Jadi Mucikari, Pemilik Warung Kuro-kuro di Ngrames Pati Terancam 16 Bulan Penjara

Polisi menggrebek warung kopi di Ngrames, Sukoharjo, Wedarijaksa yang dijadikan tempat prostitusi terselubung. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pemilik warung kuro-kuro Dukuh Ngrames, Desa Sukoharjo, Wedarijaksa, Pati berinisial WW (34) alias Dela ditangkap polisi, Rabu (31/8/2017) sore. Pelaku ditetapkan tersangka setelah terbukti menjadi mucikari di tempat prostitusi berkedok warung kopi.

Sebelum membekuk pelaku, polisi melakukan penyelidikan intensif ke warung kopi tersebut. Setelah terbukti menjadi mucikari, polisi langsung melakukan penyergapan.

“Pelaku dikenakan Pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan. Dia terbukti telah mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul. Selain mengamankan barang bukti, ada empat saksi yang sudah kami amankan,” ujar Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum, Kamis (31/8/2017).

Barang bukti yang diamankan, antara lain satu HP Samsung Galaxi J5 milik tersangka, satu unit HP Samsung Core 2 milik saksi, dan uang tunai Rp 250 ribu milik saksi lainnya.

Adapun modus operansi yang dilakukan, pelaku berjualan kopi di rumah kontrakannya sembari menawarkan pelanggan untuk bermain seks di dalam kamar tidur. Ketiga saksi yang diciduk polisi adalah pelanggan yang menggunakan jasa esek-esek.

“Awalnya kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa warung kopi itu digunakan untuk praktik prostitusi. Setelah itu, kami menerjunkan intelejen untuk melakukan penyelidikan. Setelah informasi itu benar dan ada barang bukti, kami langsung melakukan penggrebekan dan penangkapan pelaku,” jelas AKP Sulis.

Saat penggrebekan berlangsung, ada dua orang yang berada dalam satu kamar dalam keadaan terkunci. Namun, polisi berhasil membawa pelaku dan saksi-saksi beserta barang bukti ke Mapolsek Wedarijaksa.

Editor: Supriyadi

Jadi Sasaran Sindikat Pengedar Sabu-sabu, Polres Pati Gelar Operasi Narkotika di Kecamatan Dukuhseti

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo menegaskan pemberantasan narkotika di Pati sampai ke akarnya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati menggelar operasi khusus narkotika di wilayah Kecamatan Dukuhseti, menyusul kawasan tersebut menjadi sasaran sindikat pengedar sabu-sabu. Sejumlah tim khusus diterjunkan untuk melakukan deteksi kemungkinan adanya jaringan terselubung baru.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengatakan, operasi khusus narkotika itu sebagai respons cepat atas penangkapan sindikat pengedar sabu yang menyasar ke Pati dan sekitarnya. Sabu-sabu tersebut diedarkan di kawasan pedesaan, seperti Puncel, Kedawung, Kembang dan Dukuhseti, termasuk perbatasan Pati-Jepara.

“Tim operasi khusus sudah mulai melakukan penyisiran dan deteksi. Ini sebagai bentuk upaya pencegahan terhadap peredaran narkotika di Pati agar tidak meluas ke daerah-daerah lain,” jelas Kompol Sundoyo, Kamis (31/8/2017).

Pihak kepolisian menegaskan tidak akan berkompromi dengan pelaku tindak kejahatan. Terlebih, Presiden Jokowi menyatakan Indonesia sudah masuk darurat narkotika sehingga peredarannya harus dihentikan.

“Kita akan berantas sampai ke akar-akarnya, tidak peduli apakah dia anggota sendiri, masyarakat atau pejabat. Indonesia sudah darurat narkotika, kita akan tindak tegas, terutama di wilayah Pati,” tegasnya.

Selain menjadi sasaran peredaran narkotika, kawasan Dukuhseti juga terdapat pengedar yang merupakan residivis empat kali keluar masuk penjara. Karena itu, operasi khusus narkotika di Pati akan menyasar kepada pemakai, kurir dan pengedar.

Editor: Supriyadi

Lihat Bentor dengan Kondisi Mengerikan, Begini Reaksi Polisi Pati

Sejumlah bentor yang disita petugas di Satlantas Polres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan becak motor (bentor) yang beroperasi di kawasan jalan utama Pati ditilang dan disita polisi. Hingga pertengahan Agustus 2017, sedikitnya ada 50 bentor yang diamankan di Satlantas Polres Pati.

“Operasi kami lakukan di jalan-jalan utama. Pedesaan belum kita jangkau. Kami akan lakukan secara bertahap, mungkin di pedesaan nanti bisa. Ini sesuai dengan perintah Ditlantas Polda Jawa Tengah,” kata Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari, Selasa (22/8/2017).

Untuk mengambil bentor yang disita petugas sebagai barang bukti, pemilik bentor harus melengkapi surat dan ketentuan teknis. Bukti kepemilikan yang sah seperti BPKB juga harus bisa ditunjukkan kepada petugas.

Selain itu, pemilik harus mengembalikan fungsi asal bentor. Setelah semua syarat dipenuhi dan melalui mekanisme sidang, pemilik bisa mengambilnya di Kantor Satlantas Polres Pati.

“Pengembalian fungsi bentor harus dilakukan di Satlantas, kemudian pemilik membuat surat pernyataan agar tidak dirakit kembali. Beberapa pemilik yang memenuhi syarat sudah ada yang mengambil,” tuturnya.

Dia berharap, penerapan aturan yang tegas sesuai dengan undang-undang membuat para pemilik sadar, karena bentor melanggar ketentuan tertib berlalu lintas. Selain berpotensi menyebabkan kecelakaan, bentor dinilai mengakibatkan kemacetan lalu lintas.

Ia menambahkan, rata-rata bentor yang diamankan merupakan kendaraan tua dengan kondisi yang cukup mengerikan. Rem bentor juga banyak yang tidak layak jalan, sehingga membahayakan penumpang.

Editor : Ali Muntoha

14 Maling Motor di Pati Terjaring Operasi Jaran Candi 2017

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan tengah mengintrogasi sejumlah maling motor yang terjaring dalam Ops Jaran Candi 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 14 maling motor yang beroperasi di kawasan Kabupaten Pati terjaring Operasi Kejahatan Kendaraan (Jaran) Candi 2017. Hal itu diungkapkan Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan, Selasa (15/8/2017).

“Operasi ini mendasari pada analisa dan evaluasi yang dilaksanakan di tingkat Polda. Angka kejahatan curanmor berada di urutan kedua, setelah pencurian dengan pemberatan non-curanmor,” ujar AKBP Maulana.

Dalam Operasi Jaran 2017, pihaknya ditargetkan bisa mengamankan tiga kasus. Namun dalam pelaksanaannya, polisi berhasil membekuk 14 maling dari 17 kasus yang ditangani.

