Bupati Grobogan Minta Kepala SKPD Tak Lindungi Anak Buahnya yang Tidak Disiplin

Bupati Sri Sumarni saling bermaafan dengan pejabat dan PNS usai apel perdana (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Sri Sumarni saling bermaafan dengan pejabat dan PNS usai apel perdana (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta agar momen Ramadan dan Lebaran hendaknya dijadikan sebagai lembaran baru buat para pegawai negeri sipil (PNS). Mereka diminta untuk meningkatkan disiplin dan tanggung jawab dalam mengemban tugas. Hal itu disampaikan Sri saat memimpin apel perdana pasca liburlebaran di halaman Setda Grobogan, Senin (11/7/2016).“Saya rasa, sebagai bupati tidak perlu ngopyak-opyak PNS untuk meningkatkan disiplin ini. Soalnya, para PNS ini orangnya sudah semakin pintar dan bukan seperti anak kecil,” katanya.

Menurutnya, tugas PNS ke depan dinilai semakin berat. Sebab, banyak pekerjaan berat yang harus dituntaskan bersama. Seperti, mengatasi masalah pengangguran, kemiskinan dan lainnya.

Terkait adanya PNS yang tidak masuk pada hari pertama pascalibur Lebaran, Sri menyatakan menyerahkan sepenuhnya kepada kepala SKPD masing-masing untuk menegur pegawai yang bersangkutan. Dia meminta semua pimpinan SKPD untuk segera melaporkan masalah itu secepatnya. Para pejabat juga diminta bisa membedakan hubungan personal dan kedinasan. “Jangan melindungi anak buah yang tidak disiplin. Yang baik diberikan apresiasi dan yang tidak harus diberi sanksi,” ujarnya.

Pihaknya ingin terus mengevaluasi kinerja pejabat dan aparatur sipil negara. Hasil evaluasi itu dijadikan bahan kebijakan pemerintah. Khususnya untuk penataan struktur organisasi.

Dengan evaluasi itu, diharap birokrasi Pemerintah Kabupaten Grobogan lebih produktif dan dalam suasana kerja yang kondusif. Yakni, di masing-masing unit dapat memahami kedudukan tugas pokok dan fungsi serta bertanggungjawab.”Masyarakat sudah menunggu dan berharap besar pada kita untuk mendapatkan pelayanan terbaik. Maka dari itu, masing-masing unit harus paham tugas pokok dan fungsinya masing-masing,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

PNS Libur di Hari Efektif, warga Grobogan : Enggak Fair

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Adanya hari kerja yang diliburkan lantaran terjepit hari libur seperti pada Sabtu (7/5/2016) mendatang, dianggap beberapa pihak tidak efektif. Masalahnya, roda pemerintahan praktis terhenti cukup lama mulai dari libur tanggal merah 5 dan 6 Mei.

”Seharusnya, hari Sabtu tetap masuk kerja seperti biasa. Soalnya, di kalender bukan merupakan tanggal merah. Lagi pula, Kabupaten Grobogan kan menerapkan kebijakan enam hari kerja,” kata Wiyadi, warga Purwodadi.

Dia menyatakan, adanya libur bersama itu lebih cocok diterapkan buat daerah yang melaksanakan lima hari kerja. Sementara daerah yang menerapkan enam hari kerja seperti Grobogan tidak harus mengikuti instruksi tersebut.

”Pemkab Grobogan ini boleh dibilang nggak fair. Kalau kerja nggak mau ikut yang lima hari. Tetapi giliran liburan ikutan nebeng,” imbuh Firmansyah, warga lainnya.

Ia juga menilai kebijakan itu tidak efektif dan kurang tepat sasaran. Pasalnya, pada hari itu banyak warga yang ingin mengurus berbagai keperluan. Sebaiknya, penentuan hari libur disesuaikan saja dengan kalender. Yakni, setiap tanggal merah semua aktivitas kantor diliburkan. Kemudian, jika tidak tanggal merah, harus masuk kerja seperti biasanya. Meskipun hari itu terjepit dengan dua hari libur

”Sebaiknya, liburan kerja ikut penanggalan di kalender saja. Kalau dalam tanggalan angkanya merah berarti libur kalau hitam berarti masuk kerja. Dulu-dulu acuannya juga kalender dan hasilnya juga baik,” katanya.

Kabag Humas Pemkab Grobogan Ayong Muctarom menyatakan, meski bukan tanggal merah namun hari Sabtu (7/5/2016) mendatang memang kantor instansi pemerintahan diliburkan. Hal itu dilakukan berdasarkan ketentuan baru pelaksanaan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2016.

