PLN Bakal Bangun Pembangkit Berkapasitas 2000 Megawatt

Didi Rahmad (tiga dari kanan) memberikan cinderamata kepada perwakilan dari Pemkab Jepara pada acara roadshow humas, PT PLN Area Kudus, Kamis (27/4/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Jepara menjadi salah satu wilayah untuk menyukseskan program listrik 35.000 Megawatt yang dicanangkan pemerintahan Joko Widodo. Kini, di kabupaten tersebut sedang dilaksanakan pembangunan dua pembangkit yang masing-masing berkapasitas 1000 MW. 

Hal itu diungkapkan oleh Manajer PT PLN Area Kudus Didi Rahmad, saat roadhshow Humas PT PLN Area Kudus, di Jepara, Kamis (27/4/2017). 

“Progresnya sekarang baru tahap konstruksi, targetnya penyelesaian pada pertengahan 2019. Maka dari itu kami mengharap bantuan dari seluruh elemen baik dari masyarakat maupun unsur Forkopinda agar hal itu bisa terwujud,” ujarnya. 

Ia mengatakan, ketika pembangkit tersebut telah selesai dibangun maka akan berkontribusi listrik sebesar 4400 MW untuk Jawa-Sumatera. Guna menyalurkan daya tersebut, PLN akan membangun tower di 81 titik, di wilayah Jepara. 

Dirinya menyebut, untuk proses pembebasan lahan telah mencapai 75 persen. Sementara sisa 25 persen masih dalam pembahasan dengan pihak terkait. 

“Maka dari itu kami butuh dukungan dari semua elemen, karena ketika listrik ketika sudah diproduksi maka harus tersalurkan. Oleh karenanya katakanlah ada wilayah yang dilewati tower dengan perhitungan sesuai akan kita ganti,” jelasnya. 

Sementara itu, terkait ajang Roadshow Humas Didi menyampaikan acara tersebut untuk menyosialisasikan berbagai hal terkait kebijakan dan produk PT PLN. Hal itu dibenarkan oleh Humas PT PLN Persero Area Kudus Muhdam. Menurutnya, selain di rayon Jepara, acara serupa juga digelar pada rayon yang ada di eks Karisedenan Pati.

Editor : Kholistiono

PLN Sumbang Buku untuk Rumah Belajar Ilalang Jepara

Pegiat rumah belajar ilalang dan Manajer Area PLN Kudus berfoto setelah pembagian buku baca, Jumat (21/4/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara -Memperingati Hari Kartini PT PLN Area Kudus membagikan 152 buku kepada komunitas Rumah Belajar Ilalang, Jumat (21/4/2017). Bertajuk Kartini Inspirasi Negeri, ajang serupa juga dilaksanakan di seluruh Indonesia. 

“Kegiatan bertajuk Kartini Inspirasi Negeri tak hanya dilakukan di Jepara, namun di PLN seluruh Indonesia. Kalau di Area Kudus kami memilih Jepara karena ini adalah tempat lahir dari Kartini,” ujar Didi Rahmad, Manajer PT PLN Area Kudus. 

Ia mengungkapkan, buku-buku yang disumbangkan berasal dari karyawan di lingkungan PLN Area Kudus. Buku yang disumbangkan oleh mereka tak hanya kategori anak-anak, ada beberapa di antaranya yang karya sastra. “Dengan membagikan buku kami ingin meniru semangat Kartini dalam membagi pengetahuan,” imbuh Didi. 

Sementara itu, Hasan, pegiat Rumah Belajar Ilalang menyatakan apresiasinya. “Meskipun jarak tempat komunitas kami tak jauh dari Ibu Kota Jepara, namun sarana membaca begitu kurang. Untuk memenuhi kehidupan sehari-hari saja masih sulit apalagi untuk membaca buku bacaan,” katanya. 

Ke depan ia mengharapkan bantuan tersebut bisa lebih ditingkatkan, untuk lebih menunjang kegiatan dan minat membaca anak-anak disekitar Komunitas yang berada di Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan itu.

Editor : Kholistiono 

Hari Ini, Listrik di 6 Desa di Jepara Dipadamkan

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Kudus Rayon Jepara mengabarkan pemadaman sementara arus listrik di sejumlah wilayah di Jepara pada Kamis (23/2/2017) mulai dari pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Manajer PLN Rayon Jepara Jaya Kurniawan mengatakan, pemadaman sementara arus listrik tersebut, guna pemeliharaan jaringan dan juga untuk keperluan pemotongan pohon, yang mengharuskan adanya pemadaman listrik.

“Untuk pemadamannya akan dilakukan di beberapa desa yang ada di 2 Kecamatan. Yakni,Kecamatan Kedung ada 5 desa, yaitu Desa Dongos, Tedunan, Bugel, Surodadi, dan Sowan. Sedangkan di Kecamatan Pecangaan hanya di Desa Troso,” kata Jaya.

Terkait dengan pemadaman listrik, katanya, biasanya pihaknya mengirimkan surat pemberitahuan kepada pihak terkait atau kepala desa, Dinas Kominfo dan pihak lainnya, agar informasi pemadaman listrik bisa disebarluaskan.

Menurutnya, pemadaman tidak hanya terpaku pada satu atau dua titik saja dan di wilayah tertentu. Namun, pemadaman bisa saja diberlakukan di semua wilayah jika memang diperlukan untuk pemeliharaan jaringan atau lainnya.

Dengan adanya pemadaman secara bergilir sebagai upaya perawatan jaringan dan pemotongan ranting pohon yang mengganggu arus listrik, pihaknya juga berharap, kedepannya arus listrik bisa berjalan dengan baik.