Adapun sejumlah barang bukti yang diamankan, antara lain 16 sepeda motor dan barang lain yang digunakan untuk tindak kejahatan sebanyak enam buah. Para maling sebagian besar menggunakan kunci T untuk melancarkan aksinya.

“Modus yang dilakukan rata-rata dengan cara merusak kunci kendaraan menggunakan kunci T. Modus yang mereka kembangkan semakin berkembang dan cepat. Sasaran utamanya di tempat-tempat parkir yang tidak terjangkau pantauan,” tuturnya.

Dari 14 maling yang diamankan, sebagian besar terlibat dalam sebuah jaringan pencurian sepeda motor. Mereka yang sebagian besar pencuri asal Pati beroperasi di hampir semua kecamatan, dari Tayu, Dukuhseti, Gabus, hingga Wedarijaksa.

“Yang ditangkap ini kebanyakan memiliki jaringan ke penadah juga. Beberapa di antaranya merupakan residivis yang mengulangi aksi lagi setelah keluar dari penjara,” imbuh AKBP Maulana.

Karena itu, dia mengimbau kepada warga Pati untuk berhati-hati saat memarkir kendaraan. Mengingat kemampuan maling yang bisa merusak kunci, pengendara harus memiliki kunci ganda dan menempatkan di lokasi yang terjangkau pandangan.

Editor : Ali Muntoha

Duh, 30 Warga Pati Jadi Korban Penipuan UN Swissindo

Contoh surat dari UN-Swissindo yang digunakan untuk menipu calon korban. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Warga Pati diimbau untuk mewaspadai tawaran yang menyebut dirinya UN-Swissindo tentang voucher human obligation dan biaya peningkatan kesejahteraan hidup.

Imbauan itu disampaikan Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo setelah ada korban hingga 30 nasabah, Sabtu (12/8/2017).

“Penipuan ini sudah ada di sejumlah daerah, termasuk Pati. Ada sekitar 30 nasabah yang tertipu UN-Swissindo di Pati,” kata Kompol Sundoyo.

Modus dari penipuan tersebut, salah satunya meminta korban untuk mencari debitur bermasalah untuk diajak bergabung, meminta korban membayarkan sejumlah uang pendaftaran untuk menjadi anggotanya dan mencari korban yang terlibat kredit macet, serta menjanjikan akan menyelesaikan hutangnya dengan jaminan surat berharga negara.

Bahkan, UN-Swissindo berani mengatasnamakan negara dan lembaga negara dengan dasar kedaulatan rakyat berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Modus tersebut dilakukan untuk mengelabuhi para korban.

“Jadi, sasaran korban adalah debitur bermasalah, dibujuk untuk tidak membayar hutang kepada kreditur. UN-Swissindo memberikan tawaran menggiurkan dengan melunasi semua hutang debitur. Tapi dengan syarat membayar biaya administrasi sebesar 50 persen dari angsuran bulanan,” tuturnya.

Demi menjaga keamanan masyarakat dari kejahatan penipuan berbasis keuangan, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk proaktif melaporkan kepada aparat penegak hukum bila ditemukan informasi sejenis.

UN Swissindo atau United Nations Swissindo World Trust International Orbit menyebut dirinya sebagai lembaga dunia yang mengklaim melepaskan hak keuangannya senilai 6,1 triliun dolar di Bank Indonesia dan enam bank, seperti Mandiri, BCA, BRI, BNI, CIMB, dan Danamon.

Uang sebanyak itu disebutkan untuk membebaskan utang rakyat Indonesia. Namun, pihak bank dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak membenarkan pengakuan itu. Sebab, klaim seperti itu sengaja dibuat untuk meyakinkan calon korban.

Editor: Supriyadi

Pencuri Motor Mio di Indomaret Juwana Dibekuk Polisi

Polisi berhasil mengamankan sepeda motor Mio yang dicuri maling di kawasan Indomaret Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati berhasil membekuk pencuri sepeda motor Mio milik Rachmatun Nafiah, warga Bakaran Kulon, Juwana, yang hilang di kawasan Indomaret, Jalan Kemasan, Desa Kudukeras, Juwana, Selasa (20/10/2015) lalu.

Kasat Reskrim Polres Pati AKP Galih Wisnu Pradipta mengatakan, pelaku berinisial SDC (27) alias Paemo, warga Tegalombo, Dukuhseti, Pati, tertangkap dalam Operasi Jaran Candi 2017. “Modus pencurian yang dilakukan menggunakan kunci T pada malam hari,” kata AKP Galih, Selasa (8/8/2017).

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti sepeda motor Mio yang berada di kawasan Donorejo, Jepara. Sementara pelaku saat ini ditahan di Mapolres Pati untuk penyidikan lebih lanjut.

Tersangka merupakan spesialis pencuri sepeda motor yang kerap beroperasi di sejumlah tempat. Dia menggunakan beberapa peralatan seperti kunci T yang digunakan untuk merusak kunci motor.

Hal itu yang membuat sepeda motor sasaran yang sudah dikunci ganda masih bisa dibobolnya. Dia memanfaatkan momentum pada malam hari dengan kondisi yang sepi.

“Kami sarankan kepada pemilik sepeda motor, meski sudah dikunci setang ganda, sebaiknya jangan lupa untuk selalu diawasi atau ditempatkan di lokasi yang cukup terjangkau oleh pengamatan orang,” pesan AKP Galih.

Editor : Ali Muntoha

Polres Pati Didesak Lebih Serius Tangani Dugaan Pungli Seleksi Perangkat Desa

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Pati – Polisi diminta untuk segera memproses laporan dugaan pungutan liar (pungli) pelaksanaan seleksi perangkat desa di Bulumanis Lor dan Ngemplak Kidul, Kecamatan Margoyoso. Desakan itu disampaikan praktisi hukum Nimerodi Gulo, Jumat (4/8/2017).

Menurutnya, pelaksanaan seleksi perangkat desa di kedua desa tersebut memenuhi unsur tindak pidana, karena memungut uang dari calon sebagai syarat. Namun, hingga saat ini menurut dia, belum ada perkembangan berarti dalam pengusutan kasus tersebut.

“Kami sudah datang ke Mapolres Pati untuk menanyakan perkembangan laporan tersebut. Jangan lama-lama memprosesnya. Kami meminta agar penanganannya serius, karena menyangkut kepentingan banyak orang,” kata Gulo.

Bahkan, dia menyarankan kepada polisi untuk menghadirkan ahli hukum untuk melakukan penyelidikan apakah pungutan untuk seleksi perangkat desa bertentangan dengan hukum atau tidak. Dia ingin kasus tersebut menjadi percontohan bagi masyarakat di Pati agar tidak mengulangi kasus yang sama.

Pasalnya, pungutan berupa uang sebagai syarat untuk mengikuti seleksi perangkat desa akan menutup kesempatan bagi warga potensial yang tidak punya uang. Bila ada kesepakatan bersama, kata Gulo, hal itu tidak ada dasar hukumnya sehingga dianggap bertentangan dengan hukum.

