Akun Medsos Diretas untuk Penipuan, Anggota DPRD Pati Lapor Polisi

Wakil Ketua III DPRD Pati Joni Kurnianto melapor kepada polisi terkait dengan akun medsos yang diretas, Kamis (31/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Akun media sosial Wakil Ketua III DPRD Pati Joni Kurnianto diretas hacker. Ironisnya, akun BlackBerry Messenger (BBM) dan Facebook tersebut lantas digunakan untuk penipuan.

Modusnya, pelaku mengirim pesan kepada rekan-rekan Joni di akun medsos untuk meminta bantuan uang dengan cara transfer ke rekening. Merasa dirugikan, Joni melaporkan peretasan akun medsos tersebut kepada polisi, Kamis (31/8/2017).

“Saat ini akun itu sudah bisa diambil lagi. Namun, saya tetap menuntut agar pelaku segera ditangkap karena sudah meresahkan dan mencemarkan nama baik,” ungkap Joni.

Salah satu yang menjadi sasaran penipuan tersebut adalah Yusra. Dia diminta untuk mengirim uang ke nomor rekening Bank Mandiri 1520016304665 atas nama Hj Muh Ali senilai Rp 2,5 juta.

Dalam chat tersebut, Yusra sempat akan melakukan transfer dalam waktu 15 menit. Namun, aksi itu berhasil digagalkan setelah Joni melakukan klarifikasi bila akunnya diretas.

Hal yang sama menimpa Anang Kurniawan. Namun, Anang menolaknya karena saldo di rekening habis untuk modal  sehingga belum bisa membantu. Meski begitu, pelaku masih meminta transfer Rp 800 ribu saja.

Joni berharap kepada polisi agar pelaku segera ditangkap untuk diproses secara hukum. Pasalnya, aksi yang dilakukan pelaku merugikan banyak orang.

Editor: Supriyadi

Bak Film Laga, Istrinya Dijambret, Suami Kejar Pelaku Sampai Ampun-Ampun di Grobogan

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano juga memberikan penghargaan pada pasangan suami istri pemberani, Warsidi (35) dan Fina Nuryanti (32), warga Desa Bugel, Kecamatan Godong. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pasangan suami istri pemberani, Warsidi (35) dan Fina Nuryanti (32), warga Desa Bugel, Kecamatan Godong, Grobogan, ini patut diacungi jempol. Mereka berhasil mengejar pelaku penjambretan.

Peristiwa penjambretan itu terjadi saat Warsidi yang berboncengan dengan istrinya melintas di jalan raya Godong-Semarang. Tepatnya, masuk wilayah Desa Ketitang, Kecamatan Godong sekitar pukul 09.45 WIB.

Saat melaju dari arah barat menuju Godong, tiba-tiba ada dua orang pengendara motor Yamaha Vixion yang mendekat. Setelah itu, orang yang membonceng mendadak menyambar kalung yang dikenakan Fina. Begitu dapat kalung yang diincar, pelaku langsung berusaha kabur ke arah Purwodadi.

Melihat penjahat kabur, Warsidi berusaha mengejar dan Fina terus berteriak minta tolong warga. Beberapa saat kemudian, Warsidi akhirnya berhasil mendekati motor pelaku. Setelah itu, motor pelaku ditendang sekuat tenaga.

Tindakan ini mengakibatkan pelaku terjatuh dari motornya. Sebelum berhasil kabur lagi, kedua penjahat itu akhirnya berhasil diringkus polisi dibantu warga sekitar

Atas sikap beraninya, Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano memberikan apresiasi khusus pada pasangan suami istri pemberani itu.

Penghargaan itu diberikan karena aksi yang dilakukan suami istri ketika jadi korban penjambretan beberapa hari lalu. Berkat keberaniannya, dua pelaku penjambretan akhirnya bisa diamankan berikut hasil kejahatan, berupa kalung emas yang dipakai Fina.

“Tindakan yang dilakukan bapak dan ibu ini patut kita apresiasi. Berkat keberaniannya, pelaku kejahatan itu akhirnya bisa ditangkap. Begitu juga dengan kalungnya juga bisa diamankan,” kata Satria, usai menyerahkan penghargaan sejumlah uang tunai pada suami istri pemberani itu.

Menurut Satria, pelaku penjambretan itu diketahui merupakan warga Demak. Yakni, Kasmiran alias Tukul (32), Warga Kecamatan Karangawen, dan Nyoto Priyono alias Muntu (29), warga Kecamatan Mranggen.

“Dalam proses penyidikan, kedua pelaku ternyata pernah melakukan aksi serupa di wilayah Kecamatan Godong. Yakni, pada bulan Maret dan Juli tahun 2017,” imbuh Kasat Reskrim AKP Suwasana. 

 

Editor : Akrom Hazami

Polisi Grobogan Temukan Truk Hilang, Ini Reaksi Mengejutkan Si Pemilik

Siswanto, warga Desa Candisari, Kecamatan Purwodadi terlihat ceria sesaat sebelum kendaraannya yang hilang diserahkan Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Perasaan gembira dirasakan Siswanto, warga Desa Candisari, Kecamatan Purwodadi. Kegembiraan itu muncul setelah kendaraan truknya yang hilang beberapa bulan lalu akhirnya berhasil ditemukan dan dikembalikan. Pengembalian barang bukti kejahatan pada pemiliknya itu dilakukan Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano, Rabu (30/8/2017).

“Berkat kerja keras dari anggota dan dukungan masyarakat, truk yang dicuri akhirnya bisa ditemukan. Lain kali, harap berhati-hati dan melengkapi kendaraan dengan kunci pengaman tambahan,” kata Satria saat menyerahkan replika kunci pada korban pencurian pada bulan April lalu itu.

Dalam kesempatan itu, Satria juga menyerahkan satu barang bukti kejahatan berupa sepeda motor pada pemiliknya. Sepeda motor Yamaha Vixion milik warga Kecamatan Grobogan itu dicuri orang pada bulan Februari 2015.

Menurut Satria, dalam kegiatan Operasi Jaran Candi 2017 yang dilangsungkan 27 Juli hingga 15 Agustus, pihaknya berhasil mengungkap 11 kasus curanmor di berbagai kecamatan. Dari pengungkapan kasus ini, ada 13 tersangka yang diamankan.

Kemudian, pihaknya juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti hasil kejahatan. Antara lain, 11 unit sepeda motor, 1 truk, dan peralatan yang digunakan sebagai sarana kejahatan.

“Selain kasus curanmor, kita juga mengungkap kasus penjambretan dan penganiayaan. Pelaku dan barang bukti hasil kejahatan berhasil kita amankan,” katanya. 

