Ini 2 Kunci Motor yang Bikin Maling Ogah Beraksi  Meski di Tempat Sepi

Pelaku pencurian sepeda motor saat diamankan Polres Jepara, Sabtu (19/8/2017). Mereka dibekuk dalam Operasi Jaran Candi 2017. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kita tentu tidak mau kendaraan bermotor yang kita punyai menjadi incaran maling. Lalu apa yang harus kita lakukan agar pencuri tak mendekati motor kesayangan kita?

Setidaknya ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengamankannya. “Pertama jangan lupa pasang pengaman (magnetic) kunci, lalu pasang kunci cakram,” kata Mohammad Ardiyan alias Kethek pelaku pencurian motor, saat press rilis di Mapolres Jepara beberapa saat lalu. 

Jika ada dua kunci itu, lanjut Kethek, ia ogah beraksi meski motor berada di tempat sepi. Selain waktu yang cukup lama, kemungkinan gagal akan semakin besar.

Hanya saja, jika kedua kunci tersebut tak terpasang, ia cuma butuh waktu 15 detik untuk membobol kunci motor. “Ya kalau ada kunci ganda agak kesulitan kalau begitu pak. Kalau biasa hanya itungan detik,” kata kethek menjawab pertanyaan Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho. 

Residivis kasus pencurian itu menambahkan, motor yang kerapkali menjadi incaran adalah Honda Scoopy, Vario dan Suzuki Satria. Hal itu karena varian tersebut masih laku dipasaran.

“Kalau matic Rp 2,5 juta kalau Satria Rp 3 juta, motor-motor itu memang masih laku di pasaran,” kata Warga Desa Wedelan, Bangsri itu

Kepada polisi ia mengaku sudah beberapa kali melakukan pencurian kendaraan roda dua. Atas perbuatannya itu, ia terancam mendekam di penjara diatas lima tahun. 

Editor: Supriyadi

Tergiur Untung Rp 5 Juta per Pekan, Warga Jepara Ini Pilih Edarkan Sabu

Kasat Narkoba Polres Jepara AKP Hendro Asriyanto menunjukan barang bukti yang disita dari tersangka Tekek dan Papua di Mapolres Jepara, Jumat (18/8/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Akhmad Julianto (20) alias Tekek pilih berjualan narkoba ketimbang melakoni usaha sebagai perajin monel. Bagaimana tidak, dari bisnis haram yang dijalankan bersama komplotannya Rizki Busro alias Papua, ia bisa mengantongi keuntungan 10 kali lipat, dari penghasilan jual beli monel.

“Saya biasanya sebagai buruh pembuat monel. Biasanya seminggu saya dapat mengumpulkan paling banyak Rp 500 ribu. Namun kalau berjualan sabu-sabu maksimal saya bisa dapat Rp 5 juta seminggu,” ujarnya, didepan pewarta, Jumat (18/8/2017). 

Ia mengaku, bisnis haram tersebut selama tiga bulan terakhir. Namun sebelumnya, Tekek telah menjadi pecandu bubuk kristal tersebut sejak lama. 

“Awalnya saya pakai sabu-sabu dulu. Yang mengenalkan kakak saya yang kini dipenjara di Kedungpane Semarang. Setelah kakak saya ditangkap pada April 2016, kemudian saya menerima perintah dari dia untuk mengedarkan barang tersebut,” tambahnya. 

Baca Juga: Polres Jepara Bekuk Pengedar dan Kurir Sabu

Kepada pewarta MuriaNewsCom, ia mengaku sudah memiliki istri dan seorang anak. Namun, Tekek merahasiakan bisnis haramnya itu kepada famili terdekatnya. 

Diberitakan sebelumya, Tekek ditangkap  Sat res Narkoba, Polres Jepara, pada Jumat (11/8/2017) malam. Penangkapan warga Krasak, Pecangaan itu didahului dengan penangkapan komplotannya Rizki Busro alias Papua (20), yang juga warga Krasak, Pecangaan.

Keduanya terancam pidana kurungan selama 20 tahun penjara karena melanggar Mereka melanggar pasal 114 (1) subsider pasarl 112 (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.  

Editor: Supriyadi

 

 

Polres Jepara Bekuk Pengedar dan Kurir Sabu


Tersangka Tekek menunjukan kepada Kapolres AKBP Yudianto Adi Nugroho bagaimana ia membagi-bagi paket sabu kedalam paket yang lebih kecil. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Akhmad Julianto alias Tekek dan komplotannya Rizki Busro alias Papua ditangkap Satres narkoba Polres Jepara. Mereka dikeler karena terbukti menjadi pengedar dan kurir narkotika jenis sabu-sabu. 

Kepada polisi Tekek mengaku mendapatkan perintah mengedarkan dari kakaknya yang kini meringkuk di lapas Kedungpane, Semarang. “Saya ditelpon kakak saya dari LP Kedungpane, untuk mengambil paket lalu membagi-baginya dan mengantarkan sesuai pesanan,” katanya, Jumat (18/7/2017). 

Setelah membagi-bagi paket yang didapatkan, ia lantas membaginya kedalam paket yang lebih kecil. Tekek mengaku, setiap gramnya ia beli dengan harga Rp 1 juta. Lalu dijualnya lagi denganharga Rp 1,5 juta dalam berat yang sama.

Ia mengatakan, kakaknya itu ditangkap oleh Polda Jateng pada April 2016, karena kasus narkoba. Namun, setelah meringkuk, Tekek mengatakan masih bisa berkoordinasi dengan saudaranya itu lewat telepon. 

Setelah membaginya dalam paket-paket kecil, lalu ia menyuruh Papua untuk mengantarkannya, berdasarkan pesanan lewat telepon genggam. Untuk mengupah kawannya itu, Tekek memberi uang Rp 50 ribu kepada Papua. 

“Kemarin itu sebelum ditangkap membeli 10 gram. Keuntungannya ya sekitar lima juta rupiah,” tambahnya. 

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho mengatakan, tersangka Papua ditangkap saat berada di SPBU Sengon, Mayong. Saat  digeledah yang bersangkutan membawa bungkusan kecil sabu.

“Ketika dilakukan pengembangan, ternyata yang bersangkutan mendapatkan sabu-sabu dari Tekek. Kemudian penggeledahan di kediamannya, didapatkan barang bukti yang lebih banyak,” urainya.

Kapolres mengatakan, tersangka terancam hukuman minimal 20 tahun penjara. Mereka melanggar pasal 114 (1) subsider pasarl 112 (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.  

Dari tangan tersangka didapatka bukti berupa paket-paket sabu, timbangan, pipet dan plastik klip, serta sepeda motor. 

Editor: Supriyadi

Ibu Pembuang Bayi di Jepara Diancam 15 Tahun Penjara 

Polisi memeriksa pelaku pembuangan bayi di Jepara yang ternyata ibu kandungnya sendiri. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Pelaku pembuang bayi di Mayong Lor SN (40) terancam mendekam di penjara selama 15 tahun. Ibu empat anak ini terbukti melanggar UU tentang perlindungan anak  dan kini diamankan di Polres Jepara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kabag Humas Polres Jepara AKP Sarwo Edy Santosa mengatakan, yang bersangkutan melanggar pasal 80 junto 76 C ayat 2 UU RI no 35/2014 tentang perubahan UU RI 23/2002 tentang perlindungan anak. 

“Tersangka diringkus di rumahnya, semalam (Selasa, 8/8/2017). Hal itu dari informasi dan petunjuk yang dikumpulkan penyidik dan mengerucut kepada tersangka,” tuturnya, dalam konferensi pers, Rabu (9/8/2017). 

Dirinya menuturkan, tersangka bekerja sebagai pelinting di sebuah pabrik rokok, yang ada di Desa Brantak Sekarjati, Kecamatan Welahan.

“Kepada petugas tersangka menyebut alasannya untuk mengugurkan bayinya hanya karena sering diejek oleh teman sekerjanya. Ia kemudian menggugurkan dengan meminum soda yang dicampur dengan obat sakit kepala,” urainya. 

Baca Juga: Ibu di Jepara Ini Nekat Buang Bayinya yang Baru Lahir karena Malu Diejek

Baca Juga : Dengan Soda dan Obat Sakit Kepala, SN Gugurkan Kandunganya yang Berumur 7 Bulan

Sementara itu tersangka SN menyebut, selama masa awal kehamilan hingga usia tujuh bulan, ia menyembunyikannya dari suaminya. 

“Sampai tadi malam saya ditangkap, suami saya tidak tahu bahwa saya hamil. Ketika dihadapannya selalu saya tutupi dengan memakai pakaian longgar. Dan setiap kali dia tanya saya selalu menghindar,” jelas SN sambil tertunduk. 

Kini hanya penyesalan yang menggelora di hati ibu empat anak itu. Ia tak lagi berkumpul bersama suami dan keempat anaknya.  

Editor: Supriyadi

Dengan Soda dan Obat Sakit Kepala, SN Gugurkan Kandunganya yang Berumur 7 Bulan

SN (40), ibu yang nekat menggugurkan kandungannya dan tega membuang jasad bayinya dengan dibungkus kresek. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pelaku pembuang bayi di Mayong Lor, Jepara, SN (40) terancam mendekam di penjara selama 15 tahun.

Kabag Humas Polres Jepara AKP Sarwo Edy Santosa mengatakan, yang bersangkutan melanggar pasal 80 junto 76 C ayat 2 UU RI no 35/2014 tentang perubahan UU RI 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

“Tersangka diringkus di rumahnya, semalam (Selasa, 8/8/2017). Hal itu dari informasi dan petunjuk yang dikumpulkan penyidik dan mengerucut kepada tersangka,” tuturnya, dalam konferensi pers, Rabu (9/8/2017).

Dirinya menuturkan, tersangka bekerja sebagai pelinting di sebuah pabrik rokok, yang ada di Desa Brantak Sekarjati, Kecamatan Welahan.

“Kepada petugas tersangka menyebut alasannya untuk mengugurkan bayinya hanya karena sering diejek oleh teman sekerjanya. Ia kemudian menggugurkan dengan meminum soda yang dicampur dengan obat sakit kepala,” urainya.

Sementara itu tersangka SN menyebut, selama masa awal kehamilan hingga usia tujuh bulan, ia menyembunyikannya dari suaminya.

“Sampai tadi malam saya ditangkap, suami saya tidak tahu bahwa saya hamil. Ketika di hadapannya selalu saya tutupi dengan memakai pakaian longgar. Dan setiap kali dia tanya saya selalu menghindar,” jelas SN sambil tertunduk.

Kini hanya penyesalan yang menggelora di hati ibu empat anak itu. Ia tak lagi berkumpul bersama suami dan keempat anaknya.

Baca juga : Ibu di Jepara Ini Nekat Buang Bayinya yang Baru Lahir karena Malu Diejek

Ia mengakui meminum soda yang dicampur dengan obat sakit kepala Minggu (16/7/2017), untuk mengugurkan anak kelimanya yang masih dalam kandungan tersebut. Saat digugurkan, SN mengaku umur jabang bayi sudah mencapai 7 bulan.

Lalu, pada Senin (17/7/2017) ia merasakan mulas hebat. Begitu buang air, si jabang bayi juga ikut keluar. Saat diteliti, SN mengklaim bayi telah meninggal dunia.

“Saya minum soda dicampur obat sakit kepala sehari tiga kali. Lalu keesokan harinya saya mulas dan bayi keluar. Saat itu bayinya sudah tidak bernapas, lalu saya bungkus dengan pakaian saya dan saya wadahi lagi dengan plastik dan saya taruh di dalam baskom plastik kemudian disembunyikan di dalam rumah,” urai dia. 

Lalu pada hari Selasa (18/7/2017) malam, yang bersangkutan kemudian berniat membuang jasad anaknya. Ia kemudian memasukan plastik berisi mayat bayi ke dalam sebuah tas belanja dan mengajak anaknya yang paling kecil (2 tahun) untuk ikut menutupi bungkusan itu.

Editor : Ali Muntoha

Ibu di Jepara Ini Nekat Buang Bayinya yang Baru Lahir karena Malu Diejek

Polisi memeriksa pelaku pembuangan bayi di Jepara yang ternyata ibu kandungnya sendiri. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Masih ingat kasus pembuangan bayi di Desa Mayong Lor, Jumat (21/7/2017) lalu? Polres Jepara malam tadi (Selasa, 8/8/2017) menangkap pelakunya.

Ternyata tersangkanya adalah ibunya sendiri SN (40). Kepada penyidik ia mengaku sengaja mengugurkan dan membuang jabang bayi karena malu terus-terusan diejek oleh teman sekerjanya. 

“Saya malu akan anggapan teman-teman, mereka menggunjingkan saya orang miskin kok anake akeh (anaknya banyak). Dari situ saya lantas berniat mengugurkan bayi yang saya kandung,” ujar warga Kecamatan Nalumsari, Jepara itu.

Ejekan teman-teman seprofesi di pabrik rokok itu, ternyata membuat ibu empat anak itu gelap mata. Ia lantas mengonsumsi minuman soda yang dicampur dengan obat sakit kepala Minggu (16/7/2017), untuk mengugurkan anak kelimanya yang masih dalam kandungan tersebut. Saat digugurkan, SN mengaku umur jabang bayi sudah mencapai 7 bulan. 

Lalu, pada Senin (17/7/2017) ia merasakan mulas hebat. Begitu buang air, si jabang bayi juga ikut keluar. Saat diteliti, SN mengklaim bayi telah meninggal dunia. 

“Saya minum soda dicampur obat sakit kepala sehari tiga kali. Lalu keesokan harinya saya mulas dan bayi keluar. Saat itu bayinya sudah tidak bernapas, lalu saya bungkus dengan pakaian saya dan saya wadahi lagi dengan plastik dan saya taruh di dalam baskom plastik kemudian disembunyikan di dalam rumah,” urai dia. 

Lalu pada hari Selasa (18/7/2017) malam, yang bersangkutan kemudian berniat membuang jasad anaknya. Ia kemudian memasukan plastik berisi mayat bayi ke dalam sebuah tas belanja dan mengajak anaknya yang paling kecil (2 tahun) untuk ikut menutupi bungkusan itu. 

Dari rumahnya, ia lantas berkeliling tanpa tujuan menggunakan motornya, guna mencari tempat pembuangan. “Saya tak tahu waktu itu mau buang ke mana. Akhirnya saya melihat ada sawah di Mayong Lor lalu membuangnya di situ,” tambahnya. 

Ia sendiri mengaku sudah memunyai empat anak, berumur 12 tahun, 10 tahun, 5 tahun dan yang paling kecil 2 tahun. Saat ini pelaku tengah mendekam di tahanan Mapolres Jepara. 

Baca juga : Tega Bener, Bayi yang Baru Lahir Ini Dimasukkan Kantong Plastik Lalu Dibuang di Persawahan

Adapun, kasus jabang bayi ditemukan di persawahan Desa Mayong Lor. Penemunya saat itu adalah Ngasiman (50), saat menggarap lahan dan mencurigai ada tas belanja yang berbau busuk.

Editor : Ali Muntoha

Pikap Pengangkut Mebel di Jepara Diduga Sengaja Dibakar Orang

Proses evakuasi bangkai mobil pikap yang terbakar di Jalan Jalan Ngasirah, Kelurahan Mulyoharjo, Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kebakaran mobil pikap pengangkut mebel bernomor polisi H 1855 SQ, di Jalan Ngasirah, Kelurahan Mulyoharjo RT 5 RW 1, Jepara, Senin (7/8/2017) kemarin, diduga ada unsur kesengajaan. Sebelum terbakar, mobil tersebut diduga sudah dibuntuti orang tak dikenal, yang kemudian melempar sesuatu ke dalam mobil.

Hal ini dikatakan Syafi’i, warga di sekitar lokasi kejadian. Menurutnya, saat ia sampai di lokasi kejadian, api sudah membesar dan melalap hampir seluruh mobil. Awalnya ia melihat asap membumbung tinggi, karena penasaran ia memeriksa lokasi.

“Saat itu saya tengah menonton pertandingan bola voli di lapangan desa. Tahu-tahu ada asap dan suara sirine berbunyi, saya langsung ke tempat ini dan ternyata ada mobil pikap terbakar,” ujarnya.

Ia mengatakan, sebab terbakarnya pikap tersebut, diduga karena ada sesuatu yang dilemparkan seseorang ke dalam bak muatan tersebut. Hal itu diketahuinya dari perbincangan sopir nahas dan warga di tempat kejadian.

“Jadi saya dengar, mobil dari timur sudah diikuti oleh motor. Nah kebetulan ada motor lain yang juga di belakang mobil. Pengendara motor pertama melihat sesuatu dilempar ke bak mobil, lalu memberitahukan sopir pikap. Kemungkinan itu puntung rokok,” urai dia. 

Baca juga : Diguyur Air, Pikap Pengangkut Mebel di Jepara Justru Langsung Berkobar

Informasi yang dikumpulkan MuriaNewsCom, selain sopir kendaraan itu juga ditumpangi seorang kernet yang bernama Ali Imron. Adapun pemilik kendaraan bernama Setiawan Purwanto, Warga Pakintelan, Gunungpati, Kota Semarang. 

Meski demikian, pihak kepolisian masih mendalami keterangan sopir tersebut. Aparat kepolisian yang datang ke lokasi kejadian juga meminta keterangan sejumlah saksi dan memeriksa bangkai mobil.

Editor : Ali Muntoha

Bupati Jepara Minta Polisi ‘Panjang Usus’

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho (kiri) memberikan potongan tumpeng kepada Bupati Jepara Ahmad Marzuqi saat perayaan HUT Polri ke 71 di Pendapa Kabupaten, Senin (10/7/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi berpesan kepada anggota Polres Jepara untuk sepenuh hati layani masyarakat. Hal itu diucapkannya, di sela syukuran HUT Polri ke-71 di Pendapa Pemkab Jepara, Senin (10/7/2017).

“Pada ulang tahun yang  Polri ke-71, kami berharap agar Kepolisian Resor Jepara diberi jembar pikir, lapang dada dan panjang usus dalam menghadapi permasalahan,” katanya.

Ia mengharapkan, dengan jembar pikir, lapang dada dan panjang usus (kesabaran) dapat menjadi bekal penopang melayani warga. 

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, HUT ke-71 merupakan kesempatan bagi instansinya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Hal itu menurutnya sesuai dengan arahan dari Kapolri. 

“Untuk itu, kami juga mengharapkan peran serta dan kontribusi masyarakat dalam peningkatan layanan kami,” katanya.

Sebelum acara syukuran di pendapa, terlebih dahulu dilaksanakan upacara di Alun-alun Jepara. Pada acara tersebut, sebanyak sembilan anggota polisi diberikan penghargaan karena prestasinya mengungkap kasus kejahatan. 

Editor : Kholistiono

Polres Jepara Perketat Pengamanan Usai Teror Blok M

 

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho  (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Polres Jepara memperketat penjagaan seusai teror yang penusukan yang menimpa anggota Brimob, di Masjid Falatehan Kebayoran Baru-Jakarta, Jumat (30/6/2017) lalu. Pengetatan termasuk pada fasilitas layanan umum seperti pembuatan SKCK, SIM dan masjid Kholilurahman yang ada di kompleks Mapolres. “Polda Jateng sudah memberikan direktif (arahan) untuk meningkatkan kewaspadaan. Ada peningkatan jumlah personel yang mengamankan. Sistem pengamanan juga diberlakukan sistem covering. Jadi yang mengamankan lalulintas ada itu personel pengamanan terbuka atau tertutup yang melindungi,” kata Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho.

Ia mengatakan pengetatan pengamanan Mapolres  tidak lantas mengurangi kenyamanan pelayanan masyarakat. Ia menyebut, akan ada pemeriksaan khusus bawaan warga yang ingin membuat surat keterangan. 

Masjid polres digunakan umum untuk salat jumat, pelayanan umum sim dan perpanjangan stnk dan sebagainya agar tetap dilayani secara ramah, namun ditingkatkan pengamanannya. Tasnya ditinggalkan diluar,” imbuhnya. 

Ia menambahkan, peningkatan pengamanan juga dilakukan di jajaran Polsek yang ada di Jepara. 

Editor: Supriyadi

Tim Viper Siaga Berantas Premanisme

Berantas premanisme, Polres Jepara bentuk Tim Viper. Mereka adalah tim beranggotakan 30 orang yang berasal dari satuan Sabhara, Reskrim dan intel. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Berantas premanisme, Polres Jepara bentuk Tim Viper. Mereka adalah tim beranggotakan 30 orang yang berasal dari satuan Sabhara, Reskrim dan intel, yang bertugas mengantisipasi kerawanan keamanan jelang dan paska Lebaran.

“Tim Viper mulai hari ini sampai dengan selesai Lebaran dan seterusnya, fokusnya mengantisipasi kegiatan-kegiatan premanisme,” ujar Kapolres Jepara, AKBP Yudianto Adhi Nugroho, Senin (16/6/2017).

Ia mengatakan, bentuk premanisme yang diantisipasi jelang Lebaran seperti gendam, penjambretan dan sebagainya. Selain melakukan patroli, tim tersebut juga akan mengawasi sejumlah tempat seperti bank, pusat perbelanjaan ataupun tempat strategis lainnya. 

Hal itu ditujukan untuk menambah rasa aman masyarakat, dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri. 

Perlu diketahui, dalam pengamanan Lebaran 2017 disiagakan 500 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, dan Pemkab Jepara. Di samping itu, dibangun pula tujuh posko pengamanan dan satu posko pelayanan, yang tersebar dari Welahan hingga Bangsri.

Editor : Kholistiono

500 Personel Gabungan Disiapkan Amankan Lebaran di Jepara

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho (kiri), Dandim 0719/Jepara Letkol Inf Ahmad Basuki (tengah) dan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi (kanan) melakukan patroli keliling, seusai apel kesiapan pasukan pengamanan Lebaran, Senin (19/6/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Menjelang Lebaran, Polres Jepara menggelar apel pasukan dalam rangka Operasi Ramadniya 2017, di Alun-alun Jepara, Senin (19/6/2017). Tidak hanya dari unsur kepolisian, dalam kegiatan itu juga turut melibatkan peran serta aktif dari berbagai stakeholder seperti TNI dan pemkab. 

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menjadi pemimpin upacara gelar pasukan tersebut. Sebelum membacakan amanat Kapolri Jendral Tito Karnavian, ia meminta peran aktif dari jajarannya untuk menyukseskan operasi tersebut. 

“Semua yang ikut apel Operasi Ramadniya 2017 hendaknya terlebih dahulu menjaga keselamatan diri. Karena dengan demikian, anda juga bisa melaksanakan tugas dan menyelamatkan nyawa orang lain. Di samping itu, kami meminta agar antara satuan, seperti Polri, TNI, Satpol PP dan segenap unsur pemerintahan, terlibat secara aktif dan bersinergi serta bahu membahu, agar dapat peroleh hasil yang baik,” kata bupati. 

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, dalam operasi tersebut dikerahkan 500 personel gabungan. Di samping itu telah disiagakan tujuh pos pengamanan dan satu pos pelayanan, menjelang dan sesudah Lebaran. 

“Setiap hari kita juga akan melaksanakan patroli di terminal, dan lokasi-lokasi wisata akan kita tambah personel untuk melaksanakan giat patroli,” katanya. 

Setelah apel, Bupati bersama Kapolres dan Dandim 0719/Jepara Letkol (inf) Ahmad Basuki dan unsur Forkopinda Jepara, melakukan patroli keliling (show a force) menaiki motor. Hal itu dilakukan guna unjuk gigi, kesiapan personel keamanan dan pemda, mengamankan Lebaran.

Editor : Kholistiono

Antisipasi Aksi Terorisme, Polres Jepara Lakukan Pengecekan Senpi

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengecek kondisi senjata api, Jumat (2/6/2017). (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Antisipasi aksi terorisme, jajaran Polres Jepara mengecek kesiapan senjata api, Jumat (2/5//2017). Di samping itu, pengecekan juga bertujuan untuk  memaksimalkan tugas kepolisian. 

“Kegiatan pengecekan senjata api dimaksudkan untuk mengetahui kondisi, keberadaan senpi, sehingga jika sewaktu-waktu dibutuhkan siap digunakan. Hal ini terutama untuk menghadapi aksi amaliyah kelompok teroris,” ujar Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho. 

Momen kerawanan kejahatan jelang Idul Fitri, juga menjadi pertimbangan kegiatan tersebut. Dikatakan Kapolres Jepara, pihaknya serius mengantisipasi kejadian pencurian dengan kekerasan, yang menyasar perbankan atau objek vital lain. Di samping itu, pihaknya ingin menekan penggunaan senjata api yang disalahgunakan atau tidak sesuai peruntukannya.

Dirinya juga menekankan kepada anggotanya, agar setiap penggunaan senjata api haruslah bertanggung jawab. “Harus betul-betul selektif dalam penggunaanya. Kalau tidak dalam kondisi membahayakan terhadap petugas Polri itu sendiri atau membahayakan orang lain, jangan gunakan senjata api,” tegasnya. 

Pada pemeriksaan tersebut, pengecekan dilakukan dengan mengecek kondisi dan kelayakan serta kebersihan senjata api. Jumlah amunisi juga ikut dikalkulasi ketersediaannya. Selain Kapolres, turut hadir dalam kegiatan itu Kasi Propam, Kabag Ops, Kabag Sumda dan Kasubbag Sarpras turut hadir dalam pengecekan senpi dinas ini.

Editor : Kholistiono

Belum Ada BNK di Jepara, Agus Kembali Jalan Kaki ke Jakarta Temui Kapolri

Agus Suwarno saat dilepas secara seremonial oleh Forkominda Jepara, Jumat (21/4/2017).(Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Agus Suwarno (69) kembali nekat berjalan kaki dari Jepara ke Jakarta seorang diri hendak menemui Kepala BNN Budi Waseso dan Kapolri Jendral Tito Karnavian. Aksinya itu, dilandasi kegeramannya akan peredaran narkoba yang marak di tanah kelahirannya.

Lelaki berkumis itu, berjalan menggunakan caping dengan menyandang bendera merah putih serta mengalungkan tulisan ajakan menjauhi narkoba. 

Aksi long march  nya itu, bukan kali pertama dilakukannya. Dulu, pada tahun 2000 warga Senenan, Kecamatan Tahunan itu berjalan dari Jawa Timur ke Jakarta. Setelahnya, ia nekat mengampanyekan gerakan anti narkoba dengan berkeliling negara ASEAN menggunakan sepeda kayuh selama dua tahun. 

Tidak berhenti disitu, aksi ketiganya adalah mengelilingi Indonesia dengan sepeda. Sementara, pada Januari tahun 2017 dirinya berjalan dari Jepara ke Jakarta, dengan mengusung misi yang sama.

“Kali ini saya tidak langsung ke Jakarta, tapi mengelilingi Puau Jawa baru kemudian menuju Ibu Kota,” ujarnya saat dilepas secara seremonial oleh Forkominda Jepara, Jumat (21/4/2017).

Lebih lanjut ia mengatakan, misinya ini menuntut pemerintah khususnya Polri dan BNN mengusulkan pendirian Badan Narkotika Kabupaten (BNK) di Jepara. Dengan hal itu ia berharap peredaran narkoba dapat ditekan. 

“Aksi ini saya lakukan dalam rangka mengampanyekan anti narkoba. Juga untuk menggugah BNN supaya membangunkan gedung BNK di Jepara. Karena itu saya akan menemui Pak Kapolri dan Pak Budi Waseso,” imbuhnya. 

Ia menegaskan, aksinya itu akan terus diulang selama belum ada realisasi pembangunan gedung BNK di Jepara. “Saya prihatin di Kabupaten Jepara banyak beredar barang haram tersebut. Bahkan bandar besar pernah tertangkap di sini,” pungkasnya. 

Editor : Kholistiono

Kapolres Jepara Imbau Anggotanya Waspada Serangan Teror

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho meminta jajaran polres dan polsek di wilayahnya meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi terorisme. Hal itu dikatakannya, pascaadanya serangan terhadap personel polisi di Polres Banyumas, beberapa hari lalu. 

Ia mengungkapkan, akan meningkatkan kewaspadaan di lingkungan Polres Jepara. Hal itu dilakukan dengan upaya pembangunan portal di pintu masuk. Namun demikian, hal itu tak lantas mengurangi pelayanan terhadap masyarakat. Selain itu, pihaknya mengimbau agar anak buahnya lebih meningkatkan kewaspadaan. 

“Kita sudah tindaklanjuti, dengan melakukan arahan agar personel berseragam jangan sampai lengah,” katanya, Rabu (12/4/2017). 

Di samping itu, pihaknya juga meminta petugas di polsek untuk melakukan hal serupa. Kapolres mengatakan, untuk menyiasati luasan wilayah dan kurangnya personel, antarmapolsek dibagi dalam rayon. 

“Dengan hal itu, jika ada suatu permasalahan pada satu polsek, maka polsek lain bisa saling membantu,” tuturnya. 

Selain Markas Komando Polres Jepara dan Mapolsek, fokus pengamanan juga dilakukan pada tempat-tempat wisata. Di samping itu, wilayah perairan juga mendapat porsi pengamanan dan tentunya sentra ekonomi.

Editor : Kholistiono

Ini Dia Sosok Kapolres Jepara yang Baru

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho. Ia menggantikan posisi AKBP Samsu Arifin yang kini menempati pos baru sebagai Kabagbinkar Ro SDM Polda Bali. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Setelah 18 bulan memangku jabatan sebagai Kapolres Jepara, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Samsu Arifin purna tugas. Posisinya digantikan oleh AKBP Yudianto Adhi Nugroho.

Sertijab dipimpin oleh kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Condro Kirono, Rabu (5/4/2017). Dikutip dari laman tribratanewspoldajateng.com, Kapolda Jateng menyampaikan tugas besar yang dihadapi Kapolres baru ialah persiapan hari Lebaran 2017. Ia berpesan agar personel yang baru dilantik mewaspadai kerawanan kriminalitas termasuk peningkatan arus lalulintas. 

Di Jepara, acara lepas kenal Kapolres dilaksanakan di Pendapa Pemkab, Kamis (6/4/2017) malam. Di hadapan tamu, Samsu mengucapkan bahwa Kabupaten Jepara merupakan rumah keduanya. Tak lupa ia mengucapkan selamat bertugas kepada pejabat yang baru.

“Nantinya jika saya liburan, saya akan menengok saudara-saudara saya di sini,” ucap Samsu, yang kemudian menempati pos baru sebagai Kabagbinkar Ro SDM Polda Bali.

Sementara itu, Kapolres Jepara yang anyar AKBP Yudianto mengatakan, ia akan segera menyesuaikan diri dengan wilayah baru. Langkah yang akan diambil adalah memetakan permasalahan, yang ada di teritorialnya.

“Iya kita pertama akan melakukan konsolidasi dengan anggota, menginventarisir persoalan terutama di polsek-polsek terkait Kamtibmas dan penegakan. Selain itu kami akan sowan kepada para tokoh masyarakat Forkominda,” tutur Yudianto.

Sebelumnya, pria kelahiran 14 Oktober 1977 itu bertugas di SSDM  Polri.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menyambut hangat kedatangan Kapolres baru tersebut. Kepada AKBP Samsu Arifin ia menyatakan rasa terima kasihnya.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Pak Samsu Arifin. Selain itu jika Pak Samsu purna tugas akan saya susul, bapak hari ini, saya Senin esok akan mengakhiri tugas sebagai bupati,” tutur Marzuqi.

Editor : Kholistiono

 

Polres Jepara Terjunkan 125 Personel untuk Amankan Rekapitulasi Suara

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Kapolres Jepara AKBP M. Samsu Arifin melalui Kabag Ops Kompol Slamet Riyadi menyatakan, Polres Jepara bakal menerjunkan sebanyak 125 personel untuk mengamankan proses rekapitulasi suara tingkat kabupaten di kantor KPU pada Rabu (22/2/2017) besok .

“Selain ratusan personel yang kami siagakan, kami juga menyiagakan dua unit mobil barracuda yang ditempatkan di lokasi pleno rekapitulasi suara. Hal ini untuk mengantisipasi adanya tindakan yang tidak diinginkan,” ujarnya, Selasa (21/2/2017).

Sementara itu, mengenai titik-titik yang dianggap rawan saat rekapitulasi, ia memaparkan, bahwa wilayah Jepara saat ini terhitung masih kondusif. Namun, tetap memonitor kondisi yang berkembang, termasuk di masing-masing posko pemenangan paslon maupun kediaman calon.

Di sisi lain, Kapolres dan Dandim Jepara, katanya, juga telah melakukan langkah bersilaturahmi kepada masing-masing paslon. Hal itu, untuk menjalin komunikasi dengan calon, dan supaya masing-masing calon dapat mengajak seluruh pendukung maupun simpatisan, bisa mengikuti pilkada dengan tertib.

“Bila ada kejanggalan dalam rekapitulasi atau lainnya, maka paslon diharapkan dapat menyelesaikannya dengan cara melalui jalur hukum. Dan tidak melalui aksi-aksi di jalanan atau demo,” ujarnya.

Perlu diketahui, dalam kegiatan rekapitulasi hasil perolehan suara pilbup di tingkat kabupaten tersebut, nantinya akan bisa disaksikan secara umum. Hanya saja, yang boleh rapat pleno, hanya yang mendapatkan undangam secara resmi dari KPU.

“Terkait kegiatan ini, nantinya Jalan Yos Sudarso akan dijadikan satu arah saja. Sebelumnya, Jalan Yos sudarso itu dilalui pengendara dua arah. Namun di saat acara dimulai nanti, maka lalu lintas di jalan itu akan kita jadikan satu arah saja, Supaya bisa memperlancar arus lalu lintas yang ada,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Personel Keamanan Diminta Kedepankan Sikap Humanis saat Amankan Pilkada

Personel gabungan saat mengikuti apel pergeseran pasukan dalam rangka pemilukada di Gedung wanita Jepara, Selasa (14/2/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Direktur Shabara Polda Jateng Kombes Pol Tetra M. Putra mengimbau supaya personel keamanan yang bertugas untuk mengamankan pelaksanaan Pilkada Jepara bisa mengedepankan sikap humanis.

“Kami berharap, nantinya semua personel keamanan dalam bertugas bisa mengedepankan sifat humanis, hati nurani. Kami berharap tidak ada lagi sikap sok berkuasa ketika menjalankan tugas atau lainnya,” ujarnya usai menghadiri apel pergeseran pasukan dalam rangka pemilukada di Gedung wanita Jepara, Selasa (14/2/2017).

Selain itu, ia juga berharap seluruh personel keamanan dapat mengedepankan sikap rendah hati saat berada di TPS atau di tempat lainnya. “Personel keamanan itu harus bisa menjaga keamanan dan bisa berbaur dengan warga. Sehingga kondusifitas saat pilkada bisa berjalan baik,” ungkapnya.

Ribuan Personel Gabungan Siap Amankan Pilkada Jepara

Dirinya juga menyatakan, jika, Jepara dinilai masih kondusif, terkait pelaksanaan pemilihan kepala daerah. “Jepara itu termasuk yang kondusif dan tidak ada titik kerawanan yang spesifik,” ucapnya.

Dia melanjutkan, bila dilihat dari kekuatan personel keamanan yang ditempatkan untuk mengamankan pilkada, baik mulai dari Personel Polres Jepara yang diback up oleh Polres Kudus, Demak dan Kodim 0719/Jepara dinilai sudah maksimal, apalagi ada pasukan Brimob.

Editor : Kholistiono

Ribuan Personel Gabungan Siap Amankan Pilkada Jepara

Kapolres Jepara, Direktur Shabara Polda Jateng dan Komandan Kodim 0719/Jepara melakukan pengecekan peralatan sebelum terjun ke lapangan untuk bertugas. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Sekitar 4 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI dan Linmas diterjunkan untuk mengamankan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jepara pada Rabu (15/2/2017) besok. Ribuan personel tersebut, akan disebar di 1.805 tempat pemungutan suara (TPS).

Kapolres Jepara AKBP M. Samsu Arifin mengatakan, personel keamanan yang diterjunkan untuk mengamankan pilkada terdiri dari 632 personel dari Polri, 1 SST (satuan setingkat peleton) TNI Kodim 0719/Jepara, dan 3.520 Linmas.

“Untuk personel kepolisian sendiri, kita diback up oleh 1 SST Dalmas Polres Kudus, 1 SST Dalmas Polres Demak dan dan BKO (bawah kendali operasi) 1 SSK Brimob Polda Jateng,” ungkapnya, usai memimpin apel pergeseran pasukan dalam rangka pemilukada di Gedung wanita Jepara, Selasa (14/2/2017).

Sementara itu, untuk 1 SSK Brimob yang berjumlah 100 personel tersebut bakal dibagi menjadi 2 tempat penugasan. Yakni 50 personel di bagian utara meliputi wilayag Keling, Donorojo, Kembang, Bangsri,dan lainnya. Sedangkan yang 50 personel lainnya di wilayah kota. Meliputi Tahunan, Mlonggo, Pakis Aji, Bate Alit dan lainnya.

“Selain itu, untuk personel Dalmas Polres Kudus akan bertugas di wilayah timur. Yakni bagian Mayong dan Nalum Sari. Sedangkan anggota dari Demak akan bertugas di wilayah Kedung, Welahan, Kalinyamatan dan sekitarnya,” bebernya.

“Untuk kekuatan cadangan dari Polres Kudus dan Demak, pada Rabu (15/2/2017), akan merapat ke polsek perbatasan masing-masing. Yang dari Demak akan ke Polsek Mijen, sedangkan dari Kudus akan merapat ke Polsek Kaliwungu. Itu untuk siaga, bil ada eskalasi yang tak diinginkan,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, untuk kekuatan BKO ini mulai dari kegiatan pemungutan suara hingga Kamis (16/2/2017) pagi. Jika dibutuhkan penambahan personel, maka Polda Jateng akan siap menambahkan personel. “Untuk keamanan sendiri yang paling inti ialah objek TPS, perlengkapan, baik sebelum atau setelah mencoblos dan warga. Supaya mereka bisa menggunakan hak pilihnya,” imbuhnya.

Dalam apel siaga tersebut, juga turut dihadiri Direktur Shabara Polda Jateng Kombes Pol Tetra M. Putra, Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol Infantri Ahmad Basuki, Komisioner KPU, Sekda Jepara Sholih dan Instansi terkait.

Editor : Kholistiono

NU, Muhammadiyah, Polri dan PWI Jepara Gelar Silaturrahmi Kebhinekaan

Pemotongan tumpeng bersama Kapolres Jepara, tokoh NU, Muhammadiyah dan PWI Jepara di Gedung NU Jepara, Kamis (9/2/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pemotongan tumpeng bersama Kapolres Jepara, tokoh NU, Muhammadiyah dan PWI Jepara di Gedung NU Jepara, Kamis (9/2/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Untuk meningkatkan komunikasi dan memperkuat kebhinekaan, PC Nahdlatul Ulama (NU), PD Muhammadiyah Jepara, Polres Jepara dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jepara menggelar silaturahmi yang berlangsung di Gedung NU Jepara, Kamis (9/2/2017).

Pengurus PWI Jepara yang diwakili Sukardi mengatakan, kegiatan tersebut patut diapresiasi untuk meningkatkan tali silaturahmi dan komunikasi dengan berbagai pihak. Sebab, tak jarang persoalan muncul, karena kurang lancarnya komunikasi.

“Komunikasi ini sangat penting. Dalam dunia jurnalistik, komunikasi antara jurnalis dengan nara sumber sangat diperlukan. Karena, hal itu untuk mendapatkan informasi yang berimbang. Makanya, kami berharap semua pihak tidak menutup diri ketika ketika berhadapan dengan jurnalis,” ujarnya.

Di sisi lain, dirinya juga berharap, masyarakat bisa menyaring informasi-informasi yang ada di media sosial, sehingga tidak menimbulkan persepsi yang salah. Sebab, saat ini banyak sekali informasi yang belum jelas kebenarannya, dan dampaknya bisa menimbulkan gejolak di masyarakat.

Sementara itu, Pimpinan PD Muhamdiyah Jepara Fathurrozi  mengutarakan, berhubung hari ini bertepatan dengan Hari Pers Nasional, dirinya berharap pemberitaan yang bernilai positif terus berkembang dengan baik, dan insan pers juga bisa terus meningkatkan kualitas.

Lebih lanjut ia mengatakan, jika menjelang pilkada, suasana dan situasi yang ada di Jepara berlangsung kondusif. “Kita berharap pelaksanaan pilkada berjalan aman dan lancar, dan masyarakat tidak terporovokasi dengan hal-hal negatif, sehingga terpecah belah,” katanya.

Sedangkan, Rois Syuriah PC NU Jepara Ubaidillah Umar  menyatakan, sebenarnya di Indonesia ini sangat banyak oknum yang menginginkan idiologi bangsa berubah. Untuk itu, dirinya mengajak semua pihak untuk menjaga keutuhan NKRI.

“Mari kita bantu pemerintah, karena NKRI adalah harga kati. NU dan Muhammadiyah harus tampil terdepan. Sebab nantinya akan memberikan wawasan kepada masyarakat bahwa Islam adalah rahmatal lil alamain. Pun demikian, NKRI harga mati,” ungkapnya.

Kapolres Jepara AKBP M. Samsu Arifin mengatakan, saat ini memang banyak sekali warga yang saling menghujat, baik hal itu mengatasnamakan individu ataupun golongan.

“Bila diteruskan dan dibiarkan, maka akan bisa merusak NKRI. Terlebih di dalam pemberitaan. Terlebih di dunia media sosial. Sebab media sosial itu tidak ada etika jurnalistiknya. Tanpa konfirmasi dan lainnya,” kata Kapolres.

Ia mengimbau kepada masyarakat supaya bisa menelaah terlebih dahulu sebelum berita tersebut dishare kepada orang lain. Sehingga, nantinya tidak menimbulkan kegaduhan jika informasi yang dishare tersebut justru tidak benar.

Editor : Kholistiono

Alasan Anak Sakit, Sopir Pribadi Ini Nekat Curi Uang Majikan 11 Ribu Poundsterling

 Toni Senjaya, pelaku pencurian saat diamankan di Mapolres Jepara, Kamis (9/2/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono).

Toni Senjaya, pelaku pencurian saat diamankan di Mapolres Jepara, Kamis (9/2/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono).

MuriaNewsCom,Jepara – Petugas Satreskrim Polres Jepara berhasil membekuk Toni Senjaya (35) warga Desa Babakan Peuteuy RT 1 RW 1 Kecamatan Cicalengka, Bandung. Toni yang merupakan sopir pribadi dari Yati Sumiyati (38) warga Desa Semat RT 5 RW 3 Kecamatan Tahunan, Jepara, diketahui telah mencuri uang majikannya sebanyak 11 ribu poundsterling atau sekitar Rp 180 juta.

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin mengatakan, pencurian uang tersebut terjadi pada Senin Senin (6/2/2017) sekitar pukul 14.30 WIB. Sedangkan, pelaku berhasil ditangkap oleh petugas Reskrim pada Kamis (9/2/2017) di salah satu hotel di Pati.

“Setelah anggota kami mendapatkan informasi mengenai keberadaan pelaku yang berada di salah satu hotel di Pati, petugas langsung bergerak ke lokasi. Benar saja, pelaku berada sedang menginap di hotel dan langsung diamankan tanpa perlawanan,” ujarnya.

Dari tangan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 103 lembar uang pecahan 20 poundsterling, 92 lembar uang pecahan 50 pounsdterling, 2 lembar uang pecahan 50 euro, uang tunai senilai Rp 2,3 juta, tas pinggang wara orange, 1 koas warna biru, 1 buah celana jeans merk cardinal, 1 pasang sendal merk coole  dan 1 bendel nota karaoke the boss. Sebagian uang asing, sudah ditukar pelaku dengan uang rupiah.

Kapolres juga menceritakan, bagaimana kronologi terjadinya aksi pencurian yang dilakukan Toni terhadap uang majikannya tersebut. Di mana, pada hari kejadian, korban sedang berada di Polres Jepara untuk berkonsultasi dan melaporkan kasus penipuan yang dilakukan rekan bisnisnya yang merupakan warga asing dari Amerika Serikat. Korban mengaku telah ditipu rekan bisnisnya itu sebesar Rp 450 juta.

Usai dari Mapolres Jepara, korban kemudian mengecek gudang mebel yang yang ada di Pesajen, Demaan, Jepara. Setelah itu, korban langsung pulang ke rumah dan sampai rumah sekitar pukul 18.00 WIB. Ketika sampai di rumah, korban langsung menuju kamar, dan membuka lemari. Alangkah terkejutnya, ketika membuka lemari, tas pinggang miliknya yang berisi uang poundsterling lenyap.

Mengetahui hal ini, korban pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Jepara. “Mendapat laporan itu, petugas pun langsung bergerak untuk memburu pelaku. Dalam laporannya, korban mengaku mencurigai karyawannya yaitu sopir pribadinya yang  mengambil uang tersebut. Alasan korban curiga, karena pada hari itu pelaku berpamitan kepada korban untuk mencari pekerjaan baru serta menyerahkan sepeda motor inventaris kerja,” ungkapnya.

Sementara itu, korban yaitu Yati Sumiyati mengatakan, jika pelaku sebenarnya sudah bekerja dengannya sudah lumayan lama. “Dia sudah bekerja dengan saya di Bandung itu sudah lumayan lama. Namun ia ikut pindah ke Jepara dengan saya ini baru sekitar 6 bulan. Tapi malah jadinya begini. Padahal dia itu sudah saya percaya lho,” ungkapnya.

Dia menambahkan, Toni itu dahulunya pelaku katanya, banyak masalah. Baik masalah keluarga atau yang lain.”Saya menerimanya bekerja itu lantaran kasihan dan iba. Dan saya dahulunya juga beeharap supaya dia bisa berubah. Tapi nyatanya malah mencuri,” paparnya.

Sementara itu, Toni pelaku pencurian mengaku nekat mencuri uang milik majikannya tersebut lantaran terdesak kebutuhan rumah tangga. “Saya butuh uang. Sebab anak saya sakit-sakitan di rumah. Sehingga saya terpaksa melakukan ini,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Polres Jepara Apresiasi Aksi Agus yang Jalan Kaki ke Jakarta untuk Mengkampanyekan Anti Narkoba

Kasat Res Narkoba Polres Jepara AKP Supardiyono saat melepas perjalanan Agus Suwarno untuk aksi jalan kaki dari Jepara menuju Kantor BNN Jakarta. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kasat Res Narkoba Polres Jepara AKP Supardiyono saat melepas perjalanan Agus Suwarno untuk aksi jalan kaki dari Jepara menuju Kantor BNN Jakarta. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Aksi Agus Suwarno (69) warga Senenan RT 18 RW 06, Kecamatan Tahunan, Jepara, yang berjalan kaki dari Jepara menuju Kantor BNN di Jakarta dengan mengkampanyekan anti narkoba mendapat apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya dari Polres Jepara.

Kasat Res Narkoba Polres Jepara AKP Supardiyono mengatakan, pihaknya salut atas aksi yang dilakukan Agus. “Kita apresiasi aksi Pak Agus ini. Ini sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap generasi bangsa dari bahaya narkoba,” ujarnya, usai memberikan surat izin kepada Agus Suwarno di kantornya, Senin (23/1/2017).

Dengan adanya aksi yang dilakukan Agus tersebut, dirinya berharap dapat menggugah masyarakat, untuk bersama-sama berperan dalam memerangi narkoba.

“Ya ini sebuah bentuk kepedulian dan keprihatinan atas maraknya penggunaan narkoba. Apalagi, beberapa waktu lalu salah satu keponakan dari Pak Agus tertangkap polisi karena kasus penggunaan narkoba,” ungkapnya.

Menurutnya, aksi mengkampanyekan anti narkoba dan perdamaian juga bukan yang pertama kali dilakukan oleh Agus. Sebab, beberapa tahun lalu, Agus juga pernah bersepeda keliling Asia untuk mengkampanyekan anti narkoba. “Mungkin kali ini caranya berbeda, yakni dengan jalan kaki. Hal tersebut, katanya, juga sebagai cara untuk memenuhi nazar atas kesembuhannya dari kelumpuhan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Biaya Administrasi SKCK Bakal Naik Tiga Kali Lipat

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Tarif penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) akan segera naik. Kenaikan biaya penerbitan SKCK yang semula hanya Rp 10.000 naik menjadi Rp 30.000.

Kepala Satuan Intelkam Polres Jepara AKP Hari Djatmiko menjelaskan, kenaikan itu berlaku di seluruh jajaran kepolisian dalam melayani masyarakat dalam permohonan penerbitan SKCK.

