siapapun untuk tidak membuat kerusuhan pada saat Natal atau Tahun Baru.

Bila ada perusuh, polisi tidak segan untuk menindak tegas. Hal itu ditegaskan Kabag Ops Polres Kompol Sundoyo. “Satu perintah dari Kapolri, tindak tegas,” ujarnya, Jumat (23/12/2016).

Dalam melakukan penindakan kepada perusuh, pihaknya akan melakukan langkah hukum yang proporsional dan tegas. Penegakan hukum kepada perusuh diharapkan bisa menciptakan situasi yang kondusif dan terkendali selama Hari Natal dan Tahun Baru.

“Maraknya aksi teror akhir-akhir ini, membuat kita harus semakin waspada. Pengamanan akan diperketat. Kita sama sekali tidak ada keraguan dalam bertugas melakukan pengamanan, karena kita bertugas menegakkan undang-undang,” tuturnya.

Kendati penindakan akan dilakukan secara tegas, tapi polisi akan menghadapi permasalahan di lapangan dengan cara-cara yang humanis. Koordinasi antarsatuan juga semakin ditingkatkan, karena yang dihadapi adalah masyarakat sendiri.

Dalam Operasi Lilin Candi pada pengamanan Natal dan Tahun Baru, ratusan personel keamanan sudah disiagakan yang dimulai pada Jumat (23/12/2016) hingga Minggu (1/1/2017). Di antaranya, 212 personel kepolisian, seratus personel TNI, 25 personel Satpol PP, Dinas Perhubungan 20 personel, serta Banser sesuai Koordinator dengan PCNU Pati.

Mereka akan disebar di berbagai titik keramaian. Di gereja, sedikitnya delapan personel kepolisian diterjunkan. Ketatnya pengamanan diharapkan bisa membuat rasa aman kepada masyarakat yang merayakan Natal dan Tahun Baru.

Editor : Kholistiono

 

Ini Dia Kasat Reskrim Polres Pati yang Baru

AKP Galih Wisnu Pradipta (dua dari kiri) yang kini menjabat Kasat Reskrim Polres Pati menggantikan AKP Agung Setyo Budi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

AKP Galih Wisnu Pradipta (dua dari kiri) yang kini menjabat Kasat Reskrim Polres Pati menggantikan AKP Agung Setyo Budi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Setelah beberapa tahun menjadi pimpinan di satuan reserse dan kriminal Polres Pati, AKP Agung Setyo Budi akhirnya diganti. Penggantinya adalah AKP Galih Wisnu Pradipta. Serah terima jabatan dilakukan di Gedung Mantap Brata Polres Pati, Selasa (21/12/2016).

Sebelum menjadi Kasat Reskrim Polres Pati, AKP Galih pernah menjalani tugas di Korea Selatan untuk mengikuti pelatihan “police international global” ke-9. Dia menjadi perwira pertama (pama) Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol) pada 2011.

Berturut-turut, AKP Galih pernah menjadi pama di Polda Riau, pama Poltabes Pekanbaru, Kanit Reskrim Polsek T Raya, Kanit Reskrim Polsekta Senapelan Poltabes Pekanbaru, Kasubnit Patroli IV Sat Samapta Poltabes Pekanbaru, Kaur Bin Ops Sat Samapta Poltabes Pekanbaru, Kanit Reskrim Polsekta Lima Puluh Poltabes Pekanbaru, PS Kanit Reskrim Polsek Lima Puluh Polresta Pekanbaru Polda Riau, dan Kasubbag Dalgar Bag Ren Polresta Pekanbaru.

“Di wilayah yang baru ini, kami berharap bisa menjalankan tugas dengan baik, melanjutkan Pak Agung. Di Pati, kami juga berharap bisa mengabdi kepada Polri dan masyarakat Pati,” ujar AKP Galih yang lahir pada 14 Juni 1984 di Surakarta ini.

Sementara itu, AKP Agung akan menjabat sebagai Panit 2 Unit 4 Subdit I Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Selama menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Pati, AKP Agung dihadapkan banyak kasus, termasuk sejumlah polemik sosial yang bergejolak di Kabupaten Pati.

