Di Depan Pengusaha, Wakil Bupati Janjikan Kemudahan Bisnis di Rembang

Bupati dan Wakil Bupati Rembang, Abdul Hafidz dan Bayu Adriyanto (nomer 3 dan 4 dari kiri) dilantik di lapangan Pancasila (simpang lima) Semarang oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Rabu (17/2/2016). (Istimewa)

Bupati dan Wakil Bupati Rembang, Abdul Hafidz dan Bayu Adriyanto (nomer 3 dan 4 dari kiri) dilantik di lapangan Pancasila (simpang lima) Semarang oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Rabu (17/2/2016). (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto yang baru saja dilantik oleh Gubernur Ganjar Pranowo, menegaskan akan membuka pintu selebar-lebarnya untuk para pelaku bisnis di Rembang. Hal itu disampaikan olehnya ketika gathering bersama pengusaha di Hotel Ciputra, Rabu (17/2/2016).

Bayu menjanjikan akan memberikan kenyamanan dan kemudahan untuk menarik para investor dan pelaku bisnis. Selain itu, ia akan berupaya mendorong para pemuda untuk menggeluti bisnis sesuai potensi yang ada di Rembang.

”Kita akan dorong pelaku-pelaku bisnis, bahkan pelaku bisnis muda dari berbagai potensi yang ada di Rembang,” tuturnya.

Bahkan terkait perizinan, lanjut Bayu, bisa dipantau sejauh mana telah diproses. Asalkan, seluruh syarat dan dokumen perizinan sudah sesuai. ”Kalau sudah sesuai aturan, nanti izin akan bisa dipantau sampai dimana. Dulu, hal itu tidak bisa dilakukan karena saya juga pelaku bisnis,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga akan rutin menggelar gathering bersama pelaku bisnis di Rembang. Khususnya, pelaku bisnis yang merupakan putra daerah yang terkenal sebagai kota garam itu. ”Kita akan adakan gathering satu bulan sekali dengan pelaku bisnis. Bahkan, kami ingin dorong juga pelaku bisnis yang notabene asli dari Rembang nanti kami beri kemudahan,” jelas Bayu.

Namun, berkali-kali Wakil Bupati itu menegaskan agar pelaku bisnis mau untuk mengikuti aturan yang ada. ”Saya berharap pelaku usaha juga mematuhi atruran yang ada. Karena kami juga mempunyai aturan,” tambahnya.

Selain itu, perusahaan yang ada di Rembang juga harus bisa mengurangi angka pengangguran. ”Kita akan dorong masyarakat di bawah yang tidak punya pekerjaan untuk mendapatkan pekerjaan. Tolong jangan sampai ada lagi yang masuk Kabupaten, tapi tidak menyerap tenaga kerja dari Rembang,” tandasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Usai Dilantik, Bupati Rembang Langsung Tebar Janji

Seusai dilantik, Bupati dan Wakil Bupati Rembang, Abdul Hafidz dan Bayu Andriyanto mengadakan gathering bersama pengusaha di Hotel Ciputra Semarang, Rabu (17/2/2016). (Istimewa)

Seusai dilantik, Bupati dan Wakil Bupati Rembang, Abdul Hafidz dan Bayu Andriyanto mengadakan gathering bersama pengusaha di Hotel Ciputra Semarang, Rabu (17/2/2016). (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Seusai dilantik oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Prabowo, Bupati Rembang Abdul Hafidz segera bertemu dengan para pengusaha di Hotel Ciputra Semarang, Rabu (17/2/2016).

Dalam kesempatan tersebut, Hafidz menyampaikan beberapa hal terkait komitmennya untuk menyejahterakan masyarakatnya. Salah satunya, terkait nasib nelayan di Rembang.

Ia menyoroti terkait waktu lelang ikan dan ketidakmampuan para bakul ikan untuk membayar secara langsung. Sehingga, ia berharap agar pengelola dan pengusaha membahas bersama kemudahan untuk para bakul ikan.

“Sebagaimana pembayarannya yang selama ini dikeluhkan oleh para bakul. Bakul ini kan tidak bisa langsung membayar secara kontan, sehingga perlu diperbincangkan lagi bersama pengusaha dan pengelola,” kata Hafidz di depan para pengusaha.

Menurutnya, hal tersebut merupakan salah satu upaya yang akan dilakukan terkait peningkatan di bidang kelautan untuk kesejahteraan masyarakat. Selain itu, Hafidz menyebut, koperasi, UMKM, dan batik juga berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga ke depan, akan digarap secara serius.

Kendati begitu, Hafidz meminta dukungan para pengusaha dan pelaku UMKM serta masyarakat luas untuk membantu pemerintah kabupaten yang dinahkodainya itu.

“Meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak mungkin hanya dengan tangan pemerintah saja, tapi juga perlu dukungan masyarakat secara luas,” pungkasnya.

Sementara itu, di sela-sela pelantikan 17 kepala daerah, Ganjar berpesan agar setiap kepala daerah di Jawa Tengah memperhatikan masalah kemiskinan, kebencanaan, kematian Ibu dan Anak, hingga penyediaan akses pendanaan untuk UMKM.

Editor : Akrom Hazami

Pasangan Hafidz-Bayu Ditasbihkan Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Pilkada Rembang

Ketua KPU Rembang, Minanus Suud (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Ketua KPU Rembang, Minanus Suud (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Abdul Hafidz dan Bayu Andriyanto akhirnya ditetapkan menjadi Bupati dan Wakil Bupati Rembang terpilih pada Pilkada Rembang 2015.

Hal itu menyusul dengan dibacakannya SK penetapan dari KPU setempat yang antara lain berisi paslon nomor 3 Abdul Hafidz dan Bayu Andriyanto dinyatakan memenangi Pilkada Rembang, yang memperoleh suara tertinggi. Penetapan tersebut disampaikan oleh ketua KPU Kabupaten Rembang Minanus Suud dalam rapat pleno terbuka di Pendopo Museum RA Kartini, Selasa (22/12/2015).

Berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara dari KPU, diketahui paslon nomor 3 unggul dengan perolehan 237.963 suara atas paslon nomor 2 yang mendapat 74.133 suara . Adapun paslon nomor 1 sebanyak 35.270 suara.

Su’ud menjelaskan, penetapan cabup-cawabup terpilih dilakukan setelah pihaknya menerima SK dari MK yang berisi tidak ada pihak yang mengajukan sengketa atas hasil rekapitulasi penghitungan suara, sehingga penetapan dapat dilaksanakan.

Pasca membacakan berita acara, pembacaan SK dari MK dan SK penetapan, kemudian 4 anggota KPU Kabupaten Rembang kecuali Maftukin yang tidak hadir, menandatangani dokumen tersebut. Selanjutnya dokumen dibagikan kepada masing-masing paslon serta parpol pengusung, panwaskab dan DPRD Rembang.

Suud juga menegaskan, sehari seusai penetapan ini, KPU akan mengusulkan pengangkatan calon terpilih kepada Gubernur melalui DPRD Rembang.“Soal dilantik kapan, bukan urusan KPU lagi. Tugas kami pada 23-29 Desember 2015 adalah mengusulkan pengesahan pengangkatan kepala daerah terpilih,” tegasnya.
Setelah rangkaian proses penyelenggaraan pilkada selesai, lanjut Suud, fokusnya adalah membuat laporan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan.“Laporan tersebut ditargetkan selesai pada Februari mendatang,” pungkasnya. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)

Menang, Hafidz-Bayu Bagikan Air Bersih ke Korban Kekeringan

Hafidz-Bayu salurkan bantuan air bersih kepada warga di wilayah Rembang, Senin (14/12/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Hafidz-Bayu salurkan bantuan air bersih kepada warga di wilayah Rembang, Senin (14/12/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Pasangan kandidat Bupati dan Wakil Bupati Abdul Hafidz-Bayu Andriyanto sudah hampir dipastikan menang Pilkada Rembang. Karenanya sebagai bentuk terima kasih, mereka menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang dilanda kekeringan di wilayah setempat.

Meski tak ikut turun langsung, terpantau mobil tangki air yang dipasangi spanduk bergambar pasangan Hafidz-Bayu. Diketahui, mobil itu hampir setiap hari mendistribusi air ke sejumlah desa yang masih dilanda kekeringan.

Anggota tim sukses Hafidz-Bayu, Joko Kiswadi mengatakan, bantuan air terus digencarkan seperti pada masa kampanye lalu. Karena masih banyaknya permintaan masyarakat. Padahal, pemerintah sudah menghentikan bantuan sejak Jumat (27/11/2015) lalu, lantaran kehabisan anggaran.

“Hujan kan belum merata, karena itu masih banyak warga yang kekurangan air. Diharapkan dengan terus menggencarkan droping air bisa meringankan beban masyarakat,” katanya, Senin (14/12/2015)

Tiap harinya, sebut Joko, sebanyak tujuh mobil tangki rata-rata empat kali bolak-balik mengantar air bersih kepada warga. Khususnya di wilayah yang masih kekurangan air, meliputi wilayah Kecamatan Kaliori, Sumber, Rembang dan Sulang. Sehingga perhari disalurkan sebanyak total 28 tangki.

“Selain sebagai upaya kemanusiaan, pembagian air sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kami atas kepercayaan yang diberikan masyarakat Rembang,” pungkasnya. (AHMAD WAKID/AKROM HAZAMI)

PILKADA REMBANG : Bukti Hafidz-Bayu Menang

Abdul Hafidz dan Bayu Andriyanto berpelukan usai acara konferensi pers (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Abdul Hafidz dan Bayu Andriyanto berpelukan usai acara konferensi pers (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – KPU RI merilis perhitungannya dalam halaman resminya. Dari data itu terlihat data yang keluar meski belum seluruhnya.

Berikut perolehan suaranya :
Pasangan nomor 1 Hamzah Fatoni-Ridwan. Perolehan : 16.085 suara (9,74%)
Pasangan nomor 2 Sunarto-Kuntum Khairu Basa. Perolehan : 38.453 suara (23,28%)
Pasangan nomor 3 Abdul Hafidz-Bayu Andriyanto. Perolehan : 110.631 suara (66,98%)
Praktis, kemenangan berada di kubu pasangan nomor 3. Di 11 kecamatan, Hafidz-Bayu menang telak. (AKROM HAZAMI)

PILKADA REMBANG : Ini Real Count Pilkada Rembang Versi KPU dan Tim Hafidz-Bayu

Abdul Hafidz dan Bayu Andriyanto berpelukan usai acara konferensi pers (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Abdul Hafidz dan Bayu Andriyanto berpelukan usai acara konferensi pers (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Perolehan hasil penghitungan suara akhir versi real count paslon nomor 3 dan real count Desk Pilkada Kabupaten Rembang ternyata tak jauh berbeda. Keduanya sama-sama menyatakan Abdul Hafidz dan Bayu Andriyanto menang telak atas kandidat bupati dan wakil bupati lainnya.

Berikut ini hasil lengkap penghitungan suara pilkada di Rembang versi real count paslon nomor 3 dan versi Desk Pilkada Kabupaten Rembang, yang diterima MuriaNewsCom, Kamis (10/12/2015). Keduanya hanya terpaut 819 suara yang masuk dan sama dalam hitungan persentasenya.

Versi real count tim Hafidz-Bayu, jumlah keseluruhan suara yang masuk hanya 347.438 (100%). Dengan suara terbanyak didapatkan oleh paslon nomor 3, sebesar 237.523 (68%). Kemudian disusul paslon nomor 2 dengan perolehan 74.088 (21%). Sedangkan paslon nomor 1 berada paling buncit dengan hanya mengoleksi 35.827 (10%) suara.

Sementara menurut perhitungan real count Desk Pilkada Kabupaten Rembang, jumlah keseluruhan suara yang masuk mencapai 348.257 (100%). Dengan suara terbanyak tetap didapatkan oleh paslon nomor 3 sebesar 238.235 (67,7%). Kemudian disusul paslon nomor 2 dengan perolehan 74.335 (21,14%) suara. Sedangkan paslon nomor 1 berada paling bawah, hanya mendapat dukungan 35.687 (10,15%) suara.

Namun perlu diketahui kedua hasil ini bersifat sementara, karena masih menunggu pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada tanggal 19-21 Desember 2015. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)

PILKADA REMBANG : Abdul Hafidz dan Bayu Andriyanto Pastikan Menang Pilkada 2015

Konferensi pers diselenggarakan di rumah Abdul Hafidz yang berada di Pamotan, Rabu (9/12/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Konferensi pers diselenggarakan di rumah Abdul Hafidz yang berada di Pamotan, Rabu (9/12/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Meski belum ada pengumuman resmi terkait pemenang Pilkada Rembang, namun pihak paslon nomor urut 3 telah menggelar konferensi pers dan menyatakan menang dalam pilkada 2015.

Konferensi pers tersebut diselenggarakan di rumah Abdul Hafidz yang berada di Pamotan, Rabu (9/12/2015) sekitar pukul 17.30 WIB. Dalam kegiatan tersebut, calon wakil bupati Bayu Andriyanto beserta tim sukses dan puluhan simpatisannya juga turut ikut.

”Kalau melihat tren detik per detik, menit per menit, perolehan suara kita selalu berada dalam kisarannya 70%. Saya tidak mendahului dari KPU, tapi Insyaallah pasangan nomer 3 yang memenangi Pilkada 2015,” ujar Abdul Hafidz.

Hafidz mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Rembang yang berpartisipasi dalam Pilkada Rembang 2015. Selain itu, dia juga berharap kepada siapa saja tanpa melihat latar belakang politiknya, kedepan agar membangun Rembang lebih baik.

”Kemenangan ini bukan semata-mata kemenangan timses dan simpatisan, tetapi kemenangan rakyat Rembang. Ini adalah kemenangan bersama,” pungkasnya. (AHMAD WAKID/TITIS W)

PILKADA REMBANG : Meski Unggul, Hafidz Enggan Jumawa

Puluhan pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 3, Abdul Hafidz dan Bayu menyaksikan quick count (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Puluhan pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 3, Abdul Hafidz dan Bayu menyaksikan quick count (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Meski unggul dalam perolehan suara sementara versi hitung cepat, calon bupati nomor urut 3 Abdul Hafidz enggan jumawa. Bahkan, jika memang menang, Hafidz menyebut kemenangan itu merupakan kemenangan bersama.

Hal itu disampaikan Hafidz ketika ditemui di kediamannya, Rabu (9/12/2015) sekira pukul 17.00 WIB. “Jika memang nanti benar-benar tetap unggul, berarti itu kemenangan bersama. Kemenangan masyarakat Rembang,” katanya.

Selain itu, Hafidz juga mengatakan, tidak ada perayaan besar-besaran jika nanti dirinya benar-benar memenangi pilkada di Rembang. “Tidak ada perayaan apa-apa, hanya syukuran saja. Karena ini kemenangan bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, menurut versi quick count hingga pukul 17.10 WIB, pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 3, Abdul Hafidz dan Bayu memperoleh 128.134 (69 %).

Sementara pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 2, Sunarto dan Kuntum mendapat 36.521 (20%). Sedangkan pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1, Hamzah dan Ridwan hanya mampu mendapat 19.520 (11%).Adapun total suara yang masuk, baru 185.105 suara atau 54% dari total suara keseluruhan.

Sementara itu, puluhan simpatisan memenuhi kediaman Hafidz sambil menyaksikan quick count versi mereka. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)

PILKADA REMBANG : Unggul Sementara, Ketua Nasdem Rembang Potong Gundul

Ketua Nasdem Rembang Sugeng Ibrahim potong gundul atas keunggulan sementaranya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Ketua Nasdem Rembang Sugeng Ibrahim potong gundul atas keunggulan sementaranya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

REMBANG – Meski belum dinyatakan menang oleh komisi pemilihan umum (KPU) Rembang, tim sukses dari pasangan Cabup Cawabup nomor urut 3 Abdul Hafid-Bayu Andriyanto langsung melakukan pangkas rambut sampai habis di kediaman Bayu Andriyanto.

Ketua Nasdem Rembang Sugeng Ibrahim mengatakan, pihaknya sangat yakin atas perolehan semantara yang dihasilkan oleh hitung cepat tim sukses yag ada di seluruh kecamatan. Oleh karena itu pihakya langsung melakukan potong gundul.

Selain ketua Nasdem Rembang yang melakukan potong rambut, tim sukses lainnya juga melakukan hal yang sama. ”Hasil keunggulan ini merupakan kemenangan bersama. Khususnya warga Rembang ini,” ujar Bayu Andriyanto. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

PILKADA REMBANG : Unggul Sementara, Hafidz-Bayu Langsung Gelar Jumpa Pers

Tim sukses pasangan nomor urut 3 menggelar jumpa pers (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Tim sukses pasangan nomor urut 3 menggelar jumpa pers (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

REMBANG – Pasangan nomor urut 3 Abdul Hafidz- Bayu Andriyanto, untuk sementara unggul menurut penghitungan cepat versi tim di posko kemenangan Hafidz-Bayu. Terkait hal ini, tim sukses langsung menggelar jupa pers di kediaman Bayu Andriyanto, di Kelurahan Sidowayah RT 2 RW 2 Rembang.

