Stok Darah di PMI Rembang Mulai Menipis di Awal Ramadan

Petugas menunjukan stok darah kantor PMI Rembang.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Ketersedian stok darah di kantor PMI Cabang Rembang, diperkirakan akan menipis pada minggu kedua di bulan Ramadan. Sementara itu, untuk persediaan selama sepekan di awal Ramadhan ini masih dinilai aman.

Pencari Pelestari Donor Darah Sukerela (P2D2S) pada PMI Rembang Ervin Nurcahyanti mengatakan, pendonor darah di saat Ramadan memang sangat berkurang. Sedangkan untuk permintaan darah di kantor PMI, sekitar 40 kantung dalam sehari.

“Untuk ketersediaan  darah golongan A di kantor PMI ada 60 kantung, golongan B 140, golongan AB 23 kantung, dan golongan darah O ada 150 kantung. Stok itu dimungkinkan untuk menyediakan selama sepekan ke depan saat awal Ramadhan ini,” bebernya.

Sementara itu, saat ditanya mengenai bagaimana upaya untuk memenuhi stok darah di saat bulan puasa seperti ini, pihaknya mengutarakan bahwa akan menggelar donor darah secara keliling setelah shalat tarawih maupun lainnya.

“Kami terus melakukan sejumlah terobosan diantara donor keliling usai shalat tarawih, di masjid dan mushola dan mengingatkan melalui sms gateway kepada para pendonor,” katanya.

Di sisi lain, sebagai upaya pemenuhan stok  darah selama bulan ramadan dan menjelang Lebaran, pihaknya akan melakukan terobosan untuk mengamankan stok darah.

Menurut anjuran dokter, donor darah dalam kondisi tubuh berpuasa tidak mengganggu kesehatan. Namun jika kondisi tubuh tidak memungkinkan, lebih baik donor darah dilakukan usai berbuka puasa.

Editor : Kholistiono

Peringati Hari Palang Merah Sedunia, PMI Rembang Gelar Baksos

Ketua PMI Rembang Bayu Andriyanto saat meninjau pelaksanaan donor darah di Desa Gunem, Senin (8/5/2017). (Istimewa)

MuriaNewsCom,Rembang – Dalam rangka memperingati Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, Palang Merah Indonesia (PMI) Rembang mengadakan kegiatan donor darah dan pengobatan gratis di Desa Gunem, Kecamatan Gunem, Rembang, Senin (8/5/2017).

Roziqin, ketua panitia pelaksana kegiatan mengatakan, kegiatan donor darah dan pengobatan gratis tersebut merupakan agenda Karang Taruna Bhakti Mandiri Desa Gunem, yang bekerja sama dengan PMI Rembang.

“Dengan adanya kegiatan ini, kita ingin mengajak masyarakat peduli, salah satunya dengan cara mendonorkan darahnya. Dalam hal ini, masyarakat yang sakit juga bisa memeriksakan kesehatannya dan mendapatkan pengobatan secara gratis,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PMI Rembang Bayu Andriyanto yang juga sebagai Wakil Bupati Rembang menyampaikan, kegiatan donor darah dan pengobatan gratis tersebut dinilai sangat bermanfaat.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan sosial, ini kegiatan positif, semoga ini menjadi catatan amal baik kita semua,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bayu juga menyampaikan beberapa program Pemkab Rembang. Di antaranya tentang rumah layak huni dan tentang BPJS Kesehatan gratis.

Katanya, jika ada rumah tidak layak huni dan masyarakat miskin belum memiliki BPJS Kesehatan, ia meminta pemerintah desa untuk mendata dan nantinya diajukan.

Tak hanya itu, ia juga mensosialisasikan program pemkab tentang beasiswa sampai ke jenjang perguruan tinggi bagi siswa yang berprestasi. “Tahun ini anggaran beasiswa dianggarkan sekitar 2,5 milliar. Untuk anak-anaknya yang berprestasi silahkan didaftarkan,” ucapnya.

Sugiono (53) warga Desa Gunem RT 2 RW 1 mengungkapkan, dirinya merasa senang bisa mendapatkan pengobatan gratis, karena uang yang seharusnya ia gunakan untuk membayar biaya berobat, bisa digunakan untuk kebutuhan lain.

Tak hanya Sugiono, pengobatan gratis ini juga diikuti puluhan lansia yang rata-rata dari mereka kebanyakan menderita asam urat dan sebagian tekanan darah tinggi.

