Gelar Operasi Cipta Kondisi, Satlantas Polres Blora Jaring Puluhan Kendaraan

Petugas Satlantas Polres Blora saat melakukan Operasi Cipta Kondisi di salah satu ruas jalan di Blora pada Kamis (29/12/2016) malam. (Dok. Polres Blora)

Petugas Satlantas Polres Blora saat melakukan Operasi Cipta Kondisi di salah satu ruas jalan di Blora pada Kamis (29/12/2016) malam. (Dok. Polres Blora)

MuriaNewsCom,Blora -Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Blora menggelar Operasi Cipta Kondisi menjelang Tahun Baru 2017. Operasi yang melibatkan Satgas Operasi Lilin Candi 2016 meliputi Sat Shabara, Sat Reskrim, Sat Intel, Satlantas dan Propam Polres dilakukan Kamis (30/12/2016) malam.

Operasi yang dipimpin Kabag Ops Polres Blora Kompol I Gede Arda ini tersebar di beberapa titik, yakni di Jalan A. Yani, Mr. Iskandar, Dr. Soetomo, Block T dan Alun-alun Kota Blora. Hasilnya, petugas mengamankan puluhan pengendara sepeda motor karena melanggar peraturan lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Blora, AKP Febriyani Aer mengatakan, Operasi Cipta Kondisi yang dilakukan tersebut, fokus terhadap penindakan kelengkapan pelanggaran kasat mata, seperti knalpot grong, pengendara tidak menggunakan helm serta pelanggaran tematik seperti spek kendaraan roda dua yang tidak standart lainnya.

Kegiatan ini, katanya, sesuai instruksi Polda Jawa Tengah, maupun Kapolres Blora untuk meningkatkan pengawasan dan penindakan perayaan Natal dan Tahun Baru. Hal ini karena banyak pengguna jalan roda dua yang melakukan pelanggaran lalu lintas.

“Itu rawan sekali terjadi kecelakaan lalu lintas, karena saat berkendara tidak menggunakan helm, atau spesifikasi kendaraan tidak sesuai standart. Hal itu juga, dapat mengganggu atau membahayakan pengendara. Dan itu memang penyebab utama kecalakaan,” ungkap AKP Febriyani seperti dilansir dari laman resmi polresblora.com.

Ia menjelaskan, terjadinya kecelakaan lalu lintas, disebabkan karena adanya pelanggaran. Bukan hanya kelalaian manusia, tetapi juga karena faktor kendaraan yang kurang prima. Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tertib berlalu lintas.

Editor : Kholistiono

Polisi Sita Puluhan Liter Arak Putih dari Warung di Blora

 Polisi saat melakukan razia miras di salah satu warung di Blora, Rabu (21/12/2016). (Dok.Polres Blora)

Polisi saat melakukan razia miras di salah satu warung di Blora, Rabu (21/12/2016). (Dok.Polres Blora)

MuriaNewsCom,Blora – Jajaran kepolisian sektor Banjarejo dan Polsek Jiken, Blora melakukan Operasi Cipta Kondisi menjelang Natal dan Tahun Baru di wilayah masing-masing, Rabu (21/12/2016). Sasaran operasi kali ini adalah minuman keras (miras).

Sasaran dalam Operasi Cipta Kondisi ini, yaitu tempat-tempat yang diduga menjual minuman keras yang tidak berizin dan tidak memiliki keterangan dari Dinas Kesehatan. Dari hasil operasi miras tersebut ,anggota menyita puluhan botol ukuran 1 liter yang isinya miras jenis arak putih.

Polisi kemudian menyita arak putih tersebut dari pemiliknya dan dibawa ke mapolsek masing-masing. Dalam hal ini, polisi juga memberikan pembinaan kepada para penjual miras ilegal tersebut agar tidak berjualan minuman keras.

“Karena usaha menjual minuman keras ini sangat berisiko mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan masyarakat daan sangat berbahaya bagi para pengkonsumsi. Karena, jenis minuman arak putih ini belum teruji tes BPOM Dinas Kesehatan,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Banjarejo Iptu Sudarto.

Menurutnya, razia miras tersebut dilakukan oleh anggota  seluruh jajaran polsek di Resor Blora untuk mencegah timbulnya aksi sweeping sewenang-wenang yang kerap dilakukan organisasi masyarakat tertentu terhadap tempat-tempat yang menjual miras.

“Terlebih, kegiatan ini sebagai bentuk menciptakan situasi dan kondisi yang aman, tertib dan kondusif menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2017,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Polisi Blora Latihan Bongkar Senjata Laras Panjang

periksa-senjata

Polisi melakukan latihan bongkar pasang senjata laras panjang di Mapolres Blora. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora- Satreskrim Polres Blora dalam rangka meningkatkan kemampuan setiap personelnya, Kabag Sumda Polres Blora menggelar latihan bongkar pasang senjata laras panjang.

Sebanyak 31 personel Satreskrim Polres Blora yang terdiri dari 27 polisi laki-laki (Polki) dan 4 Polisi wanita (Polwan) mengikuti latihan bongkar pasang senjata buatan PT Pindad Indonesia yang berjenis SS2 atau V2 Shabara.

Dikutip halaman Polres Blora, Kapolres Blora AKBP Surisman melalui Kabag Sumda Polres Blora Kompol Andi Wahyono, mengatakan latihan bongkar pasang senjata ini sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan setiap personelnya.

”Kami harap semua personel Satreskrim Polres Blora tidak hanya mahir menembak, tetapi juga terampil bongkar pasang senjata,terlebih saat menggunakan khas V2 Shabara,” ujarnya saat mengawasi anggota melakukan pelatihan bongkar pasang senjata di halaman Mapolres Blora.

Ditambahkan oleh Kabag Sumda, keterampilan bongkar pasang senjata tersebut sebenarnya telah mereka dapatkan saat menjalani pendidikan. Namun perlu diasah lagi supaya lebih mahir. Selaian meningkatkan kemampuan personel, latihan bongkar pasang senjata juga bermanfaat membersihkan senjata dan mempersiapkan senjata apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

“Tidak menutup kemungkinan pada saat penugasan personel yang bersangkutan akan menemui kendala dalam penggunaan senjata. Untuk itu diperlukan personel yang cekatan dan terampil dalam menangani senjata tersebut,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Kantor Polisi Blora Tiba-tiba Dipenuhi Anak-Anak, Ada Apa?

Polisi melantik perwakilan PKS di Mapolres Blora. (Polres Blora)

Polisi melantik perwakilan PKS di Mapolres Blora. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Suasana halaman Polres Blora mendadak ramai oleh anak-anak yang mengenakan seragam putih yang tergabung dalam PKS (Patroli Keamanan Sekolah) tingkat SD se-Kecamatan Blora.

Ratusan anak sangat antusias dan bersemangat mengikuti upacara pelantikan PKS yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Blora Kompol Hari Sutanto mewakili Kapolres Blora AKBP Surisman.