“Bupati atau presiden pun kalau melakukan kesepakatan jahat yang bertentangan dengan hukum, itu saja tidak boleh. Jadi meski ada kesepakatan untuk memungut uang dalam seleksi perangkat desa, itu tidak ada dasar hukumnya,” tuturnya.

Karena itu, Gulo menegaskan bila setiap warga negara harus punya kesempatan yang sama, termasuk dalam hal seleksi perangkat desa. Dalam peraturan daerah (perda), memang disebutkan dana penyelenggaraan seleksi perangkat desa berasal dari APBD dan dana lainnya.

Tapi, dana lain yang dimaksud berasal dari sumber yang sah, bukan dari kesepakatan jahat. Dia menyebutkan, dana yang sah misalnya sumbangan. Sayangnya, sumber dana lain dalam seleksi perangkat di Desa Bulumanis Lor dan Ngemplak Kidul ditarik dari calon, sebagai syarat wajib sehingga dinilai melawan hukum.

Di Bulumanis Lor, iuran untuk mengikuti seleksi mencapai puluhan juta rupiah. Sementara di Ngemplak Kidul, calon diwajibkan membayar Rp 1 juta, di mana ketentuan tersebut tertuang dalam peraturan panitia seleksi.

Editor : Ali Muntoha

Pastikan Rumah Terkunci saat Ditinggal Tarawih

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Pati – Warga Pati diimbau untuk memperketat keamanan selama Ramadan. Imbauan itu disampaikan Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo, Selasa (30/5/2017).

“Selama Ramadan, warga biasanya tarawih di masjid dan meninggalkan rumahnya. Pastikan rumah dalam keadaan terkunci. Kalau perlu beri pengaman tambahan,” ujar Kompol Sundoyo.

Melihat sejumlah kasus tahun lalu, maling berhasil membobol pintu rumah meski dikunci menggunakan gembok berukuran besar. Kasus itu terjadi di kawasan Perumahan Rendole, Margorejo pada Ramadan tahun lalu.

Padahal, kawasan tersebut masuk dalam kategori aman. Karena itu, pihaknya berharap agar sikap waspada untuk memperketat keamanan rumah perlu ditingkatkan selama Ramadan.

“Terlebih, pada akhir Mei ini, crime index mengalami kenaikan. Kami juga mengimbau kepada warga untuk tidak segan melaporkan secepatnya kepada petugas polsek setempat bila ada tindak kejahatan,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

Jelang Ramadan, Polisi Amankan Ribuan Botol Miras di Pati

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan (dua dari kanan) menunjukkan miras oplosan dalam gelar perkara di Mapolres Pati, Jumat (19/5/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Polisi berhasil mengamankan 6.187 botol minuman keras (miras) dari berbagai merek di Kabupaten Pati. Hal itu diungkap Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan dalam gelar perkara di halaman Mapolres Pati, Jumat (19/5/2017).
“Ribuan botol miras itu diperoleh dalam razia di berbagai wilayah di Kabupaten Pati. Ini menjadi bagian dari upaya dan komitmen kami untuk menumpas penyakit masyarakat (pekat) menjelang bulan suci Ramadan,” ujar AKBP Hamdan.

Dari 6.187 botol, miras jenis kolesom paling dominan yang mencapai 1.792 botol, disusul congyang 954 botol, anggur merah 765 botol, newport 512 botol, beras kencur 503 botol, mension 256 botol, vodka 170 botol, vodka iceland 196 botol, cap kunci 220 botol, miras merek 500 sebanyak 219 botol, topi miring 298 botol dan anggur putih 302 botol.

Selain itu, polisi juga menyita 376 liter miras oplosan. Sementara dari operasi di sejumlah tempat hiburan dan karaoke seperti Kampung Baru Margorejo, polisi mengamankan 67 botol miras berbagai ukuran dan merek.

“Dari ribuan botol miras itu, kami mengamankan 275 orang tersangka. Mereka akan kami proses secara hukum dalam tindak pidana ringan (tipiring). Proses hukum diharapkan bisa membuat pelaku miras jera,” imbuh AKBP Hamdan.

Menurutnya, miras menjadi induk dari segala tindak pidana kejahatan. Dari miras, seseorang bisa terlibat perkelahian, pemerkosaan dan tindak kejahatan lainnya. Karena itu, pihaknya berkomitmen memberantas miras di Pati menjelang Ramadan.

Ribuan botol miras itu rencananya akan dimusnahkan secara massal, setelah cukup dijadikan sebagai barang bukti untuk proses hukum. Dia berharap, pekat di Kabupaten Pati bisa diantisipasi dengan operasi pemberantasan miras.

Editor : Kholistiono

Anggota Polres Pati Digembleng Latihan Diskresi

Anggota Polres Pati menggelar simulasi diskresi penangkapan orang yang dicurigai teroris di halaman Mapolres Pati, Kamis (18/5/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Anggota Polres Pati digembleng dengan latihan diskresi untuk menggunakan hak istimewanya sebagai anggota Polri. Simulasi diskresi dilakukan di halaman Mapolres Pati, Kamis (18/5/2017).

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengatakan, simulasi diskresi berlangsung cukup dramatis. Massa pengunjuk rasa memblokade jalan pantura di kawasan pabrik PT Dua Kelinci. Petugas kemudian menghubungi Polres tetangga untuk meminta bantuan pengalihan arus lalu lintas.

Pada saat yang sama, anggota Satlantas Polres Pati melakukan pengalihan arus dalam kota dan menggelar razia di jalur lingkar, serta Jalan P Sudirman yang menjadi akses alternatif massa untuk menuju ke titik blokade jalan.

Masyarakat pengguna jalan diberhentikan dan diperiksa surat-surat kelengkapan berkendara. Tiba-tiba, ada pengendara yang tidak mau diberhentikan petugas lalu lintas.

Lantaran mencurigakan, petugas mengambil langkah dengan cara menghubungi petugas operator road blocker dengan menyebutkan ciri-ciri kendaraan. Setelah menerobos road blocker, kendaraan akan berhenti karena ban mengalami kebocoran. Anggota Reskrim dan Raimas yang sudah disiagakan lantas mengambil langkah tegas sesuai dengan protap yang berlaku.

“Polisi terpaksa menggunakan hak diskresi dengan memasang  road blocker untuk menghentikan orang yang dicurigai, misalnya teroris. Penggunaan senjata api itu langkah paling akhir,” kata Kompol Sundoyo.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan menambahkan, simulasi diskresi dalam dunia kepolisian dianggap penting untuk mengantisipasi kemungkinan adanya tindakan yang mencedarai keamanan masyarakat. Tak asal menggunakan hak istimewa, tetapi penggunaan hak diskresi harus sesuai dengan peraturan dan bertumpu pada keamanan bersama.

Editor : Kholistiono

Satlantas Pati Larang Kendaraan Bak Terbuka Berpenumpang

Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari menegaskan penegakan terhadap bentor dan kendaraan bak terbuka berpenumpang. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Satlantas Polres Pati saat ini tidak hanya fokus melarang becak motor (bentor) beroperasi, tetapi juga merambah pada larangan kendaraan bak terbuka berpenumpang. Hal itu ditegaskan Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari, Senin (1/5/2017).

Menurutnya, kendaraan bak terbuka fungsinya untuk mengangkut barang, bukan orang. Karenanya, kendaraan bak terbuka berpenumpang menjadi salah satu sasaran prioritas operasi penertiban.

“Kendaraan bak terbuka berpenumpang sama halnya dengan bentor, bisa membahayakan keselamatan pengendara, penumpang maupun pengendara lainnya. Kami akan tegas melakukan operasi,” ucap AKP Ikrar.

Salah satu kendaraan bak terbuka yang acapkali memuat penumpang di Pati, antara lain pikap dan roda tiga semacam Viar. Penyalahgunaan fungsi kendaraan tersebut biasa dijumpai di berbagai tempat, terutama pasar.

“Kami sudah mulai mengerahkan anggota polisi lalu lintas untuk langsung melakukan penindakan kepada pengendara bak terbuka yang mengangkut orang. Sebab, sosialisasi sudah kami lakukan, termasuk sosialiasi pelarangan bentor,” tuturnya.

Kendati sempat mendapatkan perlawanan dari penarik bentor, pihaknya mengaku tidak masalah karena apa yang dilakukan untuk menegakkan undang-undang demi keselamatan lalu lintas bersama. Pasalnya, Pati masuk sebagai daerah dengan angka kecelakaan tertinggi di Jawa Tengah sehingga perlu dilakukan penegakan secara serius.

Editor : Kholistiono

Penerimaan Anggota Polisi di Pati Dipastikan Bebas dari Penyimpangan

Wakapolres Pati Kompol Nyamin memberikan arahan kepada calon anggota Polri di Aula SMAN 2 Pati, Senin (17/4/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seleksi penerimaan anggota polisi di Kabupaten Pati dipastikan bebas dari penyimpangan. Hal itu ditegaskan Wakapolres Pati Kompol Nyamin, seusai melakukan penandatanganan pakta integritas kepada calon dan orangtua calon peserta seleksi penerimaan anggota Polri di Aula SMAN 2 Pati, Senin (17/4/2017).

“Ini merupakan agenda tahunan untuk melakukan proses rekrutmen anggota Polri. Dalam setiap pelaksanaannya, kami tegaskan Polres Pati mengutamakan prinsip bersih, transparan, akuntabel dan humanis,” ucap Kompol Nyamin.

Selain itu, pihaknya memastikan bila rekrutmen anggota Polri yang baru di Pati mendasarkan pada konsep integritas dan bebas dari segala bentuk penyimpangan. Hanya dengan rekrutmen yang jujur, institusi Polri akan mendapatkan anggota yang berkualitas.

“Tahun ini, kami mengusung konsep clean and clear. Kami sudah sampaikan, kami akan membawa komitmen Polri dalam penerimaan calon anggota Polri, jangan sampai ada permainan-permainan yang dikotori oknum-oknum seperti misalnya suap,” imbuh Kompol Nyamin.

Karena itu, dia meminta kepada calon anggota Polri yang tengah mengikuti seleksi ke tingkat Polda Jawa Tengah untuk percaya diri, semangat dan bisa memotivasi diri sendiri. Doa orang tua juga ditekankan agar anaknya yang sedang mengikuti seleksi penerimaan anggota Polri bisa lolos dan menjadi anggota polisi yang baik.

“Jangan percaya kalau ada yang menjanjikan pasti lulus dengan membayar sejumlah uang. Semua calon peserta harus berusaha seoptimal mungkin, sedangkan orang tua mesti mendoakan. Kita bersama-sama menciptakan suasana penerimaan anggota Polri yang berintegritas,” tambahnya.

Saat ini, sedikitnya ada 354 peserta yang lulus dalam seleksi di tingkat Polres Pati. Mereka akan ikut dalam seleksi di tingkat Polda Jawa Tengah. Dari 354 peserta lulus di tingkat Polres Pati, 54 orang merupakan calon Bintara TI, 253 bintara PTU, 23 orang Tamtama, dan 24 orang taruna Akpol.

Editor : Kholistiono

Polres Pati Bentuk Pasukan Khusus untuk Menangani Terorisme

Sejumlah personel pasukan khusus tengah berlatih olah senjata di Halaman Mapolres Pati, Rabu (12/4/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati membentuk tim buru sergap (buser) khusus untuk menangani terorisme. Buser khusus teroris dibentuk, mengingat maraknya aksi penyerangan terhadap anggota kepolisian.

“Pembentukan tim khusus ini sebagai bentuk kewaspadaan kami, mengingat anggota kepolisian banyak yang menjadi sasaran terorisme. Buser dibentuk untuk menangani masalah terorisme secara cepat bila ada hal yang tidak diinginkan terjadi,” ujar Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo, Rabu (12/4/2017).

Selain membentuk tim khusus, pihaknya mengimbau kepada anggota polisi baik yang bertugas di polres maupun polsek untuk berhati-hati, terutama saat di ruang publik. Dalam beberapa kasus, aktivitas polisi di ruang publik menjadi target serangan teroris.

Sebagai bentuk antisipasi, tim khusus dari intelejen juga sudah disiapkan. Mereka disebar untuk melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan adanya upaya teror dari kaum ekstremis.

“Tim khusus sudah kami bekali dengan rompi antipeluru dengan senjata lengkap. Tim intelejen akan melakukan deteksi dini, sedangkan tim buser akan melakukan tindakan cepat dan tepat bila ada indikasi kaum ekstremis di Pati,” tegasnya.

Untuk membekali antisipasi serangan teror, sejumlah pasukan khusus mengikuti latihan bongkar pasang senjata laras panjang jenis AK di Halaman Mapolres Pati. Dengan latihan tersebut, mereka diharapkan tidak hanya mahir menembak, tetapi juga bongkar pasang senjata.

“Latihan pasukan khusus menjadi langkah antisipatif terhadap gangguan keamanan. Keterampilan olah senjata personel pasukan khusus juga perlu ditingkatkan di tengah kondisi sosial yang cukup bergejolak,” pungkas Kompol Sundoyo.

Editor : Kholistiono

Budaya Tertib Berlalu Lintas di Pati Disebut Masih Rendah

Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari menyebut budaya tertib berlalu lintas di Kabupaten Pati masih sangat rendah. Hal itu terbukti dengan banyaknya kasus kecelakaan, kendati polisi sudah berupaya menekan angka kecelakaan di Pati.

“Penyebab tingginya angka kecelakaan di Pati, karena budaya tertib berlalu lintas masyarakat Pati masih rendah. Mereka tidak memikirkan keselamatannya sendiri, suka terburu-buru, menyalip tanpa mempertimbangkan situasi dan kondisi arus jalan,” ujar AKP Ikrar, Kamis (30/3/2017).

