PMI Mulai Salurakan Bantuan Air Besih ke Daerah Kekeringan di Grobogan

Bantuan air bersih yang disalurkan PMI Grobogan langsung diserbu warga yang terkena kekeringan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bantuan air bersih mulai disalurakan ke daerah yang terkena dampak kekeringan. Salah satunya dilakukan PMI Grobogan yang sudah sejak beberapa hari lalu mendistribusikan bantuan air bersih pada masyarakat.

Kasi Pelayanan PMI Grobogan Gesit Kristyawan menyatakan, pasokan air bersih sudah ditujukan ke sejumlah titik kekeringan. Seperti di wilayah Kecamatan Geyer, Toroh, Pulokulon,Karangrayung, Kradenan, Tawangharjo, Purwodadi, dan Gabus.

Distribusi air bersih ini dilakukan dengan menggunakan satu mobil tangki berkapasitas 6.000 liter. Kebutuhan air sebanyak ini diperkirakan bisa mencukupi kebutuhan sekitar 50 KK selama beberapa hari.

Menurut Gesit, setiap harinya PMI hanya mampu mendistribusikan maksimal 3 kali pengiriman. Soalnya, distribusi dilakukan dengan sistem ecer. Yakni, warga langsung mengambil air dari tangki menggunakan jeriken atau ember.

“Dengan sistem ecer begini, butuh waktu agak lama. Beda kalau distribusinya dimasukkan ke dalam sumur, waktunya bisa cepat,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Ini Program Jitu PMI Grobogan Atasi Kekurangan Darah

Sejumlah pegawai Dispendukcapil Grobogan ikut menyumbangkan darah untuk kemanusiaan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah pegawai Dispendukcapil Grobogan ikut menyumbangkan darah untuk kemanusiaan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Langkah PMI Grobogan untuk mendapatkan pasokan darah dengan meluncurkan gerakan PMI Masuk Desa dan Instansi yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu ternyata cukup diterima masyarakat. Indikasinya, program ini berhasil menjaring banyak orang untuk menyumbangkan darahnya.

Kepala Bagian Pencari dan Pelestari Donor Darah Sukarela (P2DS) PMI Grobogan Ahmad Jamari mengungkapkan, sejauh ini sudah ada dua desa yang rutin didatangi. Yakni, Desa Tahunan, Kecamatan Gabus dan Desa Genuksuran, Kecamatan Purwodadi. Di masing-masing desa tersebut, pihaknya sedikitnya bisa mendapatkan 40 kantong darah.

”Gerakan PMI Masuk Desa ini ternyata dapat sambutan positif. Kami berharap warga desa lainnya juga ikut tergerak menyumbangkan darahnya untuk kemanusiaan. Selain itu, kami juga keliling ke instansi swasta dan pemerintahan untuk mendapatkan donor. Adanya mobil donor darah ini sangat membantu program ini,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, program itu dilakukan sebagai upaya jemput bola. Sebab, sejauh ini besar kemungkinan ada warga di daerah pedesaan yang sebenarnya punya niatan untuk mendonorkan darah. Namun, niat tersebut belum kunjung terwujud karena terbentur beberapa hal. Antara lain, jarak yang jauh, aktivitas yang melelahkan sehari-hari hingga belum adanya dukungan transportasi untuk pergi ke PMI untuk mendonorkan darah.

”Banyak dari pendonor di desa itu yang sehari-harinya memang beraktivitas di sekitar tempat tinggalnya saja. Jadi, kalau untuk menyumbangkan darah ke PMI mungkin agak kesulitan tetapi dengan adanya jemput bola seperti ini mereka cukup terbantu. Demikian pula, para pegawai atau karyawan swasta terkadang juga terbentur banyak hal jika harus datang ke kantor,” imbuhnya.
Masih dikatakan Jamari, selama ini pihaknya juga pro aktif untuk menjaring para pendonor. Misalnya, dengan menggandeng sekolah, instansi pemerintahan dan swasta serta ormas.

Kemudian, setiap Minggu, pihaknya menyediakan layanan donor darah keliling di ajang car free day (CFD) di Jl R Suprapto Purwodadi.

Ditambahkan, berbagai upaya itu dilakukan mengingat kebutuhan darah setiap bulan memang cukup banyak. Yakni, berkisar 1.000 hingga 1.200 kantong. ”Untuk stok darah saat ini masih cukup aman. Namun, semakin banyak stok tentunya semakin baik untuk berjaga-jaga kalau ada kebutuhan mendadak dalam jumlah besar,” sambungnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Bulan Dana PMI Grobogan 2016 Ditargetkan Bisa Tembus Rp 1 Miliar

Kajari Purwodadi Abdullah yang juga bertindak selaku Ketua Bulan Dana PMI tahun 2015, saat menyampaikan laporan hasil bulan dana PMI tahun 2015 (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kajari Purwodadi Abdullah yang juga bertindak selaku Ketua Bulan Dana PMI tahun 2015, saat menyampaikan laporan hasil bulan dana PMI tahun 2015 (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Meski pengumpulan dana melalui program bulan dana PMI tahun 2015 dinilai sukses, namun pada tahun ini diharapkan bisa mengalami kenaikan. Hal itu disampaikan Kajari Purwodadi Abdullah yang juga bertindak selaku Ketua Bulan Dana PMI tahun 2015, saat menyampaikan laporan hasil bulan dana PMI 2015, Kamis (7/1/2016).

“Untuk tahun 2015 dana yang berhasil terkumpul melalui program ini mencapai Rp 391 juta lebih. Untuk tahun ini, bulan dana PMI harus berani ditargetkan bisa sampai Rp 1 miliar,” katanya.

Untuk bisa mencapai target tersebut, bisa dilakukan dari berbagai cara. Misalnya, memaksimalkan dari iuran para PNS di Pemkab Grobogan yang jumlahnya mencapai 12 ribu orang. Belum lagi dari instansi pemerintahan lainnya, termasuk pula dari BUMN dan BUMD serta kalangan swasta.

“Kalau dipercaya lagi jadi Ketua Panitia Bulan Dana PMI lagi, saya akan memaksimalkan target pengumpulan dana hingga Rp 1 miliar. Kenapa demikian, soalnya dana ini semuanya digunakan untuk kepentingan kemanusiaan yang menyentuh banyak orang,” terangnya.

Sementara itu, Sekda Grobogan Sugiyanto menambahkan, sebagai organisasi kemanusiaan, tugas PMI cukup berat meski mulia. Oleh sebab itu, sudah sewajarnya kalau berbagai pihak ikut membantu dan mendukung kelancaran tugas yang dilakukan PMI. Salah satunya adalah melalui sumbangan bulan dana PMI yang dilakukan setiap tahun sekali.

Dikatakan, dana yang terkumpul melalui bulan dana PMI itu diharapkan agar dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk melakukan kegiatan kemanusiaan yang sewaktu-waktu terjadi.

“Saya juga meminta agar PMI bisa menjalin kerjasa dengan beberapa SKPD lainnya yang relevan. Misalnya, dengan BPBD, BKP, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan lainnya,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)