Sebanyak 400 orang pelajar SD dari sejumlah sekolah se-Kecamatan Blora Kota, resmi dilantik Kapolres Blora sebagai anggota PKS. Pelantikan ini dilakukan pada upacara penutupan pelatihan PKS di Mapolres Blora.

Hadir dalam pelantikan, Kadis Dikpora dan DPPKKI Blora dan beberapa tamu undangan serta jajaran pejabat Polres Blora.

Kordinator pelatihan PKS, IPDA Sri retno Yogo mengatakan, bahwa pembentukanPKS merupakan salah satu upaya pembinaan kamtibmas di lingkungan sekolah melalui pendayagunaan potensi masyarakat pelajar dan pembinaan generasi muda untuk menumbuhkan rasa disiplin, memelihara keamanan dan ketertiban, serta patuh terhadap peraturan perundang-undangan sejak usia dini.

“Maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk lebih meningkatkan peran serta pelajar dalam mewujudkan Kamseltibcar lalu lintas di jalan raya sehingga para siswa dapat memanfaatkan waktu luang dengan hal yang positif serta mendidik secara dini kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar, rasa tanggung jawab dan sadar hokum,” katanya dikutip dari halaman Polres Blora.

Pelantikan PKS tingkat SD ii di tandai dengan pemasangan PIN dan peyerahan piagam oleh Wakapolres Blora kepada beberapa siswa perwakilan pelajar SD. Orang tua yang turut hadir dan merasa bangga kepada buah hatinya yang telah dilantik dan tergabung dalam Patroli Keamanan Sekolah (PKS).

Hari Sutanto selaku Inspektur upacara mengatakan, PKS ini merupakan wadah untuk pembinaan generasi muda khususnya para pelajar mulai dari tingkat SD-SMA.

Beliau mengharapkan dengan pelatihan ini para pelajar akan menjalankan tugas-tugas yang telah diberikan untuk diaplikasikan di lingkungan sekolah. “Kami juga menginginkan para pelajar peserta pelatihan dapat mensosialisasikan dan member contoh baik di lingkungan sekolah selalu memonitoring perkembangan di sekolah sekaligus menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas untuk mewujudkan kaseltibcar lantas di sekolah,” kata Hari.

Rangkaian kegiatan upacara pelantikan PKS tingkat SD se-kecamatan Blora di akhiri dengan peragaan pertunjukan bararis berbaris (PBB), menampilkan 12 gerakan pengaturan Lalu Lintas dan menampilkan senam Polatas. Penampilan anak-anak SD sangat menghibur para tamu undangan dan seluruh personel Polres Blora yang turut menyaksikan  aksi polos lucu anak-anak SD ini.

Editor : Akrom Hazami

Perempuan Cantik dan Bandar Narkoba Dibekuk di Blora

Merpati Puji Lestari (25) dan Supinah, (46), pengedar narkoba di Blora. (Polres Blora)

Merpati Puji Lestari (25) dan Supinah, (46), pengedar narkoba di Blora. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Polres Blora kembali menunjukkan taringnya. Mereka tidak main-main dalam memberantas narkoba.  Tiga tersangka pun dibekuk dalam satu momen. Yaitu pada Jumat (21/10/2016) sekira pukul 14.00 WIB, berlokasi di daerah Desa Adirejo, Kecamatan Tunjungan,Kabupaten Blora.

Dikutip halaman Polres Blora, kali ini dua wanita satu paruh baya bernama Supinah, (46) warga Jalan Mr Iskandar, Kaliwangan, Blora, dan yang satu wanita muda cantik, Merpati Puji Lestari (25) asal Kota Sragen dan bertempat tinggal di Dukuh Sembung, Desa Adirejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, yang sedang melakukan transaksi narkoba.

Keduanya di tangkap dan dilakukan penggeledahan. Hasilnya, ditemukan barang bukti berupa satu paket sabu dan hasil interogasi di tempat tersangka mengatakan barang haram yang dia miliki didapat dari seorang warga, Budi Iskandar, warga setempat.

Kemudian dengan sigap Polres Blora melalui Tim Cobra melakukan investigasi dan melacak keberadaan Budi Iskandar. Selang beberapa waktu bandar narkoba Budi Iskandar dilumpuhkan tanpa perlawanan dan di temukan barang bukti lainnya.

Budi Iskandar, bandar narkoba, dibekuk berikut barang buktinya. (Polres Blora)

Budi Iskandar, bandar narkoba, dibekuk berikut barang buktinya. (Polres Blora)

Keterangan dari Kasat Narkoba AKP Soeparlan mengatakan bahwa modus Budi Iskandar ini menggunakan wanita sebagai kurir untuk transaksi narkoba. “Ini akan segera dilakukan pengembangan kasus dengan menggali informasi dan memperkecil ruang gerak peredaran narkoba di Kabupaten Blora,” katanya.

Ketiga tersangka narkoba tersebut dijerat dengan pasal 112 ayat (1) UURI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maximal 5 Tahun Penjara.

Barang bukti yang berhasil diamankan yaitu satu paket narkoba jenis sabu yang dibungkus plastik bening, uang tunai Rp 500.000 sebagai bukti transaksi, seperangkat alat hisap atau Bong, dan handphone merk 1 Blackberry, 2 Nokia.

Editor : Akrom Hazami

“Polisi Blora Latihan Beladiri Bukan untuk Berkelahi”

Polisi Blora melakukan latihan beladiri karate di mapolres setempat, Jumat. (Polres Blora)

Polisi Blora melakukan latihan beladiri karate di mapolres setempat, Jumat. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora –  Personel Sabhara Polres Blora melaksanakan latihan beladiri karate. Kegiatan dipusatkan di halaman Apel Polres Blora, Jumat (21/10/2016) pagi.

Kapolres Blora AKBP Surisman melalui Kabag Sumda Polres Blora Kompol Andi Wahyono mengatakan kegiatan dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan personel Sabhara. Dengan harapan, mereka mampu melaksanakan tugas kepolisian dengan baik.

“Apalagi personel Sat Sabhara setiap saat dituntut untuk selalu hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat. Mereka harus selalu siap dalam menghadapi gangguan keamanan ketika dibutuhkan sehingga dapat melindungi diri sendiri maupun masyarakat ketika menjalankan tugas hingga pelayanan prima kepada masyarakat,” kata Andi.

Latihan beladiri ini rutin dilaksanakan setiap Jumat.  Karena juga untuk melatih kebugaran tubuh, sekaligus juga untuk meningkatkan kemampuan. Andi yang juga pelatih karate mengatakan latihan yang diberikan kepada personel Sabhara dimulai dari Kuda-kuda (dachi) Hachiji-Dachi, Ko-Kutsu-Dachi Hangetsu-Dachi Heisoku-Dachi Oi-Zuki-Chudan   Oi-Zuki-Jodan Kisame-Zuki.

Selain itu latihan tendangan (Geri, Mae-Geri, Mawashi-Geri, Yoko-Geri-Kekome, Yoko-Geri-Keange, Usiro-Geri), Tangkisan (Uke), Gedan Barai, Soto-Ude-Uke, Uchi-Ude-Uke Agi-Uke Shuto-Uke Juji-Uke, Morote-Uke.