Editor : Kholistiono

Pengurus Baru PMI Rembang Dilantik, Bayu Jabat Ketua

Pelantikan pengurus PMI Rembang untuk periode 2017-2022. Pelantikan pengurus dan Dewan Kehormatan dilakukan oleh Ketua PMI Jawa Tengah, Imam Triyanto, di Pendopo Museum RA Kartini Rembang, Rabu (1/3/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Bayu Andriyanto yang merupakan Wakil Bupati Rembang, kini juga resmi menjabat sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Rembang periode 2017-2022. Pelantikan pengurus dan Dewan Kehormatan dilakukan langsung oleh Ketua PMI Jawa Tengah, Imam Triyanto, di Pendopo Museum RA Kartini Rembang, Rabu (1/3/2017).

Imam Triyanto, Ketua PMI Jateng mengatakan, pihaknya memiliki tiga harapan bagi PMI Rembang. Mulai dari kemandirian,peningkatan sumber daya dan pelayanan. “Pertama, bagaimana setelah pelantikan ini, para anggota dapat mengusahakan kemandirian dalam pengelolaan PMI. Untuk mewujudkan hal tersebut, berbagai upaya bisa dilakukan, terutama yang menghasilkan dana tertentu diperbolehkan dalam rangka untuk membiayai program-program organisasi. Meskipun demikian, dukungan dari pemkab maupun DPRD juga masih diperlukan,” katanya.

Menurutnya, peningkatan sumber daya, merupakan kebutuhan vital. Pasalnya mereka merupakan elemen pelaksana tugas-tugas PMI. Tanpa sumber daya yang sesuai, maka apa yang diprogramkan PMI akan menghadapi kesulitan dalam pelaksanaannya.

“Saya meminta pengurus PMI Rembang harus terus berupaya bagaimana meningkatkan pelayanan. Karena pelayanan merupakan suatu tuntutan dari masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, jika hal tersebut cukup mudah.Yang terpenting menurutnya, adalah niat dan misi PMI. Karena, memiliki sumber dana banyak, tidak menjamin kinerja maksimal.

Ia menilai, kehadiran PMI merupakan salah satu elemen pendukung pemkab dalam mengurangi kemiskinan. Dari segi cakupan tugas. “Seharusnya PMI bisa lebih dari menangani masalah bencana dan darah, tetapi juga penanganan orang gila, sebagai unsur memanusiakan manusia,” katanya.

Ketua PMI Rembang terpilih, Bayu Andriyanto menegaskan, jika dirinya siap membawa PMI Rembang menjadi lebih baik dari sebelumnya, termasuk kenetralan semua anggota. Dalam kemanusiaan dan kebaikan PMI Rembang siap berlomba dan cepat tanggap.

“Kesiap-siagaan dan cepat tanggap ini, sangat dibutuhkan masyarakat khususnya mereka yang tertimpa bencana.Saya berharap kepengurusan yang baru ini bisa koordinasi  baik dengan berbagai stakeholder di Kabupaten Rembang ini,”ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Tiap Tahun PMI Rembang Target Stok Darah Naik 2.400 Kantong

Susi, bagian unit tranfusi darah PMI Rembang menunjukan stok darah yang disimpan di almari penyimpanan darah. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Susi, bagian unit tranfusi darah PMI Rembang menunjukan stok darah yang disimpan di almari penyimpanan darah. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Palang Merah Indonesia (PMI) Rembang setiap tahunnya menargetkan, stok darah bisa naik sebanyak 2.400 kantong. Ditargetkan adanya penambahan stok darah setiap tahunnya tersebut, tak lepas dari permintaan yang juga meningkat.

“Ada berbagai faktor yang mengharuskan kita berupaya untuk menambah jumlah stok darah setiap tahunnya. Di antaranya, faktor kondisi cuaca alam di Rembang, tingkat angka kecelakaan yang termasuk tinggi, demam berdarah, angka melahirkan dan juga permintaan dari daerah lain,” ujar Susi,bagian unit tranfusi darah PMI Rembang.

Menurutnya, untuk 2015, PMI Rembang menargetkan ada 800 kantong darah berbagai golongan untuk setiap bulan. Atau, bila ditotal selama setahun ada 9.600 kantong.Untuk penyalurannya, setiap bulannya ada sekitar 600 hingga 700 kantong darah.

