Kabid Humas Polda Jateng: Polisi Harus Melek Media Sosial

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol R. Djarod Padakova saat memimpin apel di Mapolres Kudus, Kamis (24/8/2017). (Polres Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol  R. Djarod Padakova berpesan kepada anggota kepolisian Polres Kudus, agar tidak gagap teknologi (gaptek) terhadap media sosial. Artinya, setiap anggota harus melek media sosial. 

Pesan tersebut disampaikan saat bertandang ke Mapolres Kudus, Kamis (24/8/2017). Dia mengatakan, setiap anggota kepolisian dapat aktif di media sosial. Seperti Facebook yang banyak digunakan masyarakat dan dijadikan tempat berbagi informasi.

“Anggota polisi dapat memantau media sosial. Manfaatnya sangat banyak, seperti menangkal adanya berita hoax sehingga jika ada berita hoax dapat Langsung diluruskan,” katanya.

Baca Juga: Akun Medsos Anggota Polres Kudus Tak Bisa Dibuka Humas Polda Jateng, Ini Alasannya

Dalam menangkal berita hoax, kata dia, tak melulu harus menggunakan akun sosial media milik Polres Kudus. Namun juga bisa menggunakan akun pribadi tiap anggota. Sehingga, masyarakat juga bisa lebih nyaman.

Selain itu, masyarakat sangat familiar akan sosial media. Media sosial merupakan media yang paling mudah diakses. Sehingga hal ini diharapkan akan efektif untuk meningkatkan citra Polri di mata masyarakat.

“Jika masyarakat enggan melaporkan kejadian, maka petugas dapat memantau lewat media sosial. Dan informasi dapat diluruskan anggota,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

 

Akun Medsos Anggota Polres Kudus Tak Bisa Dibuka Humas Polda Jateng, Ini Alasannya

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol R.Djarod Padakova (kanan) saat memeriksa handphone anggota Polres Kudus, Kamis (24/8/2017). (Polres Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus –  Beberapa akun media sosial (medsos) milik anggota Polres Kudus yang diperiksa Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol R.Djarod Padakova ternyata tak bisa dibuka. Alasannya, beberapa anggota tersebut tak memiliki paketan internet dan harus bergantung pada WiFi.

”Waktu dibuka, ada yang paketannya habis. Jadi akunnya tak bisa dibuka dan harus bergantung dengan WiFi,” kata Djarod, Kamis (24/8/2017).

Meski begitu, pemeriksaan tetap berjalan lancar. Puluhan akun media sosial milik anggota yang diperiksa juga tak disalahgunakan. Karena itu, ia meminta semua anggota polisi melek media supaya lebih dikenal masyarakat.

”Handphone milik anggota juga sudah canggih, semua smartphone. Untuk itu, sudah selayaknya untuk melek media,” ujarnya.

Baca Juga : Akun Medsos Anggota Polres Kudus Diperiksa Kabid Humas Polda Jateng

Salah satu caranya, lanjutnya, dengan mempublikasikan berbagai prestasi yang dilakukan oleh Polri. Mulai dari keberhasilan mengungkap kasus, memberitakan berbagai terobosan-terobosan dan kegiatan-kegiatan Polri yang dapat meningkatkan citra Polri dimata masyarakat.

Karena itu, apabila melihat atau menemui kejadian apapun yang berhubungan dengan aksi seorang polisi yang heroik di lapangan, hendaknya direkam atau difoto menggunakan HP masing-masing. Kemudian hasilnya diposting ke media sosial seperti facebook, YouTube dan lain lain.

”Mengapa saya memilih media sosial? Karena media sosial merupakan media yang paling mudah diakses. Sehingga lebih efektif untuk meningkatkan citra Polri di mata masyarakat,” tambahnya.

Apalagi, tambah Djarod, ia yakin handphone canggih yang dimiliki anggota sudah dilengkapi dengan akun media sosial. Karenanya, hal itu tak akan memberatkan dan bisa dilaksanakan dengan maksimal.

Editor: Supriyadi

Akun Medsos Anggota Polres Kudus Diperiksa Kabid Humas Polda Jateng

 

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol R.Djarod Padakova (kanan) saat memeriksa handphone anggota Polres Kudus, Kamis (24/8/2017). (Polres Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Akun media sosial (medsos) anggota Polres Kudus diperiksa jajaran Humas Polda Jateng, Kamis (24/8/2017). Tak tanggung-tanggung, pemeriksaan dilakukan langsung oleh Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol R.Djarod Padakova.

Pemeriksaan sendiri dilakukan orang nomor satu di jajaran Humas Polda Jateng itu usai memimpin apel anggota di halaman Mapolres Kudus. Tujuannya, ia ingin mengetahui pemanfaatan medsos oleh anggota, terutama dalam menciptakan kondusifitas melalui opini publik.

”Menciptakan opini publik bukanlah perkara yang mudah, kendati demikian kita harus tetap berusaha,” katanya.

Salah satu caranya, lanjutnya, dengan mempublikasikan berbagai prestasi yang dilakukan oleh Polri. Mulai dari keberhasilan mengungkap kasus, memberitakan berbagai terobosan-terobosan dan kegiatan-kegiatan Polri yang dapat meningkatkan citra Polri dimata masyarakat.

Karena itu, apabila melihat atau menemui kejadian apapun yang berhubungan dengan aksi seorang Polisi yang heroik di lapangan, hendaknya direkam atau difoto menggunakan HP masing-masing. Kemudian hasilnya diposting ke media sosial seperti facebook, YouTube dan lain lain.

”Mengapa saya memilih media sosial? Karena media sosial merupakan media yang paling mudah diakses. Sehingga hal ini diharapkan akan efektif untuk meningkatkan citra Polri di mata masyarakat,” tambahnya.

Apalagi, Djarod yakin anggota Polres Kudus memiliki handphone canggih dan dilengkapi dengan akun media sosial. Karenanya, ia menilai hal itu tak akan memberatkan masing-masing anggota dan bisa dilaksanakan dengan maksimal.

