PLN Jamin Pasokan Listrik untuk Sektor Industri di Jepara Aman

Fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap Tanjung Jati B Unit 1-4 yang sedang beroperasi. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Banyak industri yang kini menempatkan pabriknya di Jepara. Tercatat setidaknya ada delapan perusahaan yang berproduksi di Bumi Kartini. Namun pertanyaannya, bagaimana dengan pasokan listrik yang digunakan? 

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PT PLN I Made Suprateka menegaskan, saat ini pasokan listrik yang dihasilkan sudah sangat berlebih. Jadi ia mengatakan kepada investor agar tak khawatir.

“Ekpansi pabrik di Jepara aman (dari sektor ketersediaan pasokan listrik),” katanya, disela Ground Breaking perluasan Tanjung Jati B (Jawa-4) berkapasitas 2×1000 MW, di Desa Tubanan Kecamatan Kembang, Kamis (31/8/2017). 

Dirinya menyebut sudah banyak sektor industri yang melakukan akad jual beli energi listrik dengan pihak PLN. Untuk sektor industri sendiri, ia menyebut ada insentif tersendiri.

“Banyak justru harga tarif listrik industri itu lebih kecil daripada rumah tangga, itu untuk insentif industri supaya lebih bersaing harganya harapannya seperti itu,” tuturnya. 

Lebih lanjut ia mengatakan, dengan perluasan PLTU Tanjung Jati B listrik yang dihasilkan tidak hanya bisa dinikmati untuk warga Jepara. Setelah rampung, pasokan listrik yang dihasilkan fasilitas tersebut bisa dinikmati masyarakat se Jawa dan Bali. 

Perlu diketahui, saat ini di Jepara saat ini setidaknya terdapat delapan industri besar di antaranya PT Kanindo Makmur Jaya PT Bomin Permata Abadi,PT Hwa Seung Indonesia, PT Parkland World Indonesia, PT Jiale Indonesia, PT Samwon Busana Indonesia, PT Semarang Autocom Manufacturing Indonesia dan PT Doohwan Design Indonesia.  

Adapun saat ini PT PLN Pembangkitan Tanjung Jati B telah memiliki fasilitas pembangkit bertenaga batubara (unit 1-4) dengan daya yang dihasilkan sebesar 2.600 MW.

Editor: Supriyadi

Banyak Pencurian Listrik, PLN Rayon Pati Rugi Rp 3 Miliar per Bulan

Manajer PLN Rayon Pati Irfan Affandi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pendapatan PT PLN (Persero) Rayon Pati mencapai Rp 30 miliar dalam sebulan. Pendapatan itu belum termasuk kerugian yang mencapai Rp 3 miliar sebulan.

Manajer PLN Rayon Pati Irfan Affandi mengatakan, kerugian tersebut disebabkan faktor teknis dan nonteknis. Kerugian paling besar disebabkan faktor teknis seperti panjang jaringan.

Sementara kerugian nonteknis disebabkan adanya pencurian, termasuk pohon yang menempel pada jaringan sehingga mengalami susut.

“Dalam sebulan, ada susut sekitar 3 juta kWh. Jika diuangkan sekitar Rp 3 miliaran,” kata Irfan kepada MuriaNewsCom, Kamis (24/8/2017).

Dia menyebut, kasus pencurian paling banyak terjadi di sejumlah daerah di Kecamatan Kayen. Modusnya dengan cara merusak segal kWh meter agar tidak berjalan dengan baik atau diberi alat untuk menahan piringan, sehingga tidak berputar.

Selain itu, pencurian listrik kerap dilakukan oknum untuk keperluan setrum tikus. Kendati sudah diperingatkan melalui sosialisasi dan aksi tegur, beberapa dari mereka masih membandel.

“Bahkan, ada petugas yang menemukan pencurian listrik di salah satu desa di Kecamatan Kayen malah mendapatkan intimidasi dari oknum masyarakat. Kesadaran masyarakat memang masih kurang,” keluhnya.

Menurutnya, pencurian listrik bisa dikenakan denda yang cukup berat atau sanksi pidana. Hanya saja, pihaknya selama ini masih menggunakan jalur persuasif dengan pemerintah desa setempat.

Dia berharap, masyarakat memiliki kesadaran untuk tidak mencuri listrik. Pasalnya, pencurian listrik menyebabkan kerugian negara yang cukup besar.

Editor: Supriyadi

Pohon Dominasi Gangguan Listrik di Kudus

Manager PLN Rayon Kudus Kota Sunoto saat menjelaskan tentang gangguan listrik di Omah Mode Kudus, Selasa (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Hingga 2017 ini, gangguan listrik PT PLN (Persero) Kudus masih didominasi oleh faktor alam. Yakni gangguan akibat adanya pepohonan yang mengganggu jaringan listrik.

Humas PT PLN (Persero) Kudus Muhdam Azhar, mengatakan kalau faktor alam berupa pohon masih menduduki peringkat tertinggi gangguan listrik.

“Faktor pohon masih tinggi. Itu terjadi tak hanya di kawasan perkotaan saja, namun juga dari kawasan pedesaan. Jadi menyeluruh di seluruh wilayah Kudus,” kata Azhar saat kegiatan Stake Holder Gathering di Omah Mode Kudus, Selasa (9/5/2017).

Menurut dia, faktor lain yang juga menjadi faktor gangguan lainnya adalah tiang roboh, angin kencang, hujan lebat, gangguan layang-layang hingga gangguan dari pihak ketiga. Meskipun, beberapa lainya juga ada hal yang belum diketahui penyebabnya.

Dikatakan, pohon yang bergesekan membuat kabel milik PLN putus, itu sering terjadi pada musim kemarau seperti sekarang ini.  Selain itu, burung juga sering membuat jaringan terganggu.

Agar gangguan yang terjadi tidak melampaui batas maksimal, pihaknya juga melakukan sejumlah upaya. Mulai dari perambasan dahan pohon yang diperkirakan berpotensi mengganggu jaringan listrik, hingga memasang paralon di kabel jaringan listrik.

Manager PLN Rayon Kudus Kota Sunoto mengatakan, faktor adanya pemadaman terbagi jadi dua hal. Yaitu faktor terencana dan gangguan. Untuk terencana, terbagi lagi tiga faktor yang meliputi keandalan, pembuatan jaringan baru dan keselamatan.

“Sedangkan untuk gangguan ada internal dan eksternal. Internal seperti tiang roboh, gardu dan lainya. Sementara eksternal ada pohon, angin kencang, gangguan hewan dan sebagainya,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami

Listrik Padam Berjam-jam, Warga Bulungcangkring Kudus Kesal

Warga terpaksa menyalakan lilin sebagai alat bantu penerangan akibat padamnya listrik di Desa Bulungcangkring Kudus, Sabtu malam. (ISTIMEWA)

Warga terpaksa menyalakan lilin sebagai alat bantu penerangan akibat padamnya listrik di Desa Bulungcangkring Kudus, Sabtu malam. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Listrik dari PT PLN kembali berulah, Sabtu(4/2/2016). Kali ini, adalah aliran listrik di Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, padam sejak Sabtu sore sekira pukul 15.00 WIB. Listrik tak kunjung menyala hingga sekitar pukul 21.00 WIB.

Pemadaman listrik membuat warga Bulungcangkring kesal. Betapa tidak, pemadaman listrik saat warga akan melakukan aktivitasnya. Pekerjaan pun jadi terganggu. Seperti disesalkan salah seorang warga, Tri

“Dari jam 3, listrik belum hidup. Mana banyak aktivitas yang harus dikerjakan lagi,” kata Tri dengan nada kesal kepada MuriaNewsCom, Sabtu malam.

Sebelumnya, kata dia, tidak ada pemberitahuan dari pihak PLN tentang rencana pemadaman dalam waktu yang lama.

Pantauan MuriaNewsCom, sampai pukul 21.00 WIB, daerah Bulungcangkring, tepatnya di dekat PR Djarum masih padam listriknya. Belum tampak adanya upaya perbaikan.