“Jadi, perlu saya sampaikan, pada hari Sabtu nanti semua kantor dan instansi pemerintahan diliburkan. Memang kalau melihat kalender hari liburnya jatuh pada hari Kamis dan Jumat. Sementara Sabtunya bukan tanggal merah.Sementara jam kerja yang hilang pada hari Sabtu itu akan diganti dengan jam kerja pada hari kerja efektif minggu depannya,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Enaknya, PNS di Grobogan Dapat Libur Long Weekend 

Ratusan PNS di Grobogan Dapat Pembekalan Jelang Purna Tugas

Ratusan PNS yang akan memasuki pensiun mendapat pembekalan selama empat hari di Ruang Riptaloka Setda Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ratusan PNS yang akan memasuki pensiun mendapat pembekalan selama empat hari di Ruang Riptaloka Setda Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebanyak 230 PNS di lingkup Pemkab Grobogan mulai hari ini, Selasa (23/2/2016) hingga Jumat mendatang akan mendapatkan pembekalan menjelang purna tugas yang dilangsungkan di Ruang Riptaloka, Setda Grobogan.

Para PNS yang akan pensiun itu terdiri dari 154 orang guru dan 76 PNS non guru. Mereka ini akan purna tugas terhitung mulai 1 Mei 2017 sampai dengan 1 Desember 2017.

Asisten III Pemkab Grobogan Mokh Nursyahid dalam acara pembekalan itu menyatakan, meski sudah memasuki purna tugas, namun para pensiunan diminta untuk selalu berkarya. Baik untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

“Purna tugas merupakan masa yang akan dilalui setiap PNS. Meski nantinya sudah tidak lagi dalam ikatan dinas, namun kami harapkan sumbangan pemikiran dan karya-karya nyata ditengah masyarakat,” pesannya.

Dalam pembekalan itu, ada beberapa narasumber yang dihadirkan. Antara lain, dari pihak Badan Kepegawaian Daerah Grobogan, Kanreg I BKN Yogkakarta, dan PT Taspen.

Menurut Nursyahid, menghadapi pensiun, memang membutuhkan kesiapan mental tersendiri. Untuk itu, Pemkab Grobogan telah mempersiapkan dan merintis kegiatan untuk memberikan motivasi, wawasan, dan pengetahuan agar para PNS itu bisa membuat perencanaan saat memasuki masa purna tugas.

“Pemkab Grobogan mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian yang sudah diberikan selama ini. Sebelum memasuki masa purna tugas, kami harapkan agar bisa memberikan teladan serta mampu memberi karya terbaik bagi bangsa,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Sanksi Terhadap PNS yang Kedapatan Keluyuran Saat Jam Kerja Masih Berupa Pembinaan 

Petugas Satpol PP mendata PNS yang kedapatan keluyuran saat jam kerja (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas Satpol PP mendata PNS yang kedapatan keluyuran saat jam kerja (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Aparat Satpol PP Provinsi Jawa Tengah dan Satpol PP Grobogan menggelar operasi disiplin di sejumlah kantor dan pusat keramaian di Kota Purwodadi, Kamis (7/1/2016)

Kasi Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Jateng Tri Prasetyaning Tyas mengatakan, sesuai aturan yang berlaku Satpol PP memiliki tugas penegakan perda dan kegiatan seperti itu menjadi agenda rutin setiap triwulan. Razia itu dilakukan berdasarkan PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Dikatakan, kegiatan itu dilakukan untuk mengingatkan dan menertibkan PNS agar tidak keluar kantor kecuali ada urusan kedinasan. Tim teknis penertiban dalam kegiatan ini hanya melakukan pembinaan.

Sementara untuk pemberian sanksi diserahkan pada atasan para pegawai yang terjaring razia. Dia mengimbau, kepada kepala SKPD agar memberikan surat tugas ketika menugaskan pegawainya keluar kantor.

“Saya harap para kepala SKPD agar memahami prosedur dalam menugaskan bawahannya. Itu dilakukan agar mereka jelas saat menjalankan tugas kedinasannya,” kata Tri didampingi Kepala Satpol PP Grobogan Hadi Widoyoko. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Satpol PP Kejar-kejaran dengan PNS di Grobogan yang Keluyuran Saat Jam Kerja

Petugas Satpol PP mendata PNS yang kedapatan keluyuran saat jam kerja (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas Satpol PP mendata PNS yang kedapatan keluyuran saat jam kerja (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Aparat Satpol PP Provinsi Jawa Tengah dan Satpol PP Grobogan menggelar operasi disiplin di sejumlah kantor dan pusat keramaian di Kota Purwodadi, Kamis (7/1/2016).