”Handphone milik anggota sudah canggih. Semuanya smartphone. Sehingga sudah selayaknya untuk melek media,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

 

Warga Kudus Ini Syok Lihat Mayat Tergantung di Pintu Kamar Kosnya

Polisi dan warga tengah mengevakuasi mayat yang tergantung di pintu kamar kos di Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kudus. (Foto : Polsek Bae)

MuriaNewsCom, Kudus – Penghuni rumah kos milik Ngadiran (47) di Desa Dersalam RT 04 RW 01, Gang 9, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, dibuat syok setelah mendobrak kamar yang dihuni Johan Rudianto (23), Selasa (22/8/2017) dini hari tadi.

Bagaimana tidak, setelah pintu didobrak, pemilik dan penghuni kos mendapati Johan sudah tak bernyawa dengan kondisi tergantung di pintu. Johan yang merupakan warga Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, itu ditemukan meninggal dunia dengan tubuh sudah kaku.

Sebelumnya mereka memang sudah memperkirakan ada sesuatu yang terjadi dengan Johan, namun tak menyangka jika pemuda itu gantung diri. Awalnya penghuni kos lain merasa curiga lantaran sejak Senin (21/8/2017) pagi Johan tak kelihatan, sementara kamar dalam posisi terkunci.

Dari kecurigaan itu, akhirnya penghuni kos dan warga melapor ke polisi. Setelah polisi dan pemilik kos datang, pintu kamar Johan akhirnya dibuka dengan cara didobrak. Dari sinilah diketahui jika Johan sudah meninggal dunia.

“Diduga sudah meninggal pagi sebelum atau malamnya. Karena saat petugas datang, kondisi mayat sudah dalam keadaan kaku,” kata Kapolsek Bae AKP Sardi, saat dihubungi MuriaNewsCom.

Menurutnya, saaat ditemukan tubuh korban tergantung dengan tali warna hijau terikat di lehernya. Mayat Johan pun sudah dilakukan pemeriksaan oleh dr Dewi Aprilia, tim medis dari Puskesmas Dersalam.

Dari hasil pemeriksaan diindakasi Johan meninggal dunia karena bunuh diri. Karena di tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan.

Editor : Ali Muntoha

16 Nasabah Swissindo yang Datangi Bank Mandiri Kudus Ternyata Warga Purwodadi

Deputi Jenderal UN-Swissiindo Kabupaten Kudus saat menjelaskan hasil pertemuan Swissindo dengan Bank Mandiri Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Enam belas dari ratusan nasabah United Nation (UN) Swissindo yang datang ke Bank Mandiri Kudus, Jumat (18/8/2017) ternyata bukan berasal dari Kabupaten kudus. Belasan nasabah tersebut berasal dari Purwodadi yang ikut mengadu nasib untuk bisa membuka rekening.

Yatim (57) Kelurahan Pagas, RT 2/RW 2 Kecamatan Kedungjati, Grobogan mengaku, baru bergabung dengan kelompok tersebut sekitar lima hari yang lalu. Dia bergabung bersama dengan sejumlah tetangganya.

“Kami diminta mengumpulkan fotocopy KTP dan photo 3×4 dua lembar. Setelah itu dapat sertifikat dari Swissindo,” jelasnya

Dia menyebutkan, saat ini ada 16 warga Purwodadi yang datang ke Mandiri Kudus. Mereka datang dengan menyewa sebuah mobil dengan tujuan membuat rekening guna registrasi Swissindo.

Registrasi tersebut dilakukan dengan membuka rekening baru. Rekening itu, nantinya dimanfaatkan untuk bertransaksi dengan UN-Swissindo.

Baca Juga : Ratusan Nasabah Swissindo Kudus Ditolak Bank Mandiri

Di sisi lain, Deputi Jenderal UN-Swissiindo Kabupaten Kudus Mughtanim menjelaskan, nasabah Swissindo saat ini memang tersebar di banyak kota. Termasuk wilayah di sekitar Kudus, seperti Pati, Demak, dan Purwodadi.

“Karena itu, ada belasan warga luar Kudus yang ikut datang. Seperti dari Purwodadi, Pati dan Demak misalnya. Tapi yang datang ke Kudus hanya nasabah yang dekat dengan Kudus,” kata Deputi Jenderal UN-Swissiindo Kabupaten Kudus.

Terpisah KBO Polres Kudus Kompol Tugiyanta menambahkan, hingga saat ini masih belum ada laporan terkait kerugian atas Swissindo. Termasuk juga dengan laporan dengan dugaan penipuan juga belum ada yang masuk ke Polres Kudus.

“Laporan belum ada sampai dengan sekarang. Namun bukan berarti kami tidak melakukan penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Puluhan Anggota Polres Kudus Dirazia

Papan razia terpampang jelas di pintu masuk Polres Kudus saat pemeriksaan kelengkapan kendaraan, Kamis (10/8/2017). (Polres Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemandangan berbeda terlihat di Polres Kudus, Kamis (10/8/2017) pagi. Semua anggota mulai dari Bintara hingga perwira dicegat sie Propam Kudus untuk diperiksa kelengkapan surat dan kelengkapan kendaraan.

Kepada MuriaNewsCom, Wakapolres Kudus Kompol M Ridwan mengatakan, pemeriksaan kelengkapan kenderaan ini dilakukan untuk menerapkan kedisiplinan di antara anggota. Karena itu, ia memastikan tak ada tebang pilih saat pemeriksaan.

”Tak ada tebang pilih. Bagi petugas yang melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi. Selain itu, mereka juga  diharuskan melengkapi kendaraannya, mulai dari surat-surat kendaraan hingga kelengkapan kendaraannya sendiri,” katanya

Aturan tersebut, katanya, berlaku untuk semua anggota. Untuk itu, jika ada personel yang melanggar harus ditindak, tidak peduli itu Bintara atau Perwira. ”Karena mereka juga termasuk contoh penegakan aturan bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Sementara, Kasi Propam Ipda TM Effendi yang memimpin langsung razia menegaskan, sasaran dalam kegiatan kali ini adalah kendaraan personel Polri maupun ASN. Mulai dari surat-surat kendaraan bermotor serta kelengkapan kendaraan seperti STNK, SIM, TNKB, spion, knalpot dan yang lainnya.

