Meski Menurun, Partisipasi Masyarakat Rembang Tetap Masuk 5 Besar se-Jawa Tengah

Pilkada (e)

Sekretaris KPU Rembang, Sulistiyono (ujung kiri) memberikan tanggapan terkait menurunnya partisipasi pemilih pilkada 2015 di Rembang, Selasa (12/1/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Meskipun partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2015 di Rembang menurun dibandingkan pelaksanaan pada tahun 2010. Namun partisipasi masyarakat Rembang terbilang tinggi jika dibandingkan dengan kabupaten lainnya di Jawa Tengah.

Dari 21 Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah yang melaksanakan Pilkada serentak pada 9 Desember 2015 kemarin. Kabupaten Rembang termasuk dalam 5 besar, Kabupaten dan Kota yang angka partisipasi masyarakatnya tinggi.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang Sulistiyono kepada awak media di Kantor KPU Rembang, Selasa (12/1/2016). Menurutnya, angka partisipasi masyarakat Rembang hanya kalah dari satu kabupaten dan tiga kota di Jawa Tengah.

”Meskipun pada Pilkada kemarin angka partisipasinya menurun, namun masih lima besar se-Jateng. Hanya kalah dari Kabupaten Boyolali, Kota Magelang, Kota Pekalongan, dan Kota Solo,” ungkapnya.

Sulis menjelaskan, Kabupaten Boyolali meraih angka tertinggi se-Jateng dengan partisipasi masyarakat setempat mencapai 79,27 persen. Kemudian disusul tiga kota lainnya, masing-masing Kota Magelang 75,33 persen, Kota Pekalongan 74,25 persen, dan Kota Solo 73,68 persen. ”Baru nomer lima, Kabupaten Rembang dengan 73,31 persen,” jelasnya.

Sulis mengakui sosialisasi yang paling sulit adalah mengajak masyarakat untuk memilih. Menurutnya, sosialisasi yang dilakukan ada dua macam. Pertama, sosialisasi yang mengenalkan tanggal pencoblosan dan pasangan calon bupati dan wakil bupati. Sedangkan yang satunya, yakni mengajak masyarakat untuk memilih atau melakukan pencoblosan.

”Sosialisasi ada dua cara. Pertama, mengenalkan pencoblosan tentang tanggal dan calon. Sedangkan yang kedua, masyarakat untuk memilih. Kalau yang pertama itu mudah, tapi yang sulit adalah mengajak untuk memilih,” bebernya.

Dia juga mengakui terkait komunikasi dengan awak media yang kurang instensif. Sehingga berdampak terkait sosialisasi dan kegiatan lainnya, terutama dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih.

”Ke depan, kita perlu melibatkan semua pihak. Utamanya rekan-rekan dari media untuk dilibatkan secara aktif, agar sosialisasi dari penyelenggara berjalan massif,” tandasnya. (AHMAD WAKID/TITIS W)

Rendahnya Partisipasi Warga Milih Bupati, KPU Rembang Kecewa

Ketua KPU Rembang, Minanus Suud (baju putih) memberikan tanggapan terkait menurunnya partisipasi pemilih pilkada 2015 di Rembang, Selasa (12/1/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Ketua KPU Rembang, Minanus Suud (baju putih) memberikan tanggapan terkait menurunnya partisipasi pemilih pilkada 2015 di Rembang, Selasa (12/1/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Tingkat partisipasi masyarakat Rembang dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015 kemarin, menurun jika dibandingkan dengan pilkada sebelumnya.

Menyikapi terkait penurunan partisipasi masyarakat dan pelaksanaan pilkada 2015, pihak KPU Rembang segera mengadakan evaluasi dengan berbagai pihak termasuk awak media di kantor KPU Rembang, Selasa (12/1/2016).

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rembang, Minanus Suud mengatakan pada pilkada 2015 kemarin angka partisipasi masyarakat hanya mencapai 73 persen. Padahal, pada pilkada 2010 partisipasi masyarakat menyentuh angka 79 persen.

“Patisipsi pilkada kali ini menurun, dari 79 persen pada pilkada sebelumnya menjadi 73 persen. Padahal kami sudah mencoba melakukan beberapa kegiatan di berbagai tempat dan melibatkan tokoh masyarakat. Termasuk ke pemilih pemula,” jelasnya.

Suud menambahkan, untuk medongkrak partisipasi pemilih pemula, KPU mengaku sudah berkunjung ke 54 SMA/MA baik negeri maupun swasta. “Selain ke pemilih pemula, kami juga sudah berupaya menjemput bola termasuk ke panti jompo dan sebagainya,” imbuhnya.

Kendati begitu, beberapa pihak menyoroti terkait kurangnya sosialisasi dari KPU Rembang dan juga dinilai tidak tepat sasaran. Seperti warga Rembang, Ahmad Sova. Menurutnya, beberapa kegiatan sosialisasi yang dilakukan KPU Rembang kurang menyentuh masyarakat kelas bawah.

“Untuk sosialisasi dari KPU, kami menilai kurang massif dan belum tepat sasaran. Beberapa kegiatan yang diadakan belum mampu menyentuh masyarakat akar rumput,” ujarnya.

Sova mencontohkan pagelaran wayang yang dilakukan KPU Rembang. Menurutnya, pagelaran wayang baik untuk melestarikan kebudayaan, tapi terlalu boros jika dan tidak tepat sasaran kalau digunakan untuk sosialisasi. “Sebab targat sasaran KPU Rembang luas yakni sekabupaten, bukan hanya masyarakat di Kota Rembang,” tandasnya.