“Pemeliharaan ini tentunya dilakukan rutin. Terlebih untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Sehingga pemotongan pohon yang mengganggu arus listrik juga harus perlu dikroscek,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Dapat Somasi dari PLN, Dukungan untuk Mantan Kabag Humas Jepara Berdatangan

Lembaga Garuda Muda Indonesia (LGMI) Jepara menyampaikan keprihatinnya kepada Hadi Priyanto terhadap somasi yang dilayangkan PLN, Senin (6/2/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Lembaga Garuda Muda Indonesia (LGMI) Jepara menyampaikan keprihatinnya kepada Hadi Priyanto terhadap somasi yang dilayangkan PLN, Senin (6/2/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Dukungan terhadap mantan Kabag Humas Setda Jepara Hadi Priyanto terkait dengan adanya somasi PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan DIY Area Kudus terus mengalir.

Kali ini datang dari Lembaga Garuda Muda Indonesia (LGMI) Jepara yang menyampaikan keprihatinnya kepada Hadi Priyanto terhadap somasi yang dilayangkan PLN tersebut.

 “Keluhan Pak Hadi Priyanto di dalam akun Facebooknya, terkait listrik padam yang sering terjadi di wilayah Jepara ini memang banyak dikeluhkan masyarakat dan wajar. Selama ini memang banyak keluhan dari masyarakat terkait kinerja dan pelayanan listrik,” katanya, Sekretaris LGMI Jepara Antonius Agung, Senin (6/2/2017).

Dia melanjutkan, selama ini masyarakat Jepara sangat bertumpu pada listrik. Sehingga saat listrik byar pet, tentu hal ini sangat mengganggu aktivitas mereka. Sehingga masyarakat yang mempunyai banyak usaha kecil menengah, problemnya pasti merugi. 

Terkait hal ini, LGMI akan melayangkann surat kepada PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan DIY Area Kudus untuk juga memperbaiki pelayanannya. Ia juga berharap, dengan adanya PLTU TJB di Jepara, masyarakat di kota ukir mendapatkan pasokan atau alokasi khusus dari sana. “kami berharap, Jepara sebagai kota energi juga medapatkan pasokan khusus dari sana” ujarnya.  

Di saat yang sama, Hadi Priyanto mengucapkan terimakasih atas dukungan dari LGMI Jepara. “Postingan di Facebook beberapa hari lalu merupakan sebuah keluhan konsumen yang sudah jenuh dengan seringnya mati lampu. Apalagi, di wilayah Jepara, mati lampu bisa terjadi berkali-kali dalam satu hari,” ungkapnya.

 Sementara itu, terkait dengan kalimat yang yang diposting ketika itu adalah tulisan meme yang didapatkan dari grup WhatsApp. Karena dinilai sesuai dengan kondisi di Jepara yang sering mati lampu, ia pun menggunakan untuk status Facebook miliknya.  “Namun, setelah adanya surat somasi tersebut,  saya telah menghapusnya,” ucapnya.

Selain itu,  ia tak mempunyai anggapan bahwa postingannya tersebut akan menimbulkan permasalahan yang panjang. Apalagi sampai menyebar kemana-mana dan menjadi perbincangan publik.

Editor : Kholistiono

3 Kecamatan di Jepara Bakal Mengalami Pemadaman Listrik, Ini Jadwalnya

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Kudus Rayon Jepara mengabarkan pemadaman sementara arus listrik di sejumlah wilayah di Jepara pada 6 dan 7 Februari 2017.

Manajer PLN Rayon Jepara Jaya Kurniawan mengatakan, pemadaman sementara arus listrik tersebut, guna pemeliharaan jaringan dan juga untuk keperluan pemotongan pohon, yang mengharuskan adanya pemadaman listrik.

“Pemadaman arus listrik sementara untuk keperluan pemeliharaan jaringan dan pemotongan pohon sebenarnya sudah dilakukan secara berkala, dan selalu ada pengumumannya. Namun memang tidak menyebar ke grup WatsApp, Facebook ataupun media online. Sehingga, seolah-olah masyarakat hanya mengetahui saat ini saja,” ujarnya.

Menurutnya, pemadaman tidak hanya terpaku pada satu atau dua titik saja dan di wilayah tertentu, namun, pemadaman bisa saja diberlakukan di semua wilayah jika memang diperlukan untuk pemeliharaan jaringan atau lainnya.

Terkait dengna pemadaman listrik, bisanya pihaknya mengirimkan surat pemberitahuan kepada pihak terkait atau kepala desa, Dinas Kominfo dan pihak lainnya, agar informasi pemadaman listrik bisa disebarluaskan.

Berikut ini daftar pemadaman sementara aliran listrik pada 6 dan 7 Februari di Jepara

1.Hari : Senin (6 Februari 2017)

Lokasi :Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan dan Kelurahan Pengkol, Kecamatan Jepara

Waktu padam : Pukul 09.00-13.00 WIB

Keperluan : Pemeliharaan jaringan dan pemotongan pohon.

2. Hari : Senin (6 Februari 2017)

Lokasi : Desa Mulyo Harjo, Kuwasen, Bandengan, Wonorejo, dan Kedungcino, Kecamatan Jepara

Waktu padam : Pukul 13.00-17.00 WIB

Keperluan : Pemeliharaan jaringan dan pemotongan pohon

3. Hari : Selasa (7 Februari 2017)

Lokasi padam : Desa Ngabul, Raguklampitan, Bawu, Bantrung, Bringin, Batealit, Mindahan, dan Sumosari.

Waktu padam : Pukul 09.00-16.00 WIB

Keperluan : Pemeliharaan jaringan dan pemotongan pohon

Editor : Kholistiono

Terkait Kejanggalan Dalam Penulisan Tanggal di Surat Somasi untuk Hadi Priyanto, Ini Komentar Manajer PLN Rayon Jepara

Surat somasi dari pihak PLN yang dilayangkan ke Hadi Priyanto yang terdapat kejanggalan pada penulisan tanggal. (Istimewa)

Surat somasi dari pihak PLN yang dilayangkan ke Hadi Priyanto yang terdapat kejanggalan pada penulisan tanggal. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan DIY Area Kudus tak terima dengan status yang diunggah oleh Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Jepara Hadi Priyanto yang berbunyi “Segenap Direksi PT PLN (Persero) mengucapkan selamat menikmati listrik padam dan mohon maaf lahir batin.”