Selain itu sikap tampang dan kelengkapan surat-surat identitas diri juga merupakan sasaran pemeriksaan seperti KTP dan KTA.

”Ini merupakan langkah awal untuk penegakkan aturan berlalu lintas, sehingga personel Polri diharapkan bisa memberikan contoh yang baik pada masyarakat. Oleh karena itu, sebelum dilakukan penertiban kepada masyarakat, Propam melakukan penertiban kepada personel Polri terlebih dahulu,” ucapnya.

Beruntung dalam pemeriksaan tidak dijumpai adanya pelanggan yang dilakukan. Meski begitu, Effendi memastikan, razia kelengkapan akan digelar kembali sewaktu-waktu supaya petugas benar-benar tertib.

Editor: Supriyadi

Layanan SKCK Online di Kudus Kurang Diminati

Petugas memberikan legalisir SKCK kepada pemohon di Mapolres Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Masyarakat Kudus kurang berminat dengan SKCK online. Hal ini tampak dari masih banyaknya warga yang langsung membuat SKCK ke Mapolres Kudus.

 Hal itu disampaikan oleh Kasat Intelkam Polres Kudus AKP Mulyono. Dia mengatakan minat warga mengurus SKCK secara online masih cukup rendah. Mereka memilih datang langsung ke Polres Kudus. “Masih banyak yang datang kemari (Mapolres Kudus) untuk mengurus secara langsung ketimbang mereka yang mengurus secara online,” katanya di Kudus, Jumat (7/7/2017).

Padahal sebenarnya layanan SKCK secara online, mampu memberikan kemudahan kepada masyarakat tanpa harus datang ke kantor Polres Kudus. Dengan demikian dari segi waktu lebih irit.  Adapun proses pengajuannya, pemohon mengisi identitas diri pada website skck.jateng.polri.go.id.

Selanjutnya, kata dia, kode registrasi dari pengisian identitas diri tersebut dicetak, yang nantinya harus diserahkan ke Polres Kudus sebagai syarat pencetakan SKCK. Selain itu, ada pula persyaratan tambahan yang harus dibawa saat pencetakan SKCK di Polres Kudus, seperti SKCK lama yang asli dan atau fotokopi, satu lembar fotokopi kartu keluarga, satu lembar fotokopi KTP dan foto ukuran 4×6 empat lembar.

“Dengan model online jelas memberikan kemudahan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Permintaan SKCK di Polres Kudus Membeludak

Warga tampak sibuk melakukan permohonan SKCK di Mapolres Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pascalebaran tahun ini, pemohon pengajuan Surat Keterangan Catatan Kepolisian  (SKCK) mengalami peningkatan drastic di Polres Kudus. Peningkatannya mencapai sekitar 100 persen.

Kasat Intelkam Polres Kudus AKP Mulyono mengatakan, pihaknya mencatat pengajuan SKCK pada hari biasa rata-rata 120 pengajuan per hari. Tapi saat ini, pemohonnya mencapai sekitar 230 orang per hari. “Saat ini memang sangat ramai permohonannya. Bahkan permohonan sudah mulai ramai semenjak satu pekan lalu di Polres Kudus,” katanya kepada wartawan di mapolres setempat, Jumat (7/7/2017).

Menurut dia, lulusan SMA mendominasi pemohon. Kebanyakan, SKCK yang diminta untuk syarat pengajuan pekerjaan. Selain permohonan baru, tidak sedikit warga yang memperpanjang masa SKCK. Warga memanfaatkan momen mumpung di kampung halaman, untuk memperpanjang masa SKCK.

Seperti halnya Dian Safitri, dia memperpanjang masa SKCK untuk persyaratan melamar kerja. “Buat SKCK lagi, perpanjangan untuk syaraf bekerja. Sebenarnya sudah ada panggilan namun syaratnya ditambah dengan SKCK,” ucapnya.

Pekerjaan yang didapatkan ada di luar Kudus. Untuk itu, dibutuhkan SKCK dari Polres Kudus.

Editor : Akrom Hazami

HUT Bhayangkara, Bupati Kudus Berharap Polri Benar-benar Mampu Melindungi dan Mengayomi

Bupati Kudus Musthofa menerima potongan tumpeng dari Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning dalam tasyakuran Hari Bhayangkar ke-71. (Foto : Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa berharap Polri benar-benar bisa mengimplementasikan slogannya dengan baik. Yakni mampu mengayomi, melindungi, serta melayani masyarakat dengan penuh rasa aman dan nyaman.

Harapan ini disampaikan Musthofa saat tasyakuran HUT ke-71 Bhayangkara tahun 2017 di pendapa Kabupaten Kudus, Senin (10/7/2017). Menurut dia, kepolisian adalah satu kesatuan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan pemerintah (daerah). Yang tujuannya sama yaitu memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

“Untuk bisa melayani dengan baik, maka harus ada komunikasi yang baik pula. Baik antara atasan-bawahan bahkan dengan intansi lain,” katanya.

Peringatan Hai Bhayangkara ini kali memang tak seperti biasanya, karena digelar di pendapa. Musthofa menyebut, pendapa adalah rumah rakyat dan pihak Polres juga berhak untuk menggunakannya.

“Semoga, acara Bhayangkara yang digelar di pendapa ini bisa menjadi inspirasi daerah lain,” kata Bupati yang juga dihadiri seluruh forkopinda.

Kapolres Kudus AKPB Agusman Gurning mengatakan, bahwa Polri terus meningkatkan profesionalisme setiap tahunnya. Termasuk kemajuan teknologi informasi adalah sebuah keniscayaan yang harus dimanfaatkan untuk kelancaran tugas-tugas kepolisian.