Warga lainnya, Pujianto menyoroti terkait kurang instensifnya komunikasi dengan awak media. “Pada pelaksanaan pilkada sebelumnya, kawan-kawan media dilibatkan secara aktif, termasuk saat peluncuran media center. Namun pilkada kali ini tidak tampak, meskipun untuk keperluan konfirmasi tidak banyak kendala,” tandasnya. (AHMAD WAKID/AKROM HAZAMI)

Pasangan Hafidz-Bayu Ditasbihkan Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Pilkada Rembang

Ketua KPU Rembang, Minanus Suud (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Ketua KPU Rembang, Minanus Suud (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Abdul Hafidz dan Bayu Andriyanto akhirnya ditetapkan menjadi Bupati dan Wakil Bupati Rembang terpilih pada Pilkada Rembang 2015.

Hal itu menyusul dengan dibacakannya SK penetapan dari KPU setempat yang antara lain berisi paslon nomor 3 Abdul Hafidz dan Bayu Andriyanto dinyatakan memenangi Pilkada Rembang, yang memperoleh suara tertinggi. Penetapan tersebut disampaikan oleh ketua KPU Kabupaten Rembang Minanus Suud dalam rapat pleno terbuka di Pendopo Museum RA Kartini, Selasa (22/12/2015).

Berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara dari KPU, diketahui paslon nomor 3 unggul dengan perolehan 237.963 suara atas paslon nomor 2 yang mendapat 74.133 suara . Adapun paslon nomor 1 sebanyak 35.270 suara.

Su’ud menjelaskan, penetapan cabup-cawabup terpilih dilakukan setelah pihaknya menerima SK dari MK yang berisi tidak ada pihak yang mengajukan sengketa atas hasil rekapitulasi penghitungan suara, sehingga penetapan dapat dilaksanakan.

Pasca membacakan berita acara, pembacaan SK dari MK dan SK penetapan, kemudian 4 anggota KPU Kabupaten Rembang kecuali Maftukin yang tidak hadir, menandatangani dokumen tersebut. Selanjutnya dokumen dibagikan kepada masing-masing paslon serta parpol pengusung, panwaskab dan DPRD Rembang.

Suud juga menegaskan, sehari seusai penetapan ini, KPU akan mengusulkan pengangkatan calon terpilih kepada Gubernur melalui DPRD Rembang.“Soal dilantik kapan, bukan urusan KPU lagi. Tugas kami pada 23-29 Desember 2015 adalah mengusulkan pengesahan pengangkatan kepala daerah terpilih,” tegasnya.
Setelah rangkaian proses penyelenggaraan pilkada selesai, lanjut Suud, fokusnya adalah membuat laporan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan.“Laporan tersebut ditargetkan selesai pada Februari mendatang,” pungkasnya. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)

Menang, Hafidz-Bayu Bagikan Air Bersih ke Korban Kekeringan

Hafidz-Bayu salurkan bantuan air bersih kepada warga di wilayah Rembang, Senin (14/12/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Hafidz-Bayu salurkan bantuan air bersih kepada warga di wilayah Rembang, Senin (14/12/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Pasangan kandidat Bupati dan Wakil Bupati Abdul Hafidz-Bayu Andriyanto sudah hampir dipastikan menang Pilkada Rembang. Karenanya sebagai bentuk terima kasih, mereka menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang dilanda kekeringan di wilayah setempat.

Meski tak ikut turun langsung, terpantau mobil tangki air yang dipasangi spanduk bergambar pasangan Hafidz-Bayu. Diketahui, mobil itu hampir setiap hari mendistribusi air ke sejumlah desa yang masih dilanda kekeringan.

Anggota tim sukses Hafidz-Bayu, Joko Kiswadi mengatakan, bantuan air terus digencarkan seperti pada masa kampanye lalu. Karena masih banyaknya permintaan masyarakat. Padahal, pemerintah sudah menghentikan bantuan sejak Jumat (27/11/2015) lalu, lantaran kehabisan anggaran.

“Hujan kan belum merata, karena itu masih banyak warga yang kekurangan air. Diharapkan dengan terus menggencarkan droping air bisa meringankan beban masyarakat,” katanya, Senin (14/12/2015)

Tiap harinya, sebut Joko, sebanyak tujuh mobil tangki rata-rata empat kali bolak-balik mengantar air bersih kepada warga. Khususnya di wilayah yang masih kekurangan air, meliputi wilayah Kecamatan Kaliori, Sumber, Rembang dan Sulang. Sehingga perhari disalurkan sebanyak total 28 tangki.

“Selain sebagai upaya kemanusiaan, pembagian air sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kami atas kepercayaan yang diberikan masyarakat Rembang,” pungkasnya. (AHMAD WAKID/AKROM HAZAMI)

PILKADA REMBANG : Bukti Hafidz-Bayu Menang

Abdul Hafidz dan Bayu Andriyanto berpelukan usai acara konferensi pers (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Abdul Hafidz dan Bayu Andriyanto berpelukan usai acara konferensi pers (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – KPU RI merilis perhitungannya dalam halaman resminya. Dari data itu terlihat data yang keluar meski belum seluruhnya.

Berikut perolehan suaranya :
Pasangan nomor 1 Hamzah Fatoni-Ridwan. Perolehan : 16.085 suara (9,74%)
Pasangan nomor 2 Sunarto-Kuntum Khairu Basa. Perolehan : 38.453 suara (23,28%)
Pasangan nomor 3 Abdul Hafidz-Bayu Andriyanto. Perolehan : 110.631 suara (66,98%)
Praktis, kemenangan berada di kubu pasangan nomor 3. Di 11 kecamatan, Hafidz-Bayu menang telak. (AKROM HAZAMI)

PILKADA REMBANG : Ini Real Count Pilkada Rembang Versi KPU dan Tim Hafidz-Bayu

Abdul Hafidz dan Bayu Andriyanto berpelukan usai acara konferensi pers (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Abdul Hafidz dan Bayu Andriyanto berpelukan usai acara konferensi pers (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Perolehan hasil penghitungan suara akhir versi real count paslon nomor 3 dan real count Desk Pilkada Kabupaten Rembang ternyata tak jauh berbeda. Keduanya sama-sama menyatakan Abdul Hafidz dan Bayu Andriyanto menang telak atas kandidat bupati dan wakil bupati lainnya.