Status di akun Facebook tersebut diunggah pada 29 Januari 2017 lalu, yang saat ini sudah dihapus.

Terkait postingan itu, PLN mengeluarkan surat somasi. Namun, pada surat itu ada yang janggal. Yakni penulisan tanggal surat, tertera 03 Januari 2017. Padahal, unggahan status FB milik Hadi dilakukan pada tanggal 29 Januari 2017.

Apakah ini sengaja, atau kekeliruan? Yang pasti, surat itu terdapat kop PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta Area Kudus, berikut logonya. Surat juga ditandatangani oleh Manajer Didi Rahmad, lengkap dengan tanda stempel.

Baca juga : Ada yang Janggal di Surat Somasi PLN ke Pejabat Dinkominfo Jepara, Ini Lho!

Menanggapi hal ini, Manajer PLN Rayon Jepara Jaya Kurniawan, jika dirinya tidak tahu persis isi surat ataupun tanggal dari surat tersebut. “Untuk surat itu, memang saya yang yang mengantar dan diterima langsung oleh Pak Hadi. Berhubung surat itu di amplop yang masih tersegel, jadi, saya tidak berani membuka dan tidak etislah kalau membukanya,” kata Jaya.

Dirinya menyampaikan, jika tanggal atau bulan yang tertulis pada surat somasi tersebut dimungkinkan salah ketik. “Mungkin saja ada kekeliruan teknis, salah ketik. Intinya, surat itu saat saya serahkan ke Pak Hadi pada Jumat (3/2/2017) kemarin dan kondisinya masih dalam keadaan disegel,” pungkasnya.

Baca juga : Ini Isi Status FB Pejabat Dinkominfo Jepara yang Bikin PLN Berang

Editor : Kholistiono

Hadi Priyanto Tak Menyangka Postingannya Soal Pemadaman Listrik Berbuntut Panjang

Jepara PLN

Status permohonan maaf yang ditulis Hadi Priyanto atas postingannya mengenai pemadaman listrik beberapa waktu lalu. (Facebook)

MuriaNewsCom, Jepara – Hadi Priyanto yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Jepara, tak menyangka jika status yang ditulis akun Facebook miliknya terkait dengan pemadaman listrik di wilayah Jepara berbuntut panjang.

Pada tanggal 29 Januari 2017 pukul 11.58 WIB, dirinya menulis status di akun FB miliknya yang berbunyi “Segenap Direksi PT PLN (Persero) mengucapkan selamat menikmati listrik padam dan mohon maaf lahir batin.”

Status tersebut kemudian mendapatkan reaksi dari pihak PLN yang berupa somasi. Surat somasi dilayangkan oleh PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan DIY Are Kudus, yang mengharuskan Hadi Priyanto untuk menghentikan, memposting, membuat berita, pernyataan maupun komentar untuk kepentingan apapun dengan mengatasnamakan Direksi PT. PLN (Persero) serta menggunakan logo PLN.

Hadi Priyanto juga diminta untuk membuat permohonan maaf di time line Facebook dalam 1X24 jam, tertanggal dari surat tersebut.

“Status yang saya tulis di Facebook itu sebenarnya merupakan keluhan konsumen saja, dan agar nantinya membuat pelayanan PLN lebih baik lagi. Saya juga tidak menyangka jika postingan saya berbuntung panjang hingga disomasi,” ujarnya, Sabtu (4/2/2017).

Baca juga : Ini Isi Status FB Pejabat Dinkominfo Jepara yang Bikin PLN Berang

Dirinya juga mengaku sudah menuliskan permintaan maaf di akun Facebook miliknya. Dirinya menyadari jika petugas PLN yang di lapangan terbatas, dan sudah bekerja keras untuk melayani warga. Namun, dirinya berharap supaya pelayanan dari PLN bisa lebih baik lagi.

Kemudian, terkait dengan meme yang diposting ketika itu, dirinya mengaku mendapatkan dari grup WhatsApp dan dinilai sesuai dengan kondisi di Jepara yang sering mati lampu.

“Di wilayah Jepara kota saja, satu hari bisa 3 hingga 4 kali padam listrik. Sehingga itu bisa menyebabkan kegiatan terganggu, pekerjaan terganggu. Alat-alat rumah tangga juga bisa rusak. Terlebih yang mempunyai usaha mebel,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala PLN Rayon Jepara Jaya Kurniawan, mengaku, saat ini pihaknya belum melihat status permintaan maaf dari Hadi Priyanto yang ditulis di akun Facebook. “Tentunya bila permintaan maaf itu sudah ada dalam facebook, maka akan kita beritahukan kepada manajeman dan direksi yang ada,” katanya.

Sementara itu, saat ditanya mengenai postingan tersebut, ia mengutarakan bahwa postingan yang mengatasnamakan direksi dan penggunakan logo PLN dalam postingan tertanggal 29 Januari lalu tidak dibenarkan.

“Postingan mengatasnamakan direksi dan menggunakan logo PLN itu tidak dibenarkan. Terlebih beliau merupakan orang yang dituakan di Pemda Jepara. Sehingga postingan itu bisa menjadi viral,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga tidak mempermasalahkan bila ada masukan dan kritikan yang masuk ke PLN mengenai pemadaman listrik. Namun tidak harus mengatasnamakan direksi dan mencatut logo resmi PLN.