Editor : Akrom Hazami

Hadi Priyanto Tak Menyangka Postingannya Soal Pemadaman Listrik Berbuntut Panjang

Jepara PLN

Status permohonan maaf yang ditulis Hadi Priyanto atas postingannya mengenai pemadaman listrik beberapa waktu lalu. (Facebook)

MuriaNewsCom, Jepara – Hadi Priyanto yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Jepara, tak menyangka jika status yang ditulis akun Facebook miliknya terkait dengan pemadaman listrik di wilayah Jepara berbuntut panjang.

Pada tanggal 29 Januari 2017 pukul 11.58 WIB, dirinya menulis status di akun FB miliknya yang berbunyi “Segenap Direksi PT PLN (Persero) mengucapkan selamat menikmati listrik padam dan mohon maaf lahir batin.”

Status tersebut kemudian mendapatkan reaksi dari pihak PLN yang berupa somasi. Surat somasi dilayangkan oleh PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan DIY Are Kudus, yang mengharuskan Hadi Priyanto untuk menghentikan, memposting, membuat berita, pernyataan maupun komentar untuk kepentingan apapun dengan mengatasnamakan Direksi PT. PLN (Persero) serta menggunakan logo PLN.

Hadi Priyanto juga diminta untuk membuat permohonan maaf di time line Facebook dalam 1X24 jam, tertanggal dari surat tersebut.

“Status yang saya tulis di Facebook itu sebenarnya merupakan keluhan konsumen saja, dan agar nantinya membuat pelayanan PLN lebih baik lagi. Saya juga tidak menyangka jika postingan saya berbuntung panjang hingga disomasi,” ujarnya, Sabtu (4/2/2017).

Baca juga : Ini Isi Status FB Pejabat Dinkominfo Jepara yang Bikin PLN Berang

Dirinya juga mengaku sudah menuliskan permintaan maaf di akun Facebook miliknya. Dirinya menyadari jika petugas PLN yang di lapangan terbatas, dan sudah bekerja keras untuk melayani warga. Namun, dirinya berharap supaya pelayanan dari PLN bisa lebih baik lagi.

Kemudian, terkait dengan meme yang diposting ketika itu, dirinya mengaku mendapatkan dari grup WhatsApp dan dinilai sesuai dengan kondisi di Jepara yang sering mati lampu.

“Di wilayah Jepara kota saja, satu hari bisa 3 hingga 4 kali padam listrik. Sehingga itu bisa menyebabkan kegiatan terganggu, pekerjaan terganggu. Alat-alat rumah tangga juga bisa rusak. Terlebih yang mempunyai usaha mebel,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala PLN Rayon Jepara Jaya Kurniawan, mengaku, saat ini pihaknya belum melihat status permintaan maaf dari Hadi Priyanto yang ditulis di akun Facebook. “Tentunya bila permintaan maaf itu sudah ada dalam facebook, maka akan kita beritahukan kepada manajeman dan direksi yang ada,” katanya.

Sementara itu, saat ditanya mengenai postingan tersebut, ia mengutarakan bahwa postingan yang mengatasnamakan direksi dan penggunakan logo PLN dalam postingan tertanggal 29 Januari lalu tidak dibenarkan.

“Postingan mengatasnamakan direksi dan menggunakan logo PLN itu tidak dibenarkan. Terlebih beliau merupakan orang yang dituakan di Pemda Jepara. Sehingga postingan itu bisa menjadi viral,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga tidak mempermasalahkan bila ada masukan dan kritikan yang masuk ke PLN mengenai pemadaman listrik. Namun tidak harus mengatasnamakan direksi dan mencatut logo resmi PLN.

Editor : Kholistiono

Ada yang Janggal di Surat Somasi PLN ke Pejabat Dinkominfo Jepara, Ini Lho!

Tanda merah merupakan tanggal surat yang ada di surat somasi

Tanda merah merupakan tanggal surat yang ada di surat somasi

MuriaNewsCom, Jepara – PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan DIY Area Kudus tak terima dengan status yang diunggah oleh Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Jepara Hadi Priyanto. Status di akun Facebook tersebut diunggah pada 29 Januari 2017.

Sebagai bentuk kemarahannya, PLN mengeluarkan surat somasi. Pada surat itu ada yang janggal. Yakni penulisan tanggal surat, tertera 03 Januari 2017. Unggahan status FB milik Hadi dilakukan pada tanggal 29 Januari 2017.

Apakah ini sengaja, atau kekeliruan? Padahal surat itu terdapat kop PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta Area Kudus, berikut logonya. Surat juga ditandatangani oleh Manajer Didi Rahmad, lengkap dengan tanda stempel.

Baca jugaBikin Status Sindiran Jepara Mati Lampu, Pejabat Dinkominfo Disomasi PLN 

Kejadian ini jadi ramai, bermula dari status Facebook Hadi terkait pemadaman listrik yang cukup sering di wilayah Jepara.  Hadi mendapatkan somasi dari pihak PLN, dengan surat nomor 0004/STH.00.01/A-KDS/2017/ tertanggal 03 Januari 2017.

Hal ini terkait dengan postingan Hadi Priyanto di Facebook tertanggal 29 Januari 2017 pukul 11.58 WIB, yang berbunyi  “Segenap Direksi PT PLN (Persero) mengucapkan selamat menikmati listrik padam dan mohon maaf lahir batin.”

 Baca juga : Ini Isi Status FB Pejabat Dinkominfo Jepara yang Bikin PLN Berang 

Dalam surat somasi yang dilayangkan PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan DIY Are Kudus tersebut, Hadi Priyanto diminta untuk menghentikan, memposting, membuat berita, pernyataan maupun komentar untuk kepentingan apapun dengan mengatasnamakan Direksi PT. PLN (Persero) serta menggunakan logo PLN.

Hadi Priyanto juga diminta untuk membuat permohonan maaf di time line Facebook dalam 1X24 jam, tertanggal dari surat tersebut.

Lebih lanjut dari isi surat somasi tersebut adalah, jika Hadi Priyanto tidak mengindahkan surat somasi itu, maka pihak PLN akan menyelesaikan melalui jalur hukum.

Terkait surat somasi tersebut, dari pantauan MuriaNewsCom pada Sabtu (4/2/2017), pada pukul 10.57 WIB, Hadi Priyanto menuliskan permohonan maafnya di akun Facebook miliknya.

Editor : Akrom Hazami

PLN Kudus Bagikan 100 Sambungan Listrik Gratis

pln

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kudus – PLN Kudus tengah membagikan 100 sambungan gratis kepada pelanggan baru. Sebanyak100 sambungan anyar itu disalurkan untuk dua kecamatan, yakni Kecamatan Gebog dan Kecamatan Undaan.

Manajer PLN (Persero) Rayon Kudus, Suntoro menyebutkan, untuk wilayah Gebog, sambungan diberikan untuk korban relokasi mandiri Desa Menawan Gebog. Jumlah sambungan yang diterima adalah untuk 33 KK.

“Kami berikan alokasi untuk wilayah relokasi mandiri, lantaran mereka yang memang sangat membutuhkan. Itupun tidak semuanya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Berdasarkan data, relokasi mandiri memang membutuhkan bantuan listrik. Warga berjumlah 42 KK. Tapi jumlah itu masih bisa meningkat. Sehingga terdapat beberapa yang tak kebagian jatah sambungan listrik gratis tersebut.

Pembagian sambungan baru tersebut, kata dia, sifatnya terbatas. Untuk itulah tak bisa diberikan kepada seluruh warga relokasi mandiri tersebut. Pihaknya menerapkan skala prioritas guna memberikannya.

Sedangkan sisanya, diberikan kepada warga di Kecamatan Undaan. Undaan dipilih, lantaran mereka dianggap membutuhkan. Selain itu juga, warga juga sebelumnya sudah mengajukan permohonan sambungan listrik itu.

“Warga Undaan yang dapat progam ini juga,  masuk dalam data basis serta data terpadu. Sehingga kami memberikan progam tersebut,” ujarnya.

Ditambahkan, sebenarnya progam tersebut bernama progam elektrifikasi sambung listrik gratis PLN peduli. Tujuannya merupakan untuk mempercepat aliran listrik se Indonesia. Progam itu dari PLN pusat.

“Selain Kudus, Pati juga ada progam semacam ini. Jumlahnya juga sama 100 sambungan baru untuk warga,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Mati Lampu Bikin Greget di Kudus, Ini Jawaban PLN

ILUSTRASI

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kudus – Ribuan pelanggan PLN Kudus, harus bersabar karena adanya pemadaman listrik. Hal itu terjadi pada Selasa (29/11/2016) selama beberapa jam di sejumlah kecamatan.

Bagian Humas PLN Kudus Arif Nuryadi mengatakan, padamnya listrik dirasakan oleh ribuan pelanggan. Pelanggan tersebut meliputi Kecamatan Jati, Kota, Gebog hingga Jepara di perbatasan dengan Gebog “Kami minta maaf karena adanya pemadaman ini, namun kami langsung memperbaikinya secepat mungkin,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, pemadaman listrik terjadi bukan keinginan dari pihak PLN. Melainkan karena murni  ada gangguan pada trafo di gardu induk. Yang mana menyebabkan korsleting di trafo milik PLN.

Dia mengatakan, awal korsleting terjadi saat pemeliharaan di trafo II. Pemeliharaan sejak pagi tadi tersebut, membuat pelanggan di trafo II dialihkan ke trafo I dan juga trafo III. Sayangnya, saat penggantian tersebut tidak bertahan lama, sehingga travo III malahan korsleting. “Kejadian tersebut sekitar jam 11 30 WIB siang tadi. Jadi otomatis pelanggan di trafo III dan sebagian trafo II padam,” ujarnya.

Melihat hal itu, akhirnya pihai PLN mengebut perbaikan trafo II yang sedang diperbaiki. Hasilnya, sekitar pukul 14.45 WIB, listrik sudah kembali menyala dengan mengambil trafo I dan trafo II.

Sementara untuk trafo I, kondisinya masih aman. Sehingga untuk kawasan Kaliwungu ke arah barat masih menyala listriknya.  “Untuk trafo III masih ditangani oleh tim. Kemungkinan besar nanti malam akan selesai dan akan kembali normal seperti sedia kala,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

PLN Coret Subsidi 290 Ribu Pelanggan 900 VA

ilustrasi

ilustrasi

MuriaNewsCom, Kudus – PT PLN (Persero) bakal mencoret subsidi listrik dengan daya 900 VA, yang selama ini dinikmati ratusan pelanggannya. Terutama di kabupaten yang ada di kawasan timur Provinsi Jawa Tengah ini. Pencoretan itu akan berlaku pada Januari 2017 mendatang.

Langkah ini dilakukan, karena ratusan ribu pelanggan itu tidak termasuk dalam kategori miskin dan layak mendapat subsidi pemerintah. Sehingga subsidi untuk listrik mereka bakal dicoret.

Jumlah pelanggan listrik dengan daya 900 VA di wilayah PT PLN (Persero) Area Kudus, yang meliputi wilayah Kabupaten Blora hingga Jepara, mencapai ratusan ribu pelanggan.

Rinciannya adalah pelanggan di Kabupaten Kudus sebanyak 69.748 pelanggan, Jepara (50.289), Bangsri (29.098), Pati (36.425), Juwana (25.402), Rembang (31.773), Blora (25.473), dan Cepu (22.482).

Humas PLN Area Kudus Susanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan penyisiran terkait progam pencabutan subsidi pelanggan 900 VA, yang resmi mulai diberlakukan pada Januari 2017.

”Dan hasilnya, ada 290.690 pelanggan 900 VA yang kita nilai tidak layak mendapat subsidi listrik. Hal ini kita lakukan, karena kita hanya melaksanakan progam pemerintah saja. Jadi nanti yang masih berhak mendapat subsidi adalah pelanggan dengan daya di bawah itu,” tutur Susanto.

Berdasar data PLN, jumlah pelanggan listrik dengan daya 450 VA sebanyak 828.753 pelanggan. Mereka tersebar mulai dari Kabupaten Blora hingga Jepara. Mereka inilah yang masih mendapat subsidi listrik.

”Paling banyak dari pelanggan 450 VA itu ada di Kudus, sebanyak 168.006 pelangga. Sedang paling sedikit di Jepara, sebanyak 61.390 pelanggan,” ujarnya.