“Kenaikan yang sama juga berlaku untuk perpanjangan SKCK. Kenaikan biaya itu akan masuk kas negara sebagai Pemasukan Negara Bukan Pajak (PNBP),” terangnya kepada MuriaNewsCom, Kamis (5/1/2017).

Menurutnya, ketentuan baru tersebut mengacu Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di lingkungan Polri.

“Kenaikan ini nantinya akan diberlakukan mulai 6 Januri 2017. Sebelumnya kita juga sudah mensosialisasikan kepada warga melalui banner, spanduk, dan di setiap polsek juga sudah kita pasang. Sosialisasi sudah kami lakukan sejak cukup lama,” ungkapnya.

Sementara itu, saat disinggung mengenai jumlah pemohon SKCK di Polres Jepara, pihaknya mengatakan bahwa permohonan itu sekitar 200 orang per bulan. Namun, hal tersebut juga bersifat fluktuatif, tergantung musim, misalnya pada saat lulusan sekolah.

Editor : Kholistiono

Siswa MA di Jepara Diajak Waspadai Rekrutmen Teroris

Polisi memberikan pembinaan terhadap pelajar MA Matholiul Huda, Bugel, Kedung, Jepara. (Tribratanewsjepara)

Polisi memberikan pembinaan terhadap pelajar MA Matholiul Huda, Bugel, Kedung, Jepara. (Tribratanewsjepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Bhabinkamtibmas Polsek Kedung Polres Jepara Polda Jateng, Bripka Wagiran melaksanakan pembinaan dan penyuluhan kepada pelajar MA Matholiul Huda, Bugel, Kedung, di makam Mangun Sejati Desa Bugel. Tiga ratusan siswa melaksanakan pengajian di makam tersebut dalam rangka haul Mangun Sejati.

Bripka Wagiran mengajak para pelajar untuk tidak mudah terpengaruh dan memerangi paham radikalisme dan SARA. Mereka diberikan pemahaman mengenai paham radikalisme dan terorisme agar para pelajar tidak terpengaruh atau terhindar dari rekrutmen para teroris yang mengatasnamakan agama.

“Karena usia anak-anak dan remaja masih sangat rentan untuk disusupi paham-paham radikalisme dibanding orang dewasa atau orang tua,” ujarnya.

Wagiran juga mengajak untuk menghidupkan kembali sifat dasar bangsa Indonesia yaitu musyawarah, gotong-royong, saling menghormati, saling menghargai dan saling toleransi antarumat beragama.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin melalui Kapolsek Kedung AKP Sukarmo menjelaskan, hal ini untuk membangun daya cegah dan tangkal terhadap perkembangan ajaran radikalisme dan terorisme sejak usia dini terhadap pelajar sekolah.

Sehingga diharapkan para generasi muda tidak mudah dipengaruhi dan diperalat sebagai sarana para kelompok tertentu untuk mencapai tujuan melalui kekerasan dan teror.

Editor : Akrom Hazami

Trik Polisi dari Polair Polres Jepara Biar jadi Hebat  

Polisi dari Polair Polres Jepara melakukan latihan di depan Mako Sat Polair setempat. (Tribratanewsjepara)

Polisi dari Polair Polres Jepara melakukan latihan di depan Mako Sat Polair setempat. (Tribratanewsjepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Anggota Sat Polair Polres Jepara melaksanakan latihan Persaturan Baris-berbaris (PBB) yang dilaksanakan di depan Mako Sat Polair, Rabu (26/10/2016).

Dikutip Tribratanewsjepara.com, latihan dilakukan selesai apel pagi dan dipandu oleh Kasat Polair AKP Hendrik Irawan.

Kasat Polair AKP Hendrik Irawan mengatakan pelatihan yang dilaksanakan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan anggota dalam baris berbaris. Selain untuk mengasah keterampilan baris berbaris, latihan PBB dapat membentuk jiwa disiplin anggota, kemampuan untuk berkonsentrasi, mendengarkan perintah atau aba-aba seperti yang ada dalam Peraturan Dasar Kepolisian (Perdaspol).

“Oleh karena itu, setiap anggota Polri jangan sampai menyepelekan tentang Perdaspol. Kegiatan yang dilakukan saat ini adalah untuk mengingatkan dan mematangkan kembali gerakan gerakan dalam peraturan baris berbaris yang ada dalam Perdaspol agar penampilan dan sikap tampang setiap anggota Polri selalu terjaga dengan baik,” tutur Hendrik.

Editor : Akrom Hazami

Kini, 2 Paslon Bupati Jepara Selalu Dikawal 4 Polisi

Paslon Bupati Jepara Subroto - Nur Yahman dan Ahmad Marzuqi - Dian Kristiandi. (MuriaNewsCom)

Paslon Bupati Jepara Subroto – Nur Yahman dan Ahmad Marzuqi – Dian Kristiandi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara  – Kabag Ops Polres Jepara, Kompol Slamet Riyadi mengatakan setelah rapat pleno penetapan, maka paslon peserta akan mendapat pengawalan melekat dari jajarannya.

Tiap paslon akan dikawal empat personel. Atau dengan kata lain, tiap calon dikawal dua anggota polisi.“Secara resmi penyerahan personel untuk pengawasan ini kita lakukan besok (hari ini),” ucapnya.

Pengawalan melekat yang dilakukan selama 24 jam. Personel yang mengawal dipersenjatai sesuai protap kepolisian. Pengawalan melekat ini berlaku hingga pengumuman hasil Pilkada Jepara 2017.”Tapi juga bisa diperpanjang hingga pelantikan Bupati dan Wabup Jepara terpilih,” paparnya.

Sementara itu, Komisioner Panwaslih Jepara Taskuri mengatakan usai penetapan paslon, maka baik Subroto – Nur Yahman maupun Ahmad Marzuqi – Dian Kristiandi serta tim kampanye hingga simpatisannya menjadi subyek hukum berbagai aturan terkait pelaksanaan pilkada. Jika terbukti melanggar maka bisa dijerat dengan pidana, denda maupun sanksi administratif berupa pembatalan sebagai peserta Pilkada Jepara.

“Jadi tergantung pelanggarannya apa? Semisal terbukti melakukan kampanye di media baik cetak maupun elektronik maka bisa dicoret dari kepesertaan pilkada,” tandasnya.

Sebelumnya, KPU Jepara menggelar Rapat Pleno Terbuka Penetapan Paslon Pilkada Jepara tahun 2017, Senin (24/10/2016). Selain dihadiri jajaran KPU, hadir juga komisioner panwaslih dan forkompinda, dua bapaslon yakni Subroto – Nur Yahman dan Ahmad Marzuqi – Dian Kristiandi serta parpol pengusung, tim kampanye hingga simpatisan.

Ketua KPU Jepara, M Haidar Fitri mengatakan KPU sudah melakukan  verifikasi administrasi dokumen pencalonan maupun berkas masing-masing bakal calon. Termasuk berkas atau dokumen perbaikan. Dan hasilnya kedua bakal paslon dinyatakan memenuhi syarat.

Editor : Akrom Hazami