“Olahraga beladiri karate adalah prestasi bukan untuk berkelahi atau untuk arogansi. Jurus beladiri karate hanya dipergunakan jika memang keadaan sangat terpaksa,” ujar Andi.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Blora Diberi Pembinaan Rohani dan Mental Agama

Polisi mengikuti pengajian ”Pembinaan Rohani dan Mental” bagi anggota Polri di Masjid Al Istiqomah, Mapolres Blora, Kamis (20/10/2016). (Polres Blora)

Polisi mengikuti pengajian ”Pembinaan Rohani dan Mental” bagi anggota Polri di Masjid Al Istiqomah, Mapolres Blora, Kamis (20/10/2016). (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Kepolisian Blora melaksanakan kegiatan rutin berupa pengajian ”Pembinaan Rohani dan Mental” bagi anggota Polri di Masjid Al Istiqomah, Mapolres Blora, Kamis (20/10/2016). Kegiatan pengajian sekaligus pembinaan mental dilaksanakan seusai apel pagi.

Dengan pesertanya adalah anggota dan PNS yang beragama Islam. Sedangkan kegiatan Bimbingan Rohani anggota Kristen/Protestan di Aula Aryyaguna dipimpin oleh Kanit Intelkam Ipda Sulbekti.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia melalui bimbingan atau pembinaan mental agama khususnya bagi anggota Polri dan PNS di lingkungan Polres Blora.

Narasumber pengajian pada pagi hari ini adalah ustaz Abdul Halim yang merupakan pegawai negeri sipil di Kementerian Agama Kabupaten Blora.

Turut hadir dalam giat tersebut Wakapolres Blora Kompol Hari Sutanto yang diikuti oleh para Kabag, Kasat, Kapolsek, Kasi serta anggota Muslim Polres Blora.

Dengan adanya pembinaan mental agama ini diharapkan para anggota Polri serta pegawai negeri sipil bisa memperbaiki diri dari yang kurang baik menjadi baik dan yang sudah baik menjadi lebih baik lagi.

Ada 5 hal yang perlu diperhatikan dalam bekerja sebagai pelayan, pelindung serta pengayom masyarakat yaitu bekerja sebagai karunia, bekerja sebagai amanah, bekerja sebagai ibadah, bekerja adalah sebuah kehormatan dan bekerja sebagai pelayanan.

Editor : Akrom Hazami

Pengamanan Pengesahan Pendekar PSHT Blora Dikawal Banyak Polisi

Kapolres Blora AKBP Surisman menyampaikan pembahasan pada Rapat Koordinasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru Perguruan PSHT Kabupaten Blora, Selasa (18/10/2016). (Polres Blora)

Kapolres Blora AKBP Surisman menyampaikan pembahasan pada Rapat Koordinasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru Perguruan PSHT Kabupaten Blora, Selasa (18/10/2016). (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Bertempat di Gedung Arryiaguna Polres Blora telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru Perguruan PSHT Kabupaten Blora, Selasa (18/10/2016). Rakor tersebut diikuti sekitar 50 orang.

Sedangkan pelaksanaannya akan dilaksanakan di Padepokan Wonorejo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora pada Sabtu (22/10/2016). Hadir dalam pelaksanaan Rakorpam antara lain Kapolres Blora AKBP Surisman, Komandan Yonif 410 Alugoro diwakili Danton 2 Kapten Inf Tri Utomo, Komandan Kodim 0721 diwakili Pasi Ops Kodim 0721 Blora Kapten Inf Edy Harmanto, dan CPM Blora, Kasat Pol PP Kabupaten Blora, perwakilan Dinas Kesehatan, Para Kabag, Kasat,Kapolsek dan, Ketua Panitia Pengesahan Perguruan PSHT.

Kapolres Blora AKBP Surisman, mengatakan, pihaknya lakukan rapat koordinasi dengan para pengurus PSHT menjelang pelaksanaan pengesahan siswa PSHT, supaya kegiatan tersebut berjalan dengan tertib, aman dan lancar tanpa adanya gangguan. “Sehingga tercipta situasi yang kondusif, “ jelasnya dikutip halaman Polres Blora.

Beliau menambahkan, bahwa para kapolsek diharapkan melaksanakan pengamaman jalur dan titik rawan, melaksanakan pengawalan dan pengamanan sampai di tempat, baik rombongan peserta yang akan berangkat maupun pulang dari kegiatan tersebut.

“Para kapolsek diharapkan agar selalu koordinasi dengan Paspanter (pengamanan internal PSHT) untuk menjaga ketertiban anggota PSHT, dan para pengurus ranting diharap agar segera menyerahkan data pesilat yang akan mengikuti acara pengesahan warga baru beserta para pendamping yang mendampingi calon warga PSHT,” lanjut kapolres.

Sementara, Kabag Ops Polres Blora Kompol I Gede Arde, menambahakan bahwa untuk menjaga ketertiban di jalan pihaknya akan kawal dengan formasi depan belakang.

“Untuk kawal depan kita kawal dengan mobil patroli sedangkan di belakang kita kawal menggunakan dua kendaraan roda dua,” jelas I Gede.

Editor : Akrom Hazami

Beri Rasa Aman Warga Blora, Rakor Criminal Justice System (CJS) Digiatkan

Polisi bersama Kejaksaan Negri Blora, Pengadilan Negri Blora, Lembaga Pemasyarakat kelas tiga Blora dan Satpol PP Blora melakukan rapat koordinasi. (Polres Blora)

Polisi bersama Kejaksaan Negri Blora, Pengadilan Negri Blora, Lembaga Pemasyarakat kelas tiga Blora dan Satpol PP Blora melakukan rapat koordinasi. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Polres Blora melaksanakan kegiatan diskusi Criminal Justice System (CJS) di aula mapolres setempat. Kegiatan diikuti oleh Kejaksaan Negri Blora, Pengadilan Negri Blora, Lembaga Pemasyarakat kelas tiga Blora dan Satpol PP Blora.

Kegiatan dilakukan secara rutin dan berkesinambungan, untuk meningkatkan komunikasi memberikan rasa keadilan bagi masyarakat. Rakor juga diikuti Oleh Kasat Reskrim, Kasat Narkoba, Kasat Sabhara, Kasat Tahti, Kanit Reskrim, staf Kejaksaan dan Pengadilan. Selain penyampaian sambutan juga diadakan tanya jawab dengan tema Dalam Rangka Mengoptimalkan Hubungan Kerjasama Guna Mewujudkan Supermasi Hukum Di Wilayah Kabupaten Blora.

Waka Polres Blora Kompol Hari Sutanto mengatakan, selaku pelaksana bidang penegakan hokum,  maka harus mempunyai komitmen dan tanggung jawab CJS.  Tanggung jawab itu di pundak Polri, Kejaksaan, Kehakiman dan Lembaga Pemasyarakatan. “Tidak bisa dipisahkan dan selalu berhubungan saat pelaksanaan menangani hokum,” kata Hari dikutip dari halaman Polres Blora.

Sementara perwakilan Kejaksaan Negeri Blora Jaksa Karyono menyampaikan bahwa koordinasi tidak selalu dilakukan secara forma. “Bisa dengan acara yang rileks dan santai namun tidak lepas dari pokok tugas, tujuan rakor untuk mempermudah kerja di bidang penegak Hukum,” katanya.

Ketua Pengadilan Negeri Blora yang diwakili Didik menerangkan bahwa koordinasi yang baik bisa berhasil menyelesaikan masalah yang muncul dalam setiap pekerjaan.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Blora Persembahkan Nasi Tumpeng untuk TNI

Kasat Lantas AKP Febriani Aer mengatakan pemberian nasi tumpeng kepada Komandan Batalion 410 Alugoro Blora, Letkol M Heri Amrullah  yang diwakili Pasi Ops Kapten Herlianto. (Polres Blora)

Kasat Lantas AKP Febriani Aer mengatakan pemberian nasi tumpeng kepada Komandan Batalion 410 Alugoro Blora, Letkol M Heri Amrullah  yang diwakili Pasi Ops Kapten Herlianto. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Polres Blora memberikan nasi tumpeng sebagai bentuk sujud syukur atas Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-71 di Markas Batalion 410 Alugoro Blora.

Perayaan nasi tumpeng antara dua institusi yang dahulunya tergabung dalam Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) itu menunjukkan bahwa hubungan keduanya tetap baik.

‎Kapolres Blora AKBP Surisman melalui Kasat Lantas AKP Febriani Aer mengatakan pemberian nasi tumpeng kepada Komandan Batalion 410 Alugoro Blora, Letkol M Heri Amrullah  yang diwakili Pasi Ops Kapten Herlianto, sebagai bentuk persahabatan antaran Polisi dan TNI.

“‎Pada kesempatan pagi hari ini, tanggal 5 Oktober, perwira staf dan seluruh anggota Polres Blora mengucapkan Dirgahayu TNI yang ke-71, semoga selalu sukses dan selalu dicintai masyarakat,” ujar Febriani di Rupatama Batalion 410 Alugoro Blora.

Menurut‎ Febriani, penyerahan tumpeng yang diserahkan kepada Komandan Batalion 410 Alugoro Blora sebagai bentuk empati polisi terhadap pengabdian TNI yang diberikan untuk NKRI dan masyarakat.

“Ini juga sebagai bentuk sinergitas dan kebersamaan yang selama ini sudah terbangun dengan baik, untuk itu kita wujudkan dalam seremonial berupa penyerahan dan pemotongan tumpeng,” lanjutnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan garda bhayangkari negara ini yang paling terakhir adalah TNI dan Polri, sehingga harapannya‎ TNI dan Polri tidak boleh dipecah belah.

Usai menyerahkan tumpeng, jajaran TNI dan Polri yang mengikuti acara tersebut dengan kompak berteriak salam komando “Dirgahayu TNI Ke-71, Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat, Profesional, Siap Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian”.

‎Setelah mengikuti acara tersebut itu anggota Polisi dan TNI kemudian saling berfoto bersama dan saling berinteraksi dengan akrab.

Editor : Akrom Hazami

 

Polres Blora Bekuk Pelaku Narkoba

 Tersangka saat dibekuk petugas Sat Res Narkoba Polres Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)


Tersangka saat dibekuk petugas Sat Res Narkoba Polres Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

MuriaNewsCom, Blora – Sat Res Narkoba Polres Blora berhasil membekuk pelaku pengguna narkoba atas nama Suroso atau Cak Roso (42) warga Desa Belangit, Kecamatan Lamongan, Jawa Timur, pada Kamis (23/6/2016) sekitar pukul 16.30 WIB.

Pelaku dibekuk polisi di di Jalan Raya Lamongan-Tuban, tepatnya di Kelurahan Pucuk, Kecamatan Pucuk, Lamongan, Jawa Timur. “Penangkapan tersebut merupakan pengembangan dari tersangka yang sebelumnya sudah berhasil diciduk oleh Polres Blora,” ujar AKP Suharto, Kasubbag Bin Ops Polres Blora, Jumat (24/6/2016).

Dari penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat dua gram, satu unit mobil jenis Toyota Avanza warna hitam dengan nomor polisi S 1070 HI dan satu unit handpone merek Nokia.

“Sebelumnya kami berhasil melakukan penangkapan terhadap satu pelaku bernama Eko Chrisdiantoro di Blora. Dari peangkapan itu, berhasil diamankan sejumlah barang bukti berupa paket sabu. Akhirnya kami kembangkan, dari mana tersangka memeroleh barang tersebut, yang akhirnya tersebut nama Suroso ini,” katanya.

Suharto menambahkan, bahwa sampai saat ini, pihaknya masih melakukan pengembangan atas dugaan jejaring narkoba lain yang ikut terlibat dalam puasaran pengedaran barang haram itu.

Editor : Kholistiono

2 Pengguna Sabu di Blora Dicokok Polisi

f-sabu

MuriaNewsCom, Blora – Petugas Satuan Narkoba Polres Blora kembali meringkus dua orang tersangka penyalahguna narkoba. Keduanya Teguh Prasetyo (30) warga Jalan Serayu 2, Kelurahan Kedungjenar RT 05 RW 01 Blora dan Eko Krisdiyanto (34) warga Kelurahan Tegalgunung RT 06 RW 01 Blora.

Penangkapan bermula, ketika polisi mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya transaksi narkoba di Jalan Guning Wilis, Kelurahan Kunden, Blora pada Senin (20/6/2016) sekitara pukul 12.30 WIB.

“Penangkapan pertama terhadap tersangka Teguh. Ketika itu, pelaku ini sedang mengendarai sepeda motor jenis Honda Vario dengan nomor polisi K 5804 Y,” ujar Kasubbag Bin Ops Polres Blora AKP Suharto kepada MuriaNewsCom.

Setelah itu, polisi kemudian melakukan pengembangan atas tersangka Teguh Prasetyo yang kemudian melakukan penggeledahan di rumah tersangka. Dari penggeledahan itu, polisi berhasil membekuk satu tersangka lagi atas nama Eko Krisdiyanto.

Dari tangan kedua tersangka, polisi berhasil mengamankan 9 paket narkotika jenis sabu. Selain itu polisi juga mengamankan barang bukti lain berupa 3 pcs plastik klip warna bening, uang tunai senila Rp 300 ribu, dua buah gunting, empat buah korak api gas solatip, seperangkat alat hisap dan pirek kaca. Selain itu dua ponsel milik tersangka juga diamankan dan satu buah sepeda motor juga ikut diamankan sebagai barang bukti.

Editor : Kholistiono

 

Ribuan Botol Miras Oplosan Disikat Polres Blora

 Sejumlah miras yang diamankan oleh Polres Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)


Sejumlah miras yang diamankan oleh Polres Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

MuriaNewsCom, Blora – Operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dilakukan Polres Blora dalam beberapa hari ini membuahkan hasil. Setidaknya, 1.038 botol miras berhasil disita petugas kepolisian. Ribuan botol miras tersebut diamankan dari berbagai lokasi di 16 kecamatan yang ada di Blora.

Kapolres Blora AKBP Surisman mengatakan, operasi pekat tersebut, sebagai salah satu upaya untuk memberikan rasa nyaman dan aman terhadap masyarakat, khususnya pada suasana Ramadan ini. Sehingga, masyarakat bisa tenang untuk menjalankan ibadah. “Diharapkan dengan kegiatan ini, tercipta ketertiban dan keamanan di lingkungan kita,” ujarnya.

Ia katakan, ribuan botol miras yang diamankan tersebut terdiri dari berbagai merek, dan paling banyak adalah minuman keras oplosan. Dalam hal ini, dirinya juga khawatir terkait dengan kandungan miras oplosan tersebut. “Sudah banyak sekali kasus minuman  oplosan yang sampai merenggut nyawa, Sebab di dalam minuman oplosan itu sendiri tercampur bahan – bahan yang berbahaya. Saya juga prihatin, dalam razia ini juga terdapat anak-anak di bawah umur yang terjaring razia,” katanya.

Ia katakan, operasi pekat tersebut juga sebagai bagian dari upaya untuk penegakan Perda Nomor 7 Tahun 2015 yang belum lama ini mulai di terapkan. Salah satu isi Perda tersebut menyebutkan, adanya pelarangan penjualan minuman keras tanpa di sertai izin edar.

Selain minuman keras, petugas kepolisian juga berhasil mengamankan 7.658 petasan. Rencananya, semua barang bukti yang berhasil disita tersebut akan dimusnahkan pada 20 Juni mendatang. Dirinya berharap, pihaknya mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat Blora. “Ini merupakan tugas kami. Blora adalah daerah yang kondusif. Kami berharap dukungan dan kerjasama kepada semua pemangku kepentingan dan masyarakat untuk menjaga Blora tetap kondusif,” pungkas Surisman.

 

Editor : Kholistiono

Kabag dan Kasat di Polres Blora Dimutasi

 Kapolres Blora AKBP Surisman (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)


Kapolres Blora AKBP Surisman (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

  MuriaNewsCom, Blora – Sejumlah Kepala Bagian (Kabag) dan Kepala Satuan (Kasat) di lingkungan Polres Blora dimutasi, Jumat (10/6/2016). Beberapa pejabat yang dimutasi tersebut menduduki jabatan baru di Polres Blora dan juga tempat lain.

Di antaranya pejabat yang diganti yaitu, Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Kompol Wilhelmus Sareng Kelang yang digantikan Kompol I Gede Arde yang sebelumnya menjabat Kabag Perencanaan. Sedangkan Kompol Wilhelmus Sareng menjalani tugas barunya sebagai Kepala Sub Bagian Perawatan dan Tahanan (Wattah) di Polda Jateng.

Kemudian, Kabag Perencanaan sekarang diisi AKP Zuwono. Lalu, jabatan Kapolsek Ngawen sekarang dijabat AKP Yulianto yang sebelumnya merupakan Kasubbag Sarpras. Untuk jabatan Kasat Res Narkoba yang semula dijabat AKP Abdul Fatah, kini digantikan AKP Suparlan. Sementara untuk AKP Abdul Fatah, ditugaskan menjadi Kasat Res Narkoba di Polres Grobogan.

Kapolres Blora AKBP Surisman menyampaikan, bagi yang baru menjabat di beberapa posisi jabatan Polres Blora agar senantiasa menyesuaikan. Ia pun menegaskan, bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan baik. “Jabatan itu amanah, oleh karena itu, harus benar-benar dijalankan sebaik mungkin demi kepentingan semua orang,” ujar AKBP Surisman, usai acara serah terima jabatan di Aula Aryaguna Mapolres Blora.

Kapolres mengatakan, mutasi jabatan atau alih tugas jabatan merupakan bagian dari pembinaan personel dan karir anggota Polri, sebagai reward atau penghargaan kepada para pejabat selama melaksanakan tugas.

“Mutasi jabatan ini merupakan bagian integral dari pengembangan karier anggota Polri, di mana barometer utama digunakan oleh pimpinan dalam menentukan jabatan bagi setiap anggota Polri, dilakukan melalui beberapa pertimbangan, yakni kapasitas, kompetensi, dedikasi integritas, loyalitas, moralitas, serta pendidikan dan komitmen terhadap tugas-tugasnya,” ujar Kapolres.

Editor : Kholistiono

Kapolres Blora AKBP Surisman (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Sejumlah PK Cantik Dapat Pesan Khusus dari Polisi Blora

Jpeg

Sejumlah PK mendapat pembinaan dari Polres Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Sejumlah perempuan Pemandu Karaoke (PK) mendapat pesan khusus dari Polisi Blora. Hal itu tampak saat razia Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat), Kamis (2/6/2016) malam.

Polisi menertibkan PK dari sejumlah tempat hiburan malam. Petugas mendata dan membina mereka. Dalam pembinaan, PK diwanti-wanti agar tidak menggunakan narkoba.

“Jangan sampai kalian menggunakan narkoba,” ujar salah satu polisi saat melakukan pembinaan.

Dalam penertiban itu, polisi menyita miras dari warung remang-remang. Mirasnya berupa 1,5 botol arak tradisional, masing-masing botol dengan ukuran 1,5 liter. Dalam operasi yang melibatkan tidak kurang dari 20 personel itu, polisi menyisir warung remang-remang yang ada di Pasar Jepon, Blora.

Selain itu, polisi juga menyisir tempat karaoke. Tiga karaoke yang menjadi sasaran yakni Embun Alam, Karisma dan Salsa. Ketiga terletak di Desa Gembong, Kecamatan Bogorejo.

Dari ketiga karaoke tersebut tak ditemukan miras yang dijual secara bebas. Dua karaoke, Karisma dan Salsa rupanya masih belum melengkapi izin usaha tempat hiburan malam. Saat dicek pihak kepolisian, pemilik karaoke tidak bisa menunjukkan dokumen.

“Segera lengkapi izinnya, nanti kalau kami kesini lagi, harus sudah berizin,” kata salah satu petugas saat razia.

Dalam kegiatan, polisi tidak menemukan miras dari tempat karaoke. “Bisa jadi operasi malam ini sudah bocor. Kami tidak menemukan miras di tempat karaoke. Mungkin sudah diamankan pemiliknya agar tak terendus petugas,” ungkap Humas Polres Blora, AKP Sularno kepada MuriaNewsCom.

Pihaknya akan gencar melakukan operasi pekat sampai 13 Juni. Dalam operasi pekat, lanjut dia, polisi akan menjaring miras yang tak berizin. Selain itu, juga akan menggasak narkoba, tempat hiburan malam yang tak berizin dan menjaring PK. “Itu upaya meminimalisasi penyakit masyarakat saat jelang dan selama Ramadan.

