Omzet Turun Drastis, Puluhan PKL Alun-alun Purwodadi Ogah Berjualan di Tempat Relokasi

 Tempat relokasi PKL alun-alun di sepanjang jalan depan Pegadaian hingga SDN 04 Purwodadi hanya ditempati beberapa pedagang saja (MuriaNewsCom/Dani Agus)


Tempat relokasi PKL alun-alun di sepanjang jalan depan Pegadaian hingga SDN 04 Purwodadi hanya ditempati beberapa pedagang saja (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski para PKL di kawasan Alun-alun Purwodadi sudah disiapkan tempat relokasi, namun lokasi itu ternyata tidak mendatangkan nilai ekonomis. Hal ini terlihat dengan masih minimnya PKL yang pindah ke tempat relokasi di sepanjang jalan depan Pegadaian sampai SDN 04 Purwodadi.

“Sejak diminta pindah relokasi sekitar 10 hari lalu, belum banyak pedagang yang jualan di sini. Dari 54 PKL, hanya sekitar 10 pedagang yang menempati lahan relokasi termasuk saya,” kata Ketua Paguyuban PKL Nur Wakhid yang berjualan soto ayam.

Menurutnya, sejak pindah ke tempat relokasi karena alun-alun direnovasi, omzet penjualan para pedagang memang turun drastis. Penurunan itu bisa mencapai 50 persen lebih.

Anjloknya omzet itu disebabkan berbagai alasan. Antara lain, masih banyak pelanggan yang belum tahu lokasi jualan baru di tempat relokasi.Kemudian, lahan yang sempit juga menyebabkan banyak pelanggan enggan ke situ. Soalnya, banyak yang kesulitan untuk parkir mobil. Di samping itu, tidak adanya tempat lesehan di lahan relokasi juga menjadi alasan lain berkurangnya jumlah pembeli.

Lantaran turunnya pendapatan, banyak PKL memilih pindah jualan di tempat lainnya yang masih berdekatan dengan alun-alun. Selain menempati ruas trotoar, ada pula PKL yang memilih menyewa lahan kosong sebagai tempat berjualan sementara sampai proyek revitalisasi alun-alun selesai.

“Saya memilih sewa lahan kosong sebelah utara masjid Baitul Makmur daripada jualan di tempat relokasi. Selain di sana sepi, saya cukup kesulitan mendirikan tenda jualan karena kavelingnya sempit dan ada pohon penghijauannya,” kata Heru Santoso, pedagang Sate Kelinci.

Editor : Kholistiono

 

Baru Ada 3 PKL yang Jualan di Tempat Relokasi

 

Suasana tempat relokasi masih terlihat sepi karena belum banyak PKL yang berjualan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Suasana tempat relokasi masih terlihat sepi karena belum banyak PKL yang berjualan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Tempat relokasi PKL kawasan Alun-alun Purwodadi ternyata belum sepenuhnya digunakan untuk berjualan. Indikasinya, pada hari pertama, Senin (2/8/2016) tempat relokasi di jalan depan Pegadaian hingga SDN 4 Purwodadi masih terlihat lengang, dari sore hingga malam.

Dari pantauan di lapangan, baru ada tiga PKL yang jualan di tempat relokasi sementara itu. Dua PKL jualan di depan SDN 4 dan satunya lagi di depan Rumah Dinas Ketua DPRD Grobogan.”Hari pertama belum banyak yang buka. Mungkin dua atau tiga hari lagi mulai ramai yang jualan,” kata Rini, salah satu PKL yang sudah buka di tempat relokasi.

Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL Nur Wakhid menyatakan,  ada beberapa kendala yang dihadapi ketika harus berjualan di lokasi baru. Yakni, kaveling yang relatif sempit, karena ukurannya hanya 3,5 x 4 meter. Dengan kondisi ini, sebagian PKL harus membuat tenda baru yang disesuaikan dengan lokasi.”Tempat jualan lama di alun-alun, ukurannya lebih luas. Makanya, kami perlu menyiapkan tenda dulu yang ukurannya disesuaikan dengan lokasi sekarang,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga masih mencari solusi guna mendapatkan suplai listrik ke tenda PKL. Sebelumnya, masalah listrik tidak jadi kendala ketika masih jualan di tempat lama.

Editor : Kholistiono

 

Anggota Satpol PP Grobogan ‘Ngantor’ di Trotoar

Anggota Satpol PP Grobogan bersiaga di ruas trotoar untuk mencegah adanya PKL yang berjualan pada pagi hari (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Satpol PP Grobogan bersiaga di ruas trotoar untuk mencegah adanya PKL yang berjualan pada pagi hari (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Ada pemandangan tak biasa di trotoar di Jl R Suprapto Purwodadi, Sabtu (16/7/2016). Ini terkait adanya sejumlah anggota Satpol PP yang stand by di trotoar yang ada di sebelah barat Rutan Purwodadi. Beberapa anggota Satpol PP ada yang duduk di sebuah kursi kayu panjang. Beberapa orang lainnya, ada di atas kendaraan operasional.

Kepala  Satpol PP Grobogan Hadi Widoyoko ketika dikonfirmasi menyatakan, hal itu dilakukan untuk mencegah para PKL berjualan di luar waktu yang ditentukan. Dalam hal ini, pihaknya memang sengaja menempatkan anggotanya di situ. Tujuannya, untuk memastikan tidak ada lagi PKL yang berjualan pada pagi hari.

Menurutnya, sejumlah anggota Satpol PP ditempatkan di situ dari pagi hingga pukul 12.30 WIB. Dalam seminggu, dijadwalkan siaga selama tiga hari. ”Tindakan ini merupakan rangkaian dari razia terhadap PKL yang kita lakukan beberapa hari lalu. Anggota kita siagakan selama tiga hari dalam seminggu, dari pagi sampai tengah hari. Jadi pengawasan ini tidak hanya sehari saja tetapi berkelanjutan. Tujuannya, agar para PKL tertib dan mematuhi aturan,” tegasnya.

Hadi menegaskan, keberadaan para PKL di pagi hari dinilai cukup mengganggu kenyamanan. Sebab, mereka berdagang di depan toko, trotoar dan badan jalan yang mengganggu pengguna jalan dan mengurangi areal parkir kendaraan. “Para PKL ini masih kita beri kesempatan untuk jualan. Hanya saja, jualannya mulai pukul 16.00 WIB. Kami minta para PKL mematuhi aturan ini,” tegasnya.

Ditambahkan, para PKL yang terkena razia itu sudah dikasih pembinaan dan diminta untuk membuat surat pernyataan. Selanjutnya, para PKL juga diminta membuat paguyuban supaya bisa saling koordinasi dan mengingatkan.

Editor : Kholistiono

Ini Sikap APKLI Grobogan Pascarazia yang Dilakukan Satpol PP Terhadap PKL

 

Suasana salah satu ruas trotoar di Jalan R Suprapto Purwodadi terlihat lengang di pagi hari karena tidak ada PKL yang jualan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Suasana salah satu ruas trotoar di Jalan R Suprapto Purwodadi terlihat lengang di pagi hari karena tidak ada PKL yang jualan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah adanya razia yang dilakukan Satpol PP, Selasa (12/7/2016), kawasan di sepanjang Jl R Suprapto Purwodadi sudah terlihat lebih rapi. Pagi hari tadi tidak terlihat lagi adanya PKL yang berjualan di trotoar atau memakan bahu jalan. Sebelum adanya razia, di kawasan tersebut terdapat belasan PKL yang berjualan sejak pagi, mulai sekitar pukul 09.30 WIB.

Terkait dengan adanya razia tersebut, Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Grobogan Adi Sucipto, menyatakan tidak mempermasalahkan tindakan tegas yang dilakukan Satpol PP. Sebab, kesalahan dinilai memang dilakukan oleh sejumlah PKL yang melanggar waktu berjualan yang sudah ditentukan di lokasi tersebut.Yakni, sesuai aturan, para PKL baru diperbolehkan berjualan di situ mulai pukul 16.00 WIB.“Sebelumnya, kita sudah sering mensosialisasikan aturan ini. Namun, karena kemarin momennya pas Lebaran, maka ada rekan kita yang berjualan sejak pagi,” katanya.

Terkait dengan kejadian tersebut, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar pertemuan serta koordinasi dengan para pengurus dan para payuguban PKL yang ada di kawasan Kota Purwodadi. Diharapkan, kejadian tersebut nantinya tidak akan terulang lagi. Ia juga berharap agar semua PKL bisa mematuhi aturan yang sudah ada.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Grobogan Hadi Widoyoko menegaskan, keberadaan para PKL di pagi hari dinilai cukup mengganggu kenyamanan. Sebab, mereka berdagang di depan toko, trotoar dan badan jalan yang mengganggu pengguna jalan dan mengurangi areal parkir kendaraan.“Para PKL ini masih kita beri kesempatan untuk jualan di sini. Hanya saja, jualannya mulai pukul 16.00 WIB. Kami minta para PKL mematuhi aturan ini,” tegasnya.

Hadi menambahkan, para PKL yang terkena razia itu sudah dikasih pembinaan dan diminta untuk membuat surat pernyataan. Selanjutnya, para PKL juga diminta membuat paguyuban, supaya bisa saling koordinasi dan mengingatkan.

 

Editor : Kholistiono

Satpol PP Grobogan Dibikin Geram dengan Ulah PKL

 

Tak mempan diperingatkan, aparat Satpol PP akhirnya membongkar tenda dan lapak PKL di jl R Suprapto (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Tak mempan diperingatkan, aparat Satpol PP akhirnya membongkar tenda dan lapak PKL di jl R Suprapto (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Belasan anggota Satpol PP Grobogan dibikin geram dengan ulah sejumlah PKL yang ada di sepanjang Jl R Suprapto Purwodadi. Hingga akhirnya, anggota satpol terpaksa mengambil tindakan tegas dengan menyita lapak dan perlengkapan berjualan para PKL tersebut, pada Selasa (12/7/2016).

Tindakan tegas itu bermula dari monitoring yang dilakukan anggota Satpol PP sekitar pukul 09.30 WIB di kawasan tersebut. Saat itu, didapati ada belasan PKL yang sudah berjualan. Oleh petugas, PKL itu diingatkan supaya mengemasi tempat jualan dan barang dagangannya. Sebab, mereka sudah melanggar waktu berjualan yang sudah ditentukan di lokasi tersebut. Yakni, para PKL diperbolehkan berjualan mulai pukul 16.00 WIB.

Setelah dapat teguran, para PKL itu kemudian terlihat mulai sibuk mengemasi barang dagangannya. Melihat PKL sudah bisa diingatkan, anggota Satpol PP kemudian meninggalkan lokasi tersebut untuk melanjutkan kegiatan ditempat lainnya.Namun, tidak lama setelah anggota Satpol PP pergi, para PKL tidak jadi mengemasi dagangan dan membongkar lapak tempat berjualan. Mereka justru kembali berjualan seperti sebelumnya.

f-PKL 2 (e)

Tindakan ini rupaya diketahui anggota Satpol PP. Selanjutnya, belasan petugas akhirnya kembali lagi ke tempat itu dan langsung mengambil tindakan tegas. “Setelah kita pantau lagi, ternyata mereka masih berjualan kembali setelah kita ingatkan. Akhirnya, saya dan Kasi Wasdak langsung turun ke lapangan untuk memberi tindakan tegas dengan menyita lapak dan tenda yang dijadikan tempat berjualan,” jelas Kasatpol PP Hadi Widoyoko.

Keberadaan para PKL di pagi hari dinilai cukup mengganggu kenyamanan. Sebab, mereka berdagang di depan toko, trotoar dan badan jalan yang mengganggu pengguna jalan danmengurangi areal parkir kendaraan.“Para PKL ini masih kita beri kesempatan untuk jualan di sini. Hanya saja, jualannya mulai pukul 16.00 WIB. Kami minta para PKL mematuhi aturan ini,” tegasnya.

Hadi menambahkan, para PKL yang terkena razia itu selanjutnya dikasih pembinaan. Mereka diminta untuk membuat surat pernyataan. Selanjutnya, para PKL juga diminta membuat paguyuban supaya bisa saling koordinasi dan mengingatkan.

 

Editor : Kholistiono

PKL Tak Lagi Nongol di Depan RSUD Purwodadi, Ini Sebabnya

Kepala Satpol PP Grobogan Hadi Widoyoko melakukan upaya pendekatan pada PKL agar tidak berjualan di depan pintu masuk RSUD Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kepala Satpol PP Grobogan Hadi Widoyoko melakukan upaya pendekatan pada PKL agar tidak berjualan di depan pintu masuk RSUD Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemandangan berbeda terlihat di depan pintu masuk RSUD dr Soedjati Purwodadi hari ini, Kamis (21/1/2016). Dimana, tidak terlihat lagi adanya kesemrawutan akibat banyaknya PKL yang berjualan disitu. Demikian pula, kendaraan umum juga tidak lagi mangkal disitu untuk menunggu penumpang.

Kepala Satpol PP Grobogan Hadi Widoyoko menyatakan, beberapa hari lalu, semrawutnya kawasan depan pintu pasuk RSUD itu sempat dapat sorotan dari Komisi A DPRD setempat.

Bahkan, beberapa anggota DPRD juga sempat turun ke lokasi untuk melihat kondisi yang ada disitu. Para wakil rakyat meminta agar dinas terkait segera melakukan penataan terkait keberadaan PKL, angkot dan becak, yang membuat suasana terlihat semrawut dan mengganggu banyak orang serta pengendara.

“Setelah itu, kami kemudian melakukan upaya pendekatan pada para PKL. Mereka kita minta agar tidak berjualan di depan pintu masuk agar tidak mengganggu orang lain dan membahayakan diri sendiri. Sebab, sebagian PKL menaruh tempat jualannya hingga memakan bahu jalan raya,” katanya.

Melalui pendekatan itu, para PKL akhirnya bersedia pindah ke lokasi lain yang dirasa masih bisa digunakan dan tidak mengganggu jalan. Meski demikian, pihak Satpol PP juga menyiapkan sedikitnya 10 petugas untuk berjaga disitu.

Selain untuk membantu kelancaran arus kendaraan yang keluar masuk RSUD, para keberadaan petugas itu sekaligus untuk memantau agar para PKL tidak kembali berjualan disitu.

Ditambahkan, langkah penataan itu dilakukan guna menegakkan Perda No 16 Tahun 2014 yang didalamnya mengatur keberadaan PKL. Selain mengganggu pengguna jalan, penataan PKL di depan RSUD itu dilakukan lantaran lokasi disitu merupakan salah satu kawasan tertib.
Caption : Kepala Satpol PP Grobogan Hadi Widoyoko melakukan upaya pendekatan pada PKL agar tidak berjualan di depan pintu masuk RSUD Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Editor : Kholistiono

Bandel, PKL di Kota Purwodadi Akan Ditata

Anggota Komisi A DPRD Grobogan dan sejumlah pejabat Pemkab Grobogan melihat kondisi depan RSUD Purwodadi yang dipenuhi PKL. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Komisi A DPRD Grobogan dan sejumlah pejabat Pemkab Grobogan melihat kondisi depan RSUD Purwodadi yang dipenuhi PKL. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Makin semrawutnya keberadaan PKL di sejumlah ruas jalan protokol di Kota Purwodadi, Grobogan, mendapat perhatian serius dari Komisi A DPRD Grobogan. Indikasinya, bisa dilihat dengan digelarnya rakor bersama dinas terkait untuk membahas masalah tersebut, Senin (18/1/2016) di ruang rapat Komisi A.

Rakor yang dipimpin Ketua Komisi A Riyadi dihadiri sejumlah pejabat terkait. Antara lain, Asisten I Puji Raharjo, Kepala Disperindagtamben Muryanto, Kepala Kesbanglinmas Yudi Sudarmunanto, Kepala Satpol PP Hadi Widoyoko dan Kepala Dishubkominfo Agung Sutanto.

“Kami berharap agar keberadaan PKL ini ditata sedemikian rupa biar lebih tertib, rapi dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya. Khususnya di kawasan jalan protokol. Meski demikian, penataan ini harus dilakukan dengan bijak,” kata Riyadi.

Menurutnya, penataan PKL itu disoroti karena perda yang mengatur masalah tersebut sudah ada. Yakni, Perda No 16 tahun 2014 mengenai penataan PKL. Meski demikian, perda yang sudah ada itu belum diterapkan oleh dinas terkait dalam menata PKL.

Asisten I Puji Raharjo dalam kesempatan itu menyatakan, dalam waktu dekat pihak-pihak terkait akan segera dikumpulkan untuk membahas rencana lebih detil terkait penataan PKL tersebut. Hal itu diperlukan mengingat penataan PKL tersebut harus melibatkan beberapa dinas dengan kewenangannya masing-masing.