“Terima kasih pada semua pihak termasuk Bupati Kudus yang bersama dengan kami untuk melayani masyarakat,” pungkasnya. (nap)

Editor : Ali Muntoha

Pipit Ngaku Uang Setengah Miliar yang Digelapkan dari Hasil Penjualan Sepeda Motor Digunakan untuk…

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i saat melakukan gelar perkara kemarin. Terlihat Pipit, pelaku penggelapan uang yang juga dihadirkan dalam kesempatan tersebut. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Murvianti Tsabita aliat Pipit (35) warga Wonoketingal, Kecamatan Karanganyar, Demak dibekuk petugas Satreskrim Polres Kudus, karena diduga telah melakukan penggelapan uang hasil penjualan sepeda motor Vario 125 milik PT Astra International Cabang Kudus yang jumlahnya mencapai Rp 598.291.865.

Pipit dibekuk dalam pelariannya di kawasan Bogor, Jawa Barat pada 4 Februari 2017 lalu, setelah Polres Kudus bekerja sama dengan Polres Bogor. Pipit ditangkap di sebuah rumah yang ditinggali sementara olehnya.

Meski sempat mengelak jika telah melakukan penggelapan uang tersebut, namun akhirnya setelah didesak, akhirnya pelaku mengaku. Petugas pun akhirnya membawa pelaku ke Mapolres untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Tilep Uang Penjualan Sepeda Motor Setengah Miliar, Karyawati Astra Kudus Dibekuk Polisi

Dari keterangan pelaku saat gelar perkara pada Jumat (10/2/2017) kemarin, Pipit mengaku jika uang lebih setengah miliar tersebut sudah digunakan untuk berbagai hal. Di antaranya untuk beli sepeda motor. “Saya beli motor, dan sisanya saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” jawabnya singkat.

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i mengatakan, penangkapan terhadap pelaku, petugas butuh waktu beberapa lama. “Sejak Januari lalu kita melakukan penggalian informasi dan akhir Januari kita dapat informasi bahwa pelaku ada di Bogor, dan kemudian kita koordinasi dengan Polres Bogor. Setelah mendapatkan informasi tempat tinggal pelaku, kita langsung melakukan pengintaian dan penangkapan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Tilep Uang Penjualan Sepeda Motor Setengah Miliar, Karyawati Astra Kudus Dibekuk Polisi

Tampak pelaku penggelapan uang saat mengikuti gelar perkara di Mapolres Kudus, Jumat (10/2/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom,Kudus – Seorang karyawati Astra Kudus harus berurusan dengan pihak kepolisian karena perbuatannya yang diduga telah menggelapkan uang penjualan sepeda motor lebih dari setengah miliar atau tepatnya Rp 598.291.865.

Adalah MT alias Pipit (35) warga Wonoketingal, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. Wanita ini dibekuk polisi saat berada di Bogor, Jawa Barat, beberapa hari lalu.

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i mengatakan, MT diduga telah menggelapkan uang hasil penjualan sepeda motor Vairo 125 milik PT Astra International Cabang Kudus sebanyak 35 unit kepada 20 konsumen. Baik itu, uang dari nasabah yang berbentuk cash maupun uang muka.

“Perbuatan tersebut dilakukan Pipit dalam kurun waktu September hingga November 2016. Hal tersebut dilakukan pelaku ketika dirinya menjabat sebagai bagian penjualan sepeda motor,” ujarnya Kapolres saat gelar perkara, Jumat (10/2/2017).

Perbuatan pelaku diketahui saat dilakukan audit dan pembukuan. Ketika itu pula, diketahui jika nasabah telah melakukan pelunasan dan pembayaran kepada pelaku. Namun, oleh pelaku, uang tersebut tak pernah dilaporkan kepada PT Astra International Cabang Kudus.

Mengetahui hal tersebut, pihak perusahaan kemudian mencoba mencari pelaku, karena sudah tidak masuk kerja. Dan pelaku ternyata sudah melarikan diri, sehingga perusahaan langsung melaporkan kasus penggelapan tersebut kepada kepolisian.”Akibat perbuatannya, pelaku terancam hukuman lima tahun penjara, karena telah melanggar pasal 374 KUHP tentang Penggelapan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Polisi Kena Razia, Ini Terjadi di Kudus

polisi-dirazia

Polisi kena razia lalu lintas oleh rekan sesama petugas di Mapolres Kudus. (Tribratanewskudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Mungkin kita sudah biasa mendapati polisi merazia lalu lintas pengguna jalan. Hal itu dilakukan demi menertibkan para pengguna jalan.

Ternyata itu dilakukan juga di kalangan sesame anggota polisi. Wakapolres Kudus Kompol Muhammad Ridwan bersama anggota Propam melaksanakan razia kepada seluruh anggota Polres Kudus Kamis (27/10/2016) pukul 08.00 WIB.

Ridwan dan anggota Propam bersiaga di pintu masuk kantor polres. Mereka menghadang para anggota saat masuk dan memeriksa kelengkapan surat-surat  antara lain KTP, KTA, Surat Senjata api, STNK, SIM dan juga kelengkapan kendaraan bermontor baik roda dua maupun roda empat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan rutin setiap saat agar sebagai contoh masyarakat untuk selalu disiplin, dan tertib dengan aturan yang berlaku dan meminimalisasi pelanggaran yang dilakukan.

Editor : Akrom Hazami

Curhat Bandar Judi Online di Tanjungrejo Kudus Bikin Geli

Kapolsek Jekulo (kaus merah) AKP Mardi Susilo melakukan interogasi kepada pelaku di mapolsek setempat, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kapolsek Jekulo (kaus merah) AKP Mardi Susilo melakukan interogasi kepada pelaku di mapolsek setempat, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Junaedi (27) warga Desa Tanjungrejo, Jekulo, bandar judi yang digerebek Polsek Jekulo, Kudus, Senin (24/10/2016) ternyata juga pelaku judi online. Dia mengaku sebagai bandar baru, beberapa pekan saja.