Sementara, untuk 2016 ini, PMI menargetkan sebanyak 1.000 kantong darah per bulan atau sebanyak 12 ribu kantong per tahunnya. Sedangkan untuk target di tahun 2017 mendatang, pihak PMI mengutarakan bahwa akan berupaya bisa mentargetkan sebanyak 1.200 kantong per bulan atau 14.400 kantong per tahun.

“Kalau masalah target, nanti kita koordinasikan kembali dengan PMI. Kami, juga melihat permintaan dari rumah sakit atau juga melihat kondisi alamnya. Untuk sementara ini, memang permintaan darah berbagai golongan itu bukan sekadar dari rumah sakit yang ada di Rembang saja. Melainkan permintaan itu juga ada yang dari wilayah Jepara dan Tuban,” ungkapnya.

Dengam adanya kondisi seperti itu, pihaknya yakin akan bisa menyetok darah dengan maksimal. Selain itu, pihaknya juga akan terus menggandeng berbagai kalangan untuk bisa mendonorkan darah dengan sukarela atas dasar kemanusian.

Editor : Kholistiono

Stok Darah di PMI Rembang Aman Hingga Akhir Tahun 2016

Susi, bagian unit tranfusi darah PMI Rembang menunjukan stok darah yang disimpan di almari penyimpanan darah. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Susi, bagian unit tranfusi darah PMI Rembang menunjukan stok darah yang disimpan di almari penyimpanan darah. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Palang Merah Indonesia (PMI) Rembang memastikan, stok darah hingga akhir tahun 2016 ini masin aman. Hingga saat ini, masih ada sisa darah dan masih ada berbagai kegiatan donor darah yang akan dilakukan oleh berbagai kalangan dalam beberapa hari ke depan.

“Amannya stok darah tersebut, lantaran saat ini PMI masih mempunyai stok yang cukup. Selain itu, nantinya juga ada kegiatan donor darah yang akan dilakukan oleh dalam beberapa acara,” ujar Susi, bagian unit tranfusi darah (UTD) PMI Rembang.

Dari data yang dimiliki, hingga saat ini stok darah golongan A ada sebanyak 80 kantong, B ada 185 kantong, AB 10 kantong dan O sebanyak 135 kantong. “Rabu besok, kita juga akan mengadakan donor darah pada  peringatan Hari Satpam. Kemudian, pada Kamis depan juga ada donor lagi dalam rangka peringatan Hari Ibu. Sehingga stok darah kita bisa bertambah lagi,” imbuhnya.

Ia katakan, untuk tahun 2016 ini, PMI Rembang, tiap bulannya menargetkan seribu kantong darah berbagai golongan. Kemudian, untuk penyalurannya, selama ini, tidak kurang 800 hingga 900 kantong darah setiap bulan didistribusikan. Baik itu ke rumah sakit yang ada di Rembang maupun di Tuban dan juga Jepara.

Editor : Kholistiono

PMI Rembang Targetkan 12 Ribu Warga Sadar Donor Darah

Warga sedang mendonorkan darah beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom)

Warga sedang mendonorkan darah beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Rembang – Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Rembang terus gencar mensosialisasikan sadar donor darah terhadap warga.  Sosialisasi tersebut dilakukan di berbagai instansi pemerintah maupun swasta.

Bagian Pencari Pelestari Donor Darah Sukarela (P2D2S) PMI Rembang Ervin mengatakan, dengan adanya sosialisasi tersebut, diharapkan dapat menambah jumlah pendonor darah sukarela. “Untuk tahun 2015 lalu, setiap bulannya kita hanya mendapatkan sekitar 900-an pendonor. Tahun ini, kita harapkan bisa mencapai seribu pendonor setiap bulannya bahkan bisa lebih,” katanya.

Menurutnya, secara keseluruhan, untuk tahun 2015, pihaknya mendapatkan lebih dari 10 ribu pendonor. Sedangkan di tahun 2016 ini, selama Januari hingga Juni 2016, pihaknya sudah mendapatkan sekitar 7.200 pendonor. Selain itu jenis darah yang didonorkan juga relatif seimbang jumlahnya. Baik itu A, B, maupun O.

Ia juga katakan, untuk darah yang paling banyak dibutuhkan selama ini yakni golongan darah A dan B. “Biasanya golongan darah A dan B ini dibutuhkan orang yang usai melahirkan, operasi, penyakit dalam dan sebagainya,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono