Anggota Ukir Prestasi, Kapolres Grobogan Gelontorkan Bonus

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano memberikan penghargaan dan bonus khusus pada anggotanya meraih prestasi juara II dalam ajang lomba menembak Piala Kapolda Jateng. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Prestasi membanggakan yang diraih sejumlah anggota Polres Grobogan dalam lomba menembak di Piala Kapolda Jateng di Semarang, akhir pekan lalu mendapat perhatian khusus dari Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano.

Perhatian tersebut dituangkan dalam bentuk penghargaan dan bonus khusus pada sejumlah anggotanya yang berhasil meraih medali perak (juara II) di ajang bergengsi tersebut. Bonus tersebut bahkan diberikan langsung usai memimpin apel, Selasa (8/8/2017).

”Alhamdulillah, seluruh keluarga besar Polres Grobogan bangga dengan prestasi ini. Semoga prestasi kedepan terus ditingkatkan,” kata Satria.

Menurut Satria, dalam lomba menembak menyemarakkan Hari Bhayangkara itu tidak ada target juara yang dibebankan pada anak buahnya. Saat berangkat, tim dari Polres Grobogan diharapkan bisa masuk 10 besar saja.

”Tetapi hasil yang didapat malah jadi juara II kelas tembak reaksi revolver. Atas prestasi ini, mereka layak dapat reward,” jelasnya.

Kasat Sabhara AKP Lamsir yang juga bertindak selaku pimpinan tim lomba menembak dari Polres Grobogan menambahkan, persaingan dalam lomba itu dinilai sangat ketat. Sebab,sebanyak 45 tim dari Satker jajaran Polda Jateng dan atlet tembak reaksi Jateng-DIY ikut ambil bagian dalam even itu.

”Menghadapi kejuaraan kemarin, kami hanya mempunyai kesempatan berlatih selama tiga hari saja. Namun saya mencoba untuk menanamkan rasa percaya kepada anggota tim, bahwa kita bisa unjuk kemampuan,” tegasnya. 

Editor: Supriyadi

Traffic Light Portable, ‘Jurus’ Polisi Grobogan Atasi Kemacetan saat Arus Balik Lebaran

Petugas lalu lintas membantu mengamankan arus balik Lebaran di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kesibukan personel keamanan di Grobogan makin meningkat pasca lebaran. Hal ini seiring naiknya kendaraan arus balik yang melewati wilayah tersebut dan berpotensi menyebabkan kemacetan lalu lintas.Guna mengatasi kemacetan, ada upaya lain yang dilakukan jajaran kepolisian disamping menyiagakan personil di lapangan. Yakni, menggunakan traffic light portable.

Alat ini ditempatkan di pertigaan dan perempatan jalur utama yang belum ada traffic light permanen dan berpotensi macet. Khususnya di jalur Purwodadi menuju Semarang yang tingkat kepadatan arusnya cukup tinggi.

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano menyatakan, cara kerja alat itu sama dengan traffic light di perempatan jalan. Namun konsepnya dibuat sederhana dengan desain portabel. Tujuannya, agar bisa dipindah-pindah dan mudah penggunaannya.

“Adanya alat ini sangat membantu untuk mengurai kemacetan. Selain mudah dibawa ke mana-mana dan ditempatkan sesuai kebutuhan, alat ini juga tahan terhadap cuaca panas dan hujan. Sebab, program di lampu tersebut mudah di-setting kembali dan lebih awet penggunaannya,” jelasnya, Rabu (28/6/2017).

Cara kerja lampu portable ini persis dengan traffic light permanen. Tiga lampu yang berwarna hijau, kuning dan merah bergantian menyala sesuai durasi waktu tertentu.

Alat ini ukurannya mini. Tingginya sekitar 1,5 meter. Bentuknya masih sederhana. “Alat ini kita pasang di beberapa titik di jalur utama,” imbuh Satria.

Editor: Supriyadi

Agar Tak Sembarang Berceloteh di Dunia Maya, Puluhan Pelajar Dibekali Cara Bijak Gunakan Medsos

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat menyampaikan imbauan pada pelajar supaya bijak dalam memanfaatkan medos. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning meminta para pelajar agar bisa bersikap bijak dalam memanfaatkan media sosial. Hal itu disampaikan saat menghadiri acara pelatihan jurnalistik televisi yang digelar Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Grobogan, Sabtu (11/3/2017).

“Seperti kita ketahui, medsos ini sudah digunakan oleh berbagai kalangan. Mulai anak-anak sampai orang tua sudah akrab dengan dunia medsos. Termasuk di dalamnya kalangan pelajar. Untuk itu perlu dilakukan berbagai pemahaman supaya mereka bisa menggunakan medsos dengan bijak,” katanya.

Acara pelatihan jurnalistik yang dilangsungkan di Aula Jananuraga Mapolres Grobogan, dibuka Bupati Grobogan Sri Sumarni. Hadir pula Kasdim 0717/Purwodadi Mayor Ngatijo dan pengasuh Ponpes Manba’ul A’laa Purwodadi Ahmad Liwaul Hamdi.

Menurut Agusman, hadirnya medos di satu sisi memang banyak sekali manfaatnya. Seperti menambah teman, memperluas jaringan, dan mencari berbagai informasi.

Namun, di sisi lain, banyak pula hal-hal negatif yang ada di balik medsos tersebut. Misalnya, banyak berita tidak benar atau hoax yang sering muncul dalam medsos.“Keberadaan medsos memang seperti dua mata pisau. Banyak manfaat dan juga ada dampak negatifnya. Hal inilah yang harus jadi perhatian kita bersama,” jelasnya.

Untuk menekan dampak negatif, salah satu hal yang perlu dilakukan adalah memberikan pemahaman tentang keberadaan media sosial tersebut. Termasuk peraturan perundangan yang mengatur masalah tersebut.

Kemudian, hal-hal yang perlu dihindari dalam penggunaan media sosial juga perlu disampaikan. Misalnya, hati-hati berteman dengan akun atau grup yang tidak dikenal, menampilkan konten yang tidak sesuai dengan etika, dan menghujat seseorang.

Selain itu, butuh pula dukungan pengawasan dari orang tua terhadap aktivitas yang dilakukan anaknya menggunakan fasilitas internet. Baik lewat komputer, laptop atau smartphone. “Penting bagi orang tua untuk dapat memastikan keamanan anak-anaknya saat berinteraksi di media sosial. Jangan biarkan begitu saja ketika anak sudah asik main internetan,” sambungnya.

Editor : Kholistiono

Polres Grobogan Dapat Kucuran Anggaran Rp 93 Miliar, Rp 72 Miliar Tersedot untuk Belanja Pegawai

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning menyampaikan rincian alokasi anggaran selama 2017 di Aula Polres Grobogan, Rabu (25/1/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning menyampaikan rincian alokasi anggaran selama 2017 di Aula Polres Grobogan, Rabu (25/1/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Polres Grobogan menggelar sosialisasi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2017 di Aula Jananuraga Polres Grobogan, Rabu (25/1/2017).

Sosialisasi tersebut dihadiri Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning, Bupati Grobogan Sri Sumarni, Ketua DPRD Agus Siswanto, Kajari Edi Handojo, perwakilan Kodim 0717/Purwodadi dan  Pengadilan Negeri. Hadir pula Kasubag Program Anggaran Biro Rena Polda Jateng AKBP Yudi Priyono serta pejabat dari Bidang Keuangan Polda Jateng.

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning menyatakan, anggaran yang didapat Polres Grobogan pada tahun 2017 nilainya sebesar Rp 93 miliar. Jumlah ini naik 24 persen atau sekitar Rp 18 miliar dari anggaran tahun 2016 sebesar Rp 75 miliar.

Dari anggaran tersebut, sebagian besar, yakni 77 persen tersedot untuk belanja pegawai sekitar Rp 72 miliar. Kemudian, alokasi anggaran untuk belanja barang sebanyak 22 persen atau Rp 20,8 miliar dan belanja modal sebesar 0,71 persen atau Rp 660 juta.

Masih dikatakan Agusman, anggaran untuk operasional akan dihemat dalam penggunannya, karena kegiatan kepolisian dapat berkembang cepat sesuai kondisi di lapangan. Pada tahun 2018, direncanakan pembangunan barak untuk anggota Sabhara.“Biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 4,1 miliar.  Kami berharap dukungan dari pemerintah daerah,” ungkapnya.

