Beri Sinyal Didukung Partai Hijau, MU Masih Simpan Rapat Namanya

Haryanto (tengah), dalam jumpa pers yang digelar untuk mengumumkan Tim Adhoc Pemenangan MU dalam Pilkada Kudus 2018 mendatang, di kediaman MU, Jumat (21/7/2017).
(MuriaNewsCom/ Merie)ca

MuriaNewsCom, Kudus – Umar Ali alias Mas Umar (MU) memantapkan dirinya untuk maju sebagai calon bupati pada Pilkada Kudus 2018. Meski mengklaim bahwa dirinya sudah didukung beberapa partai politik (parpol), namun parpol mana saja itu, masih disimpan rapat.

Koordinator Tim Adhoc Pemenangan MU Haryanto mengatakan, memang pihaknya belum akan mengeluarkan nama-nama parpol yang mendukung pencalonan MU. ”Nanti saja kalau kemudian rekomendasi sudah di tangan, baru kita berani untuk mendeklarasikannya. Tapi sekarang, kami terus melakukan koordinasi,” jelasnya, Jumat (21/7/2017).

Namun Haryanto membenarkan jika memang pihaknya didekati partai-partai ”hijau” yang memiliki kursi di Kudus ini. Namun, soal kepastian rekomendasinya, memang masih menunggu pembicaraan lebih lanjut.

”Kalau partai hijau memang banyak sekali kabarnya. Namun, kita tidak menutup kemungkinan semua parpol untuk bisa mendukung kami. Karenanya, kita gencar melakukan koordinasi. Termasuk saat ini, Mas Umar pergi ke luar kota untuk urusan itu,” tuturnya.

Haryanto juga membenarkan bahwa sudah ada satu parpol yang 90% mendukung MU. Hanya, pihaknya tidak ingin terburu-buru mengumumkan hal tersebut. ”Kami masih melihat dinamika yang berkembang saat ini. Namun yang 90% tadi, memang sudah kami kantongi,” katanya.

Ditegaskan Haryanto, jika MU hanya akan maju sebagai calon bupati. Dan bukan sebagai calon wakil bupati. Hal ini sudah merupakan niat kuat dan tekad dari yang bersangkutan. ”Tetap maju sebagai calon bupati. Tidak yang lain,” tegasnya.

MU juga belum akan berbicara mengenai siapa yang akan mendampinginya nanti dalam pencalonan. Meski begitu, pihaknya membuka semua kalangan untuk bisa menjadi calon pendamping MU. ”Kita akan berbicara mengenai pendampingnya, setelah soal rekomendasi ini selesai. Sehingga itu dulu yang akan kita intensifkan,” katanya.

Selain itu, Haryanto menambahkan jika tugas lain yang juga menjadi prioritas adalah mengenalkan MU hingga ke akar rumput. Sehingga seluruh masyarakat Kudus mengenal yang bersangkutan.

”Kami akui bahwa belum semua warga Kudus mengenal MU. Sehingga tugas kami adalah bagaimana meningkatkan kepopuleran itu terlebih dahulu. Kami juga sudah menggandeng lembaga survei untuk bisa melaksanakan tugas tersebut. Hanya memang itu adalah untuk keperluan internal kami sendiri. Yang jelas, MU sudah melakukan serangkaian pendekatan secara personal dengan berbagai kalangan masyarakat. Dan itu lebih efektif untuk sekarang,” imbuhnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

PDIP Kudus Dukung Masan, Ketua DPRD, Maju di Pilkada 

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua DPRD Kudus Masan menjadi dambaan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) setempat untuk maju jadi calon bupati di Pilkada 2018.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Kudus yang juga Bupati Kudus Musthofa hadir langsung pada kegiatan reses di kantor DPC, Senin (20/2/2017) malam.

Nama Masan tiba-tiba mengemuka saat Musthofa memberi pengarahan kepada kadernya. Musthofa sempat menanyakan kira-kira siapa kader PDIP yang pantas menjadi cabup. Sejumlah kader spontanmenyebut nama Masan. Nama yang dimaksud tak lain Ketua DPRD Kabupaten Kudus. “Siapa, kok cuma sedikit yang menjawab?” ujar Musthofa disambut koor kader kembali menyebut nama Masan.

Musthofa lantas menanyakan ke kader, apakah Masan laku atau tidak? Jika yang menginginkan hanya sedikit, dirinya jadi tidak yakin. “Pak Masan ini benar-benar laku atau tidak? Kalau hanya hanya satu dua orang yang mengusulkan apa cukup? Saya ya jadi ndak yakin. Tapi jika suaranya bulat yang menginginkan Pak Masan, saya (shalat) Istikharah dulu,” ujar Musthofa.

Setelah meminta tanggapan kader, Musthofa menanyakan yang bersangkutan. Kebetulan Masan duduk di sebelahnya. “Kira-kira jika nanti Istikharahku cocok, sanggup ndak kamu,” tanya Musthofa yang direspons tertawa para kader.

Masan pun menjawab sanggup. Pada kesempatan itu Musthofa juga berharap pengurus ranting dan anak ranting berani menyampaikan aspirasinya. Termasuk, mereka juga bisa mendatangi anggota fraksi PDIP di
gedung DPRD Kudus.

Ketua Fraksi PDIP Achmad Yusuf Roni dan Ketua DPRD Kudus Masan memaparkan capaian dan program
pemerintah dalam APBD 2017. Program penanganan banjir, infrastruktur, kesehatan, hingga ekonomi kerakyatan.

Masan berharap semua kader wajib mengetahui informasi tersebut, dan mampu menyampaikan ke masyarakat luas. “Banyak program unggulan yang sudah terbukti berhasil di masyarakat. Jadi layak jika nanti Bupati Kudus Musthofa maju sebagai Gubernur Jateng,” tandas Masan.

Editor : Akrom Hazami

Pilkada Kudus masih 2018, tapi Suhu Panas Terasa, Nomor HP Ketua DPRD Kudus Dibajak

Ketua DPRD Kudus Masan saat melaporkan pembajakan nomor handphone ke gerai seluler. (ISTIMEWA)

Ketua DPRD Kudus Masan saat melaporkan pembajakan nomor handphone ke gerai seluler. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Nomor handphone (HP) Ketua DPRD Kudus, Masan, tiba-tiba dibajak. Nomornya mengirimkan SMS broadcast yang isinya menghina Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kudus, Sumiyatun yang dikabarkan sedang mencalonkan diri sebagai Bupati Kudus 2018.

Cara pelaku membajak nomor Masan cukup canggih. Tanpa diketahui, pelaku mengirimkan SMS broadcast kepada semua orang dengan nada menghina Sumiyatun yang berbunyi ‘Mami Tun (Sumiyatun) itu orang bodoh dan cari popularitas. Wong Kudus tidak doyan’. Gara-gara SMS broadcast tersebut berakibat geger. Sebab ratusan bahkan ribuan orang telah menerima SMS tersebut.

Masan cepat meluruskan hal itu. Dia menegaskan tidak pernah mengirimkan pesan pendek dengan tulisan seperti itu. Dia mengetahui ketika sejumlah orang penerima SMS tersebut membalas pesan atau bahkan menelpon dirinya. ”Saya baru tahu kalau nomor saya dibajak saat puluhan bahkan ratusan penerima SMS tersebut menelepon saya. HP saya juga tidak mungkin diambil orang karena selalu saya pegang,” kata Masan.

Masan menduga kalau aksi tersebut dilakukan pelaku secara canggih. Dia melihat kalau upaya tersebut bisa digunakan untuk berbuat kejahatan. Pihaknya juga telah menanyakan pertanyaan tersebut ke gerai Indosat selaku operator nomor seluler yang digunakan. Pihak Indosat menjawab kalau berdasarkan pemeriksaan, tidak ada data SMS seperti itu yang keluar dari nomor HP Masan.

”Saya sendiri juga kecewa dengan operator Indosat lantaran keamanan pelanggannya bisa dibobol. Bayangkan kalau nomor saya disalahgunakan untuk tindak kriminal seperti pemerasan atau lainnya,” ujarnya.

Oleh karena itu, Masan berencana akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Pihaknya akan melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian agar pelaku pembajakan nomornya bisa terlacak dan ditangkap.

Terpisah, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Sumiyatun yang didatangi Masan juga mengatakan kaget atas kejadian tersebut. Pihaknya mengaku tahu adanya SMS tersebut berdasarkan laporan orang lain. ”Saya juga kaget ketika mendapat informasi seperti ini. Kalau saya sangat percaya pak Masan tidak akan melakukan hal ini,” ujar Sumiyatun.

Dia menduga aksi ini memang terkait dengan kepentingan politik. Termasuk di antaranya anggapan dia akan mencalonkan diri sebagai Bupati Kudus 2018. Yang jelas, akibat SMS tak bertanggung jawab itu, dirinya merasa risih.

Editor : Akrom Hazami