Ketua Nasdem Rembang Sugeng Ibrahim mengatakan, saat ini pihaknyamegklaim kemenangan di 14 kecamatan yang ada dirembang. Dari 14kecamatan tersebut saat ini sudah ada 37 % TPS yang sudah masuk.

Selain itu, lanjut Sugeng, untuk perolehan sementara ini pasangan nomor urut 3mengungguli pasangan lainnya.

Dari data quickcountyang diadakan oleh calon nomor urut 3, AbdulHafidz- Bayu Andriyanto mendapatkan 70% atau (80.574) suara, disusulnomor urut 2 Sunarto-Kuntum yakni 20% atau (23.353) suara dan yang terakhir diduduki pasangan calon nomorurut 1 Hamzah Fathoni- Ridwan sebesar 10 %atau (11.854) suara. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)

PILKADA REMBANG : Hafid-Bayu Menang Telak Sementara di Pilkada Rembang

Ilustrasi FOTO calon Bupati Rembang

Ilustrasi FOTO calon Bupati Rembang

 

REMBANG – Pasangan Abdul Hafid-Bayu Andriyanto menang sementara di Pilkada Rembang. Pasangan ini unggul dengan perolehan suara sementara.

Berikut data perolehan suara sampai pukul 16.10 WIB:
– Pasangan nomor 1 Hamzah-Ridwan 11.854,10 %
-Pasangan nomor 2 Sunarto-Kuntum 23.353,20%
-Pasangan nomor 3 Hafiz-Bayu 80.574.70 %

Data itu berasal atau bersumber dari perhitungan cepat di Posko Pemenangan Hafidz-Bayu. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Polisi Pengaman Pilkada Rembang Tak Bisa Tembak Penjahat

Kapolres Rembang AKBP Winarto secara simbolis memeriksa anggotanya Senin (7/12/2015) sore. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Kapolres Rembang AKBP Winarto secara simbolis memeriksa anggotanya Senin (7/12/2015) sore. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Ratusan aparat kepolisian Polres Rembang yang bertugas mengamankan tempat pemungutan suara (TPS) ‘dilucuti’.

Hal itu terlihat seusai apel pergeseran pasukan petugas PAM TPS dan penyerahan linmas PAM TPS dalam rangka pemilukada Bupati dan Wakil Bupati Rembang, di Mapolres, Senin (7/12/2015) sore. Ratusan polisi menyerahkan senjata api di mapolres. Para polisi yang bertugas di 1.100 TPS di Rembang itu, tidak diperbolehkan menggunakan senjata api.

Kapolres Rembang, AKBP Winarto menjelaskan pihaknya lebih mengutamakan pengamanan yang bersifat persuasif. “Kami lebih menekankan kepada anggota untuk mengedepankan langkah-langkah persuasif untuk menjaga keamanan dan kondusivitas TPS,” jelasnya.

Saat menyampaikan amanat, Winarto berpesan pada para anggotanya untuk mengenali situasi kondisi TPS yang menjadi tanggung jawab masing-masing anggota polisi. Selain itu anggota agar terus berkoordinasi dengan Linmas dan masyarakat setempat.

“Kenali tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan petugas TPS agar dapat dimintai bantuan jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” pintanya.

Sebanyak 500 personel kepolisian dikerahkan dalam pengamanan pilkada. Sementara 370 personel kepolisian dan 2.220 linmas dikerahkan untuk pengamanan 1.100 TPS di Kabupaten Rembang. Dalam apel tersebut, secara simbolis Penjabat Bupati Suko Mardiono menyerahkan anggota Linmas untuk ikut bergabung mengamankan TPS bersama anggota kepolisian. (AHMAD WAKID/AKROM HAZAMI)

Kunjungan Salah Satu Cabup Rembang ke Disperindagkop dan UMKM Dipersoalkan ke Panwas

Ketua Panwas Kabupaten Rembang Totok Suparyanto (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Ketua Panwas Kabupaten Rembang Totok Suparyanto (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Kunjungan Calon Bupati Rembang nomor urut 1 Hamzah Fathoni di kantor Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Rembang mendapat sorotan dan dilaporkan ke Panwas Rembang.

Ketua Panwas Kabupaten Rembang Totok Suparyanto mengatakan, pihaknya mengatakan mendapatkan laporan mengenai kegiatan yang dilakukan salah satu calon bupati, yang menurut pelapor masuk kategori pelanggaran. “Memang kita baru sebatas menerima laporan dan belum ada saksi yang diklarifikasi,” ujarnya kepada MuriaNewsCom, Jum’at (4/12/2015).

Untuk itu, katanya, perlu dipastikan apakah ada unsur kampanye atau tidak. “Penggunaan fasilitas negara untuk kampanye merupakan pelanggaran pidana, asalkan memakai dana dan tempat milik pemerintah. Kalau hanya tempat saja, tidak bisa dijerat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop dan UMKM Rembang Muntoha membenarkan terkait kedatangan Hamzah Fathoni beberapa waktu lalu di kantornya. Namun menurutnya, tidak ada yang mengundang Hamzah untuk datang dalam forum pertemuan itu.

Hamzah Fathoni, menurut pengakuan Muntoha, sejak dulu biasa ngumpul dalam forum pertemuan itu. “Mungkin karena momennya pilkada, kemudian dikait-kaitkan,” ujarnya.

Muntoha menambahkan, kegiatan tersebut hanya pertemuan rutin biasa tiap bulan, antarpejabat dan pensiunan. Selain makan bareng, juga diisi dengan berkaraoke. “Sifatnya lebih pada menjaga rasa persaudaraan, dikemas dengan suasana santai. Sama sekali tidak ada materi kampanye,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia menegaskan kesiapannya jika dipanggil Panwas untuk menjelaskan terkait kedatangan Hamzah ke kantornya. Meskipun pada waktu itu Muntoha mengaku tidak ikut secara langsung, karena kebetulan menghadiri sebuah acara di Bandungan. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)

Hafidz Diserang Sunarto, Hamzah Membela

Ketiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Rembang dalam debat publik di DPRD Kabupaten Rembang, Kamis (3/12/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Ketiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Rembang dalam debat publik di DPRD Kabupaten Rembang, Kamis (3/12/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Debat publik calon bupati dan calon wakil bupati yang diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Rembang, berjalan cukup dinamis. Debat yang diselenggarakan di ruang sidang paripurna DPRD Kabupaten Rembang pada Kamis (3/12/2015) itu, diwarnai aksi ‘saling serang’ antar pasangan calon (paslon).

Serangan pertama dimulai oleh paslon nomer urut 2 (dua) kepada paslon nomer urut 3 (tiga). Sunarto menilai roda perekonomian Kabupaten Rembang macet total ketika Abdul Hafidz menjadi plt Bupati Rembang pada tahun 2014-2015.

Sunarto menyoal terkait bobroknya infrastuktur ketika Hafidz memimpin Kabupaten Rembang. Menurutnya, pembangunan saat itu mati suri. Dari sekitar 160 kilometer panjang ruas jalan di Rembang, 48 persennya rusak parah. ”APBD kita macet total, tidak ada pembangunan sama sekali selama dua tahun ini,” ujarnya.

Namun tudingan tersebut segera disanggah oleh paslon nomer urut 3 (tiga) ketika mendapat kesempatan bicara. Hafidz menjelaskan, membahas soal ekonomi harusnya berbicara tentang indikator. Menurutnya, PDRB Rembang menunjukkan angka yang cukup bagus.

”Jadi tidak benar, kalau perekonomian kita mandek total. Pertumbuhan ekonomi kita meskipun di bawah nasional, tapi kita agak meningkat dari tahun ke tahun,” sanggah Hafidz.

Sanggahan Hafidz seakan mendapat angin segar ketika calon bupati nomer urut 1 (satu), Hamzah Fathoni membeberkan data sekaligus merevisi penjelasan Hafidz. Hamzah membeberkan data versi timnya terkait dengan pertumbuhan ekonomi di Rembang. “Saat ini, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Rembang sudah 5,15 persen. Ini sudah diatas nasional yang hanya 5,02 persen,” tandasnya. (AHMAD WAKID/TITIS W)

Kendala Saksi, Panwas Gagal Buktikan Dugaan Keterlibatan Kampanye Camat Bulu

Ilustrasi

Ilustrasi

 

REMBANG – Camat Bulu, Suswantoro, dilaporkan kepada Panitia Pengawas Pilkada Rembang, setelah diduga melakukan tindakan pidana pemilu terkait keterlibatan aparatur negara dalam kampanye. Namun setelah hingga habis batas waktu untuk memproses laporan yaitu hari ini Rabu (2/12/2015), Panwas kesulitan membuktikan dugaan tersebut karena terkendala saksi.

Anggota Panwas Pilkada Rembang, Budi Handayani, menyatakan, telah menindaklanjuti laporan dengan klarifikasi dan gelar perkara terhadap dugaan pelibatan Camat Bulu pada kegiatan kampanye. Namun setelah gagal meminta keterangan saksi, kasus Suswantoro dinyatakan belum memenuhi unsur pidana.

”Kami belum bisa mengklarifikasi secara konkrit, karena unsur saksi belum memenuhi jumlah dan kriteria persyaratannya. Sehingga tidak bisa masuk di dalam kategori tindak pidana pemilu,” ujar Budi ketika dihubungi MuriaNewsCom, Rabu (2/12/2015).

Budi juga menyebutkan, sejumlah saksi tidak datang meski telah dipanggil oleh panwas. Pihaknya mengaku sudah berupaya dengan mendatangi para saksi namun hasilnya nihil.

”Yang jelas hingga habis waktu proses laporan selama lima hari, saksi belum bisa diakses, sehingga laporan menjadi kadaluarsa,” bebernya.

Soal dugaan adanya intimidasi kepada saksi sehingga tidak menjawab panggilan Panwas, Budi enggan berkomentar.

Senada dengan Budi, ketua panwas Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto mengatakan kesulitan dalam mendatangkan saksi. ”Kita jujur saja kesulitan mendatangankan saksi, walau dalam pengakuan beliau (Suswantoro) di situ disampaikan program dan visi misi,” jelas Totok ketika ditemui MuriaNewsCom. (AHMAD WAKID/TITIS W)

Panwas Rembang Sebut Banyaknya Baliho yang Ada Nomor Urut Paslon Kada Hanyalah Kampanye Kreatif

Salah satu baliho di Rembang yang ada nomor persis nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Salah satu baliho di Rembang yang ada nomor persis nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Maraknya pemasangan baliho kampanye terselubung menjelang Pilkada Rembang 2015, ditanggapi dingin oleh Panwas Kabupaten Rembang. Panwas menyebut, baliho tersebut merupakan baliho kreatif dan tidak ada unsur kampanye di dalamnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Panwas Kabupaten Rembang Totok Suparyanto. “Dari kajian kami, itu masuk kategori baliho kreatif. Tidak bisa ditindak karena tidak bisa disebut kampanye,” ujarnya ketika ditemui MuriaNewsCom di Hotel Fave Rembang, Rabu (2/12/2015).

Totok mengatakan, disebut kampanye apabila memenuhi unsur-unsur tertentu. Yakni, jika ada gambar paslon, visi dan misi serta ajakan untuk memilih. ” Itupun harus kumulatif.Kalau baliho yang disebut itu tidak memenuhi unsur kampanye, jadi tidak ditindak,” bebernya.

Menurutnya, fenomena semacam itu tidak hanya terjadi di Rembang saja, melainkan di kabupaten lain juga ada. Totok mencontohkan, di Kabupaten Wonogiri terdapat baliho batik yang menggantung pada gantungan bajuyang ada angka 2. Hanya saja, lanjut Totok, waktunya kebetulan saat momentum pilkada. Sehingga dianggap sebagian pihak sebagai kampanye. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)

Gara-gara Jempol, Camat di Rembang Ini Nyaris Dipenjara

Ilustrasi

Ilustrasi

 

REMBANG – Hanya gara-gara foto selfi dengan mengacungkan jempolnya, Camat Bulu Suswantoro nyaris terancam hukuman penjara maksimal 6 bulan. Pasalnya, Suswantoro melakukan pose foto selfi tersebut saat bersama calon bupati nomer 1, Hamzah Fatoni.

Sesuai aturan, seorang pegawai negeri sipil (PNS) harus netral. Jika melanggar, maka PNS yang bersangkutan terancam hukuman maksimal 6 bulan penjara.

Kejadian tersebut bermula ketika ada perayaan tasyakuran ulang tahun Persaudaraan Silat Setia Hati Teratai (PSHT) yang sedang digelar di Rembang, pada Jumat (27/11/2015) kemarin.

Suswantoro, dilaporkan oleh Syaiful Burhan yang merupakan penanggung jawab media, pasangan calon bupati dan calon wakil bupati nomer 3 Abdul Hafidz-Bayu Andriyanto.

Ketika ditemui MuriaNewsCom di Hotel Fave pada Rabu (2/12/2015), Suswantoro menjelaskan pasangan calon Hamzah-Ridwan bertandang ke rumahnya sebagai tamu tak diundang. Saat itu sedang digelar syukuran ulang tahun Persaudaraan Silat Setia Hati Teratai.

”Saat acara dimulai, saya kaget beliau rawuh. Ternyata setelah ditanya maksud kedatangannya, untuk meminta doa restu maju Pilkada,” ungkapnya.

Suswantoro mengakui, ada salah satu anggota pencak silat menanyakan visi misi calon nomor urut 1 tersebut, sehingga terjadi tanya jawab. ”Tapi sama sekali kegiatan itu bukan maksud kampanye,” ujarnya.

Dia pun mengaku geram atas beredarnya foto dirinya bersama pasangan calon di media internet. Soal pose acungan jempol, menurutnya, sebagai apresiasi kepada PSHT yang kebetulan merayakan ulang tahun.

”Ada anggota pencak silat yang minta foto. Saya jelas marah setelah mengetahui foto disebar dan dianggap kampanye. Padahal maksudnya adalah PSHT is the best,” tandasnya. (AHMAD WAKID/TITIS W)

Belum jadi Bupati Rembang, Para Calon Sudah Langgar Aturan, Ini Contohnya

baliho

Baliho yang diduga sebagai ajang kampanye terselubung semakin marak di Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Mendekati waktu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tanggal 9 Desember nanti, baliho yang diduga menjadi alat kampanye semakin marak di Rembang. Padahal, sesuai aturan saat ini, alat peraga kampanye diakomodasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Baliho tersebut berukuran besar dengan bertuliskan Pilih 3 Persatuan Indonesia. Angka 3 sangat mencolok, sedangkan kalimat Persatuan Indonesia berada di bawah, dengan ukuran huruf jauh lebih kecil. Sisi tengah berlatar belakang bendera merah putih.

Baliho bernomor 3 ini terdapat di beberapa titik di Rembang, diantaranya di pojok utara alun-alun Rembang, di sebelah selatan alun-alun Rembang, di bundaran Pasar Rembang, dan di SPBU Desa Purworejo, Kecamatan Kaliori.

baliho-2

Selain baliho tersebut, terdapat pula baliho serupa dengan menonjolkan nomer 2 dengan bertuliskan bumikan cinta dan kasih sayang kepada sesama dengan berlatar belakang warna biru. Baliho yang menonjolkan warna 2 ini berada di sebwlah pojok selatan alun-alun Rembang.

Tamam (59) warga Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang yang bekerja di terminal menduga keberadaan baliho tersebut dipasang oleh tim sukses pasangan calon bupati dan wakil bupati. “Itu yang memasang timsesnya. Meski itu jelas-jelas kampanye terselubung, tapi tidak ada yang berani menurunkan,” ujarnya.

Lebih lanjut Tamam berharap agar pihak Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Rembang agar segera bertindak. “Seharusnya pihak panwas segera bergerak cepat mengenai keberadaan baliho itu,” tandasnya.

Bapak beranak satu tersebut menceritakan, keberadaan baliho yang diduga kampanye terselubung itu dipasang di pojok utara Alun-alun Rembang sejak Jumat (27/11/2015). “Itu sudah ada sejak dua hari yang lalu. Sementara yang belakangnya baru kemarin, beberapa hari yang lalu,” jelasnya. (AHMAD WAKID/AKROM HAZAMI)

4 TPS di Rembang Masuk Kategori Rawan I

Kapolres Rembang AKBP Winarto (MuriaNewsCom/Dani Ahmad Wakid)

Kapolres Rembang AKBP Winarto (MuriaNewsCom/Dani Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Menjelang Pilkada 2015 yang akan berlangsung pada 9 Desember 2015 nanti, Polres Rembang memetakan daerah rawan dalam tiga kategori.

Kapolres Rembang AKBP Winarto menegaskan, secara umum kondisi di Rembang menjelang pilkada masih aman. “Rembang selalu aman dan kondusif dalam pelaksanaan pilkada. Sejauh ini, kerawanan di Rembang masih di warna hijau. Itu artinya pelaksanaan akan berjalan kondusif,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Winarto menjelaskan dari 1.100 TPS di Rembang hanya ada 4 TPS yang dikategorikan rawan I dan 9 TPS rawan II. Sementara sisanya masuk dalam kategori aman. “Rawan satu dan dua itu bukan karena rentan konflik atau bentrok, untuk kelas Rembang ini rawan satu dan dua adalah daerah yang sulit dijangkau. Sehingga nanti H-1 atau H-2 anggota kami sudah di lokasi,” tambahnya.

Winarto juga menegaskan akan menindak tegas setiap pelanggaran demi mengamankan pilkada 2015. “Kerawanan yang mungkin terjadi,yakni intimidasi, ketidaknetralan petugas, dan potensi bentrok. Untuk pemetaan rawan bentrok di masing-masing wilayah sudah kami petakan dan selalu kami pantau,” pungkas Winarto. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)

Calon Bupati Rembang, Belum jadi Saja Sudah Melanggar, Ini Buktinya

Petugas Satpol PP Rembang sedang menertibkan poster 'mbandel', Senin (23/11/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Petugas Satpol PP Rembang sedang menertibkan poster ‘mbandel’, Senin (23/11/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Sebanyak 850 poster pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Rembang ditertibkan oleh petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Panwaskab, Panwascam dan PPL, Senin (23/11/2015).

Kepala Seksi Penegak Perda Satpol PP Rembang, Sudarno mengatakan ratusan poster tersebut telah melanggar aturan perda. “Mestinya tidak boleh dipasang atau ditempelkan di pohon, tiang listrik, dan tembok sepanjang jalan. Poster-poster itu, seharusnya hanya boleh dibagikan ke pendukung, bukan malah ditempelkan,” ujar Sudarno.

Menurutnya, penertiban poster yang dimulai dari gapura batas kota barat sampai batas kota timur, sebagian besar didominasi oleh pasanga calon bupati dan wakil bupati nomer urut satu dan tiga.

Sudarno juga mengimbau kepada tim sukses masing-masing calon untuk ikut menjaga keindahan dan kenyamanan kota. “Paling tidak kita harus menjaga keindahan dan kenyamana kota, agar kota Rembang lebih indah dipandang oleh masyarakat luar Kabupaten Rembang. Titik titik yang sudah dibersihkan, jangan ditempeli lagi,” tandasnya. (AHMAD WAKID/AKROM HAZAMI)

Belasan Preman Digaruk Polisi

Ilustrasi

Ilustrasi

 

REMBANG – Menjelang pelaksanaan Pilkada 2015, aparat kepolisian Polres Rembang meningkatkan keamanan. Hal-hal kecil yang berpotensi mengganggu pelaksanaan Pilkada pun diamankan, salah satunya
terkait premanisme.

Aparat kepolisian menggelar razia premanisme ke sejumlah titik untuk mengantisipasi kemungkinan adanya gangguan keamanan jelang Pilkada di Rembang, Sabtu (22/11/2015) malam. Sedikitnya ada 17 orang pria yang
diduga preman diamankan.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Rembang, Iptu Haryanto menuturkan, razia yang dilakukan Satuan Reserse dan Kriminal, difokuskan ke wilayah Rembang Kota, Kaliori dan Sulang.

Tidak ada perlawanan berarti saat belasan pria tersebut terjaring razia. Begitu sampai mapolres, identitas mereka didata untuk selanjutnya polisi memberikan pembinaan.

“Nama nama mereka dicocokkan dengan daftar pencarian orang (DPO), untuk mengetahui kemungkinan pernah terlibat kasus kejahatan. Namun karena tidak ada riwayat masalah hukum, akhirnya dilepaskan,” jelas Haryanto.
(AHMAD WAKID/AKROM HAZAMI)
Ilustrasi Preman

Ha ha..! yang Berkuku Panjang, Hati-hatilah saat Pilkada Rembang

Ketua Panwas Pilkada Rembang Totok Suparyanto. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Ketua Panwas Pilkada Rembang Totok Suparyanto. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Panitia Pengawas Pilkada Kabupaten Rembang tak mau kecolongan saat digelarnya pemungutan dan penghitungan suara yang digelar di 1.100 TPS, 9 Desember mendatang. Berbagai hal kecil namun krusial yang berpotensi menjadi modus kecurangan pun diwaspadai.

Ketua Panwas Pilkada Rembang Totok Suparyanto, mengatakan, selain politik uang. Potensi kerawanan lainnya adalah pemilih yang mencoblos lebih dari satu kali. Modusnya, pemilih tidak mencelupkan jari ke tinta, atau mengelap jari seusai mencoblos.

“Pada rapat koordinasi antara KPU Kabupaten dan Panwas di Kabupaten Kota se-Jawa Tengah, disepakati bahwa KPPS agar jangan menyediakan gombal (kain lap) di dalam TPS. Karena dikhawatirkan digunakan pemilih untuk menghilangkan tinta dan kembali menggunakan hak suaranya,” ungkapnya.

Jika ada pemilih dengan keyakinan tertentu yang tidak bersedia mencelupkan jari ke tinta, imbuhnya, masih diperbolehkan dengan syarat membuat surat pernyataan dilengkapi materai.

Dia menambahkan, tak hanya pemilih, petugas KPPS pun juga rawan terlibat praktik curang saat penghitungan suara, yaitu dengan cara mencoblos suara sah menggunakan kuku, sehingga surat suara menjadi tidak sah. Karena itu, petugas TPS dengan tegas dilarang memiliki kuku panjang.

“Sayangnya belum ada sanksi pidana, namun jika surat suara dirusak lebih dari sekali oleh KPPS, pemungutan suara ulang, harus dilakukan” tandasnya. (AHMAD WAKID/AKROM HAZAMI)

Aduh ! Pohon di Rembang Jadi Target Kampanye

Seorang tim kampanye menempelkan poster calon pasangan bupati Rembang di pohon. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Seorang tim kampanye menempelkan poster calon pasangan bupati Rembang di pohon. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Menjamurnya poster kampanye ‘liar’ di pohon sepanjang jalan di Rembang mendapat kecaman dari berbagai pihak. Salah satunya dari aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Semut Abang Rembang, Gusno.

Gusno mengecam tindakan tim sukses yang menempelkan poster ‘jagoannya’ di pohon. Menurutnya, kampanye yang dilakukan seperti itu menujukkan ketidakpedulian pasangan calon dan tim suksesnya terhadap lingkungan hidup di Rembang.

”Padahal beberapa hari lalu, pemerintah kabupaten Rembang telah menertibkan poster-poster liar di Rembang. Tapi sekarang, mulai bermunculan lagi poster-poster di pohon, seperti di sepanjang Jalan Pemuda Rembang,” katanya kepada MuriaNewsCom, Jumat (20/11/2015).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Panwas Pilkada Kabupaten Rembang Totok Suparyanto, menyampaikan poster kampanye sebenarnya hanya boleh diberikan dan tidak boleh ditempelkan khususnya di pohon. Selain itu, poster yang boleh disebarkan juga dibatasi, yakni ukurannya tidak lebih dari 5 cm x 10 cm.

Terkait dengan sanksi bagi tim kampanye yang melanggar, Totok hanya merekomendasikan kepada tim sukses yang bersangkutan untuk menertibkan poster yang mereka tempelkan. ”Kita akan mengingatkan kepada tim kampanye untuk membersihkan, kalau tim tidak membersihkan nanti panwas berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menertibkan,” tandasnya. (AHMAD WAKID/TITIS W)

Panwas Menilai Pilkada Rembang Rawan Money Politic

Ketua Panwas Pilkada Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Ketua Panwas Pilkada Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Ketua Panwas Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto, mengatakan potensi kerawanan yang terjadi dalam Pilkada 2015 di Rembang, salah satunya adalah money politic (politik uang).

Menurutnya, jual money politic kemungkinan kembali terjadi di Pilkada 2015 ini, jika mengacu pada penyelenggaraan Pilkada-Pilkada sebelumnya. ”Jika mengacu pada pengalaman yang sudah-sudah, jual beli suara kemungkinan terjadi di Kabupaten Rembang,” kata Totok kepada MuriaNewsCom, Kamis (18/11/2015).

Totok menjelaskan, kurang ketatnya regulasi yang mengatur tentang pelanggaran money politic menjadi celah bagi pihak yang berkepentingan untuk melakukannya. ”Money politic memang diharamkan dan dilarang. Tapi dijelaskan dalam pasal 73 bahwa money politic itu hanya bisa menggugurkan calon, ketika yang melakukan adalah paslon itu sendiri atau tim suksesnya yang terdaftar di KPU. Ini kan bisa ditafsirkan lebih luas,” jelasnya.

Dasar hukum UU Pilkada no. 1 Junto no.8 suka atau tidak, lanjut Totok, harus dilaksanakan. ”Walaupun disana banyak celah yang membuat penyelenggara dan pengawas tidak bisa berbuat banyak, kaitannya tentang money politic. Meskipun begitu, kita harus menghindari jual beli suara yang kemungkinan akan terjadi di Kabupaten Rembang,” imbuhnya.

Selain money politic, Totok juga memetakan dua potensi kerawanan yang terjadi dalam masa tenang Pilkada 2015 di Rembang. Keduanya adalah kemungkinan belum sterilnya alat peraga kampanye (APK) dan masih adanya kegiatan kampanye dalam masa tenang.

Untuk mengantisipasi berkembangnya praktik jual beli suara dalam Pemilukada di Rembang 2015 ini, Totok menyampaikan, ada aturan yang melarang pemilih membawa HP berkamera atau kamera ke dalam bilik suara. ”Pemilih nantinya dilarang menggunakan HP berkamera atau kamera. Ini sebagai salah satu upaya untuk mencegah terjadinya money politic,” tandasnya. (AHMAD WAKID/TITIS W)

Orang Mati Tercatat jadi Pemilih Bupati Rembang

Suasana rapat pleno terbuka dalam rangka rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) dan Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Rembang Tahun 2015 oleh KPU  Rembang.  (DOKUMEN)

Suasana rapat pleno terbuka dalam rangka rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) dan Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Rembang Tahun 2015 oleh KPU Rembang. (DOKUMEN)

 

REMBANG – Panwaslu Rembang menemukan masih adanya pemilih meninggal dunia masuk Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP). Penemuan itu masih terjadi di beberapa kecamatan.

“Yang meninggal masih ada di beberapa kecamatan. Tapi banyak pula data dari kecamatan yang sudah clear (beres),” kata anggota Panwaslu Rembang Budi Handayani usai rapat pleno, Jumat (2/9).

Sementara itu, Ketua KPU Rembang Minanus Suud membenarkan adanya orang mati yang masuk dalam DPSHP. “Memang benar ada. Masukan panwas dan lainnya akan kami koreksi. Kami akan minta PPK (Panitia Pemilih Kecamatan) mengeceknya,” kata Suud dihubungi lewat telepon.

Dia mengimbau agar masyarakat yang sudah memenuhi kriteria pemilih tapi belum terdata, untuk segera melaporkan diri.

Sebelumnya, data ganda pemilih juga ditemukan dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015 di Kabupaten Rembang.

Padahal sebelumnya data ganda itu telah dihapus saat pemutakhiran data pemilih yang dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan PPK.

Nurul Muasiroh, Komisioner Divisi Pemutakhiran Pemilih pada KPU Kabupaten Rembang menyatakan bahwa data pemilih ganda yang muncul lagi tersebut karena pencoretan di sistem informasi data pemilih (sidalih) tidak sempurna karena sempat terjadi error. Menurutnya persoalan data ganda yang kembali muncul itu merupakan problem nasional.

Dia menyebutkan ada 13.700 pemilih ganda yang sempat dihapus saat pencocokan dan penelitian (Coklit). Namun dia mengaku belum bisa memastikan berapa jumlah pemilih ganda yang kembali masuk di DPS. Namun Nurul menyatakan telah menginstruksikan PPK dan PPS agar mencatat tanggapan masyarakat sebelum ditetapkannya Daftar Pemilih Tetap (DPT). (AKROM HAZAMI)