Dalam kegiatan ini, ada belasan pegawai dari sejumlah instansi yang terjaring razia di sejumlah titik. Selain PNS, ada 4 orang yang diketahui merupakan pegawai honorer di instansi pemerintahan.

Dalam razia ini, petugas sempat kejar-kejaran dengan PNS yang tengah keluyuran pada jam kerja. Begitu tahu ada razia, beberapa PNS yang sedang shopping itu sempat berusaha kabur.

Namun banyaknya petugas yang terlibat dalam razia membuat para PNS itu tidak bisa berkutik. Termasuk mereka yang hendak kabur ketika masih berada di parkiran kendaraan.

Soalnya, beberapa petugas juga sudah menghadang di pintu keluar kendaraan. Satu orang PNS bahkan sempat terlihat lemas dan nyaris pingsan setelah sebelumnya sempat kejar-kejaran dengan petugas.

Razia yang dilakukan petugas gabungan itu dilakukan dalam dua tahap. Razia tahap pertama dilakukan di Kantor Balai Pelaksana Teknis (BPT) Bina Marga Provinsi Wilayah Purwodadi mulai pukul 07.30 WIB. Di sana, petugas tidak mendapati adanya pegawai yang bolos.

Kemudian, kegiatan dilanjutkan di Pasar Induk Purwodadi, Mini Mall Laksana dan Swalayan Luwes dan pertokoan di Jalan Siswa Purwodadi. Di empat tempat keramaian ini, petugas berhasil menjaring belasan pegawai yang tengah asik berbelanja.

Saat diperiksa petugas, para pegawai tidak bisa menunjukkan surat tugas dari pimpinannya. Selanjutnya, pegawai yang kedapatan keluyuran pada jam kerja itu langsung didata identitasnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Enaknya PNS Grobogan, Dapat Tambahan Hari Libur

PNS-libur

Kabag Humas Pemkab Grobogan Ayong Muctarom (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Meski hari Sabtu (26/12/2015) lusa bukan merupakan kalender merah namun pada hari itu aktivitas di lingkungan Pemkab Grobogan akan diliburkan. Liburan pada hari Sabtu itu merupakan ketentuan baru pelaksanaan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2015.

”Perlu saya sampaikan, pada hari Sabtu nanti semua kantor dan instansi pemerintahan diliburkan. Memang kalau melihat kalender hari liburnya jatuh pada hari Jumat dan hari Sabtunya bukan merupakan hari libur,” ungkap Kabag Humas Pemkab Grobogan Ayong Muctarom.

Ia menjelaskan, sesuai ketentuan hari libur terbaru, bagi daerah yang masih memberlakukan enam hari kerja seperti di Grobogan, apabila ada hari Sabtu yang diapit dua hari libur maka hari Sabtu tersebut ditetapkan sebagai hari libur biasa. Sementara jam kerja yang hilang pada hari Sabtu itu akan diganti dengan jam kerja pada hari kerja efektif minggu depannya.

Lebih jauh diterangkan, penggantian jam kerja efektif yang hilang pada Sabtu mendatang akan dilakukan pada minggu berikutnya dengan cara menambah jam kerja. Hari Sabtu (2/1/2016) juga akan diliburkan dan libur hari ini akan diganti pada jam kerja pekan depannya.

”Jadi untuk dua minggu kedepan ada penambahan jam kerja dari hari biasanya kecuali hari Jumat. Penambahan ini merupakan pengganti jam kerja hari Sabtu yang diliburkan itu. Yakni tanggal 26 Desember 2015 dan 2 Januari 2016,” katanya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Ratusan Guru SD di Grobogan Dilatih Kelola Barang

Ratusan Guru SD tengah mengikuti pelatihan Simda BMD di Ruang Riptaloka Setda Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ratusan Guru SD tengah mengikuti pelatihan Simda BMD di Ruang Riptaloka Setda Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Pengelolaan barang atau aset ternyata tidak hanya difokuskan di SKPD saja. Tetapi juga menyasar ke SD. Hal ini terlihat dengan adanya pelatihan Simda Barang Milik Daerah (BMD) buat guru SD yang jadi operator program tersebut.

Acara pelatihan di Ruang Riptaloka Setda Grobogan, dibuka Kepala DPPKAD Grobogan Moh Sumarsono. Pelatihan tersebut menghadirkan pula narasumber dari BPKP Perwakilan Jawa Tengah.

Menurut Sumarsono, pelatihan itu dilakukan karena pembuatan kartu inventaris ruangan (KIR) di SD belum didasarkan pada Simda. Oleh sebab itu, para operator di masing-masing sekolah diberikan pelatihan khusus untuk menangani masalah tersebut. Sebab, pihak sekolah yang tahu persis kondisi yang ada disitu.