Editor : Akrom Hazami

Tempat Umum ini Dijaga Ketat Polisi Banyumas saat Libur Panjang Idul Adha

Polisi melakukan rapat koordinasi lintas sektoral di Mapolres Banyumas, Selasa. (ribratanewsbanyumas)

MuriaNewsCom, Banyumas – Polres Banyumas saat ini telah siaga di sejumlah tempat umum. Utamanya, di lokasi publik demi menjaga kondusivitas libur panjang Idul Adha. Hal itu mengemuka saat Polres Banyumas menggelar Rapat Kordinasi Lintas Sektoral dalam rangka pengamanan libur panjang dan Idul Adha 1438 H / 2017, di aula Rekonfu, Selasa (29/8/17).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pejabat Utama Polres Banyumas, kapolsek jajaran Polres Banyumas, dinas serta instansi terkait, perwakilan Ormas dan LSM berada di wilayah Banyumas yang berjumlah kurang lebih 75 orang.

Kegiatan diawali sambutan Wakapolres Banyumas Kompol Malpa Malaccopo. Malpa mengajak seluruh sektoral bersama-sama bersinergi menjaga dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan prioritas penanggulangan aksi terorisme dan kelancaran arus lalu lintas.

“Polres Banyumas 2 minggu sebelum hari H sudah melaksanakan kegiatan kepolisian meliputi operasi Cipta Kondisi, Pekat dan Curanmor, Alhamdulillah wilayah kita aman dan kondusif,” katanya.

Malpa berharap dengan adanya rapat kordinasi lintas sektoral ini, selama rangkaian kegiatan Idul Adha serta kegiatan masyarakat selama libur panjang dan kegiatan lain dapat berjalan aman.

“Kami berharap selama rangkaian kegiatan yang menyertainya, akan dijaga ketat seperti di terminal, stasiun, pusat perbelanjaan, pertokoan, objek wisata dan rekreasi. Harapannya tempat yang banyak dikunjungi masyarakat akan aman, lancar dan kondusif, ” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Pengedar Koplo Konangan saat Beraksi di Warungasem Batang

Pelaku pengedar pil koplo dimintai pertanggungjawabannya di Mapolres Batang. (Tribratanewspolres Batang)

MuriaNewsCom, Batang – Satres Narkoba Polres Batang menangkap pengedar pil koplo, MR (32), warga Kelurahan Bandengan , Kota Pekalongan. MR berhasil ditangkap di Jalan Raya Warungasem, Wonotunggal masuk Desa Gapuro, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang.

Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono melalui Kasatres Narkoba AKP Hartono,mengatakan pelaku ditangkap pada pertengahan bulan agustus ini. “Sekarang sudah kami amankan dan periksa,” kata Hartono, dikutip situs resmi Polda Jateng, Rabu (23/8/2017).

Sebelumnya petugas mendapat informasi dari masyarakar bahwa di Jalan Raya Warungasem Wonotunggal sering dilakukan aksi trasaksi jual beli pil yang tidak memiliki izin edar.

“Kemudian kita tindak lanjuti dengan cara melakukan penyelidikan di tempat tersebut. Kemudian pada hari Minggu (13/8/2017) sekitar  pukul 13.00 WIB melihat empat orang yang sedang bertransaksi  pil di pinggir jalan, lalu oleh Tim Satres Narkoba Polres Batang dilakukan penangkapan,” beber Hartono.

Selain menangkap pelaku juga mengamankan barang bukti berupa satu paket besar pil warna kuning dalam plastik klip transparan yang didalam plastik hitam berjumlah 744 butir, satu unit sepeda motor Yamaha Mio  dan ponsel.

“Akibat perbuatan itu, pelaku bisa dijerat dengan pasal 197 subsider pasal 196 UU RI Nomor 36, tahun 2009 tentang  Kesehatan.

Editor : Akrom Hazami

Rumah Kos di Banyumas Tiba-tiba Didatangi Polisi

Polisi memasang peringatan imbauan kepada pemilik kos agar waspada terhadap paham radikalisme. (Tribaratanewspolres banyumas)

MuriaNewsCom, Banyumas – Sebuah rumah kos di RT 01/10 Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Banyumas, didatangi Bhabinkamtibmas Polsek Purwokerto Selatan, Polres Banyumas. Rupanya, kedatangan polisi untuk memberikan penyuluhan untuk menangkal paham radikalisme.

Bhabinkamtibmas Polsek Purwokerto Selatan Bripka Ali Imron, sebagai pembina wilayah memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada seluruh penghuni kos dan pemilik kos agar berhati-hati apabila menerima informasi yang belum jelas kebenarannya.

Kapolres Banyumas AKBP Azis Andriansyah, melalui Kapolsek Purwokerto Selatan AKP Sutarno, menyampaikan untuk penghuni kos adalah pendatang dari berbagai asal daerah yang mempunyai berbagai karakter makanya perlu mendapatkan pengawasan yang serius.

Bhabinkamtibmas juga memasang imbauan kamtibmas yang ditempel didinding rumah kos, agar setiap saat para penghuni kos bisa membaca dan melaksanakan himbauan tersebut.

“Dengan demikian saya berharap, ditempat kos terbebas dari paham radikalisme dan gangguan kamtibmas lainnya.”, pungkasnya dikutip Tribratanewspolres Banyumas.

 

Editor : Akrom Hazami

Material SIM Langka, Satlantas Polres Wonosobo Luncurkan Aplikasi Ini

Kegiatan ujian SIM di Mapolres Wonosobo, beberapa waktu lalu. Kini, polres setempat meluncurkan aplikasi keren. (Tribratanewswonosobo)

MuriaNewsCom, Wonosobo – Satlantas Polres Wonosobo meluncurkan Aplikasi Layanan Informasi Masyarakat (ALIM). Tujuannya agar mereka tetap bisa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat di tengah terkendalanya distribusi material Surat Izin Mengemudi (SIM).

Aplikasi bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat apakah SIM yang dibuatnya sudah selesai dicetak atau belum. Sejauh ini, ALIM imasih menginduk di website tribratanewswonosobo.com. Masyarakat yang menginginkan informasi tersebut bisa mengaksesnya secara langsung.

Selain untuk pelayanan SIM, ALIM juga diperuntukkan agar masyarakat mengetahui apakah SIM, STNK, BPKB dan TNKB yang dibuat sudah jadi/cetak atau belum/masih proses.

Kasat Lantas Polres Wonosobo AKP SS Udiono menjelaskan jika ALIM dibuat untuk memudahkan masyarakat. “Semisal warga yang memiliki kesibukan atau kediamanannya cukup jauh dengan kantor Satlantas Polres Wonosobo akan sangat terbantu,” katanya dikutip dari tribratanewswonosobo.