Editor : Kholistiono

Ini Isi Status FB Pejabat Dinkominfo Jepara yang Bikin PLN Berang

surat somasi 1 (e)

Yang dikotak merah merupakan kutipan status akun Facebook Hadi Priyanto, yang kini sudah dihapus

MuriaNewsCom – PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan DIY Area Kudus merasa gerah dan marah dengan status yang diunggah oleh Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Jepara Hadi Priyanto. Status di akun Facebook tersebut diunggah pada 29 Januari 2017.

Status tersebut berisi ungkapan sindiran kepada PLN karena di Jepara dalam beberapa waktu terakhir sering terjadi pemadaman listrik atau byar pet. Padahal di Jepara sendiri terdapat pembangkit listrik dengan kapasitas yang sangat besar. Penasaran dengan isi statusnya? Ini Isinya :

Segenap Direksi PT. PLN (Persero) mengucapkan selamat menikmati mati lampu mohon maaf lahir & batin” tulis Hadi Priyanto di akun Facebooknya pada 29 Januari 2017 pukul 11.58 WIB.

Status tersebut juga disertai logo PLN. Hal ini yang kemudian membuat marah perusahaan listrik milik Negara tersebut, dan mengeluarkan surat somasi. Hadi juga langsung menghapus status tersebut dan memberikan pernyataan maaf sesuai dengan somasi yang dilayangkan PLN.

Jepara PLNStatus permintaan maaf itu diunggah pada Sabtu (4/2/2017) pukul 10.57 WIB. Dalam status permintaan maafnya ini, Hadi menyebut bukan hanya karena “takut” dengan somasi dari PLN, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap petugas lapangan PT PLN Ranting Jepara dan Bangsri telah bekerja keras untuk mengatasi masalah gangguan listrik.

Saya harus minta maaf atas postingan saya terkait dengan pemasangan meme satire listrik byar pet di Jepara. Bukan semata karena saya mendapatkan somasi, tetapi karena saya sangat menghargai jerih lelah teman teman petugas lapangan PT. PLN Ranting Jepara dan Bangsri yang siang malam telah bekerja sangat keras untuk memberikan pelayanan kepada konsumen. Saya juga percaya, unggahan saya mendapatkan perhatian dari Direksi PT PLN untuk meningkatkan pelayanan pada kepada konsumen. Harapan kami sebagai konsumen, kejadian listrik mati tidak lagi terulang diwaktu yang akan datang. Kepada teman teman yang telah memberikan apresiasi saya ucapkan terima kasih”.

Editor : Ali Muntoha

Bikin Status Sindiran Jepara Mati Lampu, Pejabat Dinkominfo Disomasi PLN

Hadi Priyanto yang mendapatkan somasi dari pihak PLN terkait tulisan di Facebook mengenai pemadaman listrik. (Istimewa)

Hadi Priyanto yang mendapatkan somasi dari pihak PLN terkait tulisan di Facebook mengenai pemadaman listrik di wilayah Jepara . (Istimewa)

MuriaNewsCom,Jepara – Status Facebook salah satu pejabat Dinas Komunikasi dan Informatika Jepara terkait dengan pemadaman listrik yang cukup sering di wilayah Jepara, berujung dengan somasi yang dilayangkan oleh pihak PLN.

Adalah Hadi Priyanto, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Jepara yang mendapatkan somasi dari pihak PLN, dengan surat nomor 0004/STH.00.01/A-KDS/2017/ tertanggal 03 Januari 2017.

Hal ini terkait dengan postingan Hadi Priyanto di Facebook tertanggal 29 Januari 2017 pukul 11.58 WIB, yang berbunyi  “Segenap Direksi PT PLN (Persero) mengucapkan selamat menikmati listrik padam dan mohon maaf lahir batin.”

Dalam surat somasi yang dilayangkan PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan DIY Are Kudus tersebut, Hadi Priyanto diminta untuk menghentikan, memposting, membuat berita, pernyataan maupun komentar untuk kepentingan apapun dengan mengatasnamakan Direksi PT. PLN (Persero) serta menggunakan logo PLN.

Hadi Priyanto juga diminta untuk membuat permohonan maaf di time line Facebook dalam 1X24 jam, tertanggal dari surat tersebut.

Lebih lanjut dari isi surat somasi tersebut adalah, jika Hadi Priyanto tidak mengindahkan surat somasi itu, maka pihak PLN akan menyelesaikan melalui jalur hukum.

Terkait surat somasi tersebut, dari pantauan MuriaNewsCom pada Sabtu (4/2/2017), pada pukul 10.57 WIB, Hadi Priyanto menuliskan permohonan maafnya di akun Facebook miliknya.

Saya harus minta maaf atas postingan saya terkait dengan pemasangan meme satire listrik byar pet di Jepara. Bukan semata karena saya mendapatkan somasi, tetapi karena saya sangat menghargai jerih lelah teman teman petugas lapangan PT. PLN Ranting Jepara dan Bangsri yang siang malam telah bekerja sangat keras untuk memberikan pelayanan kepada konsumen. Saya juga percaya, unggahan saya mendapatkan perhatian dari Direksi PT PLN untuk meningkatkan pelayanan pada kepada konsumen. Harapan kami sebagai konsumen, kejadian listrik mati tidak lagi terulang diwaktu yang akan datang. Kepada teman teman yang telah memberikan apresiasi saya ucapkan terima kasih.”.

Editor : Kholistiono

Terkait Keluhan Pelanggan Soal Pemadaman Listrik, Ini Kata Manajer PLN Rayon Jepara

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Jepara – Terkait dengan adanya keluhan warga mengenai pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Jepara, pihak PLN Jepara menegaskan, selalu siaga selama 24 jam dalam merespon keluhan pelanggan, bahkan ketika terjadi bencana puting beliung beberapa waktu yang lalu.