Editor : Akrom Hazami

Lagi, Polres Blora Bekuk Pelaku Curanmor

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Blora – Satuan Reserse Kriminal Polres Blora kembali membekuk pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor), Senin (23/5/2016) malam.

Pelaku yakni Jupriyanto alias Japrak  (22) warga Dukuh Ngumbul Tengahan RT 02/RW II Desa Ngumbul, Todanan, Blora. Pelaku berhasil ditangkap, Senin (23/5/2016), sekira pukul 20.00 WIB.

Dari keterangan yang dihimpun, pelaku ditangkap setelah dipancing untuk keluar dari kediamannya. Sesampainya di jalan Dukuh Ngumpul pelaku langsung disergap oleh kawanan petugas yang telah bersiap.

Atas penangkapan tersebut, Polisi mengamankan 1 unit sepeda motor Supra X dengan nopol B 6233 WBH sebagai barang bukti.

Sebelumnya, pelaku terbukti melakukan pencurian sepeda motor honda Supra X, Jumat (6/5/2016) yang dibawa Fernando Calvin S (15) warga Dukuh Banyuurip RT 06/RW 02 Desa Japah untuk menyaksikan orkes dangdut di kawasan pertigaan Dukuh Banyurip, Japah.

Korban memarkirkan sepeda motornya diparkir di dekat Mushola Al Ikhlas yang berjarak sekira 100 meter dari lokasi dangdutan. Sekitar pukul 22.00 WIB, Azis (15), kawan korban, melihat sepeda motor korban sedang didorong oleh tiga orang tak dikenal. Selnajutnya, Azis melapor kepada korban, dan memebritahukan bahwa sepeda motor yang ia tunggapi raib digasak maling.

Tahu kejadian tersebut, korban melapor kepada Budy Djoko Santoso, orang tua korban. Orang tua korban pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Japah.

Editor: Supriyadi

Angkut Minyak Tanah Ilegal, 3 Warga Jawa Timur Diamankan Polres Blora

Tiga pelaku beserta satu unit truk tanki yang memuat minyak tanah olahan tradisional. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Tiga pelaku beserta satu unit truk tanki yang memuat minyak tanah olahan tradisional. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Tiga pembawa dan minyak bumi jenis minyak tanah olahan tanpa izin (ilegal) diamankan tim Resmob Satreskrim Polres Blora, Minggu (22/5/2016) malam.

Ketiga pelaku yakni M Israwan (25) warga Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Jawa Timur, Lasiran (46) warga Desa Kapas, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Jawa Timur dan Anton Setyo Wahyudi (25) kernet warga  Desa Gubeng, Kecamatan Gubeng,  Kota Surabaya.

Polisi berhasil menangkap setelah mendapat laporan dari Puji Miharyanto dan Sumarjo. Keduanya  merupakan anggota Resmob Satreskrim Polres Blora.

Dari keterangan Polres Blora, sekitar pukul 19.00 WIB, Minggu (22/5/2016) malam, pelapor beserta saksi melakukan patroli ke arah Desa Nglebur, Jiken, dan melihat truk tangki dengan nopol S 9031 UB menuju arah Pos Cabak. Karena Curiga, pelapor menghentikan kendaraan truk tangki tersebut dan setelah dilakukan pemeriksaan ternyata mengangkut minyak tanah hasil olahan tradisional dari Wonocolo Bojonegoro tanpa dilengkapi surat-surat sebagai dasar legalitas dari pejabat yang berwenang.

Bersamaan dengan itu, kini kini ketiga pelaku bersamaan dengan truk tangki dengan kapasitas muat 5.000 liter beserta muatannya telah diamankan di Mapolres Blora. Dalam hal ini pelaku melanggar pasal 53 huruf b UU RI Nomor  22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi Juncto pasal 55 KUHP. Dengan ancaman hukuman penjara paling lama 4 th dan denda paling tinggi Rp 40 miliar.

Editor: Supriyadi

Dianggap Aib, Korban Pelecehan Seksual di Blora Tak Berani Lapor Polisi

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Blora – Kasus pelecehan seksual terhadap anak di Kabupaten Blora terbilang cukup tinggi. Meski begitu, banyak kasus yang tidak terjamah oleh hukum karena pihak keluarga enggan melaporkan ke pihak yang berwajib.

”Mayoritas dari mereka menganggap bahwa itu adalah aib, maka ketika terjadi seperti itu mereka enggan melaporkan,” kata Any Aisyah, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sahabat Perempuan Meurah Intan Blora kepada MuriaNewsCom, Kamis (18/5/2016)

Mengingat banyaknya kasus seperti itu, ia menyarankan bagi setiap keluarga yang memilki suadara untuk tidak segan melaporkan kepada pihak berwenang, yakni kepolisian. Dan tidak serta merta menyalahkan korban.

”Tak selayaknya korban disalahkan, melainkan harus di suport oleh keluarga. Itu yang terpenting,” jelasnya.

Untuk menutupi malu, lanjut Any, biasanya pihak keluarga menikahkan korban dengan pelaku. Pasalnya, dengan begitu aib akan tertutupi.

”Ada kasus anak SMP kelas IX hamil dan kasus anak kelas X SMA sampai melahirkan, yang kemudian dinikahkan,” sebutnya.

Meski begitu, ia beranggapan langkah tersebut tak sepenuhnya benar. Apalagi, berdasarkan dari Undang-undang, hubugan seksual terhadap anak di bawah umur 18 tahun tidak diperbolehkan.

”Karena itu selain mawas diri, kita juga harus sigap menyikapi hal tersebut ke ranah hukum,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Lengkapi Surat Kendaraan Anda Jika Tak Mau Kena Tilang, Satlantas Polres Blora Bakal Gelar Operasi Patuh

Satlantas Polres Blora saat menggelar razia beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Satlantas Polres Blora saat menggelar razia beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Mulai 2 – 15 Mei 2016 mendatang, Polres Blora akan menggelar operasi patuh yang difokuskan pada penindakan pelanggaran.

AKP Handoko Suseno, Kepala Satuan Laluintas (Kasat Lantas) Polres Blora mengungkapkan, bahwa hal itu dilakukan guna meminimalisasi angka pelanggaran yang ada di jalan raya.

Operasi patuh sendiri,katanya, berbeda dengan operasi simpatik yang telah digelar beberapa waktu sebelumnya. Dalam operasi patuh,lebih fokus terhadap penindakan pelanggaran. Sementara, dalam operasi simpatik, hanya memberikan pendidikan kepada masyarakat melalui tindakan preemtif dan preventif. Itupun hanya di beberapa wilayah tertentu yang masuk dalam kawasan tertib lalulintas (KTL).

Mengingat Kabupaten Blora memiliki dua titik pusat keramaian, yakni di Blora Kota dan Cepu,pihak kepolisian akan memfokuskan Operasi Patuh di dua titik tersebut. “Kita lihat kerawanan yang ada. Untuk Cepu bisa jadi target operasi,” ungkap AKP Handoko Suseno kepada MuriaNewsCom.

