PNS Kudus Nyabu Dipecat

PNS nyabu e

PNS yang konangan nyabu menjalani pemeriksaan bersama rekannya di Mapolres Kudus. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sutono (51) warga Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati Kudus yang tertangkap gara gara mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu, Jumat (19/8/2016)  lalu terancam kehilangan jabatan PNS. Malahan bukan hanya kehilangan status PNS yang dimiliki, melainkan diberhentikan dengan cara yang tidak hormat.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kudus Joko Triyono mengatakan, jika pelanggaran seorang PNS adalah menggunakan narkoba, maka pelanggaran tersebut tergolong berat. Untuk itulah ancaman yang berlaku adalah diberhentikan dengan tidak hormat.

“Kalau pelanggaran jenis narkoba, maka langsung diberhentikan dengan cara tidak hormat. Namun kami masih menunggu inkrah terlebih dahulu,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, jika sudah dipecat, maka semua haknya akan dihapuskan. Termasuk jatah pensiun yang seharusnya didapat saat sudah tidak bekerja.Saat ini, kata dia pihak Inspektorat sedang melakukan pemeriksaan terkait hal itu.

Mengenai status kepegawaian sekarang, akan dilakukan pemberhentian sementara. Mengacu pada  PP 53 tahun 2010 dengan pemberhentian karena tidak mau kerja. Sedangkan dasar, adalah surat penahanan. “Petugas kami sedang melakukan prosesnya. Kordinasi dengan polres juga dilakukan,” ungkapnya.

Dia mengatakan kalau kasus PNS yang nyabu baru kali pertama terjadi. Terkait hal itu pihaknya mengimbau agar tidak ada lagi yang demikian. Sebab, masih banyak kegiatan positif lain yang penting. PNS tersebut merupakan PNS yang sudah bekerja selama 10,2 tahun . Sedangkan statusnya adalah 2A.

Editor : Akrom Hazami

 

PNS Kudus Ini  Konsumsi Sabu-Sabu 4 Tahun Lamanya

narkoba kudus 2

Pelaku saat dimintai keterangan polisi di Mapolres Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

Murianewscom, Kudus – Meski sudah menangkap  dua pelaku pemakai sabu-sabu, yang salah satunya PNS, Polres Kudus tetap memburu pemasoknya.

Diketahui,  polisi menangkap pemakai sabu-sabu. Di antaranya PNS, Sutono (51) warga Desa Getas, Pejaten, Kecamatan Jati, dan Moch Yusuf (37) seorang wiraswasta yang juga tetangganya.

Waka Polres Kudus Kompol Yudy Arto Wiyono mengatakan, langkah polisi usai menangkap dua pelaku, bakal memburu pemasok sabu. Polisi sudah mengetahui ciri pelaku yang berinisial NJ.

Baca juga : PNS Kudus Pakai Sabu-Sabu 

“Kami mewaspadai adanya peredaran sabu-sabu. Sebab dari PNS sudah menggunakan selama empat tahun lamanya,” ungkapnya.

Sementara, Sutono menyebutkan kalau dia membeli barang haram itu senilai Rp 500  ribu. Dan selama ini dia mengaku hanya menggunakannya sendiri.

“Satu plastik kecil itu tidak tahu beratnya. Saya beli Rp 500 ribu,” jawabnya.

Editor : Akrom Hazami

 

PNS Kudus Pakai Sabu-Sabu

narkoba kudus 1

Waka Polres Kudus Kompol Yudy Arto Wiyono saat memberi keterangan wartawan soal penangkapan PNS yang nyabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Seorang PNS di lingkup Pemerintahan Kudus, terpaksa diamankan polisi, karena kedapatan bawa narkoba jenis sabu-sabu. PNS tersebut tertangkap bersama rekannya yang juga pemakai sabu-sabu.

Waka Polres Kudus Kompol Yudy Arto Wiyono.menyebutkan bahwa PNS tersebut adalah Sutono (51) warga Desa Getas, Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus. Sedangkan temannya, Moch Yusuf (37) seorang wiraswasta yang juga tetangganya di Desa Getas, Pejaten, Jati, Kudus.

“Penangkapan dilakukan pada Jumat (19/8/2016) kemarin, penangkapan juga dilakukan di Desa Getas Pejaten, Jati. Lokasi tersebut, merupakan tempat yang biasa digunakan pelaku untuk transaksi,” katanya di Mapolres Kudus, Senin (22/8/2016).

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu klip plastik kecil yang berisi sabu. Polisi selanjutnya melakukan tes urine kepada dua orang pelaku yang hasilnya positif menggunakan narkoba.

PNS tersebut, kata Yudy, merupakan PNS yang sudah lama  bekerja di sebuah kantor pemerintahan. Tepatnya di Dinas Perdagangan dan Pasar (Dagsar) Kudus. PNS itu biasa ngantor di Pasar Bitingan Kudus.

“Dia sudah empat tahun mengkonsumsi sabu. Bahkan terkadang kalau sabu sisa, diedarkan ke masyarakat Kudus,” ujarnya.

Atas perbuatan tersebut, pelaku diancam dengan hukuman minimal empat tahun dan delapan tahun kurungan atau denda Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar.

“Pelaku ini merupakan sasaran kami sudah lama. Dan pas hari itu bisa tertangkap, ” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami