Bupati Rembang Pantau Pelaksanaan Pilkades Serentak

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat memantau pelaksanaan pilkades di Desa Waru, Rabu (30/11/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat memantau pelaksanaan pilkades di Desa Waru, Rabu (30/11/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Rembang Bayu Andrianto beserta Kapolres Rembang, Dandim 0720/Rembang serta SKPD terkait meninjau pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak di beberapa desa yang ada di Rembang, Rabu (30/11/2016).

Di antara desa yang dikunjungi bupati dan jajaran Forkopimda adalah Desa Desa Waru, Kecamatan Rembang, Desa Mojowarno, Kecamatan Kaliori dan Desa Logede, Kecamatan Sumber.

Dalam hasil kunjungannya di beberapa desa tersebut, bupati menyampaikan, jika masyarakat saat ini sudah dewasa dalam berdemokrasi. Sejauh ini, proses pelaksanaan pilkades berjalan aman dan tertib sesuai yang diharapkan.

“Saya kira masyarakat saat ini sudah semakin maju dan sudah dewasa dalam hal demokrasi. Apalagi, ini adalah proses pendidikan politik dan berdemokrasi di tingkat desa, yakni memilih seorang pemimpin,” ujarnya.

Dirinya berharap, panitia pilkades dapat menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga, nantinya tidak memunculkan efek-efek konflik di masyarakat. Sebab, harapan dari pelaksanaan pilkades berjalan tertib dan aman.

Sementara itu, Markum, salah satu Panitia Pilkades Desa Waru mengatakan, bahwa pelaksanaan pilkades di tempatnya berjalan aman dan tertib. Masyarakat yang memiliki hak pilih, katanya, juga antusias untuk menyalurkan hak pilihnya di TPS.

“Untuk jumlah pemilih yang datang ke TPS, untuk saat ini memang belum diketahui secara keseluruhan. Sebab, saat ini pemilihan masih berlangsung dan akan ditutup pada pukul 14.00 WIB,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Menanti Kabar Pilkades Super Damai dari Rembang

Kholistiono cak.kholis@yahoo.co.id

Kholistiono
cak.kholis@yahoo.co.id

HARI ini, Rabu (30/11/2016), sebanyak 43 desa yang ada di Rembang melaksanakan pesta demokrasi. Ribuan pemilih di masing-masing desa tersebut dihadapkan dengan transisi kepemimpinan.

Hari ini pula, foto masing-masing calon pemimpin tersebut terpampang jelas pada selembar kertas bernama surat suara. Jangan heran, jika wajah mereka akan menyuguhkan “senyuman termanisnya” hari ini. Mereka akan mencoba memikat sedemikian rupa, agar tak diacuhkan begitu saja. Sebab, mereka tak mau kalian sebagai pemilih berpaling sedetik pun untuk selenco pada foto yang ada di sebelahnya.

Sebuah lubang kecil, tepat di bagian wajah atau badan, menjadi keinginan mereka, agar pemilih memberikannya. Cukup satu, bukan dua atau tiga lubang di foto yang berbeda. Satu lubang, adalah sebuah harapan untuk menjadi pemenang.

Lubang di selembar kertas inilah yang menjadi justifikasi atas kemenangan atau kekalahan seorang calon pemimpin. Untuk itu, jangan salah kaprah untuk melubangi selembar kertas berharga tersebut. Berilah lubang dengan paku yang disediakan panitia. Cukup satu di bagian foto calon pemimpin yang menurutnya Kamu layak menjadi pemimpin. Jangan karena keteledoran, suaramu tak tersalurkan untuk ikut memilih pemimpin.

Catatan penting yang tak bisa diabaikan ketika berada di bilik suara adalah, memantapkan kembali pilihan. Bukan karena soal kedekatan emosional dan kerabat, tetapi, lebih kepada persoalan visi dan karakter dari calon pemimpin yang dipilih.

Pun demikian, hari ini pula, kita akan melihat siapa saja wajah-wajah yang bakal memimpin di 43 desa di Rembang. Sebab, penghitungan suara pemilih akan dilakukan hari ini juga usai pencoblosan.

Di sinilah, kita akan melihat bagaimana proses demokrasi itu berjalan sesuai teori atau tidak, sesuai yang diharapkan selama ini atau tidak. Demokrasi yang seharusnya berjalan damai, tentu menjadi harapan kita semua pada pelaksanaan pilkades.

Kemenangan, tentu menjadi harapan bagi semua calon. Namun demikian, dalam proses ini tentu ada pula yang harus tersingkir, sehingga para calon juga harus bersikap bijaksana menyikapi kekalahan tersebut agar tidak menimbulkan kegaduhan politik di desa, yang bisa saja berpotensi terjadinya konflik sosial di desa tersebut.

Dalam hal ini, komitmen para calon kades untuk melaksanakan pilkades damai perlu direalisasikan. Ikrar Damai yang sudah diucapkan seluruh calon kades di hadapan Bupati Rembang, Kapolres Rembang, TNI dan unsur Forkopimda beberapa hari lalu tentu bukan hanya sekadar ucapan yang setelahnya diabaikan begitu saja.

Jika dalam proses pilkades ini kita melihat ada kegaduhan politik yang berujung menjadi konflik sosial di masyarakat, akan bisa menjadi preseden buruk dalam konteks demokrasi. Apalagi, demokrasi yang berlangsung berada di tingkatan pemerintah terkecil, yakni desa. Ruang lingkup peserta, hampir semua masih saling kenal, dan juga sebagian adalah saudara atau keluarga. Sehingga, jika timbul perpecahan akibat proses demokrasi tersebut, itu artinya ada sebuah kegagalan politik.

Pilkades kita harapkan menjadi sebuah ajang untuk menentukan pemimpin secara formal dan legitimate yang tak mengurangi kerukunan bertetangga, kerukunan antarsaudara dan antarkeluarga. Sebab, terpilihnya pemimpin baru harus menjadi simbol persatuan. Persatuan sangat  penting untuk mewujudkan desa yang maju.

Hari ini kita menanti kabar, bahwa pilkades serentak di 43 desa di Rembang berjalan damai, seperti yang telah diikrarkan bersama oleh para calon kades. Semoga.(*)

Begini Aturan Alokasi Anggaran Pilkades Serentak di Rembang

Kepala Bagian Tata Pemerintahan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang Akhsanudin. Dirinya menyampaikan, alokasi anggaran untuk penyelenggaraan pilkades serentak sebesar Rp 1,5 miliar. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kepala Bagian Tata Pemerintahan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang Akhsanudin. Dirinya menyampaikan, alokasi anggaran untuk penyelenggaraan pilkades serentak sebesar Rp 1,5 miliar. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Pemilihan kepala desa (pilkades) secara serentak tahap kedua di Kabupaten Rembang dijadwalkan akan digelar pada 30 November mendatang. Terkait pelaksanaan pilkades serentak tersebut, Pemkab Rembang telah melakukan persiapan, di antaranya anggaran.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang Akhsanudin mengatakan, untuk pelaksanaan pilkades serentak di 43 desa yang ada di Rembang, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar.

“Anggaran itu diambilkan dari APBD tahun 2016. Sedangkan selebihnya merupakan anggaran untuk pengamanan dari unsur Polri dan TNI yang dikaver lewat APBD Perubahan tahun ini,” ungkapnya.

Dari 43 desa yang bakal menggelar pilkada serentak tahap kedua, terdapat di beberapa kecamatan, yakni di Kecamatan Rembang (3), Lasem (2), Sluke (1), Kragan (7), Sarang (3), Sedan (4), Sale (3), Pamotan (5), Pancur (2), Bulu (1), Gunem (3), Sulang (1), Sumber (3), dan Kaliori (5).

Terkait dengan pengalokasian anggaran kepada masing-masing desa yang menyelenggarakan pilkades, dirinya menyatakan, jika hal itu disesuaikan dengan jumlah pemilih. Untuk pemilih 1.500 akan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 32 juta, kemudian 1.500 hingga 3.000 pemilih akan mendapatkan alokasi Rp 37 juta dan untuk hak pilih di atas 3.000 jiwa akan mendapatkan Rp 42 juta.

“Adapun rincian anggaran yang ada di 43 desa tersebut, desa yang mendapatkan anggaran pilkades sebesar Rp 32 juta ada sebanyak 18 desa, Rp 37 juta ada sebanyak 23 desa serta yang mendapatkan Rp 42 juta ada  2 desa. Untuk totoal keseluruhan sebesar Rp 1.511.000.000,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Jelang Pilkades Serentak di 43 Desa, 99 Calon Kades di Rembang Ikrar Damai

Calon kepala desa dari 43 desa melakukan ikrar damai jelang pelaksanaan pilkades, Senin (21/11/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Calon kepala desa dari 43 desa melakukan ikrar damai jelang pelaksanaan pilkades, Senin (21/11/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Jelang pemilihan kepala desa (pilkades) serentak pada 30 November 2016 mendatang, 99 calon kepala desa di Kabupaten Rembang, mengucapkan ikrar damai, di Kantor Setda Rembang, Senin (21/11/2016).

Ikrar damai ini, disaksikan jajaran tiga pilar di Kabupaten Rembang, di antarnya pihak Pemerintahan Rembang, pihak kepolisian serta TNI. “Hari ini, semua calon kepala desa mengucapkan ikrar janji pilkades damai hingga pada pelaksaanya nanti,” ujar Kapolres Rembang AKBP Sugiarto.

Menurutnya, ada lima poin penting dalam ikrar damai tersebut. Di antaranya, calon kades tidak akan melakukan kampanye hitam, money politics, mengintimidasi calon pemilih atau warga, berkampanye dengan tertib, dan bisa meminimalisasi kecelakaan yang ada di jalan.

“Bila mereka sudah menguvapkan ikrar deklrasi damai, maka ke lima unsur itu bisa dijalankan dengan baik. Supaya berjalannya pilkades di 43 desa bisa berjalan dengan tertib,” ungkapnya.

Selain itu, calon kades juga mengucapkan untuk siap terpilih dan siap tidak terpilih dalam pilkades nanti. Kemudian, calon yang nantinya tidak terpilih, akan mendukung calon kepala desa terpilih serta menghormati keputusan panitia pemilihan kepala desa dan mentaati segala peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Kemudian juga menjaga keamanan dan ketertiban serta mempererat persaudaraan seluruh warga desa.

“Ikrar tersebut bukan sekedar diucapkan, tapi harus dilaksanakan. Saya juga berharap kedewasaan seluruh calon kepala desa dan tim suksesnya demi pelaksanaan pilkades serentak ini berjalan dengan aman dan tertib,” ucapnya.

Editor : Kholistiono