Dirinya juga menyampaikan, jika pelayanan di Mapolres Grobogan dalam waktu dekat tidak akan terganggu jika ada pemadaman aliran listrik PLN. Soalnya, Kapolres merencanakan untuk mengadakan genset dilingkup kantornya.

“Kebutuhan listrik ini sangat penting. Kita sudah ada alokasi belanja modal untuk membeli genset agar saat listrik padam, pelayanan tetap berjalan. Genset akan ditempatkan di bawah tanah supaya lebih aman,” kata Agusman.

Bupati Grobogan Sri Sumarni dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi keterbukaan anggaran dari pihak kepolisian. Dia meminta agar pihak kepolisian mendampingi kinerja pemerintahan, sehingga terjalin koordinasi dalam berbagai persoalan.

“Kami ini juga manusia biasa. Jadi, kalau ada kesalahan mohon ditegur dahulu dan diingatkan. Saat ini, banyak bantuan keuangan mengalir ke desa-desa, sehingga perlu koordinasi juga dengan kapolsek,” katanya. 

Sementara itu, Kasubag Program Anggaran Biro Rena Polda Jateng AKBP Yudi Priyono menambahkan, tren kenaikan anggaran seluruh satker di Polda Jateng sekitar 12 persen. Kenaikan anggaran di Polres termasuk di Grobogan berawal dari usulan kegiatan masing-masing satuan lalu dikaji tim dan disetujui.

“Penyusunan anggaran berdasarkan anggota di polres dengan memperhitungkan banyak faktor. Seperti, kebutuhan personel, kegiatan menonjol dan kebutuhan lainnya. Jadi tidak serta-merta anggaran naik begitu saja,” katanya.

Editor : Kholistiono

Ini Program yang Jadi Andalan Kapolres Grobogan Agar Anggotanya Makin Dipercaya Masyarakat

Kapolres Grobogan Agusman Gurning menyerahkan santunan bagi anak yatim piatu, Kamis (15/12/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan Agusman Gurning menyerahkan santunan bagi anak yatim piatu, Kamis (15/12/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Selain menekankan sikap disiplin, profesional dan memberikan sangsi tegas, ada hal lain yang dinilai bisa menjadikan anggota polisi bisa lebih dipercaya masyarakat. Yakni, 

melakukan pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) bagi seluruh anggota.

Hal itu disampaikan Kapolres Grobogan Agusman Gurning saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Baiturahman, Mapolres Grobogan, Kamis (15/12/2016).

“Kegiatan Binrohtal di Polres Grobogan masih tetap kita laksanakan secara rutin setiap seminggu sekali. Tujuan program ini untuk memupuk sikap jujur dan disiplin personel, sehingga mampu mendukung revolusi mental agar ikhlas dalam menjalankan. Program Binrohtal ini banyak sekali manfaatnya dalam menunjang kinerja anggota,” ungkapnya. 

Dalam kesempatan itu, Agusman meminta pada anggotanya agar bisa meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Baik dalam lingkungan kerja maupun pada kehidupan bermasyarakat.

Dikatakannya, program Binrohtal tidak hanya dikhususnya bagi para personel yang beragama Islam saja. Tetapi, mereka yang memeluk agama juga lainnya melaksanakan Binrohtal di tempat yang berbeda. Selain sebagai wahana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, melalui Binrohtal juga bisa mempererat hubungan silaturahmi antarpersonel.

Dalam peringatan maulid tersebut, juga dihadirkan Ustad Gus Aslamudin dari Menduran, Kecamatan Brati selaku penceramah. Kemudian, acara juga dirangkai dengan pemberian santunan bagi 40 anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan.

Editor : Kholistiono

Aparat Polres Grobogan Amankan Ratusan Krat Miras

Anggota Polres Grobogan mengamankan ratusan krat miras yang ditemukan di beberapa lokasi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Polres Grobogan mengamankan ratusan krat miras yang ditemukan di beberapa lokasi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Untuk kesekian kalinya, aparat Polres Grobogan kembali mengamankan ribuan botol miras. Kali ini, peredaran miras berbagai jenis itu ditemukan ketika polisi melancarkan razia di wilayah Kecamatan Purwodadi, Jumat (9/12/2016).

Beragam miras tersebut diamankan dari beberapa lokasi penjualan. Kebanyakan, miras itu tetap dijual belikan meski secara sembunyi-sembunyi. Berbagai jenis miras itu selanjutnya didata petugas. Jumlahnya mencapai 206 krat. Setelah itu, ratusan krat yang berisi ribuan boto miras dibawa petugas untuk disita sebagai barang bukti. 

“Penjual miras ini akan kita proses dan kita sidangkan di pengadilan. Kegiatan ini kita lakukan sebagai upaya cipta kondisi jelang Natal dan Tahun Baru,” tegas Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir yang memimpin razia tersebut.

Menurutnya, razia miras merupakan bagian dari pelaksanaan operasi rutin yang dilangsungkan selama ini. Dalam pelaksanaan di lapangan, sudah ada ribuan botol miras dan ratusan liter arak yang berhasil diamankan.

“Miras yang kita amankan sebelumnya, sudah dimusnahkan beberapa waktu lalu. Sejauh ini, sudah lebih dari 30 penjual miras yang kita proses dan disidangkan. Kami mengimbau agar mereka tidak menjual miras lagi yang menjadi salah satu penyebab terjadinya gangguan kamtibmas,” tegasnya.

Editor : Kholistiono

Melihat Aktivitas Bhabinkamtibmas Cantik Polres Grobogan Saat Memberikan Sosialisasi Narkoba di Pesantren

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Godong Bripka Anggraeni Purwandari saat menyampaikan penyuluhan pada pelajar. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Godong Bripka Anggraeni Purwandari saat menyampaikan penyuluhan pada pelajar. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja tidak hanya dilakukan di wilayah perkotaan saja. Tetapi, juga menyasar di kalangan pedesaan.

Salah satunya adalah digelarnya penyuluhan kepada para pelajar SMK yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Yasima, Desa Kemloko, Kecamatan Godong, Selasa (06/12/2016). Penyluhan pada 50 pelajar ini dilakukan anggota Bhabinkamtibmas Polsek Godong Bripka Anggraeni Purwandari.

“Sejauh ini, masalah kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba sedang marak terjadi di sejumlah kota besar. Namun, tidak tertutup kemungkinan bisa sampai juga di wilayah Kecamatan Godong sini. Oleh sebab itu, pencegahan sedini mungkin perlu kita lakukan. Khususnya pada para pelajar,” ujar Anggraeni saat mengawali penyuluhan yang dihadiri pula oleh para guru itu.

Menurutnya, salah satu hal yang perlu dilakukan pelajar agar terhindar dari pengaruh negatif adalah menaati peraturan sekolah. Seperti, tidak terlambat masuk dan langsung pulang ke rumah ketika kegiatan sekolah usai.

“Pulang sekolah sebaiknya jangan nongkrong-nongkrong yang tidak ada manfaatnya. Apalagi sambil merokok, atau bahkan minum minuman keras. Hal-hal seperti ini, jangan sampai dilakukan,” pesan polisi cantik yang akrab dipanggil Neni itu.

Sebagi generasi penerus bangsa, Neni meminta para pelajar agar menjauhi barang terlarang tersebut. Salah satu upaya untuk menjauhkan diri dari pengaruh narkoba bisa dilakukan dengan melakukan banyak kegiatan positif. Misalnya, aktif dalam olahraga atau kegiatan ekstrakurikuler lainnya yang ada di sekolah.

Dalam kesempatan itu, Neni juga sempat memberikan nomor handphone kepada para pelajar dan pihak sekolah. Tujuannya, untuk memudahkan apabila terjadi situasi mendesak yang membutuhkan kehadiran polisi.

Sementara itu, Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning menambahkan, kinerja Bripka Anggraeni selama ini dinilai cukup bagus. Bahkan, beberapa waktu lalu, ada tiga anggota Bhabinkamtibmas yang diberi penghargaan atas penilaian terhadap kinerjanya. 

Ketiga personel yang dapat penghargaan masing-masing Bripka Anggraeni Purwandari yang bertugas di Polsek Godong. Kemudian, Bripka Bambang di Polsek Karangrayung dan Bripka Wahyu di Polsek Penawangan.