“Untuk pelayanan gangguan ataupun keluhan lainnya kami selalu siaga selama 24 jam dan 7 hari dalam seminggu. Pelanggan cukup menghubungi contact center PLN 123 atau langsung datang ke kantor PLN terdekat. Pelayanan CC PLN 123 sebenarnya untuk memudahkan pelanggan melakukan komunikasi dengan PLN karena dapat dihubungi melalui beberapa saluran, bisa telp (kode area) 123, ya kalau Jepara (0291) 123, email pln123@pln.co.id , Facebook dengan akun PLN 123, dan Twitter dengan akun @pln123,” ujar Jaya Kurniawan, Manajer Rayon Jepara, dalam rilis yang diterima MuriaNewsCom, Jumat (3/2/2017).

Ditambahkan pula, bahwa layanan pengaduan CC PLN 123 merupakan layanan pengaduan secara nasional dan seluruh pengaduan yang disampaikan melalui CC tersebut akan dipantau secara tersistem, sehingga apabila ada keluhan masyarakat yang belum direspon dengan baik pasti akan ada sanksi.

Jaya juga menjelaskan, bahwa padamnya listrik disebabkan oleh 2 faktor, yaitu untuk pemeliharaan dan gangguan. Untuk pemeliharaan dia mengibaratkan jaringan listrik seperti layaknya kendaraan bermotor ataupun alat elektronik lainnya yang memerlukan perawatan secara berkala, dan untuk menjamin keselamatan bekerja saat dilakukan pemeliharaan jaringan listrik dikondisikan dalam keadaan padam. “Untuk pemeliharaan selalu kami informasikan sebelumnya,” imbuhnya.

Sedangkan untuk padam tanpa ada pemberitahuan atau gangguan  di wilayah Jepara, menurutnya, dikarenakan cuaca ekstrem yang terjadi seperti hujan lebat dan angin kencang mengakibatkan pohon tumbang yang akhirnya menimpa jaringan.

“Jadi jaringan PLN ini menggunakan sistem yang akan padam bila terkena sentuhan sebagai tindak pengamanan. Bayangkan kalau ada dahan pohon menyentuh kabel dan jaringan tidak padam lalu listrik mengaliri pohon tersebut, itu bisa membahayakan sekitarnya. Itu hanya contoh saja. Tapi masyarakat tidak perlu khawatir karena saat menerima laporan gangguan saat itu pula kami meluncur ke lapangan untuk memperbaiki jaringan, walau dalam kondisi hujan dan angin. Kami siaga 24 jam dan 7 hari seminggu,” ungkapnya.

Jaya juga mengharapkan, masyarakat dapat turut memberikan dukungan untuk PLN dengan memberikan informasi secepatnya apabila padam ataupun menyampaikan masukan apabila ada pohon di lingkungan sekitar yang medekati jaringan melalui CC PLN 123 atau ke kantor PLN terdekat.

Editor : Kholistiono

Listrik Sering Padam di Jepara, Ternyata Ini Penyebabnya

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Jepara – Sejumlah warga mengeluhkan adanya pemadaman listrik yang cukup sering di Kabupaten Jepara. Hal itu terlihat dari banyaknya aduan warga yang masuk ke Portal “Lapor Bupati.”

Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara Sholih mengatakan, keluhan mengenai listrik yang masuk ke Portal Lapor Bupati tidak kurang dari 26 keluhan. Masyarakat mengeluh karena listrik sering mati. Akibatnya, kerja terhambat dan peralatan elektronik rusak. Masyarakat katanya sebagian juga mengadu dan mengeluh ke pihak PLN, namun tidak mendapatkan respon.”Kami berharap apapun keadaannya, aduan hendaknya ditangani dengan baik,” katanya.

Dengan kondisi semacam itu, pihaknya meminta agar kondisi listrik di Jepara diperbaiki. Sehingga ke depannya setiap kegiatan sehari hari bisa berjalan lancar.

Menanggapi hal tersebut, Kepala PLN Rayon Bangsri Jaya Kurniawan menyampaikan, bahwa kondisi cuaca di Jepara saat ini di luar prediksi. Kondisi tersebut mengakibatkan jaringan listrik terganggu. Pemicunya adalah pohon yang tumbang ataupun pohon rimbun yang mengganggu jaringan.”70 persen gangguan listrik karena pohon. Gangguan tahun ini lebih parah dibanding musim hujan tahun lalu,” katanya.

PLN mencatat, pohon yang mengganggu kabel listrik untuk wilayah Rayon Jepara tak kurang dari 26.000 pohon. Kondisi serupa juga terjadi di area PLN Rayon Bangsri.Secara keseluruhan pohon yang berpotensi mengganggu jaringan listrik sebanyak 50 ribu lebih pohon.

“Selama ini, kami juga sedikit terkendala personel. Meski demikian, untuk triwulan pertama ini, kami menargetkan 3 ribu pohon sudah dirabas di jalur utama. Kami juga melakukan penambahan personel, agar satu bulan ke depan sudah bisa selesai, sehingga listrik tidak lagi terganggu,” ungkapnya.

Saat ini dirinya juga berharap supaya pemkab mendukung perabasan pohon dengan memberikan imbauan kepada pihak desa. Sebab, untuk perabasan pohon, terkadang terkendala oleh pemilik pohon yang tidak mengizinkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jepara Basuki Wijayanto menilai, tingkat pemadaman listrik akhir-akhir ini memang sangat tinggi. Kondisi ini berbeda dengan dulu. “Jika memang hal itu terjadi karena musim hujan, seharusnya sudah ada pemeliharaan pohon sebelum musim hujan tiba. Karena dalam pembayaran PLN memang sudah ada alokasi untuk memeliharaan jaringan,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Konsumsi Listrik Industri di Jepara Selama Ramadan Ini Alami Kenaikan

Salah seorang warga sedang mengecek meteran listrik (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Salah seorang warga sedang mengecek meteran listrik (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

             MuriaNewsCom, Jepara – Kebutuhan listrik di Kabupaten Jepara untuk bulan Ramadan ini justru meningkat drastic. Peningkatan mencapai 40 persen dibanding hari biasa. Tak hanya itu, peningkatan justru terjadi pada industri, bukan rumah tangga.

