Stok Darah di Kota Magelang Saat Ini Tersisa Segini

Foto Ilustrasi. Petugas menunjukkan stok darah di kantor PMI. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Magelang – PMI Kota Magelang menyatakan saat ini stok darah di tempatnya tersisa 104 kantong. PMI terus melakukan pelayanan kegiatan donor darah di sejumlah tempat di Kota Magelang.

Staf Pencari dan Pelestari Donor Darah Sukarela PMI Kota Magelang Akadika Agus Kuncoro mengatakan stok darah di PMI Kota Magelang 104 kantong. “Dengan kegiatan sosial donor darah ini, tentu menambah stok darah di PMI Kota Magelang,” ujarnya di kesempatan donor darah di Komando Distrik Militer 0705/Magelang, Kamis (24/8/2017) dikutip dari Antara.

Komando Distrik Militer 0705/Magelang saat ini menyelenggarakan kegiatan sosial berupa donor darah melibatkan personel dari berbagai satuan di Kota Magelang. Hal itu dilakukan guna mendukung PMI setempat dalam pelayanan kebutuhan darah kepada masyarakat.

Komandan Kodim 0705/Magelang Letkol Inf Hendra Purwanasari setelah mengikuti donor darah mengatakan kegiatan dengan melibatkan ratusan personel TNI dan PNS tersebut dalam rangkaian HUT Ke-72 TNI di daerah setempat.

Ia mengemukakan tentang manfaat donor darah untuk membantu orang lain. Setelah diperiksa dan diuji keamanan dan kelayakannya oleh petugas PMI, katanya, kemudian darah tersebut digunakan untuk pasien yang membutuhkan. “Dengan donor seperti ini, kita membantu orang lain, menyelamatkan nyawa mereka,” ujarnya.

Selain membantu sesama yang membutuhkan darah, donor darah juga bermanfaat bagi kesehatan pendonornya. Bagi pendonor, ujarnya, aliran darah dalam tubuhnya menjadi lebih lancar. Donor darah juga mencegah penyumbatan arteri dan meningkatkan produksi sel darah merah si pendonor.

 

Editor : Akrom Hazami

Stok Darah di PMI Jepara Mulai Meningkat

Salah satu pegawai memperliatkan stok darah di PMI Kabupaten Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Jepara mulai meningkat, setelah sebelumnya sempat hanya menyisakan hanya 29 kantong. Kini, ketersediaan darah di Blood Bank mencapai 66 kantong untuk seluruh golongan, Rabu (2/8/2017).

Petugas Seksi Pelayanan Darah dan Rujukan PMI Jepara Syahrul menyampaikan, peningkatan stok ini seiring dengan jumlah pendonor yang bertambah. Hal itu dikarenakan, banyak even seperti HUT RI dan meningkatnya permintaan untuk donor darah massal.

“Kita optimis persediaan kantong darah bisa normal kembali pada bulan Agustus,” kata Syahrul. 

Adapun, stok kantong darah pada hari kedua Bulan Agustus terdiri atas golongan A 19 kantong, B 16 kantong, O 27 kantong dan AB empat kantong. Ia mengatakan, sediaan kantong darah selalu dinamis tiap hari, karena jumlah pendonor ataupun permintaan yang selalu bertambah ataupun berkurang. 

Dirinya menyatakan, pihaknya sudah menerima permintaan untuk melayani donor darah massal. Mulai dari awal bulan ini hingga pertengahan. Syahrul berujar, untuk setiap kegiatan donor darah setidaknya bisa mengumpulkan 25 kantong darah. 

Menjawab soal stok darah yang sempat kritis setelah Lebaran tahun ini, hal itu sudah terjadi tak hanya di Jepara. “Kondisi yang sama terjadi di hampir semua daerah di Jawa Tengah. PMI Magelang dan Pati pun sempat meminta bantuan stok darah ke PMI Jepara, namun tak dikabulkan, karen kondisinya pun serupa, sedang kritis,” urainya. 

Untuk mengatasi hal tersebut, ia mengatakan melayani warga. Hal itu dengan menghubungi pendonor yang pernah berderma darah di PMI, untuk membantu orang yang sedang membutuhkan transfusi darah.

Editor : Akrom Hazami

Puluhan Warga Gunungpati Ikuti Donor Darah TMMD di Kalisegoro

Personel TNI dari Kodim 0733 Semarang mengikuti donor darah di sela-sela pelaksanaan TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – TNI Manunggal Membangun Desa TMMD Kodim 0733 Semarang bersama PMI Kota Semarang, Rabu (2/08/2017) melaksanakan donor darah di Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati. Setidaknya terdapat 21 pendonor dari warga setempat yang ikut menyumbangkan darah mereka bagi warga yang membutuhkan.

Pasiter Kodim 0733 Semarang Kapten infrantri Suradi menjelaskan saat ini stok darah di PMI membutuhkan darah yang banyak untuk mengantisipasi masyarakat yang memerlukan bantuan darah secara darurat.

Pihaknya pun mengapresiasi respon masyarakat yang ikut menyumbangkan darahnya dalam kegiatan donor darah. 

“Donor ini kan kegiatan sosial, semoga ini bisa bermanfaat. Selain itu, donor darah juga membuat pendonornya akan lebih sehat lantaran ada regenerasi darah dalam tubuh,”imbuh suradi.

Semantara itu Sutono, warga yang mendonorkan darahnya mengaku selalu rutin mendonorkan darahnya di PMI kota Semarang. Setidaknya setiap tahun 2 sampai 3 kali mendonorkan darahnya.

“Ketika habis donor darah itu kok tubih terasa “enteng” dan segar. Kata dokter sih memang disarankan demikian rajin donor, alhamdulillah saya jarang sakit juga,”ujarnya.

Tono sapaan akrab pria berkacamata itu, juga mengapresiasi kepedulian TNI dengan menggelar donor darah di wilayahnya.

“Baru kali ini donor didekat rumah, kemarin dikasih tau sama pak RT untuk datang. Bagus sih, ndk perlu jauh-jauh ke kantor PMInya langsung,” terangnya. (nap)

PMI Grobogan dapat Program Pemberdayaan Air Bersih dan Sanitasi Internasional

Pertemuan berbagai stake holder dilangsungkan di kantor PMI Grobogan dalam rangka persiapan pelaksanaan program WASH, Kamis. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – PMI Grobogan pada tahun 2017 ini mendapat program pemberdayaan air bersih dan sanitasi atau secara internasional dikenal dengan Water, Sanitation and Hygiene (WASH). Program WASH ini dilakukan berkat kerja sama antara PMI pusat dengan Palang Merah Korea, dan Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) serta Kyungnam and Gwangjoo Chunnan Chapter.

“Program WASH baru kali ini kita dapat. Rencananya, program ini kita tempatkan di Desa Kandangan, Kecamatan Purwodadi,” jelas  Kepala Markas PMI Grobogan Djasman, saat menggelar pertemuan dengan berbagai stake holder progam WASH, Kamis (30/3/2017).

Selain pengurus PMI, pertemuan membahas program WASH juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Grobogan Lely Atasti, perwakilan Muspika Purwodadi, dinas sosial, PDAM, dan Perangkat Desa Kandangan. Hadir pula Pengurus PMI Provinsi Jawa Tengah Goenawan Permadi, serta dua koordinator program WASH Marten Krisando Legowo dan Hery Diyanto.

Program WASH tersebut menyangkut pemberdayaan air bersih, sanitasi, dan promosi kesehatan yang berbasis masyarakat. Dalam program tersebut akan dilakukan perbaikan atau pengadaan sarana air bersih. Antara lain, pembangunan sumur bor, pipanisasi, dan pompa air.

Selain itu, pengadaan sarana untuk mendung kebersihan juga akan disiapkan. Seperti sarana mencuci tangan di sekolah, pembuatan drainase limbah, dan tempat sampah.

“Program ini akan kita laksanakan dalam waktu dekat. Namun, sebelumnya kita perlu melakukan pertemuan untuk menyosialisasikan, mendiskusikan, dan menyepakati berbagai hal yang dibutuhkan sebelum menjalankan program,” kata Djasman yang juga menjabat sebagai Pokja WASH Kabupaten itu.

Goenawan Permadi menambahkan, di level Jawa Tengah, program WASH akan dilaksanakan di Grobogan dan Kota Semarang pada kurun waktu 2017-2019. Sebelumnya, selama dua tahun program tersebut sudah dilaksanakan di Banjarnegara dan Blora.

Editor : Akrom Hazami

30 Anggota Baru Korps Suka Rela PMI Grobogan Digembleng Pelatihan

Wakil Ketua PMI Grobogan bidang SDM dan Relawan  Lukas Supriyanto menyematkan kalung id card peserta pelatihan anggota KSR. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Para pendaftar anggota baru Korps Suka Rela (KSR) PMI Grobogan mulai menjalani kegiatan pendidikan dan pelatihan dasar. Jumlah anggota baru tercatat ada 30 orang. Mereka akan menjalani pelatihan selama empat hari, mulai tanggal 25 sampai 28 Maret mendatang.

Anggota baru KSR ini akan dibekali serangkaian materi dalam pelatihan. Antara lain,  materi tentang kepalangmerahan,  manajemen bencana,  dapur umum,  dan pengetahuan kebencanaan lainnya.  Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Ketua PMI Grobogan bidang SDM dan Relawan  Lukas Supriyanto. 

