Persediaan Darah di Jepara Kritis

Petugas PMI Jepara menunjukan simpanan darah di Blood Bank. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persediaan darah di PMI Jepara kritis. Data yang tercatat di Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) Jepara total stok darah tinggal 29 kantong whole blood (WB), untuk semua golongan darah. 

Kepala PMI Jepara Sutejo mengakui hal tersebut. Menurutnya, kekurangan stok darah tersebut terjadi hampir tiap tahun.

“Kekurangan itu siklus tahunan. Jadi setiap habis momen Lebaran minat masyarakat untuk mendonor darah menurun,” ucapnya, Jumat (14/7/2017).

Namun demikian, pihaknya tetap memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Dirinya mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan solusi untuk menghadapi masalah tersebut. Satu di antaranya menyasar komunitas warga yang siap berdonor. 

“Solusi lain adalah dengan mengontak paguyuban donor darah Jepara, kita hubungi agar bisa mendonorkan darah. Solusi kedua dari keluarga yang membutuhkan darah kita minta partisipasi untuk mencari pendonor,” kata dia. 

Data yang diperoleh MuriaNewsCom, untuk stok darah  golongan A tinggal empat kantong, golongan B tujuh kantong, AB enam kantong dan O menyisakan 12 kantong darah.

Editor : Kholistiono

Stok Darah di Jepara Masih Stabil di Bulan Ramadan

Petugas PMI Jepara menunjukan simpanan darah di Blood Bank, Rabu (31/5/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Stok darah di Kabupaten Jepara masih stabil. Memasuki hari kelima Bulan Ramadan, masih tersedia 400 kantong darah. Namun demikian, PMI Jepara tetap mengantisipasi kelangkaan selama bulan Ramadan. 

Hal itu berkaca pada tahun lalu, di mana pasokan darah selama Ramadan pasti menurun. Pada hari Rabu, stok darah di PMI Jepara dirinci sebagai berikut. Golongan darah A berjumlah  112 kantong, golongan B berjumlah 124 kantong, jenis O sebanyak 136 kantong dan golongan AB terdapat 68 kantong. 

Petugas Seksi Pelayanan Darah dan Rujukan PMI Jepara Syahrul berkata, setiap bulan Ramadan pasokan darah hampir dipastikan menurun. Hal itu karena kegiatan donor darah frekuensinya jauh berkurang. 

“Untuk mengatasinya kami menggelar kegiatan donor darah selama sebulan penuh di bulan April dan awal Mei, menjelang puasa,” katanya, Rabu (31/5/2017). 

Di samping itu, pihaknya juga menggelar kegiatan donor darah pada beberapa tempat ibadah nonmuslim. Di antaranya, gereja dan Vihara. Selain itu di beberapa tempat, kegiatan tersebut dilaksanakan pada malam hari, mengingat pendonor melaksanakan puasa di siang hari. 

Antisipasi lain adalah melakukan pengolahan darah secara langsung bila PMI benar-benar kehabisan stok darah. 

“Jikalau tidak ada tersisa stok darah, maka keluarga pasien akan diminta menjadi pendonor kemudian diolah dan digunakan. Pada tahun 2013 lalu, kita sempat kekosongan stok, hal itu mengingat kita belum melakukan strategi seperti sekarang,” kata dia. 

Adapun dalam sehari, rerata kebutuhan darah yang disalurkan ke beberapa rumah sakit adalah 60 kantong. Dia merinci, rerata stok darah selama setiap bulan berjumlah sekitar 1000 kantong lebih. Untuk bulan April 2017, kantong darah yang tersimpan di Blood Bank PMI Jepara berjumlah 1.780 buah.

Editor : Kholistiono

PMI Jepara Diminta Tingkatkan Peran Sosial

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Ketua Dewan Kehormatan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Jepara Dian Kristiandi, mengharapkan peningkatan peran PMI dalam berbagai kegiatan sosial. Ia mengatakan, tugas itu juga menjadi kewajiban dari lembaga turunan PMI seperti KSR dan PMR.

“Baik PMI, KSR dan PMR dapat memegang teguh tujuh prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Internasional. Peran ini harus dipahami segenap pengurus PMI dan elemen terkait sehingga dapat memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat,” tutur Dian. 

Ia mengungkapkan peran serta PMI dalam bidang sosial tidak hanya sebatas kegiatan transfusi darah. Namun harus ikut memberikan pertolongan pada korban kecelakaan, bencana dan pembangunan kemasyarakatan, sebagaimana telah dilakukan selama ini memang tak mudah, apalagi badan itu juga harus ikut andil dalam penyebarluasan prinsip kepalang merahan dan perikemanusiaan internasional.

Adapun di bidang transfusi darah, pada 2016 lalu PMI telah mengumpulkan 14.417 kolf darah. Kondisi itu tentu saja mengalami peningkatan dibanding pada masa awalnya yang menggalang 9.435 kolf darah. 

Perlu diketahui, Dian Kristiandi ditetapkan sebagai  Ketua Dewan Kehormatan PMI Cabang Jepara untuk periode 2017-2022, pada Selasa (23/5/2017) lalu. Adapun, Pengurus PMI Jepara untuk periode yang sama adalah Sutedjo Sumarto.

Editor : Kholistiono

Warga Punya Peran Penting untuk Penuhi Target Stok Darah di PMI Jepara

Budi Hutomo, salah seorang warga dari Nalum saat mendonorkan darah di PMI Jepara, Selasa (24/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Budi Hutomo, salah seorang warga dari Nalum saat mendonorkan darah di PMI Jepara, Selasa (24/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Target darah dari pendonor yang harus dipenuhi oleh PMI Cabang Jepara pada tahun 2017 memang dinilai cukup berat. Pasalnya, target tersebut naik sebesar 9 ribu dari yang semula 15 kantong menjadi 24 ribu kantong darah.

Salah seorang pendonor darah asal Nalumsari, Jepara, Budi Hutomo mengatakan, setidaknya target itu juga bukan serta merta hanya tugas PMI semata. Namun, setiap warga Jepara juga memiliki peran penting untuk bisa mewujudkan hal itu.

“Katanya target sebanyak 15 ribu kantong darah di tahun 2016 belum bisa terpenuhi. Sehingga tahun ini warga Jepara harus bisa berpikir bijak untuk bisa menjadi salah satu sukarelawan pendonor darah. Terlebih, tahun ini PMI mentargetkan sebanyak 24 ribu kantong darah,” kata Budi.

Dia menilai, target tersebut bisa dipenuhi secara maksimal, jika setiap warga mau berperan dalam hal ini. “Ketersediaan darah di PMI itu sangat penting sekali bagi kepentingan medis. Dan target itupun bisa dipenuhi dengan mudah, bila setiap warga Jepara bisa menjadi relawan pendonor darah. Baik itu datang langsung ke PMI atau juga mendonorkan darahnya di instansi ia bekerja atau berada di sekolah, dan tempat lainnya,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, target itu bisa dibanding dengan jumlah penduduk yang ada di Jepara. Sebab target sebanyak 24 ribu tersebut masih jauh di bawah dengan jumlah penduduk Jepara.

“Bandingkan saja, penduduk Jepara sekitar 700 ribu lebih.Namun targetnya PMI  hanya 24 ribu kantong. Secara otomatis, bila warga sadar akan hal itu, maka target 24 ribu kantongpun bisa dicapai. Bahkan bisa melebihi target tersebut,” ujarnya.

Dia menambahkan, sebenarnya mendonorkan darah itu merupakan hal yang mulia bagi sesama. Sebab dengan hal itu, ketersediaan darah di PMI bisa maksimal. Sehingga keperluan medis bisa terpenuhi untuk membantu warga yang membutuhkan.

Editor : Kholistiono

2017, PMI Jepara Targetkan 24 Ribu Kantong Darah dari Pendonor

Seksi Pelayanan Darah dan Rujukan PMI Jepara Syahrul A.M menunjukan stok darah. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Seksi Pelayanan Darah dan Rujukan PMI Jepara Syahrul A.M menunjukan stok darah. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Tahun 2017, Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Jepara mentargetkan sumbangan darah dari pendonor sebanyak 24 ribu kantong berbagai golongan darah.

Target tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sebab, tahun 2015 hanya mendapatkan sebanyak 13 ribu kantong dari target sebanyak 15 ribu. Sedangkan tahun 2016 mendapatkan 14.417 kantong darah dari target sebanyak 15 ribu kantong.Target itu dinaikkan lantaran banyaknya permintaan pihak rumah sakit yang ada di Kota Ukir tersebut untuk keperluan medis.

Seksi Pelayanan Darah dan Rujukan PMI Jepara Syahrul A.M mengatakan, untuk target tahun ini memang sekitar 24 ribu kantong darah dari berbagai jenis.”Banyaknya target itu memang tergantung dari permintaan pihak rumah sakait untuk keperluan medis,” kata Syahrul.

Menurutnya, keperluan medis untuk cuci darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kartini, setiap harinya memerlukan sebanyak 30 kantong darah dari berbagai jenis golongan.

“Cuci darah saja di RSUD Kartini itu sebanyak 30 hingga 50 an kantong darah.Sedangkan untuk pendonor darah, setiap harinya hanya mendapatkan sekitar seratusan kantong berbagai jenis golongan. Dan itupun belum lagi untuk keperluan medis lainnya. Kemudian, terhitung mulai 1 hingga 24 Januari 2017 ini, bisa mencapai 1.150 kantong,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, untuk mendapatkan darah tersebut, selain dari pendonor yang datang langsung ke PMI, pihak PMI juga menyediakan dua unit ambulance untuk menyambangi sekolah atau instansi supaya bisa mendekatkan bagi sukarelawan yang akan mendonorkan darahnya.

PMI, katanya, juga sempat bekerjasama untuk mendapatkan darah dari PMI luar daerah. Seperti halnya Sukoharjo sebanyak dua kali di tahun 2016 dan Demak.”Kita berharap supaya warga Jepara bisa meningkatkan kesadarannya lagi untuk bisa menjadi sukarela mendonorkan darahnya,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Gawat, Stok Darah PMI Jepara Menipis

pmi

Petugas memperlihatkan stok darah di kantor PMI Jepara, Senin. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Stok darah di Palang merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jepara menipis alias minim. Itu terjadi yang terjadi pada Senin (1/8/2016). Darah yang tersimpan di dalam lemari penyimpanan hanya tinggal menyisakan segelintir saja.

Salah seorang petugas PMI Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Jepara, Laras Safitri membeberkan, jumlah stok darah menipis sejak beberapa hari terakhir. Rinciannya, untuk golongan darah O hanya ada 25 kantong, golongan darah A hanya ada enam kantong, golongan darah B hanya ada 5 kantong dan golongan darah AB hanya ada 10 kantong.

“Stok yang ada memang tinggal ini saja. Ini tergolong sangat sedikit jika dibanding hari-hari biasanya. Sebab, biasanya setiap hari ada ratusan kantong darah, sedangkan hari ini tinggal sedikit, hitungan puluhan saja,” ujar Lasar, kepada MuriaNewsCom, Senin (1/8/2016).

Menurutnya, sedikitnya stok darah kali ini terjadi karena belakangan sangat sedikit yang melakukan donor darah. Itu tidak lepas dari momen libur puasa dan lebaran hingga saat ini libur sekolah. Hari-hari libur itu sangat berpengaruh dengan stok darah yang ada di PMI Jepara.

“Ya karena hari libur, aktivitas donor darah juga menjadi sedikit. Sebab selama ini yang paling banyak melakukan donor darah adalah sektor sekolah dan perusahaan. Ketika hari libur jelas aktivitas donor darah menjadi sedikit,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengemukakan,ketika darah yang ada di PMI habis, maka menjadi tanggung jawab keluarga yang membutuhkan darah. Misalnya ketika ada yang melakukan cuci darah, dan darah di PMI habis, maka pihak keluarga harus bersedia mencari pendonor dari unsur keluarga, saudara, teman maupun yang lainnya.