“Dari penilaian yang kita lakukan, ketiga anggota ini bisa mengemban tugasnya dengan baik. Di mana, wilayah kerjanya sebagai Bhabinkamtibmas dalam kondisi aman. Oleh sebab itu, kinerja mereka ini patut kita beri apresiasi,” kata Agusman.

Editor : Kholistiono

Ini Kiat Kapolres Grobogan Biar Anak Buahnya Nyaman Bekerja

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning (kiri) ikut mencabuti rumput liar dalam kerja bhakti membersihkan lingkungan mapolres. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning (kiri) ikut mencabuti rumput liar dalam kerja bhakti membersihkan lingkungan mapolres. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Pemandangan berbeda terlihat di Mapolres Grobogan Senin (5/12/2016).Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning mengumpulkan para perwira dan anggota yang bertugas saat itu.Tujuannya bukan untuk menyampaikan pengarahan, tetapi, mengajak mereka untuk kerja bhakti membersihkan lingkungan mapolres.

Aksi bersih-bersih dimulai pada halaman depan, samping dan belakang. Kemudian, membersihkan selokan dan memangkas ranting pohon penghijauan supaya terlihat rapi. Dalam kegiatan ini, orang nomor satu di Polres Grobogan juga ikut memunguti sampah dan mencabuti rumput yang tumbuh di sela-sela paving halaman. Sesekali, Agusman sempat terlihat bercanda dengan anak buahnya saat melakukan kegiatan bersih-bersih tersebut.

“Kita lakukan kegiatan ini, biar lingkungan kantor jadi lebih bersih dan nyaman. Dengan lingkungan yang bersih maka anggota juga akan lebih semangat dan betah ketika berada di kantor. Demikian pula dengan, masyarakat yang datang ke sini juga akan merasa nyaman kalau melihat suasanya bersih dan rapi,” kata Agusman pada wartawan.

 Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan rapi, ada manfaat lain dengan dilakukannya kerja bhakti tersebut. Yakni, menjalin keakraban dan kekompakan antara personil. Mulai dari atasan sampai bawahan.

“Kegiatan kerja bhakti seperti ini, kelihatannya memang hal sepele. Tetapi, manfaatnya cukup bagus. Seperti bisa menjalin keakraban dan meningkatkan kekompakan semua anggota,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Kapolres dan Wakapolres Grobogan Ikut Mapping Psikologi bersama 100 Perwira dan PNS Polri

 Para perwira dan PNS Polri di Polres Grobogan sedang serius mengikuti mapping psikologi yang dilangsungkan di Aula Kampus Stikes An Nur Purwodadi, Kamis (1/12/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Para perwira dan PNS Polri di Polres Grobogan sedang serius mengikuti mapping psikologi yang dilangsungkan di Aula Kampus Stikes An Nur Purwodadi, Kamis (1/12/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Sebanyak 100 perwira dan 6 PNS Polri yang bertugas di Polres Grobogan mengikuti kegiatan mapping tes yang diselenggarakan Biro SDM Polda Jateng, Kamis (1/12/2016). Pelaksanaan mapping psikologi yang dilangsungkan di Aula Kampus Stikes An Nur itu, juga diikuti Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning dan Wakapolres Kompol Wahyudi.

Dua pucuk pimpinan Polres Grobogan ini terlihat mengambil tempat di deretan paling belakang. Wakapolres duduk diujung kiri diikuti Kapolres di sampingnya dan berikutnya adalah para PNS Polri. Para peserta terlihat sangat serius menjalani mapping psikologi ini. Sebelum dimulai, peserta terlebih dahulu mendapat penjelasan dan panduan dalam mengerjakan mapping psikologi tersebut.  

“Ada tiga unsur penilaian yang diuji, yakni kecerdasan, kepribadian dan sikap kerja. Melalui mapping psikologi ini, bakat dan minat anggota dapat dilihat. Jadi, lewat mapping ini akan bisa diketahui fungsi mana yang cocok dengan kinerja anggota,” kata Kompol Imam Suhadak, selaku Ketua Tim Psikologi Polda Jateng.

Menurut Imam, pelaksanaan mapping psikologi juga sebagai wujud implementasi program Promoter Kapolri. Hasilnya akan jadi salah satu bahan pertimbangan dalam penempatan personel dan bahan rekomendasi untuk keperluan Dikbang (pendidikan dan pengembangan) Polri.

Mapping psikologi dilaksanakan secara menyeluruh dijajaran polri dan bersifat periodik atau waktunya ditentukan sesuai kebutuhan. Ke depan, hasil Mapping Psikologi ini akan diaplikasikan secara online sehingga satuan-satuan di bawah Polda dapat mengakses sewaktu-waktu bila dibutuhkan.

Editor : Kholistiono

Tiga Acara Digelar Sekaligus di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Begini Suasananya

Dandim 0717 Purwodadi Letkol Jan Piter Gurning membaca orasi bersama Bupati Sri Sumarni dan para pimpinan FKPD lainnya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dandim 0717 Purwodadi Letkol Jan Piter Gurning membaca orasi bersama Bupati Sri Sumarni dan para pimpinan FKPD lainnya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Suasana Stadion Krida Bhakti Purwodadi terlihat meriah, Rabu (30/11/2016). Ribuan orang dari berbagai kalangan dan elemen masyarakat tampak hadir di lokasi yang biasanya digunakan tim Persipur untuk menggelar pertandingan kandang tersebut.

Banyaknya orang yang hadir itu untuk mengikuti kegiatan Gerakan Nusantara Bersatu yang pelaksanaannya dibarengkan dengan dua agenda lainnya. Yakni, upacara peringatan HUT ke-45 KORPRI dan HUT ke-71 PGRI. 

Dari pantauan di lapangan, massa yang hadir tidak hanya dari kalangan pegawai dan guru saja. Tetapi hadir pula, pimpinan parpol, ormas, organisasi kepemudaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, budayawan, seniman, mahasiswa dan pelajar. Mereka berbaur dengan para pejabat dan pimpinan FKPD setempat.

Bupati Grobogan Sri Sumarni bertindak selaku inspektur upacara (Irup) dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya Sri Sumarni mengatakan, kegiatan yang dilakukan kali ini dirasakan sangat spesial. Sebab, ada tiga kegiatan yang dirakai dalam satu apel sekaligus.  

“Barangkali hanya di Kabupaten Grobogan yang melaksanakan tiga acara besar secara bersamaan. Dari kegiatan inilah kita bisa merasakan sesungguhnya sebuah makna kebersamaan,” jelasnya.

Usai pelaksanaan apel, Sri Sumarni didampingi para pimpinan FKPD Grobogan sempat menyampaikan orasi bersama di atas mimbar. Dalam orasinya, para pucuk pimpinan ini menegaskan bahwa Indonesia adalah milikku, milikmu, dan milik kita bersama. Sehingga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati.

Usai orasi, ada acara tambahan acara yang disuguhkan. Yakni, pembacaan puisi oleh guru dan pelajar, formasi pancasila dari anggota paskibraka Grobogan, peenampilan kesenian daerah, dan marching band.

Editor : Kholistiono

Motor Anda Hilang Dicuri? Cek di Mapolres Grobogan, Silakan Diambil Gratis

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning menunjukkan barang bukti sepeda motor yang berhasil diamankan dari tangan pelaku curanmor. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning menunjukkan barang bukti sepeda motor yang berhasil diamankan dari tangan pelaku curanmor. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Terkait dengan penangkapan tiga pelaku curanmor, Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning meminta warga yang merasa kehilangan sepeda motor agar mengecek ke mapolres. Sebab, bisa jadi, motor warga yang hilang di antaranya adalah barang bukti hasil kejahatan yang berhasil disita dari tangan pelaku.

“Bagi warga yang merasa pernah kehilangan sepeda motor bisa datang ke kantor. Siapa tahu, sepeda motornya ada di antara barang bukti hasil kejahatan yang berhasil kita sita dari para pelaku,” ungkapnya.

Untuk mengurus sepeda motor yang hilang, warga tidak dibebani biaya. Namun, mereka diharuskan membawa laporan kehilangan dan bukti kepemilikan sepeda motor.

Menurut Agusman, selain mengamankan tiga pelaku yang terlibat kasus curanmor di wilayahnya, anggota juga berhasil mengamankan sembilan motor berbagai jenis yang diduga hasil kejahatan. Saat ini, barang bukti motor sudah diamankan di Mapolres Grobogan.

