Travo 60 MVA Masih Dalam Status Standby

David Ronaldo, Manager PLN Area Cepu. (MuriaNewsCom/Priyo)

David Ronaldo, Manager PLN Area Cepu. (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Untuk menjaga kestabilan penyaluran tenaga listrik di Cepu dan sekitarnya, gardu induk Cepu menambah kapasitas tenaga listrik berkapasitas 60 MVA. Travo bekapasitas 60 MVA tersebut, difungsikan untuk mengganti travo dengan kapasitas 20 MVA.

Hal itu disebabkan, travo yang berukuran 20 MVA tersebut sudah terlalu lama dan saatnya diganti, travo 60 MVA tersebut untuk mengantisipasi tingginya permintaan pasang baru dari masyarakat.

”Kecamatan Cepu saat ini merupakan daerah yang berkembang dengan jumlah masyarakat yang semakin banyak. Selain itu, banyaknya hotel baru yang ada di Kecamatan Cepu, juga sangat mempengaruhi banyak terserapnya tenaga listrik dari gardu induk Cepu,” imbuhnya.

Namun, sejauh ini travo 60 MVA masih belum berfungsi dan dalam status standby. Status tersebut disebabkan masih menunggu proses energize dari unit Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa Bali (P3BJB) atau unit PLN, yang khusus mengoperasikan tower tranmisi hingga ke tiap gardu induk.

”Karena alasan tersebut, kami menambah satu travo lagi dengan kapasitas yang lebih besar. Namun travo tersebut belum bisa difungksikan dan dalam status standby. Selin itu, nantinya travo 20 MVA ditarik, dan travo yang baru langsung dioperasikan,” terangnya. (PRIYO/TITIS W)

Antisipasi Pemadaman, Gardu Induk Cepu Tambah Kapasitas

David Ronaldo, Manager PLN Area Cepu. (MuriaNewsCom/Priyo)

David Ronaldo, Manager PLN Area Cepu. (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Untuk menjaga kestabilan penyaluran tenaga listrik di Cepu dan sekitarnya. Gardu induk Cepu menambah kapasitas tenaga listrik. Dari yang sebelumnya hanya berisi dua travo dengan masing-masing berkekuatan 20 mega volt ampere (MVA) dan 30 MVA, saat ini ditambah satu travo lagi dengan kapasitas 60 MVA.  Lanjutkan membaca