“Yang selama ini berjalan begitu. Jadi kalau kehabisan stok, keluarga pasien yang harus bersedia mencari bantuan donor darah,” ungkapnya.

Dia menambahkan, di PMI Jepara, dalam sehari rata-rata mengeluarkan 50 kantong darah. Pengguna darah yang ada di PMI Jepara mayoritas adalah pasien yang mengalami penyakit anemia dan gagal ginjal maupun cuci darah.

Editor : Akrom Hazami

 

PMI Jepara Targetkan Dana Rp 1,8 Miliar

Kegiatan PMI Jepara yang diadakan di pendapa Kabupaten Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kegiatan PMI Jepara yang diadakan di pendapa Kabupaten Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Gerakan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) di Kabupaten Jepara Tahun 2016 menargetkan sebesar Rp 1,8 miliar. Hal itu seperti yang terungkap pada pembukaan bulan dana PMI Jepara, Rabu (27/7/2016), di pendapa Kabupaten Jepara.

Sekretaris panitia bulan dana PMI Kabupaten Jepara Lukito Sudi Asmara, mengatakan, target bulan dana tahun ini mengalami kenaikan atau perubahan target dari tahun sebelumnya.

Pada tahun 2015 Jumlah bulan dana yang diterima lewat kupon sejumlah Rp 961.124.000, sedangkan permohonan pada tahun 2016 kali ini sejumlah Rp 1.446.500.000.

“Begitu pula permohonan Bulan Dana PMI Kabupaten Jepara lewat list juga naik dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2015 pendapatan lewat list sejumlah Rp 244.125.000. Sedangkan permohonan Bulan Dana tahun 2016 naik menjadi Rp 353.500.000,” ujar Lukito.

Menurutnya, agar target tersebut dalam kurun waktu maksimal 3 bulan terhitung sejak tanggal 27 Juli 2016 sampai akhir Oktober 2016 bisa tercapai. Pihaknya mengharapkan partisipasi aktif dari seluruh komponen lapisan masyarakat.

Sasaran pendistribusian kupon Bulan Dana PMI dan kelengkapannya yakni pertama kupon nominal Rp 1.000 sebanyak 11.500 lembar, kupon nominal Rp 2.000 sebanyak 538.000 lembar, kupon nominal Rp 3.000 sebanyak 92.600 lembar, kupon nominal Rp 5.000 sebanyak 4.100 lembar dan untuk kupon nominal Rp10.000 sebanyak 6.000 lembar, pendapatan total dari hasil kupon sebesar Rp 1.446.500.000, serta pendapatan dari list sebesar Rp 353.500.000.

“Hasil dari target di tahun 2016 tersebut akan dialokasikan untuk mendukung pelaksanaan Tugas Pokok PMI yaitu 80% untuk biaya kegiatan kemanusiaan diantaranya pembinaan dan pengembangan organisasi PMI, membantu para penderita akibat bencana, pelayanan kesehatan dan sosial, memperluas prinsip-prinsip dasar gerakan Palang Merah Internasional dan pembinaan generasi muda,” terangnya.

Sedangkan 10 persen lainnya, kata Lukito, untuk biaya kegiatan kemanusiaan yang pengelolaannya diserahkan kepada PMI Provinsi Jawa Tengah sebagai sumbangan wajib Bulan Dana dan 10 persen sisanya untuk biaya operasional usaha pengumpulan sumbangan.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan dan ESDM Setda Jepara Bambang Slamet Raharjo mengatakan, kegiatan Bulan Dana PMI merupakan satu cara untuk mendukung jalannya roda tugas kemanusiaan Palang Merah Indonesia.

“Jajaran pemerintah daerah, BUMN, BUMD, perbankan dan seluruh masyarakat Kabupaten Jepara, diharapkan mendukung, berpartisipasi aktif dan mensukseskan Bulan dana PMI Kabupaten Jepara Tahun 2016 ini,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Pejabat Kecamatan di Jepara Harus Tularkan Ilmu PMI

Musyawarah Kerja Kabupaten (Muskerkab) 2016 PMI Jepara, di Aula PMI Kabupaten Jepara, Kompleks RSI Sultan Hadirin, Senin (11/01/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Musyawarah Kerja Kabupaten (Muskerkab) 2016 PMI Jepara, di Aula PMI Kabupaten Jepara, Kompleks RSI Sultan Hadirin, Senin (11/01/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Dalam Musyawarah Kerja Kabupaten (Muskerkab) 2016 PMI Jepara, di Aula PMI Kabupaten Jepara, Kompleks RSI Sultan Hadirin, Senin (11/01/2016), pejabat di tingkat kecamatan diminta harus menularkan ilmu dan pengetahuan mereka tentang PMI kepada yang lainnya.