Kendati begitu, dia mengaku cukup nyaman bertugas di Pati. Dia berharap, AKP Galih bisa melanjutkan tugasnya di Pati dengan baik. “Kami selalu berharap tingkat kejahatan di Pati bisa menurun agar masyarakatnya tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.

Selain itu, Kapolsek Tlogowungu yang semula dijabat AKP Kres Gunawan sekarang dijabat oleh Iptu Haryono. Mereka diharapkan bisa bertugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang baik sehingga bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

Editor : Kholistiono

Sebelum Bunuh Diri, Ibu Paruh Baya di Sarirejo Pati Ini Tulis Surat Wasiat, Begini Isinya

 Petugas kepolisian datang ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara di rumah korban, Desa Sarirejo, Kecamatan Pati, Selasa (20/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas kepolisian datang ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara di rumah korban, Desa Sarirejo, Kecamatan Pati, Selasa (20/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang ibu berusia sekitar 54 tahun, Retno Nawang Sari yang merupakan warga Desa Sarirejo RT 5 RW 2, Kecamatan Pati, ditemukan meninggal dunia dalam keadaan gantung diri di rumahnya, Selasa (20/12/2016) pagi.

Eko Suwarno, suami pelaku saat memberikan keterangan kepada polisi mengatakan, dirinya bangun pada pukul 06.30 WIB dan mengeluarkan anjing piaraannya. Setelah itu, dia masuk untuk membangunkan istrinya.

Namun, istrinya ternyata sudah tidak berada di atas tempat tidur. Eko langsung mencari keberadaan istri dan menemukannya berada di bawah jendela kamar dalam posisi tergantung tali yang mengikat leher.

“Setelah pelaku ditemukan, suami memanggil tetangga dan melaporkannya kepada polisi. Petugas langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan TKP, menghubungi tim medis, menurunkan korban dari jeratan tali yang tergantung di teralis jendela, mencatat para saksi, dan mendampingi tim medis untuk melakukan pemeriksaan jenazah,” ujar Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo.

Di sebuah meja rias, suami menemukan wasiat yang tertulis pada selembar kertas. Bunyi wasiat tersebut, “Aku titip anak-anak ibu.” Pihak keluarga sudah menerima kepergian korban. Jenazah langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat, setelah dilakukan autopsi.

Editor : Kholistiono

Cegat Paksa Mobil APV di SPBU Margorejo Pati, Polisi Temukan 480 Botol Miras Jenis Arak

Kasat Sabhara Polres Pati AKP Amlis Chaniago (kiri) mengamankan ratusan botol miras dari mobil APV yang sedang mengisi BBM di SPBU Margorejo Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kasat Sabhara Polres Pati AKP Amlis Chaniago (kiri) mengamankan ratusan botol miras dari mobil APV yang sedang mengisi BBM di SPBU Margorejo Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Petugas Sat Sabhara Polres Pati menemukan 480 botol minuman keras jenis arak, setelah mencegat paksa mobil Suzuki APV bernopol B-2517-J di SPBU Margorejo Pati, Kamis (8/12/2016) sore.

Mobil Suzuki APV dicegat paksa pada saat mengisi BBM, lantaran gerak-geriknya mencurigakan. Saat diperiksa, sopir berlari ke arah areal perkebunan tebu karena takut. Benar saja, polisi langsung menemukan 480 botol miras jenis arak yang dimuat dalam 40 dus, masing-masing dus terdapat 12 botol.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengatakan, pencegatan paksa mobil APV berpelat nomor Jakarta itu dalam agenda antisipasi penggunaan miras menjelang Natal dan Tahun Baru 2017. “Pada saat petugas patrol Sat Sabhara melaksanakan patroli kota, ada mobil yang sedang mengisi BBM dengan gerak-gerik mencurigakan. Saat dicegat, sopir malah kabur dan petugas menemukan ratusan botol miras jenis arak,” ujar Kompol Sundoyo, Jumat (9/12/2016).