“Secepatnya, kami akan segera menindaklanjuti masalah penertiban PKL ini. Kita harapkan, dalam waktu dekat, PKL ini sudah bisa tertata rapi. Untuk jangka panjang, memang upaya paling tepat adalah merelokasi PKL ke tempat khusus. Namun, hal ini membutuhkan proses yang cukup panjang,” katanya.

Setelah melakukan rakor, anggota komisi A dan para pejabat kemudian meninjau lapangan. Salah satu lokasi yang dituju adalah di depan RSUD dr Soedjati Purwodadi. Yakni setiap hari, di tempat ini banyak terdapat PKL yang berjualan hingga memakan bahu jalan.

Selain itu, di depan pintu masuk dan sekitarnya juga sering dijadikan tempat ngetem kendaraan umum dan becak yang menunggu penumpang. Kondisi itu menyebabkan ruas jalan di depan RSUD yang tidak terlalu lebar menjadi terlihat sempit dan semrawut.

“Para PKL tidak perlu dilarang untuk berjualan. Tetapi, lokasinya jangan di jalan. Selain membahayakan keselamatan, hal ini juga mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Yang penting keberadaan PKL ini harus terlihat rapi dulu,” kata Wakil Ketua Komisi A Sukanto saat meninjau lokasi PKL di depan RSUD tersebut. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Puluhan PKL Alun-alun Geruduk Kantor Wabup Grobogan

Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro menerima kedatangan PKL yang dipimpin Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Grobogan yang ingin beruadiensi terkait renovasi alun-alun. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro menerima kedatangan PKL yang dipimpin Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Grobogan yang ingin beruadiensi terkait renovasi alun-alun. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Puluhan PKL yang biasa berjualan di kawasan Alun-alun Purwodadi siang tadi mendatangi Kantor Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro. Kedatangan PKL yang dipimpin Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Grobogan Adi Sucipto itu, bertujuan untuk menggelar audensi dengan wabup. Puluhan PKL terpaksa harus menunggu beberapa saat lantaran Icek saat itu tengah menerima tamu dari Pemuda Muhammadiyah.

Usai menerima tamu, Icek langsung meminta semua PKL masuk ke ruang rapat dan meminta agar mereka segera mengutarakan maksud kedatangannya. Hal itu perlu dilakukan mengingat tidak lama lagi masuk waktu salat Jumat.

”Sebelumnya kami mohon maaf dan menyampaikan terima kasih bisa diterima Pak Wabup. Tujuan kami kesini adalah untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan uneg-uneg rekan PKL alun-alun,” kata Adi Sucipto.

Adi menyatakan, terkait bakal direnovasinya alun-alun, ada satu hal yang jadi pemikiran para PKL. Yakni, rencana merelokasi PKL di sisi timur alun-alun. Mereka meminta agar rencana ini kalau memungkinkan dirubah. Yakni, PKL tetap diperbolehkan berjualan di seputar alun-alun seperti saat ini. Solusinya, ruas trotoarnya dimundurkan sedikit sehingga bisa digunakan berjualan.

”Kalau direlokasi semuanya ke bagian timur kami khawatir akan sepi pembeli. Makanya, kami berharap agar rencana itu bisa ditinjau lagi,” katanya.

Menanggapi masalah itu, Icek menegaskan jika master plan renovasi alun-alun dengan anggaran Rp 8 M itu sudah tidak bisa dirubah lagi. Sebab, rencana renovasi alun-alun itu sudah sempat dilelangkan tahun ini kendati akhirnya gagal lantaran tidak ada pemenang. Rencananya, lelang renovasi alun-alun diluncurkan lagi tahun depan.

”Perencanaan renovasi alun-alun termasuk penataan PKL ini sudah mempertimbangkan berbagai aspek. Dan, belum tentu kalau nanti direnovasi pembelinya jadi sepi. Bisa jadi malah tambah ramai karena PKL sudah tertata dengan baik,” jelas Icek.

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan (DCTK) Grobogan Moch Chanif beberapa waktu sebelumnya menjelaskan, soal keberadaan PKL di alun-alun sudah disiapkan konsepnya. Dimana, para PKL itu nantinya akan tempatkan semuanya di sisi timur alun-alun atau di jalan KS Tubun. Para PKL nanti rencananya dibuatkan tenda jualan sehingga bentuknya bisa seragam. (DANI AGUS/TITIS W)