”Ketua PMI kecamatan yang biasa diampu oleh salah satu pejabat kecamatan yang setiap saat pindah tempat tugas, maka untuk mengantisipasi kondisi ini dengan cara menularkan pengetahuan ke PMI an yang dimiliki bisa ditularkan kepada yang lain pada saat pelaksanaan rakor-rakor, pertemuan di kecamatan atau pada kesempatan lain,” kata Subroto, selaku Ketua Dewa Kehormatan PMI Jepara.

Menurutnya, hal itu harus dilakukan karena ketika suatu saat terjadi alih tugas, PMI tidak kekurangan kader yang mumpuni. Harapannya ke depan kader PMI memiliki kualitas SDM yang mumpuni dan dapat menjalankan tugas dan kewajibannya dengan sebaik-baiknya.

Muskerkab PMI merupakan kegiatan organisasi yang diatur dalam AD/ART yang dilaksanakan setahun sekali. Sekaligus bertugas untuk membahas laporan realisasi program kerja PMI/ Unit Transfusi Darah (UTD) tahun 2016 serta membahas hal-hal lain yang berkaitan dengan kegiatan kepalangmerahan.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Jepara, Ketua PMI Kabupaten Jepara, Kepala Darah UTD PMI Kabupaten Jepara, Wakil Ketua I dan II PMI Kabupaten Jepara, Pengurus PMI Kecamatan se Kabupaten Jepara dan tamu undangan Markas serta Korps Sukarela (KSR). (WAHYU KZ/TITIS W)

PMI Jepara Diminta Lebih Cepat Tanggap Darurat

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jepara gelar Musyawarah Kerja Kabupaten (Muskerkab) 2016, di Aula PMI Kabupaten Jepara, Senin (11/1/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jepara gelar Musyawarah Kerja Kabupaten (Muskerkab) 2016, di Aula PMI Kabupaten Jepara, Senin (11/1/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jepara gelar Musyawarah Kerja Kabupaten (Muskerkab) 2016, di Aula PMI Kabupaten Jepara, Jalan Jepara – Bangsri Km 3 Kompleks RSI Sultan Hadirin, Senin (11/01/2016).

Ketua Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Jepara, Subroto mengingatkan, pentingnya peran PMI dalam kegiatan kemanusiaan. Menurut dia, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di tubuh PMI harus terus ditingkatkan.

”Hal ini terkait dengan tanggap darurat dalam hal ini memberikan bantuan kepada korban bencana yang harus cepat dan tepat sasaran. Hal itu dapat dilakukan tentunya apabila pelayanan pertolongan pertama dilakukan dengan cepat dan profesional serta dengan petugas yang terlatih,” ujar Subroto.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Jepara, Ketua PMI Kabupaten Jepara, Kepala Darah UTD PMI Kabupaten Jepara, Wakil Ketua I dan II PMI Kabupaten Jepara, Pengurus PMI Kecamatan se Kabupaten Jepara dan tamu undangan Markas serta Korps Sukarela (KSR).

Koeroto, selaku Ketua PMI Kabupaten Jepara, menambahkan, kegiatan Muskerkab PMI ini merupakan agenda kepengurusannya sebagai amanat AD/ART PMI. Sehingga, setiap kali Muskerkab, tentu menjadi bahan evaluasi dan merencanakan visi dan rencana aksi ke depannya.

”Saya berharap, setelah melaksanakan musyawarah, PMI bisa meningkatkan capaian yang lebih profesional, tanggap dan dicintai masyarakat,” harapannya. (WAHYU KZ/TITIS W)