Mereka tidak usah datang ke Satlantas kalau hanya ingin tahu sudah jadi belum SIM/STNK/BPKB/TNKB. Karena sudah diumumkan di dalam layanan ini.

Warga cukup mengecek di website, dan akan tahu SIM sudah jadi atau masih dalam proses. Masyarakat tidak perlu kecewa bila sudah jauh-jauh datang ke Satlantas ternyata belum jadi.

Selanjutnya, semisal SIM sudah jadi maka masyarakat bisa langsung ambil di Satlantas Polres Wonosobo. “Dengan kata lain, datang ke Satlantas pasti sudah jadi, tapi ya harus pada jam kerja,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Satlantas Polres Magelang Kota Kenakan Baju Adat Nusantara saat Kerja

Petugas Polres Magelang Kota mengenakan baju adat saat memberikan pelayanan kepada masyarakat. (Tribratanewsmagelangkota)

MuriaNewsCom, Kota Magelang – Gemerlap warna warni pakaian adat nusantara menghiasi semua loket pelayanan samsat, BPKB, dan SIM di Satlantas Polres Magelang Kota, Rabu (16/8/2017). Hal tersebut dilakukan untuk memperingati HUT ke 72 RI.

Kapolres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo melalui Kasat Lantas AKP Marwanto menjelasakan bahwa pihaknya sengaja membuat pemandangan yang berbeda di setiap lini loket pelayanan, untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 72.

“Kami berikan penghormatan kepada bangsa besar dari Sabang hingga Merauke ini dengan berpakaian adat nusantara,” ucapnya dikutip tribratanewsmagelangkota.

Dengan berpakaian adat bercorak nusantara, maka pihaknya akan selalu ingat bahwa keberagaman bangsa indonesia tersusun serta terbentuk rapi dari berbagai etnis budaya yang berbeda baik pakaian, warna kulit dan bahasa.

Meski dalam perbedaaan namun keberagaman tersebut dapat tersatukan dengan Bhineka Tunggal Ika dari Pancasila, dan Polres Magelang Kota. “Melalui pelayanan Sat Lantas hari ini menggambarkan dengan jelas bahwa tetap indonesia, tetap pancasila dan tetap merah putih,” tegasnya.

Menurutnya,  tidak ada perbedaaan dalam layanan, senyum salam dan sapa tetap menjadi prioritas. “Semoga hari ini memberikan nuansa segar, adem, ayem serta menentramkan hati masyarakat yang datang ke kantor samsat, bpkb dan sim di Polres Magelang Kota yang promoter ini,” pungkasnya.

 

Editor : Akrom Hazami

Gara-gara Sabu di Bungkus Kopi Good Day, Warga Kota Pekalongan Ini Diringkus

Pelaku memberikan keterangan kepada petugas Satres Narkoba Polres Pekalongan Kota. (Tribratanewspekalongankota)

MuriaNewsCom, Pekalongan  – AS (42) warga Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan dan AB (42) warga Kecamatan Karangayar, Kabupaten Pekalongan ditangkap Satres Narkoba Polres Pekalongan Kota, Senin (14/8/2017) malam.  

Mereka diringkus karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu di sebuah kebun di Kelurahan Pringrejo Gang 2 RT 02 Rw 14 Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. “Anggota mendapat informasi dari masyarakat, Kemudian meluncur ke TKP untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Ternyata benar adanya, dua tersangka kami ringkus hendak mengedarkan sabu,” kata Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enriko Sugiharto Silalahi melalui Kasat Res Narkoba AKP Junaedi, dikutip situs resmi Polres Pekalongan Kota, Selasa (15/8/2017).

Dijelaskan, tersangka ditangkap saat ia hendak mengantar barang haram kepada pembeli. “Saat kita lakukan penggeledahan, kita temukan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 1,8 gram yang dibungkus di plastik kecil yang dimasukan di dalam bungkus kopi Good Day dan disimpan di dalam dompet,” tegasnya.

Barang bukti disita di Polres Pekalongan Kota. (Tribratanewspekalongankota)

 

Saat ditangkap, barang bukti berada di saku jaket milik tersangka. Selain mengamankan tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti berupa, satu paket sabu berat 1,8 gram, bungkus kopi Good Day, dompet warna coklat, dua buah ponsel, satu lembar kertas slip BRI, satu buah kartu ATM BRI dan dua unit sepeda motor yang digunakan tersangka.

Di hadapan petugas, tersangka mengaku, bahwa barang haram yang hendak diantarkan kepada pembeli itu didapat dari seseorang yang tidak dikenalnya yang saat ini dalam pengejaran petugas. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, kini tersangka harus mendekam dibalik jeruji besi sel tahanan Mapolres Pekalongan Kota Polda Jawa Tengah. Tersangka dijerat Pasal 114 (1), 112 (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Di hari sama, Satuan Reserse Narkoba Polres Pekalongan Kota juga menangkap satu orang tersangka lainnya. Adalah BK (34) warga Desa Capgawen Selatan RT 02 Rw 05, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, ditangkap anggota. Pelaku kedapatan membawa satu paket narkotika jenis sabu-sabu seberat 1,08 gram yang disimpan dalam plastik klip kecil. Plastik itu disimpannya di dalam saku celana.

Pelaku tak berkutik saat anggota Satres Narkoba menggeledahnya di salah satu lokasi di Jalan Urip Sumoharjo. Tepatnya di depan SPBU Kelurahan Pringrejo, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan.

Junaedi mengatakan penangkapan tersangka berawal dari penyelidikan yang dilakukan anggotanya.“Kami mendapat informasi bahwa yang bersangkutan diduga menyimpan, memiliki, menguasai dan atau menggunakan narkotika jenis sabu-sabu,” ungkapnya.

Junaedi menambahkan, saat ini kasus tersebut akan dikembangkan lebih lanjut. Tersangka akan dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman empat hingga 12 tahun penjara.

Editor : Akrom Hazami

 

Nyopir Sambil Pakai Sabu Ditangkap di Temanggung

Polisi mengamankan sopir yang jadi pemakai sabu di Mapolres Temanggung. (Polres Temanggung)

MuriaNewsCom, Temanggung – Eko Kurniawan (36) warga Bulan, Selopampang, Temanggung ditangkap Satresnarkoba Polres Temanggung, karena kedapatan membawa sabu-sabu.

Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo melalui Kasubaghumas Polres Temanggung AKP Henny Widiyanti mengatakan, Eko yang kerja sebagai sopir truk ini menjadi tersangka kasus narkotika setelah petugas menemukan barang bukti saat dilakukan penggeledahan usai mengkonsumsi sabu-sabu di rumahnya.

“Saat penggeledahan petugas menemukan barang bukti berupa satu bungkus plastik berisi sabu-sabu dengan berat 0,53 gram, sebuah plastik kresek warna putih, alat hisab, pipet kaca, korek api, sedotan plastik, gunting, dan sebuah telepon seluler,” kata AKP Henny saat jumpa pers, Senin (14/8/2017) dikutip situs resmi polisi.

Ia mengatakan, penangkapan terhadap tersangka berawal dari informasi masyarakat yang mengetahui bahwa tersangka sering mengkonsumsi narkoba. Kemudian petugas melakukan penyelidikan terhadap tersangka.

“Tersangka tidak bisa mengelak, saat itu tersangka berusaha membuang bungkusan plastik yang berisi sabu-sabu, tetapi dengan kejelian petugas barang bukti berhasil ditemukan,” jelasnya.

Tersangka dijerat Pasal 114 ayat 1 subsider ayat 112 ayat 1, lebih subsider Pasal 127 ayat 1 huruf a UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara serta denda Rp 8 miliar.

Menurut pengakuan tersangka, dirinya telah mengkonsumsi sabu-sabu sejak tiga bulan lalu, sabu-sabu dikonsumsinya untuk menambah stamina saat bekerja sebagai sopir truk pengangkut cabai.

Editor : Akrom Hazami

Lakukan Pungli, 6 Juru Parkir di Tempat Pariwisata Jepara Dicokok Polisi

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho melakukan interogasi kepada jukir yang lakukan pungli, di Mapolres Jepara, Kamis (29/6/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Diduga melakukan pungutan liar (pungli) parkir, enam juru parkir di obyek wisata pantai Bandengan, Empurancak dan Teluk Awur dicokok polisi. Mereka diketahui memanfaatkan momen libur lebaran, untuk mengeruk keuntungan dari jasa parkir ataupun penitipan kendaraan tanpa seizin resmi pemerintah daerah.Sulistyono (47) seorang operator penitipan mobil di Pantai Teluk Awur mengatakan, untuk momen lebaran, harga tiket parkir sebesar Rp 10 ribu. Sedangkan diwaktu normal, hanya sebesar Rp 5000. 

Kepada pewarta ia mengakui tiket penitipan mobil adalah cetakannya sendiri, bukan berasal dari pemerintah kabupaten ataupun kelurahan. Untuk momen lebaran kali ini, dirinya telah mencetak 10 bendel tiket, yang masing-masing berisi sekitar 100 lembar karcis. 

“Sudah tiga kali lebaran ini. Kalau sebelumnya kan belum seramai sekarang pantainya. Kalau uang dari parkir ini kami setorkan juga ke Kelurahan setiap bulan Rp 150 ribu,” kata dia.

Ia mengatakan, setiap kali masuk ke obyek wisata pantai tersebut, dikenai tiket masuk sebesar 1000 rupiah. Lalu jika membawa mobil, dikenai biaya tambahan sebesar Rp 10 ribu di hari Lebaran. Sementara untuk motor, tidak dikenai biaya parkir. Dengan besaran itu, ia mengaku sempat ada keluhan dari warga juga.

“Ya ada keluhan dari warga, biasanya Rp 5000 untuk penitipan, ini kok sampai Rp 10.000, tetapi tidak banyak. Kalau mobilnya rusak kami ya ikut bertanggungjawab kok, ikut membetulkan,” kilahnya. 

Sementara itu, pengelola parkir liar di Pantai Pasir Putih Bandengan Sukri menyebut, tarif penitipan mobilnya lebih ringan. Hanya saja, untuk momen lebaran, dikenai biaya pergundul.

“Kalau harga Rp 5000 itu per orang. Namun untuk harga tersebut kami juga memberikan kompensasi kepada lingkungan RW setempat,” akunya.

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho menyampaikan, keenam orang ini terbukti memungut tanpa izin resmi pemerintah daerah.

“Berdasarkan laporan dari masyarakat, bahwa telah terjadi tindakan pungli di tempat masuk wisata, yang tidak berdasarkan persetujuan pemerintah. Hasilnya pun tak disetorkan kepada pemerintah. Selanjutnya akan kita lakukan pemeriksaan berdasarkan ketentuan yang berlaku,” tegas Kapolres Jepara.

Dirinya juga mengimbau agar warga masyarakat tak enggan melapor, bila merasa menjadi korban pungli. Ia memberikan dua saluran pengaduan yakni lewat hotline dan media sosial.

“Silakan melapor melalui hotline Saber Pungli di 081229739081 atau melalui instagram @humas.resjepara. Silakan laporkan jika ada pungli, bila dimintai uang tanpa kejelasan, ataupun tiket tanpa cap atau dasar nomornya. Bisa direkam ataupun difoto. Tidak hanya terbatas pada tempat wisata, tapi pada saat rekam ktp atau apa saja,” pesan AKBP Yudianto.

Selain meminta keterangan pengelola parkir, polisi juga menyita uang hasil pungli sejumlah Rp 4.026.000, yang berasal dari ketiga obyek wisata tersebut. 

Editor: Supriyadi

Antisipasi Teror di Mapolres Banyumas, Ini yang Dilakukan Polres Kudus

Polisi melakukan pengamanan di Mapolres Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Aditya Cahya Saputra)

MuriaNewsCom, Kudus – Pascaterjadinya teror oleh seorang oknum di Mapolres Banyumas pada Selasa (11/4/2017) pukul 10.00 pagi tadi, Polres Kudus perketat keamanan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hal yang sama terjadi di Polres Kudus.

Diketahui teror dilakukan dengan menggunakan sepeda motor dan pedang. Pelaku masuk lingkungan Mapolres Banyumas, kemudian menabrakkan motornya ke seorang polisi. Dengan menggunakan pedang, pelaku melukai dua polisi lainnya.

Agar peristiwa yang sama tidak terjadi di Polres Kudus, pihak kepolisian melakukan langkah antisipatif. Di antaranya, menambah pasukan penjaga bersenjata lengkap di depan gerbang mapolres. Kemudian menggeledah setiap tamu yang datang membawa tas tertutup atau benda mencurigakan. Serta pemeriksaan identitas pada setiap orang yang datang.

“Kami antisipasi dengan peningkatan keamanan. Nanti malam ada operasi bersama untuk mencegah tindak terorisme di lingkungan Kudus. Semua petugas siap siaga,” ujar Bripka Yoyok Cahyo Effendi, bagian Humas Polres Kudus saat ditemui MuriaNewsCom di kantornya, Selasa (11/4/2017).

Editor : Akrom Hazami

 

“Apabila Ada Senior Polisi yang Ajak Tidak Baik, Tolak”

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano memberikan pengarahan khusus pada 71 bintara baru angkatan 2017, Kamis (6/4/2017) (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano memberikan pengarahan khusus pada 71 bintara baru angkatan 2017, Kamis (6/4/2017). Dalam pengarahan itu, Satria meminta pada para bintara baru agar menjaga sikap dan perilakunya.

“Perlu diketahui, kalian semua sudah bukan siswa lagi tetapi sudah menjadi polisi. Segala sesuatu yang berkaitan dengan kalian, sudah pasti berhubungan dengan institusi Polri. Untuk itu, jaga nama baik institusi kita, khususnya jaga nama baik Polres Grobogan,” tegas Satria.

Satria juga meminta agar puluhan bintara baru segera menyesuaikan dengan lingkungan dan rekan kerja. Mulai dari level perwira sampai dengan bintara.

“Belajarlah serta bertanya kepada senior tentang hal-hal yang belum diketahui. Apabila ada senior mengajak hal yang tidak baik agar ditolak dengan cara yang benar atau laporkan pada saya,” cetusnya.

Editor : Akrom Hazami

Cuma Gara-gara ini, Anggota Polres Grobogan Harus Ngos-ngosan

Salah satu anggota Polres Grobogan sedang menjalani hukuman push up saat apel. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Beberapa anggota Polres Grobogan terpaksa harus mandi keringan saat apel, Rabu (22/3/2017). Soalnya, mereka ini mendapat hukuman push up karena dinilai melakukan pelanggaran saat dilakukan pemeriksaan.

Ada beberapa jenis pelanggaran yang menyebabkan anggota terkena hukuman. Antara lain, rambutnya gondrong, dan berpakaian tidak rapi. “Kami periksa dari rambut hingga sepatu. Penampilan anggota harus rapi dalam berpakaian dan rambut tidak boleh gondrong. Kalau melanggar, kita hukum push up,” kata Wakapolres Grobogan Kompol Wahyudi Satrio Bintoro didampingi Kasi Propam Iptu Salamun usai memeriksa peserta apel di halaman belakang mapolres.

Selain penampilan, anggota juga diperiksa kelengkapan adimistrasi pendukungnya. seperti KTP, KTA, SIM dan STNK juga diperiksa. Wahyudi menambahkan, hukuman itu sebagai wujud pembinaan ke dalam. Yakni, sebelum anggota melaksanakan tugas di lapangan.

Diharapkan dengan adanya pemeriksaan kelengkapan dan sikap tampang dapat mewujudkan polisi yang proporsional, cerdas dan ramah kepada masyarakat.

Editor : Akrom Hazami

Kurangi Kecelakaan, Polisi Ajari Cara Berkendara Aman

Petugas Polres Kudus melakukan aksi safety riding di GOR Bung Karno Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengajak masyarakat setempat untuk lebih disiplin berlalu lintas. Di antara upaya yang dilakukan adalah mengajak anak-anak.

“Dengan anak-anak, maka ke depan, harapannya bakal meningkatkan ketertiban lalu lintas. Yaitu paham dengan rambu lalu lintas, termasuk yang berada di Kudus,” kata Agusman di Kudus, Selasa (21/3/2017).

Guna mewujudkan ketertiban lalu lintas, maka diadakanlah kegiatan safety bike riding. Sejumlah siswa SD diajari cara berlalu lintas dengan baik dan juga sesuai dengan aturan lalu lintas.

Selain itu, ada pula kegiatan safety riding dari jajaran Polres Kudus. Pengendara motor melintas dengan beberapa tanda yang diatur sedemikian rupa. Tujuannya agar bisa dlintasi pengendara dengan baik.

Kasat Lantas Polres Kudus AKP Eko Rubiyanto mengatakan kepatuhan berlalu lintas sangatlah penting. Tujuannya menghindari laka lantas. “Sampai dengan sekarang, kecelakaan yang timbul disebabkan pengendara melanggar lalu lintas. Jika bisa patuh dengan aturan maka mampu menekan angka kecelakaan. Meskipun faktor lain juga mempengaruhi seperti orangnya, jalannya namun faktor orangnya menjadi hal yang utama,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

2 Penipu Berpistol Mainan Takuti Korbannya di Bae Kudus

Polisi mengamankan dua pelaku penipuan dari Desa Bacin, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Kamis. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Dua orang babak belur dihajar massa setelah sebelumnya menipu masyarakat dengan modus dengan iming-iming jadi tentara di Desa Bacin, Kecamatan Bae, Kudus, Kamis (16/3/2017). Dua pelaku tersebut akhirnya diamankan polisi setempat sebelum kondisinya kian parah akibat dihajar.

Dari info yang dihimpun, mulanya kedua pelaku bernama Hermanu Suryo Jatmiko (27) warga Desa Malangjiwan RT 4 RW 4, Colomadu, Karanganyar bersama temannya Dion Johansyah (33) warga Desa Pasar Kemis RT 1 RW 5 Kabupaten Tangerang, Banten. Keduanya saat ini telah diamankan polisi.

Kedua pelaku sebelumnya mendatangi rumah korban, Aroman (60), dan Masriah, warga Desa Bacin RT 8 RW 3, Bae. Pelaku mengimingi anak pasangan suami istri itu menjadi anggota TNI. Pelaku menyuruh korban membuka lima rekening baru di bank berbeda. Kemudian, pelaku meminta buku tabungan berikut kartu ATM.

Selanjutnya pelaku melakukan upaya penipuan via online dan menyuruh mentransfer ke rekening atas nama Aroman dan Masriah. Lambat laun Bank Mandiri memberi kabar ke Aroman bahwa rekeningnya digunakan sebagai penampungan penipuan online.

Kedua pelaku pun diminta datang ke rumah Aroman. Begitu tiba ke rumah korban, pelaku mengeluarkan pistol mainan. Gunanya untuk menakuti Aroman.

Warga yang mengetahui hal itu langsung menghajar kedua pelaku. Babhinkamtibmas Bacin Bripka Zaenuri yang menerima laporan adanya pelaku penipuan dan dihakimi warga, segera datang ke lokasi bersama petugas piket. Mereka langsung mengamankan kedua penipu online.

