PNS Kudus Nyabu Dipecat

PNS nyabu e

PNS yang konangan nyabu menjalani pemeriksaan bersama rekannya di Mapolres Kudus. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sutono (51) warga Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati Kudus yang tertangkap gara gara mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu, Jumat (19/8/2016)  lalu terancam kehilangan jabatan PNS. Malahan bukan hanya kehilangan status PNS yang dimiliki, melainkan diberhentikan dengan cara yang tidak hormat.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kudus Joko Triyono mengatakan, jika pelanggaran seorang PNS adalah menggunakan narkoba, maka pelanggaran tersebut tergolong berat. Untuk itulah ancaman yang berlaku adalah diberhentikan dengan tidak hormat.

“Kalau pelanggaran jenis narkoba, maka langsung diberhentikan dengan cara tidak hormat. Namun kami masih menunggu inkrah terlebih dahulu,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, jika sudah dipecat, maka semua haknya akan dihapuskan. Termasuk jatah pensiun yang seharusnya didapat saat sudah tidak bekerja.Saat ini, kata dia pihak Inspektorat sedang melakukan pemeriksaan terkait hal itu.

Mengenai status kepegawaian sekarang, akan dilakukan pemberhentian sementara. Mengacu pada  PP 53 tahun 2010 dengan pemberhentian karena tidak mau kerja. Sedangkan dasar, adalah surat penahanan. “Petugas kami sedang melakukan prosesnya. Kordinasi dengan polres juga dilakukan,” ungkapnya.

Dia mengatakan kalau kasus PNS yang nyabu baru kali pertama terjadi. Terkait hal itu pihaknya mengimbau agar tidak ada lagi yang demikian. Sebab, masih banyak kegiatan positif lain yang penting. PNS tersebut merupakan PNS yang sudah bekerja selama 10,2 tahun . Sedangkan statusnya adalah 2A.

Editor : Akrom Hazami

 

PNS Kudus Mengular di Acara Halalbihalal

PNS sedang berjajar untuk bersalaman dengan Bupati Kudus (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

PNS sedang berjajar untuk bersalaman dengan Bupati Kudus (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


MuriaNewsCom, Kudus
– Memasuki hari pertama kerja pada Senin, (11/7/2016), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengadakan acara halalbihalal di Pendapa Kabupaten Kudus. Hadir dalam acara itu Bupati Kudus Musthofa.

Acara yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB itu diramaikan oleh PNS Kabupaten Kudus yang ingin bersalaman dengan Kang Mus. Barisan PNS pun mengular sekitar 300 meter untuk dapat bersalaman dengan Kang Mus. Terlihat hadir juga Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), guru, organisasi masyarakat dan lain sebagainya.

Salah seorang guru dari Kecamatan Dawe Istianah (40) mengatakan, halalbihalal tersebut menurutnya sangat positif, karena tujuannya menjalin silaturrahmi. “Dengan seperti in, kita bisa dekat dengan pemerintah, dan kita juga bisa bertatap muka dengan bupati secara langsung,” katanya sambil berlalu.

Demi mengikuti acara tersebut, dirinya juga rela mengubah jadwal silaturahmi dengan rekan-rekannya, karena, untuk mengikuti halalbihalal dengan bupati, katanya, baru kali ini.Dalam acara itu, Musthofa menebar senyum kepada para PNS Kudus dan tamu yang menyalaminya.

Editor : Kholistiono

 

PNS Kudus yang Pakai Narkoba, Dirimu Terancam

uplod jam 17 PNS narkoba tes urine (e)

Petugas BNNP Jateng saat melakukan kegiatan tes urine di Pemkab Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyakarat BNNP Jawa Tengah Susanto mengatakan, test urine lanjutan untuk PNS yang akan digelar, nantinya bakal dirahasiakan.

“Sifatnya dadakan. Selain itu,nantinya kita juga akan menyerahkan jadwal pemeriksaan itu sepenuhnya kepada pemda setempat. Apakah nanti SKPD ini, di kantor ini, tanggal sekian, hari ini ataupun di pendapa ini? Yang penting kita merahasiakan jadwal itu kepada pegawai. Dan kita siap menggelar kapan saja sesuai dengan kewenangan pemda setempat,” kata Susanto.