Hal itu disampaikan Manajer PT PLN Rayon Jepara Sunoto. Menurutnya, kenaikan tersebut terjadi di wilayah yang banyak terdapat aktivitas industri. Sedangkan di rumah tangga tidak mengalami kenaikan signifikan.

 “Kenaikan listrik tertinggi berada di wilayah yang banyak terdapat industri tekstil dan mebel. Itu seperti di Desa Wonorejo, Tahunan, Karang Randu Pendo Sawalan, Ngasem, dan Troso,” ujar Sunoto kepada MuriaNewsCom.

Lebih lanjut ia mengemukakan, industri tersebut butuh tambahan energi listrik untuk menggenjot jumlah produksi yang mungkin meningkat saat Ramadan dan Lebaran.“Kenaikan sebesar itu didapatkan dari hasil pengukuran dari trafo-trafo yang kami miliki. Di hari biasa, konsumsi listrik hanya 80 persen,” katanya.

Untuk mengantisipasi kenaikan tersebut dan menghindari terjadinya gangguan yang disebabkan meningkatnya daya yang dibutuhkan, pihaknya memasang trafo sisipan di wilayah yang mengalami kenaikan kebutuhan yang signifikan, bahkan yang telah mengalami overload. Trafo yang dipasang memiliki kekuatan 50 KVA.

“Disebut sisipan karena trafo tersebut memang dipasang khusus saat terjadi lonjakan kenaikan kebutuhan listrik. Salah satu daerah yang sempat mengalami overload energi listrik yakni Kecamatan Batealit. Kami memasang trafo tersebut setelah terjadi kenaikan,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

 

Asyik, Listrik Karimunjawa Bakal Nyala 24 Jam Mulai Awal Juni 2016

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Persoalan energi listrik di destinasi wisata Jawa Tengah, Karimunjawa segera teratasi. Jika sebelumnya listrik di wilayah terluar Kabupaten Jepara itu menyala hanya setengah hari, dipastikan akan menyala 24 jam mulai awal Juni 2016 nanti.

Kepastian tersebut dikatakan oleh Humas PT PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Kudus, Arif Suryadi. Menurut dia, segala infrastruktur dan fasilitas pendukung sudah siap dioperasikan. Termasuk jaringan listrik yang sudah siap mengalirkan energi ke rumah-rumah warga.

”Listrik di pulau besar Karimunjawa yang di dalamnya terdapat di Desa Kemojan dan Karimunjawa akan menyala selama 24 jam mulai 3 Juni mendatang. Kami sudah bisa pastikan. Sebab nanti akan ada launching penyalahan listrik 24 jam di sana,” ujar Arif kepada MuriaNewsCom, Senin (23/5/2016).

Menurutnya, menyalanya listrik selama 24 jam tersebut seperti yang dijanjikan PLN sebelumnya pada saat serah terima secara resmi pada awal Januari 2016 lalu. Saat ini, pihaknya menjanjikan pertengahan tahun warga Karimunjawa akan bisa menikmati listrik sebagaimana di daratan Jepara.

”Tetapi untuk Pulau Parang dan Pulau Nyamuk memang belum bisa sebagaimana di Pulau Besar Karimunjawa. Sebab, untuk Pulau Parang dan Nyamuk masih dikelola PLTD lama. Entah anggaran tahun keberapa nanti akan juga dikelola sebagaimana di Desa Kemojan maupun Karimunjawa,” ungkapnya.

Semua fasilitas dan infrastruktur untuk mengalirkan energi listrik ke dua ribu pelanggan di sana, lanjut Arif, sudah siap dioperasikan.

”Misalnya sumber pembangkit dan kabel transmisi. Sumber listrik masih menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), namun memiliki daya yang lebih besar dari PLTD yang lama. Sumber energi tersebut ditempatkan di Legon Bajak Dukuh Tlaga Desa Kemojan,” katana.

Sedangkan untuk ujung tegangan, kata dia, berada di Desa Karimunjawa. Semua komponen saat ini sudah dikoneksikan ke kabel transmisi sistem 20 Kv ke pelanggan. Diharapkan agenda sesuai rencana sebagaimana harapan masyarakat.

Editor: Supriyadi

Ini Tanggapan PLN Terkait Kabel Listrik Berbahaya di Mulyoharjo

Kabel transmisi listrik begitu dekat dengan salah satu atap rumah di desa Muyoharjo, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kabel transmisi listrik begitu dekat dengan salah satu atap rumah di desa Muyoharjo, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Menanggapi keluhan warga atas berbahayanya kabel listrik yang ada di RT 05/RW 04 Desa Mulyoharjo, Kecamatan Kota, Manajer PT PLN (Persero) Rayon Jepara Sunoto mengakui memang menerima laporan masalah tersebut.

Meski begitu, pihaknya belum melakukan tindakan yang konkrit untuk mengatasi masalah tersebut. Dia mengaku baru berencana akan meninggikan kabel yang dinilai berbahaya tersebut.

”Kepastiannya nanti akan lakukan survey di lapangan terlebih dahulu sebelum dilakukan peninggian,” ujar Sunoto saat dikonfirmasi melalui sambungan telefon, Kamis (12/5/2016).

Menurut dia, survey dibutuhkan untuk bisa menentukan seberapa tinggi kabel yang akan dinaikkan. Sebab, pihaknya mengaku belum mengetahui secara langsung rendahnya kabel tersebut seberapa.