“Dari keterangan pelaku, sedikitnya mereka sudah mencuri motor di wilayah Grobogan sebanyak 13 kali. Saat ini, baru ada 9 unit kendaraan yang berhasil kita amankan. Untuk barang bukti lainnya, masih kita telusuri,” jelasnya.

Seperti diberitakan, baru-baru ini aparat Satreskrim Polres Grobogan akhirnya berhasil mengungkap jaringan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Total pelaku yang ditangkap ada tiga orang. Terdiri dua pemetik dan satu orang penadah hasil kejahatan.

ranmor

Dari hasil pemeriksaan, dua pemetik ini diketahui bernama Agus Setiawan (34) alias Pedro. Warga Randublatung, Blora ini diketahui adalah pecatan anggota TNI tahun 2012 lalu. 

Sedangkan satu lagi, adalah Juwadi (44), warga Bangle, Blora. Pria ini tercatat masih jadi anggota TNI aktif berpangkat Serda dan bertugas di Kodim Blora.

“Satu tersangka lagi yang kita amankan adalah Ahmad Faizin (32) alias Joker Moto Kucing, warga Kecamatan Sumber, Rembang yang bertindak sebagai penadah. Untuk pelaku yang tercatat masih aktif sebagai anggota TNI sudah kita serahkan ke Denpom,” kata Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning.

Jaringan ini sedikitnya sudah 13 kali melakukan aksi kejahatan di wilayah Grobogan. Semua tempat yang disasar berada di kawasan kota Purwodadi.

Editor : Kholistiono

Polres Grobogan Bekuk Oknum TNI Berpangkat Serda yang Terlibat Aksi Curanmor

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat meminta keterangan pada Pedro, salah seorang pelaku curanmor yang berhasil ditangkap. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat meminta keterangan pada Pedro, salah seorang pelaku curanmor yang berhasil ditangkap. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Setelah melakukan penyelidikan cukup lama, aparat Satreskrim Polres Grobogan akhirnya berhasil mengungkap jaringan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Total pelaku yang ditangkap ada tiga orang. Terdiri dua pemetik dan satu orang penadah hasil kejahatan.

Dari hasil pemeriksaan, dua pemetik ini diketahui bernama Agus Setiawan (34) alias Pedro. Warga Randublatung, Blora ini diketahui adalah pecatan anggota TNI tahun 2012 lalu. Sedangkan satu lagi, adalah Juwadi (44), warga Bangle, Blora. Pria ini tercatat masih jadi anggota TNI aktif berpangkat Serda dan bertugas di Kodim Blora.

“Satu tersangka lagi yang kita amankan adalah Ahmad Faizin (32) alias Joker Moto Kucing, warga Kecamatan Sumber, Rembang yang bertindak sebagai penadah. Untuk pelaku yang tercatat masih aktif sebagai anggota TNI sudah kita serahkan ke Denpom,” kata Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning.

Jaringan ini sedikitnya sudah 13 kali melakukan aksi kejahatan di wilayah Grobogan. Semua tempat yang disasar berada di kawasan kota Purwodadi.Keduanya mengincar kendaraan bermotor yang terparkir di tempat sepi. Saat menggasak satu kendaraan menggunakan kunci T, mereka butuh waktu tidak sampai satu menit.

Terungkapnya jaringan pelaku curanmor itu berawal dari tertangkapnya Pedro pada pertengahan November lalu ketika melintas di jalan A Yani Purwodadi. Dalam penyergapan itu, petugas terpaksa menembak kaki kanan Pedro lantaran mencoba kabur.“Dari penangkapan Pedro akhirnya muncul beberapa nama lainnya yang akhirnya berhasil pula kita amankan. Mereka akan kami jerat KUHP pasal 363 pencurian dan pasal 480 tentang penadahan,” jelasnya. 

Editor : Kholistiono

Sebelum Diamankan, Pelaku Pembunuhan Terhadap Istri di Grobogan Ini sempat Mencoba Bunuh Diri

Kapolres Grobogan  AKBP Agusman Gurning (kanan) menunjukkan barang bukti bendo yang digunakan pelaku untuk menghabisi istrinya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning (kanan) menunjukkan barang bukti bendo yang digunakan pelaku untuk menghabisi istrinya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Saat kabur dari rumah usai membacok istrinya dengan senjata tajam berupa bendo, Tugiono (43) ternyata tidak lari jauh. Tetapi, bersembunyi di areal sawah yang ada di belakang rumahnya.

Informasi yang didapat menyebutkan, selama sembunyi, warga Dusun Beber, Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo itu sempat mencoba bunuh diri.

Caranya, dengan menceburkan diri ke dalam sebuah sumur di areal sawah yang berjarak sekitar 1 km dari rumahnya. Sumur gali dengan pasangan bus beton sedalam 7 meter tersebut kondisinya sedang penuh air saat itu. Jarak bibir sumur dengan batas ketinggian air hanya sekitar 50 cm saja.

Saat masuk ke sumur, pria yang sehari-hari bekerja jadi kernet mikrobus itu sempat minum banyak air hingga perutnya penuh. Meski begitu, pelaku tidak kunjung tenggelam dan malahan seperti ada kekuatan yang mendorongnya untuk naik lagi ke atas sumur.

Setelah keluar, Tugiono kemudian beristirahat di dekat sumur sambil memantau keadaan karena khawatir ada yang melakukan pencarian ke situ. Sementara, senjata tajam jenis bendo yang sempat dibawa kabur disembunyikan di pematang sawah.

Selepas dini hari, ketika kondisi dirasa aman, Tugiono dengan hati-hati mendatangi rumahnya. Tujuannya, untuk mengambil sisa racun tikus yang disimpan di belakang rumah, disela-sela pasak.

Begitu mendapatkan barang yang dicari, Tugiono kemudian kembali lagi ke areal sawah. Di situ, sisa racun tikus berbentuk tablet yang tinggal beberapa itu kemudian ditelannya.

Selanjutnya, pelaku ini kembali menceburkan diri ke dalam sumur dan meminum banyak air seperti sebelumnya. Namun, lagi-lagi ada dorongan yang membuatnya seolah harus keluar dari sumur.

Tidak lama setelah keluar dari sumur untuk kedua kalinya inilah, Tugiono kemudian muntah-muntah hingga semua isi perutnya yang penuh air keluar semua. Hal ini membuatnya jadi lemas.

Selepas subuh, setelah kondisinya dirasa membaik, Tugiono bermaksud kembali lagi ke rumah. Namun, kepulangannya kali ini, sudah disambut polisi yang masih bersiaga di sekitar lokasi kejadian.

“Kata warga, Pak Tugiono tadi malam sudah menceburkan diri ke sumur sampai dua kali. Tapi karena air sumur penuh, dia mengambang sampai ke atas lagi. Bahkan, dia juga sempat minum racun tikus,” kata Kepala Desa Mayahan Sairozi saat ditemui wartawan.

Sementara itu, Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning ketika dikonfirmasi masalah ini membenarkan jika sempat ada upaya percobaan bunuh diri saat pelaku bersembunyi semalaman. Namun, percobaan bunuh diri itu tidak berhasil.

“Pelaku sempat mencoba bunuh diri tetapi gagal. Pelaku masih tetap diberi kehidupan supaya bisa mempertanggungjawabkan perbuatan yang dilakukan. Atas perbuatannya, pelaku untuk sementara akan kita jerat dengan Pasal 44 ayat 1 dan 3 UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Lingkup Rumah Tangga dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. Namun, bisa jadi pelaku bisa kita jerat dengan pasal lainnya berdasarkan hasil penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya pada wartawan.

Disinggung soal motif lain, seperti cemburu yang menyebabkan pelaku tega menghabisi nyawa istrinya sendiri, Agusman menyatakan, belum bisa memberikan keterangan lebih banyak. Masalahnya, masih butuh melakukan penyelidikan lebih dalam.

“Dari keterangan sementara, pelaku nekat melakukan tindakan itu lantaran tersulut emosi karena istrinya tidak menghiraukan perintah supaya jangan pergi lagi. Soalnya, istrinya baru saja pulang setelah beberapa hari pergi,” katanya.

