Akun Medsos Anggota Polres Kudus Diperiksa Kabid Humas Polda Jateng

 

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol R.Djarod Padakova (kanan) saat memeriksa handphone anggota Polres Kudus, Kamis (24/8/2017). (Polres Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Akun media sosial (medsos) anggota Polres Kudus diperiksa jajaran Humas Polda Jateng, Kamis (24/8/2017). Tak tanggung-tanggung, pemeriksaan dilakukan langsung oleh Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol R.Djarod Padakova.

Pemeriksaan sendiri dilakukan orang nomor satu di jajaran Humas Polda Jateng itu usai memimpin apel anggota di halaman Mapolres Kudus. Tujuannya, ia ingin mengetahui pemanfaatan medsos oleh anggota, terutama dalam menciptakan kondusifitas melalui opini publik.

”Menciptakan opini publik bukanlah perkara yang mudah, kendati demikian kita harus tetap berusaha,” katanya.

Salah satu caranya, lanjutnya, dengan mempublikasikan berbagai prestasi yang dilakukan oleh Polri. Mulai dari keberhasilan mengungkap kasus, memberitakan berbagai terobosan-terobosan dan kegiatan-kegiatan Polri yang dapat meningkatkan citra Polri dimata masyarakat.

Karena itu, apabila melihat atau menemui kejadian apapun yang berhubungan dengan aksi seorang Polisi yang heroik di lapangan, hendaknya direkam atau difoto menggunakan HP masing-masing. Kemudian hasilnya diposting ke media sosial seperti facebook, YouTube dan lain lain.

”Mengapa saya memilih media sosial? Karena media sosial merupakan media yang paling mudah diakses. Sehingga hal ini diharapkan akan efektif untuk meningkatkan citra Polri di mata masyarakat,” tambahnya.

Apalagi, Djarod yakin anggota Polres Kudus memiliki handphone canggih dan dilengkapi dengan akun media sosial. Karenanya, ia menilai hal itu tak akan memberatkan masing-masing anggota dan bisa dilaksanakan dengan maksimal.

”Handphone milik anggota sudah canggih. Semuanya smartphone. Sehingga sudah selayaknya untuk melek media,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

 

Tiga Polisi Digerebek di Tempat Pesta Narkoba, Begini Ancaman Kapolda Jateng

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Semarang – Tiga anggota polisi kedapatan dalam pesta narkoba dengan sejumlah perempuan di rumah kos yang berada di Jalan Ngesrep Barat, Kelurahan Srondol Kulon, Banyumanik, Kota Semarang. Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono pun geram dan mengeluarkan ancaman serius.

Tiga anggota Polri yang digerebek saat pesta narkoba itu yakni Bripka DR, Bripka AS, dan Bripka DM. Mereka ditangkap saat Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah menggerebek sebuah rumah yang diduga sebagai lokasi pesta narkotika.

Polda Jateng mengancam akan memberikan sanksi tegas, jika ketiga oknum polisi itu terbukti ikut pesta. Meskipun dalam hasil pemeriksaan urine ketiga oknum polisi itu dinyatakan negatif narkoba.

Wakapolda Jateng Brigjen Pol Indrajit mengatakan, tiga oknum polisi itu hingga kini masih mejalani pemeriksaan di Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Jateng. Menurut dia, jika ketiga oknum itu tak bisa menunjukkan bukti saat penggerebekan tengah bertugas atau tidak, maka akan diberi sanksi tegas.

” Kami saat ini sedang melakukan penyelidikan. Kapolda berjanji kalau dia tidak bertugas akan dipecat,” katanya dikutip dari Tribun Jateng, Kamis (17/8/2017).

Pihaknya juga tengah mengonfirmasi ke pimpinan satuan tiga oknum itu, tentang tujuan mendatangi Tempat Kejadian Perkara saat dilakukan penggerebekan. ” Kami sedang tanyakan kepada pimpinannya apakah mereka sedang tugas atau bergabung dengan pelaku. Inilah yang masih kami dalami,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Djarod Padakova menyatakan hasil tes urine terhadap tiga oknum polisi yang terjaring dalam penggerebekan narkoba di sebuah rumah di Kota Semarang, negatif.