Namun, tidak menutup kemungkinan, wilayah Blora yang lain juga akan menjadi sasaran target Operasi Patuh. Karena, dalam Operasi Patuh, tidak terbatas wilayah tertentu saja. “Kalau Operasi Patuh menyeluruh, berbeda dengan Operasi Simpatik kemarin yang hanya fokus di KTL,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Ratusan Anggota Polres Blora Mendadak Jalani Tes Urine

Tes urine yang dilakukan oleh sejumlah personel polisi di jajaran Polres Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Tes urine yang dilakukan oleh sejumlah personel polisi di jajaran Polres Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Sebanyak 200 anggota kepolisian di jajaran Polres Blora menjalani tes urine pada Jumat (15/4/2016) di Mapolres Blora. Pemeriksaan urine secara mendadak ini dilaksanakan untuk mengantisipasi penyebaran dan pemakaian narkoba di lembaga penegak hukum.

Tes urine yang digelar di Mapolres tersebut diikuti seluruh anggota, termasuk perwira. Bahkan, Kabag Ops Polres Blora Kompol Wilhelmus Sareng Kelang dan para Kepala Satuan (Kasat), juga ikut menjalani tes yang dilaksanakan Sat Narkoba yang bekerja sama dengan Dokkes Polres Blora.
Kabag Ops Polres Blora Kompol Wilhelmus Sareng Kelang memantau langsung anggotanya yang tengah menjalani tes urine di Mapolres. Mereka satu per satu menyerahkan sampel urine untuk diperiksa dengan dijaga ketat oleh anggota provost.

“Semua anggota yang ada di Mapolres mengikuti tes urine ini, termasuk para perwira, hasilnya semua negatif. Keselurahan anggota yang diperiksa berjumlah 200 orang,” kata Kompol Wilhelmus.

Dia juga menambahkan, tes urine tersebut dilakukan secara mendadak dan tidak ada pemberitahuan sama sekali. Hal ini dimaksudkan agar anggota tidak ada yang tahu dan tes berjalan apa adanya.

Sementara itu, Kapolres Blora AKBP Dwi Indra Maulana menyebutkan, tes urine ini dilakukan dalam satu tahun dua kali untuk seluruh personel Polres Blora, dan akan ditindaklanjuti ke polsek-polsek, sebagai antisipasi agar anggota tidak terjerat kasus narkoba.

Bagi Kapolres, tidak menutup kemungkinan ada anggota yang memakai atau terlibat jaringan barang haram ini, “Untuk pemakai mungkin akan kita rehabilitasi, sedangkan pengedar akan ditindak sesuai prosedur hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Kasatreskrim: Petani Kesal karena Sudah Antre untuk Utang Dana

kasus korupsi kadus2tyg 2115 wib (e)

Kapolres Blora AKBP Dwi Indra Maulana didampingi dengan Kasatreskrim AKP Asnanto (kanan), saat menggelar jumpa pers terkait kasus dugaan korupsi dana PUAP yang melibatkan kadus Ngrapah, Bangsri, Blora, Selasa (5/4/2016). (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Kasus dugaan korupsi dana program Pengembangan Usaha Agrobisnis Perdesaan (PUAP), yang ada di Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, tahun 2009, terus diselesaikan berkasnya oleh pihak Polres Blora.

Kasat Reskrim Polres Blora AKP Asnanto menjelaskan, pengungkapan kasus ini, berawal dari laporan masyarakat Desa Bangsri, pada 6 Mei 2015 lalu, ke Unit Tipikor Polres Blora.

”Warga melaporkan adanya dugaan tentang penyimpangan dana PUAP Gabungan Kelompok Tani Sri Sangga Bumi, yang diduga dilakukan kepala dusun bernama Jasman,” terangnya saat mendampingi Kapolres Blora AKBP Dwi Indra Maulana, dalam jumpa pers kasus tersebut, Selasa (5/4/2016).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Tipikor Polres Blora melakukan penyelidikan. Dan data yang berhasil dihimpun dari penyelidikan diperoleh hasil bahwa pada 2 November 2009 lalu, Gabungan Kelompok Tani Sri Sangga Bumi menerima bansos dari Kementerian Pertanian sebesar Rp 100 juta, untuk digunakan sebagai usaha dana simpan pinjam.

Kemudian dana bansos tersebut dipinjamkan kepada 118 petani desa setempat. Dan enam bulan kemudian, petani mengembalikan uang pinjaman ke Jasman, selaku ketua kelompok tani.

Setelah uang yang dipinjam para petani sudah dikembalikan semua, menurut Asnanto, Jasman tidak juga segera meminjamkan kembali uang tersebut ke petani lainnya. ”Padahal, petani yang lain sudah lama mengantre untuk pinjam uang tersebut,” jelasnya.

Asnanto menambahkan, hal inilah yang membuat petani menjadi geram. Apalagi ada informasi bahwa uang tersebut malah dipinjamkan sang kadus kepada orang lain bernama Dayat, sebesar Rp 26,5 juga.

”Menurut laporan, peminjaman itu tanpa menggunakan prosedur atau cara meminjam sesuai kesepakatan yang sudah disepakati bersama. Dan yang sangat disesalkan para petani, Kadus Jasman ini juga diduga mengunakan uang puluhan juta untuk kepentingan pribadinya,” imbuhnya.

Kapolres AKBP Dwi Indra Maulana sendiri menegaskan bahwa pada pekan ini, pihaknya akan upayakan untuk menyelesaikan proses atau tahap kedua dari kasus tersebut. ”Prosesnya tetap berjalan, dan masih kita lengkapi. Kasus ini terus lanjut,” ujarnya.

Editor: Merie

Tak Ada Traffic Light, Perempatan dr Soetomo Blora Rawan Kecelakaan

upload jam 12 (e)

Salah satu simpang perempatan yang ada di Kota Blora yang masih belum ada trafic light, yakni di Jalan dr Soetomo (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Arus lalu lintas di Perempatan dr Soetomo, Blora terhitung cukup padat. Meski demikian, di tempat tersebut tidak didukung dengan keberadaan traffic light, sehingga cukup rawan terjadinya kecelakaan.

Dari pantauan MuriaNewsCom di Perempatan Jalan dr Soetomo, kesemwrawutan lalu lintas terlihat di tempattersebut, ketika dari beberapa pengendara berebut untuk lebih dahulu memacu kendaraannya, yang terkadang mengabaikan keselamatan orang lain.

“Kalau dari arah selatan (Jalan Gunung Lawu), harus memperlambat laju kendaraan, dan melihat dari arah lain apakah ada kendaraan yang lewat juga,” ujar Kudnadi, salah satu Warga Kunden, Blora.

Menurutnya, keberadaan trafic light sangat dibutuhkan. Hal ini untuk mengatur pengendara yang datang dari empat penjuru. Belum adanya trafic light menyebabkan ego para pengendara tak terkontrol. Ia mencontohkan, saat ada pengendara dari arah barat lewat, namun dari arah lain juga lewat, tak jarang dari mereka tak ada yang mau mengalah

“Coba kalau ada trafic light, siapa yang lebih dahulu lewat kan juga jelas. Kalau lampu merah, ya harus berhenti. Tidak hanya di perempatan ini saja, masih banyak perempatan lain di dalam kawasan Kota Blora yang masih belum ada trafic lightnya,” ujarnya.

Ia berharap, agar pihak terkait segera memikirkan hal tersbut, supaya kelancaran dan ketertiban di jalan raya lebih terjamin.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Kabupaten Blora Slamet Pamuji melalui Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Ignatius Ary Susanto mengtakan, pihaknya mengaku telah melakukan kerjasama dengan Satuan Polisi Lalu Lintas untuk melakukan penyuluhan masyarakat tentang keamanan keselamatan ketertiban dan kelancaran lalulintas.

Pihaknya juga melakukan kajian-kajian lalulintas melalui survei. “Hal itu untuk mengetahui simpang yang ada sebagai bahan melakukan rekayasa lalulintas menurut karakteristik masing-masing titik simpang,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

Antisipasi Teror Bom Terulang, Polsek Japah Blora Gelar Razia

Sejumlah polisi sedang mengecek muatan mobil boks (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Sejumlah polisi sedang mengecek muatan mobil boks (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Jajaran Polsek Japah, Blora melaksanakan razia kendaraan bermotor yang di gelar di beberapa ruas jalan alternatif Blora-Pati pada Selasa (19/1/2016). Hal ini sebagai upaya antisipasi dan mempersempit ruang gerak para pelaku teror.

“Masing-masing polsek diperintahkan untuk menggelar razia, guna mencegah terjadinya tidak pidana kriminal,” ujar AKP Daryoto, Kapolsek Japah kepada MuriaNewsCom.

Selain untuk meminimalisasi aksi kriminal, razia tersebut merupakan antisipasi tindak terorisme,pascaterjadinya Bom Sarinah pada 14 Januari silam. Dalam razia tersebut selain menggeledah barang bawaan di kendaraan yang lewat, polisi juga menyisir beberapa warung.

“Dari hasil razia yang kami lakukan, sampai saat ini belum ditemukan hal yang mencurigakan. Namun, pastinya kita tetap tingkatkan kewaspadaan,” katanya.

Menurutnya, Japah merupakan jalur alternatif bagi warga Pati yang kan menuju Blora dan begitu pula sebaliknya. Banyaknya kendaraan yang melewati jalur tersebut, tidak menutup kemungkinan menjadi jalur pendistribusian barang haram atau lain sebagainya.

Ia berharap, dengan dilakukannya razia tersebut, situasi yang ada di Blorabisa aman dan kondusif. Ia juga mengimbau, bagi pengendara agar selalu melengkapi surat kendaraan. (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)

Kapolres Blora Serius Atasi Kelompok Radikal Saat Pilkada

Apel siaga oleh kepolisian, TNI, Satpol PP guna pengamanan pengusutan dan penghitungan suara. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Apel siaga oleh kepolisian, TNI, Satpol PP guna pengamanan pengusutan dan penghitungan suara. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Menjelang pemunguntan suara pada 9 Desember besok. Kapolres Blora AKBP Dwi Indra Maulana mengimbau kepada seluruh anggota kepolisian yang mengamankan jalannya pemungutan suara. Hal ini disampaikan dalam apel pergeseran pasukan dalam rangka pengamanan Pilkada di halaman Mapolres Blora, Selasa (8/12/2015).

AKBP Dwi Indra mengungkapkan, mengingat sekarang sudah memasuki hari tenang, bukan berarti Kepolisian selaku pihak pengamanan ketika pemungutan suara selesai. ”Untuk memelihara situasi kondusif, memasuki hari tenang, kita tidak boleh lengah. Karena bisa jadi ada upaya untuk mengusik jalannya Pilkada oleh kelompok radikal,” tuturnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh anggota yang bertugas mengamankan jalannya pemungutan suara untuk selalu berkoordinasi dengan masyarakat. Dan juga, memanfaatkan potensi masyarakat ketika terjadi situasi yang mengganggu jalannya pemungutan suara.

”Manfaatkan poensi masyarakat, yaitu Babinsa, Perangkat Desa, Linmas, juga Tokoh Masyarakat untuk mengatasi kekisruhan pada pemungutan suara yang dilanjut dengan penghitungan suara,” himbaunya.

Sementara, Pj Bupati Blora Ihwan Sudrajat, menggaris bawahi, dirinya sependapat dengan Kapolres untuk mempersiapakan diri agar terhindar dari kekisruhan yang ditimbulkan oleh kelompok-kelompok radikal. ”Bahwa saya sepakat dengan kapolres, potensi kekisruhan oleh kelompok radikal ketika pemungutan suara harus tindakan preventif,” ujarnmya.

Ia juga menyampaikan selama tahapan Pilkada selama ini, situasi tergolong kondusif dan aman-aman saja. (RIFQI GOZALI/TITIS W)

Kesadaran Masyarakat Blora Dalam Berlalu Lintas Masih Rendah, Ini Buktinya

Ipda Rustam tampak sedang mengaitkan pengait helm yang dipakai pengendara bermotor (MurianEwsCom/Rifqi Gozali)

Ipda Rustam tampak sedang mengaitkan pengait helm yang dipakai pengendara bermotor (MurianEwsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Satlantas Polres Blora semakin gencar melakukan sosialisasi ketertiban bagi pengendara di jalan raya. Namun, masih banyak pengguna jalan yang terkena sanksi tilang. Hal ini menunjukkan masih tingginya angka pelanggaran yang dilakukan pengendara dalam berlalu lintas.

Dalam hal ini, Kasatlantas Polres Blora melalui Kaur Bin Ops Ipda Rustam mengaku telah melakukan sosialisai setiap hari melalui pengaturan arus lalu lintas setiap pagi, dan penerangan keliling ke masyarakat.

“Kami melakukan pengaturan arus lalu lintas setiap pagi agar pengguna jalan mematuhi aturan lalu lintas. Mulai dari menggunakan helm standar SNI, menyalakan lampu utama dan kelengkapan surat,” ujar Rustam kepada MuriaNewsCom (23/11/2015)

Dalam sosialisasi ke masyarakat, katanya, pihaknya telah mengimbau untuk tertib. “Bagi pengendara yang tidak menyalakan lampu utama, kami memang belum melakukan penilangan, karena masih banyaknya pelanggar. Kami hanya melakukan imbauan kepada pengguna jalan,” imbuhnya.

Kemudian, untuk pengendara yang telah mengenakan helm SNI tapi tidak dikaitkan pengaitnya, katanya, juga masih banyak. “Itu juga berbahaya, makauntuk pemakaian helm kami imbau untuk dikaitkan sampai berbunyi “klik” karena agar tidak membahayakan pengendara,” ungkapnya. (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)