“Ternyata pelaku sebelumnya juga telah beberapa kali melakukan aksi penipuan serupa. Korban yang berhasil dia tipu lebih dari lima orang yang berasal dari berbagai wilayah. Dari hasil tipu menipu ini, korban meraup untung puluhan juta rupiah.” Ucap Kapolsek Bae AKP Dwi Jati Usodo.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Ini Panen Pujian karena Bantu Nenek Sakit ke RS Pakai Mobil Patroli di Grobogan

 

Anggota Satlantas Polres Grobogan menuntun nenek ke dalam mobil patroli untuk dibawa ke rumah sakit, Senin. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tindakan yang dilakukan anggota Satlantas Polres Grobogan menuai simpati dari banyak pihak. Yakni, momen ketika polisi yang piket di pos penjagaan pertigaan Putat, Purwodadi memapah masuk seorang nenek ke mobil patroli dan membawanya menuju rumah sakit, Senin (6/3/2017).

Beberapa warga dan pengendara yang melintas sempat mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponsel.

“Iya, kita tadi sempat menolong seorang nenek menuju rumah sakit. Orangnya memang mau berobat,” jelas Kanit Turjawali Satlantas Polres Grobogan Ipda Afandi.

Ia menceritakan, sebelumnya nenek itu terlihat berjalan dengan tongkat bambu ditemani salah seorang anaknya. Melihat kondisinya cukup kelelahan, dua anggota yang piket yakni, Aiptu Tri Mulyadi dan Bripka Dul Rohman mendatangi kedua perempuan itu.

“Saat ditanya, mereka bilang sedang menunggu angkot karena mau periksa ke rumah sakit Yakkum. Selanjutnya, anggota langsung mengantarkan keduanya ke rumah sakit dengan mobil patroli. Sayang sekali, kita tadi tidak sempat menanyakan identitasnya,” jelasnya.

Afandi menambahkan, tindakan yang dilakukan merupakan salah satu bagian tugas dalam mengayomi masyarakat dan sebagai wujud kepedulian dengan sesama. Membantu sesama juga menjadi salah satu bagian yang ditekankan dalam kegiatan Operasi Simpatik 2017 yang digelar sejak beberapa hari lalu.

Editor : Akrom Hazami

Kapolres Kudus Gandeng Komunitas Motor dan Mobil Benahi Jalan Rusak

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i saat membantu menambal jalan di Lawe, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i mengatakan, dirinya bersama komunitas motor dan mobil membantu perbaikan jalan rusak di Dawe, Kamis (23/2/2017).

“Buktinya sekarang mereka bisa kami ajak peduli dengan ikut membantu perbaikan jalan rusak. Mereka membantu dalam hal tenaga untuk menambal jalan yang rusak di Dawe ini,” kata Andy.

Apa yang dilakukan anggota komunitas itu perlu mendapat apresiasi tersendiri. Harapannya, komunitas lain bisa mengikuti jejak mereka. Yakni peduli dengan jalan dan lingkungan sekitarnya. “Mereka juga banyak menggunakan jalan. Jika rusak, maka mereka juga yang merasakan. Soalnya mereka suka berkendara,” ujarnya.

Anggota komunitas motor rata-rata mengaku senang karena bisa dilibatkan dalam membantu perbaikan jalan rusak. Mereka bahkan siap membantu jika dibutuhkan dalam kegiatan sosial.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PUPR) Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, pihaknya akan terus melakukan penanganan jalan kabupaten yang rusak. Ruas Lau merupakan bagian dari jalan kabupaten.

Perbaikan dilakukan pada sekitar 2.500 lubang jalan. Yakni dalam bentuk penambalan jalan. Lubang jalan yang menganga mempunyai ukuran 5 cm, bahkan ada yang 20 cm. “Kami menggunakan anggaran perawatan rutin untuk memperbaikinya. Dalam perbaikan, kami ada dua tim dikerahkan,” kata Sam’ani di Kudus, Kamis (23/2/2017).

Rusaknya jalan, selain faktor air yang membuat lapisan aspal rusak, juga beban tonase kendaraan yang berlebihan. Seperti halnya kendaraan truk atau tronton bermuatan.

Editor : Akrom Hazami

Terungkap, Pembunuh Pemuda yang Mayatnya Dibuang di Kebun Tebu Jurang Gebog

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i saat melakukan gelar perkara kasus pembunuhan pemuda di Gebog, Senin (20/2/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)di

MuriaNewsCom, Kudus – Misteri mayat laki-laki yang ditemukan membusuk di Jurang, RT 4 RW 3 Gebog, Kudus, akhirnya terbongkar. Polres Kudus sudah menemukan pelaku pembunuhan dan menangkapnya untuk proses lebih lanjut. 

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i mengatakan, korban adalah Yusrul Hana alias Joko (23), seorang buruh bangunan warga Desa Gondosari, Gebog RT 06 RW III. Dia ditemukan membusuk dalam ladang tebu. Dikatakan, mayat yang sempat gegerkan warga awal tahun 2017, berhasil diungkapkan oleh jajaran Polres Kudus. Pelaku pembunuhan berjumlah lima orang. Pelaku menghabisi dengan cara pengeroyokan 

“Setelah kami telusuri ternyata ada lima pelaku. Tiga di antaranya kami amankan di rumahnya dan dua lainnya berada di Jakarta,” katanya didampingi Kasat Reskrim AKP Kurniawan D saat gelar perkara di Mapolres Kudus, Senin (20/2/2017).

Menurutnya, tiga orang yang tertangkap adalah TAP (17) seorang pelajar di Gebog. Pelaku tersebut memukul korban dan mengenai muka korban dengan tangan kosong korban sebanyak dua kali. Kemudian, BMZ (17) karyawan swasta, melakukan pemukulan pada muka dan kepala korban dua kali.

Kemudian tim melakukan penelusuran dan menemukan pelaku lainnya yaitu AH (16) seorang buruh di Gebog.  Meski tak memukuli korban, AH mengawasi sekitar kejadian untuk mengamankan lokasi. Pelaku lainnya adalah Aris Sarifudin (20) warga Gebog. Aris mencekik korban dan menakut-nakuti korban dengan senjata tajam yang dibawanya. Dan pelaku terakhirnya adalah IR (17) warga Gebog yang berperan membacok korban dengan senjata tajam saat korban lari. Bacokan terkena kepala bagian belakang. Saat korban jatuh akhirnya dipukuli bersama teman-temannya.