Berikut ini hasil lengkap penghitungan suara pilkada di Rembang versi real count paslon nomor 3 dan versi Desk Pilkada Kabupaten Rembang, yang diterima MuriaNewsCom, Kamis (10/12/2015). Keduanya hanya terpaut 819 suara yang masuk dan sama dalam hitungan persentasenya.

Versi real count tim Hafidz-Bayu, jumlah keseluruhan suara yang masuk hanya 347.438 (100%). Dengan suara terbanyak didapatkan oleh paslon nomor 3, sebesar 237.523 (68%). Kemudian disusul paslon nomor 2 dengan perolehan 74.088 (21%). Sedangkan paslon nomor 1 berada paling buncit dengan hanya mengoleksi 35.827 (10%) suara.

Sementara menurut perhitungan real count Desk Pilkada Kabupaten Rembang, jumlah keseluruhan suara yang masuk mencapai 348.257 (100%). Dengan suara terbanyak tetap didapatkan oleh paslon nomor 3 sebesar 238.235 (67,7%). Kemudian disusul paslon nomor 2 dengan perolehan 74.335 (21,14%) suara. Sedangkan paslon nomor 1 berada paling bawah, hanya mendapat dukungan 35.687 (10,15%) suara.

Namun perlu diketahui kedua hasil ini bersifat sementara, karena masih menunggu pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada tanggal 19-21 Desember 2015. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)

PILKADA REMBANG : Abdul Hafidz dan Bayu Andriyanto Pastikan Menang Pilkada 2015

Konferensi pers diselenggarakan di rumah Abdul Hafidz yang berada di Pamotan, Rabu (9/12/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Konferensi pers diselenggarakan di rumah Abdul Hafidz yang berada di Pamotan, Rabu (9/12/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Meski belum ada pengumuman resmi terkait pemenang Pilkada Rembang, namun pihak paslon nomor urut 3 telah menggelar konferensi pers dan menyatakan menang dalam pilkada 2015.

Konferensi pers tersebut diselenggarakan di rumah Abdul Hafidz yang berada di Pamotan, Rabu (9/12/2015) sekitar pukul 17.30 WIB. Dalam kegiatan tersebut, calon wakil bupati Bayu Andriyanto beserta tim sukses dan puluhan simpatisannya juga turut ikut.

”Kalau melihat tren detik per detik, menit per menit, perolehan suara kita selalu berada dalam kisarannya 70%. Saya tidak mendahului dari KPU, tapi Insyaallah pasangan nomer 3 yang memenangi Pilkada 2015,” ujar Abdul Hafidz.

Hafidz mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Rembang yang berpartisipasi dalam Pilkada Rembang 2015. Selain itu, dia juga berharap kepada siapa saja tanpa melihat latar belakang politiknya, kedepan agar membangun Rembang lebih baik.

”Kemenangan ini bukan semata-mata kemenangan timses dan simpatisan, tetapi kemenangan rakyat Rembang. Ini adalah kemenangan bersama,” pungkasnya. (AHMAD WAKID/TITIS W)

PILKADA REMBANG : Meski Unggul, Hafidz Enggan Jumawa

Puluhan pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 3, Abdul Hafidz dan Bayu menyaksikan quick count (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Puluhan pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 3, Abdul Hafidz dan Bayu menyaksikan quick count (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Meski unggul dalam perolehan suara sementara versi hitung cepat, calon bupati nomor urut 3 Abdul Hafidz enggan jumawa. Bahkan, jika memang menang, Hafidz menyebut kemenangan itu merupakan kemenangan bersama.

Hal itu disampaikan Hafidz ketika ditemui di kediamannya, Rabu (9/12/2015) sekira pukul 17.00 WIB. “Jika memang nanti benar-benar tetap unggul, berarti itu kemenangan bersama. Kemenangan masyarakat Rembang,” katanya.

Selain itu, Hafidz juga mengatakan, tidak ada perayaan besar-besaran jika nanti dirinya benar-benar memenangi pilkada di Rembang. “Tidak ada perayaan apa-apa, hanya syukuran saja. Karena ini kemenangan bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, menurut versi quick count hingga pukul 17.10 WIB, pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 3, Abdul Hafidz dan Bayu memperoleh 128.134 (69 %).

Sementara pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 2, Sunarto dan Kuntum mendapat 36.521 (20%). Sedangkan pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1, Hamzah dan Ridwan hanya mampu mendapat 19.520 (11%).Adapun total suara yang masuk, baru 185.105 suara atau 54% dari total suara keseluruhan.

Sementara itu, puluhan simpatisan memenuhi kediaman Hafidz sambil menyaksikan quick count versi mereka. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)

PILKADA REMBANG : Unggul Sementara, Ketua Nasdem Rembang Potong Gundul

Ketua Nasdem Rembang Sugeng Ibrahim potong gundul atas keunggulan sementaranya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Ketua Nasdem Rembang Sugeng Ibrahim potong gundul atas keunggulan sementaranya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

REMBANG – Meski belum dinyatakan menang oleh komisi pemilihan umum (KPU) Rembang, tim sukses dari pasangan Cabup Cawabup nomor urut 3 Abdul Hafid-Bayu Andriyanto langsung melakukan pangkas rambut sampai habis di kediaman Bayu Andriyanto.

