Takut Donor Darah? Ini Solusinya

Donor Darah (e)

Aktivitas donor darah beberapa waktu lalu yang diadakan PMI Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan donor darah merupakan aksi sosial dan juga menyehatkan. Namun ternyata tidak semua masyarakat berani melakukannya. Untuk itu, berikut merupakan tips yang dapat membantu masyarakat dalam lancar melakukan donor darah.

Dokter fungsional PMI Kudus Elok Milhana mengatakan, kunci dalam melakuan donor sebenarnya terletak pada diri sendiri. Sebab segala sesuatunya tentang donor harus disiapkan oleh diri sendiri.

”Seperti halnya syaratnya. Yakni mulai dari berat badan yang minimal 45 kg. Jadi kalau mau donor bisa dipersiapkan untuk tidak kurang dari berat minimal tersebut,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, kesiapan mental juga sangat dibutuhkan untuk dapat melangsungkan donor darah. Melihat beberapa orang takut melakukan donor darah, khususnya bagi yang melakukan kali pertama.

Beberapa kasus, terkadang orang yang mau donor darah kali pertama akan merasa gugup. Hal irit berdampak pada tensi darah yang tidak stabil bahkan anjlok. Sehingga tidak dapat melakukan donor darah.

”Jadi bagi yang mau berdonor sebaiknya menjaga kondisi tubuh. Selain itu tidak usah khawatir soal donor darah, karena petugas juga sudah ahli,” ungkapnya.

Soal keinginan donor darah, PMI Kudus berharap besar bagi masyarakat. Sebab permintaan darah semakin banyak dari tiap tahun. Untuk itu harapannya juga makin banyak yang donor darah.

Editor : Titis Ayu Winarni

PMI Kudus Kewalahan Penuhi Permintaan Darah

Salah seorang warga terlihat mendonorkan darahnya (MuriaNewsCom)

Salah seorang warga terlihat mendonorkan darahnya (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Palang Merah Indonesia (PMI) Kudus kesulitan memenuhi permintaan darah masyarakat yang mencapai kisaran 1.500 kantong darah/bulan. Apalagi, permintaan darah mengalami peningkatan karena penyakit demam berdarah dengue (DBD).

“Jadi tiap bulan, darah yang terkumpul sampai 1.500 kantong. Namun untuk di Kudus ini, ternyata  butuh lebih banyak dari itu, bahkan untuk sekarang juga malah kurang, karena kehabisan,” kata dokter fungsional PMI Kudus Elok Milhana kepada MuriaNewsCom.

Untuk memenuhi kebutuhan darah, katanya, PMI juga gencar melakukan aksi donor darah. Dengan cara tersebut,  diharapkan kebutuhan darah di Kudus dapat terpenuhi.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk rutin mendonorkan darahnya, sehingga stok darah di PMI juga dapat terpenuhi sesuai dengan banyaknya kebutuhan darah.

“Biasanya kami melakukan kerja sama dengan sekolah-sekolah, perusahaan,pabrik atau kampus. Atau,terkadang juga kami melakukan kerja sama dengan ormas dan organisasi lainya,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

Wabah DBD Marak, Stok Darah PMI Kudus Kosong

Beberapa masyarakat ikut donor darah yang digelar PMI di Kecamatan Kaliwungu, Jumat (19/2/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Beberapa masyarakat ikut donor darah yang digelar PMI di Kecamatan Kaliwungu, Jumat (19/2/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Banyaknya permintaan darah selama 2016, membuat PMI Kudus kehabisan stok darah. Terlebih, banyaknya warga yang terjangkit demam berdarah (DBD) membuat banyak warga yang mencari darah.

Hal itu diungkapkan dokter fungsional PMI Kudus, Elok Milhana. Menurutnya selama 2016, pencari darah sangat banyak. Bahkan terparah adalah pada pekan ini yang menyebabkan stok darah habis.

”Stoknya tidak mencukupi kebutuhan. Bahkan mulai kemarin, Kamis (18/2/2016) stoknya sudah habis. Untuk semua jenis darah,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, tiap bulan rata-rata penambahan stok darah dari donor darah sejumlah 150 kantung darah. Sedangkan permintaan kepada PMI melebihi jumlah tersebut.

Khususnya, golongan darah untuk jenis O. Golongan darah jenis itu banyak permintaan, namun banyak pula yang donor darah dengan jenis tersebut. Namun, PMI benar-benar kualahan akibat banyaknya penderita DBD. Sehingga stok kantung darah habis.

Hari ini, PMI Kudus tengah melakukan donor darah di Kecamatan Kaliwungu. Sedikitnya 60 kantung darah terserap dari donor darah tersebut.

Hanya, darah yang dikumpulkan belum dapat digunakan lantaran harus dibuatkan proses selanjutnya di PMI. ”Sedikitnya membutuhkan waktu sampai dua hari, baru darah dapat digunakan,” ujarnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

PMI Kudus Minta KSR/PMI UMK Targetkan 50 Kantung Darah Tiap Bulan

PMI-Kudus

Kegiatan rutin donor darah yang diselenggarakan KSR/PMI Universitas Muria Kudus, Kamis (10/12/2015). (ISTIMEWA)

 

KUDUS – Untuk kali ketiga di tahun 2015 ini, KSR/PMI Unit Universitas Muria Kudus (UMK), menggelar aksi sosial donor darah. Kamis (10/12/2015) ini, kegiatan donor darah juga digelar kembali di Auditorium Kampus.

Dibuka mulai pukul 10.00 WIB, Auditorium Kampus nampak sudah diserbu oleh civitas akademika yang hendak mendonorkan darahnya dalam kegiatan yang rutin digelar oleh salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di UMK tersebut.

”Targetnya kegiatan ini bisa mengumpulkan 80 kantung darah,” ujar komandan KSR/PMI Unit UMK, Arif Prabowo, disela-sela memantau pelaksanaan donor darah.

Arif Prabowo mengungkapkan, pada pelaksanaan donor darah kali ini, target diturunkan, karena tidak mengundang institusi lain untuk berpartisipasi. ”Kegiatan donor darah sebelumnya mampu mengumpulkan sekitar 150 kantung darah, karena ada partisipasi dari Kodim, Polres, dan sekolah-sekolah,” ungkapnya.

Kendati tidak mengundang institusi di luar UMK, tambahnya, namun berarti kegiatan donor darah ini hanya diperuntukkan bagi civitas akademika saja, yaitu mahasiswa, dosen, dan karyawan. ”Masyarakat umum juga boleh ikut donor di sini,” lanjutnya.

Mawarda Lailatul Khasanah menimpali, KSR/PMI Unit Umk merupakan salah satu organisasi kampus mitra PMI yang cukup aktif menggelar kegiatan donor darah di Kabupaten Kudus. Tak heran, jika pihak PMI Cabang Kudus pun menaruh perhatian tersendiri terhadap salah satu UKM di Kampus UMK ini.

”Dari pihak PMI Cabang Kudus meminta KST/PMI Unit UMK bisa menggelar donor darah setiap sebulan sekali, dengan target diturunkan 50 kantung darah. Namun ini perlu dibicarakan secara serius terlebih dahulu di tingkatan KSR mengenai kemungkinannya,” katanya. (TITIS W)

 

Tolong Pasien tapi Terkendala Alat? Bagi PMI Kudus, Hal itu Bukan lagi Masalah

Penerimaan bantuan untuk PMI Kudus sedang berlangsung. (MuriaNewsCom/Merie)

Penerimaan bantuan untuk PMI Kudus sedang berlangsung. (MuriaNewsCom/Merie)

 

KUDUS – Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Kudus menerima bantuan berbagai peralatan dari Djarum Foundation. Acara serah terima bantuan dan penandatanganan nota kesepahaman, dilaksanakan di lantai II Markas PMI Kudus, Jalan Kudus-Purwodadi, Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kudus, Jumat (27/11).

Berbagai peralatan yang diterima antara lain berupa centrifuge (pemutar darah), tempat penyimpanan darah (blood bank), pemutar sampel darah sebelum dilakukan scaning, dan pemisah komponen darah. “Alat-alat tersebut memang sangat diperlukan untuk menunjang kinerja UDD PMI,” kata Ketua PMI Kudus, Noor Yasin.

Disampaikannya, alat tersebut akan mengoptimalkan kinerja PMI dalam menyediakan kebutuhan darah, bagi masyarakat Kudus dan sekitar. “Dengan tersedianya darah yang diperlukan, akan mengurangi risiko medis yang mungkin dapat ditimbulkan, saat pasien membutuhkan darah,” ujarnya.

Manajer Corporate Affair Djarum Foundation, Purwono Nugroho, berharap dengan adanya bantuan ini PMI dapat meningkatkan kualitas pelayanannya ke masyarakat. Baik bagi pendonor maupun masyarakat yang membutuhkan.

“Kami harap, pelayanan PMI semakin meningkat, baik secara kualitas maupun kuantitas. Sehingga bisa melayani kebutuhan darah lebih banyak, dengan kualitas yang lebih baik,” harap dia.

Disampaikan, PT Djarum yang mempunyai ribuan karyawan juga merupakan bagian dari masyarakat Kudus. “Kita di Kudus dan mari bersama-sama bekerja untuk kebaikan masyarakat Kudus,” ucapnya.

Dia mengingatkan, memasuki musim hujan ini banyak potensi bencana yang bisa terjadi. Baik potensi bencana alam, maupun wabah penyakit.

“Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat untuk menjaga danmelestarikan lingkungan sekitar,” tuturnya.

Jika mengabaikan kelestarian lingkungan, bisa menimbulkan potensi banjir, tanah longsor, maupun bencana lainnya. Sementara, di sisi lain jika mengabaikan kebersihan lingkungan bisa menimbulkan berbagai macam penyakit, demam berdarah misalnya.

“Semoga tak ada bencana berarti di Kudus pada tahun ini, dan tahun-tahun mendatang. Meskipun kini PMI telah meningkatkan kesiapsiagaannya, tapi kita selalu berusaha dan berdoa agar selalu dijauhkan dari bencana,” ucap dia. (MERIE/AKROM HAZAMI)

Tambah Ilmu, Tambah Teman dengan PMI

Beberapa siswa dari perwakilan setiap sekolah se-Kabupaten Kudus mengikuti upacara hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah sedunia ke 152, di PMI Kudus. Dalam kegiatan itu, setiap peserta diberikan ilmu kepalang merahan dan menambah teman baru. (Murianews/EDY SUTRIYONO)

KUDUS – Kegiatan Palang Merah Remaja (PMR) yang diselenggarakan oleh setiap sekolah mempunyai manfaat cukup beragam bagi siswa yang mengikutinya. Baik dari bertambahnya ilmu dan teman.

Lanjutkan membaca

PMI Kudus Siapkan Pelopornya di Setiap Sekolah

Ketua PMI Kudus Noor Yasin saat menjadi pembina upacara Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional yang ke-152. (MURIANEWS/EDY SUTRIYONO)

KUDUS – Kudus harus sejahtera lewat lewat Palang Merah Indonesia (PMI). Imbauan itu diserukan oleh Ketua PMI Kudus Noor Yasin saat menjadi pembina upacara Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional yang ke-152.

Lanjutkan membaca