Tak hanya itu, IR kembali membacok hingga mengenai punggung belakang korban, hingga korban lemas. Melihat korban mulai lemah, mereka membuangnya ke kebun tebu.  Pelaku tersebut sekaligus menjadi dalang pembunuhan ini. Dia diancam dengan pasal 340 KUH Pidana dan atau Pasal 338 KUP Pidana dan atau Pasal 170 ayat (2) ke 3 KUP Pidana dengan hukuman 12 – 15 tahun penjara dan ancaman seumur hidup.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Mayat Laki-laki Ditemukan di Ladang Tebu Gebog Kudus

 

Siswa SD 1 Jati Kulon Kudus  Kaget Kedatangan Polisi saat Upacara

 Siswa dan polisi mengikuti upacara sekolah di SD 1 Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)


Siswa dan polisi mengikuti upacara sekolah di SD 1 Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Upacara bendera kerap dilaksanakan tiap Senin pagi di sejumlah sekolah. Namun ada yang berbeda pada upacara bendera di SD 1 Jati Kulon, Jati, Senin (30/1/2017). Karena upacara bendera kali ini tampak dihadiri petugas kepolisian setempat.

Muhammad Iqbal, siswa kelas VI SD mengaku kaget saat melihat sejumlah petugas kepolisian yang berbaris di depan saat upacara.  Karena hal itu jarang dijumpai di sekolah SD 1 Jati Kulon. “Kaget, pagi ini ada polisi yang datang saat upacara seperti ini. Biasanya hanya guru dan teman-teman di SD ini saja,” katanya usai upacara bendera di SD 1 Jati Kulon.

Kedatangan polisi di upacara sekolah membuat dia dan teman-temannya lebih serius. Sebab dia melihat sosok polisi selama ini dianggapnya sebagai pribadi yang sangar. Namun dengan upacara kali ini, dia mengetahui kalau polisi merupakan sosok yang kalem.

Dalam upacara tersebut, turut hadir Kapolsek Jati AKP Catur Kusuma Adhi bersama babinkamtibmas. Hadir pula dalam upacara Kepala UPT Jati Sulardi, yang mendampingi upacara bendera di SD tersebut. Kegiatan ditutup dengan silaturahmi berupa salaman dengan petugas kepolisian dan juga UPT Jati.  Sulardi menambahkan, pihaknya senang dengan keikutsertaannya dalam upacara. Dengan demikian maka para siswa khususnya SD mengetahui kalau polisi adalah mitra masyarakat, termasuk pelajar.

“Ini bisa dilanjutkan ke sekolah lainnya, dengan pemahaman kepada siswa SD,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Polres Grobogan Jamin Keamanan Perayaan Imlek

Polisi ikut membersihkan kelenteng di Kabupaten Grobogan, jelang perayaan Imlek, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Polisi ikut membersihkan kelenteng di Kabupaten Grobogan, jelang perayaan Imlek, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Polres Grobogan memastikan perayaan Imlek yang jatuh Sabtu (28/1/2017) bakal berlangsung aman. Hal itu ditegaskan Kabag Ops Polres Grobogan Kompol Parno usai menggelar rakor dengan perwakilan pengurus kelenteng yang ada di wilayahnya, Jumat (27/1/2017).

Sedikitnya, ada empat perwakilan pengurus kelenteng yang hadir dalam rakor. Yakni, dari Kecamatan Purwodadi, Gubug, Wirosari, dan Kradenan.

“Kita akan berupaya menciptakan suasana aman dan nyaman bagi mereka yang merayakan Imlek. Untuk itu, pengurus kelenteng kita ajak koordinasi supaya kita bisa tahu jadwal kegiatan yang dilakukan,” kata Parno.

Selain menerjunkan anggota untuk berjaga, pihaknya akan melakukan upaya sterilisasi kelenteng dengan disaksikan pengurus tempat ibadah. Kegiatan strerilisasi dilakukan sebelum tempat itu dipakai untuk ibadah meyambut Imlek.

Dalam kesempatan itu, Parno juga mengucapkan terima kasih atas respons positif dan dukungan dari para pengurus kelenteng untuk bersama menciptakan suasana kondusif. Dengan kerja sama dari berbagai pihak maka upaya menciptakan suasana aman dan nyaman bakal bisa dilakukan lebih mudah.

“Yang pasti kita akan berupaya semaksimal mungkin memberikan pengamanan. Kita harapkan, perayaan Imlek berlangsung lancar dan aman,” imbuh mantan Kapolsek kota Purwodadi itu.

Sementara itu, selain upaya sterilisasi, anggota Polres Grobogan dari Satuan Lalu Lintas juga turut berpartisipasi dalam perayaan imlek kali ini. Caranya, ikut kegiatan bersih-bersih kelenteng Hok An Bio Purwodadi menjelang datangnya Imlek. Beberapa anggota Satlantas terlihat ikut membersihkan lingkungan kelenteng bersama pengurus tempat ibadah tersebut.

“Ada beberapa anggota yang kita libatkan untuk membantu bersih-bersih kelenteng,” kata Kanit Turjawali Satlantas Ipda Afandi.

Editor : Akrom Hazami

 

FOTO-FOTO : Kerennya Aksi Heroik Polisi Grobogan Tolong Warga saat Banjir

Polisi berdiri di bak truk untuk mengatur lalu lintas di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Polisi berdiri di bak truk untuk mengatur lalu lintas di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bagi pengendara dari Purwodadi yang mau menuju Pati dan Kudus sebaiknya berhati-hati. Sebab Jumat (20/1/2017) mulai sekitar pukul 16.00 WIB tadi, arus lalu lintas jalur tersebut tersendat karena kondisi jalan raya banjir.

Berikut foto-foto yang berhasil dibidik wartawan MuriaNewsCom saat terjadi banjir di Kabupaten Grobogan, Jumat (20/1/2017).

Polisi mengatur arus lalu lintas saat banjir menerjang di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Polisi mengatur arus lalu lintas saat banjir menerjang di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

Informasi yang didapat menyebutkan, jalan yang tergenang berada di sekitar di pertigaan Ketapang. Mulai depan Kantor Kecamatan Grobogan ke selatan hingga bekas TPK Demangan. Ruas jalan yang tergenang air sekitar satu kilometer panjangnya.

Polisi mendorong sepeda motor warga yang mogok saat banjir di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Polisi mendorong sepeda motor warga yang mogok saat banjir di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

Editor : Akrom Hazami

Foto-Foto MuriaNewsCom/Dani Agus

Polisi Difoto Banyak Pengendara saat Bantu Dirikan Tiang Papan Peringatan di Grobogan

polisi bantu

Dua orang polisi bekerja sama dengan warga memasang tiang baliho papan peringatan lalu lintas di Grobogan, Rabu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tindakan dua anggota Satlantas Polres Grobogan yang membantu pemasangan baliho besar berisi peringatan pada pengguna jalan di Jalan Purwodadi-Solo km 5 mendapat respons positif dari beberapa pihak. Sejumlah pengguna jalan yang kebetulan melintas mengaku sangat mengapresiasi tindakan polisi tersebut.

