Poli Penyakit Jantung RSUD Kudus Didesak Segera Dibuka 

Warga berada di depan pelayanan  Unit Pelayanan Penyakit Jantung (UPPJ) RSUD Loekmono Hadi . (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga berada di depan pelayanan  Unit Pelayanan Penyakit Jantung (UPPJ) RSUD Loekmono Hadi . (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Anggota Komisi  D DPRD Kudus Setia Budi Wibowo mendesak RSUD Loekmono Hadi  agar segera mengoperasikan pelayanan  Unit Pelayanan Penyakit Jantung (UPPJ). Sebab, segala fasilitas telah diselesaikan termasuk dengan bangunannya.

Budi yang juga Ketua Badan Kehormatan DPRD Kudus menyebutkan kalau pembangunan  telah dirampungkan akhir tahun lalu. Pihaknya heran lantaran hingga kini bangunan tersebut tak kunjung digunakan sebagai fasilitas pengobatan di RSUD.

“Kami meminta agar UPPJ dapat segera digunakan.  Pembangunan sudah jadi, fasilitas ada, jadi semuanya sudah siap dan seharusnya memang sudah beroperasi,” kata Budi kepada MuriaNewsCom di Kudus, Senin (30/1/2017).

Menurutnya, masyarakat Kudus juga sudah menunggu gedung tersebut dipakai. Karena masyarakat sangat membutuhkan pelayanan di rumah sakit milik pemerintah itu. Dia mengatakan, dengan dibukanya pelayanan tersebut, maka kebutuhan masyarakat akan pelayanan penyakit jantung bisa tertangani di RSUD Loekmono Hadi. Dia juga mengkritisi pihak rumah sakit agar berbenah dalam meningkatkan pelayanannya.

Khususnya bagi penderita penyakit jantung, agar lebih nyaman saat berobat. Hal itu akan berdampak pada penyembuhan pasien. “Jangan menunggu lagi untuk membukanya, sebab masyarakat mengeluhkan dengan tidak dibukanya pelayanan tersebut,” imbuhnya.

Direktur RSUD Dokter Loekmono Hadi Kudus, Aziz Achyar mengatakan, kalau pembangunan UPPJ telah diselesaikan akhir tahun lalu. Untuk itu, pihaknya hanya tinggal membuka dan meresmikan bangunan anyar tersebut yang dijadwalkan pada 1 Februari 2017 nanti. “1 Februari nanti dibuka dan diresmikan. Jadi masyarakat Kudus bisa menggunakan fasilitas tersebut nanti,” katanya.
 
Menurutnya, waktu tersebut diambil lantaran dianggap paling pas, sebab segala sesuatunya sudah bisa digunakan saat awal bulan depan. Termasuk dengan petugas medis dan juga alat-alatnya yang menunjang pengobatan jantung. “Sebenarnya mau besok akhir Januari diresmikan, tapi waktunya tidak bisa. Jadi positif satu Februari akan digunakan,” jawabnya singkat.
 
Dia mengatakan kalau gedung mendapatkan garansi selama enam bulan dari pihak kontraktor terhitung diselesaikan bangunan. Dan awalnya, gedung baru dioperasikan saat selesai garansi.  Bangunan tersebut memakan anggaran senilai Rp 65 miliar yang dibiayai menggunakan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) yang dialokasikan melalui APBD 2016. Jumlah tersebut meliputi pembangunan gedung hingga penyediaan alat kesehatan yang canggih. “Di sana juga akan ada ruangan VIP 14 ruangan yang mana tiap kamar hanya ada dua bed. Lokasinya akan bertempat di lantai II gedung baru,” ungkapnya

Editor : Akrom Hazami