Dia menilai, tes urine dadakan bertujuan supaya bisa mencegah ketidakjujuran pegawai yang mengonsumi narkoba sebelumnya. Dengan adanya tes urine dadakan tersebut, pihaknya berharap supaya pegawai selalu mempersiapkan diri.

“Bila kita beritahukan sebelumnya dengan cara formil memberikan surat pemberitahuan, maka pegawai yang memakai obat terlarang bakal tidak hadir atau juga menyembunyikan, atau menukar urine aslinya dengan urine rekan atau keluarganya,” ujarnya.

Sementara itu, terkait tes urine yang sudah dijalani ke-178 PNS di lingkungan Pemkab Kudus pada Senin (18/4/2016), hasilnya adalah negatif. “Ke depannya, tes lanjutan ini mudah-mudahan berjalan lancar dan bisa.

menuju Pemerintahan Kudus yang baik, maju tanpa narkoba,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : 178 PNS Kudus Didatangi Pemeriksa Narkoba

178 PNS Kudus Didatangi Pemeriksa Narkoba

Petugas BNNP Jateng melakukan tes urine di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Petugas BNNP Jateng melakukan tes urine di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah menggelar apel pagi di halaman Pendapa Pemkab Kudus, Senin (18/4/2016), ke-178 pegawai negeri sipil (PNS) diperlakukan berbeda. Mereka harus tes urine oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah.

Hal tesebut merupakan langkah untuk mengantisipasi penyebaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan PNS.

Bupati Kudus Musthofa mengatakan, test urine merupakan program atau instruksi dari Presiden agar dilakukan jajaran pemkab. “Oleh sebab itu, saya sebagai kepala daerah harus bisa menciptakan pemerintahan yang ada di Kudus ini semakin bersih dari narkoba,” kata Musthofa.

Dia melanjutkan, test urine ini dijalani PNS yang terdiri dari kepala SKPD terkait. Selain itu, nantinya akan dilanjutkan lagi kepada jajaran yang ada di bawahnya. Diketahui untuk tes urine selanjutnya, bakal difokuskan kepada sekitar 9 ribu orang PNS yang ada di Kudus. “Dilanjutkan nanti ke sekolah, dan kepala desa,” katanya.

Dia menilai, tes urine ini merupakan langkah dan terobosan untuk menciptakan pemerintahan yang sehat. Sementara itu, lanjut dia, bila ada pegawai yang terindikasi pakai narkoba, maka akan diserahkan ke pihak berwajib.

“Apakah itu, direhabilitasi atau yang lain kita serahkan kepada ketentuan yang ada,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

PNS Diharapkan Bisa Mengimplementasikan secara Nyata Panca Prasetya Korpri

pemberian penghargaan bagi siswa berprestasi dan penampilan kreativitas siswa di Kudus

pemberian penghargaan bagi siswa berprestasi dan penampilan kreativitas siswa di Kudus

 

KUDUS – Ribuan pegawai negeri sipil (PNS) dan guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGRI) dengan mengikuti seluruh rangkaian upacara peringatan HUT PGRI Ke-70, Hari Guru Nasional Ke XXII, dan HUT KORPRI Ke-44 Tahun 2015 Tingkat Kabupaten Kudus di  Lapangan Desa Rendeng, Kudus, Senin (7/12).

Bupati Kudus Musthofa selaku inspektur upacara menyampaikan ucapan selamat atas peringatan tersebut. Harapannya, semua PNS bisa benar-benar mengimplementasikan secara nyata dari Panca Prasetya Korpri. Menuurutnya apabila terimplementasi dengan baik, akan benar-benar bisa meningkatkan kualitas aparatur pemerintahan.

”Dalam upacara ini saya hanya berpesan, agar seluruh PNS bisa melaksanakan, segeralah berbuat secara nyata Panca Prasetya Kopri sebagai contoh bagi masyarakat,” pesannya yang juga sebagai pembina Korpri.