“Pemasangan rambu peringatan di sini saya rasa cukup tepat. Sebab, di lokasi ini sering terjadi kecelakaan. Saya juga memberi apresiasi dengan petugas yang ikut bersusah payah mendirikan baliho peringatan di situ,” kata Iwan, pengguna jalan yang kebetulan melintas di jalur itu, Rabu (18/1/2017)

Adanya aktivitas pendirian baliho di pinggir jalan itu memang sempat menarik perhatian pengendara. Bahkan, beberapa di antaranya sempat berhenti sejenak untuk mengabadikan momen itu melalui kamera telepon seluler (ponsel). “Ini momen yang jarang dilihat. Biasanya, yang sering dilihat adalah kegiatan razia atau ketika ada penanganan kasus kecelakaan,” cetus Ratna, pengguna jalan lainnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa menyatakan, pemasangan rambu peringatan merupakan salah satu upaya untuk menekan terjadinya kecelakaan. Rambu dengan tiang besi berukuran cukup besar tersebut ditempatkan pada jalur yang selama ini dinilai rawan kecelakaan lalu lintas. Seperti di ruas jalan Purwodadi-Solo km 5 tersebut.

“Rambu yang kita siapkan terdiri beragam jenis. Ada rambu peringatan, pengurangan kecepatan dan penunjuk arah,” katanya didampingi Kanit Turjawali Satlantas Ipda Afandi.

Menurut Panji, wilayah Grobogan merupakan jalur tengah atau jalur penyangga yang startegis. Yang mana, jalur ini memiliki peran penting sebagai penerima limpahan arus dari jalur utara maupun selatan. Hal ini dimungkinkan mengingat posisi Grobogan yang memang berada di tengah.

Editor : Akrom Hazami

Gambar Mobil Polisi Ukuran Besar di Krawang Kudus Bikin Geger, Ini Kata Polisi

Tampilan gambar mobil polisi saat difoto malam hari di perempatan Krawang, Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Tampilan gambar mobil polisi saat difoto malam hari di perempatan Krawang, Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Gambar mobil polisi di perempatan Krawang,di Jalan Kudus-Pati, Kabupaten Kudus, memang membuat pengguna jalan geger. Banyak dari mereka yang bertanya-tanya maksud dipasangnya gambar mobil polisi itu.

Eko Rubiyanto, Kasat Lantas Polres Kudus kepada MuriaNewsCom, mengatakan gambar mobil polisi itu disebut Poli-3D atau CarPoli-3D, yang dibaca “Polied/ Carpolied”. Itu merupakan rancangan atau ide baru yang dikembangkan Polres Kudus. 

Carpolied atau polied ini berbentuk gambar serta pajangan 3D (tiga dimensi). Dengan bentuknya menyerupai kendaraan dinas kepolisian kesatuan lantas Polres Kudus. Gambar nampak asli sehingga mampu mencuri perhatian pengguna jalan.

“Itu mampu berfungsi untuk membantu kinerja khususnya pelayanan Sat Lantas Polres Kudus kepada warga masyarakat di wilayah Kudus. Jadi bisa mengurangi kecelakaan,” katanya di Kudus, Kamis (12/1/2017). 

Baca jugaGambar Mobil Polisi Ukuran Besar di Perempatan Krawang Kudus Bikin Geger 

Menurutnya, CarPoli-3D dipajang juga dimaksudkan agar para pengendara lebih berkonsentrasi dalam mengendarai kendaraannya di jalan. Karena menurut hasil evaluasi dari tim Unit Laka Polres Kudus, lokasi rawan laka lebih sering terjadi, di wilayah sepi atau minim warga, minim penerangan serta di wilayah yang memiliki jalur lurus tanpa hambatan dan berbelokan tajam.

CarPoli-3D ini dimaksudkan memberikan efek kejut atau antisipasi dari para pengendara, khususnya mereka yang punya niatan untuk ngebut atau ugal-ugalan dalam berkendara.

“Saat ini baru satu titik yang kami pasang. Rencana nantinya akan ada penambahan titik pemasangan lagi pada jalur lainnya. Dengan catatan, jika itu efektif mengurangi angka kecelakaan,” ungkapnya.

Pada saat malam hari, gambar terlihat hidup dan menyala. Sehingga secara sepintas gambar seperti mobil sungguhan milik polisi yang mejeng di pinggir jalan.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Akan Nyamar di Lokasi Penemuan Mayat di Ladang Tebu Gebog Kudus

Polisi dan warga saat berada di lokasi penemuan mayat di ladang tebu di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom)

Polisi dan warga saat berada di lokasi penemuan mayat di ladang tebu di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus –  Jajaran polisi siap menyamar di lokasi sekitar penemuan mayat di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.  Hal ini menyusul adanya laporan warga jika lokasi kerap menjadi tempat pesta miras.

Kapolsek Gebog AKP Muhaimin menyebutkan kalau patroli di lokasi-lokasi sepi dan mencurigakan sudah diintensifkan. Termasuk juga di kawasan penemuan mayat di Desa Jurang. “Patroli sudah sering, namun jika keluhan masyarakat demikian maka kami bakal tingkatkan kegiatan patroli di sana. Khususnya malam hari, terlebih malam Minggu,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga menyiapkan petugas berseragam preman untuk mengetahui kebenaran informasi. Dengan petugas tak kenakan seragam dinas, warga tidak akan curiga. “Terima kasih atas laporan masyarakat. Kami berharap kepada masyarakat agar dapat memberikan informasi kepada kami sekecil apapun, dan kami akan menindaklanjuti,” jelasnya.

Wawan, seorang warga sekitar mengatakan sekitar ladang tebu kerap menjadi tempat kumpul pemuda pada malam hari. Biasanya, mereka memenuhi lokasi saat malam Minggu. “Biasanya pada malam Minggu, tempat itu sering digunakan minum-minuman keras. Biasanya mereka berkelompok dengan jumlah pemuda yang banyak,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Sebelumnya diberitakan, penemuan mayat terjadi di Kudus. Kali ini mayat berjenis kelamin laki- laki ditemukan di ladang tebu, Desa Jurang, RT 4 RW 3, Gebog, Kudus, Kamis (5/1/2017) siang. Penemuan mayat tersebut menggegerkan warga sekitar. Lokasi yang terdapat di belakang klinik Sukun  membuat warga berbondong-bondong datang ke lokasi.

Editor : Akrom Hazami

Mayat Laki-laki Ditemukan di Ladang Tebu Gebog Kudus