“Saya sangat berterima kasih kepada semua peserta yang masih peduli terhadap sesama dan mau bergabung dengan PMI Kab Grobogan”  pesan Lukas saat menjadi pembina upacara pembukaan.  

Setelah upacara pembukaan dilanjutkan materi tentang kepalangmerahan yang disampaikan oleh Sekretaris PMI Djasman.

Editor : Akrom Hazami

Pengurus Baru PMI Rembang Dilantik, Bayu Jabat Ketua

Pelantikan pengurus PMI Rembang untuk periode 2017-2022. Pelantikan pengurus dan Dewan Kehormatan dilakukan oleh Ketua PMI Jawa Tengah, Imam Triyanto, di Pendopo Museum RA Kartini Rembang, Rabu (1/3/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Bayu Andriyanto yang merupakan Wakil Bupati Rembang, kini juga resmi menjabat sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Rembang periode 2017-2022. Pelantikan pengurus dan Dewan Kehormatan dilakukan langsung oleh Ketua PMI Jawa Tengah, Imam Triyanto, di Pendopo Museum RA Kartini Rembang, Rabu (1/3/2017).

Imam Triyanto, Ketua PMI Jateng mengatakan, pihaknya memiliki tiga harapan bagi PMI Rembang. Mulai dari kemandirian,peningkatan sumber daya dan pelayanan. “Pertama, bagaimana setelah pelantikan ini, para anggota dapat mengusahakan kemandirian dalam pengelolaan PMI. Untuk mewujudkan hal tersebut, berbagai upaya bisa dilakukan, terutama yang menghasilkan dana tertentu diperbolehkan dalam rangka untuk membiayai program-program organisasi. Meskipun demikian, dukungan dari pemkab maupun DPRD juga masih diperlukan,” katanya.

Menurutnya, peningkatan sumber daya, merupakan kebutuhan vital. Pasalnya mereka merupakan elemen pelaksana tugas-tugas PMI. Tanpa sumber daya yang sesuai, maka apa yang diprogramkan PMI akan menghadapi kesulitan dalam pelaksanaannya.

“Saya meminta pengurus PMI Rembang harus terus berupaya bagaimana meningkatkan pelayanan. Karena pelayanan merupakan suatu tuntutan dari masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, jika hal tersebut cukup mudah.Yang terpenting menurutnya, adalah niat dan misi PMI. Karena, memiliki sumber dana banyak, tidak menjamin kinerja maksimal.

Ia menilai, kehadiran PMI merupakan salah satu elemen pendukung pemkab dalam mengurangi kemiskinan. Dari segi cakupan tugas. “Seharusnya PMI bisa lebih dari menangani masalah bencana dan darah, tetapi juga penanganan orang gila, sebagai unsur memanusiakan manusia,” katanya.

Ketua PMI Rembang terpilih, Bayu Andriyanto menegaskan, jika dirinya siap membawa PMI Rembang menjadi lebih baik dari sebelumnya, termasuk kenetralan semua anggota. Dalam kemanusiaan dan kebaikan PMI Rembang siap berlomba dan cepat tanggap.

“Kesiap-siagaan dan cepat tanggap ini, sangat dibutuhkan masyarakat khususnya mereka yang tertimpa bencana.Saya berharap kepengurusan yang baru ini bisa koordinasi  baik dengan berbagai stakeholder di Kabupaten Rembang ini,”ungkapnya.

Editor : Kholistiono

PMI Grobogan Dapat Bantuan Ambulans

 

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyerahkan bantuan ambulans yang diterima pada Ketua PMI Sugiyanto disaksikan Branch Manager Alfamart Rembang Putut Desi Susilo dan perwakilan FKPD. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyerahkan bantuan ambulans yang diterima pada Ketua PMI Sugiyanto disaksikan Branch Manager Alfamart Rembang Putut Desi Susilo dan perwakilan FKPD. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan –  Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta para pengurus PMI setempat agar lebih kreatif menggalang dana dari masyarakat untuk keperluan kemanusiaan. Salah satunya, dengan melibatkan perusahaan swasta yang sudah banyak bermunculan di Grobogan.

“Kreativitas ini diperlukan sepanjang transparan dan tidak menyalahi aturan. Di sini sudah banyak perusahaan swasta yang bisa diajak kerja sama,” kata Sri dalam acara penyerahan bantuan satu mobil ambulans dari perusahaan ritel nasional Alfamart di kantor PMI Grobogan, Rabu (8/2/2017).

Selama ini, Pemkab Grobogan sudah pernah menerima bantuan ambulans dari beberapa pihak. Kebanyakan, bantuan ini sumber dananya berasal dari CSR perusahaan. “Bantuan ambulans kali ini bikin saya kaget. Soalnya, dana pembelian ambulans bukan dari CRS. Tapi, dari donasi konsumen atau pelanggan yang belanja di Alfamart,” jelasnya.

Program tersebut, lanjut Sri, bisa ditiru dan diterapkan di Grobogan. Yakni, caranya bisa menggalang kerja sama dengan rumah makan dan hotel serta perusahaan swasta lainnya. “Pelanggan rumah makan atau usaha lainnya bisa pula diajak untuk menyisihkan dana bagi kemanusiaan. Tidak usah dalam jumlah banyak. Tapi cukup dari uang kembalian yang receh-receh saja seperti yang dilakukan Alfamart ini. Pengurus PMI saya minta bisa mengadopsi program ini,” cetusnya.

Sementara itu, Branch Manager Alfamart Rembang Putut Desi Susilo menyatakan, selain di Grobogan, bantuan ambulans yang dananya berasal dari donasi pelanggan juga diberikan di enam tempat lainnya. Yakni, Tangerang, Binjai, Pontianak, Palu, Lombok, dan markas pusat PMI. “Sumbangan ambulans ini dihimpun dari donasi pelanggan di gerai kami selama periode 1-31 Oktober 2015. Masing-masing ambulans harganya sekitar Rp 398 juta,” katanya.

Tahun 2016 lalu, pihaknya juga menyalurkan donasi konsumen melalui PMI. Wujudnya berupa 3 mobil unit donor darah, 1 mobil tangki air bersih dan 3.000 paket bantuan bencana alam. 

Editor : Akrom Hazami

Stok Darah di PMI Rembang Aman Hingga Akhir Tahun 2016

Susi, bagian unit tranfusi darah PMI Rembang menunjukan stok darah yang disimpan di almari penyimpanan darah. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Susi, bagian unit tranfusi darah PMI Rembang menunjukan stok darah yang disimpan di almari penyimpanan darah. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Palang Merah Indonesia (PMI) Rembang memastikan, stok darah hingga akhir tahun 2016 ini masin aman. Hingga saat ini, masih ada sisa darah dan masih ada berbagai kegiatan donor darah yang akan dilakukan oleh berbagai kalangan dalam beberapa hari ke depan.

“Amannya stok darah tersebut, lantaran saat ini PMI masih mempunyai stok yang cukup. Selain itu, nantinya juga ada kegiatan donor darah yang akan dilakukan oleh dalam beberapa acara,” ujar Susi, bagian unit tranfusi darah (UTD) PMI Rembang.

Dari data yang dimiliki, hingga saat ini stok darah golongan A ada sebanyak 80 kantong, B ada 185 kantong, AB 10 kantong dan O sebanyak 135 kantong. “Rabu besok, kita juga akan mengadakan donor darah pada  peringatan Hari Satpam. Kemudian, pada Kamis depan juga ada donor lagi dalam rangka peringatan Hari Ibu. Sehingga stok darah kita bisa bertambah lagi,” imbuhnya.

Ia katakan, untuk tahun 2016 ini, PMI Rembang, tiap bulannya menargetkan seribu kantong darah berbagai golongan. Kemudian, untuk penyalurannya, selama ini, tidak kurang 800 hingga 900 kantong darah setiap bulan didistribusikan. Baik itu ke rumah sakit yang ada di Rembang maupun di Tuban dan juga Jepara.

Editor : Kholistiono

Takut Donor Darah? Ini Trik Oke Biar Berani

Kegiatan donor darah tampak dilakukan di salah satu sudut di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kegiatan donor darah tampak dilakukan di salah satu sudut di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Tidak semua orang berani dengan jarum suntik. Terlebih donor darah, masih banyak dijumpai masyarakat yang takut dengan donor, dengan alasan yang beraneka macam. Padahal, terdapat cara praktis atasi takut donor darah.

Dokter fungsional PMI Kudus dr Elok Milhana mengatakan, donor darah tidak usah ditakutkan. Sebab semuanya sudah sesuai dengan prosedur dan alat yang teruji. Sehingga sebenarnya tidak akan ada yang perlu dikhawatirkan apalagi sampai ditakutkan.

“Kunci sebenarnya dalam melakuan donor adalah terletak pada diri sendiri. Sebab segala sesuatunya tentang donor harus disiapkan oleh diri sendiri,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, kesiapan mental justru dibutuhkan untuk dapat melangsungkan donor darah. Dengan mental yang lebih siap dalam donor, maka dapat membantu lebih percaya diri dalam donor.

Selain syaratnya yang tidak dapat di nego, yakni berat badan yang minimal 45, kepercayaan diri juga sangat membantu dalam donor. Selain hal wajib doa juga sangat jelas membantu.

Beberapa kasus, terkadang orang yang mau donor darah kali pertama akan merasa gugup. Hal ini berdampak pada tensi darah yang tidak stabil bahkan anjlok, sehingga tidak dapat melakukan donor darah.