Bahkan, AKP Ikrar menyebut, pengendara rata-rata tertib berlalu lintas bukan sadar akan keselamatan, tapi takut dengan petugas kepolisian. Padahal, sadar tertib berlalu lintas sebetulnya untuk keselamatannya sendiri.

Dia mencontohkan, ada pengendara yang melintas di jalan tidak mengenakan helm. Setelah dicegat petugas, pengendara berkilah hanya berkendara jarak dekat. Meski jarak tempuh dekat, pemakaian helm tetap diwajibkan.

“Nasib tidak ada yang tahu. Kalau cuma berkendara 200 meter, siapa tahu kita tertabrak di jarak seratus meter. Maka, penggunaan helm itu untuk keselamatannya sendiri, bukan soal melanggar aturan atau takut petugas polisi. Kesadaran ini yang mesti kita pupuk supaya angka meninggal dunia di jalan bisa ditekan,” tuturnya.

Saat ini saja, sedikitnya ada 130 pelanggar lalu lintas yang terjaring razia. Sebagian besar dari mereka tidak menggunakan helm, tidak memiliki surat-surat kelengkapan berkendara seperti SIM dan STNK, serta kendaraan tidak sesuai dengan spesifikasi.

Karena itu, ia mengimbau kepada warga Pati untuk bersama-sama tertib berlalu lintas untuk mewujudkan keamanan dan keselamatan di jalan. “Janganlah tertib berlalu lintas karena takut dengan petugas kepolisian, tapi tertib untuk keselamatan nyawa sendiri,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Asyik Judi Habis Jumatan, 5 Warga Margomulyo Pati Diciduk Polisi

Sejumlah warga Desa Margomulyo, Tayu, Pati diciduk polisi saat bermain judi kartu domino. (MuriaNewsCom/lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Lima orang warga Desa Margomulyo, Kecamatan Tayu, Pati diciduk polisi, karena tertangkap tangan tengah bermain judi domino. Kelimanya adalah Sukarmin (41), Agus Junaedi (46), Edi Sucipto (31), Junaedi (31), dan Efi Waluyo (27).

Kelimanya asyik berjudi saat orang-orang selesai beribadah salat Jumat. Operasi tangkap tangan kepada kelima pelaku dilakukan pada Jumat (24/2/2017) pukul 14.00 WIB. Mereka tidak berkutik saat polisi melakukan penggrebekan, mengamankan barang bukti dan menangkap para pelaku.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengatakan, penggerebekan pelaku judi kartu domino berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan adanya aktivitas judi di rumah Suparni.

“Kami mendapatkan informasi adanya judi kartu domino. Kami langsung memerintahkan anggota untuk melakukan penyelidikan,” ujar Kompol Sundoyo, Sabtu (25/2/2017).

Sejumlah petugas kemudian mendatangi rumah Suparni untuk memastikan informasi dari masyarakat. Ternyata benar, sebanyak lima orang tengah bermain kartu domino disertai dengan taruhan.

Sontak, petugas langsung melakukan penggerebekan dengan menangkap pelaku dan mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, satu set kartu remi dan dua kartu domino, termasuk uang senilai Rp 927 ribu.

Saat ini, para pelaku sedang diproses secara hukum di Polsek Tayu. Mereka dijerat dengan pasal 303 KUHP dengan hukuman pidana penjara paling lama sepuluh tahun atau denda paling banyak Rp 250 juta.

Editor : Ali Muntoha

 

 

Polisi Tetapkan 4 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Bansos Sapi di Pati

Polisi mendatangi Kejari Pati untuk melimpahkan berkas penanganan kasus dugaan korupsi bansos ternak sapi di Pati, Kamis (23/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Polisi menetapkan empat tersangka kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) pengadaan ternak sapi di Kabupaten Pati. Dari empat tersangka, tiga tersangka di antaranya dinyatakan P21 (lengkap) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati.

Ketiga tersangka yang dinyatakan P21, antara lain RD (50), warga Perum Wijayakusuma Pati, Sg (48) warga Desa Parenggan, Pati, dan Sk (43), warga Desa Ngurensiti, Kecamatan Wedarijaksa. Ketiga tersangka merupakan pihak rekanan yang menggarap proyek tersebut.

Kasat Reskrim Polres Pati AKP Galih Wisnu Pradipta mengatakan, proyek senilai Rp 3,08 miliar tersebut mengakibatkan negara mengalami kerugian sebesar Rp 350 juta. “Proyek ini dikerjakan di berbagai daerah, seperti Kecamatan Pati, Winong, Jaken, Jakenan, Pucakwangi, Gabus, Kayen, Sukolilo, Wedarijaksa, Margoyoso, Dukuhseti, dan Tayu,” ujar AKP Galih, Kamis (23/2/2017).

Bansos tersebut berasal dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Tengah pada 2012 dan menjadi APBD Kabupaten Pati dengan Dinas Pertanian Kabupaten Pati sebagai leading sektornya. Dari 47 gabungan kelompok tani (gapoktan) yang mendapatkan bansos, satu gapoktan dinyatakan mengundurkan diri.

“Dana awalnya Rp 3,12 miliar, berhubung ada satu gapoktan yang yang mengundurkan diri, akhirnya menjadi Rp 3,08 miliar. Setelah dana masuk Dinas Pertanian, kemudian dilakukan lelang menjadi sembilan paket pengadaan, seperti pengadaan sapi, alat pertanian, kandang dan tempat pembuangan kotoran sapi,” tambahnya.

Dari proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan polisi, ada indikasi pengerjaan proyek yang tidak sesuai dengan spesifikasi. Karena itu, polisi menyatakan ada indikasi korupsi proyek pengadaan ternak sapi tersebut.

Proses pemeriksaan kasus dugaan korupsi tersebut diakui berlangsung cukup lama. Untuk penyelidikan, polisi butuh waktu selama setahun, sedangkan proses penyidikan butuh waktu setahun. Proses yang lama disebabkan adanya upaya untuk penyamaan persepsi, karena melibatkan ahli konstruksi dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam penanganan kasus tersebut.

Editor : Kholistiono

Terlibat Narkoba, Oknum Polisi di Pati Divonis 9 Tahun Penjara

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Pati – Anggota Polres Pati, Dadang Iswahyudi akhirnya divonis sembilan tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan penjara. Di meja pengadilan, Dadang terbukti menyalahgunakan narkoba.

Hakim Ketua Irfanuddin menyatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 114 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Putusan tersebut berdasarkan pada sejumlah pertimbangan.

Salah satunya, terdakwa merupakan penegak hukum yang mestinya memberantas penyalahgunaan narkoba dan memberikan contoh kepada masyarakat, bukan sebaliknya. Selain itu, barang bukti yang dihadirkan di meja persidangan dalam jumlah yang cukup besar.