Mobil Suzuki APV sendiri yang ditinggalkan sopirnya masih diamankan di Mapolres Pati. Pihak kepolisian menunggu siapa pemilik mobil tersebut untuk kemudian dikenakan sanksi tindak pidana ringan (tipiring) sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Jelang Natal dan Tahun Baru, polisi memang menggencarkan operasi dan patroli untuk mengantisipasi miras di berbagai daerah di Kabupaten Pati. Pasalnya, hari-hari tersebut biasanya dimanfaatkan sejumlah warga untuk mabuk-mabukan.

Bila tidak diantisipasi, peredaran miras semakin luas dan dimanfaatkan pada saat Natal dan Tahun Baru. “Miras menjadi penyebab tindak kejahatan, seperti tawuran dan perkelahian yang akan membuat suasana tidak kondusif. Karena itu, kami tengah menggencarkan razia miras menjelang Natal dan Tahun Baru,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Warga Pati Diminta Tak Terprovokasi Aksi 212

Polisi, Satpol PP, TNI dan warga lintas kalangan mengenakan pita merah putih dalam apel Kebhinnekaan di Alun-alun Pati, Rabu (30/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Polisi, Satpol PP, TNI dan warga lintas kalangan mengenakan pita merah putih dalam apel Kebhinnekaan di Alun-alun Pati, Rabu (30/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Masyarakat Pati diminta untuk mengedepankan guyub rukun, bersatu dalam kebersamaan, dan tidak terprovokasi aksi 212 atau 2 Desember 2016 di Jakarta. Imbauan itu disampaikan Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma, Rabu (30/11/2016).

Menurutnya, toleransi antaragama di Pati sudah sejak lama berlangsung harmonis. Toleransi dalam bingkai NKRI itulah yang diharapkan dipupuk dan dilestarikan agar tidak terpecah belah hanya dengan isu-isu yang berada di luar wilayah Pati.

“Umat Muslim memang mayoritas di Pati, juga di Indonesia. Tapi, kita hidup di negara Pancasila yang harus mempertahankan NKRI. Sebab, Indonesia memang bangsa yang majemuk, terdiri dari beragam suku, bangsa, dan agama. Jangan sampai kondisi kemajemukan yang sudah terawat baik itu terganggu dengan isu 212,” kata Letkol Inf Andri.

Karena itu, pihaknya menyarankan warga Pati untuk tidak turun ke jalan. Aksi doa bersama di rumah ibadah atau rumah masing-masing diakui akan membuat daerah menjadi lebih kondusif. Dia berharap, kehidupan toleransi antarumat beragama di Pati yang berlangsung harmonis bisa menjadi teladan bersama.

Sementara itu, Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo menambahkan, Indonesia merupakan milik bangsa bersama, bukan milik individu atau kelompok tertentu. “Mari kita samakan satu persepsi, kita sama-sama menjaga persatuan dan kesatuan NKRI,” ujar AKBP Wibowo.

Kondisi tersebut yang membuat warga Pati disatukan dalam apel bersama Pengamanan Kegiatan Masyarakat Nusantara Bersatu di Alun-alun Pati. Apel bertajuk “Indonesiaku,Indonesiamu, Indonesia Kita, Bersatu Bhinneka Tunggal Ika” tersebut dihadiri sekitar 2.000 warga lintas kalangan.

Salah satu yang hadir, antara lain Jajaran Sub Denpom Pati, Kodim 0718/Pati, Lanal TNI AL dan anggota Yonif 410/Alugoro, Brimob, Polres Pati, Satpol PP, Perhutani, FKPPI, PPM, pencak silat, Pagar Nusa, pondok pesantren dan Fathayat, mahasiswa, pelajar, hingga lembaga swayada masyarakat (LSM) di Kabupaten Pati.