Disinggung mengenai bantuan untuk korban, Sunoto menyampaikan jika instasinya tak ada anggaran khusus untuk itu. Sehingga untuk saat ini pihaknya mengaku belum memberikan bantuan kepada korban yang kesetrum lantaran terkena kabel di Desa Mulyoharjo tersebut.

”Tidak ada anggaran itu itu. Kalau pun ada bantuan, itu merupakan iuran dari karyawan sendiri,” kata dia.

Atas musibah itu, pihaknya berharap agar warga juga bisa berhati-hati saat melakukan aktivitas yang berdekatan dengan kabel transmisi. Sebab di Jepara banyak bangunan, khususnya bangunan berlantai dua yang memang berdekatan dengan kabel transmisi.

Editor: Supriyadi

Wow, Tagih Tunggakan Pelanggan, PLN Jepara Dapat Rp 500 Juta per Bulan

Petugas PLN menggandeng Satpol PP mendatangi pelanggan yang menunggak membayar listrik (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Petugas PLN menggandeng Satpol PP mendatangi pelanggan yang menunggak membayar listrik (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jepara ternyata banyak yang menunggak, terutama di tahun 2015 lalu. Kemudian, hal itu menuntut pihak PDAM untuk melakukan penagihan. Bahkan, penagihan yang dilakukan sejak akhir tahun 2015 bekerjasama dengan Satpol PP Jepara membuahkan hasil.

Setiap bulan, PDAM Jepara mampu mendapatkan Rp 500 juta saat melakukan penagihan terhadap pelanggan yang belum membayar. Angka tersebut terbilang fantastis untuk Kabupaten Jepara, dengan pelanggan yang relatif sedikit dibanding kota-kota besar.

“Kami melihat banyak sekali yang menunggak. Kemudian kami menggandeng Satpol PP. Hasilnya sangat efektif, kami mendapatkan Rp 500 juta setiap bulan dari hasil penagihan sendiri,” ujar Direktur PDAM Jepara Prabowo kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, penagihan yang dilakukan pihaknya dengan Satpol PP adalah dengan langsung mendatangi rumah-rumah pelanggan. Mereka ada yang langsung membayar di tempat dan ada pula yang membayar di kantor PDAM.

Dia menjelaskan, berdasarkan aturan, sebenarnya jika pelanggan menunggak hingga lebih dari lima bulan, maka akan ditagih langsung ke rumah pelanggan. Jika masih berkelit, instalasi terancam diputus.“Tapi kami lebih mengedepankan persusif. Tak langsung asal putus,” ucapnya.

Meski demikian, pelanggan yang nunggak tersebut bukan berarti tidak mau membayar. Mereka tetap membayar tapi di satu atau di bulan-bulan berikutnya. Hal ini cukup merepotkan, khususnya dalam urusan administrasi.

Editor : Kholistiono

Gangguan Listrik? Laporkan Saja ke PLN

PLN

 

JEPARA – Seiring dengan intensitas hujan yang mulai meninggi diawal tahun 2016 ini, potensi mati listrik pun ikut meninggi. Untuk itu, masyarakat diharapkan melapor jika terjadi gangguan listrik, terutama jika ada kabel jaringan listrik yang putus.

”Jika ada gangguan jaringan, kami harap masyarakat segera melapor. Serta melakukan sterilisasi area jika ada kabel transmisi yang putus hingga didatangi oleh petugas PLN,” ujar Manajer PT PLN Rayon Jepara, Sunoto kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, sebagai upaya tindakan preventif, sebenarnya PLN tahun 2015 kemarin sudah melakukan proses peremajaan di sejumlah jaringan listrik. Peremajaan tersebut merupakan perawatan rutin dengan menyempurnakan jaringan yang belum sempurna, dan mengganti jaringan dan instalasi yang sudah tua.

Menurutnya, potensi gangguan jaringan listrik selama musim hujan di Jepara memang tinggi. Meski di tiap jaringan listrik sudah dipasang penangkal petir, tapi kerusakan jaringan tetap ada.

”Untuk perbaikan, bisa dilakukan cepat. Tapi tergantung jenis kerusakannya. Bisa juga lama jika sambaran petir merusak instalasi,” terang dia.

Dia menjelaskan, selain kerusakan bisa diakibatkan sambaran petir, gangguan juga diakibatkan rimbunnya dahan pohon di sejumlah jaringan listrik. Di musim hujan potensinya kian besar sebab kondisi dahan pohon yang basah. Untuk itu, pihaknya berharap masyarakat berperan aktif dengan memangkas dahan pohon yang sudah hampir menyentuh jaringan kabel transmisi. (WAHYU KZ/TITIS W)

Intensitas Hujan Tinggi, Gangguan Listrik Bakal Terjadi

Petugas PLN melakukan perbaikan jaringan listrik di Jepara belum lama ini. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Petugas PLN melakukan perbaikan jaringan listrik di Jepara belum lama ini. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Beberapa hari terakhir ini diperkirakan sebagian wilayah di Kabupaten Jepara terjadi mati listrik. Ya, sejak intensitas hujan meninggi, ancaman listrik byarpet pun terjadi. Sebab, selain rentan terjadi kerusakan pada jaringan akibat terkena petir, juga bisa terjadi kerusakan ketika kabel jaringan tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang.

Manajer PT PLN Rayon Jepara, Sunoto menjelaskan, intensitas hujan yang mulai meninggi disertai angin dan petir. Hal itu tentu mengakibatkan potensi gangguan jaringan listrik di Jepara. ”Kasus jaringan listrik tersambar petir bahkan sudah terjadi sekitar sebulan yang lalu di wilayah Welahan,” katanya.