Bupati juga mengharapkan bahwa ikrar dalam Panca Prasetya Korpri tersebut hendaknya jangan hanya sebagai slogan semata. Yang hanya diucapkan setiap ada acara seremonial semacam ini. Termasuk PGRI yang merupakan organisasi profesi sudah seharusnya bisa memberikan contoh masyarakat dalam dunia pendidikan sebagai wujud profesionalisme.

Dia juga menekankan pentingnya pembangunan karakter bagi siswa dalam dunia pendidian. Hal ini jauh lebih penting daripada hanya pembangunan secara fisik seperti gedung yang megah. Inilah fondasi sebenarnya bagi kekuatan dalam membangun bangsa.

Pesan penting pagi itu bagi semua jajaran pendidikan adalah kini saatnya bukan hanya memberikan perintah, tetapi pendidik harus bisa memberikan contoh bagi siswa dan masyarakat, serta tidak pernah ingkar dari janji dan sumpah yang telah diucapkan selama memberikan pengabdian di negeri ini.

”Selamat dan sukses. Semoga semuanya bisa dilaksanakan secara utuh dua pesan ini,” pungkasnya.

Seusai upacara ada beberapa acara tambahan. Yaitu pemberian penghargaan bagi siswa berprestasi dan penampilan kreativitas siswa di Kudus. Di antaranya aksi drum band dan tari kolosal yang mengisahkan perjuangan Ki Hajar Dewantara bersama Tiga serangkai dalam memajukan pendidikan di Indonesia. (MERIE/AKROM HAZAMI)

UPT Harap Data PNS Terbaru Segera Jadi

Ilustrasi

Ilustrasi

 

KUDUS – Usaha pemerintah untuk melakukan pembenahan disektor pendidikan, tepatnya pada tenaga pendidik menjadi salah satu agenda yang ditunggu. Sejak beberapa bulan yang lalu, melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kudus kegiatan tersebut sudah mulai dilaksanakan.

Akan tetapi hingga saat ini belum ada data baru yang sampai ke UPT Pendidikan. ”Belum ada data terbaru terkait pendataan PNS dilembaga pendidikan yang dilakukan bulan lalu,” ujar Suparnianto, Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Kaliwungu, Kudus.

Dirinya menambahkan saat input data beberapa PNS didaerahnya sempat mengalami trobel, sehingga perludilakukan hingga berkali-kali. ”Cukup menyita waktu lebih banyak karena data yang diisi harus lengkap. Dan beberapa pegawai yang sudah lanjut agak kesulitan masuk ke program. Namun hal tersebut tidak terlalu menyulitkan,” imbuhnya.

Dirinya mengharapkan, agar data tersebut segera turun untuk keperluan tindak lanjut di bidang pendidikan. Dirinya menambahkan, melalui data tersebut nantinya akan dibuat pacuan untuk memperbaiki sistem pendidikan terutama di wilayahnya. (AYU KHAZMI/TITIS W)

Pendataan PNS di Kudus Tak Ada Halangan

Ilustrasi

Ilustrasi

 

KUDUS – Pendataan ulang seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kudus beberapa waktu lalu menjadi langkah awal perbaikan pendidikan. Dalam pelaksanaannya, tidak ada kendala signifikan yang menghambat proses.

Kasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dikdas Disdikpora Kudus Witono Budi Utomo, mengatakan pendaftaran dilakukan online meliputi perbaruan data masing-masing individu. ”Dan bagi yang belum bisa mendaftar mungkin terkait jaringan atau sarana, dapat diinput langsung di kantor dinas. Sehingga tidak ada kendala yang cukup berat,” ungkapnya pada MuriaNewsCom.

Menurutnya, selama beberapa bulan perlu memasukkan dan mengolah data kemudian analisis yang mendalam sebelum mendapatkan hasilnya. Harapannya melalui kegiatan tersebut selain untuk memperbarui data juga mampu menata sektor pendidikan melalui tenaga pendidiknya. (AYU KHAZMI/TITIS W)

BKD Berikan Waktu Hingga Akhir Tahun Guna PUPNS

Djoko Triyono, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Djoko Triyono, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Bagi para PNS yang kini belum mendaftarkan diri ulang sebagai PNS, pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kudus memberikan batasan waktu hingga akhir tahun. Hal itu disebabkan sesuai aturan pendaftarannya ulang PNS paling akhir harus 31 Desember.