Editor : Kholistiono

Ribuan Pelanggar Lalu Lintas Ikuti Sidang Tilang di Pengadilan Negeri Pati

Puluhan pelanggar lalu lintas antre untuk mengikuti sidang tilang di Pengadilan Negeri Pati, Kamis (24/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Puluhan pelanggar lalu lintas antre untuk mengikuti sidang tilang di Pengadilan Negeri Pati, Kamis (24/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ribuan orang yang melanggar lalu lintas dalam Operasi Zebra di Pati mengikuti sidang tilang di Pengadilan Negeri (PN) Pati, Kamis (24/11/2016). Mereka memadati PN hingga membuat halaman PN dipenuhi kendaraan bermotor.

Panitera PN Pati, Sumitro mengatakan, mereka yang melanggar lalu lintas dalam Operasi Zebra mengikuti peradilan cepat dengan tiga hakim. Ketiga hakim tersebut harus menyelesaikan ribuan perkara lalu lintas hari ini juga.

Karena itu, pengadilan tetap dibuka hingga malam ini bila memang harus diselesaikan dalam sekali waktu. “Kami menggunakan sistem peradilan cepat sampai semuanya bisa tertangani sesuai dengan urutan,” kata Sumitro.

Dari ribuan pelanggar lalu lintas yang disidang, sebagian besar dikenakan denda sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu, sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan pengendara. Mereka yang tidak hadir di PN, harus ke Kejaksaan Negeri untuk mengurus surat tilang dan membayar denda.

Novita, pengendara asal Rejoagung, Trangkil, mengaku senang bisa mengikuti proses peradilan sesuai dengan prosedur hukum. Dia dikenakan tilang polisi, lantaran tidak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Waktu ada operasi, saya tidak membawa SIM. Saya buru-buru, SIM tertinggal di rumah. Proses ini baik, karena berlangsung secara transparan dan denda masuk negara, bukan masuk ke oknum,” ungkap Novita.

Secara terpisah, Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari menyampaikan, ada sekitar 2.400 pelanggar yang terjaring Operasi zebra di Pati selama 16-24 November 2016. Dari 2.400 pelanggar, 1.667 orang dikenakan tilang dan 733 orang dikenakan teguran.

Editor : Kholistiono

 

Polres Pati Gelar Operasi Zebra Hingga 2 Pekan ke Depan

 Operasi Zebra yang dilakukan Satlantas Polres Pati di kawasan Pasar Buah, Puri, Pati. Kamis (17/11/2016).(MuriaNewsCom/Lismanto)

Operasi Zebra yang dilakukan Satlantas Polres Pati di kawasan Pasar Buah, Puri, Pati. Kamis (17/11/2016).(MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati menggelar Operasi Zebra yang akan berlangsung dua pekan mendatang. Operasi Zebra dilakukan agar pengendara kendaraan bermotor bisa tertib berlalu lintas.

“Tertib berlalu lintas sangat diperlukan untuk menciptakan kondisi jalan yang aman dan kondusif. Operasi Zebra pada akhirnya menjadi upaya bagi aparat untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Kalau pengendara tertib, angka kecelakaan pasti bisa ditekan,” kata Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo, Kamis (17/11/2016).

Menurutnya, permasalahan lalu lintas tidak bisa diatasi hanya dengan berdiam diri, tetapi harus bertindak dan melakukan berbagai upaya. Karena itu, Operasi Zebra membutuhkan sinergitas antarpemangku kepentingan supaya berjalan baik dalam rangka mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di Pati.

Dalam pelaksanaan Operasi Zebra 2016, ada sejumlah pelanggaran yang menjadi bidikan polisi karena berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Salah satunya, pelanggaran rambu-rambu lalu lintas, pelanggaran batas kecepatan, dan pengendara yang melawan arus lalu lintas, khususnya kendaraan bermotor.

“Ada tiga prioritas yang menjadi sasaran utama kami dalam Operasi Zebra. Tiga prioritas itu yang seringkali menyebabkan kecelakaan, yaitu pelanggaran rambu lalu lintas, pelanggaran batas kecepatan dan melawan arus,” imbuh Kompol Sundoyo.

Dengan upaya penegakan hukum tersebut, Operasi Zebra diharapkan dapat meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, meminimalisasi pelanggaran dan kecelakaan berlalu lintas, menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada polisi.

Karenanya, dia mengimbau kepada warga untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas, membawa surat-surat kelengkapan berkendara seperti SIM, STNK, serta peranti keselamatan seperti helm. Jika tidak, pengendara akan dijaring dalam Operasi Zebra dan akan dikenakan sanksi yang tegas.

Editor : Kholistiono

Hadapi 25 November, Polres Pati Gelar Simulasi Sistem Pengamanan Kota

Polres Pati bersama stakeholder menggelar simulasi sistem pengamanan kota di Ruang Mantap Brata Mapolres Pati, Rabu (16/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Polres Pati bersama stakeholder menggelar simulasi sistem pengamanan kota di Ruang Mantap Brata Mapolres Pati, Rabu (16/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati bersama stakeholder menggelar simulasi sistem pengamanan kota di Ruang Mantap Brata Mapolres Pati, Rabu (16/11/2016). Simulasi dilakukan untuk menghadapi perkembangan situasi pada 25 November 2016.

“Sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo kepada Panglima Kodam Diponegoro dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, kami diminta untuk melaksanakan persiapan-persiapan dalam rangka antisipasi pengamanan bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di wilayah Pati, bertepatan dengan rencana aksi demonstrasi pada 25 November 2016 di Jakarta,” kata Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo.

Kendati aksinya di Jakarta, tetapi setiap wilayah diinstruksikan untuk siap siaga agar tetap aman dan kondusif. Simulasi sendiri diikuti dari berbagai instansi, seperti Plt Bupati Pati Budiyono, Kodim 0718/Pati, Dishubkominfo, Brimob, dan pasukan pemukul dari Alugoro.

“Dari pimpinan sudah tahu bagaimana cara bertindak, menggerakkan anggota, di mana mereka ditempatkan dan ditugaskan. Meski belum ada laporan apakah ada aksi unjuk rasa atau tidak, tetapi antisipasi keamanan sangat diperlukan,” imbuh Kompol Sundoyo.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat Pati untuk tidak terpancing isu-isu provokatif yang sifatnya kurang bisa dipercaya. Karenanya, warga diminta untuk tidak segan meminta informasi kepada petugas bila ada informasi atau isu provokatif.

“Masyarakat jangan sampai terprovokasi dengan isu-isu yang kurang jelas. Sebaiknya utamakan keamanan, kondusivitas dan guyub rukun bersama sesama warga. Kalau ada wacana akan ada demo 25 November di Jakarta, yang di daerah mestinya lebih mengutamakan keamanan,” tandas Kompol Sundoyo.

Editor : Kholistiono

Penadah Motor Curian Asal Babatan Pati Dibekuk Polisi

 Barang bukti sepeda motor yang berhasil diamankan oleh Polres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Barang bukti sepeda motor yang berhasil diamankan oleh Polres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang penadah sepeda motor curian asal Desa Babatan RT 1 RW 1, Kecamatan Batangan, Pati, Suyadi (34), dibekuk polisi. Pelaku ditangkap, karena membeli sepeda motor curian dari maling spesialis sepeda motor untuk dijual kembali.

“Penangkapan kepada pelaku, diawali dari informasi masyarakat bahwa ada transaksi sepeda motor tanpa BPKB yang dilakukan pelaku. Orang Pati biasa menyebut motor pedotan. Setelah kami dalami, ternyata benar sepeda motor itu hasil curian,” ungkap Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo, Kamis (10/11/2016).

Setelah disidik, pelaku mengaku bila selama ini jualan sepeda motor hasil curian. Sebagian besar pembeli berminat membeli sepeda motor pedotan, lantaran harganya jauh lebih murah ketimbang membeli baru atau seken yang memiliki surat-surat lengkap.

Dari hasil penyidikan kepada Suyadi, polisi kemudian menangkap Ahmad Amar Khairudin, warga Desa Sumber, Kecamatan Sumber, Rembang yang selama ini mencuri sepeda motor di wilayah Pati dan menjualnya kepada Suyadi. Saat ini, keduanya diamankan di Mapolres Pati untuk penyidikan lebih lanjut.