Untuk tarif listrik pelanggan dengan dua daya ini, memang berbeda. Untuk pelanggan 450 VA tarifnya Rp 415 per Kwh. Sedang pelanggan daya 900 VA tarifnya Rp 605 per Kwh. ”Pelanggan 900 VA ini nanti kita arahkan agar menggunakan listrik 1.300 VA,” terangnya.

Di sisi lain, anggota Komisi VII DPR RI Daryatmo Mardiyanto saat ditemui di Kudus beberapa waktu lalu mengatakan, pada prinsipnya jajarannya mendukung progam pencabutan subsidi listrik bagi yang tidak berhak.

”Terpenting data yang dimiliki PLN valid, sehingga progam itu tepat sasaran.
Jangan sampai yang tidak berhak mendapat subsidi malah bisa mengakses. Dan begitu juga sebaliknya,” imbuhnya.

Editor: Merie

Seluruh Titik Aliran Listrik Kudus Tak Luput Disasar PDKB

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Humas PLN Kudus Susanto mengatakan program Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) yang digelar PLN Jawa Tengah dan DIY selama dua hari yakni Rabu (18/5/2016) hingga Kamis (19/5/2016) bakal rampung tepat waktu.

“Untuk 110 titik aliran listrik yang disasar oleh tim PDKB  kini sudah separuh yang dikerjakan. Dan untuk saat ini tinggal sekitar 55 titik lagi,” katanya.

Dia melanjutkan, untuk yang titik di daerah Dawe atau terpencil itu memang harus menggunakan ketelitian, dan kecermatan untuk melakukan kegiatan. Sebab nantinya akan berkaitan dengan lancar tidaknya aliran listrik saat ada hujan maupun gangguan lainnya.

Dengan adanya program PDKB, pihaknya berharap akan bisa selalu melayani warga atau pelanggan dengan baik dan bisa meminimalkan gangguan.

“Ya setidaknya bisa memberikan kepuasan kepada pelanggan yang ada di Kudus. Sehingga gangguan aliran listrik bisa aman dan nyala tanpa gangguan,” ujarnya.

Dia menambahkan, mudah-mudahan tim PDKB ini bisa memberikan gebrakan baru terhadap pembenahan jaringan listrik tanpa pemadaman terlebih dahulu. Sehingga aktivitas warga juga tidak terganggu.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Wow, Tagih Tunggakan Pelanggan, PLN Jepara Dapat Rp 500 Juta per Bulan

Petugas PLN menggandeng Satpol PP mendatangi pelanggan yang menunggak membayar listrik (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Petugas PLN menggandeng Satpol PP mendatangi pelanggan yang menunggak membayar listrik (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jepara ternyata banyak yang menunggak, terutama di tahun 2015 lalu. Kemudian, hal itu menuntut pihak PDAM untuk melakukan penagihan. Bahkan, penagihan yang dilakukan sejak akhir tahun 2015 bekerjasama dengan Satpol PP Jepara membuahkan hasil.

Setiap bulan, PDAM Jepara mampu mendapatkan Rp 500 juta saat melakukan penagihan terhadap pelanggan yang belum membayar. Angka tersebut terbilang fantastis untuk Kabupaten Jepara, dengan pelanggan yang relatif sedikit dibanding kota-kota besar.

“Kami melihat banyak sekali yang menunggak. Kemudian kami menggandeng Satpol PP. Hasilnya sangat efektif, kami mendapatkan Rp 500 juta setiap bulan dari hasil penagihan sendiri,” ujar Direktur PDAM Jepara Prabowo kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, penagihan yang dilakukan pihaknya dengan Satpol PP adalah dengan langsung mendatangi rumah-rumah pelanggan. Mereka ada yang langsung membayar di tempat dan ada pula yang membayar di kantor PDAM.

Dia menjelaskan, berdasarkan aturan, sebenarnya jika pelanggan menunggak hingga lebih dari lima bulan, maka akan ditagih langsung ke rumah pelanggan. Jika masih berkelit, instalasi terancam diputus.“Tapi kami lebih mengedepankan persusif. Tak langsung asal putus,” ucapnya.

Meski demikian, pelanggan yang nunggak tersebut bukan berarti tidak mau membayar. Mereka tetap membayar tapi di satu atau di bulan-bulan berikutnya. Hal ini cukup merepotkan, khususnya dalam urusan administrasi.