“Baru tiga pekan jadi bandar. Sebelumnya saya hanya penyetor saja dengan menyetorkan ke desa di Kecamatan Jekulo lainnya,” katanya kepada MuriaNewsCom di Mapolsek Jekulo.

Dia mengaku berdasarkan pengalaman menjadi penyetor, akhirnya memberanikan dirinya membuka sendiri dengan model online yang tidak diketahui bandar besarnya.

Menurutnya, dalam judi yang dilakukan, dia tidak kenal bos besarnya. Sebab, dia hanya mentransfer uang dari penjudi yang nombok kepadanya via rekening yang tidak diketahui pemiliknya.

Dalam semalam, dia mengaku mendapatkan 20 orang yang mengikuti judi. Omzet per malam, rata rata sejumlah Rp 500 ribu yang terkumpul dari pendaftar

“Meski jadi bandar, namun belum tentu untung. Sebab terkadang juga mengalami kerugian dari togel itu,” ungkapnya.

Kapolsek Jekulo AKP Mardi Susilo mengatakan, pihak kepolisian akan terus berupaya mengayomi masyarakat. Operasi penyakit masyarakat akan dilakukan secara rutin agar hilang dari masyarakat.

“Jika ada aduan, keluhan atau informasi bisa langsung mendatangi kami di lokasi. Informasi sekecil apapun akan membantu kami,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Jika Polisi Kudus Pungli, Laporkan Saja! 19 Banner Peringatan Dipasang

Polisi memasang banner bernada peringatan setop pungli di Mapolres Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Polisi memasang banner bernada peringatan setop pungli di Mapolres Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Guna mengantisipasi dan mencegah adanya pungutan liar (pungli) di lingkungan pelayanan Polres Kudus, polisi memasang banner peringatan. Sekitar 19 banner dan dipasang di berbagai tempat umum.

Wakapolres Kudus Kompol M Ridwan mengatakan, di semua tempat pelayanan polres, telah terpasang banner tersebut. Pemasangan banner ditempatkan pada layanan publik, mulai dari Polsek, Polres, Reskrim, Samsat dan berbagai layanan lainnya.

“Ini merupakan bentuk penghilangan pungli. Jadi biar semua masyarakat tahu kalau pungli tidak diperbolehkan,” katanya kepada MuriaNewsCom, Selasa (25/10/2016).

Untuk memasang banner, Wakapolres sendiri yang memasang dan memantau secara langsung. Seperti di pos polisi di alun alun serta samsat setempat. Selain itu pula juga melihat langsung pengecekan fisik kendaraan

“Semuanya anti pungli, jadi masyarakat bebas mengadukan jika ada pungli. Untuk itulah dalam banner disetarakan nomor HP yang bisa dihubungi,” ujarnya

Banner yang dipasang tulisannya juga menyesuaikan lokasi. Seperti memberi dan menerima suap adalah tindakan melawan hukum, stop pungli, cek fisik gratis serta lain sebagainya.

“Seperti buat SIM, layanan SPKT dan polsek semuanya gratis. Masyakarat tidak perlu risau,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Penjahat Cyber di Kudus Mulai Diburu

Polisi bersama pihak terkait lainnya mengadakan kegiatan di Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Polisi bersama pihak terkait lainnya mengadakan kegiatan di Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Penyebaran keberadaan aliran radikal atau teroris diantisipasi Polres Kudus. Hal itu diwujudkan dengan pendekatan ke tokoh masyarakat seperti ustaz, dan membentuk tim cyber.

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i mengatakan, kerja sama dengan tokoh masyarakat sangatlah membantu kinerja polres. Sebab diakui, tokoh masyarakat seperti ustaz merupakan orang yang tahu kondisi lingkungan sekitar.

“Kami bekerjasama dengan ustaz, kami meminta bantuan untuk membentengi warga dari aliran tertentu yang radikal. Dengan ucapan dari ustaz juga dapat diterima oleh masyarakat,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, selain dengan ustaz, langkah yang dilakukan dengan membentuk tim cyber. Terlebih sekarang zaman canggih yang menyebarkan aliran melalui dunia internet

“Banyak penyebaran melalui internet. Jadi sekarang bukan zamannya lagi menggalang masyarakat untuk menyebarkan. Melainkan dengan cara dunia internet,” ujarnya.

Cara yang dilakukan adalah dengan memberikan pencerahan kepada masyarakat. Selain itu pula kerja sama dengan pemkab untuk memantau perkembangan internet yang berhubungan dengan terorisme.

“Ke depan Kudus adalah cyber city. Jadi bisa mendukung program cyber city Pemkab Kudus,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Kudus Tingkatkan Kemampuan Bela Diri Praktis

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i saat melakukan gelar perkara sebuah kasus di mapolres setempat, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i saat melakukan gelar perkara sebuah kasus di mapolres setempat, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Seluruh anggota Polres Kudus, tengah meningkatkan kemampuan bela diri praktis. Keterampilan bela diri ditingkatkan dengan maksud untuk mengantisipasi adanya serangan atau perlawanan dari lawan.

Hal itu disampaikan Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i. Menurutnya, peningkatan kemampuan harus dimiliki tiap anggota untuk berjaga-jaga dan mengamankan dirinya dari serangan musuh. Terlebih serangan yang sifatnya mendadak.

“Kami galakan lagi latihan bela diri praktis. Minimal gerakan gerakan yang mampu melumpuhkan lawan dalam waktu singkat, sehingga jika ada perlawanan kepada anggota bisa diantisipasi,” katanya kepada MuriaNewsCom, Senin (24/10/2016).

Menurutnya, dengan kemampuan yang meningkat, maka risiko cedera fatal juga dapat terhindari. Apalagi belakangan terdapat berita penyerangan yang dilakukan kepada seorang petugas kepolisian. Hal itu perlu diwaspadai juga.