“Penadah dan pelaku pencurian sepeda motor sudah kami amankan untuk pengembangan, bila ada kemungkinan TKP lain yang menjadi sasaran pencurian oleh pelaku. Kami juga tengah mencari barang bukti lain yang belum ditemukan,” tandas Kompol Sundoyo.

Editor : Kholistiono

Polres Pati Ringkus Maling Spesialis Motor Asal Rembang

Pelaku (kiri) curanmor dan penadah sepeda motor dibekuk oleh jajaran Polres Pati, serta barang bukti yang berhasil diamankan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pelaku (kiri) curanmor dan penadah sepeda motor dibekuk oleh jajaran Polres Pati, serta barang bukti yang berhasil diamankan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati meringkus maling spesialis sepeda motor bernama Ahmad Amar Khairudin (28), warga Desa Sumber RT 4 RW 3, Kecamatan Sumber, Rembang. Amar ditangkap, setelah mencuri sepeda motor di berbagai daerah di Kabupaten Pati, seperti Gabus, Winong, Tambakromo, Pucakwangi, Kayen, Gunungwungkal, Juwana, dan Jakenan.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo kepada MuriaNewsCom, Kamis (10/11/2016) mengatakan, pelaku pernah mencuri Vario di Pucakwangi, Kawasaki Ninja dan Honda Beat di Tambakromo, Mio Fino di Gabus, dan Mio Soul di Winong.

Selain itu, pelaku juga mengaku pernah melakukan pencurian sepeda motor di Pucakwangi dengan tujuh TKP, Winong empat TKP, Gabus dua TKP, Jakenan dua TKP, Juwana dua TKP, Kayen dua TKP, dan Gunungwungkal satu TKP. “Pelaku memang spesialis pencuri sepeda motor yang lama beroperasi di Pati,” ujar Kompol Sundoyo.

Dalam menjalankan aksinya, Amar biasanya menggunakan kunci leter T sebagai alat untuk membobol kunci sepeda motor. Saat ini, dia harus mendekam di tahanan Mapolres Pati untuk diinterogasi, pengembangan kasus, dan pencarian barang bukti lainnya.

Adapun sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan untuk sementara, di antaranya Vario putih dari TKP Pucakwangi, Mio Fino merah dari TKP Gabus, Mio Soul merah dari TKP Winong, Kawasaki Ninja dan Honda Beat hitam dari TKP Tambakromo, serta satu set kunci letter T.

Pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan. Pelaku terancam dengan hukuman pidana selama-lamanya tujuh tahun penjara.

Editor : Kholistiono

Kapolres Pati: Laporan Intelijen Sebut Ada Potensi Kerusuhan pada Aksi 4 November

Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo menjelaskan, laporan intelijen sebut ada potensi kerusuhan berbau SARA sehingga meminta warga Pati tidak terprovokasi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo menjelaskan, laporan intelijen sebut ada potensi kerusuhan berbau SARA sehingga meminta warga Pati tidak terprovokasi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Laporan intelijen menyebutkan ada potensi kerusuhan yang dipicu sentimen suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) yang sengaja dihembuskan pihak tak bertanggung jawab dalam aksi unjuk rasa 4 November, besok. Hal itu disampaikan Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo, Kamis (03/11/2016).

Aparat keamanan menetapkan status siaga satu untuk menghadapi gelombang unjuk rasa tersebut. Karena itu, langkah antisipatif harus dilakukan, termasuk menghadapi unjuk rasa di Pati besok, supaya keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.

“Aksi semacam ini rawan disusupi pihak-pihak yang sengaja ingin menciptakan keresahan dan instabilitas. Maka dari itu, kami mengajak para ormas keagamaan dan kelompok-kelompok masyarakat yang ada di Pati untuk menghindari segala tindakan yang berpontensi mengoyak NKRI terkait dengan aksi unjuk rasa besok,” imbau Ari Wibowo.

Dia juga mengapresiasi dari sejumlah ormas, tokoh agama, tokoh masyarakat di Pati yang dengan lantang menyerukan untuk mengedepankan toleransi dan manjauhkan diri dari tindakan anarkis yang bersifat memaksakan kehendak. Sebab, perilaku tersebut mengancam keberlangsungan NKRI.

“Dalam menjaga keutuhan NKRI adalah tanggung jawab kita semua di mana Polri dan TNI berada di garis depan dalam menghadapi ancaman dari dalam maupun luar. Kami mengimbau kepada semua warga Pati untuk tetap menciptakan suasana sejuk, kedepankan sikap kekeluargaan dan kebersamaan, bukan sikap saling curiga, apalagi saling bermusuhan,” tandasnya.

Rencananya, sebanyak 625 pasukan keamanan dari lintas sektoral akan disiagakan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang dilakukan ribuan warga yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) dari Kantor Yaumi Fatimah menuju Alun-alun Pati, Jumat (04/11/2016) besok. Mereka diminta untuk menyuarakan hak kebebasan berpendapat yang sesuai dengan aturan, tertib, dan damai.

Editor : Kholistiono

Ratusan Pasukan Keamanan Disiagakan Kawal Aksi 4 November di Pati

Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo bersama dengan Plt Bupati Pati Budiyono dan Kasatpol PP Pati Hadi Santosa berjalan, usai mengikuti apel pengamanan unjuk rasa di Mapolres Pati, Kamis (03/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo bersama dengan Plt Bupati Pati Budiyono dan Kasatpol PP Pati Hadi Santosa berjalan, usai mengikuti apel pengamanan unjuk rasa di Mapolres Pati, Kamis (03/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sedikitnya 625 pasukan keamanan disiagakan untuk mengawal aksi 4 November yang akan berlangsung di kawasan Pati Kota, Jumat (04/11/2016) besok. Aksi long march dan orasi terbuka yang akan digelar Forum Umat Islam (FUI) tersebut untuk mendukung fatwa MUI terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Untuk mengawal ribuan massa yang akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemda Pati tersebut, ratusan personel yang dilibatkan, antara lain 491 personel dari Polres Pati, satu peleton TNI sebanyak 33 personel, satu peleton pasukan pengendali massa sekitar 42 personel, dan satu peleton Satpol PP sekitar 28 personel.

Penyiapan pasukan keamanan itu dilakukan dengan apel bersama dalam rangka pengamanan aksi unjuk rasa di wilayah Kabupaten Pati yang digelar di Halaman Mapolres Pati, Kamis (03/11/2016). Mereka disiagakan untuk mengamankan aksi unjuk rasa, sekaligus mengantisipasi adanya kemungkinan huru-hara.

Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo mengatakan, apel bersama dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan seluruh kesatuan, mulai dari personel sampai dengan sarana dan prasarana dalam mengamankan aksi unjuk rasa, terutama di wilayah Pati.

“Apel hari ini merupakan representasi dari kesiapan kita atas tanggung jawab dan kepercayaan yang diberikan negara dan seluruh masyarakat untuk menjamin keamanan, ketertiban dan kelancaran demi suksesnya penyelenggaraan penyampaian pendapat di muka umum oleh masyarakat,” ujar Ari Wibowo.

Menurutnya, kemerdekaan menyampaikan pendapat merupakan hak setiap warga negara untuk menyampaikan pikiran dengan lisan dan tulisan secara bebas dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan UU Nomor 9 Tahun 1998.

Setiap warga negara, lanjutnya, secara perorangan atau kelompok, bebas menyampaikan pendapat sebagai wujud hak dan tanggung jawab berdemokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Karena itu, dia berharap aksi penyampaian pendapat yang dilakukan FUI Pati bisa berjalan aman, tertib dan sesuai dengan aturan.