Baca juga : Setelah Ngumpet Semalaman, Pelaku Pembunuh Istri di Grobogan Akhirnya Dibekuk Polisi

Editor : Kholistiono

Setelah Ngumpet Semalaman, Pelaku Pembunuh Istri di Grobogan Akhirnya Dibekuk Polisi

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning memperlihatkan sajam berupa bendo yang digunakan pelaku untuk menyabet perut istrinya hingga berujung kematian, Senin (28/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning (kanan) memperlihatkan sajam berupa bendo yang digunakan pelaku untuk menyabet perut istrinya hingga berujung kematian, Senin (28/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Aparat Polres Grobogan akhirnya berhasil mengamankan Tugiono, pria yang tega menghabisi nyawa istrinya sendiri Endang Listiyawati, Minggu (27/11/2016) malam. Kepastian ini, disampaikan langsung Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning pada wartawan, Senin (28/11/2016).

“Pelaku sudah berhasil kita amankan pagi tadi selepas Subuh, sekitar pukul 05.00 WIB. Pelaku kita amankan saat mau pulang ke rumahnya untuk mengambil sesuatu di situ. Pelaku bisa kita amankan tanpa perlawanan,” jelasnya sambil menunjukkan pelaku yang kepalanya diberi penutup itu.

Dari keterangan sementara yang didapat, perbuatan yang dilakukan kernet mikrobus itu dilandasi emosi. Yakni, setelah pulang dari mengikuti pelatihan selama beberapa hari, Endang langsung mengemasi pakaian dan bermaksud pergi lagi dengan anak bungsunya.

Melihat tindakan istrinya, Tugiono bermaksud melarangnya untuk pergi lagi karena baru saja masuk rumah. Namun, perkataan itu tidak diindahkan sehingga pelaku tersulut emosi dan akhirnya mengunci pintu rumah.

Selanjutnya, pelaku mengambil sebuah kursi kayu dan menghantamkan pada kepala istrinya. Tidak lama kemudian, pelaku kemudian mengambil sebuah senjata tajam jenis bendo yang kebetulan ada di ruang tamu.

Lantaran sudah kalap, Tugiono kemudian menyabetkan bendo itu pada perut istrinya. Akibat sabetan bendo sebanyak tiga kali itulah sang istri akhirnya jatuh tersungkur dengan luka parah di bagian perutnya.

“Pada saat itulah, anak korban yang ada di rumah berteriak minta tolong dan menyebabkan tetangga berdatangan. Ketika pintu rumah didobrak orang, pelaku kemudian kabur lewat pintu belakang sambil masih membawa bendo,” jelas Agusman.

Agusman, menyatakan, malam itu juga, pihaknya sudah mengerahkan banyak anggota dibantu warga untuk mencari keberadaan korban. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil lantaran cuaca sangat gelap di areal persawahan.

Baca juga :Sadis, Seorang Guru SD di Grobogan Tewas Dibacok Suaminya Sendiri

Editor : Kholistiono

Nyambi Jualan Sabu, Tukang Servis Elektronik dan Pedagang Sembako di Grobogan Ini Dibekuk Polisi

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning menunjukkan barang bukti yang didapat dari pengedar sabu yang tertangkap, Kamis (3/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning menunjukkan barang bukti yang didapat dari pengedar sabu yang tertangkap, Kamis (3/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Dua warga Desa Bugel, Kecamatan Godong dibekuk aparat Satresnarkoba Polres Grobogan lantaran kedapatan membawa nakoba jenis sabu-sabu. Masing-masing adalah Tomi dan Arifin alias Gareng. Keduanya dibekuk dalam waktu dan tempat berlainan.

Tersangka Arifin alias Gareng lebih dulu ditangkap pada hari Kamis (27/10/2016) lalu sekitar pukul 18.30 WIB di belakang salah satu toko waralaba di Godong. Saat ditangkap, petugas menemukan barang bukti satu paket sabu seberat 0,3 gram.

Setelah diinterogasi petugas, Gareng mengaku mendapat pasokan barang dari temannya bernama Tomi. Dari pengakuan ini, petugas kemudian berhasil melakukan penangkapan terhadap Tomi ketika orang ini melintas di belakang Pasar Godong, sekitar pukul 21.00 WIB.

Saat ditangkap, petugas tidak berhasil mendapatkan barang bukti narkoba. Namun, ketika menggeledah rumah Tomi, petugas akhirnya berhasil menemukan satu paket sabu seberat 0,5 gram beserta alat hisapnya.

“Penangkapan kedua tersangka ini awalnya dari informasi masyarakat yang mengabarkan kalau di sekitar Pasar Godong sering dipakai transaksi narkoba. Dari sini kita tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap dua pengedar ini,” kata Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat gelar perkara, Kamis (3/11/2016).

Ikut mendampingi kapolres saat gelar perkara, Wakapolres Kompol Wahyudi dan Kasat Resnarkoba AKP Abdul Fatah. Saat ditanya Kapolres, tersangka Gareng yang bekerja sebagai tukang servis barang elektronik itu mengaku mendapat barang dari kawan baiknya Tomi. Selama ini, sudah beberapa kali dia memesan barang terlarang itu. “Sebagian barang ini saya konsumsi sendiri. Saya pakai sabu buat doping biar kuat kerja lembur,” katanya.

Sementara tersangka Tomi mengaku mendapatkan barang dari temannya di Boyolali. Hanya saja, dia tidak pernah bertemu dengan penjual sabu tersebut. Sebab, sabu yang dipesan biasanya sudah ditempatkan di lokasi tertentu dan dia diminta mengambilnya.

“Saya bayarnya lewat transfer. Setelah uang diterima, saya nanti akan dihubungi untuk ngambil barang ditempat yang ditentukan. Jadi, tidak pernah ketemuan,” jelas pria yang sehari-hari berjualan sembako itu.

Terkait dengan pengakuan kedua tersangka, pihak kepolisian akan melakukan pengembangan lebih lanjut. Termasuk untuk memburu pemasok barang yang menurut pengakuan salah satu tersangka didapat dari Boyolali. “Kita masih melakukan pengembangan kasus ini. Informasi dari tersangka ini masih kita dalami lebih lanjut,” imbuh Agusman.

Editor : Kholistiono

Status Siaga, 950 Personel Polres Grobogan Dilarang Izin Tinggalkan Tugas, Kecuali…..

Anggota Polres Grobogan mengikuti kegiatan apel kesiagaan di halaman Mapolres Grobogan, Kamis (3/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Polres Grobogan mengikuti kegiatan apel kesiagaan di halaman Mapolres Grobogan, Kamis (3/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Terkait adanya aksi demonstrasi besar-besaran di Jakarta pada 4 November besok, seluruh jajaran kepolisian siaga. Termasuk personel di Polres Grobogan. Hal itu terlihat dengan adanya apel kesiagaan yang digelar di Mapolres Grobogan, Kamis (3/11/2016).

Dalam kesempatan itu, Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning menegaskan, terkait adanya aksi demonstrasi di Jakarta, seluruh anggota Polri dari Sabang sampai Merauke diharuskan siaga dan mengupayakan terciptanya suasana kondusif di wilayah kerjanya. Terkait kondisi itu, semua anggotanya dilarang izin karena harus bersiaga penuh.

“Semua anggota Polres Grobogan yang jumlahnya sekitar 950 orang dilarang izin untuk meninggalkan tugas. Permintaan izin hanya diberikan untuk satu hal khusus. Yakni, (mohon maaf), apabila ada orang tua, keluarga atau saudaranya yang meninggal dunia. Selain alasan itu tidak ada izin,” tegas Agusman.

Ia menyatakan, situasi kamtibmas di Grobogan sejauh ini masih tetap kondusif. Hingga saat ini, belum ada laporan adanya pengerahan warga Grobogan untuk melakukan unjuk rasa ke Jakarta.

Disinggung munculnya kabar jika Jumat besok akan ada aksi damai berupa penggalangan tanda tangan mendukung demo di Jakarta, Agusman menegaskan, sejauh ini belum ada pemberitahuan.

“Kalau ada yang mau menyampaikan aspirasi kita persilahkan tetapi harus sesuai prosedur. Sampai sekarang belum ada pemberitahuan masuk ke kita. Kalau besok ada kegiatan di area publik tanpa pemberitahuan lebih dulu maka akan kita bubarkan,” cetus Agusman.

Menurut Agusman, pihaknya tidak pernah melarang bila ada warga yang akan ikut aksi. Tetapi dia meminta agar masyarakat menggunakan logika untuk memahami aksi ini, khususnya kepada para generasi muda.