Ketua Nasdem Rembang Sugeng Ibrahim mengatakan, pihaknya sangat yakin atas perolehan semantara yang dihasilkan oleh hitung cepat tim sukses yag ada di seluruh kecamatan. Oleh karena itu pihakya langsung melakukan potong gundul.

Selain ketua Nasdem Rembang yang melakukan potong rambut, tim sukses lainnya juga melakukan hal yang sama. ”Hasil keunggulan ini merupakan kemenangan bersama. Khususnya warga Rembang ini,” ujar Bayu Andriyanto. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

PILKADA REMBANG : Unggul Sementara, Hafidz-Bayu Langsung Gelar Jumpa Pers

Tim sukses pasangan nomor urut 3 menggelar jumpa pers (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Tim sukses pasangan nomor urut 3 menggelar jumpa pers (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

REMBANG – Pasangan nomor urut 3 Abdul Hafidz- Bayu Andriyanto, untuk sementara unggul menurut penghitungan cepat versi tim di posko kemenangan Hafidz-Bayu. Terkait hal ini, tim sukses langsung menggelar jupa pers di kediaman Bayu Andriyanto, di Kelurahan Sidowayah RT 2 RW 2 Rembang.

Ketua Nasdem Rembang Sugeng Ibrahim mengatakan, saat ini pihaknyamegklaim kemenangan di 14 kecamatan yang ada dirembang. Dari 14kecamatan tersebut saat ini sudah ada 37 % TPS yang sudah masuk.

Selain itu, lanjut Sugeng, untuk perolehan sementara ini pasangan nomor urut 3mengungguli pasangan lainnya.

Dari data quickcountyang diadakan oleh calon nomor urut 3, AbdulHafidz- Bayu Andriyanto mendapatkan 70% atau (80.574) suara, disusulnomor urut 2 Sunarto-Kuntum yakni 20% atau (23.353) suara dan yang terakhir diduduki pasangan calon nomorurut 1 Hamzah Fathoni- Ridwan sebesar 10 %atau (11.854) suara. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)

PILKADA REMBANG : Hamzah dan Bayu Unggul di Kandang

penghitungan-suara

Proses penghitungan suara di 5 Desa Sluke, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Penghitungan suara di masing-masing TPS pada Pilkada Rembang sudah dimulai sejak pukul 13.00 WIB. Berdasarkan hasil penghitungan suara, untuk cabup nomor urut 1 dan cawabup nomor urut 3 unggul di masing-masing TPS tempat mereka mencoblos.

Di TPS 1 Desa Kabongan Kidul RT 4 RW 1 tempat Hamzah Fathoni mencoblos, pasangan nomor urut 1 Hamzah Fathoni –Ridwan unggul, dengan perolehan suara 138. Sedangkan paslon nomor urut 2 Sunarto-Kuntum mendapat 9 suara,dan paslonnomor urut 3 Abdul Hafidz-Bayu mendapat 98 suara.

Sedangkan di TPS 5 Kelurahan Sidowayah, tempat cabup nomor urut 3 yakni Bayu Andriyanto mencoblos, pasangan Hafidz-Bayu menang telak, dengan perolehan suara 155 suara.

Di tempat ini, pasangan calon lainnya harus puas dengan perolehan suara yang relatif kecil. Yakni, untuk pasangan nomor urut 1 Hamzah Fathoni-Ridwan mengantongi suara 18 dan Sunarto-Kuntum mendapat suara 16. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)

Unik! Ada Pelaminan di TPS Ini

TPS-unik

Suasana pencoblosan di TPS 4 Kabongan Kidul Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Berbagai cara unik dilakukan dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2015 di Rembang. Salah satunya di tempat pemungutan suara (TPS) 4 Kabongan Kidul, Kecamatan/Kabupaten Rembang, Rabu (9/12/2015).

TPS tersebut didekorasi layaknya gelaran hajatan pernikahan lengkap dengan dua kursi pelaminan yang bertuliskan bupati dan wakil bupati. Selain itu, dekorasi taman dan hiasan bunga juga mempercantik TPS tersebut.

Ketua KPPS TPS 4 Kabongan Kidul, Emilda mengatakan inovasi yang dilakukannya telah berhasil meningkatkan partisipasi, terbukti sampai pukul 10.00 WIB tingkat partisipasi warga cukup tinggi. “Sudah banyak 60% warga yang sudah mencoblos di TPS ini,” ungkapnya.

Lurah Kabongan Kidul Rokhani menambahkan, konsep inovasi bertema pernikahan ini merupakan pertama kalinya. Namun setiap kali ada pencoblosan, kata Rohani, TPS di Kabongan Kidul ini selalu mengangkat tema yang berbeda.

“Ini pertama kalinya didekorasi seperti acara pernikahan. Tapi setiap kali ada pencoblosan, kami membuat inovasi yang unik,” tambahnya. (AHMAD WAKID/AKROM HAZAMI)

PILKADA REMBANG : Susah Payahnya Pasien Nyoblos di RS di Rembang

Pasien menggunakan hak suaranya untuk memilih bupati dan wakilnya di RSUD Dr R Soetrasno Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pasien menggunakan hak suaranya untuk memilih bupati dan wakilnya di RSUD Dr R Soetrasno Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

REMBANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rembang mendatangi pasien yang ada di RSUD Dr R Soetrasno, Rabu (9/12/2015). Kedatangan mereka berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB untuk melayani pasien yang akan menggunakan hak pilihnya kepada calon bupati di Pilkada 2015.

Divisi Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih KPU Rembang Nurul Muasiroh mengatakan, untuk saat ini pasien yang menggunakan hak pilihnya ada di RSUD sebanyak 176 orang. “Khusus untuk pemilih di RS,” katanya.