Editor : Kholistiono

Polres Pati Pasang Spanduk Bebas Pungli

 Petugas tengah memasang spanduk Stop Pungli di tempat pembuatan SIM di Satlantas Polres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Petugas tengah memasang spanduk Stop Pungli di tempat pembuatan SIM di Satlantas Polres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Komitmen Polres Pati dalam memberantas tidak hanya dilakukan dengan melakukan razia dan inspeksi mendadak, tetapi juga dengan memasang spanduk bebas pungutan liar (pungli).

Spanduk tersebut berisi imbauan kepada warga untuk tidak memberikan pungli kepada petugas. “Stop Pungli, pemberi dan penerima suap dapat dipidana,” begitu bunyi spanduk yang dipasang di tempat-tempat pelayanan publik, seperti Samsat, Satlantas, hingga tempat pelayanan pembuatan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK).

Dalam spanduk tersebut juga mengimbau kepada warga untuk melaporkan melalui SMS atau Whatsapp bila ditemukan petugas melakukan pungli. “Kami memang belum sempurna, tapi kami selalu berusaha,” bunyi tulisan di bagian bawah spanduk tersebut.

Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo mengatakan, pemasangan spanduk menjadi bagian dari agenda untuk melawan lupa, supaya masyarakat tetap ingat untuk tidak bekerja sama dengan pungli. Dengan spanduk berisi ancaman pidana tersebut, petugas dan masyarakat diharapkan bisa mengatakan tidak pada pungli.

“Sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi melalui Kapolri, semua polisi diminta untuk bersih dari pungli dalam melayani masyarakat. Petugas yang melakukan pungli bisa terkena sanksi tegas, bahkan ancaman hukuman pidana. Pemberi dan penerima dapat dipidana,” ujar Ari Wibowo kepada MuriaNewsCom.

Selain pemasangan spanduk, Polres Pati juga membentuk tim pengawas untuk mengawasi sejumlah bagian yang rawan terjadi praktik pungli. Tim tersebut bertugas memantau dan menerima aduan dari masyarakat.

“Pungli bisa tercipta karena ada pemberi dan penerima. Karena itu, kami meminta kepada masyarakat untuk tidak memberikan kesempatan kepada petugas. Jika ada petugas yang terbukti melakukan pungli, kami tidak segan-segan untuk menindak tegas,” tegas Ari.

Editor : Kholistiono

Perempuan Paruh Baya Ditemukan Tewas di Parit Desa Ngening Pati

Petugas dan warga tengah melakukan evakuasi mayat yang ditemukan di sebuah parit Desa Ngening, Batangan, Selasa (25/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas dan warga tengah melakukan evakuasi mayat yang ditemukan di sebuah parit Desa Ngening, Batangan, Selasa (25/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang perempuan paruh baya bernama Parni (49), warga Desa Ngening RT 6 RW 1, Kecamatan Batangan, Pati ditemukan tewas di sebuah parit kawasan perkebunan desa setempat, Selasa (25/10/2016).

Jenazah korban ditemukan Kasno, warga setempat saat bersih-bersih di kebun. Jenazah ditemukan dalam kondisi telungkup dengan posisi menghadap selatan di sebuah parit pembuangan sampah.

“Sekitar pukul 08.45 WIB, saya bersih-bersih di kebun. Tiba-tiba saya lihat ada sesosok mayat berada di parit dalam keadaan telungkup. Posisinya menghadap ke selatan,” kata Kasno.

Setelah mengetahui wajah korban, Kasno langsung menghubungi keluarga korban dan melaporkan kepada perangkat desa. Dari perangkat desa, polisi yang dihubungi kemudian datang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Saat dikonformasi, Kapolsek Batangan AKP Harry Marcell membenarkan informasi adanya temuan mayat di Desa Ngening. Pihak keluarga sebetulnya merasa kehilangan sudah sejak Minggu, 23 Oktober 2016.

Namun, keluarga tidak kunjung menemukan saat mencarinya ke sejumlah tempat hingga akhirnya ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa pada Selasa (25/10/2016). “Pihak keluarga sudah melapor ke perangkat desa sejak Minggu. Namun, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia tiga hari setelah keluarga lapor ke perangkat desa,” tandasnya.

Editor : Kholistiono