Dalam Pasal 114 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 menyebutkan, dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

Seperti diberitakan sebelumnya, Dadang Iswahyudi ditangkap tangan pimpinannya sendiri, Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo di sebuah kompleks perumahan pada Senin (16/7/2016) malam. Dadang ditangkap tangan dalam sebuah operasi bersih-bersih narkoba di wilayah Pati.

“Indonesia masuk dalam kategori darurat narkoba dan butuh penanganan secara serius, baik di internal kepolisian maupun masyarakat umumnya. Karena itu, kami tidak akan tebang pilih dalam memberantas setiap penyalahgunaan narkoba,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Polisi Tinjau TPS di Pati yang Terkena Banjir

Polisi bersama KPU dan Panwaslu meninjau sejumlah TPS yang terkena banjir di Pati, Senin (13/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati yang dipimpin Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo bersama dengan Komisioner KPU dan Panwaslu Pati meninjau sejumlah lokasi tempat pemungutan suara (TPS) di Pati yang terkena banjir, Senin (13/2/2017).

Padahal, pemungutan suara pada Pilkada Pati kurang dua hari lagi. Bila banjir tidak segara surut, dikhawatirkan akan mengganggu jalannya pelaksanaan pilkada. Hal itu yang membuat polisi ikut mengawal dan memantau kondisi banjir di TPS agar pemungutan suara bisa berjalan dengan baik.

“Ada sejumlah tempat yang akan dijadikan TPS terkena banjir. Karena itu, kami turun di lapangan langsung untuk melakukan peninjauan sehingga langkah-langkah penanganannya bisa dilakukan dengan tepat. Dengan demikian, pilkada bisa berjalan dengan baik,” ujar AKBP Wibowo.

Sejumlah titik TPS terdampak banjir yang ditinjau, di antaranya kawasan Ngantru, Desa Mustokoharjo, Kecamatan Pati, Dukuh Dongdil, Desa Gedungmulyo, Jakenan, dan Desa Tluwah, Kecamatan Juwana. Bila nanti masih belum surut, lokasi TPS yang terkena banjir akan dipindah.

“Dari hasil peninjauan di lapangan, kami memutuskan untuk memindah tempat TPS di lokasi yang tidak terkena banjir. Sebab, kemungkinan hujan masih bisa terjadi sehingga sebaiknya dipindah ke tempat yang bebas banjir,” tutur AKBP Wibowo.

Ketua KPU Pati Much Nasih menambahkan, langkah-langkah preventif perlu dilakukan agar masyarakat tetap bisa menggunakan hak pilihnya tanpa terganggu dengan banjir. Karenanya, evaluasi dari hasil peninjauan memutuskan tim untuk memindah lokasi TPS yang tidak mudah tergenang banjir saat hujan datang.

Editor : Kholistiono

Polisi Gagalkan Penyelundupan 5 Ton Pupuk Bersubsidi di Pati

Polisi menunjukkan ratusan karung pupuk bersubsidi yang akan diselundupkan dari kawasan Tayu ke Desa Maitan, Desa Tambakromo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Polisi menunjukkan ratusan karung pupuk bersubsidi yang akan diselundupkan dari kawasan Tayu ke Desa Maitan, Desa Tambakromo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polsek Tambakromo berhasil menggagalkan penyelundupan pupuk bersubsidi jenis Phonska di kawasan Jalan Gabus-Tambakromo, Pati, Selasa (7/2/2017) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Pupuk bersubsidi sebanyak lima ton yang dimuat truk dari Desa Sendangrejo, Tayu tersebut akan dikirim ke Desa Maitan, Kecamatan Tambakromo. Namun, polisi yang mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya penyelundupan pupuk bersubsidi langsung mencegatnya di Jalan Gabus-Tambakromo.

“Operasi tangkap tangan terhadap adanya aktivitas penyelundupan pupuk bersubsidi ini berawal dari informasi masyarakat. Informasi menyebutkan, ada pengiriman pupuk bersubsidi yang akan dijual di wilayah Tambakromo sehingga kami langsung bergerak,” ujar Kapolsek Tambakromo AKP Wasito, Rabu (8/2/2017).

Dari hasil tangkap tangan, polisi mengamankan ratusan karung pupuk bersubsidi. Polisi juga menggelandang sopir truk, Surya Wibowo, warga Desa Sendangrejo, Tayu yang merupakan pemilik pupuk.

Dari hasil penyidikan, pelaku menjual pupuk bersubsidi seharga Rp 135 ribu per karung dari hasil pembelian seharga Rp 125 ribu. Pupuk bersubsidi dari pemerintah mestinya bisa dibeli petani dengan harga Rp 115 ribu.

“Pelaku membeli pupuk bersubsidi dari seorang warga Ngablak berinisial HRY seharga Rp 125 ribu. Dia kemudian menjualnya lagi kepada warga dengan mengambil keuntungan Rp 10 ribu per karung,” tutur AKP Wasito.

Kasus tersebut kemudian dilimpahkan ke Polres Pati. Pelaku dijerat dengan Pasal  pasal 110 jo pasal 36 jo pasal 35 (2) UU No 7 tahun 2014 tentang perdagangan, jo pasal 2 Perpres RI No 15 tahun 2011 tentang perubahan Perpres No 77 tahun 2005 tentang penetapan pupuk bersubsidi dalam pengawasan jo pasal 30 (3) jo pasal 21 (2) Permendag RI, No 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi sektor pertanian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Editor : Kholistiono

Peran Intelijen Dioptimalkan untuk Antisipasi Serangan Fajar pada Pilkada Pati

Komisioner Kompolnas Irjen Pol (Purn) Yotje Mende mengunjugi Mapolres Pati beberapa waktu lalu dalam rangka pengawasan kinerja Polri tentang persiapan pengamanan Pilkada Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Komisioner Kompolnas Irjen Pol (Purn) Yotje Mende mengunjugi Mapolres Pati beberapa waktu lalu dalam rangka pengawasan kinerja Polri tentang persiapan pengamanan Pilkada Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pati kurang sepekan lagi. Masyarakat Pati akan mengikuti pesta demokrasi yang akan digelar pada Rabu (15/2/2017) mendatang.

Untuk mengantisipasi adanya serangan “serangan fajar”, jajaran Polres Pati akan mengoptimalkan peran intelijen. Hal itu diharapkan agar polisi ikut mengamankan pilkada supaya pesta demokrasi bisa berjalan dengan jujur, tertib, dan kondusif.

“Presiden sudah mengingatkan kepada kita soal serangan fajar untuk kepentingan kelompok tertentu, salah satunya untuk politik uang. Sekecil apapun, politik uang harus diantisipasi karena hal itu menjadi embrio kekacauan,” kata Komisioner Kompolnas Irjen Pol (Purn) Yotje Mende, Selasa (7/2/2017).

Memasuki masa tenang, lanjut dia, intelijen mesti bergerak. Pada masa-masa itu, tidak menutup kemungkinan adanya serangan fajar dari kelompok tertentu yang ingin memengaruhi suara.