Senin (7/12/2015) kemarin, pihak KPU sudah melakukan pendataan terhadap pasien yang punya hak pilih. “Pendataan itu sudah kami lakukan di dua hari sebelum pencoblosan. Baik di RSUD Dr R Soetrasno ini ataupun rumah sakit lainnya,” paparnya.

Guna memberikan pelayanan pemilih di kalangan pasien, KPU bekerjsama dengan10 TPS yang ada di sekitar RSUD Dr Soetrasno ini.

Seperti halnya TPS Desa Kabongan Kidul, Desa Kabong Lor, Desa Tireman, Kelurahan Sidowayah serta Sukoharjo. Selain itu, dalam pelayanan pencoblosan tersebut setiap TPS diperkenankan mengirimkn 2 orang anggota KPPS untuk bertugas di RSUD ini secara berkeliling ke ruangan pasien.

Selain itu, lanjut Nurul, untuk pencoblosan ini ke-176 pasien diberi Form A-5 (form keterangan pindah memilih). Sehingga form A-5 tersebut akan disinkronkan dengan form A-4 ( daftar pemilih pindahan) yang sudah didata.

Terkait surat suara yang digunakan untuk pencoblosan, KPU mengambil surat suara cadangan yang ada di 10 TPS tesebut. “Selain itu, kami juga memperbolehkan 1 orang penjenguk atau penunggu saja untuk bisa mencoblos. Serta jika waktu ini terdapat daftar pasien baru lagi, maka pasien tersebut bisa menggunakan hak pilihnya. Akan tetapi harus menunjukan KTP dan KK Warga Rembang,” tambahnya. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

PILKADA REMBANG : Betapa Pedenya Cawabup Rembang Ini Akan Bisa Raih 90 Persen Suara

cawabup 90 persen suara (e)

Calon wakil bupati (Cawabup) Rembang Nomor 3 Bayu Andriyanto bersama istrinya seusai melakukan pencoblosan di TPS 5 Sidowayah. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

REMBANG – Calon Wakil Bupati (Cawabup) Rembang nomor 3 Bayu Andriyanto menargetkan mendapat 90 persen suara dalam Pilkada Rembang.

Warga Sidowayah RT 2 RW 2 Rembang itu, melakukan pencoblosan di TPS 5 Kelurahan Sidowayah, Rabu (9/12/2015) sekitar pukul 09.30 WIB. “Targetnya bisa 90 persen,” katanya.

Bersama Calon Bupati no 3 Abdul Hafidz, Bayu optimistis dalam pilkada ini, paslon nomor 3 akan menang. Bahkan, Bayu menargetkan mendapat suara sebanyak 300.000. Selain itu, Bayu juga mengklaim seluruh wilayah di Kabupaten Rembang merupakan basis paslon nomor urut 3. “Total 90 persen. Kalau daerah basis seluruh wilayah Rembang, basis semua,” tandasnya.

Dari tim suksesnya, Sugeng Ibrahim mengatakan pihaknya memerlukan dukungan moral kepada warga. Supaya bisa meraih hasil maksimal. Menurutnya, ratusan simpatisan yang mengiringi Bayu berasal dari tetangga, hingga sanak keluarganya yang berasal dari Rembang ataupun luar kota. (AHMAD WAKID/AKROM HAZAMI)

PILKADA REMBANG : Pemungutan Suara di 2 TPS di Rembang Sempat Tertunda, Ini Gara-garanya

 Sejumlah petugas menjemur ratusan suarat suara yang basah di TPS 2 Purworejo (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Sejumlah petugas menjemur ratusan suarat suara yang basah di TPS 2 Purworejo (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Dua TPS di Rembang sempat menunda pemungutan suara pagi tadi, lantaran ratusan surat suara tidak bisa digunakan. Kejadian tersebut terjadi di TPS 02 Purworejo, Kecamatan Kaliori dan sebuah TPS di Pengkol, Rembang.

Ratusan surat suara di dua TPS itu, basah terkena hujan, Rabu (9/12/2015). Namun, setelah dikeringkan, pelaksanaan pemungutan suara kembali berjalan karena surat suara sudah bisa digunakan kembali. Beruntungnya, tidak ada surat suara yang rusak, meski sempat basah dan dijemur.

Sulistiyono, Sekertaris Komis Pemilihan Umum (KPU) Rembang mengatakan, tidak ada surat suara yang rusak meski sempat dijemur terlebih dahulu. “Sebagian basah, sebagian tidak basah. Yang tidak basah langsung digunakan, sementara yang basah dikeringkan dulu dengan dijemur,” katanya kemudian MuriaNewsCom.

Menurut Sulistiyono, kejadian tersebut disebabkan oleh penyimpanannya yang tidak hati-hati, bukan karena distribusinya.

“Basah kena hujan karena penyimpanannya, bukan distribusinya. Untuk pendistribusian, dari PPK kita menggunakan mobil box yang tertutup, jadi tidak mungkin basah. Basahnya karena penyimpanan di tingkat TPS setempat,” jelasnya.

Dirinya juga masih memintai keterangan terkait bagaimana penyimpanan di kedua TPS tersebut. Sulistiyono justru heran mengapa bisa basah, padahal di TPS lain tidak. Namun, dia menegaskan saat ini proses pencoblosan sudah kembali normal. “Saat ini sudah kering dan sudah bisa digunakan. Tidak ada yang rusak,” tandasnya. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)

PILKADA REMBANG : Cawabup Rembang Bayu ke TPS Diiringi Tabuhan Rebana

Cawabup Rembang nomor 3 Bayu Andriyanto di Kelurahan Sidowayah RT 2, RW 2, Rembang siap memanfaatkan suaranya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Cawabup Rembang nomor 3 Bayu Andriyanto di Kelurahan Sidowayah RT 2, RW 2, Rembang siap memanfaatkan suaranya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

REMBANG – Berbeda dengan keberangkatan Calon Bupati Rembang Hamzah Fatoni menuju TPS yang tenang. Suasana semarak justru terlihat di kediaman calon wakil bupati (Cawabup) Rembang Nomor 3 Bayu Andriyanto di Kelurahan Sidowayah RT 2, RW 2, Rembang.