“Hasil tes urine ketiganya negatif, namun masih didalami peran ketiganya di tempat tersebut,” kata Djarod dikutip Antarajateng.com

Dalam penyidikan perkara itu, polisi telah menetapkan satu tersangka yakni BH yang merupakan penghuni rumah berlantai 2 itu. BH dijerat pidana atas kepemilikan barang bukti berupa sabu-sabu yang ditemukan saat penggerebekan.

Menurut dia, penyidik melakukan olah tempat kejadian di rumah yang dipasangai cukup banyak kamera CCTV itu. “Di depan rumah saja ada tiga CCTV,” katanya.

Rumah yang diduga sebagai lokasi transaksi narkotika itu sudah diintai oleh penyidik sekitar sepekan  sebelumnya. Petugas menggerebek rumah itu saat tiga oknum polisi itu masuk ke dalam.

Djarod menambahkan saat penggerebekan terdapat empat laki-laki dan seorang perempuan di dalam rumah. Tidak lama berselang, kata dia, datang tiga wanita lain ke rumah tersebut. Keseluruh polisi mengamankan 8 orang dari dalam rumah itu.

Sebelumnya, dalam penggerebekan yang dilakukan pada Sabtu  Sabtu (12/8), pukul 03.03 dini hari, itu polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, seperti sekitar 100 gram sabu-sabu, ekstasi, serta alat hisap.

Editor : Ali Muntoha

Terduga Teroris di Lereng Gunung Lawu Ditangkap Usai Salat Maghrib, Ini yang Didapat Densus 88

Densus 88 dan personel Polres Karanganyar melakukan penggeledahan di rumah terduga teroris di Desa Karang Karangpandan, Karanganyar. (Tribratanews)

MuriaNewsCom, Karanganyar – Tim Detasemen Khusus 88 Mabes Polri melakukan penggerebekan terduga teroris bernama Ahmad Ramadhan Deny (31), di Lereng Gunung Lawu, Desa Karang Karangpandan, Karanganyar. Terduga teroris itu ditangkap usai menjalankan salat Maghrib di Masjid At Taqwa, tak jauh dari rumahnya.

Penangakapan dilakukan pada Minggu (13/8/2017) sekitar pukul 18.15 WIB. Selasa (15/8/2017) sore, Densus bersama Polres Karanganyar melakukan penggeledehan di rumah terduga teroris tersebut. Dari hasil penggeleledahan itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti.

Ada 18 item barang bukti yang diamankan, di antaranya beberapa dokumen, buku-buku, rompi, kaos, delapan keping VCD, dan dua HP.

Perangkat Desa Karang Tarso mengatakan, penggeledahan dilakukan tim Densus sekitar pukul 15.00 WIB. Polisi mengerahkan pasukan bersenjata lengkap untuk menggeledah rumah tersebut. Polisi juga memasang garis batas polisi agar masyarakat tidak bisa mendekat lokasi.

Menurut Tarso, warga mengetahui yang bersangkutan tinggal di desa ini  bersama istrinya, Ns, dan anaknya yang berusia tiga tahun sejak 2014 hingga sekarang. Namun menurutnya, warga tidak tidak mengetahui aktivitas sehari-hari yang bersangkutan.

“Dia orangnya tertutup dan sering ikut pengajian-pengajian di luar daerah ini,” kata Tarso dikutip dari Tribratanews Polda Jateng.

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjutak mengatakan, anggotanya ikut mengamankan dan mendukung pelaksanaan penggeledahan di rumah terduga teroris, pihaknya akan mendukung Densus 88 dalam penggeledahan di rumah pelaku tersebut.

Hal tersebut, kata Ade Safri, menindaklanjuti dari hasil penangkapan tersangka oleh Densus 88, usai shalat Magrib di Mesjid At Taqwa sekitar 100 meter dari rumahnya, pada Senin (14/8), sekitar pukul 18.15 WIB.

”Ada 18 item barang bukti yang diamankan. “Barang-barang itu dibawa oleh Densus untuk dipelajari dan dilakukan pendalaman,” kata Kapolres kepada Antaranews.com.

Editor : Ali Muntoha

Awasi Ujaran Kebencian Pada Pilkada Pati, Polda Jateng Bentuk Tim Siber

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono memastikan sudah membentuk tim siber khusus untuk memantau kampanye di media sosial. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono memastikan sudah membentuk tim siber khusus untuk memantau kampanye di media sosial. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Media sosial saat ini banyak dimanfaatkan para pihak untuk mengkampanyekan calon yang diusung pada pilkada. Di Pati, sosialisasi kotak kosong banyak digeber melalui media sosial, dari Facebook hingga Youtube.

Tak jarang, sosialiasi yang mengajak masyarakat untuk memilih kotak kosong pada Pilkada Pati menuai kontroversi. Pasalnya, sosialiasi kotak kosong tidak diatur dalam undang-undang, sehingga menjadi “bola salju” yang terus menggelinding dan membesar.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pati, Achwan jauh-jauh hari memperingatkan agar sosialisasi kotak kosong tidak sampai terjerumus pada kampanye hitam atau perbuatan yang berpotensi masuk ranah pidana umum. Pihaknya bersama dengan Sentra Gabungan Penegakan Hukum (Gakumdu) yang terdiri dari polisi dan kejaksaan juga sudah membuat tim khusus untuk mengawasi media sosial.

Kendati begitu, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah secara khusus membentuk tim yang memantau kampanye melalui media sosial, baik pergerakan tim sukses maupun relawan kotak kosong. Kampanye atau sosialisasi melalui media sosial yang menimbulkan perpecahan, suku adat ras dan agama (SARA), serta ujaran-ujaran kebencian akan menjadi target utama Polda Jateng.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menegaskan hal tersebut. “Kita sudah siapkan tim khusus siber Polda, setiap Polres juga sudah dibentuk tim siber. Jangan sampai ada kampanye di media sosial yang menimbulkan kerawanan perpecahan, SARA atau ujaran-ujaran kebencian,” ucap Irjen Pol Condro.

Tim siber khusus dari Polda dan Polres setempat akan melakukan pemantauan, pelaporan, dan penindakan tegas bila ada pelanggaran kampanye atau sosialisasi pilkada di media sosial. Dengan adanya tim siber, pihaknya berharap agar pilkada yang menjadi ajang mencari pemimpin terbaik dapat berjalan dengan baik, demokratis dan bermartabat.

Editor : Kholistiono

Polda Jateng Tebar Intelijen untuk Monitor Botoh Pilkada Pati

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat memimpin apel gelar pasukan di Alun-alun Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat memimpin apel gelar pasukan di Alun-alun Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Botoh selama ini dikenal menjamur di Kabupaten Pati setiap ada pemilihan kepala daerah. Keberadaan botoh disebut-sebut ikut mempengaruhi suara, sehingga dinilai mencederai pilkada yang demokratis dan bermartabat.

Pengamat politik Universitas Diponegoro, Hakim Alif Nugroho mengatakan, botoh bisa memengaruhi suara, karena dia ikut andil demi kemenangan taruhan pada setiap pesta demokrasi. Hal itu yang membuat keberadaan botoh dinilai menodai proses demokrasi yang baik dan bermartabat.

“Saya sendiri secara pribadi belum tahu adanya botoh di Pati. Namun, kabar burung mengamini kalau Pati memang dikenal dengan botohnya pada setiap pesta demokrasi. Dari sisi pidana, itu perbuatan melawan hukum. Dari sisi politik, jelas akan memengaruhi suara sehingga membuat demokrasi menjadi tidak tidak sehat. Polisi mesti bekerja ekstra untuk mengantisipasi botoh,” ucap Hakim, Rabu (7/12/2016).

Secara terpisah, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengaku sudah mengantisipasi keberadaan botoh dengan melakukan monitor melalui teknologi informasi. Selain itu, pihaknya akan mengoptimalkan fungsi intelijen dan operasi-operasi tertutup sebagai antisipasi keberadaan botoh.

“Secara terbuka, kami ingatkan agar cara-cara demokratis harus dikedepankan. Meski begitu, operasi-operasi tertutup dan optimalisasi peran intelijen akan dilakukan demi terciptanya proses demokrasi yang bermartabat dan bebas dari botoh,” tandas Irjen Pol Condro.

Editor : Kholistiono

Kapolda Jateng Letakkan Batu Pertama Pembangunan Perumahan Bhayangkara Residence di Rembang

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono bersama dua polisi cilik yang ikut menyambut kedatangannya di Mapolres Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono bersama dua polisi cilik yang ikut menyambut kedatangannya di Mapolres Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono meletakan batu pertama pembangunan Perumahan Bhayangkara Residence, di Sendang Agung, Kecamatan Kaliori, Kamis (25/8/2016).

Pembangunan Perumahan Bhayangkara Residence  tersebut, merupakan salah satu bentuk perhatian dan upaya dalam membantu prajurit bhayangkara dan pegawai negeri sipil di jajarannya, agar memperoleh perumahan dengan harga terjangkau.

“Saya sangat mengapresiasi sekali kapada Kapolres Rembang yang sudah bisa secara cepat memberikan program fasilitas perumahan bagi polisi. Hal ini tentunya sangat membantu polisi yang memang belum memiliki rumah, bisa mendapatkan fasilitas ini dengan harga yang terjangkau,” ujar Kapolda Jateng.

Kapolda menyatakan, jika dari 35 Polres yang ada di Jawa Tengah, Polres Rembang merupakan yang paling cepat untuk mendirikan perumahan yang diperuntukkan bagi polisi. Apalagi, hal ini merupakan bagian dari program Polri, dalam upaya mensejahterakan anggota kepolisian.

“Sebenarnya dari 35.500 personel Polri yang ada di Jawa Tengah itu, yang sudah mempunyai rumah belum sampai 30 persen. Sebagian besar masih menempati  rumah dinas, ngontrak, ikut mertua, indekos dan lainnya,” ucapnya.

Kapolda mengapresiasi langkah cepat Kapolres Rembang untuk menjalankan program perumahan bagi polisi, yakni melakukan koordinasi dengan pemda setempat, dewan, TNI dan berbagai pihak lainnya.  “Dengan adanya perumahan ini, diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan polisi dan memberikan semangat bagi personel kepolisian dalam menjalankan tugas,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Jelang Operasi Ramadhania, Ratusan Kendaraan Polres Jepara Diperiksa Polda Jateng

Pengecekan kendaraan oleh petugas dari Polda Jateng (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Pengecekan kendaraan oleh petugas dari Polda Jateng (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

           MuriaNewsCom, Jepara – Menjelang digelarnya Operasi Ramadhania 2016, ratusan kendaraan Polres Jepara kondisinya dicek oleh petugas dari Polda Jawa Tengah. Kendaraan yang dicek kondisinya tidak hanya kendaraan roda empat, namun juga roda dua dan roda enam.

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin menjelaskan, pengecekan kendaraan yang dilakukan ini dalam rangka menunjang pelaksanaan Operasi Ramadhania yang akan dimulai 30 Juni 2016 mendatang. Semua kendaraan milik semua polsek yang ada di Jepara dan Polres Jepara dicek satu persatu oleh petugas dari Polda Jateng.

“Selain kendaraan ada beberapa peralatan khusus yang juga dicek. Ini dilakukan agar dapat dipastikan bahwa kondisinya baik, sehingga mampu memberikan pelayanan dan pengamanan yang maksimal,” ujar Samsu kepada MuriaNewsCom, Kamis (16/6/2016).

Menurutnya,  saat dicek siang tadi, kondisi semua kendaraan dan peralatan khusus dalam kondisi baik dan masih layak digunakan. Hal itu tidak terlepas dari program perawatan yang dilakukan secara rutin.

“Untuk kendaraan roda dua ada 187, roda empat 61, dan roda enam ada tujuh kendaraan. Semua dalam kondisi baik. Selain kendaraan darat, juga ada kapal dan perahu yang kondisinya juga baik,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dalam Operasi Ramadhania nanti, pihaknya akan mendirikan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan di sejumlah titik, terutama yang dianggap rentan terhadap keramaian dan kemacetan, seperti di sejumlah pasar yang ada di jalan utama Jepara-Kudus maupun di pusat kota Jepara.

 

Editor : Kholistiono

Terorisme, Polda Jateng Beri Trik Penangannya ke Warga Pati

Warga Pati tengah mengikuti workshop menangkal radikalisme berbasis agama di Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Warga Pati tengah mengikuti workshop menangkal radikalisme berbasis agama di Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kepala Sub Direktur Pembinaan Ketertiban dan Penyuluhan (Kasubdit Bintibluh) Direktorat Binmas Polda Jateng AKBP M Toha menyarankan kepada warga Pati untuk menggunakan empat pilar dalam rangka menangkal paham radikalisme dan terorisme.

Hal itu disampaikan dalam acara workshop Menangkal Radikalisme dan Terorisme Berbasis Agama di Ruang Mantab Bhrata Polres Pati, Kamis (31/3/2016). Keempat pilar yang dimaksud, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Empat pilar itu bisa menjadi senjata untuk menangkal radikalisme dan terorisme. Konsep itu sudah dirancang oleh para pendiri bangsa,” ujar Toha kepada MuriaNewsCom.

Ia menambahkan, radikalisme berpotensi menimbulkan konflik sosial sehingga perlu mendapatkan penanganan khusus menggunakan pendekatan yang arif. “Dari Polda sendiri akan menggunakan pendekatan multidimensi untuk mengatasi radikalisme, baik dari aspek hukum, keadilan, sosial, dan budaya.

Di sisi lain, pemecahan masalah radikalisme mesti melibatkan semua elemen masyarakat. “Kami merasa, penanganan dan antisipasi terhadap radikalisme tidak mungkin dilakukan dari kepolisian sendiri. Tapi, perlu adanya kolaborasi yang cerdas dan kreatif dengan semua elemen masyarakat,” tuturnya.

Pihaknya sendiri memberikan apresiasi kepada warga Pati yang selama ini menjadi teladan kehidupan kerukunan beragama. “Pati sudah dikenal sebagai daerah kecil yang menjunjung tinggi tolerasi dan bisa hidup berdampingan dengan rukun dengan umat beragama lainnya. Kami apresiasi,” katanya.

Workshop tersebut diikuti polisi, TNI, Kejari, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, DPRD Pati, Kemenag Pati, Dinas Pendidikan, Kesbangpol, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pati, warga NU, Muhammadiyah, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), kepala sekolah tingkat SMA, serta tokoh agama.

Editor : Akrom Hazami

Bus Zebra Cendikia Polda Jateng Bikin Ceria Ratusan Siswa di Blora

polisi

Ratusan siswa antusias mengikuti acara sosialisasi tertib lalu lintas (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

BLORA – Ratusan siswa dari jenjang TK hingga SMA antusias mengikuti kegiatan yang digelar oleh Seksi Pendidikan Masyarakat Dirlantas Polda Jateng. Dengan membawa Bus Zebra Cendikia Polda Jateng, kegiatan dilaksanakan di GOR Mustika Blora, Kamis (17/12/2015).

Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) Kompol Indra Waspada mengemukakan, kegiatan itu bertujuan memberikan gambaran serta edukasi tentang lalu lintas kepada masyarakat terutama pada anak-anak dan remaja.

“Pemahaman tertib lalu lintas harus diberikan sejak dini dan berkelanjutan. Sehingga anak-anak itu kelak jika sudah dewasa mereka sudah paham betul tertib lalu lintas, sehingga tidak instan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, diadakan game lalu lintas dan praktik keselamatan berkendara, yang telah tersedia di bus zebra yang dibawa Dirlantas Polda Jateng. “Aplikasi game yang ada, diperuntukkan untuk pelajar ini, juga dilengkapi dengan aplikasi game Basis Keselamatan Lalu lintas (Baseta),” katanya.

Sementara itu, Kapolres Blora AKBP Dwi Indra meminta, agar guru di sekokah bisa menanamkan nilai-nilai ketertiban dalam berlalu lintas. “Agar nantinya, anak-anak memiliki pola hidup tertib,” jelasnya. (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)