“Pengembangan intelijen harus dioptimalkan. Bila ada hal-hal yang menjadi embrio kekacauan, intelijen hingga Babinkamtibmas harus membuat laporan tertulis secara berjenjang. Jangan underestimate,” pesannya.

Dalam mengoptimalkan peran intelijen, Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo akan melakukan pendekatan formal dan informal. Akurasi data juga akan diutamakan untuk mendapatkan informasi yang valid.

“Prinsip kami, lebih baik mencegah daripadi mengobati. Sebab, mengobati akan lebih berat pada tenaga dan biaya. Permasalahan sekecil apapun akan diantisipasi dengan mengoptimalkan deteksi dini,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Polisi Bentuk Satgas Khusus untuk Mengamankan Pilkada Pati

Komisioner Kompolnas RI Irjen Pol (Purn) Yotje Mende (tengah) mendukung langkah Polres Pati membuat satgas khusus untuk mengamankan Pilkada Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Komisioner Kompolnas RI Irjen Pol (Purn) Yotje Mende (tengah) mendukung langkah Polres Pati membuat satgas khusus untuk mengamankan Pilkada Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati membentuk satuan tugas (satgas) dari lintas fungsi untuk melakukan pengamanan Pilkada Pati. Satgas terdiri dari satuan reserse, intelijen, binmas, satlantas dan satuan lainnya yang sudah disiagakan.

“Kami ada satgas di sentra penegakan hukum terpadu (gakkumdu) yang terdiri dari polisi, jaksa dan panwaslu. Kami juga ada satgas preventif yang sudah dibentuk secara khusus untuk pengamanan Pilkada Pati secara penuh,” ujar Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo.
Pembentukan satgas khusus tersebut mendapatkan dukungan dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Pasalnya, Pilkada Pati masuk dalam kategori rawan sehingga perlu kekuatan besar untuk mengantisipasi adanya kemungkinan kerusuhan.

“Kami sangat merespons positif kunjungan Kompolnas ke Mapolres Pati beberapa hari yang lalu. Sebab, tidak semua tempat mendapatkan dukungan moril dari Kompolnas. Kami sudah konsultasi apakah ada perubahan konsep pengamanan atau tidak,” tuturnya.

Sementara itu, Komisioner Kompolnas RI Irjen Pol (Purn) Yotje Mende mengatakan, satgas khusus perlu dibentuk untuk membantu Sentra Gakkumdu bila ada polemik dalam Pilkada Pati. Meski demikian, satgas khusus diminta untuk selalu berkoordinasi dengan Gakkumdu, sebelum melakukan tindakan.

“Kalau ada perusakan barang atau tindakan-tindakan anarkis, satgas khusus berkoordinasi dengan gakkumdu dulu. Bila kewalahan, baru Gakkumdu bisa meminta bantuan satgas khusus dari Polres Pati,” ucapnya.

Dalam penegakan hukum pilkada, polisi juga diminta aktif bersama Gakkumdu untuk menganalisa apakah perbuatan seseorang dalam konteks pilkada masuk kategori pidana pemilu atau pidana murni. Karenanya, satgas khusus diharapkan bisa berkoordinasi dengan sentra Gakkumdu supaya kemungkinan gejolak selama pilkada dapat diantisipasi dengan baik.

Editor : Kholistiono

Debat Publik Pilkada Pati Dikawal Ketat Polisi dengan Pengamanan Berlapis

Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo memimpin apel pengamanan debat calon tunggal Pilkada Pati, Sabtu (4/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo memimpin apel pengamanan debat calon tunggal Pilkada Pati, Sabtu (4/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Debat publik Pilkada Pati yang diikuti pasangan calon tunggal di Gedung DPRD Pati, Sabtu (4/2/2017), dikawal ketat polisi. Sampai-sampai, polisi melakukan pengamanan berlapis.

Sedikitnya ada 616 personel keamanan yang dikerahkan, disebar di berbagai titik untuk mengantisipasi adanya kemungkinan kerusuhan. Ratusan pasukan pengamanan debat publik calon tunggal tersebut terdiri dari 499 orang dari Polres Pati, 50 orang Brimob, 90 orang prajurit TNI AD, 35 orang Satpol PP, Linmas 30 orang, dan Dishub enam orang.

Kawasan alun-alun sendiri diblokade dengan pengamanan berlapis. Di sebelah utara, polisi memblokade arus masuk ke alun-alun di depan Gereja Isa Almasih, kemudian berlapis di pertigaan sebelah utara DPRD Pati.

Pada saat debat terbuka berlangsung, tidak semua orang bisa masuk. Hanya tamu undangan yang berjumlah 346 orang dari berbagai pihak yang bisa memasuki kawasan tersebut. Pengamanan berlapis untuk mengantisipasi adanya kemungkinan kerusuhan.

“Sesuai instruksi dari Komisioner Kompolnas, kami diminta untuk melakukan pengamanan Pilkada Pati sebaik mungkin. Lebih baik melakukan pencegahan secara preventif, ketimbang mengobati ketika sudah terjadi kerusuhan,” kata Kompol Sundoyo.

Debat publik yang berlangsung sekitar 1,5 jam tersebut selesai dengan aman. Salah satu yang dikhawatirkan, antara lain kemungkinan ada gerakan dari relawan kotak kosong yang berpotensi memicu konflik dengan Timses Haryanto-Saiful Arifin. Dia berharap, pelaksanaan tahapan pilkada bisa berlangsung aman dan tertib hingga berakhirnya pilkada.

Editor : Kholistiono

Kerawanan Pilkada Pati Jadi Sorotan Kompolnas

Komisioner Kompolnas Irjen Pol (Purn) Yotje Mende (kanan) saat melakukan kunjungan kerja di Mapolres Pati, Jumat (3/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Komisioner Kompolnas Irjen Pol (Purn) Yotje Mende (kanan) saat melakukan kunjungan kerja di Mapolres Pati, Jumat (3/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengunjungi Markas Polres Pati, Jumat (3/2/2017). Kunjungan tersebut dalam rangka pengawasan kinerja Polri terkait persiapan pengamanan Pemilukada serentak 2017.

Komisioner Kompolnas Irjen Pol (Purn) Yotje Mende mengatakan, ada hal-hal yang perlu dicek di Pati terkait dengan pilkada. Tingkat kerawanan yang saat ini memasuki masa kampanye akhir perlu mendapatkan perhatian khusus dari petugas kepolisian.

“Menurut laporan yang masuk, ada hal-hal yang perlu diantisipasi pada Pilkada Pati. Penekanan dari pimpinan Polri meminta supaya polisi tidak underestimated, kerawanan-kerawanan sekecil apapun yang muncul tidak diduga atau yang berpotensi mengganggu ketertiban mesti diantisipasi,” ujar Yotje.

Menurutnya, regulasi pilkada sudah ada dan jelas. Karena itu, polisi diminta untuk melakukan pengamanan sesuai dengan regulasi yang ada. Apapun yang dilakukan polisi, Yotje meminta supaya polisi mengutamakan kepentingan umum.

“Kebijakan dalam memutuskan suatu tindakan pada pilkada mesti berdasarkan ketentuan-ketentuan peraturan, undang-undang atau hukum. Semuanya berdasarkan kebijaksanaan, pertimbangan atau keadilan. Ini yang disebut dengan diskresi kepolisian,” ucapnya.

Terkait dengan aksi pengamanan yang dilakukan Polres Pati saat relawan kotak kosong akan menggelar aksi long march tak lama ini, Yotje memberikan apresiasi. Langkah yang ditempuh Polres Pati untuk kembali pada perjanjian antara para pihak untuk tidak melakukan pergeseran massa diakui sudah tepat.

Dia melihat, langkah yang ditempuh Polres Pati sudah berdasarkan kepentingan bersama. Dia berharap, langkah-langkah antisipatif perlu dilakukan hingga pilkada selesai. Hal itu untuk menghindari gejolak yang berpotensi membuat kerawanan kerusuhan.

Sementara itu, Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo mengaku siap melakukan langkah pengamanan pilkada, terutama pengamanan preventif. Saat ini, pihaknya sudah menyiagakan sekitar 1.220 pasukan keamanan yang masih dibantu pasukan dari Brimob, Kodim 0718/Pati, pasukan pemukul Alugoro, hingga penguatan dari Satpol PP dan Linmas.

Editor : Kholistiono

Kapolres Pati Tindak Tegas Anggotanya yang Terlibat Kasus Narkoba

Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo didampingi Kabag Ops Kompol Sundoyo memberikan keterangan terkait dengan pemberantasan narkoba di tubuh Polres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo didampingi Kabag Ops Kompol Sundoyo memberikan keterangan terkait dengan pemberantasan narkoba di tubuh Polres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo tidak segan untuk melibas anggotanya sendiri yang terlibat mengonsumsi atau mengedarkan narkoba. Salah satu oknum polisi yang ditangkap tangan AKBP Ari Wibowo berinisial DI.

Selain DI, ada sekitar 21 anggota polisi yang ditahan karena terlibat narkoba. “Selama itu bisa dibuktikan, prosesnya tetap jalan. Ada beberapa anggota yang kita proses. Soal nanti dilakukan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) akan dikaji, masih layak atau tidak,” ujar AKBP Wibowo.

Untuk membuktikan anggotanya terlibat kasus narkoba, dia meminta keterangan dari tersangka dibuktikan dengan fakta-fakta dan saksi-saksi lainnya. Selama kasus itu bisa dibuktikan, dia akan memprosesnya dengan tegas. Dia tidak ingin institusi kepolisian sebagai penegak hukum yang berkomitmen memberantas narkoba, justru terlibat kasus narkoba.

“Dari bukti urine yang tidak ada barang bukti saja, kita tahan semuanya. Ada 21 anggota yang pernah kita tahan. Saat ini, sehari ada tiga kali sidang untuk memproses itu. Kita main random, ada tanda-tanda tidak beres, langsung kita cek urine,” tuturnya.

Bila terbukti positif, anggotanya akan langsung disidang. Hal itu diharapkan untuk menekan dan meminimalisasi penyimpangan-penyimpangan yang ada di tubuh Polri. Selama ia menjabat sebagai Kapolres Pati, semua anggota harus terdata dan dihukum bila terbukti terlibat kasus narkoba.

DI sendiri saat ini masih menjalani masa persidangan dan dituntut sepuluh tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. DI didakwa Pasal 114 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Terlebih, DI merupakan anggota polisi yang mestinya memberantas, tetapi justru menyalahgunakan sehingga dikenakan tuntutan cukup berat.

DI digerebek pimpinannya sendiri, AKBP Ari Wibowo, saat berada di rumah kontrakan di Kompleks Perumnas Griya Joyokusumo Pati, pertengahan 2016 lalu. Menurutnya, di depan hukum, semua orang sama meskipun anggota polisi. Justru, kata dia, polisi mesti memberikan contoh, bukan melanggar hukum.

Editor : Kholistiono

Aksi Long March Digagalkan Polisi, Relawan Kotak Kosong Bakal Mengadu ke Mabes Polri dan DKPP

Seorang pemuda melakukan tanda tangan di atas kain putih di Jalan Pemuda Pati, Kamis (26/1/2017). Hal itu untuk mendukung kotak kosong pada Pilkada Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang pemuda melakukan tanda tangan di atas kain putih di Jalan Pemuda Pati, Kamis (26/1/2017). Hal itu untuk mendukung kotak kosong pada Pilkada Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sutiyo, relawan kotak kosong yang juga Ketua Aliansi Kawal Demokrasi Pilkada (AKDP) Pati rencananya akan mengadu ke Mabes Polri terkait dengan Pilkada Pati. Langkah itu akan diambil, karena pergerakan untuk melakukan sosialisasi kotak kosong di Pati diakui sulit.

“Kami sulit bergerak dalam melakukan sosialisasi. Ada berbagai macam kendala. Kami juga terbentur tidak mendapatkan izin dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati. Setelah ini, kami akan melakukan konsolidasi internal dan akan membuat event yang lebih besar lagi,” kata Sutiyo, Kamis (26/1/2017).

Dia mengklaim, ada sekitar 2.000 orang yang bertolak dari berbagai wilayah untuk melakukan aksi long march sebagai salah satu bentuk sosialisasi kotak kosong. Rencananya, aksi long march dimulai dari Sekretariat AKDP, Kamis (26/1/2017). Namun, aksi mereka gagal karena dikawal ketat petugas kepolisian.

“Kami akan laporkan insiden ini kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI. Kami akan segera ke Jakarta. Kami juga akan konsultasi ke Mabes Polri. Biar pejabat-pejabat di pusat tahu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo yang menerjunkan sekitar 500 personel mengatakan, langkah yang diambil polisi demi keamanan bersama. “Langkah yang kami ambil sebagai tindak lanjut dari komitmen kemarin waktu dengan KPU dan Panwas, tidak ada aktivitas pergeseran,” kata AKBP Wibowo.

Pengamanan aktivitas kotak kosong juga diakui untuk kepentingan masyarakat Pati. Dia mengajak kepada semua pihak untuk bersama-sama menggunakan kepala dingin, karena semuanya tidak ada yang tidak bisa didiskusikan. Kegiatan kotak kosong juga diakui sebagai haknya masing-masing.

Namun, polisi hanya menegakkan komitmen para pihak yang sudah berdiskusi di Kantor KPU Pati, Rabu (25/1/2017) untuk tidak ada aktivitas pergeseran massa. “Komitmen itu kan dari beliau-beliau sendiri, silakan disesuaikan saja komitmennya,” ucapnya.

Relawan kotak kosong yang gagal melakukan aksi jalan santai akhirnya membentangkan kain putih. Mereka melakukan tanda tangan di atas kain putih untuk mendukung keberadaan kotak kosong pada Pilkada Pati yang akan digelar pada 15 Februari 2017.

Editor : Kholistiono