Suasana semarak diiringi alunan rebana hingga menuju TPS 5 Kelurahan Sidowayah, Kecamatan/Kabupaten Rembang.

Dari tim suksesnya, Sugeng Ibrahim mengatakan pihaknya memerlukan dukungan moral kepada warga. Supaya bisa meraih hasil  maksimal.

Ratusan simpatik juga mengiringi Bayu sampai ke TPS. Simpatik itu berasal dari tetangga, hingga sanak keluarganya yang berasal dari Rembang ataupun luar kota.

“Ya mudah mudahan dengan iringan salawat ini bisa menghasilkan pilkada yang bagus,” ujarnya. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

PILKADA REMBANG : Cabup Rembang Hamzah Datangi TPS Kabongan Kidul Bareng Istri

Cabup Rembang Hamzah dan istri memanfaatkan suaranya di TPS Desa Kabongan Kidul RT 4 RW 1, Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Cabup Rembang Hamzah dan istri memanfaatkan suaranya di TPS Desa Kabongan Kidul RT 4 RW 1, Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

REMBANG – Kedatangan Calon Bupati Rembang Hamzah Fatoni ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01 yang berada di Desa Kabongan Kidul RT 4 RW 1, Rembang, hanya didampingi istrinya, Erna Sondarwati.

Dalam perjalanan menuju ke TPS tersebut, Hamzah diarak oleh tim suksesnya melewati gang kecil di sela rumahnya. Keriuhan terjadi sepanjang Hamzah melakukan perjalanan ke TPS.

“Pencoblosan (pemilu) ini kan bukan seperti proses upacara yang harus dirayakan secara ramai. Sehingga saya hanya berkeinginan menciptakan susana tenang,”kata Hamzah di lokasi pencoblosan, Rabu (9/12/2015).

Sesampainya di TPS 01 sekitar pukul 08.30 WIB, Hamzah langsung dipersilakan petugas KPPS untuk segera menuju bilik suara. Hamzah tidak antre karena saat jam itu, belum banyak pencoblos yang datang.

Disinggung bagaimana peluangnya bisa menang, dia tidak banyak komentar. Dia serahkan semuanya pada Tuhan. Erna pun mendukung penuh semangat suaminya membangun Rembang. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Warga Binaan Lakukan Pemilihan di TPS 04 Pandean Rembang

Warga binaan rutan Rembang melakukan pencoblosan di TPS 04 Pandean Rembang, Rabu (9/12/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Warga binaan rutan Rembang melakukan pencoblosan di TPS 04 Pandean Rembang, Rabu (9/12/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Sebanyak 83 warga binaan yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) melakukan pemilihan kepala daerah di TPS 04 Pandean Rembang yang berada di dalam Lembaga Permasyarakatan Rutan Rembang, Rabu (9/12/2015).

TPS 04 Pandean Rembang dbuka sejak pukul 07.00 WIB tadi, rencanaya pukul 10.00 WIB sudah selesai. Selama satu jam hingga pukul 08.00 WIB sudah 30 warga binaan yang melakukan pencoblosan.

“Mekanismenya kita panggili satu-satu sesuai nomor DPT demi menjaga ketertiban,” kata Ketua KPPS TPS 04 Pandean, Sri Nurwiyani ketika ditemui MuriaNewsCom di lokasi.

Sementara untuk petugas, kata perempuan yang akrab disapa Wiwin, nanti setelah jam 10.00 WIB akan melakukan pencoblosan di TPS masing-masing secara bergantian. “Para petugas ini rumahnya dekat dari sini, Pandean semua,” tandasnya.

Dari pantauan MuriaNewsCom tampak juga anggota DPRD Rembang yang kini non-aktif Mohammad Nurhasan juga melakukan pemilihan Calon Bupati dan Wakil Bupati Rembang.  Nurhasan terjerat kasus dugaan korupsi dana hibah fiktif senilai Rp40 juta lewat APBD 2013. (AHMAD WAKID/AKROM HAZAMI)

Mantap, 479.702 Warga Rembang Sedang Milih Bupatinya

pilkada_01

 

REMBANG – Sebanyak 479.702 pemilih yang memenuhi syarat, hari ini, Rabu (9/12/2015) memenuhi TPS di Rembang. Mereka akan memilih bupati dan wakilnya.

Para pemilih itu rinciannya terdiri dari 238.278 laki-laki dan 241.424 perempuan. Sementara untuk wargaRembang yang memiliki hak pilih tetapi belum tercantum dalam daftar pemilih, KPU menegaskan akan memasukkan mereka dalam DPTTb2.

Komisioner Divisi Pemutakhiran Pemilih pada KPU Kabupaten Rembang Nurul Muasiroh mengatakan, warga yang masuk dalam DPTTb2 akan diberi waktu mencoblos hanya satu jam terakhir, pada pukul 12:00 hingga 13:00 WIB.

“Mereka yang masuk DPTTb2 bisa menunjukkan KTPatau KK saat mencoblos,’’ tandasnya.