Editor : Kholistiono

Memprihatinkan, 7 Ribu KK Belum Teraliri Listrik

listrik_01

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 7 ribu kepala keluarga (KK) berkategori miskin di Kabupaten Kudus, hingga kini masih belum bisa menikmati aliran listrik dari PLN.

Kondisi tersebut tentu cukup ironis, mengingat Kudus merupakan kabupaten dengan wilayah terkecil di Jawa Tengah, yang semua wilayahnya sudah terjangkau jaringan listrik PLN.

”Dari data kami memang masih ada sekitar 7 ribu kepala keluarga yang belum teraliri listrik. Mereka masih menyalur dari tetangganya yang ada jaringan listrik,” kata Kabid Energi Sumber Daya Mineral pada Dinas BMPESDM Kudus Suhartati.

Menurut Suharti, kepala keluarga yang belum bisa menikmati aliran listrik tersebut merupakan kepala keluarga kategori miskin. Dimungkinkan, mereka tidak mampu untuk membayar biaya sambungan baru listrik dari PLN.

Hal tersebut lantaran persebaran jaringan listrik PLN sejauh ini sudah mencakup seluruh yang ada di Kudus. Bahkan, persebaran jaringan listrik sudah seratus persen di semua dusun dan RT/RW.

”Untuk jaringan PLN, 100 persen sudah ada di seluruh desa, dusun, hingga RT/RW,” tambahnya.

Kondisi tersebut tentu cukup memprihatinkan. Pasalnya, saat ini listrik seakan menjadi kebutuhan uatama masyarakat. Beragam aktivitas kehidupan, sangat bergantung dengan aliran listrik.

Editor: Merie

Penyaluran Listrik ke Lokalisasi LI Pati Terkendala Pemasangan Tiang Sepanjang 3 Km

Kondisi Lorong Indah pada malam hari tanpa listrik. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kondisi Lorong Indah pada malam hari tanpa listrik. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Sudah puluhan tahun sejak berdirinya lokalisasi Lorong Indah (LI) di Desa Margorejo, Kecamatan Margorejo, Pati tanpa menggunakan penerangan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Selain kawasan tersebut masih dinilai tabu oleh pemerintah dan masyarakat, jarak menuju kawasan kompleks lokalisasi juga cukup jauh. Yakni 3 kilomter dari jalan pantura Pati-Kudus, sehingga menghambat penyaluran listrik dari PLN.

Selama puluhan tahun pula, penerangan dan keperluan listrik lokalisasi LI ditopang dengan mesin diesel yang menghabiskan solar dalam jumlah yang tidak sedikit. Karena itu, sejumlah pengelola LI merasa penyaluran listrik dari PLN dirasa perlu.

”Kami sudah melaporkan usaha penyaluran listrik PLN kepada Pak Lurah. Tapi, kami masih terkendala dengan jarak yang cukup jauh sehingga harus mendirikan tiang-tiang listrik yang cukup banyak,” kata Ketua Paguyuban Lorong Indah Mastur kepada MuriaNewsCom.

Dengan begitu, rencana penyaluran listrik ke LI dibutuhkan waktu yang cukup lama. ”Setelah izin ada, pemasangan tiang dan kabel listrik sepanjang 3 kilometer segera dilakukan. Itu butuh waktu yang cukup lama. Padahal, mesin diesel yang digunakan untuk menopang kelistrikan di LI sudah mulai sering rusak,” imbuhnya.

Dengan adanya pasokan listrik dari PLN, pihaknya berharap agar penggunaan listrik di lokalisasi LI lebih efisien dan hemat dibandingkan dengan mesin diesel yang menghabiskan solar senilai Rp 54 juta setiap bulannya. (LISMANTO/TITIS W)

PLN Akan Segera Masuk Lokalisasi Lorong Indah Pati

Kondisi Lorong Indah (LI) pada malam hari. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kondisi Lorong Indah (LI) pada malam hari. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Ketua Paguyuban Lokalisasi Lorong Indah (LI) Mastur memastikan akan segera menggunakan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam waktu dekat. Selama ini, penerangan dan listrik di kawasan lokalisasi LI dipasok dari pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

”Selama ini kami menggunakan mesin diesel untuk mendukung aktivitas yang membutuhkan listrik di LI, seperti penerangan, televisi dan lain sebagainya. Kami akan segera menggunakan jasa listrik dari PLN,” ujar Mastur saat dihubungi MuriaNewsCom, Rabu (2/12/2015).

Ia mengatakan, penggunaan mesin diesel di kompleks LI bisa menghabiskan solar senilai Rp 1,8 juta per 24 jam. Hal itu dinilai sangat memboroskan.

Karena itu, penggunaan listrik dari PLN diharapkan bisa menghemat pengeluaran di kompleks LI setiap harinya. ”Dalam sebulan, pengeluaran di kompleks LI untuk kebutuhan listrik menggunakan mesin diesel mencapai Rp 54 juta. Dengan memakai listrik dari PLN, kami berharap bisa lebih hemat,” tambahnya.

Selain itu, mesin diesel yang digunakan sebagai pemasok listrik di kawasan LI saat ini sudah mulai tidak kuat. Dari sejumlah pertimbangan tersebut, Mastur bersama dengan pengurus lokalisasi LI memutuskan untuk memakai listrik dari PLN. (LISMANTO/TITIS W)

Pelanggan PLN Jepara Keluhkan Restitusi yang Tidak Dikembalikan

Logo_PLN (e)

JEPARA – Dana restitusi yang semestinya dikembalikan ke pelanggan ketika pemasangan instalasi listrik tak jadi dilakukan, justru ada yang tidak dikembalikan. Hal ini yang membuat salah satu pelanggan PLN Rayon Jepara mengeluh.

”Pemasangan instalasi listrik tak jadi dilakukan karena terkendala faktor teknis. Sudah ada satu bulan, tapi dana restitusi belum dikembalikan,” ujar Muslimin, warga Desa Gerdu, Kecamatan Pecangaan, Jepara.

Dia menceritakan, sekitar sebulan yang lalu dia mengajukan permohonan untuk pemasangan instalasi listrik ke PLN Rayon Jepara. Dia juga sudah membayar biaya pemasangan sesuai dengan harga yang ditentukan.

”Setahu saya pemasangan akan dilakukan dalam waktu beberapa hari setelah mendaftar. Ini sudah satu bulan tapi tidak dipasang, dana juga tidak dikembalikan,” jelas Muslimin, Rabu (26/8/2015).

Menurutnya, setelah mengadukan hal ini kepada PLN, pihaknya diminta untuk membayar kembali,agar bisa segera dipasangkan instalasi di rumahnya. Padahal sampai saat ini, restitusi belum juga dicairkan.

”Biayanya mencapai Rp 800 ribu lebih. Yang saya hubungi tentu saja (biro teknik listrik-red). Saat ini instalasi sudah dipasang, tapi BTL yang menalangi,” ungkap dia. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Pelanggan PLN Diminta Tertib Bayar Listrik

Humas PLN Kudus Arif Nuryadi memberikan keterangan pers terkait tunggakan pembayaran yang mencapau Rp 7,9 miliar. (MURIA NEWS/FAISOL HADI)

KUDUS – Seolah sudah menjadi tunggakan rutin setiap bulan, membuat PLN terbiasa dalam menghadapi tunggakan listrik. Dari berbagai upaya yang dilakukan, di antaranya dengan meningatkan pelanggan guna membayar tepat waktu. Namun jika pelanggan masih menunggak masih membandel, akan diputus alirannya.

Lanjutkan membaca

Rembang, Penunggak Pembayaran Listrik Terbesar

Humas PLN Kudus Arif Nuryadi memberikan keterangan pers terkait tunggakan pembayaran yang mencapau Rp 7,9 miliar. (MURIA NEWS/FAISOL HADI)

KUDUS – Hingga April 2015, jumlah tunggakan pembayaran listrik di seluruh area PT PLN Kudus sebesar Rp 9,7 miliar. Dari 8 rayon yang dinaungi PLN kudus, Rayon Rembang merupakan yang terbesar menunggak pembayaran listrik.

Lanjutkan membaca