Kepala BKD Djoko Triyono mengatakan, jumlah PNS di Kudus mencapai 9 ribu. Sedangkan yang sudah melakukan registrasi hanya 8890. Kekurangan 110 PNS, dari total tersebut dilakukan BKD monitor dan menemukan beberapa yang sudah pensiun.

Selain itu, bagi yang memasuki masa pensiun di 2016 mendatang juga tidak diharuskan melakukan PUPNS. Sebab mengingat masa yang tinggal setahun dari pusat memberikan kelonggaran.

”Registrasi dikelompokkan dari masing-masing SKPD, dan dari sekian banyak yang sudah melakukan registrasi, masih terdapat 42 yang belum betul. Untuk itu kami minta agar segera menyusul untuk melakukan pembenaran,” katanya.
42 PNS yang salah merupakan hasil dari verifikasi level satu. Nantinya bakal ada verifikasi level berikutnya mulai dua hingga tiga. Hanya untuk level satu dibatasi akhir 2015 ini.

”Akhir tahun ini maksimal, namun tersebar kabar kalau bakal diperpanjang lantaran ada bencana kabut asap. Jadi diperpanjang. Hanya itu baru kabar saja,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Kasihan, PNS Kudus Sulit Lakukan Input Pendataan Ulang

Djoko Triyono, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Djoko Triyono, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kudus, sedang sibuk dalam mendaftarkan ulang status PNS mereka. Mereka melakukan pendataan ulang pegawai negeri sipil (PUPNS) yang dilakukan secara nasional. Hanya, dalam melakukan pendaftaran ulang, mereka sulit melakuan input data.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kudus Djoko Triyono, menurutnya para PNS di Kudus mengalami kesulitan dalam melakukan input data. Selain SDM para PNS, hal lain yang menjadi keterbatasan adalah alat server yang tersedia. Kerap kali server tersendat sehingga harus dilakukan input ulang.

”Ini kan secara nasional, jadi seluruh PNS se Indonesia juga melakukan hal yang sama. Jadi ketika semuanya masuk akan bentrok atau tabrakan, sehingga ada yang tidak dapat masuk,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Meski demikian, pihak BKD masih terus memberikan sosialisasi tentang hal tersebut. Sedikitnya sudah tiga kali sosialisasi dilakukan, dan hingga kini sudah tinggal sedikit yang belum terdaftar ulang di PUPNS.

”Kami juga sudah melatih tenaga khusus di tiap SKPD dan dinas terkait. Dan petugas tersebut yang membantu dalam mendaftarkan di PUPNS,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Ingin Jadi Guru Idaman Siswa? Ini Caranya

Para peserta PPKG mengikuti kegiatan di Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Para peserta PPKG mengikuti kegiatan di Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Mengkondisikan siswa yang berjumlah puluhan orang tentunya bukan hal yang mudah. Karakter yang berbeda juga turut mempersulit para pendidik untuk memahamkan siswa pada pelajaran yang tengah disampaikan.

Untuk itu, dalam kegiatan Pelatihan Kompetensi Guru (PPKG ) di Kudus kerjasama dengan Dikpora dan Usaid prioritas, disampaikan materi modul 2 yaitu bagaimana para guru mampu melayani masing-masing individu, perlakuan terhadap perbedaan gender dan literasi.

Abdul Rochim, Kepala SMP 5 sekaligus fasilitator pelatihan mengatakan ketiga hal tersebut sangat penting diperhatikan saat ini. Masing-masing siswa seharusnya memiliki hak yang sama sehingga sebagai guru seharusnya tidak membedakan dalam urusan gender. “Sebab masih sering ditemukan adanya pembedaan antara siswa dan siswi yang terkadang dilakukan tanpa sengaja saat proses belajar mengajar berlangsung, ” ungkapnya.

Rochim menambahkan ada pula masalah perhatian yang kurang terhadap masing-masing individu yang nantinya dapat berpengaruh pada daya serap pelajaran. Selain itu pentingnya literasi juga sangat menunjang pembelajaran.
“Namun sayangnya siswa siswi sekarang kurang membaca sehingga hal tersebut perlu dibenahi,” imbuhnya.

Dirinya berharap, semoga dengan pelatihan ini dapat dipraktikkan langsung oleh para pendidik dan ditularkan pada pendidik yang lain. “Agar ke depannya pendidikan, khususnya di Kudus pada tingkat SMP dapat semakin baik dalam segi kualitas, ” pungkasnya. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

Guru SMP di Kudus ‘Digojlok’

Para peserta PPKG mengikuti kegiatan di Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Para peserta PPKG mengikuti kegiatan di Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Sebanyak 100 guru perwakilan SMP se-Kabupaten Kudus tengah asyik mengikuti acara pelatihan. Yakni berupa Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru (PPKG) selama 4 hari ini diikuti dengan penuh antusias.

Dalam pelatihan tersebut, keseratus guru terdiri dari SMP negeri sebanyak 27 dan 5 dari sekolah swasta. Kegiatan yang berlangsung di SMP 1 Jati Kudus, Senin (28/9) merupakan agenda pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru yang diadakan atas kerjasama pemerintah kabupaten dengan USAID Prioritas.

“Para perwakilan guru tersebut akan dilatih oleh 10 fasilitator dalam belajar cara menyampaikan materi yang baik serta memperbaiki kekurangannya, ” ujar Abdul Rochim, koordinator fasilitator pelatihan.

Rencananya penyampaian materi akan diadakan selama 4 hari mulai Senin hingga Kamis. “Nanti diakhiri pada hari Sabtu untuk terjun langsung mengajar siswa berdasarkan materi yang didapat saat pelatihan, ” jelasnya.

Keseratus guru tersebut akan mengajar didua sekolah yaitu SMP 1 Jati dan SMP 5 Kudus untuk langsung belajar dan mengaplikasikan materi yang didapat.

Rochim menambahkan selama pelatihan berlangsung hingga sore hari, para peserta dijamin tidak akan bosan. Sebab dalam penyampaian materi tidak menggunakan ceramah monoton. Akan tetapi lebih menuntut peserta untuk aktif. ” Peserta akan lebih sering mendapat tugas individu dan kelompol, ice breaking, serta diskusi sehingga meteri dapat terserap lebih banyak, ” ungkapnya. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

Berikut Adalah Kategori PNS yang Ikuti Tes

Ilustrasi PNS

Ilustrasi PNS

KUDUS – Ratusan PNS yang mengikuti tes kenaikan jabatan per 1 Oktober mendatang. Terdiri dari berbagai golongan. Seperti golongan pendidik, kesehatan dan lain sebagainya. Berikut merupakan daftar kategori PNS yang ikut tes kenaikan jabatan.

Kepala BKD Kudus Joko Triyono mengatakan, PNS yang diusulkan kenaikan pangkat terdiri dari jabatan fungsional umum (JFU), jabatan struktural, jabatan fungsional teknis (JFT) yang terbagi di antaranya guru, penyuluh KB, dan pengawas SMK.

Joko mengatakan, dari tes fisik ini dilakukan sistem grade mulai baik, cukup baik, cukup, dan kurang. Hasil tersebut nantinya digunakan untuk evaluasi, dan kegiatan seperti ini sudah dilaksanakan, pada saat usulan kenaikan pangkat periode April 2015.

Selain itu, secara rinci berikut adalah daftar jabatan yang ikuti tes, jabatan fungsional umum (JFU) 38 orang, jabatan struktural 15 orang, jabatan fungsional teknis (JFT) 212 orang. Kemudian guru 50 orang yang terdiri penyuluh KB 1 orang, pengawas SMK 1 orang, dan juga kesehatan 150 orang. (FAISOL HADI/TITIS W).

Mau Naik Pangkat, Ratusan PNS Harus Sehat dan Kuat

Ilustrasi PNS

Ilustrasi PNS

KUDUS – Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kudus dikalangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, harus memiliki kondisi fisik yang kuat untuk dapat naik pangkat. Hal itu sebabkan, dalam syarat naik pangkat harus juga disertai dengan kondisi fisik yang benar-benar sehat dan kuat.

Tak tanggung-tanggung, cara mengetahui seorang PNS kuat dalam fisik, Badan Kepegawaian Daerah Kudus (BKD) memberlakukan tes yang ketat pula. Sedikitnya 265 orang PNS mengikutinya, tes kesehatan tersebut dengan mengikuti tes fisik yakni jalan cepat di lapangan Stadiun GOR, Wergu Wetan, Jumat pagi lalu.

”Semuanya harus ditempuh para PNS sebelum naik pangkat periode 1 Oktober 2015 mendatang. Jadi mereka harus melalui tahapan tersebut,” kata Kepala BKD Kudus Joko Triyono kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, sebelum lari dilakukan tes kesehatan di antaranya tekanan darah dan jantung. Kemudian, sesuai nomor yang dipanggil peserta tes melakukan lari.

Dia menambahkan, kegiatan kemarin dilakukan untuk mengukur tingkat kesehatan jasmani para PNS, dan peduli menjaga kesehatan. Namun, untuk teknis lari bekerja sama dengan anggota Kodim Kudus.

”Lari memutari lapangan sebanyak enam kali, kami juga tidak memaksakan harus lari, diperbolehkan jalan, kalau tidak kuat. Tes ini nantinya dijadikan bahan evaluasi, tentang kondisi kesehatan PNS,” ungkap Joko. (FAISOL HADI/TITIS W)

Bupati: PNS Tidak Usah Aneh-Aneh

Bupati Kudus H Musthofa menyaksikan penandatanganan surat keputusan pengangkatan PNS baru di lingkungan Pemkab Kudus. Mereka diharapkan bisa bekerja dengan baik dan tidak aneh-aneh.(ISTIMEWA)

Bupati Kudus H Musthofa menyaksikan penandatanganan surat keputusan pengangkatan PNS baru di lingkungan Pemkab Kudus. Mereka diharapkan bisa bekerja dengan baik dan tidak aneh-aneh.(ISTIMEWA)

KUDUS – Penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebanyak 59 pegawai negeri sipil (PNS) baru di lingkungan Pemkab Kudus, di pendapa kabupaten, Selasa (30/6/2015), juga diwarnai dengan ”petuah” dari Bupati Kudus H Musthofa. Lanjutkan membaca

59 PNS Baru Huni Pemkab Kudus

Bupati Kudus H Musthofa saat mengambil sumpah 59 PNS baru yang terdiri dari guru dan dokter. Diharapkan mereka bisa menjadi PNS yang menjalankan tugas dengan baik. (ISTIMEWA)

Bupati Kudus H Musthofa saat mengambil sumpah 59 PNS baru yang terdiri dari guru dan dokter. Diharapkan mereka bisa menjadi PNS yang menjalankan tugas dengan baik. (ISTIMEWA)

KUDUS – Sebanyak 50 orang tenaga pendidik atau guru mulai dari sekolah dasar (SD) hingga SMA/SMK yang lolos tes CPNS dari formasi umum tahhun 2013 lalu, menerima surat keputusan (SK) mereka, di pendapa kabupaten, Selasa (30/6/2015). Lanjutkan membaca

Hati-hati, Pegawai Kecamatan Berani Bolos Setelah Libur Lebaran Bakal Kena Sanksi

Petugas Kecamatan Jekulo memberikan pelayanan kepada masyarakat, Senin (29/6/2015). (MuriaNewCom/Edy Sutriyono)

Petugas Kecamatan Jekulo memberikan pelayanan kepada masyarakat, Senin (29/6/2015). (MuriaNewCom/Edy Sutriyono)

KUDUS – Camat Jekulo Eko Hari Djatmiko mewanti-wanti kepada seluruh pegawai kecamatan untuk tidak molor saat mudik lebaran. Pasalnya, pihaknya tengah menyiapkan sanksi berupa penundaan hingga pemotongan Tunjangan Penghasilan Perangkat (TPP) begi mereka yang molor masuk kerja. Lanjutkan membaca