“Peserta pelatihan ini ada 830 orang guru SD se-Kabupaten Grobogan. Pelatihan dilakukan bergelombang selama enam hari,” kata Sumarsono didampingi Kabid Aset Daerah Ambang Prangudi Margo.

Ditambahkan, dengan pelatihan tersebut nantinya akan terjadi tertib administrasi di level SD. Dengan demikian, hal ini akan memudahkan dalam melakukan inventarisasi atau mutasi aset. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Ratusan PNS Grobogan Ini Sumringah Karena Naik Pangkat

Sekda Grobogan Sugiyanto menyerahkan SK kenaikan pada anggota PNS, Rabu (30/9/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sekda Grobogan Sugiyanto menyerahkan SK kenaikan pada anggota PNS, Rabu (30/9/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Sebanyak 350 PNS di lingkup Pemkab Grobogan pagi tadi Rabu (30/9/2015) menerima SK kenaikan pangkat. Penyerahan SK dilakukan Sekretaris Daerah Grobogan Sugiyanto, didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Suhadi.

Menurut Suhadi, PNS yang naik pangkat ini sebanyak 41 orang dari lingkup guru dan sisanya 309 orang dari lingkup non guru. Dilihat dari golongan, sebanyak 3 orang dari golongan I, golongan II (89 orang), golongan III (230 orang) dan golongan IV (28 orang). SK kenaikan pangkat tersebut terhitung mulai berlaku periode 1 Oktober 2015.

”Dari 350 PNS yang dapat kenaikan pangkat, baru 229 orang yang SK nya sudah terealisasi. Sementara SK 119 PNS masih dalam proses di Kanreg I BKN Yogyakarta dan dua lagi masih berada di Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jakarta,” jelasnya.

Sementara itu, Sekda Sugiyanto menegaskan, kenaikan pangkat saat ini berbeda dengan dulu yang dilakukan secara otomatis. Dengan aturan sekarang, mereka yang naik pangkat terlebih dahulu harus melalui proses penilaian prestasi kerja. Oleh sebab itu, kesempatan mendapatkan kenaikan pangkat itu tergantung dari kinerja para PNS.

”Jadi kalau prestasi kerjanya tidak bagus maka kenaikan pangkat PNS itu bisa tertunda. Saya berharap agar hal ini bisa dipahami dan para PNS. Dan diharapkan makin meningkatkan kinerja setelah mendapat kenaikan pangkat tersebut,” ujarnya. (DANI AGUS/TITIS W)

Asisten III : Pensiun Tak Membatasi Seseorang untuk Berkarya

Asisten III Pemkab Grobogan Mokh Nursyahid memberi semangat PNS yang sebentar lagi akan memasuki purna tugas (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Asisten III Pemkab Grobogan Mokh Nursyahid memberi semangat PNS yang sebentar lagi akan memasuki purna tugas (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Meski sudah memasuki purna tugas, namun para pensiunan diminta untuk selalu berkarya. Baik untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Hal itu diungkapkan Asisten III Pemkab Grobogan Mokh Nursyahid dalam acara pembekalan bagi PNS yang memasuki purna tugas di Ruang RiptalokaSetda Grobogan siang tadi.

”Purna tugas merupakan masa yang akan dilalui oleh setiap PNS. Meski nantinya sudah tidak lagi dalam ikatan dinas, namun kami harapkan sumbangan pemikiran dan karya-karya nyata ditengah masyarakat,” pesannya.

Jumlah PNS yang mendapat pembekalan sebanyak 250 orang. Terdiri dari guru sebanyak 138 orang dan non guru ada 112 orang. Mereka ini akan purna tugas, terhitung mulai 1 Juli 2016 sampai dengan 1 April 2017.

Dalam pembekalan itu, ada beberapa narasumber yang dihadirkan. Antara lain, dari pihak Badan Kepegawaian Daerah Grobogan, Kanreg I BKN Yogkakarta, PT Taspen, dan LPPM UNS Surakarta.

Menurut Nursyahid, menghadapi pensiun memang membutuhkan kesiapan mental tersendiri. Untuk itu, Pemkab Grobogan telah mempersiapkan dan merintis kegiatan untuk memberikan motivasi, wawasan, dan pengetahuan agar para PNS itu bisa membuat perencanaan saat memasuki masa purna tugas.

”Pemkab Grobogan mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian yang sudah diberikan selama ini. Sebelum memasuki masa purna tugas kami harapkan agar bisa memberikan teladan serta mampu memberi karya terbaik bagi bangsa,” imbuhnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)