Sebab, para remaja biasanya lebih mudah terpancing dan ikut serta dalam sebuah aksi. Padahal mereka ini belum memahami terlebih dahulu maksud dan tujuan dilakukannya aksi tersebut.

Editor : Kholistiono

Soal Demo 4 November di Jakarta, Begini Penjelasan Kapolres Grobogan di Hadapan Ulama

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat menyampaikan penjelasan dalam pertemuan Forum Silaturahmi Antarumat Beragama dan tokoh masyarakat di Gedung Riptaloka, Rabu (2/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat menyampaikan penjelasan dalam pertemuan Forum Silaturahmi Antarumat Beragama dan tokoh masyarakat di Gedung Riptaloka, Rabu (2/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Terkait adanya aksi demonstrasi besar-besaran di Jakarta pada 4 November mendatang, bisa dipastikan tidak ada warga Grobogan yang ikut serta. Hal itu ditegaskan Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning dalam pertemuan Forum Silaturahmi Antarumat Beragama dan Tokoh Masyarakat di Gedung Riptaloka Setda setempat, Rabu (2/10/2016).

“Dalam kesempatan ini, saya laporkan kepada Bupati dan semua tamu yang hadir bahwa dipastikan tidak ada warga dari Grobogan yang akan mengikuti aksi ini. Sampai hari ini, belum ada keberangkatan warga ke Jakarta terkait aksi itu,” tegas Agusman.

Menurut Agusman, pihaknya tidak pernah melarang bila ada warga yang akan ikut aksi. Tetapi dia meminta agar masyarakat menggunakan logika untuk memahami aksi ini, khususnya kepada para generasi muda.

Sebab, lanjutnya, para remaja biasanya lebih mudah terpancing dan ikut serta dalam sebuah aksi. Padahal mereka ini belum memahami terlebih dahulu maksud dan tujuan dilakukannya aksi tersebut.

Dalam kesempatan itu, Agusman sempat menyampaikan apresiasinya pada para tokoh agama di Grobogan. Mereka selama ini sudah ikut andil dalam menciptakan suasana aman dan kondusif.

Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta agar semua komponen masyarakat ikut menjaga keutuhan bangsa. Masyarakat diminta tidak mudah percaya dengan adanya isu yang bisa merusak nilai persatuan dan kesatuan.

Editor : Kholistiono

Rasain, 2 Warga di Grobogan Ini Berurusan dengan Polisi Gara-gara Beli Kupon Cap Ji Kia

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Grobogan – Nasib apes dialami Sawijo (46) alias Jobang dan Eka Setiawan (22) alias Paicun, keduanya warga Desa Pilangpayung, Kecamatan Toroh. Gara-gara tergiur beli kupon, keduanya terpaksa harus berurusan dengan polisi dan mendekam di balik jeruji besi. Hal ini bisa terjadi, karena yang dibeli ternyata adalah kupon judi jenis Cap Ji Kia.

Selain dua pembeli itu, ada satu orang lagi yang diamankan polisi. Yakni, Ngatman alias Demang (55) yang juga warga Desa Pilangpayung, selaku penjualnya. Ketiga orang ini ditangkap bersamaan, Rabu (2/11/2016) sekitar pukul 12.30 WIB.

Informasi yang didapat menyebutkan, peredaran judi di wilayah tersebut memang sudah jadi pantauan aparat. Hal ini menyusul masuknya laporan dari warga setempat tentang adanya aktivitas perjudian di situ.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya berhasil mendapati adanya transaksi judi Cap Ji Kia yang dilakukan di rumah Ngatman. Hingga akhirnya, ketiga orang yang sedang transaksi judi itu berhasil ditangkap. Ketiga orang ini tidak bisa mengelak dari perbuatan yang dilakukan lantaran tertangkap basah.

Bersama para pelaku, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, dua lembar kupon yang dibeli Eka dan satu kupon milik Sawijo. Barang bukti lainnya antara lain berupa uang tunai hasil penjualan Cap Ji Kia sebesar Rp 589.000. Kemudian, sejumlah lembar ramalan, beberapa bendel kupon yang sudah maupun belum terjual, dan alat tulis.

“Penangkapan pelaku berawal dari informasi warga tentang maraknya perjudian jenis Cap Ji Kia di Desa Pilangpayung. Petugas kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut dari informasi ini hingga akhirnya berhasil mengamankan para pelaku yang sedang bertransaksi judi. Kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelaku yang kita amankan ini. Kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelaku yang kita amankan ini,” kata Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning.

Agusman menambahkan, pihaknya tidak akan bersikap tegas dengan masalah perjudian yang jadi salah satu penyakit masyarakat tersebut. Hal itu dibuktikan dengan sudah ditangkapnya puluhan pelaku berbagai jenis perjudian dalam beberapa bulan terakhir dan semuanya diproses hukum.

Editorial : Kholistiono

Mengetahui Ada Kemacetan Gara-gara Mobil Mogok, Lihat Reaksi yang Dilakukan Perwira Polisi Ini

Kaur Reg Ident Sat Lantas Polres Grobogan Iptu Untung Ariyono dibantu anggotanya mendorong mobil mogok, agar kemacetan bisa terurai. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kaur Reg Ident Sat Lantas Polres Grobogan Iptu Untung Ariyono dibantu anggotanya mendorong mobil mogok, agar kemacetan bisa terurai. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Ada pemandangan unik di Jalan DI Panjaitan Purwodadi, tepatnya di depan RSUD Purwodadi, Rabu (1/11/2016). Hal ini menyusul adanya dua polisi dari Satlantas Polres Grobogan yang tengah mendorong sebuah mobil mogok di tengah jalan. Yakni, Kaur Reg Ident Sat Lantas Polres Grobogan Iptu Untung Ariyono dibantu anggotanya.

Suasana yang jarang dijumpai itu tak ayal sempat menyita perhatian para pengguna jalan. Beberapa orang di antaranya bahkan ada yang sempat mengabadikan momen unik dengan kamera handphone,

“Saya tadi berada di belakang mobil sedan putih itu. Tiba-tiba mobil itu mogok di tengah jalan sehingga sempat menimbulkan kemacetan. Tidak lama kemudian, datang Pak Polisi yang bantu dorong mobil itu,” ungkap Retno, salah seorang pengguna jalan yang kebetulan melintas di situ.

Menurutnya, mogoknya mobil itu disebabkan bensinya habis. Setelah mobil itu didorong sekitar 300 meter dan dipinggirkan ke lokasi yang aman, arus lalu lintas kembali lancar.

Sementara itu, Iptu Untung Ariyono menyatakan, saat itu kebetulan dia dan anggotanya sedang patroli rutin. Ketika melintas di depan RSUD terlihat ada kemacetan. “Setelah kita cek ternyata kemacetan disebabkan ada mobil mogok. Akhirnya, kita langsung bantu dorong mobil ke lokasi aman biar arus lalu lintas kembali lancar. Ruas jalan ini memang padat kendaraan terutama saat siang hari,” kata Untung sambil mengelap keringat di wajahnya.

Untung menambahkan, pihaknya selama ini memang menggiatkan patroli rutin. Termasuk di kawasan dalam kota Purwodadi, terutama pada jam sibuk aktivitas.”Ketika melakukan tugas patroli, kami tekankan pada anggota agar membantu masyarakat di jalur yang dilintasi. Termasuk membantu untuk mengamankan hal-hal yang sekiranya membahayakan pengguna jalan,” katanya.

Editor : Kholistiono

Lihat Apa yang Dilakukan Wakapolres Grobogan Ketika Mendapati Belasan Anggotanya Razia Kendaraan di Jalan, Sunguh Mengejutkan

Wakapolres Grobogan Kompol Wahyudi saat melakukan sidak kegiatan operasi yang dilakukan jajaran Satlantas di Jalan Diponegoro, Grobogan, Selasa (25/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Wakapolres Grobogan Kompol Wahyudi saat melakukan sidak kegiatan operasi yang dilakukan jajaran Satlantas di Jalan Diponegoro, Grobogan, Selasa (25/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Razia kendaraan yang dilakukan belasan anggota Satlantas Polres Grobogan, Selasa (25/10/2016) berlangsung tidak seperti biasanya. Saat kegiatan operasi di Jalan Diponegoro Purwodadi tersebut berlangsung, mendadak muncul Wakapolres Grobogan Kompol Wahyudi bersama Kasi Propam Iptu Salamun, Kasat Lantas Panji GP dan Kasiwas Iptu Sukasno di lokasi.

Begitu tiba, Wahyudi langsung menanyakan surat tugas pada anggota yang melaksanakan operasi. “Kegiatan ini ada surat tugasnya apa tidak?” tanya Wahyudi.

Mendapat pertanyaan ini, Kanit Patroli Satlantas Iptu Heldan langsung menegaskan jika kegiatan operasi sudah dilengkapi dengan surat tugas.“Siap. Ada surat tugasnya,” jawab Heldan yang memimpin kegiatan tersebut.

Selain menanyakan surat tugas, Wahyudi juga mengecek ada dan tidaknya papan tilang yang terpajang di situ. Sebab, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 1993, papan pemberitahuan adanya operasi kendaraan yang dikenal dengan papan tilang harus ada dan diletakkan sekitar 100 meter dari lokasi tempat operasi.

Tidak hanya itu, Wahyudi juga sempat mengamati anggotanya ketika menghentikan setiap pengendara sepeda motor. Hal itu dilakukan guna melihat sejauh mana cara yang dilakukan anggota ketika meminta pengendara berhenti. Termasuk untuk melihat ada atau tidaknya praktik main mata antara petugas dengan pengendara sepeda motor yang tidak bisa menunjukkan SIM dan STNK maupun kelengkapan kendaraan lainnya.

“Dari pantauan kami, tidak ada petugas yang menyalahi prosedur maupun melakukan pungli. Namun, kita masih temukan ada banyak petugas yang kurang memperhatikan sikap S3 (senyum, salam dan sapa) saat menghentikan pengendara,” katanya.

 Editor : Kholistiono

Keberadaan Patroli Keamanan Sekolah Disebut Bisa Dimanfaatkan untuk Kurangi Kecelakaan

Anggota Satlantas Polres Grobogan sedang memberikan pelatihan pada anggota PKS SMAN 1 Purwodadi, Senin (24/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Satlantas Polres Grobogan sedang memberikan pelatihan pada anggota PKS SMAN 1 Purwodadi, Senin (24/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Keberadaan Patroli Keamanan Sekolah (PKS) dirasa masih cukup efektif untuk membantu mengurangi angka kecelakaan. Khususnya yang melibatkan anak muda atau usia produktif.

“Sebelum menjadi anggota PKS, mereka ini terlebih dahulu mendapat serangkaian pendidikan masalah lalu lintas serta beberapa materi pelatihan. Dengan memahami berbagai aturan berkendara ini secara tidak langsung bisa mengurangi terjadinya kecelakaan,” kata AKBP Agusman Gurning melalui Kasat Lantas AKP Panji Gede Prabawa, usai membuka pelatihan PKS di SMAN 1 Purwodadi, Senin (24/10/2016).

Menurutnya, dalam pembinaan terhadap PKS, materi yang diberikan berupa berbagai permasalah di bidang lalu lintas. Misalnya, pengenalan aturan lalu lintas, cara mengatur arus lalu lintas bagaimana mengedepankan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Selain itu, pemahaman masalah rambu dan marka jalan juga diberikan pada anggota PKS.

Dikatakan para pelajar sejauh ini memang memiliki resiko tinggi dengan kecelakaan. Penyebabnya, mereka belum memahami dengan baik aturan berkendara di jalan raya. Selain itu tingkat emosional tinggi, kontrol terbatas, belum memiliki risiko tanggungan keluarga juga jadi faktor lainnya.

Saat ini, secara umum kesadaran tertib berlalu lintas di kalangan pelajar masih rendah. Mereka mengendarai sepeda motor atau mobil di jalan raya, hanya sekadar bisa. Akan lebih ideal, bila mereka memahami aturan berlalu lintas dan terampil dalam berkendara.

“PKS merupakan media yang efektif dalam sosialisasi dan pembinaan tertib berlalu lintas secara dini. Diharapkan, para siswa nantinya dapat menjadi pelopor tertib berlalu lintas di kalangan keluarga dan lingkungannya. Oleh sebab itu, sampai saat ini kita masih terus melakukan pembinaan dan pelatihan PKS di berbagai sekolah,” sambungnya.

Ditambahkan, dalam pembinaan terhadap PKS, materi yang diberikan berupa berbagai permasalah di bidang lalu lintas. Misalnya, pengenalan aturan lalu lintas, cara mengatur arus lalu lintas bagaimana mengedepankan keselamatan diri sendiri dan orang lain.

 Editor : Kholistiono

Pastikan Tidak Ada Pungutan, Wakapolres Grobogan Sidak Samsat Seorang Diri

 

Wakapolres Grobogan Kompol Wahyudi Satrio Bintoro berbincang dengan warga yang mengurus perpanjangan STNK maupun balik nama di Kantor Samsat (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Wakapolres Grobogan Kompol Wahyudi Satrio Bintoro berbincang dengan warga yang mengurus perpanjangan STNK maupun balik nama di Kantor Samsat (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Wakapolres Grobogan Kompol Wahyudi Satrio Bintoro secara mendadak menyambangi Kantor Samsat, Jumat (14/10/2016). Begitu tiba di situ sekitar pukul 14.00 WIB, Wahyudi yang datang seorang diri langsung menuju tempat cek fisik kendaraan bermotor di bagian depan gedung utama.

Saat berada di situ, Wahyudi menyapa beberapa warga yang masih menunggu hasil pemeriksaan kendaraan. Beberapa warga sempat ditanya apakah ada biaya tambahan untuk cek fisik kendaraan tersebut.“Tidak ada biayanya, pak. Selain itu, prosesnya juga cepat, sekitar lima menit sudah jadi hasilnya,” kata Anik, salah seorang warga yang ada di situ.

Setelah meninjau lokasi cek fisik kendaraan, Wahyudi kemudian masuk ke tempat pembayaran yang terletak di dalam gedung utama. Saat berada di sini, masih ada beberapa orang yang menunggu proses pembayaran perpanjangan STNK maupun balik nama kendaraan.

Sama seperti sebelumnya, Wahyudi juga sempat bertanya pada beberapa orang yang masih ada di situ. Yakni, terkait biaya yang dikeluarkan untuk mengurus perpanjangan STNK maupun balik nama.

“Saya tadi balik nama truk bak terbuka, biayanya habis Rp 1,6 juta. Tidak ada biaya tambahan apapun termasuk saat cek fisik kendaraan. Saya urus sendiri prosesnya, tidak lewat perantara,” kata Purwoyo, warga asal Desa Tunggak, Kecamatan Toroh.

Kepada wartawan, Wahyudi menyatakan, kedatangannya ke Samsat memang dilakukan spontan dan tidak diketahui anggota. Hal itu dilakukan guna memastikan pelayanan yang ditangani aparat kepolisian di Samsat, seperti pemeriksaan fisik kendaraan tidak ada pungutan di luar ketentuan.

“Kami sidak ke sini untuk mengetahui kondisi sesungguhnya. Kami akan tindak tegas apabila ada anggota yang main-main dalam pelayanan ke masyarakat,” tegasnya.

Menurut Wahyudi, selain di Samsat, pelayanan lain seperti pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) juga dihindarkan dari praktik pungutan liar.

“Semua biaya untuk pelayanan ini sudah ditentukan oleh pemerintah. Oleh sebab itu, biaya itulah yang harus dibayar. Jangan sampai ada tambahan biaya diluar ketentuan,” imbuhnya.

 Editor : Kholistiono

Ini Wajah Baru Sejumlah Kasat dan Kabag di Polres Grobogan

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning memimping serah terima jabatan sejumlah perwira di Aula Jananuraga Mapolres Grobogan, Sabtu (08/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning memimping serah terima jabatan sejumlah perwira di Aula Jananuraga Mapolres Grobogan, Sabtu (08/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Pemegang jabatan kasat dan kabag di Polres Grobogan berganti wajah mulai hari ini, Sabtu (08/10/2016). Hal ini menyusul adanya acara serah terima jabatan yang dipimpin Kapolres Grobogan AKPB Agusman Gurning di Aula Jananuraga Mapolres Grobogan.

Perwira baru yang tugas ke Polres Grobogan adalah AKP Panji Gedhe Prabawa yang menjabat kasat lantas menggantikan AKP Nur Cahyo. Pejabat yang lama bergeser jadi Kaur Litpers Dit Propam Polda Jateng.

Selanjutnya, posisi Kasat Reskrim Polres Grobogan juga berganti wajah. Dari AKP Agung Ariyanto kepada AKP Eko Adi Pramono. Kemudian AKP Agung Ariyanto bergeser menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Pekalongan.

Kemudian, posisi Kabag Sumda yang sebelumnya kosong akhirnya ditempati Kompol Imam Siswanto yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit I Dit Intelkam Polda Jateng.

Pergantian pejabat juga terjadi pada posisi Kasubag Humas. Untuk pemegang jabatan ini dipercayakan pada AKP I Dewa Sujana yang sebelumnya menjadi Kapolsek Brati. Posisi yang ditinggalkan Sujana selanjutnya akan diisi AKP Sugiyanto.

“Pergantian jabatan di tubuh Polri merupakan hal yang wajar. Hal ini bertujuan untuk regenerasi, penyegaran dan promosi jabatan. Saya mengucapkan terima kasih atas kinerja yang diberikan selama ini dan selamat bertugas di tempat yang baru,” kata Agusman dalam amanatnya.

Kepada pejabat baru, Agusman meminta agar bisa meneruskan kinerja yang sudah dibuat pendahulunya. Untuk itu, pejabat baru diminta segera bisa menyesuaikan diri dan bersinergi dengan berbagai pihak.

Dalam kesempatan itu, Agusman juga sempat memberikan perhatian khusus pada pejabat baru Kasubag Humas. Dia berpesan agar lebih aktif lagi memberikan informasi pada masyarakat mengenai kegiatan dan pengungkapan kasus yang dilakukan aparat Polres Grobogan.

Acara sertijab tersebut juga dihadiri Wakapolres Grobogan Kompol Wahyudi, para Kepala Bagian (Kabag), Kepala Satuan (Kasat), Kepala Sektor (Kapolsek) jajaran dan para perwira staff lainnya serta anggota Bhayangkari.

Editor : Kholistiono

 

Ternyata Ada Belasan Warga Grobogan yang Setor Uang Miliaran Rupiah Buat Padepokan Dimas Kanjeng

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat menyampaikan keterangan pada wartawan di mapolres, Jumat (07/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat menyampaikan keterangan pada wartawan di mapolres, Jumat (07/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Penyetor uang yang ditengarai mengalir ke Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo, Jawa Timur, ternyata ada yang berasal dari Grobogan. Jumlah uang yang sudah disetorkan ini mencapai Rp 1,27 miliar.

Adanya orang yang sudah sempat menyetorkan uang ini berdasarkan hasil investigasi lapangan yang dilakukan aparat Polres Grobogan, sejak kasus Dimas Kanjeng mencuat. Dari penelusuran lapangan ini diketahui sedikitnya sudah ada 14 orang yang setor uang melalui pengikut Dimas Kanjeng.

“Untuk sementara sudah kita dapati ada 14 nama yang pernah menyetorkan uang lewat perantara atau pengikut Dimas Kanjeng. Data ini kita dapat dari anggota yang menggali informasi di lapangan. Jadi, bukan dari laporan orang yang sudah menyetorkan uang tersebut. Dari 14 orang ini belum ada yang menyampaikan laporan resmi ke sini karena kemungkinan merasa malu pada masyarakat,” kata Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning pada wartawan, Jumat (07/10/2016).

Belasan penyetor uang tersebut tinggal di dua desa di Kecamatan Klambu. Yakni, 9 orang warga Desa Jenengan dan 5 orang lainnya warga Desa Menawan. Sebagian besar penyetor uang ini adalah wiraswasta.

Jumlah uang yang sudah disetorkan 9 warga Desa Jenengan nilainya mencapai Rp 950 juta. Sedangkan setoran 5 warga Desa Menawan totalnya ada Rp 320 juta.

Mengenai orang yang jadi perantara dan diyakini jadi pengikut Dimas Kanjeng tersebut, sebelumnya sudah dikenal dengan baik. Bahkan, ada salah satu perantara itu yang bekerja jadi perangkat pemerintahan desa. Oleh sebab itu, belasan penyetor tersebut tidak banyak menaruh curiga ketika menitipkan uangnya buat dilipat gandakan di kemudian hari.

“Orang yang dimungkinkan merupakan pengikut Dimas Kanjeng di Klambu itu ada empat orang. Selain itu, ada beberapa orang lagi dari luar Kecamatan Klambu yang diduga juga jadi pengikut Dimas Kanjeng. Saat ini, pengikut Dimas Kanjeng ini tidak ada di rumahnya. Kabarnya, mereka masih ada di Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo,” jelas Agusman.

Dalam kesempatan itu, Agusman mengimbau kepada masyarakat yang sudah sempat menyetorkan uang lewat perantara ke Padepokan Dimas Kanjeng agar berani lapor pada pihak kepolisian. Baik di level polsek maupun ke mapolres.“Atau jika tidak mau lapor ke kantor bisa lewat telpon atau layanan SMS center kami. Nomor ada di 085727779222,” pesannya.

Editor : Kholistiono

Ungkap Misteri Kematian Riko, Makamnya di Desa Dorolegi Grobogan Dibongkar

Tim DVI Polda Jateng tiba di pemakaman umum Desa Dorolegi, Godong untuk membongkar makam Riko Fatoni, Kamis (06/10/2016) (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Tim DVI Polda Jateng tiba di pemakaman umum Desa Dorolegi, Godong untuk membongkar makam Riko Fatoni, Kamis (06/10/2016) (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Puluhan aparat kepolisian terpaksa membongkar makam Riko Fatoni, warga Dusun Waruk, Desa Dorolegi, Kecamatan Godong, Kamis (06/10/2016). Pembongkaran mayat yang sudah dikubur sekitar lima hari itu dilakukan untuk menyingkap penyebab kematian remaja berusia 22 tahun tersebut.

Sekadar diketahui, Riko pertama kali ditemukan tergeletak di pinggir Jalan Raya Purwodadi-Semarang di depan RM Gubug Istana, Jumat (29/09/2016) sekitar pukul 23.30 WIB. Oleh warga sekitar, Riko yang mengalami banyak luka ditubuhnya langsung dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Gubug, Namun, nyawanya tidak tertolong.

Semula, Riko dikabarkan tewas karena kasus tabrak lari dan keesokan harinya jenazah langsung dimakamkan di pemakaman umum desa setempat. Pasca pemakaman, mulai muncul kabar jika tewasnya Riko bukan disebabkan kecelakaan lalu lintas. Tetapi, ada dugaan kalau Riko tewas lantaran dibunuh orang. Hal itu berdasarkan beberapa luka yang terdapat pada tubuh korban yang dinilai janggal oleh banyak orang.

Karena kabar inilah, pihak keluarga akhirnya meminta pihak berwajib untuk melakukan autopsi untuk menyingkap penyebab kematian Riko. “Kami ingin mengetahui secara pasti penyebab kematian anak saya. Makanya, kami meminta pihak berwajib segera melakukan autopsi,” kata Matkuri, ayah korban pada wartawan.

Matkuri mengatakan, kematian anaknya memang terasa janggal dan dinilai bukan disebabkan kecelakaan. Sebab, di beberapa bagian tubuh terdapat luka seperti bekas sabetan senjata tajam.

Pelaksanaan pembongkaran makam untuk melakukan autopsi itu dilakukan oleh tim DVI dari Polda Jateng dibantu petugas dari Polres Demak. Karena, tempat kejadian perkara tewasnya Riko masuk kewenangan Polres Demak.

Jalannya pembongkaran makam juga disaksikan ratusan warga setempat. Sejumlah petugas dari Polsek Godong juga terlihat di lokasi untuk membantu pengamanan. Setelah dilakukan autopsi hasilnya baru akan diketahui beberapa hari lagi.

Kepala Desa Dorolegi Widjanarko menyatakan, permintaan autopsi itu memang berasal dari inisiatif orang tua korban. Hal itu disebabkan adanya kejanggalan yang dilihat dari pihak keluarga korban. “Akhirnya, kami membantu keinginan pihak keluarga korban untuk mengurus permintaan otopsi. Kami berharap melalui otopsi ini penyebab kematian korban jadi jelas dan tidak menjadi pertanyaan di masyarakat,’’ katanya.

Editor : Kholistiono