Pihaknya berharap pemilihan dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan tak ada kecurangan apapun. (AKROM HAZAMI)

Ironis, Ternyata Blora, Grobogan, Demak dan Rembang Rawan Politik Uang

money_politik

 

REMBANG – Dari data Indeks Kerawanan Pemilu ( IKP ) yang dibuat oleh Bawaslu Republik Indonesia, potensi politik uang kemungkinan terjadi di tiga daerah di Keresidenan Pati. Yaitu Blora, Grobogan dan Rembang.

Adalah Blora dengan IKP 3,0; Demak IPK 2,5; Grobogan 3,5; dan Rembang 4,5. Penilaian itu didasarkan pada indek skerawanan politik uang yang dikeluarkan oleh Bawaslu Republik Indonesia. Dari data itu, Jawa Tengah memperoleh point 2,5 dari poin maksimal 5 angka. Angka 2,5 termasuk dalam posisi rawan dan bisa jadi di Jawa Tengah tingkat politik uangnya tinggi.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Humas Bawaslu Jateng Teguh Purnomo mengatakan, praktik politik uang bisa dikemas dalam beragam modus. “Pada pelaksanaan pilkada, kedekatan figur calon kepala daerah yang berdekatan dengan pemilih langsung membuat kemungkinan politik uang juga semakin massif dalam pilkada,” katanya dalam rilis pers yang diterima.

Faktor banyaknya jumlah penduduk miskin suatu daerah menjadi salah satu hal yang dilihat dalam memetakan potensi kerawanan pemilih yang bisa menjadi target politik uang. (AKROM HAZAMI)

Ribuan Pemilih di Rembang Dicoret dari Daftar Pemilih Tetap

pilkada_01

 

REMBANG – Menjelang pelaksanaan Pilkada Rembang yang berlangsung Rabu (9/12/2015), sebanyak 3.100 warga dipastikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak memenuhi syarat untuk melakukan pemilihan kepala daerah.

Hal tersebut disampaikan oleh Komisioner Divisi Pemutakhiran Pemilih pada KPU Kabupaten Rembang Nurul Muasiroh. Menurutnya, 3.100 warga yang sudah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dicoret karena berbagai faktor.

”Beberapa alasan di antaranya, karena pemilih sudah meninggal dunia, pemilih memiliki data diri lebih dari satu alias ganda, pemilih pindah domisili dan pemilih hilang ingatan. Selain itu, pemilih juga yang terdata sebagai anggota TNI dan POLRI, sehingga harus dicoret. Dari jumlah 3.100 warga itu, terdiri dari 1610 laki-laki dan 1490 perempuan,” ungkapnya.

Ia katakan, awalnya sebanyak 482.742 warga Rembang terdata masuk dalam DPT dengan rincian 239.995 laki-laki dan 242.747 perempuan. Kemudian dari Daftar Pemilih Tetap Tambahan 1 (DPTTb1) terdapat 744 orang yang terdiri dari 388 laki-laki dan 345 perempuan.

Namun hanya 479.702 pemilih yang memenuhi syarat, terdiri dari 238.278 laki-laki dan 241.424 perempuan. Sementara untuk warga Rembang yang memiliki hak pilih tetapi belum tercantum dalam daftar pemilih, KPU menegaskan akan memasukkan mereka dalam DPTTb2.

Namun warga yang masuk dalam DPTTb2 akan diberi waktu mencoblos hanya satu jam terakhir, pada pukul 12.00-13.00 WIB. “Mereka yang masuk DPTTb2 bisa menunjukkan KTPatau KK saat mencoblos,’’ pungkasnya. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)

Polisi Pengaman Pilkada Rembang Tak Bisa Tembak Penjahat

Kapolres Rembang AKBP Winarto secara simbolis memeriksa anggotanya Senin (7/12/2015) sore. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Kapolres Rembang AKBP Winarto secara simbolis memeriksa anggotanya Senin (7/12/2015) sore. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Ratusan aparat kepolisian Polres Rembang yang bertugas mengamankan tempat pemungutan suara (TPS) ‘dilucuti’.

Hal itu terlihat seusai apel pergeseran pasukan petugas PAM TPS dan penyerahan linmas PAM TPS dalam rangka pemilukada Bupati dan Wakil Bupati Rembang, di Mapolres, Senin (7/12/2015) sore. Ratusan polisi menyerahkan senjata api di mapolres. Para polisi yang bertugas di 1.100 TPS di Rembang itu, tidak diperbolehkan menggunakan senjata api.

Kapolres Rembang, AKBP Winarto menjelaskan pihaknya lebih mengutamakan pengamanan yang bersifat persuasif. “Kami lebih menekankan kepada anggota untuk mengedepankan langkah-langkah persuasif untuk menjaga keamanan dan kondusivitas TPS,” jelasnya.

Saat menyampaikan amanat, Winarto berpesan pada para anggotanya untuk mengenali situasi kondisi TPS yang menjadi tanggung jawab masing-masing anggota polisi. Selain itu anggota agar terus berkoordinasi dengan Linmas dan masyarakat setempat.

“Kenali tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan petugas TPS agar dapat dimintai bantuan jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” pintanya.

Sebanyak 500 personel kepolisian dikerahkan dalam pengamanan pilkada. Sementara 370 personel kepolisian dan 2.220 linmas dikerahkan untuk pengamanan 1.100 TPS di Kabupaten Rembang. Dalam apel tersebut, secara simbolis Penjabat Bupati Suko Mardiono menyerahkan anggota Linmas untuk ikut bergabung mengamankan TPS bersama anggota kepolisian. (AHMAD WAKID/AKROM HAZAMI)

Jelang Pilkada Rembang, Belasan Gelandangan dan Pengemis Dikandangkan

razia

Petugas sedang mencukur rambut salah satu PGOT (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Akibat keberadaannya sering dikeluhkan masyarakat, petugas gabungan menggelar razia Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) yang ada di Rembang, Senin (7/12/2015).