Tidak menutup kemungkinan itu juga akan terjadi di Kudus. Karenanya, kemampuan polisi hendaknya ditingkatkan. Selain itu, dalam menjalankan tugas, polisi biasa tidak sendirian. Seperti patroli misalnya, minimal dilakukan oleh dua orang petugas. Dengan demikian, mereka bisa saling melindungi.

Tak berhenti disitu, peran intelegensi polres juga ditingkatkan. Yaitu dengan cara mendata dan mengetahui perkembangan kelompok yang mengancam. “Kita kurangi hal yang dapat merugikan berbagai pihak, khususnya masyarakat dan juga anggota,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Wakapolres dan Kasat Lantas Polres Kudus Kini Diganti

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai saat upacara serah terima jabatan. (Tribratanewskudus)

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai saat upacara serah terima jabatan. (Tribratanewskudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Kepolisian Resor Kudus melaksanakan upacara serah terima jabatan Wakapolres Kudus dari pejabat lama Kompol Yudy Arto Wiyono, Sik kepada Kompol Muhammad Ridwan, Sik, Msi dan Kasat Lantas dari AKP Aron Sebastian,Sik kepada AKP Eko Rubiyanto,Sik,di Mapolres Kudus, Sabtu (22/10).

Serah terima yang dilaksanakan merupakan suatu hal yang wajar, dalam dinamika organisasi yang dinamis dalam rangka penyegaran, pengembangan karir dan peningkatan kinerja untuk mencapai tujuan organisasi.

“Keluarga besar Polres Kudus, menyampaikan penghargaan dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Kompol Yudy Arto Wiyono,Sik dan AKP Aron Sebastian,Sik atas pengabdian dan dedikasihnya dalam melaksanakan tugas membantu saya selama ini,” kata Kapolres Kudus AKBP Andi Rifai Sik, MH.

Acara dilanjutkan sumpah jabatan kepada pejabat baru Wakapolres Kompol Muhammad Ridwan Sik, Msi dan Kasat Lantas AKP Eko Rubiyanto,Sik.

Kepada pejabat baru untuk cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan Polres Kudus dan melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam melayani masyarakat serta kepercayaan yang diberikan dengan sebaik-baiknya. “Lanjutkan dan tingkatkan hal-hal positif,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Kudus Datangi Sopir Truk yang Perbaiki Ban, Ternyata Ini yang Dilakukannya

Seorang polisi dari Satlantas Polres Kudus membantu perbaikan ban truk di jalur lingkar selatan, Selasa. (Tribratanewskudus)

Seorang polisi dari Satlantas Polres Kudus membantu perbaikan ban truk di jalur lingkar selatan, Selasa. (Tribratanewskudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Seorang polisi Satlantas Polres Kudus, tiba-tiba mendatangi sopir dan awak truk yang sedang memperbaiki ban kendaraan, di jalan lingkar selatan, setempat, Selasa (18/10/2016).

Ternyata, polisi itu tidak melakukan pemeriksaan surat kendaraan. Melainkan akan membantu sopir membaiki ban truk yang pecah.

Dikutip dari Tribratanewskudus,  anggota Satlantas Polres Kudus itu memang sengaja membantu pengemudi truk mengganti ban yang pecah. Karena untuk menghindari kecelakaan lalu lintas, terutama di jalur Kudus.

Selain itu, anggota Satlantas Polres Kudus lainnya juga melaksanakan kegiatan penerangan lalu lintas di depan terminal Jalan R Agil Kusumadya Kudus. Polisi mengingatkan para pengguna jalan untuk berhati-hati dalam berlalu lintas.

Polisi juga mengimbau utamakan keselamatan daripada kecepatan dan selalu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas sehingga mengurangi kecelakaan lalu lintas.

Editor : Akrom Hazami

Polres dan Kodim Kudus Jaga Hubungan dengan Pers

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa'i dan Dandim 0722 Kudus Letkol CZI Gunawan Yudha Kusuma melakukan salam komando, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i dan Dandim 0722 Kudus Letkol CZI Gunawan Yudha Kusuma melakukan salam komando, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Hubungan antara pers dengan tentara maupun polisi harus tetap harmonis. Hal itu diciptakan untuk mewujudkan hal yang lebih baik.

Dandim 0722 Kudus Letkol CZI Gunawan Yudha Kusuma mengatakan, kekerasan terhadap pers bukanlah solusi. Bahkan hal semacam itu harusnya tidak terjadi, apalagi di negara yang memiliki aturan seperti Indonesia ini.

“Tidak patut terjadi kekerasan, apalagi antara petugas dengan pers. Alangkah baiknya jika bisa saling menghormati satu sama lain, sehingga kondisi makin tenteram. Jadi kebebasan juga akan diraih,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, komunikasi yang intens harus dibuat dengan lancar dan sehat. Dengan demikian maka mampu meminimalisasi terjadinya miskomunikasi. Dan permasalahan tidak akan muncul.

Dia menyayangkan adanya kekerasan terhadap wartawan di sejumlah tempat. Sebab harusnya hal itu tidak patut terjadi bahkan sampai berlarut-larut kurang tertangani.

Sementara, Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i mengibaratkan, antara pers dengan aparat bagaikan dua buah mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Sehingga, keduanya saling membutuhkan satu dengan lainnya.

“Ke depan komunikasi harus tetap ditingkatkan, soalnya pers itu mitra jadi tidak perlu ditakuti. Sebaliknya, malah harus dirangkul,” ujarnya.

Dia mengaskan kalau selama ini sudah terbuka dengan pers. Bahkan komunikasi juga diintensifkan agar semakin mempererat hubungan antara ketugas kepolisian dengan pers.

“Keduanya sama-sama membutuhkan, misalnya saja jika polres tanpa pemberitaan maka akan susah. Begitupun juga dengan pers tanpa kami mungkin kesulitan informasi,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Keren, Kapolres Kudus dan Dandim Saling Suap Kue Ulang Tahun

dandim

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i suapi Dandim Kudus Letkol CZI Gunawan Yudha Kusuma dengan kue ulang tahun di makodim setempat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Polres Kudus memberikan ucapan selamat ulang tahun ke-71 untuk TNI. Dalam hal ini Kodim 0722/Kudus. Kegiatan itu tampak di Makodim Kudus, Kamis (6/10/2016).

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’I beserta jajaran mendatangi Kodim Kudus dengan membawa kue ulang tahun. Nantinya, kue dipersembahkan untuk Kodim.

Kue yang dibawa berbentuk loreng, seperti layaknya seragam tentara. Kue ulang tahun spesial itu dibuat khusus untuk TNI. Selain kue, dilengkapi pula dengan lilin angka 71.

Kue dipotong langsung oleh Dandim Kudus Letkol CZI Gunawan Yudha Kusuma usai ditiup dan baca doa. Setalah itu, potongan pertama diberikan kepada Kapolres. Keakraban Kapolres dan Dandim berlanjut. Keduanya saling suap kue ulang tahun.

Andy mengatakan, Polres dengan TNI adalah saudara. Bahkan dia menyebutkan ikatan yang lebih dekat antarkedua instansi itu, yakni sahabat dekat. Jadi sudah sepantasnya jika satu dengan lainnya saling mengucapkan selamat saat peringatan ulang tahun.

“Mudah-mudahan ke depan Kodim akan lebih baik lagi, dan lebih dekat dengan masyarakat dan ikut menciptakan suasana yang aman bagi Kudus,” kata Andy kepada MuriaNewsCom.

Dia mengatakan, kado istimewa itu merupakan bentuk perhatian kepada jajaran Kodim 0722 Kudus.  Tujuannya untuk meningkatkan solidaritas dan kekompakan antara TNI-Polri.

Sementara, Gunawan Yudha mengatakan, kado tersebut merupakan kejutan yang tidak disangka. Kado tersebut juga istimewa sehingga pihaknya sangat berterima kasih kepada pihak kepolisian.

“ini wujud perhatian yang istimewa,sungguh luar biasa kejutan yang telah diberikan kepada kami. Semoga solidaritas dan kekompakan ini terus terjaga” katanya.

Dia berharap antara TNI – Polri semakin bersinergi lagi ke depan. Sehingga, bisa menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi Kudus.

Editor : Akrom Hazami

Mahasiswa jadi Sasaran Narkoba

Ipda Imam Sukirno, Kabag Ops Narkoba Polres Kudus saat menerangkan bahaya narkoba di hadapan ribuan mahasiswa.  (Universitas Muria Kudus)

Ipda Imam Sukirno, Kabag Ops Narkoba Polres Kudus saat menerangkan bahaya narkoba di hadapan ribuan mahasiswa.  (Universitas Muria Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Generasi bangsa ini, khususnya pelajar dan mahasiswa, diminta mewaspadai peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat, atau bahan berbahaya (narkoba). Sebab, narkoba kini tidak hanya menyasar orang perkotaan, juga di pelosok desa.

Ipda Imam Sukirno, Kabag Ops Narkoba Polres Kudus mengatakan hal itu usai menjadi pemateri tentang bahaya narkoba di depan lebih dari 2.000 ribu mahasiswa baru Universitas Muria Kudus (UMK) yang mengikuti Masa Pengenalan Mahasiswa Baru (Sapamaba), Kamis (22/9/2016).

‘’Di wilayah Pantura Timur Jawa Tengah, khususnya di Eks Karesidenan Pati, peredaran narkoba melalui Jepara atau Blora. Masyarakat harus selalu waspada, terlebih pelajar dan mahasiswa,’’ ujarnya di rilis pers ke MuriaNewsCom.

Dia menyampaikan, jangan sampai generasi muda bangsa ini terjerumus menggunakan barang haram, yang kini menjadi salah satu musuh bersama. ”Narkoba ini sangat berbahaya, sampai Bapak Presiden menginstruksikkan kepada Kepala Polri perang terhadap narkoba,’’ paparnya.

Untuk menangkal peredaran dan penyalahgunaan narkoba ini, Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN) dan pihak terkait menyosialisasikan bahaya dan ancaman narkoba ini secara rutin kepada generasi muda. “Narkoba harus diwaspadai, karena bagi para pengedarnya, ini adalah bisnis,’’ tegasnya.

Wakil Rektor III Drs Hendy Hendro juga menyampaikan mengenai ancaman narkoba yang sudah sangat luar biasa. ‘’Narkoba penggunanya tidak mengenal strata. Tidak cuma orang dewasa, tetapi sudah menyasar ke pelajar dan mahasiswa juga,’’ katanya.

Editor : Akrom Hazami

Polres Kudus Lakukan Kunjungan ke Redaksi MuriaNewsCom

Jajaran perwakilan Polres Kudus bersama Pemimpin Redaksi MuriaNewsCom berfoto bersama di sela kunjungannya di kantor redaksi MuriaNewsCom, Selasa. (MuriaNewsCom)

Jajaran perwakilan Polres Kudus bersama Pemimpin Redaksi MuriaNewsCom berfoto bersama di sela kunjungannya di kantor redaksi MuriaNewsCom, Selasa. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Polres Kudus melakukan kunjungan redaksi ke kantor MuriaNewsCom  di United Futsal Stadium Lantai 2, Ring Road Utara Singocandi, Kecamatan Kota, Kudus, Selasa (20/9/2016).

Kasubag Humas Polres Kudus AKP Sumbar mengatakan, pihaknya melakukan kunjungan redaksi bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan komunikasi dengan media.

“Kunjungan ini juga bagian dari aksi program Promoter (Profesional, Modern, dan Terpercaya) polisi,” kata Sumbar.

Diketahui, penjabaran Promoter tersebut yaitu, Profesional dalam bentuk meningkatkan kompetensi SDM Polri yang semakin berkualitas melalui peningkatan kapasitas pendidikan dan pelatihan, serta melakukan pola-pola pemolisian berdasarkan prosedur baku yang sudah dipahami, dilaksanakan, dan dapat diukur keberhasilannya.

Modern adalah melakukan modernisasi dalam layanan publik yang didukung teknologi sehingga semakin mudah dan cepat diakses oleh masyarakat, termasuk pemenuhan kebutuhan Almatsus dan Alpakam yang makin modern.

Terpercaya, adalah melakukan reformasi internal menuju Polri yang bersih dan bebas dari KKN, guna terwujudnya penegakan hukum yang obyektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

Pemimpin Redaksi Siti Merie menyambut baik kunjungan tersebut. Harapannya, silaturahmi antara media dengan polisi bisa terus terjaga. “Supaya jalinan silaturahmi menjadi lebih erat,” kata Merie.

Editor : Akrom Hazami

Polres Kudus Dirikan Monumen Laka Lantas

Peresmian Monumen Laka Lantas di jalan lingkar selatan Kabupaten Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Peresmian Monumen Laka Lantas di jalan lingkar selatan Kabupaten Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Polres Kudus mendirikan Monumen Laka Lantas di jalan lingkar selatan, atau sekitar belakang Hotel Griptha, Selasa (20/9/2016). Monumen tersebut, terbilang unik. Sebab bentuknya dari bangkai mobil dan sepeda motor yang habis kecelakaan. Serta lengkap dengan beberapa cipratan darah korban kecelakaan di badan mobil.

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i mengatakan, monumen tersebut dibuat untuk mengingatkan pengguna jalan agar lebih hati-hati saat berkendara. Sebab jika sampai lengah, maka dampaknya akan sampai fatal. “Ini mengingatkan, jika sampai terjadi kecelakaan hasilnya bisa semacam ini. Jadi harus lebih hati-hati lagi saat berkendaraan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, lokasi pemasangan dipilih lantaran kawasan tersebut beberapa kali terjadi kecelakaan. Bahkan  di sepanjang jalan pernah terjadi kecelakaan yang menyebabkan banyak korban meninggal dunia. Selain itu, jalur itu juga terlihat sangat lurus namun beberapa titik langsung ditemui tikungan tajam. Hal itu amat membahayakan pengguna jalan. Karenanya, pendirikan monument dianggap pas.

Dia menegaskan dampak kecelakaan bukan hanya kepada korban saja, melainkan pula kepada pengguna jalan yang lain yang juga kena dampaknya.  Karenanya, kewaspadaan sesama juga menjadi prioritas. Lebih lanjut dia menegaskan, kecelakaan paling banyak memang di jalan kabupaten. Hanya dampak yang parah, terdapat di jalan provinsi dan kabupaten.

“Kudus juga termasuk wilayah jenuh berkendara, jadi pengguna bjuga harus diperingatkan dengan cara demikian,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Ini Perbedaan Pemerkosaan dengan Pencabulan

ilustrasi cabul

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dalam perlindungan perempuan dan anak di Polres Kudus, terdapat dua kategori yakni pemerkosaan dan pencabulan. Dalam dua hal tersebut banyak yang tidak tahu perbedaannya

Hal itu disampaikan Kapolsek Kota AKP Rahmawaty Tumulo. Menurutnya dua hal tersebut memiliki permasalahan yang berbeda dalam hal keterangannya.

“Kalau pemerkosaan itu alat kelamin laki-laki sudah masuk di perempuan. Sedangkan kalau pencabulan itu belum sampai ke sana,” kata Rahmawaty.

Dia menerangkan masih banyak yang bingung terkait hal itu. Selain satu hal yang sering terjadi yaitu kekerasan dalam rumah tangga. Entah antara orang tua ke anak atau sesama saudara

“Biasanya kalau orang tua merasa memiliki anaknya suka main kekerasan. Padahal cara lain ada banyak meski hal itu karena sudah tidak bisa,” ujarnya.

Namun apapun permasalahannya yang bersangkutan dengan PPA, Polres Kudus siap untuk melayaninya. Sehingga masyarakat diimbau agar tidak panik.

Sebelumnya, Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai mengatakan, pihaknya menyiapkan ruangan khusus yang digunakan sebagai pelaporan korban kekerasan, baik perempuan maupun anak.

Ruang khusus tersebut, didesain senyaman mungkin. Hal itu agar korban menjadi nyaman, mudah bicara dan tidak merasa takut atau merasa terancam.

“Ruangan pasti berbeda, jadi tempatnya berbeda dari tempat laporan biasanya. Kalau ruangan anak-anak malah seperti ruang bermain,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Polres Kudus Siapkan Ruang Nyaman untuk Korban Kekerasan

polisi

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai saat menerima penghargaan dalam suatu kegiatan di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai menyiapkan ruangan khusus yang digunakan sebagai pelaporan korban kekerasan, baik perempuan maupun anak.

Ruang khusus tersebut, didesain senyaman mungkin. Hal itu agar korban menjadi nyaman, mudah bicara dan tidak merasa takut atau merasa terancam.

“Ruangan pasti berbeda, jadi tempatnya berbeda dari tempat laporan biasanya. Kalau ruangan anak anak malah seperti ruang bermain,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, kalau kasus kekerasan pada perempuan dan anak tinggi di Kudus. Hal itulah yang menjadi tugas kepolisian untuk lebih meningkatkan pelayanan khususnya bidang PPA.

Hingga kini, baru sekitar puluhan warga yang berani lapor. Semuanya dipastikan ditangani secara profesional hingga selesai.

Minimnya pelapor, diyakini karena  korban merasa takut. Baik takut kepada petugas dan takut dengan lingkungan kalau tersebar. Mereka masih beranggapan itu adalah aib yang harus ditutupi. “Kami pastikan rahasia terjamin, tidak ada yang tahu. Tidak usah takut,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami