Ini Nama-nama Calon Kades Terpilih di 43 Desa di Rembang

Proses penghitungan suara pada pemilihan kepala desa di Desa Waru, Kecamatan Rembang, Rabu (30/11/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Proses penghitungan suara pada pemilihan kepala desa di Desa Waru, Kecamatan Rembang, Rabu (30/11/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Pemilihan kepala desa (pilkades) secara serentak di 43 desa di Kabupaten Rembang yang berlangsung pada Rabu (30/11/2016), telah selesai. Pun demikian, hasil dari pemilihan kepala desa tersebut, juga sudah diketahui siapa saja yang terpilih menjadi kepala desa.

Berikut ini, kami sajikan nama-nama calon yang terpilih di 43 desa yang ada di Rembang, serta suara yang diperoleh dari masing-masing calon kades terpilih.

Kecamatan Rembang

  1. Desa Gedangan ( Sodik ) : 1.227 suara
  2.  Desa Tri Tunggal  ( Juhri)  : 802 suara
  3. Desa Waru (Daryono) : 2.043

Kecamatan Lasem

  1. Desa Sendang Coyo (Dwi Sukamdi) : 772 Suara
  2. Gowak (Suprapto) : 546 Suara

Kecamatan Sluke

  1. Desa Sluke ( Tulus) : 1.257 Suara

Kecamatan Kragan

  1. Desa Tanjungsari (Jamal) : 513 Suara
  2. Desa Terjan (Nur Khosim) : 825 Suara
  3. Desa Sumber Gayam (Durasit) : 794 Suara
  4. Desa Karanganyar (Sami) : 1.426 Suara
  5. Desa Narukan (Hanik Setyawati) : 436 Suara
  6. Desa Pandangan Wetan (Eko Sugeng Waluyo) : 1.549
  7. Desa Pandangan Kulon (Eko Budi Purwanto) : 1.693

Kecamatan Sarang

  1. Desa Babak Tulung (Didik Hariyanto) : 1.555 Suara
  2. Desa Dadap Mulyo (Wahib) : 872 Suara
  3. Desa Gilis (Muhammad Sahroni) : 771 Suara

Kecamatan Sedan

  1. Desa Dadapan (Zuber) : 1.401 Suara
  2. Desa Sido Mulyo ( Sarip) : 1.190 Suara
  3. Desa Pacing (Lilik Alifah) : 1.014 Suara
  4. Desa Sidorejo (A. Hilalul Mugachin) : 2.116 Suara

Kecamatan Sale

  1. Desa Bancang (Suyono) : 969 Suara
  2. Desa Mrayun (Eko Purwantono) : 1.557 Suara
  3. Desa Jinanten (Yayuk Widayanti) : 930 Suara

Kecamatan Pamotan

  1. Desa Bangunrejo (Kusminanto) : 985 Suara
  2. Desa Sumbangrejo (Dwi Ana Ulya) : 521 Suara
  3. Desa Sidorejo (Songeb) : 614 Suara
  4. Desa Mlagen (Ali Miftah) : 1.132 Suara
  5. Desa Tulung ( Rokhim) : 276 Suara

Kecamatan Pancur

  1. Desa Karaskepoh (Sihabudin) : 317 Suara
  2. Desa Ngulangan ( Achmat Choeron) : 185 Suara

Kecamatan Gunem 

  1. Desa Kajar (Sugiyanto) : 495 Suara
  2. Desa Kulutan ( Arindra Setyo P) : 352 Suara
  3. Desa Gunem (M. Ansori) : 663 Suara

Kecamatan Bulu

  1. Desa Mantingan ( Sardi) : 352 Suara

Kecamatan Sulang

  1. Desa Pedak (Nasuka) : 1.162 Suara

Kecamatan Sumber 

  1. Desa Logede ( Sunawi) : 1.043 Suara
  2.  Desa Krikilan ( Sukirno) : 808 Suara
  3.  Desa Logung ( Sukarno) : 437 Suara

Kecamatan Kaliori

  1. Desa Babadan ( Lastari) : 1.940 Suara
  2.  Desa Banggi ( Bathi) : 724 Suara
  3. Desa Kuangsan ( Tarmuji) : 1.291 Suara
  4. Desa Sambiyan ( Suhartono) : 1.091 Suara
  5. Desa Mojowarno ( Kundoli) : 624 Suara.

Editor : Kholistiono

Ketua Pansus I DPRD Blora : Pembatasan Calon Kades Memang Rawan Konflik, Tapi Mau Gimana Lagi

f-pilkades

  MuriaNewsCom, Blora  – Pembatasan calon kepala desa dalam pilkades dinilai dapat memicu polemik, dan rawan akan konflik.

Hal itu disampaikan Siswanto, Ketua Pansus I DPRD Blora. Namun, pihaknya mengaku tidak berbuat banyak terkait pembatasan calon kades tersebut. Meskipun, pihaknya sempat berkonsultasi dengan Kemendagri.

“Mau gimana lagi, aturannya memang seperti itu, yakni sesuai Permendagri Nomor 112 Tahun 2014 tentang Pilkades. Bahkan, kami juga sudah pernah berkonsultasi ke Kemendagri, tapi juga sarannya tetap sama, menjalankan sesuai aturan,” ungkapnya.

Dirinya menyatakan, dalam peraturan tersebut, disebutkan, calon kades minimal dua orang dan paling banyak lima orang. Di luar itu, peraturan tersebut secara tegas melarang. “Dalam peraturan tersebut tidak diperbolehkan jika ada satu kandidat melawan bumbung kosong. Minimal dua dan maksimal lima calon,” ujar Siswanto.

Lebih lanjut dia mengatakan, jika hanya ada satu calon, maka pelaksanaan pilkades akan ditunda, dan menunggu hingga ada calon lain mendaftar, atau bahkan pelaksanaan pilkades bisa mundur beberapa tahun lagi ke belakang, jika memang pelaksanaan pilkades dilakukan secara serempak.

Kadangkala, untuk mensiasati jika hanya ada satu calon, terkadang calon tersebut mengambil keluarganya untuk mencalonkan diri sebagai pesaing. “Tak jarang ada istrinya atau suami yang disuruh maju sebagai pesaing, atau anaknya, menantunya dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Ternyata, Pendukung Punya Cara untuk Mengingatkan Kades Terpilih

Anak-anak di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kudus, ini merayakan kemenangan kades yang didukungnya, dengan mengendarai sepeda roda satu, usai penghitungan suara pada Selasa (5/4/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Anak-anak di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kudus, ini merayakan kemenangan kades yang didukungnya, dengan mengendarai sepeda roda satu, usai penghitungan suara pada Selasa (5/4/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Beragam cara yang dilakukan pendukung calon kepala desa (kades) yang menang usai pilkades serentak Selasa (5/4/2016), ternyata memiliki tujuan tersendiri.

Misalnya saja yang dilakukan pendukung calon kades terpilih dari Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kudus. Di sana, untuk merayakan kemenangan, ada persembahan dari anak-anak yang kemudian menggunakan sepeda roda satu.

Di Desa Loram Kulon itu, yang menang adalah calon bernama Muhammad. Syafii. Salah satu pendukungnya bernama Roni, (45), mengatakan jika pihaknya mengikutsertakan anak-anak untuk naik sepeda roda satu ini, adalah sebagai wujud rasa syukur.

”Yakni dengan adanya roda satu ini, berarti harus bisa menyeimbangkan badan. Atau bisa diartikan ialah sebagai pemimpin itu, harus bisa berada di tengah-tengah. Sehingga tidak memihak kanan atau kiri,” paparnya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, calon kades terpilih Syafii tersebut diiring mulai dari Masjid Wali Loram Kulon untuk menuju ke rumahnya. ”Kita mengiring beliau mulai dari masjid ini hingga ke rumahnya. Yakni kita ikut sertakan komunitas sepeda roda satu ini, sebagai lambang menyeimbangkan badan. Atau sebagai pemimpin harus bisa tegak dan tidak condong ke kanan atau ke kiri,” jelasnya.

Roni menambahkan, ke depannya pendukung berharap kades terpilih bisa membuat desanya lebih maju lagi. Serta tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum.

”Tapi yang jelas, harus bisa seimbang ke semua warga. Tidak memihak sana maupun memihak sini. Sehingga kita semua bisa hidup aman, damai, dan sejahtera,” harapnya.

Editor: Merie

Jagoannya Menang, Anak Kecil Ini Ikut Senang

Anak-anak di Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kudus, ini merayakan kemenangan calon kades yang didukungnya, dengan membawa hasil bumi yang diarak dari lokasi pemilihan sampai ke rumah sang calon. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Anak-anak di Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kudus, ini merayakan kemenangan calon kades yang didukungnya, dengan membawa hasil bumi yang diarak dari lokasi pemilihan sampai ke rumah sang calon. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ada banyak cara untuk merayakan kemenangan salah satu calon dalam pilkades, yang digelar serentak di Kabupaten Kudus, Selasa (5/4/2016).

Salah satunya yang dilakukan pendukung salah satu calon di Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo. Mereka merayakan kemenangannya jagoannya yang terpilih menjadi kades, dengan naik sepeda roda satu.

Dan yang ikut serta di dalamnya adalah anak-anak, yang juga terlihat sangat senang dengan perayaan kemenangan itu. Selain naik sepeda roda satu, juga bernyanyi sepanjang jalan sambil memikul hasil panenan.

Tim sukses dari calon kades bernama Moh Abdul Kharis, memang mengikutsertakan anak-anak untuk menyambut kemenangan calonnya itu. Salah satu pendukung bernama Yati, (39), mengatakan jika pihaknya melakukan ini ialah sebagai simbol bahwa anak-anak bisa ikut belajar demokrasi.

”Sebab seusai penghitungan suara dan sudah terlihat kalau calon yang saya dukung Moh Abdul Kharis menang, rivalnya yang beranama Suhardi, juga berpelukan hangat dan bersalaman sebelum meninggalkan pangung. Itu menunjukkan proses demokrasi yang baik,” paparnya kepada MuriaNewsCom.

Puluhan anak-anak yang akan bersiap mengarak calon terpilih itu juga sambil bershalawatan. Mulai dari lapangan hingga menuju rumah calon kepala desa yang menang tersebut.

”Kita akan mengiring calon kita yang terpilih. Yakni dengan cara memikul hasil panen atau palawija, serta membaca syi’iran atau shalawatt menuju ke rumahnya. Selain itu, kita juga membawa alat musik tradisional seperti halnya kentongan dan rebana,” terangnya.

Editor: Merie

Kades Baru Harus Mampu Emban Tugas

Asisten 1 Sekda Kudus Agus Budi Satriyo. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Asisten 1 Sekda Kudus Agus Budi Satriyo. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kelima kades baru di Kudus yang sudah terpilih, dalam pemilihan yang berlangsung pada Selasa (5/4/2016). Mereka yang terpilih itu, diharapkan mampu mengemban amanah yang telah didapatnya dari warga.

Asisten 1 Sekda Kudus Agus B Satriyo mengatakan, kades yang telah terpilih harus dapat menjalankan tugas dengan baik. Khususnya dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

”Mereka dipilih dari masyarakat. Jadi sudah semestinya pula mereka yang terpilih juga memperhatikan kebutuhan masyarakat,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, pembangunan desa juga sangat ditentukan oleh pemerintah desa. Dan untuk mewujudkannya, sebagai kades juga harus mengerti akan kebutuhan desanya.

Selain itu, sebelum maju sebagai calon kades, juga menyampaikan visi misi. Diharapkan visi misi yang disampaikan dapat dilakukan, tentunya untuk kemajuan desa yang dipimpin.
”Mudah-mudahan lebih baik lagi, untuk menjadikan Kudus yang semakin sejahtera kembali,” harapnya.

Editor: Merie

Selamat! Inilah 5 Kades Terpilih dalam Pilkades Serentak 2016

Beberapa pendukung membawa spanduk salah satu calon kades (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Beberapa pendukung membawa spanduk salah satu calon kades (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2016 yang berlangsung di 5 desa di Kudus, berlangsung lancar. Dari hasil pemungutan suara yang berlangsung hari ini, sudah muncul nama-nama kepala desa terpilh dari masing-masing desa yang melaksanakan pemilihan.

Asisten I Sekda Kudus Agus B Satriyo mengatakan, pilkades kali ini berlangsung dengan lancar dan tertib hingga selesai seperti jadwal yang disusun.

“Pilkades serentak selesai, rata- rata pukul 15.00 WIB. Selesainya hampir bersamaan, karena pukul 13.00 semuanya sudah melakukan penghitungan suara,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Ia katakan, pada pelaksanaan pilkades di lima desa ini, ada beberapa calon incumbent yang kembali berkuasa. Begitu juga, ada yang mencalonkan diri lagi, tapi kali ini harus rela untuk menjadi masyarakat biasa kembali.

Di Desa Langgar Dalem, Kecamatan Kota misalnya, Moh. Maftukhan kembali memimpin desa setelah menang dalam pilkades kali ini. Dari total pemilih 1.094, dia mampu memperoleh 562 suara, unggul jauh dari dari pesaingnya. Sedangkan lawannya, nomor urut dua, Ahmad Rikhanto memperoleh 257 suara dannomor urut tiga, Ali isro’i mendapatkan 256 suara. Sedangkan 19 suara dinyatakan tidak sah.

Hal serupa juga terjadi di Desa Kaliputu. Pada pilkades kali ini, dimenangkan Suyadi yang merupakan incumbent, dengan perolehan suara 1065. Sedangkan lawannya, Moh Solikul Hadi harus puas perolehan suara 531 saja.

Lain halnya dengan Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo. Mantan Kades, H. Suhardi harus melepaskan jabatan kades yang sebelumya dimiliki. Sebab, dalam pemilihan kali ini hanya mendapatkan 2.224 suara. Sedangkan lawannya, Moh Abdul Kharis, terpilih menjadi Kades dengan perolehan 3.329 suara.

Kekalahan juga dialami calon incumbent di Desa Hadiwarno. Mantan Kades, Sukamto kalah tipis yang memperoleh suara 1.756. Sedangkan lawannya, Sugiarto menang dengan memperoleh 1.820 suara.

“Kalau Loram Kulon semuanya pendatang baru, sebab kades lama tidak boleh mencalonkan diri lantaran sudah dua periode,” ujarnya.

Untuk Desa Loram Kulon, kades terpilih adalah Muhammad Syafii yang memperoleh 2.145 suara, sedangkan lawannya, Masasih kalah dengan 308 suara. Ashadi calon ketiga juga kalah dengan 2.139 suara.

Editor : Kholistiono

Asisten I Setda Kudus Tak Mau Golput pada Pemilihan Kepala Desa

Asisten I Setda Kudus Agus B Satriyo usai memberikan hak suaranya pada Pilkades Hadiwarno (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Asisten I Setda Kudus Agus B Satriyo usai memberikan hak suaranya pada Pilkades Hadiwarno (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Mendapatkan jabatan di posisi penting di pemerintahan, tak membuat Asisten I Setda Kudus Agus B Satriyo lantas mengabaikan hak suaranya dalam pemilihan kepala desa tempat tinggalnya.

Beralamat di Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, pria berkacamata itu juga ikut memberikan suaranya di TPS yang berada di lapangan desa setempat. Dia memilih satu dari dua calon yang ada disana.

“Ikut milih dong, bagaimanapun saya juga warga Desa Hadiwarno. Jadi ikut menyuarakan hak saya sebagaipemilih dalam pilkades ini,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Seperti warga lainnya, usai memberikan hak pilihnya, dia juga mencelupkan jarinya ke tinta. Hal itu sebagai tanda bahwa dia ikut memilih.

Menurutnya, dia tidak mau melewatkan momen langka tersebut. Apalagi dalam hal penting pilkades, sehingga dirinya meluangkan waktu guna memilih kepala desa yang baru.
“Sebenarnya tadi habis mengikuti Bapak Bupati, namun begitu selesai, langsung kesini untuk memilih,” ujarnya.

Kedatangannya ke TPS, juga sekaligus melihat kondisi disana. Berdasarkan pantauan yang dilakukan di lokasi,kondisi aman hingga usai pemilihan.

Editor : Kholistiono

 

Baca juga : 5 Desa di Kudus Gelar Pilkades Serentak

5 Desa di Kudus Gelar Pilkades Serentak

 

Salah seorang pemilih sedang memasukkan surat suara ke kotak suara (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah seorang pemilih sedang memasukkan surat suara ke kotak suara (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak lima desa di Kabupaten Kudus, hari ini, Selasa (5/4/2016) melangsungkan pemilihan kepala desa (pilkades) secara serentak.

Lima desa yang melangsungkan pemilihan kepala desa tersebut adalah, Desa Hadiwarno, Desa Loram Kulom, Desa Langgar Dalem, Desa Mejobo dan Desa Kaliputu.

Kabag Pemdes Setda Kudus Adi Sadonomengatakan, pemungutan suara telah berlansung sejak pagi tadi dan berakhir pada pukul 13.00 WIB. Usai pemungutan, langsung dilakukan penghitungan suara di masing-masing desa.

“Saat ini sudah berjalan dan sebagian masih penghitungan suara. Hari ini juga penghitungan selesai, hari ini juga sudah ada kepala desa terpilih di lima desa yang melangsungkan pemilihan kepala desa,” ujarnya kepada MuriaNewsCom

Ia katakan, untuk partisipasi warga dalam pemilihan kepala desa, untuk beberapa desa cukup tinggi. Misalnya, untuk Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, dari jumlah pemilih yang berkisar 4 ribuan, jumlah partisipasi pemilih mencapai 91,75 persen.

Kemudian untuk Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, dari total pemilih mata pilih sebanyak 6.010 orang, jumlah partisipasi mencapai 92 persen.

“Selanjutnya, untuk Desa Langgar Dalem, Kecamatan Kota jumlah pemilih sekitar 1.600 an orang, dan tingkat partisipasi hanya 68 persen. Sedangkan untuk Desa Kaliputu, Kecamatan Kota Kudus, dari 2.537 orang, jumlah partisipasi hanya 69,9 persen. Untuk Desa Loram Kulon kami masih belum mendapat laporan, karena masih penghitungan,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

“Wani Piro?” Diharapkan Tak Ada di Pilkades Serentak Kudus

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Anggota Komisi A DPRD Kudus Nur Khabsyin berpendapat pilkades serentak Kudus yang akan diselenggarakan tanggal 4 April dan diikuti 6 desa, diharapkan berjalan tanpa politik uang (money politics).

Ini bertujuan untuk mencari pemimpin di desa yang betul-betul dikehendaki masyarakat berdasarkan visi dan misinya, serta rekam jejak pengalaman integritasnya. Sehingga diharapkan dapat menyejahterakan rakyat dan fokus pada pembangunan desanya bukan mencari cara bagaimana modalnya kembali
“Pilkades tanpa money politics juga sebagai ikhtiar agar kades tidak korupsi agar modalnya kembali.

Ikhtiar itu harus diinisiasi oleh pemimpin eksekutif di Kudus, dalam hal ini bupati,” kata Khabsyin.
Menurutnya, bupati sebagai pemimpin eksekutif tertinggi di Kudus, berkepentingan agar wilayahnya bebas dari korupsi. Sebagaimana yang sudah dilakukan Bupati Batang Yoyok yang menginisiasi pilkades tanpa politik uang di tiga desa pada tahun 2013 tidak lama setelah jadi bupati.

“Saat itu betul-betul tidak ada calon kades yang ndumdumi warganya, namun tingkat kehadiran pemilih mencapai 80-0%,” ujarnya menirukan ungkapan Bupati Batang, Yoyok. Pihaknya telah mendapatkan penjelasan dari Pemkab Batang saat studi banding, 16 Maret lalu.

Calon kades juga diminta ikrar di hadapan warga dan tanda tangan pakta integritas yang isi pokoknya adalah bahwa calon kades tidak akan melakukan politik uang. Bila dia melakukannya akan didiskualifikasi atau gugur.

Tahun 2016 Batang juga akan menyelenggarakan pilkades serentak di 30 desa tanggal 24 April. Kesepakatannya tanpa politik uang. Hal ini dikawal langsung oleh Bupati Batang.

Saat ini melalui perda soal pilkades, semua biaya-biaya penyelenggaraan pilkades ditanggung penuh oleh APBD dan APBDes sebagai anggaran pendamping. “Jadi logikanya malah sangat mungkin pilkades tanpa money politics,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Persiapan Pilkades Kudus, Hadiwarno Matangkan Panitia

Suasana sosialisasi Pilkades serentak di Balai Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Suasana sosialisasi Pilkades serentak di Balai Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Setelah disumpah serta dilantik oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Hadiwarno, Mejobo, Kudus, Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Hadiwarno Sujarwo akan selalu mengingatkan kepada seluruh panitia yang ada.

“Salah satunya yakni kita saling mengingatkan. Supaya panitia bisa bekerja sesuai aturan, bekerja sesuai binaan pihak terkait dan mempertahankan netralitas,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, untuk kepanitiaan ini nantinya akan segera menggelar kegiatan. Baik itu merumuskan tugas tugas, ataupun administrasi.  Supaya di saat ada bimbingan teknis di pendapa pemkab, semua panitia bisa ikut serta dan memanfatkannya dengan maksimal.

Dari informasi yang dihimpun, untuk saat ini jumlah hak pilih yang berada di Desa Hadiwarno sebanyak 4 ribu jiwa. “Untuk hak pilih sendiri, sekitar 4 ribuan. Akan tetapi untuk memudahkan warga supaya bisa berdemokrasi dengan baik, maka akan selalu diadakan sosialisasi RT, dan RW. Supaya bisa disampaikan ke seluruh warga,” tuturnya.

Selain itu, terkait untuk persyaratan pendaftaran calon kepala desa,pihaknya juga belum bisa memastikan kapan dan bagaimana. “Pendaftaran calon itu kita belum bisa memberikan keterangan dulu. Sebab itu harus sesuai dengan aturan yang ada. Untuk bimbingan teknisnya akan digelar Senin, 18 Januari 2016,” ujarnya. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Ricuh Pilkades Kudus Mengancam

Ilustrasi Pilkades

Ilustrasi Pilkades

 

KUDUS – Anggota Komisi A DPRD Kudus Soedjarwo meminta pemkab tak hanya fokus pada pelaksanaan dan penganggaran Pilkades. Persoalan keamanan pada Pilkades juga perlu diperhatikan.

Terlebih, pelaksanaan Pilkades selalu berlangsung dalam tensi tinggi. Belum lagi potensi pihak luar yang ingin mengacaukan pelaksanaan Pilkades. “Terutama di desa yang hanya memunculkan dua orang calon. Perlu diantisipasi bagaimana jika salah satu calon tiba-tiba mengundurkan diri, sehingga Pilkades akhirnya ditunda,” katanya.

Ketua Komisi A DPRD Kudusu Mardijanto menambahkan, komisinya akan turun ke desa tersebut untuk memantau setiap tahapan pelaksanaan Pilkades. Ia berharap tak ada lagi perubahan tanggal pelaksanaan Pilkades.

“Pemilihan tanggal 5 April tentu sudah mempertimbangkan banyak hal. Kami ingin tanggal tersebut tidak diubah-ubah lagi, karena bisa berdampak besar pada pelaksanaan di lapangan,”ujarnya. (MERIE/AKROM HAZAMI)

Panitia Pilkades Serentak di Kudus Akan Dibentuk

Ilustrasi Pilkades

Ilustrasi Pilkades

 

KUDUS – Kepala Bagian Pemerintahan Desa Pemkab Kudus, Adi Sadhono menyatakan, panitia pemilihan kepala desa (Pilkades) akan segera dibentuk.

“Besok (hari ini – Red) akan dibentuk panitia pemilihan di enam desa yang akan menggelar Pilkades serentak. Setelah panitia terbentuk, mereka langsung akan menyusun tata-tertib dan perencanaan anggarannya,” kata Adi, pada rapat kerja di Komisi A DPRD Kudus, Kamis (14/1).

Diketahui, pilkades serentak akan dihelat pada 5 April 2016. Adapun enam desa yang bakal menggelar Pilkades serentak yaitu Desa Kaliputu dan Langgardalem (Kecamatan Kota), Loram Kulon (Kecamatan Jati), Desa Mejobo dan Desa Hadiwarno (Kecamatan Mejobo) serta Desa Getasrabi (Kecamatan Gebog).

Untuk menghadapi itu, Pemkab Kudus telah menyiapkan bantuan Rp 600 juta yang dialokasikan dari APBD 2015. Sebagai informasi, pilkades serentak rencananya digelar akhir 2015. Namun pelaksanaannya molor setelah dua perbup Pilkades baru diteken pertengahan Desember 2015. (MERIE/AKROM HAZAMI)

Ada Pilkada, Pemkab Rembang Batalkan Pilkades Serentak 2015

Masyarakat Desa Tanjung, Kecamatan Sulang bersuka cita menyambut pilkades belum lama ini. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Masyarakat Desa Tanjung, Kecamatan Sulang bersuka cita menyambut pilkades belum lama ini. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

 

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang akhirnya memutuskan untuk membatalkan rencana pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak 2015. Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) menjadi satu-satunya alasan mendasar dibatalkannya Pilkades serentak bagi 43 desa tahun ini. Sebelumnya pemkab setempat telah menggelar pilkades serentak tahap pertama bagi 241 desa pada 2013 lalu.

“Pilkades serentak tahap kedua di Kabupaten Rembang yang sedianya akan diikuti oleh 43 desa, kami pastikan batal digelar tahun ini. Alasan pokoknya karena berbenturan dengan pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati yang juga serentak pada 9 Desember 2015 mendatang,” ujar Akhasanuddin, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Rembang Rabu (9/9/2015).

Terkait kapan pilkades serentak tahap kedua digelar, Akhsanuddin menyatakan belum bisa memastikannya. Dia mengaku masih ada beberapa hal yang harus dikomunikasikan dengan pemerintah pusat, misalnya terkait pembatasan jumlah calon kades. Namun, dia hanya mengungkapkan bahwa pilkades harus digelar usai pilkada tuntas atau setelah dilantiknya bupati dan wakil bupati yang baru. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)