Petugas gabungan terdiri dari aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Sosial,Tenaga Kerja  dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Rembang. Hasilnya, dalam razia itu, petugas gabungan berhasil mengamankan 15 orang PGOT dari sejumlah lokasi berbeda.

Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Rembang melalui Kabid Sosial Prapto Raharjo mengatakan, mereka diamankan dari beberapa titik, antara lain kawasan terminal Rembang, Kaliori, Lasem serta Sulang.

“Dari 15 orang yang diamankan sebagian besar merupakan warga luar daerah. Beberapa dari mereka mengaku merupakan warga Kebumen, Madiun serta Brebes. Sedangkan yang berasal dari Rembang hanya satu orang saja,” jelasnya.

Menurut Prapto, 15 PGOT yang diamankan ini akan mendapatkan penindakan berbeda. Sebelas orang akan langsung dibawa ke Balai Eks Psikotik Pangrukti Mulya di Jalan Blora-Rembang. Mereka terbukti mengalami genagguan kejiwaan yang harus mendapatkan penanganan.

Sedangkan dua orang lainnya akan dikirim ke Panti Jompo Kabupaten Rembang, serta dua orang lagi akan dikembalikan kepada keluarga mereka. “Ini razia menjelang berlangsungnya Pilkada 2015. Hanya ada satu orang warga Rembang yang akhirnya kami kembalikan kepada keluarga,” imbuh Prapto.

Menurut Prapto, ada beberapa PGOT yang diamankan merupakan pemain lama. Mereka sebelumnya pernah diamankan dalam razia yang sama. Kebanyakan dari mereka kabur dari panti karena merasa lebih nyaman hidup di jalanan. “Kami akan terus melakukan penertiban terhadap PGOT yang berkeliaran,” pungkasnya. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)

Enam Kecamatan di Rembang Rawan Rusuh Tolak Hasil Pilkada

rusuh-pilkada

Rapat koordinasi Tim Desk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Rembang tahun 2015 di Hotel Fave Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada), suasana dan kondisi di Rembang masih terkesan adem ayem. Sejauh ini, baru marak adanya baliho yang diduga sebagai ajang kampanye terselubung yang meramaikan suasana menjelang Pilkada Rembang 2015.

Kendati begitu, pihak Polres Rembang memetakan enam kecematan rawan rusuh tolak hasil pilkada. Hal itu disampaikan oleh Kapolres Rembang AKBP Winarto melalui Kabag Ops Polres Rembang Kompol Yohan Setiadji dalam rapat koordinasi Tim Desk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Rembang tahun 2015 di Hotel Fave Rembang, Rabu (2/12/2015).

“Enam kecamatan dipetakan rawan rusuh karena menolak hasil pilkada. Enam kecamatan itu, yakni Kecamatan Sumber, Sarang, Pamotan, Lasem, Rembang dan Kecamatan Kragan,” ungkapnya.

Hal ini disinyalir dari pengalaman selama pelaksanaan pesta demokrasi sebelumnya. Selain itu, Polres Rembang juga mewaspadai adanya potensi bentrok antarpendukung calon bupati dan calon wakil bupati.

Yohan menjelaskan, terdapat lima kecamatan yang dipetakan berpotensi bentrok antarpendukung. Kelima kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Sarang, Kragan, Sumber, Pamotan, dan Kecamatan Rembang. “Kelima kecamatan ini, kami petakan masuk dalam daerah rawan konflik antarpendukung cabup dan cawabup,” pungkasnya. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)

Panwas Kabupaten Rembang Akui Kesulitan Minimalisir Politik Uang 

Ketua Panwas Kabupaten Rembang Totok Suparyanto (Istimewa)

Ketua Panwas Kabupaten Rembang Totok Suparyanto (Istimewa)

 

REMBANG – Kerawanan politik uang selama pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Rembang tahun ini diprediksi tetap tinggi. Namun,Panitia Pengawas (Panwas) Kabupaten Rembang mengaku kesulitan menjerat pelakunya.

Ketua PanwasKabupaten Rembang Totok Suparyanto, mengaku belum menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan politik uang. Namun, potensi kerawanan pelanggaran masih sangat besar.

Sebab, meski pelaku bisa dijerat pidana oleh Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) dengan pasal 149 KUHP, masih ada beberapa celah hukum bagi pelaku politik uang. Salah satunya, jika pelaku bukan dari pihak pasangan calon

“Dalam UU Nomor 1 Tahun 2014 Juncto 8 tahun 2015, yang bisa dijerat adalah paslon. Selain dari paslon adalah tim yang terdaftar di KPU, jika di luar itu tidak bisa dijerat,” terangnya.

Kemudian, panwas juga hanya punya waktu tiga hari untuk memproses laporan sebelum kedaluwarsa. “Jika ada terlapor atas dugaan kasus politik uang, biasanya orang yang melakukan pergi dari Rembang, entah kemana. Sehingga setelah tiga hari, laporan itu menjadi kedaluarsa,” tegasnya.

Totok mengakui, tak banyak yang bisa dilakukan panwas, selain upaya pencegahan. Pola kerja Panwas pun berubah, sesuai peraturan Bawaslu Nomor 7. Divisi penindakan pada Panwas kini telah diganti menjadi divisi pencegahan yang bertugas mensosialisasikan Pemilu bersih kepada masyarakat.

“Salah satu tugasnya, untuk memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan politik uang,” tegasnya.

Namun menurutnya, upaya merubah pola pikir masyarakat agar tak melakukan politik uang, bukan perkara mudah. “Itu persoalan mindset dan sumber daya manusia, apalagi banyak masyarakat Rembang yang masih di bawah garis kemiskinan,” pungkasnya. (KHOLISTIONO)