Buktikan Janji Kalian

Kholistiono cak.kholis@yahoo.co.id

Kholistiono
cak.kholis@yahoo.co.id

PENDAPA Museum RA Kartini Rembang menjadi saksi sejarah dilantiknya 43 pemimpin baru yang bakal mengemban tugas menjalankan roda pemerintahan di 43 desa di Kabupaten Rembang.

Mereka ini merupakan hasil produk demokrasi yang dipilih oleh rakyat untuk memimpin mereka dalam jangka waktu enam tahun ke depan. Untuk itu, pelantikan ini merupakan awal bagi mereka untuk merealisasikan janji yang telah disepakati dengan warganya.

Bupati pun mewanti-wanti kepada kades terpilih untuk bisa menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai pemimpin desa dengan maksimal. Mereka yang baru dilantik juga diharapkan bisa menjadi pemimpin yang amanah, bisa mengayomi warganya dan jangan sesekali untuk berani menyelewengkan dana desa dengan tujuan mengembalikan modal ketika kampanye.

Berani mencalonkan diri sebagai kepala desa, itu artinya, berani juga menerima konsekuensinya. Termasuk di antaranya adalah pengorbanan materi, tenaga maupun pemikiran. Untuk itu, konsekuensi tersebut, seharusnya sudah dipikirkan sejak awal ketika akan mencalonkan diri sebagai kades.

Dengan begitu, kades terpilih tidak ada upaya untuk mengembalikan modal kampanye dari “bisnis anggaran desa.”

Bahkan, bupati telah memilihkan hari yang dinilai dengan syarat filosofi dan makna. Hari Jumat Kliwon, dinilai merupakan hari baik untuk melakukan pelantikan. Diharapkan, pemimpin baru ini bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

Kini saatnya, para kepala desa merealisasikan janji kampanyenya. Para kades terpilih tidak boleh terlalu berlama-lama dana euphoria kemenangan. Sudah saatnya bekerja, dan memastikan rakyat merasakan kehadiran pemimpin dan pelayanan pemerintahan desa dalam kehidupan sehari-hari.

Ada yang perlu menjadi catatan bagi kepala desa yang baru saja dilantik kemarin. Berjalan dalam koridor aturan yang telah ditetapkan pemerintah tentulah harus diikuti. Pun demikian, tak kalah penting adalah, bagaimana sang pemimpin bisa melakukan inovasi pelayanan terhadap masyarakat yang sesuai dengan perkembangan zaman dan tidak bertentangan dengan norma serta kearifan lokal (local wisdom).

Seorang kepala desa dituntut untuk bisa mengiringi era tekonologi seperti sekarang ini. Sehingga, pola kinerja pemerintahan desa yang terkadang dan dimungkinkan masih cukup banyak yang menggunakan sistem manual, secara perlahan bisa menggunakan teknologi.

Seorang pemimpin masa kini, tak hanya dituntut untuk bisa memimpin rapat dan mengisi acara di pelbagai pertemuan RT atau RW, namun, lebih dari sekadar itu.

Meski levelnya desa, namun, inovasi tak boleh mati dari hanya karena kendala ketidaktahuan perkembangan teknologi. Kades tidak boleh lagi gagap teknologi (gaptek). Kades harus bisa menyesuaikan era kepemimpinannya.

Setidaknya, dengan memanfaatkan teknologi, potensi yang ada di desa yang dipimpinnya tersebut dapat dieksplore dan dikembangkan secara maksimal. Misalkan saja, potensi wisata, sumber daya alam ataupun pengembangan UMKM yang ada di desa setempat.

Pun demikian, pelayanan terhadap masyarakat juga dapat memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini. Bisa saja, pengurusan administrasi di tingkatan desa, nantinya sudah bisa menggunakan sistem elektronik. Selain memudahkan warga, hal tersebut juga bisa meminimalisasi adanya pungutan liar.

Dengan hal itu pula, kades juga memiliki tugas penting lainnya, yakni pengembangan sumber daya manusia dan juga peningkatan ekonomi masyarakat. Dua hal ini, menjadi kunci penting dalam mewujudkan desa yang maju dan sejahtera.

Akhirnya, selamat bertugas untuk kepala desa yang baru dilantik. Rakyatmu sudah menunggu bukti dari janji kalian. Saatnya bekerja, saatnya melayani warga dan saatnya berinovasi. (*)

Ini Nama-nama Calon Kades Terpilih di 43 Desa di Rembang

Proses penghitungan suara pada pemilihan kepala desa di Desa Waru, Kecamatan Rembang, Rabu (30/11/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Proses penghitungan suara pada pemilihan kepala desa di Desa Waru, Kecamatan Rembang, Rabu (30/11/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Pemilihan kepala desa (pilkades) secara serentak di 43 desa di Kabupaten Rembang yang berlangsung pada Rabu (30/11/2016), telah selesai. Pun demikian, hasil dari pemilihan kepala desa tersebut, juga sudah diketahui siapa saja yang terpilih menjadi kepala desa.

Berikut ini, kami sajikan nama-nama calon yang terpilih di 43 desa yang ada di Rembang, serta suara yang diperoleh dari masing-masing calon kades terpilih.

Kecamatan Rembang

  1. Desa Gedangan ( Sodik ) : 1.227 suara
  2.  Desa Tri Tunggal  ( Juhri)  : 802 suara
  3. Desa Waru (Daryono) : 2.043

Kecamatan Lasem

  1. Desa Sendang Coyo (Dwi Sukamdi) : 772 Suara
  2. Gowak (Suprapto) : 546 Suara

Kecamatan Sluke

  1. Desa Sluke ( Tulus) : 1.257 Suara

Kecamatan Kragan

  1. Desa Tanjungsari (Jamal) : 513 Suara
  2. Desa Terjan (Nur Khosim) : 825 Suara
  3. Desa Sumber Gayam (Durasit) : 794 Suara
  4. Desa Karanganyar (Sami) : 1.426 Suara
  5. Desa Narukan (Hanik Setyawati) : 436 Suara
  6. Desa Pandangan Wetan (Eko Sugeng Waluyo) : 1.549
  7. Desa Pandangan Kulon (Eko Budi Purwanto) : 1.693

Kecamatan Sarang

  1. Desa Babak Tulung (Didik Hariyanto) : 1.555 Suara
  2. Desa Dadap Mulyo (Wahib) : 872 Suara
  3. Desa Gilis (Muhammad Sahroni) : 771 Suara

Kecamatan Sedan

  1. Desa Dadapan (Zuber) : 1.401 Suara
  2. Desa Sido Mulyo ( Sarip) : 1.190 Suara
  3. Desa Pacing (Lilik Alifah) : 1.014 Suara
  4. Desa Sidorejo (A. Hilalul Mugachin) : 2.116 Suara

Kecamatan Sale

  1. Desa Bancang (Suyono) : 969 Suara
  2. Desa Mrayun (Eko Purwantono) : 1.557 Suara
  3. Desa Jinanten (Yayuk Widayanti) : 930 Suara

Kecamatan Pamotan

  1. Desa Bangunrejo (Kusminanto) : 985 Suara
  2. Desa Sumbangrejo (Dwi Ana Ulya) : 521 Suara
  3. Desa Sidorejo (Songeb) : 614 Suara
  4. Desa Mlagen (Ali Miftah) : 1.132 Suara
  5. Desa Tulung ( Rokhim) : 276 Suara

Kecamatan Pancur

  1. Desa Karaskepoh (Sihabudin) : 317 Suara
  2. Desa Ngulangan ( Achmat Choeron) : 185 Suara

Kecamatan Gunem 

  1. Desa Kajar (Sugiyanto) : 495 Suara
  2. Desa Kulutan ( Arindra Setyo P) : 352 Suara
  3. Desa Gunem (M. Ansori) : 663 Suara

Kecamatan Bulu

  1. Desa Mantingan ( Sardi) : 352 Suara

Kecamatan Sulang

  1. Desa Pedak (Nasuka) : 1.162 Suara

Kecamatan Sumber 

  1. Desa Logede ( Sunawi) : 1.043 Suara
  2.  Desa Krikilan ( Sukirno) : 808 Suara
  3.  Desa Logung ( Sukarno) : 437 Suara

Kecamatan Kaliori

  1. Desa Babadan ( Lastari) : 1.940 Suara
  2.  Desa Banggi ( Bathi) : 724 Suara
  3. Desa Kuangsan ( Tarmuji) : 1.291 Suara
  4. Desa Sambiyan ( Suhartono) : 1.091 Suara
  5. Desa Mojowarno ( Kundoli) : 624 Suara.

