Penerangan Jalur Alternatif Mudik Memprihatinkan, DPRD Kudus Segera Panggil Dinas Terkait

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kudus Ali Muklisin. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Komisi C DPRD Kudus menyayangkan masih buruknya persiapan Pemkab Kudus menghadapi arus mudik Lebaran tahun ini. Wakil Ketua Komisi C DPRD Kudus Ali Muklisin mencontohkan, masih banyak lampu penerangan jalan umum di jalur mudik yang padam dan rusak.

Selain di jalur utama, lampu PJU di jalur alternatif mudik lebaran di Kabupaten Kudus juga kondisinya memprihatinkan.

”Persoalan lampu PJU ini seperti penyakit akut yang susah disembuhkan. Banyak keluhan masyarakat yang melaporkan lampu PJU padam, tapi tidak segera ditangani,” kata Muklisin, Kamis (1/6/2017).

Wakil rakyat asal Partai Golkar ini mencontohkan, banyak lampu PJU di jalur alternatif mudik Lebaran di Kecamatan Mejobo, Jekulo, dan Bae yang hingga kini masih rusak. Ia mendesak dinas terkait segera turun tangan melakukan perbaikan.

”Jalur alternatif kerap menjadi pilihan pemudik untuk menghindari kepadatan arus kendaraan di jalur utama, karena itu kami mendesak adanya perhatian khusus atas penerangan di jalur tersebut,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi C Ahmad Fatkhul Azis menjelaskan, alasan yang kerap dilontarkan dinas terkait lambannya perbaikan lampu PJU adalah keterbatasan tenaga. Menurutnya, persoalan itu bukan hal yang berat untuk diatasi.

Disebutkan, untuk urusan kebersihan saja Pemkab mampu merekrut tenaga kebersihan ratusan orang, mengapa untuk penambahan tenaga perbaikan dan perawatan lampu PJU tidak dilakukan. “Apa karena urusan kebersihan ada target Adipura, sementara lampu PJU tidak? Ini tentu menjadi pertanyaan besar,” ungkapnya.

Wakil rakyat asal Partai Gerindra ini menambahkan, Komisi C akan segera memanggil dinas terkait untuk mendesak segera ada terobosan dalam penanganan LPJU. Ia tak ingin aduan masyarakat terkait lampu PJU tak segera diatasi. “Harus ada terobosan riil dalam penangannn lampu PJU,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Sumiyatun mengakui perbaikan lampu PJU masih terkendala keterbatasan tenaga dan peralatan. Padahal ia kini sudah menambah satu tim lagi, dari semula hanya satu.

“Kami saat ini memiliki dua shift untuk memperbaiki lampu PJU. Kami terpaksa menggunakan truk untuk perimbas pohon peneduh, karena truk crane khusus untuk perbaikan lampu PJU hanya ada satu unit,” katanya.

Dengan anggaran perbaikan lampu PJU mencapai Rp 1 miliar lebih, ditargetkan hingga H-7 Lebaran, perbaikan lampu PJU sudah mencapai 90 persen. “Kami memprioritaskan titik-titik jalan yang rawan kecelakaan dan sepi untuk segera diperbaiki lampu PJU-nya,” katanya.

Editor: Supriyadi

Lampu Tenaga Surya Dicek Secara Berkala

Lampu tenaga surya yang terdapat di Desa Ngembal Kulon, Jati, Kudus selalu dilakukan pengecekan rutin oleh petugas untuk menjaga keawetan dan keoptimalan kinerjanya. (MURIANEWS/EDY SUTRIYONO

KUDUS – Lampu penerangan jalan-jalan umum (PJU) yang berada di beberapa titik Kabupaten Kudus memang sudah ada yang diganti dengan tenaga surya. Namun dengan di sisi lain,lampu tersebut juga ada kelemahannya disaat musim hujan, karena tidak ada terik matahari. Sehingga kuantitas sinar yang dipancarkan berkurang.

Lanjutkan membaca