“Jadi bagi yang mau berdonor sebaiknya menjaga kondisi tubuh. Selain itu tidak usah khawatir soal donor karena petugas juga sudah ahli. Jadi tidak akan apa apa,” ungkapnya.

Tenaga PMI juga sudah handal, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir lagi dengan donor karena semua petugas sudah menempuh pendidikan soal hal itu.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Mitos atau Fakta, Donor Darah Bisa Gemuk 

Mitos atau Fakta, Donor Darah Bisa Gemuk

Kegiatan donor darah tampak dilakukan di salah satu sudut di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kegiatan donor darah tampak dilakukan di salah satu sudut di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Di masyarakat berkembang kabar kalau dengan melakukan donor darah, maka seseorang yang dulunya kurus, bisa menjadi gemuk. Tidak hanya gemuk, bahkan seseorang yang mendonorkan darahnya akan kecanduan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dokter Maryata mengatakan, dengan melakukan donor darah maka tubuh akan  mengalami pergantian sel darah yang diambil. Hal itu akan membuat tubuh menjadi segar karena sel darah yang dihasilkan adalah sel darah muda.

“Dengan demikian tubuh akan menjadi segar dan fit dibandingkan dengan sebelumnya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, donor sebenarnya tidak dapat membuat seseorang menjadi gemuk. Bahkan kajian akademis tentang hal itu juga tidak ada yang menyebutkan kalau donor darah akan membuat orang gemuk.

Namun, dia mengungkapkan kalau seseorang yang selesai donor dan memiliki tubuh yang lebih fit, maka dapat membantu mendorong dan meningkatkan nafsu makan. Sehingga dengan lebih banyak makan dapat membuat tubuh menjadi gemuk.

“Kalau penjelasan gemuk karena nafsu makan bertambah mungkin iya, dapat membuat seseorang yang usai berdonor akan menjadi gemuk. Tapi kalau gara-gara donor jadi gemuk, bukan. Nanti malah yang ingin gemuk, donor dan yang sudah gemuk, tidak mau donor,” ujarnya.

Mitos lain yang berkembang dalam masyarakat adalah donor juga dapat membuat candu bagi pendonor. Hal itu juga menjadi perbincangan di kalangan masyarakat. Bahkan ada pula dari kabar tersebut yang membuat warga tidak berani donor.

Kabar itu juga disanggah oleh Maryata. Menurutnya, donor darah tidak membuat kecanduan. Sebab hal itu hanya dianggap sebagai mitos.

“Kalau candu tidak benar, tapi kalau darah tidak lama di donor, dapat membuat tubuh jadi lemas karena tidak ada pergantian dengan sel darah yang lebih muda. Dan ketika donor akan menjadi segar kembali. Mungkin itu yang disebut candu,” jelasnya.

 Editor : Akrom Hazami

 

Wow! Bulan Dana PMI Jepara Capai Rp 1,192 Miliar

Penyerahan hasil Bulan dana PMI dari panitia kepada PMI Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Penyerahan hasil Bulan dana PMI dari panitia kepada PMI Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Bulan dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jepara selama tahun 2015 meningkat sekitar 17,5 persen dibanding tahun 2014 lalu. Tahun 2015, jumlahnya mencapai Rp 1.192.504.000, sedangkan di tahun 2014 hanya Rp 1.014.476.600. Dengan jumlah yang besar tersebut, diyakini bulan dana PMI Jepara berada di papan atas di wilayah Provinsi Jawa Tengah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara Sholih, yang sekaligus sebagai Ketua Panitia Bulan Dana PMI tahun 2015 mengatakan, PMI Kabupaten Jepara dalam usaha menghimpun dana melalui Program Bulan Dana dilaksanakan berdasarkan Undang-undang tahun 1961 tentang pengumpulan uang dan barang, Undang-undang RI No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Anggaran Dasar/Angaran Rumah Tangga PMI, Surat dari PMI Prov. Jateng No.0131/BD/III/2015 tanggal 3 Maret 2015 perihal Juklak Penyelenggaraan Bulan Dana PMI Tahun 2015.

”Selain itu juga surat izin operasional Bapak Bupati Jepara No. 468/298 Tahun 2015 Tanggal 10 Agustus 2015 tentang pemberian izin pengumpulan sumbangan kepada PMI Kabupaten Jepara, Surat Keputusan Bupati Jepara No.468/325 Tahun 2015 Tanggal 7 September 2015 tentang susunan panitia bulan dana PMI Tahun 2015. Sasarannya para donatur dari lembaga pemerintah, lembaga swasta, maupun perorangan,” terang Sholih dalam laporannya, Rabu (13/1/2016).

Dia menambahkan, Hasil Bulan Dana PMI Tahun 2015 diserahkan kepada PMI Kabupaten Jepara agar dipergunakan untuk pelayanan Kepalangmerahan kepada masyarakat. Seperti halnya membantu korban bencana, membantu penderita akibat kerentanan lainnya tanpa mempertimbangkan latar belakang yang dibantu.

”Bulan Dana PMI merupakan bentuk partisipasi masyarakat di bidang kemanusiaannya berusaha meringankan penderitaan sesama manusia apapun sebabnya tanpa melihat latar belakang yang dibantu. Misi utama kegiatan penghimpunan dana dari masyarakat maupun berbagai instansi dan pihak ini adalah untuk bantuan kemanusiaan,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Pejabat Kecamatan di Jepara Harus Tularkan Ilmu PMI

Musyawarah Kerja Kabupaten (Muskerkab) 2016 PMI Jepara, di Aula PMI Kabupaten Jepara, Kompleks RSI Sultan Hadirin, Senin (11/01/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Musyawarah Kerja Kabupaten (Muskerkab) 2016 PMI Jepara, di Aula PMI Kabupaten Jepara, Kompleks RSI Sultan Hadirin, Senin (11/01/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Dalam Musyawarah Kerja Kabupaten (Muskerkab) 2016 PMI Jepara, di Aula PMI Kabupaten Jepara, Kompleks RSI Sultan Hadirin, Senin (11/01/2016), pejabat di tingkat kecamatan diminta harus menularkan ilmu dan pengetahuan mereka tentang PMI kepada yang lainnya.

”Ketua PMI kecamatan yang biasa diampu oleh salah satu pejabat kecamatan yang setiap saat pindah tempat tugas, maka untuk mengantisipasi kondisi ini dengan cara menularkan pengetahuan ke PMI an yang dimiliki bisa ditularkan kepada yang lain pada saat pelaksanaan rakor-rakor, pertemuan di kecamatan atau pada kesempatan lain,” kata Subroto, selaku Ketua Dewa Kehormatan PMI Jepara.

Menurutnya, hal itu harus dilakukan karena ketika suatu saat terjadi alih tugas, PMI tidak kekurangan kader yang mumpuni. Harapannya ke depan kader PMI memiliki kualitas SDM yang mumpuni dan dapat menjalankan tugas dan kewajibannya dengan sebaik-baiknya.

Muskerkab PMI merupakan kegiatan organisasi yang diatur dalam AD/ART yang dilaksanakan setahun sekali. Sekaligus bertugas untuk membahas laporan realisasi program kerja PMI/ Unit Transfusi Darah (UTD) tahun 2016 serta membahas hal-hal lain yang berkaitan dengan kegiatan kepalangmerahan.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Jepara, Ketua PMI Kabupaten Jepara, Kepala Darah UTD PMI Kabupaten Jepara, Wakil Ketua I dan II PMI Kabupaten Jepara, Pengurus PMI Kecamatan se Kabupaten Jepara dan tamu undangan Markas serta Korps Sukarela (KSR). (WAHYU KZ/TITIS W)

Ada yang Beda di Pelantikan Pengurus Baru PMI Pati Kali Ini

Pengurus baru Palang Merah Indonesia (PMI) Pati tengah berfoto bersama. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pengurus baru Palang Merah Indonesia (PMI) Pati tengah berfoto bersama. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Pengurus baru Palang Merah Indonesia (PMI) Pati yang berlangsung di Ruang Pragola Setda Pati, Sabtu (9/1/2016) berlangsung lancar. Kepengurusan PMI Pati kali ini juga melibatkan generasi muda.

Salah satunya, Tresya Oktavera Wedyastantri, mahasiswi asal Juwana yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Diponegoro. Ia sadar, bangsa Indonesia punya sedugang sumber daya manusia (SDM) yang cerdas.

Karena itu, pelibatan anak muda dalam organisasi maupun kelembagaan dinilai penting untuk membangun bangsa yang lebih baik. ”Percuma kalau banyak SDM dari generasi muda yang punya segudang potensi, tapi tidak dilibatkan dalam berperan aktif membangun negeri,” kata Vera kepada MuriaNewsCom.

Pelantikan PMI Pati kali ini tak hanya diikuti dari Pengurus PMI Provinsi Jawa Tengah, tetapi juga pengurus pusat. Hal itulah yang membuat suasana pelantikan agak berbeda.

Ketua Pengurus PMI Jawa Tengah Imam Triyanto mengatakan, pelantikan pengurus di tingkat daerah yang dihadiri pengurus pusat baru kali ini terjadi. ”Ini berbeda dan tidak biasa. Sepertinya baru kali ini pelantikan pengurus PMI di tingkat kabupaten yang dihadiri pengurus pusat,” imbuhnya.

Ia berpesan kepada pengurus terpilih baru agar lebih aktif dalam melaksanakan kegiatan kemanusian di wilayah Pati. ”Aktivitas sosial dan kemanusiaan harus ditingkatkan lagi dan lebih baik dari tahun sebelumnya,” tandasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Jika Kamu Dermawan? Jangan Cuek yang Satu Ini

PMI-2

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi memberikan sambutan di kegiatan bulan dana PMI 2015. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menandaskan bahwa bulan dana PMI tahun 2015 merupakan kesempatan masyarakat untuk menyumbang. PMI secara ikhlas dan sukarela. Hal ini sangat penting untuk membantu meringankan penderitaan sesama manusia.

“Ini harus dijadikan kesempatan untuk bersedekah, dengan ikhlas dan sukarela,” kata Marzuqi.

Menurutnya, pemkab sangat apresiasi terhadap keberhasilan pencapaian dari tahun ke tahun yang terus mengalami peningkatan. Khususnya di tahun 2014 lalu yang meningkat sangat tinggi.

Semoga dengan evaluasi dan peningkatan kinerja serta kebersamaan segenap komponen ke depan akan dapat mencapai target bahkan melebihi.

“Peningkatan capaian juga dapat dimaknai adanya peningkatan kepercayaan masayarakat atas berbagai kegiatan dan kiprah PMI selama ini. Yang terpenting dalam kegiatan bulan dana adalah solidaritas dan kebersamaan, bukan jumlahnya. Karena dengan soliodaritas akan membuka kemungkinan lebih banyak lagi para penyumbang. Akhirnya jumlah dana yang terkumpul juga akan lebih banyak pula,” terangnya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

 

Bulan Dana PMI di Jepara Ditarget Rp 1,6 Miliar

PMI-1

Pembukaan penyelenggaraan bulan dana PMI tahun 2015 disertai dengan pemotongan kue ulang tahun PMI ke-70 di Pendapa Kabupaten Jepara, Kamis (17/9/2015)

 

JEPARA – Pelaksanaan bulan dana PMI, mulai 18 September hingga akhir Desember tahun 2015 ini ditarget mencapai Rp 1,6 miliar.

Hal itu dikatakan Ketua Panitia, Sholih. Menurutnya,  target tersebut akan diperoleh melalui rencana melalui kupon sebesar Rp 1.379.800.000, dan pendapatan melalui list sebesar Rp 220.200.000,- .

“Target ini meningkat Rp 100 juta dibanding tahun lalu yang hanya sebasar Rp 1,5 miliar. Rencana ini didasarkan pada periode sebelumnya yang terus meningkat,” kata Sholih yang juga menjabat sebagai Sekda Jepara itu, dalam pembukaan penyelenggaraan bulan dana PMI di Pendapa Kabupaten Jepara, Kamis (17/9/2015).

Menurut dia, tercatat jumlah sumbangan bulan dana yang sudah masuk ke  PMI tahun lalu mencapai Rp 1.014.476.600.

Hasil itu menunjukkan adanya peningkatan sangat tajam dibandingkan tahun 2013 lalu yang hanya mencapai Rp 459.979.800, atau meningkat 120 %.

“Harapannya target tahun 2015 ini dapat terealisasi, sehingga akan lebih banyak dana PMI yang terkumpul untuk meringankan penderitaan sesama manusia. Utamanya yang disebabkan karena bencana dan kerentaan lainnya.  Tanpa harus membedakan suku bangsa, golongan, warna kulit, jenis kelamin dan bahasa,” terangnya.

Dia mengemukakan, kerja keras dan kebersamaan semua pihak harus terus ditingkatkan agar dapat mengumpulkan dana sesuai target bahkan kalau bisa melebihi. Mengingat kabupaten Jepara termasuk daerah rawan bencana. Baik itu bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung, kebakaran, musibah laut, tersambar petir dan lain sebagainya.

“Semuanya itu berakibat pada korban jiwa, harta maupun pekerjaan. Di samping itu kenyataan di masyarakat juga banyak terdapat para penderita sakit menaun, cacat berat, maupun penyandang masalah lain yang betul-betul memerlukan bantuan,” katanya.

Adapun rencana kupon yang diedarkan terdiri dari kupon Rp 1.000 sebanyak 11.500 lembar. Kupon Rp 2.000,- sebanyak 541.000 lembar. Kupon Rp 3.000 sebanyak 92.600 lembar serta kupon Rp. 5.000 sebanyak 1.700 lembar. Sedangkan rencana pendapatan dari list melui Dinas/Instansi diharapklan dapat menacapai Rp 220.200.000.

Dana tersebut nantinya 80 % akan digunakan untuk biaya kegiatan kemanusiaan yang pengelolaannya diserahkan kepada PMI Kabupaten. Sisanya 10 % untuk kegiatan PMI Propinsi dan 10 % lagi untuk biaya operasional usaha pengumpulan sumbangan. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

PMI Cepu Sukses Atasi Kelangkaan Golongan Darah AB

Salah satu pendonor yang sedang melakukan donor darah yang dilakukan UTD PMI Cepu. (MuriaNewsCom/Priyo)

Salah satu pendonor yang sedang melakukan donor darah yang dilakukan UTD PMI Cepu. (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Darah golongan AB yang sempat langka keberadaannya, saat ini dinyatakan aman. Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Cepu mencatat ada 17 kantong darah untuk golongan tersebut.

”Stok darah AB sampai saat ini masih aman. Sebelumnya memang mengalami kelangkaan untuk mendapatkannya. Karena itu, kita adakan banyak agenda donor darah,” kata Staf UTD PMI Cepu Yuli, Rabu (29/7/2015).

Ia menyebutkan, hingga hari ini stok darah tercatat ada 65 kantong. Dengan rincian, golongan darah A terdapat 8 kantong, golongan darah B terdapat 28 kantong, golongan darah O terdapat 22 kantong, dan golongan darah AB terdapat 17 kantong darah.

”Meski begitu, kesadaran masyarakat untuk melakukan donor darah masih rendah. Sehingga mengakibatkan seringnya PMI mengalami kekurangan stok darah,” ungkapnya

Sebelumnyam UTD PMI Cepu telah melakukan pengambilan darah pada siswa dan guru di salah satu sekolah ternama di Cepu. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.(PRIYO/SUPRIYADI)

Ramadan Datang, Stok Darah di PMI Pati Berkurang 50 Persen

Humas Unit Donor Darah (UDD) PMI Pati Safaati menunjukkan stok darah di PMI yang saat ini tersedia, Jumat (19/6/2015) pagi. (MURIANEWS/LISMANTO)

Humas Unit Donor Darah (UDD) PMI Pati Safaati menunjukkan stok darah di PMI yang saat ini tersedia, Jumat (19/6/2015) pagi. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Pati berkurang 50 persen selama Ramadan. Hal ini disebabkan banyaknya umat Muslim yang puasa, sehingga enggan mendonorkan darahnya. Lanjutkan membaca

Selama Ramadan, PMI Pati Buka Layanan Donor 24 Jam

Humas Unit Donor Darah (UDD) PMI Pati Safaati menunjukkan stok darah di PMI yang saat ini tersedia, Jumat (19/6/2015) pagi. (MURIANEWS/LISMANTO)

Humas Unit Donor Darah (UDD) PMI Pati Safaati menunjukkan stok darah di PMI yang saat ini tersedia, Jumat (19/6/2015) pagi. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Selama Ramadan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati akan membuka layanan donor darah 24 jam. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya kekurangan stok darah yang dibutuhkan selama puasa. Lanjutkan membaca

Hari Donor Darah, PMI Kudus Targetkan 50 Pendonor di Car Free Day

Petugas PMI Kudus membantu proses donor darah yang dilakukan warga Kudus sekaligus peserta Car Free Day. (MURIANEWS/IQBAL NA’IMY)

KUDUS – Hari Donor Darah yang jatuh pada hari ini, Minggu (14/6/2015) memang menjadi momen tersendiri bagi PMI Kudus. Dengan menggaet para peserta Car Free Day di Alun-alun Kudus, mereka berharap bisa mendapatkan minimal 50 kantong darah di acara tersebut.

Lanjutkan membaca

PMI Kudus Pikat Peserta Car Free Day Lakukan Donor Darah

Petugas PMI Kudus menyiapkan perlengkapan donor darah di Kawasan Alun-alun Kudus. (MURIANEWS/IQBAL NA’IMY)

KUDUS – Ada yang berbeda di Car Free Day Kudus yang bertempat di Alun-alun Kudus, Minggu (14/6/2015), hari ini. Sebuah minibus warna putih berhiaskan logo PMI Kudus diparkir tepat di depan Pendopo Kabupaten Kudus lengkap dengan peralatan donor.

Lanjutkan membaca

PMI Buka Stan Donor di Festival Tosan Aji

Petugas dari UKTD PMI Blora melayani pengunjung pameran Tosan Aji di GOR Mustika Blora yang ingin berdonor darah, Jumat (29/5/2015) malam. (MURIANEWS/PRIYO)

BLORA – Unit Kerja Transfusi Darah (UKTD) PMI Blora terus mengajak para masyarakat untuk sadar akan donor darah. UKTD PMI BLORA membuka Stan donor darah pada malam hari, hal ini dilakukan untuk ikut memeriahkan festival Tosan Aji IV di GOR Mustika PMI Blora dengan membuka layanan donor darah di halaman parkir GOR Mustika Blora.

Lanjutkan membaca