Editor : Kholistiono

Pilkades Logede Rembang Diwarnai Dugaan Praktik Politik Uang

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto saat memantau pelaksanaan pemilihan kepala desa di Desa Logede. (Dok.Humas Polres Rembang)

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto saat memantau pelaksanaan pemilihan kepala desa di Desa Logede. (Dok.Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom,Rembang – Pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) di Desa Logede, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang,diwarnai dengan aksi yang mencederai proses demokrasi, dengan adanya dugaan praktik politik uang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga mengaku tak hanya menerima uang, tetapi juga mendapatkan bingkisan seperti nasi, beras, hingga mie instan. Bingkisan dan sejumlah uang itu diterima hampir semua warga Desa Logede. Letaknya yang jauh dari pusat kota membuat para calon bisa sedikit leluasa melakukan berbagai cara kampanye. Baik yang sesuai aturan ataupun tidak.

Beberapa warga Logede mendapatkan sejumlah uang dari calon kades, besarannya bervariasi antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. Pembagian uang itu, berlangsung dua hari sebelum pelaksanaan pilkades.

Hampir semua warga Desa Logede menerima bingkisan dari dua calon kades. Bingkisan pertama diberikan pada Senin (28/11/2016) siang. Isinya berupa nasi beserta lauk pauk. Di dalam bingkisan itu, juga terdapat amplop yang isinya uang Rp 20 ribu. Keesokan harinya pada Selasa (29/11/2016) pagi, warga kembali menerima bingkisan dari calon.

Salah seorang warga Desa Logede yang enggan disebut namanya menjelaskan, dia menerima bingkisan kemarin sekitar pukul 05.30 WIB. “Bingkisan tersebut diantar oleh ibu-ibu menggunakan sepeda motor, yang kanan kirinya terdapat keranjang untuk menaruh barang. Di dalam bingkisan yang dibungkus dengan plastik putih itu, terdapat beras sekitar 1,5 kilogram dan empat bungkus mie instan. Selain itu, ada juga kertas bergambar calon kades. Dari yang mengantar ke sini, tidak ada minta doa restu. Tapi, warga juga sudah paham maksudnya apa,” ujar sumber.

Terkait hal ini, Kapolres Rembang AKBP Sugiarto mengajak semua elemen masyarakat Rembang untuk kritis terhadap segala hal. Terutama mewaspadai perdaraan uang palsu (upal) yang kemungkinan beredar.

Menurutnya, berbagai cara akan dilakukan para calon untuk menang pada pilkades, salah satunya menghalalkan praktik politik uang dengan menggunakan uang palsu. Untuk itu, pihaknya mewanti-wanti masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan praktik tersebut.”Kami juga minta masyarakat tidak melakukan praktik-praktik intimidasi,” ungkapnya.

Kapolres juga mengimbau kepada seluruh calon atau pendukung calon untuk bisa sama-sama menghormati hasil pilkades. Hal tersebut untuk menghindari adanya perpecahan di kalangan masyarakat. “Semua calon dan simpatisannya, diharapkan bisa saling  menghormati keputusan panitia, maupun hasil pilkades. Supaya nantinya akan bisa menciptakan kondisi yang aman,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Bupati Rembang Pantau Pelaksanaan Pilkades Serentak

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat memantau pelaksanaan pilkades di Desa Waru, Rabu (30/11/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat memantau pelaksanaan pilkades di Desa Waru, Rabu (30/11/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Rembang Bayu Andrianto beserta Kapolres Rembang, Dandim 0720/Rembang serta SKPD terkait meninjau pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak di beberapa desa yang ada di Rembang, Rabu (30/11/2016).

Di antara desa yang dikunjungi bupati dan jajaran Forkopimda adalah Desa Desa Waru, Kecamatan Rembang, Desa Mojowarno, Kecamatan Kaliori dan Desa Logede, Kecamatan Sumber.

Dalam hasil kunjungannya di beberapa desa tersebut, bupati menyampaikan, jika masyarakat saat ini sudah dewasa dalam berdemokrasi. Sejauh ini, proses pelaksanaan pilkades berjalan aman dan tertib sesuai yang diharapkan.

“Saya kira masyarakat saat ini sudah semakin maju dan sudah dewasa dalam hal demokrasi. Apalagi, ini adalah proses pendidikan politik dan berdemokrasi di tingkat desa, yakni memilih seorang pemimpin,” ujarnya.

Dirinya berharap, panitia pilkades dapat menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga, nantinya tidak memunculkan efek-efek konflik di masyarakat. Sebab, harapan dari pelaksanaan pilkades berjalan tertib dan aman.

Sementara itu, Markum, salah satu Panitia Pilkades Desa Waru mengatakan, bahwa pelaksanaan pilkades di tempatnya berjalan aman dan tertib. Masyarakat yang memiliki hak pilih, katanya, juga antusias untuk menyalurkan hak pilihnya di TPS.

“Untuk jumlah pemilih yang datang ke TPS, untuk saat ini memang belum diketahui secara keseluruhan. Sebab, saat ini pemilihan masih berlangsung dan akan ditutup pada pukul 14.00 WIB,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Mundur dari Pencalonan, 3 Cakades di Rembang Didenda Rp 37 Juta per Orang

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Rembang – Sebanyak 43 desa di Kabupaten Rembang bakal melaksanakan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak pada Rabu (30/11/2016) besok. Dari 43 desa tersebut, ternyata, ada tiga calon kades di tiga desa yang menyatakan mengundurkan diri dari pencalonan, meski sudah ditetapkan sebagai calon.

Akibat sikap yang dilakukan tersebut, tiga calon ini harus menerima konsekuensi berupa sanksi denda. Masing-masing dari calon yang mengundurkan diri tersebut, harus membayar denda sebesar Rp 37 juta atau sesuai dengan alokasi dana penyelenggaraan pilkades yang dikucurkan pemerintah daerah.

Tiga calon kades yang mengundurkan diri dari pencalonan yaitu terdapat di Desa Gedangan, Kecamatan Rembang, Desa Kuangsan, Kecamatan Kaliori dan Desa Pandangan Wetan, Kecamatan Kragan.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang Akhsannuddin mengatakan, ada tiga desa yang sudah dipastikan akan mengembalikan dana pelaksanaan pilkades yang sudah diberikan oleh panitia pilkades tingkat kabupaten.

“Sesuai  Perbup tentang pilkades tahun 2016 ini, bagi calon kades yang sudah ditetapkan oleh panitia, namun suatu hari ia mengundurkan diri, maka diwajibkan untuk mengganti bantuan keuangan yang sudah diterima oleh panitia setiap desa,” paparnya.

Ia katakan, terkait pembayaran denda oleh calon yang mundur, dirinya mengatakan, bahwa setiap calon yang mundur, diwajibkan mengembalikan biaya pilkades paling lambat H-1 pelaksanaan pilkades. “Namun  Hingga Selasa (29/11/2016) siang ini, calon yang mengundurkan diri  belum ada yang mengembalikan dana biaya pilkades tersebut,” tuturnya.

Dia menambahkan, untuk tahapan, pilkades di tahun  2016 ini, tidak ada istilah penyelenggaraan ulang pilkades.  Meskipun ada dua calon memperoleh suara berimbang. Namun untuk menentukan pemenangnya, dari suara berimbang tersebut, akan dipilih suara terbanyak asal domisili calon. “Sedangkan  bila terjadi perselisihan hasil pilkades di setiap desa, maka panitia diberikan waktu 30 hari untuk melakukan penyelesaian di tingkat desa,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Polisi Bakal Tindak Tegas Perusuh Pilkades di Rembang

Ratusan personel kepolisian disiagakan untuk mengamankan pelaksanaan pilkades serentak di Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Ratusan personel kepolisian disiagakan untuk mengamankan pelaksanaan pilkades serentak di Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Personel kepolisian di jajaran Polres Rembang telah diturunkan untuk pengamanan penyelenggaraan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di 43 desa di Rembang, yang bakal berlangsung Rabu (30/11/2016) besok.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto mengatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah-wilayah yang berpotensi rawan dan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah tersebut, maupun desa lain yang menggelar pilkades.

Kapolres menegaskan, pihaknya bakal menindak tegas siapa saja yang melakukan tindakan onar pada pelaksanaan pilkades. Untuk itu, dirinya berharap semua pihak bisa bersikap bijak dalam proses demokrasi besok.

“Personel kami sebar untuk melakukan pengamanan pelaksanaan pilkades. Kita berharap, pilkades ini berjalan kondusif dan damai, sesuai dengan ikrar yang sudah diucapkan bersama oleh calon kepala desa beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Selain dari personel kepolisian, pengamanan pilkades juga dibantu oleh aparat dari TNI. “Sekali lagi, harapan kita pilkades ini berjalan aman. Kami juga melakukan tindakan tegas bagi botoh, jika terbukti melakukan tindakan perjudian di pilkades ini,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Begini Aturan Alokasi Anggaran Pilkades Serentak di Rembang

Kepala Bagian Tata Pemerintahan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang Akhsanudin. Dirinya menyampaikan, alokasi anggaran untuk penyelenggaraan pilkades serentak sebesar Rp 1,5 miliar. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kepala Bagian Tata Pemerintahan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang Akhsanudin. Dirinya menyampaikan, alokasi anggaran untuk penyelenggaraan pilkades serentak sebesar Rp 1,5 miliar. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Pemilihan kepala desa (pilkades) secara serentak tahap kedua di Kabupaten Rembang dijadwalkan akan digelar pada 30 November mendatang. Terkait pelaksanaan pilkades serentak tersebut, Pemkab Rembang telah melakukan persiapan, di antaranya anggaran.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang Akhsanudin mengatakan, untuk pelaksanaan pilkades serentak di 43 desa yang ada di Rembang, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar.

“Anggaran itu diambilkan dari APBD tahun 2016. Sedangkan selebihnya merupakan anggaran untuk pengamanan dari unsur Polri dan TNI yang dikaver lewat APBD Perubahan tahun ini,” ungkapnya.

Dari 43 desa yang bakal menggelar pilkada serentak tahap kedua, terdapat di beberapa kecamatan, yakni di Kecamatan Rembang (3), Lasem (2), Sluke (1), Kragan (7), Sarang (3), Sedan (4), Sale (3), Pamotan (5), Pancur (2), Bulu (1), Gunem (3), Sulang (1), Sumber (3), dan Kaliori (5).

Terkait dengan pengalokasian anggaran kepada masing-masing desa yang menyelenggarakan pilkades, dirinya menyatakan, jika hal itu disesuaikan dengan jumlah pemilih. Untuk pemilih 1.500 akan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 32 juta, kemudian 1.500 hingga 3.000 pemilih akan mendapatkan alokasi Rp 37 juta dan untuk hak pilih di atas 3.000 jiwa akan mendapatkan Rp 42 juta.

“Adapun rincian anggaran yang ada di 43 desa tersebut, desa yang mendapatkan anggaran pilkades sebesar Rp 32 juta ada sebanyak 18 desa, Rp 37 juta ada sebanyak 23 desa serta yang mendapatkan Rp 42 juta ada  2 desa. Untuk totoal keseluruhan sebesar Rp 1.511.000.000,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Pelaksanaan Pilkades Serentak di 43 Desa di Rembang Diharapkan Berjalan Kondusif

Simulasi pelaksanaan pemilihan kepala desa di Rembang yang digelar di Lapangan Rumbut Malang Rembang, Selasa (22/11/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Simulasi pelaksanaan pemilihan kepala desa di Rembang yang digelar di Lapangan Rumbut Malang Rembang, Selasa (22/11/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Salah satu panitia pemilihan kepala desa (pilkades) Arif berharap, pelaksanaan pilkades di 43 desa di Rembang pada 30 November mendatang berjalan aman dan tertib. Sehingga, proses demokrasi tidak tercederai.

Untuk itu, pihaknya berharap, nantinya masyarakat bisa bersikap dewasa dan bijaksana terkait pelaksanaan pilkades. Sehingga, tidak ada tindakan atau lainnya yang bisa menciptakan suasana tidak kondusif, baik sebelum maupun pascapilkades.

Apalagi, menurutnya, pihak aparat kepolisian maupun TNI juga siap untuk memback up pengamanan pelaksanaan pilkades. “Proses demokrasi di tingkat desa nanti, kita harapkan berjalan sesuai aturan dan situasinya juga aman. Dengan mengikuti simulasi pengamanan pilkades yang digelar pihak Polres Rembang, kami dari panitia juga bisa lebih siap dalam melaksanakan pilkades,” ujarnya usai mengikuti Sispam Pilkades di Lapangan Rumbut Malang Rembang, Selasa (22/11/201).

Dalam simulasi pengamanan tersebut, juga dilaksanakan simulasi pemilihan, baik mulai dari mencoblos di TPS, melipat surat suara, hingga penghitungan suara. Pun demikian, juga disimulasikan adanya pemilih berkebutuhan khusus, seperti tuna netra dan tidak bisa berjalan.

“Latihan ini merupakan sebuah cerminan yang nantinya akan kita jalankan. Yakni mulai dari pencatatan daftar hadir warga yang akan memilih, menghadapi warga yang protes, serta menjalankan penghitungan suara,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Calon Kades Diminta Tak Gontok-gontokan Usai Pemilihan

Penandatanganan ikrar damai pelaksanaan pemilihan kepala desa yang disaksikan langsung oleh Bupati Rembang, Kapolres Rembang dan anggota TNI. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Penandatanganan ikrar damai pelaksanaan pemilihan kepala desa yang disaksikan langsung oleh Bupati Rembang, Kapolres Rembang dan anggota TNI. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang-Bupati Rembang Abdul Hafidz meminta kepada calon kepala desa dan tim sukses untuk tidak berdebat atau protes pascapemilihan kepala desa. Jika ada hal yang masih mengganjal, diharapkan disampaikan ketika tahapan masih berlangsung, sehingga tak memecah belah persatuan.

Dirinya berharap, ikrar damai yang telah diucapkan bersama bisa ditepati. “Jangan sekali-kali ingkar janji terhadap ikrar damai yang sudah diucapkan. Sebab permasalahan, biasanya akan muncul setelah pemilihan. Baik itu bentuk ketidakpuasan atau lainnya,” ujar bupati.

Bupati menyatakan, proses pemilihan kepala desa diharapkan berjalan damai dan tertib. Apalagi, calon dan tim sukses masih satu desa, dan bahkan masih satu RW ataupun RT. Sehingga, jika persoalan pilkades masih dibawa hingga usai pemilihan, dikhawatirkan akan memecah persatuan.

Dia melanjutkan, pilkades merupakan sebuah prosesi pergantinan pemimpin di tingkat desa. Sebab itu sudah diataur dalam UU Nomor 6 tahun 2014. Di salah satu poinnya yakni mengatur tentang masa jabatan kepala desa.

Lebih lanjut bupati menyampaikan, perbedaan pandangan dan pendapat harus dijadikan perekat persatuan dan kesatuan. “Di kalangan kita itu, bila ada beda pendapat atau pandangam biasanya akan menjadi pemecah belah antarsesama. Pandangan seperti itu harus kita ubah dengan bijak. Supaya demokrasi itu bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.

Di saat terpisah, Panitia Pilkades Sambiyan, Kecamatan Kaliori, Sarkoni mengatakan untuk pelaksanaan pilkades damai, pihaknya sudah berkoordinasi dengan calon kepala desa. “Untuk mencegah adanya pelaksanaan pilkades yang negatif, kita kemarin sudah mengumpulkan calon kepala desa, tim sukses dan tokoh masyarakat. Supaya nantinya saat kampanye bisa tertib,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Polisi Bakal Tindak Tegas Para Botoh di Pilkades Serentak di Rembang

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Rembang – Wakapolres Rembang Kompol Pranandya Subyakto menegaskan, petugas polisi akan dikerahkan untuk melakukan deteksi terhadap orang-orang yang ingin menggagalkan pilkades, termasuk para petaruh atau botoh.

Dirinya menyatakan, pelaksanaan pemilihan kepala desa seringkali jadi ajang para botoh untuk bertaruh. Dan terkadang, akibat pertaruhan atau judi tersebut, pelaksanaan pilkades jadi dikendalikan oleh segelintir oknum.

“Botoh itu seringnya taruhan. Kita upayakan untuk tidak ada permainan botoh di pilkades. Kalau ada botoh, akan kita amankan agar desa bisa aman,” ungkapnya kepada MuriaNewsCom.

Terkait dengan pelaksanaan pilkades serentak ini, pihaknya, melalui Bhabinkamtibmas juga terus menyosialisasikan kepada masyarakat, agar pelaksanaan pilkades bisa berjalan secara aman dan tertib.

“Harapan kita, pelaksanaan pilkades berjalan aman. Dalam hal pengamanan ini, kita juga didukung oleh TNI, Linmas dan juga masyarakat. Sehingga, kita harapkan suasananya berjalan kondusif,” ujarnya.

Editor : kholistiono

242 Personel Kepolisian Dikerahkan untuk Amankan Pilkades Serentak di Rembang

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Rembang – Sebanyak 242 personel kepolisian bakal dikerahkan untuk mengamankan penyelenggaraan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di 43 desa yang ada di Kabupaten Rembang, pada 30 November mendatang.

Wakapolres Rembang Kompol Pranandya Subiyakto mengatakan, petugas kepolisian akan dikerahkan guna melakukan deteksi terhadap orang-orang yang ingin menggagalkan pelaksanaan pilkades serentak nanti.

“Sejak H-7, personel sudah melakukan persiapan dan H-2, anggota akan diterjunkan ke lokasi atau ke desa yang bakal melaksanakan pilkades. Dengan hal tersebut, anggota bisa melakukan pengamanan dengan maksimal. Kami juga didukung oleh aparat dari Kodim 0720 Rembang dan anggota linmas di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Dirinya menyatakan, mengenai daerah yang rawan gangguang keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), pihaknya menyatakan sudah memetakannya, tetapi ia tak mengumbarnya ke publik.

“Sebenarnya daerah rawan yang ada relatif sedikit. Kami bahkan mengatakan dari 43 desa itu dikatakan aman. Namun demikian kita tidak boleh meremehkan. Apapun kondisinya kita tetap mencegah terjadinya gangguan kamtibmas,” katanya.

Kemudian, dirinya juga menegaskan, jika pihaknya menjamin netralitas dari Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) di ajang pemilihan kepala desa.

Editor : Kholistiono

Lebih 5 Kandidat, Bakal Calon Kades Waru Harus Ikuti Tes Seleksi

Camat Rembang Agus Salim. Dirinya menyebut, Bakal Calon Kepala Desa Waru yang jumlahnya melebihi lima orang, harus mengikuti tes seleksi. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Camat Rembang Agus Salim. Dirinya menyebut, Bakal Calon Kepala Desa Waru yang jumlahnya melebihi lima orang, harus mengikuti tes seleksi. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Di antara 43 desa di Rembang yang bakal mengikuti pemilihan kepala desa serentak pada 30 November mendatang adalah Desa Waru, Kecamatan Rembang. Jumlah kandidat yang sudah mendaftar ada 6 orang.

Dengan jumlah kandidat yang lebih dari lima orang tersebut, mengharuskan enam bakal calon kades itu mengikuti tes seleksi. Hal ini untuk menyeleksi siapa bakal calon yang berhak untuk masuk lima besar dan menjadi calon kades.

“Sebagaimana Peraturan Bupati No 35 tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Desa, jumlah calon kades dibatasi maksimal 5 orang. Sehingga, jika bakal calon lebih dari lima harus ada seleksi berupa tes tambahan. 1 orang, nantinya dipastikan tersingkir,” ujar Camat Rembang Agus Salim.

Dirinya menyampaikan, untuk pelaksanaan tes terhadap bakal calon tersebut, dijadwalkan dilakukan pada 11 November mendatang. Sedangkan untuk soal-soal tes, katanya, berasal dari pemerintah kabupaten (pemkab). Setelah itu, baru dilakukan penetapan calon.

Untuk diketahui enam Bakal Calon Kepala Desa Waru yang kini sudah mendaftar yakni Maryono, Eko Susilo, Ahmad Suparji, Daryono, Puji Widodo dan Sutikno. Keenamnya, nantinya bakal mengikuti tes sesuai dengan aturan yang ada.

Editor : Kholistiono

Miliki Riwayat Gangguan Jiwa, Orang Ini Gagal Nyalon Kades

Camat Kalior Mustolih. Dirinya menyatakan, jika ada salah satu bakal calon kades yang gagal mencalonkan diri karena memiliki riwayat gangguan jiwa (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Camat Kalior Mustolih. Dirinya menyatakan, jika ada salah satu bakal calon kades yang gagal mencalonkan diri karena memiliki riwayat gangguan jiwa (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Salah seorang Bakal Calon Kepala Desa Mojowarno, Kecamatan Kaliori, Rembang, bernama Sugito, terpaksa harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Semarang. Sebab, Sugito diketahui ternyata memiliki riwayat gangguan jiwa.

Hal itu ditegaskan dalam surat keterangan sehat yang dikeluarkan oleh Puskesmas Kaliori, Rembang, yang menyatakan jika Sugito pernah mengidap gangguan jiwa. Namun, keterangan berbeda justru dikeluarkan oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetrasno Rembang yang menyatakan, jika Sugito sehat.

“Ketika yang bersangkutan itu cek kesehatan di Puskesmas Kaliori, itu dinyatakan pernah mengalami gangguan jiwa. Karena hasilnya seperti itu, kemudian bakal calon ini melakukan cek kesehatan di RSUD dr Soetrasno, dan hasilnya  yang bersangkutan dinyatakan sehat,” ujar Camat Kaliori Mustolih.

Dengan hal itu, kemudian Pj Kades Mojowarno Supandra turun tangan untuk melayangkan surat tembusan kepada pihak RSUD dr Soetrasno, jika Sugito memang pernah mengalami gangguan jiwa. “Sebenarnya, kalau untuk masyarakat setempat itu sudah tahu semua jika bakal calon ini pernah mengalami gangguan jiwa. Sebenarnya, Saatyang bersangkutan sedang menjani rawat jalan di RSJ di Semarang,” imbuhnya.

Kemudian, terkait pencalonan dirinya sebagai kepala desa, saat ini sudah dinyatakan gagal. Sebab, hingga batas akhir waktu pelengkapan berkas persyaratan calon pada Sabtu  (22/10/2016) kemarin, yang bersangkutan belum melengkapinya. Untuk itu, saat ini yang dinyatakan sudah lengkap ada tiga bakal calon.

Untuk diketahui, Kabupaten Rembang, pada 30 November mendatang bakal menggelar pemilihan kepala desa secara serentak di 43 desa yang ada di Rembang. Untuk Kecamatan Kaliori sendiri ada lima desa. Yakni Desa Banggi, Kuangsan, Sambiyan, Babadan, dan Mojowarno.

Editor : Kholistiono

Rp 1,5 Miliar Dikucurkan untuk Pilkades Serentak di 43 Desa di Rembang

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Rembang – Pemilihan kepala desa (pilkades) secara serentak tahap kedua di Kabupaten Rembang dijadwalkan akan digelar pada 30 November mendatang. Terkait pelaksanaan pilkades serentak tersebut, Pemkab Rembang telah melakukan persiapan, di antaranya anggaran.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang Akhsanudin mengatakan, untuk pelaksanaan pilkades serentak di 43 desa yang ada di Rembang, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar.

“Anggaran itu diambilkan dari APBD tahun 2016. Sedangkan selebihnya merupakan anggaran untuk pengamanan dari unsur Polri dan TNI yang dikaver lewat APBD Perubahan tahun ini,” ungkapnya.

Dari 43 desa yang bakal menggelar pilkada serentak tahap kedua, terdapat di beberapa kecamatan, yakni di Kecamatan Rembang (3), Lasem (2), Sluke (1), Kragan (7), Sarang (3), Sedan (4), Sale (3), Pamotan (5), Pancur (2), Bulu (1), Gunem (3), Sulang (1), Sumber (3), dan Kaliori (5).

Lebih lanjut ia katakan, pelaksanaan pilkades serentak yang dilaksanakan pada November mendatang, sudah melalui rapat koordinasi dari Forkompimda, dan disepakati pada 30 November. Hal ini, menurutnya juga melalui berbagai pertimbangan, di antaranya, pada awal 2017 sudah harus ada kepala desa definitif karena masa jabatan Pj atau penjabat kepala desa sudah habis. Ia menambahkan setelah pilkades tahun 2016, pemkab baru akan melaksanakan pemilihan kepala desa lagi pada tahun 2017, yakni untuk lima desa.

Editor : Kholistiono