Sehari Jelang Pesta Rakyat, Lapak PKL di Kota Jepara Ditertibkan

Jelang Pesta Rakyat Jateng di Jepara petugas Satpol PP menertibkan lapak PKL yang membandel. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sehari jelang Pesta Rakyat Jateng yang diadakan di Bumi Kartini, puluhan lapak pedagang kaki lima di areal Pasar Jepara Satu dan Shoping Centre Jepara ditertibkan petugas Satpol PP. Selain alasan tersebut, penyitaan lapak tersebut dilakukan karena pedagang kecil tersebut membandel, tidak membersihkan tempat berdagang mereka. 

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Anwar Sadat mengatakan lapak yang disita kebanyakan ditinggalkan oleh pemiliknya. Hal itu lantaran, kebanyakan pedagang beroperasi pada malam hari. Ketika pagi tiba, seharusnya seluruh properti yang dimiliki harusnya telah dibereskan. 

“Hal itu membuat pemandangan terlihat semrawut. Kami menemukan sekitar 15 lapak  (di areal SCJ) yang ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya. Saat dilakukan penyitaan, kebanyakan pedagang tidak berada ditempat,” ujarnya, Kamis (24/8/2017). 

Ia menyebut, pemilik lapak bisa mengambil properti miliknya setelah tiga hari disita oleh petugas Satpol PP Jepara. 

Sadat membenarkan, bahwa areal Pasar Jepara satu dan SCJ merupakan venue yang nantinya dilewati, dalam agenda Pesta Rakyat Jateng. Namun demikian, kedepan dua lokasi itu akan menjadi areal yang bersih dari PKL.

“Ke depan akan digalakan bulan bersih Pedagang Kaki Lima di areal tersebut. Begitu ada lapak yang ditinggal oleh pemiliknya, maka akan diangkut oleh petugas kita. Sebab kita sudah sering memperingatkan pedagang di lokasi tersebut,” urai dia. 

Editor: Supriyadi

Puluhan PKL di Bundaran Ngabul Jepara Bakal Direlokasi ke Pujasera

Kabid Pengelolaan Pasar pada Disperindag Jepara Mustakim saat mensosialisasikan relokasi kepada PKL yang ada di Bundaran Ngabul.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kabid Pengelolaan Pasar pada Disperindag Jepara Mustakim saat mensosialisasikan relokasi kepada PKL yang ada di Bundaran Ngabul.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara –Puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang biasa mangkal di area Bundaran Ngabul Jepara bakal direlokasi ke Pujasera, yang jaraknya sekitar 20 meter dari Bundaran Ngabul.

Kabid Pengelolaan Pasar pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jepara Mustakim mengatakan, relokasi puluhan pedagang kaki lima itu untuk memberikan kenyamanan para pengguna jalan.

“Sejak tugu monument tiga tokoh perempuan di Bundaran Ngabul diresmikan beberapa waktu lalu, animo masyarakat untuk menikmati suasana santai di Bundaran Ngabul cukup banyak, termasuk para PKL yang menjajakan dagangannya. Akibatnya, pengguna jalan kurang nyaman karena padatnya arus lalu lintas. Makanya perlu kita tata PKL ini,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dimiliki, katanya, saat ini ada sekitar 30 pedagang yang mangkal di Bundaran Ngabul. Pedagang tersebut, sebagian besar bukan berasal dari Jepara, dengan menggunakan kendaraan terbuka, sepeda motor ataupun menggelar lapak di area tersebut.

Letak Pujasera yang tidak jauh dari Bundaran Ngabul, dinilai menjadi solusi yang baik untuk relokasi PKL. Dirinya berharap, PKL mau untuk pindah dan menempati lokasi yang telah disediakan. Bahkan, pihaknya katanya sudah melakukan koordinasi dan pendekatan secara persuasif dengan PKL.

“Pujasera itu juga ramai, para calon pembeli juga sudah tahu. Tukang odong-odong yang mangkal di situ juga cukup ramai, rindang, sejuk dan sebagainya,” ucapnya.