Menurutnya, potensi gangguan jaringan listrik selama musim hujan di Jepara memang tinggi. Meski di tiap jaringan listrik sudah dipasang penangkal petir, tapi kerusakan jaringan tetap ada. ”Untuk perbaikan, bisa dilakukan cepat. Tapi tergantung jenis kerusakannya. Bisa juga lama jika sambaran petir merusak instalasi,” terang dia.

Dia menjelaskan, selain kerusakan bisa diakibatkan sambaran petir, gangguan juga diakibatkan rimbunnya dahan pohon di sejumlah jaringan listrik. Di musim hujan potensinya kian besar sebab kondisi dahan pohon yang basah. Untuk itu, pihaknya berharap masyarakat berperan aktif dengan memangkas dahan pohon yang sudah hampir menyentuh jaringan kabel transmisi.

Selain itu, masyarakat diharapkan juga tidak membangun rumah atau bangunan lainnya yang dekat dengan jaringan listrik. (WAHYU KZ/TITIS W)

Ini Kata Manajer PLN Rayon Jepara Soal Restitusi yang Dikeluhkan Pelanggan

Logo_PLN (e)

JEPARA – Menanggapi adanya keluhan salah satu pelanggan terkait restitusi, Manajer PT PLN Rayon Jepara Sunoto mengaku tidak mengetahui soal ada restitusi yang belum dikembalikan kepada pelanggan.

Menurut dia, restitusi memang akan dibayarkan ke pelanggan yang tak kunjung mendapatkan fasilitas instalasi listrik dalam jangka waktu satu hingga tiga bulan setelah pendaftaran. Hanya saja, pihaknya menjanjikan akan melakukan pengecekan data terkait hal itu.

Berdasarkan data yang dihimpun MuriaNewsCom dari BTL, ada puluhan pelanggan PT PLN Rayon Jepara yang mengalami masalah serupa. Dana restitusinya tak kunjung cair. Bahkan ada yang belum dicairkan sejak 2013 lalu.”Mengenai masalah ini, saya akan melakukan pengecekan,” ujar Sunoto, Rabu (26/8/2015).

Selanjutnya, dirinya menjelaskan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan instalasi listrik tak kunjung dipasang di rumah pelanggan. Di antaranya soal ketersediaan material, jaringan listrik ke rumah calon pelaggan, hingga persoalan daya yang mengalir dalam jaringan tersebut.

”Instalasi di jaringan utama listrik harus disiapkan. Jika daya yang mengalir melalui jaringan utama listrik sudah besar, maka tidak bisa langsung membuat jaringan paralel ke rumah warga,” katanya.

Menurutnya, berdasarkan standar operasional yang ada, pemasangan instalasi listrik baru maksimal bisa dilakukan dalam jangak waktu 4,8 hari usai pendaftaran. Itupun jika material tersedia dan tidak ada masalah teknis lainnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Pelanggan PLN Jepara Keluhkan Restitusi yang Tidak Dikembalikan

Logo_PLN (e)

JEPARA – Dana restitusi yang semestinya dikembalikan ke pelanggan ketika pemasangan instalasi listrik tak jadi dilakukan, justru ada yang tidak dikembalikan. Hal ini yang membuat salah satu pelanggan PLN Rayon Jepara mengeluh.

”Pemasangan instalasi listrik tak jadi dilakukan karena terkendala faktor teknis. Sudah ada satu bulan, tapi dana restitusi belum dikembalikan,” ujar Muslimin, warga Desa Gerdu, Kecamatan Pecangaan, Jepara.

Dia menceritakan, sekitar sebulan yang lalu dia mengajukan permohonan untuk pemasangan instalasi listrik ke PLN Rayon Jepara. Dia juga sudah membayar biaya pemasangan sesuai dengan harga yang ditentukan.

”Setahu saya pemasangan akan dilakukan dalam waktu beberapa hari setelah mendaftar. Ini sudah satu bulan tapi tidak dipasang, dana juga tidak dikembalikan,” jelas Muslimin, Rabu (26/8/2015).

Menurutnya, setelah mengadukan hal ini kepada PLN, pihaknya diminta untuk membayar kembali,agar bisa segera dipasangkan instalasi di rumahnya. Padahal sampai saat ini, restitusi belum juga dicairkan.

”Biayanya mencapai Rp 800 ribu lebih. Yang saya hubungi tentu saja (biro teknik listrik-red). Saat ini instalasi sudah dipasang, tapi BTL yang menalangi,” ungkap dia. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Jaringan Listrik di Welahan Akan Ada Pemeliharaan

Petugas PLN Rayon Jepara memperbaiki jaringan listrik. Rencananya, di area Kecamatan Welahan akan dilakukan pemeliharaan. (MURIANEWS/WAHYU KZ)

Petugas PLN Rayon Jepara memperbaiki jaringan listrik. Rencananya, di area Kecamatan Welahan akan dilakukan pemeliharaan. (MURIANEWS/WAHYU KZ)

JEPARA – PLN Jepara berjanji akan sesegera mungkin melakukan pemeliharaan jaringan listrik di wilayah Kecamatan Welahan. Hanya, mereka meminta masyarakat di kawasan tersebut untuk memaklumi bila kenyamanan penggunaan listrik terganggu saat perawatan. Lanjutkan membaca

Dampak Pemeliharaan Jaringan, Bakal Ada Pemadaman Listrik di Welahan

Petugas sedang melakukan perbaikan jaringan listrik beberapa waktu lalu (MURIANEWS/WAHYU KZ)

Petugas sedang melakukan perbaikan jaringan listrik beberapa waktu lalu (MURIANEWS/WAHYU KZ)

JEPARA – Jaringan listrik di wilayah Kecamatan Welahan akan dilakukan pemeliharaan. Dampak dari pemeliharaan ini adalah pemadaman listrik disekitar lokasi pemeliharaan. Hal itu disampaikan Manajer PLN Rayon Jepara Sunoto kepada murianews.com, Selasa (23/6/2015). Lanjutkan membaca