Dia menambahkan, untuk pemindahan tersebut, nantinya akan disediakan tempat dan sudah dipetakan. Namun pihak dinas juga akan menerapkan retribusi sebesar Rp 200 per meter setiap harinya. “Jika semua PKL dipindahkan ke situ, maka lalu lintas area Ngabul juga akan lancar, dan bisa meminimalkan kecelakaan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

PKL di Bundaran Ngabul Jepara Bakal Ditata

Suasana di Bundaran Ngabul Jepara. Nantinya, Pemda Jepara bakal melakukan penataan terhadap PKL, untuk mengatasi kerawanan arus lalu lintas. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Suasana di Bundaran Ngabul Jepara. Nantinya, Pemda Jepara bakal melakukan penataan terhadap PKL, untuk mengatasi kerawanan arus lalu lintas. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Keberadaan monument tugu tiga tokoh perempuan hebat di Bundaran Ngabul, Kecamatan Tahunan, Jepara, menjadi magnet baru bagi masyarakat Jepara. Terbukti, kini hampir tiap malam tempat ini selalu ramai oleh warga untuk sekadar refreshing atau lainnya.

Banyaknya warga yang mengunjungi tempat ini, juga membuka peluang bagi pedagang kaki lima (PKL). Puluhan PKL tampak bermunculan di sekitar Bundaran Ngabul ini, baik mereka yang menjajakan kuliner ataupun mainan anak-anak.

Di sisi lain, keramaian yang terpusat di kawasan Bundaran Ngabul ini, justru menjadi persoalan baru. Yakni tentang kerawanan arus lalu lintas yang berada di tempat tersebut.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara berencana untuk menata PKL yang ada di kawasan Bundaran Ngabul. Setidaknya, dari pendataan yang dilakukan pemda, ada sebanyak 29 PKL yang biasa mangkal di kawasan ini.

“Beberapa waktu lalu, kami telah melakukan rapat koordinasi di ruang Sekretaris Daerah Jepara untuk merumuskan penataan PKL di Bundaran Ngabul. Rapat langsung dipimpin oleh Pak Sekda dan diikuti oleh instansi terkait, di antaranya Polsek dan Koramil Tahunan,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara  Inah Nuroniah melalui Kabid Pasar Mustaqim.

Dari hasil rapat tersebut, katanya,untuk menghindari kerawanan lalu lintas bakal direncanakan, PKL yang ada di Bundaran Ngabul  akan dipindahkan ke arah utara. Tepatnya di trotoar depan Pujasera Ngabul. Dengan pemindahan PKL ini diharapkan titik keramaian akan bergeser dan memperkecil kerawanan lalu lintas.

Penataan ini, juga akan diikuti rekayasa lalu lintas. Yakni, dari arah Jepara untuk kendaraan roda empat berbelok ke kiri melewati Pasar Ngabul. Sedangkan untuk roda dua bisa lurus . Untuk kendaraan roda empat atau lebih dari arah Pasar Ngabul dilarang melewati Bundaran Ngabul. Rutenya melewati jalan alternatif ke arah selatan.

“Kemudian, dari hasil rapat itu, juga memutuskan tempat parkir sepeda motor ditempatkan di sebelah utara Bundaran Ngabul, di tepi trotoar sepanjang jalan depan Pujasera. Sedangkan untuk parkir mobil ditempatkan di sebelah selatan Pujasera Ngabul, di tepi trotoar sepanjang jalan SD Ngabul. Untuk mengatur arus lalu lintas dari arah Jepara maupun Kudus, direncanakan akan dipasang traffic light di sekitar Bundaran Ngabul,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono 

Perbaikan Tenda PKL di SCJ dalam Proses Lelang

Tenda Pedagang Kaki Lima (PKL) di SCJ yang masih rusak dan belum diperbaiki sampai saat ini. (WAHYU KZ/SUWOKO)

JEPARA – Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Pengelolaan Pasar, Dwi Riyanto melalui Kabid Pengelolaan Pasar, Mustakhim menjelaskan, awalnya pihaknya memang menargetkan Mei perbaikan tenda Pedagang Kaki Lima (PKL) di Shoping Centre Jepara (SCJ) sudah bisa dilakukan.

Lanjutkan membaca

Tenda PKL SCJ Belum Diperbaiki

Tenda Pedagang Kaki Lima (PKL) di SCJ yang masih rusak dan belum diperbaiki sampai saat ini. (WAHYU KZ/SUWOKO)

JEPARA – Pemkab Jepara melalui melalui Dinas Koperasi, UMKM dan Pengelolaan Pasar menargetkan renovasi tenda Pedagang Kaki Lima (PKL) di Shoping Centre Jepara (SCJ)  dilakukan pada Mei. Namun, hingga memasuki awal bulan Juni ini tenda para PKL belum diperbaiki.

Lanjutkan membaca