NU Diminta Ajak Warga Pati Gunakan Hak Pilih Pilkada

 Jajaran Pengurus PCNU Pati saat didatangi sejumlah anggota KPU di Sekretariat PCNU di Jalan Dr Susanto Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Jajaran Pengurus PCNU Pati saat didatangi sejumlah anggota KPU di Sekretariat PCNU di Jalan Dr Susanto Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati berharap Nahdlatul Ulama (NU), sebagai salah satu organisasi masyarakat terbesar, ikut melakukan fungsi kontrol pada setiap tahapan Pilkada Pati. Salah satunya, peran NU untuk mengajak warga Pati agar menggunakan hak pilihnya.

“Kami berharap agar NU bisa memberikan dukungan dalam pelaksanaan Pilkada 2017. Dukungan itu bisa dilakukan dengan mengajak masyarakat untuk ikut aktif terlibat dalam pilkada, termasuk mengajak warga hadir di tempat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak suara,” kata Ketua KPU Pati Moch Nasich kepada MuriaNewsCom, Kamis (26/5/2016).

Ia mengatakan, KPU saat ini ditarget agar tingkat partisipasi pemilih sedikitnya harus mencapai 75 persen dari total pemilih yang terdaftar. Hal itu dikatakan sebagai tugas yang cukup berat, mengingat pilkada tahun lalu tingkat partisipasi pemilih di Pati hanya mencapai 66,6 persen saja.

Hal itu membuat KPU Pati bekerja keras dengan menjalin silahturahmi dengan berbagai pihak, untuk menciptakan kesadaran masyarakat, agar bisa menggunakan hak pilihnya pada Pilkada 2017. Salah satunya dengan NU yang dinilai punya jaringan luas.

Selain itu, silahrurahmi dengan NU diharapkan bisa melakukan fungsi kontrol dalam setiap tahapan Pilkada. “Bersama dengan ormas Islam, kami ingin tahapan Pilkada bisa dikawal supaya sesuai dengan aturan dan semangat demokrasi,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami

Tahapan Pilkada Pati Akan Dimulai Awal Mei 2016

Bupati Pati Haryanto menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Pilkada Pati 2017, pada Jumat (29/4/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Pilkada Pati 2017, pada Jumat (29/4/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Pati akan dimulai pada awal Mei 2016. Tahapan itu rencananya akan berlangsung selama 10 bulan, dari Mei 2016 hingga Februari 2017.

Ketua KPU Pati Moch Nasich kepada MuriaNewsCom, Jumat (29/4/2016) mengatakan, pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dilakukan pada Mei hingga Juni 2016.

Sementara itu, penyerahan dukungan calon perseorangan tingkat kabupaten dilakukan pada 16 hingga 20 Juli 2016. Ia berharap agar tahapan-tahapan itu berjalan dengan lancar, sesuai dengan tujuan Pilkada untuk mencari pimpinan daerah terbaik.

”Sesuai dengan jadwal, tahapan dimulai pada awal Mei 2016 hingga selesai pada Februari 2016. Persoalan pencairan dana yang sempat kami khawatirkan akhirnya terjawab. Setelah naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dilakukan dan pencairan dilakukan pada tahun ini,” kata Nasich.

Ia menambahkan, dana Rp 29,7 miliar itu sudah termasuk digunakan untuk keamanan yang akan di-backup dari Polres Pati, Kodim 0718/Pati, dan Satpol PP. Tahapan Pilkada selama 10 bulan itu diharapkan berjalan lancar, tanpa ada gejolak yang membuat situasi tidak kondusif.

Editor: Merie

KPUK Pati Plong, Dana Pilkada Cair

Ketua KPU Pati Moch Nasick menandatangani naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk anggaran Pilkada 2017, Jumat (29/4/2016). (muriaNewsCom/Lismanto)

Ketua KPU Pati Moch Nasick menandatangani naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk anggaran Pilkada 2017, Jumat (29/4/2016). (muriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pelaksanaan Pilkada Pati 2017, bakal berjalan lancar. Pasalnya dana Pilkada senilai Rp 29,7 miliar, akhirnya disepakati cair dalam dua tahap.

Kesepakatan itu tertuang dalam naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang dilakukan Bupati Pati Haryanto, Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho, dan Dandim 0718/Pati Andri Amijaya Kusuma, di Ruang Pringgitan Pendopo Kabupaten Pati, Jumat (29/4/2016).

Dari total dana Rp 29,7 miliar, sebanyak Rp 14,6 miliar akan dipenuhi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni 2016. Sisanya, sebanyak 15,1 miliar akan diambil dari APBD Perubahan (APBDP) 2016.

Dengan kesepakatan tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati tak lagi khawatir akan kemungkinan tersendatnya penyelenggaraan pemilu. Sebelumnya, pihak KPU khawatir bila pencairan dana kedua dilakukan pada 2017, sehingga berpotensi mengganggu penyelenggaran Pilkada.

Ketua KPU Pati Moch Nasick mengaku lega dengan keputusan itu. Dia memang sempat khawatir, karena biasanya dana dari pemkab biasanya cair sesudah Februari.

”Kalau penyelenggaraan Pilkada dilakukan 15 Februari 2017, itu artinya dana untuk Pilkada terancam cair sesudah pelaksanaan Pilkada. Sehingga dikhawatirkan mengganggu penyelenggaraan. Kalau bisa dicairkan pertengahan 2016 pada perubahan anggaran, kami bisa bernapas lega,” ungkapnya.

Setelah melakukan penandatanganan NPHD, pihaknya akan segera mengajukan register ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Berbeda dengan tahun lalu, pencairan dana tak perlu melakukan register.

”Setelah registrasi, dana baru bisa dicairkan. Dalam regulasinya sekarang, pencairan dana memang harus diregistrasi di Kementerian Keuangan. Kami berharap pelaksanaan Pilkada Pati 2017 berjalan lancar,” harapnya.

Editor: Merie

Safin Siap Mundur di Bursa Pilkada 2017 Bila Haryanto dan Budiyono Berpasangan

Saiful Arifin atau Safin (kiri) menyerahkan berkas penjaringan wakil bupati di Kantor PDIP Pati beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Saiful Arifin atau Safin (kiri) menyerahkan berkas penjaringan wakil bupati di Kantor PDIP Pati beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pengusaha muda nasional, Saiful Arifin (Safin) bakal mengundurkan diri pada bursa Pilkada 2017 bila Haryanto dan Budiyono masih satu paket. Hal itu dikatakan Safin, Selasa (19/4/2016).

“Saya niat mencalonkan diri sebagai wakil itu awalnya sederhana. Kalau Pak Haryanto dan Pak Budiyono masih harmonis untuk maju pada Pilkada 2017, saya tidak akan maju. Berhubung Pak Budiyono bertekad mencalonkan diri sebagai bupati, akhirnya saya mau menjadi calon wakil bupati,” ujar Arifin.

Karena itu, bila ada kemungkinan Haryanto dan Budiyono kembali “satu paket”, pihaknya akan mengundurkan diri pada bursa Pilkada Pati 2017. “Kalau keduanya masih harmonis dan sepaket, saya justru lebih senang mendukung sepenuhnya kedua pasangan Haryanto-Budiyono,” ungkap pemilik The Safin Hotel ini.

Ditanya soal kasak-kusuk renggangnya hubungan Haryanto-Budiyono, Safin tak bisa menyebutkan secara gamblang. Ia hanya mengatakan, pola pikir dan komunikasi keduanya tidak bisa nyambung hingga akhirnya pecah kongsi.

“Saya tidak tahu pasti soal penyebab pecahnya kedua pasangan ini. Menurut saya, pola pikir dan komunikasi keduanya tidak bisa sejalan. Roda pemerintahan dan pembangunan akan stabil bila keduanya menyatu dan harmonis. Kalau keduanya masih dalam satu paket, lebih baik saya yang mengundurkan diri,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca : Arifin Klaim DPC PDIP Pati Restui Dirinya Berpasangan dengan Haryanto 

DPRD Desak Pemkab Pati Gelontorkan Dana Pilkada 2017 dalam Satu Tahun Anggaran

Sekretaris Komisi A DPRD Pati Wisnu Wijayanto. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sekretaris Komisi A DPRD Pati Wisnu Wijayanto. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Pati sempat bingung dalam mengelola anggaran Pilkada 2017, lantaran terancam terbagi dalam dua tahun anggaran yang berbeda. Hal itu berpotensi mengganggu kelancaran pilkada, karena pesta demokrasi itu diselenggarakan pada awal tahun, yaitu 15 Februari.

Namun, kekhawatiran itu bisa ditepis setelah Komisi A DPRD Pati mendesak pemkab untuk mengeluarkan anggaran pilkada senilai Rp 29,7 miliar dalam satu tahun anggaran. “Bagi kami, tidak ada masalah ketika penganggaran pilkada dilakukan dalam satu tahun anggaran pada 2016,” kata Sekretaris Komisi A DPRD Pati Wisnu Wijayanto kepada MuriaNewsCom, Kamis (17/3/2016).

Ia mengatakan, persoalan itu sudah dikonsultasikan KPUD bersama DPPKAD dan Bagian Hukum Setda Pati ke Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri dan KPU pusat pada 2 Maret 2016 lalu.

Hasil dari pertemuan itu, akhirnya solusi dari permasalahan yang dikhawatirkan KPUD ditemukan. Sesuai dengan rancangan awal, anggaran rencananya akan turun dua kali.

Anggaran yang pertama senilai Rp 14,6 miliar, selanjutnya Rp 15,1 miliar. “Dana Rp 14,6 miliar diambil dari APBD murni 2016. Kekurangannya Rp 15,1 miliar bisa dialokasikan pada APBD perubahan pada tahun yang sama,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Pengamat Politik Nilai PKB di Tengah Pusaran “Kebimbangan” Pilkada Pati 2017

Budiyono mengikuti penjaringan Bakal Calon Bupati Pati di PDIP beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Budiyono mengikuti penjaringan Bakal Calon Bupati Pati di PDIP beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pemerhati politik dari Undip Hakim Alif Nugroho menyebut, PKB saat ini berada di tengah pusaran “kebimbangan” menjelang pesta demokrasi Pilkada Pati 2017.

Ia menilai, PKB yang dulu ikut mengusung pasangan Haryanto-Budiyono dalam “Koalisi Pelangi” berada di tengah kebimbangan, karena kedua figur yang diusung terpaksa harus “bercerai” pada Pilkada 2017.

“PKB harus tegas memilih, karena kedua figur yang diusung ternyata bercerai dan memilih untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Pati. Kebimbangan yang berkelanjutan justru akan membuat kekuatan partai melemah,” kata Hakim kepada MuriaNewsCom, Senin (14/3/2016).

Belum lagi, kata dia, Budiyono merupakan Ketua Dewan Syuro PKB Pati, di mana internal parpol mau tidak mau mesti mengusungnya. Hal itu tentu menjadi pilihan yang sulit, karena PKB juga punya relasi yang baik dengan Haryanto.

“Di satu sisi, saya lihat PKB sudah punya komunikasi yang baik dengan Haryanto. Di sisi lain, PKB dihadapkan pada kenyataan bahwa Budiyono adalah tokoh PKB di Pati,” tuturnya.

Karena itu, ia berpendapat, bahwa Budiyono tidak boleh terlena dengan turun ke bawah dan menyapa masyarakat bawah langsung tanpa melihat kondisi partai. “Budiyono harus mencoba membangun komunikasi dengan PKB dan partai lainnya,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Ini Daftar Partai yang Sudah Disambangi Haryanto-Arifin

Partai Demokrat Masih Tunggu Tim 9 untuk Penjaringan Calon pada Pilkada Pati 2017

Ketua DPC Partai Demokrat Joni Kurnianto menjelaskan kemungkinan melakukan penjaringan atau tidak. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ketua DPC Partai Demokrat Joni Kurnianto menjelaskan kemungkinan melakukan penjaringan atau tidak. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Pati sampai saat ini masih belum melakukan penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada 2017. Sebab, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu masih menunggu keputusan dari Tim Sembilan.

“Semua keputusan terkait dengan Pilkada Pati 2017 akan ditetapkan Tim Sembilan yang terdiri dari empat orang dari dewan pimpinan pusat, tiga orang dari dewan pimpinan daerah dan dua orang dari dewan pimpinan cabang,” kata Ketua DPC Partai Demokrat Pati Joni Kurnianto kepada MuriaNewsCom.

Rencananya, Tim Sembilan bakal melakukan survei dan penggodokan untuk menentukan apakah nanti Partai Demokrat melakukan penjaringan atau tidak. “Kami saat ini tengah menyiapkan data mentah, termasuk peta politik di daerah untuk dilakukan penggodokan bersama Tim Sembilan,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya tidak bisa memastikan apakah Partai Demokrat melakukan penjaringan atau tidak. Bahkan, kemungkinan penjaringan tidak dilakukan bila sudah ada tokoh yang dipandang mumpuni dan berkomunikasi baik dengan Partai Demokrat.

Sementara itu, tokoh yang dianggap mumpuni melalui proses panjang yang ditentukan Tim Sembilan,salah satunya, komitmen dan hubungannya dengan Partai Demokrat, tersandung kasus hukum atau tidak, serta sejumlah kualifikasi lainnya yang ditentukan Tim Sembilan.

Editor : Kholistiono

Kunjungi Pati, Gus Arwani Soroti Masalah Tenaga Honorer

Gus Arwani menyampaikan sejumlah persoalan dengan kader PPP di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Gus Arwani menyampaikan sejumlah persoalan dengan kader PPP di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Gejolak tenaga honorer di berbagai daerah yang menuntut pemerintah supaya mengangkat mereka menjadi pegawai negeri sipil (PNS) menjadi sorotan Anggota DPR RI Fraksi PPP Dapil Jawa Tengah III Moh Arwani Thomafi saat berkunjung di Pati, Kamis (10/3/2016).

Tokoh muda yang dibesarkan dari kalangan pesantren itu mengatakan, kalangan DPR kecewa dengan sikap pemerintah yang mengubah kebijakan yang belum bisa memberikan porsi anggaran untuk tenaga honorer.

”Sebelumnya pemerintah menyanggupi dan menyatakan siap di depan DPR untuk menyelesaikan tenaga honorer secara bertahap. Namun, kebijakan itu akhirnya diubah,” ungkapnya saat ditemui MuriaNewsCom, usai mengikuti reses di Kantor PPP Pati.

Ia mengaku, Komisi II DPR RI sudah berkali-kali mendesak melalui rapat dengar pendapat bersama pemerintah terkait dengan perlunya alokasi anggaran dan desain besar penyelesaian tenaga honorer. Sayang, pemerintah masih belum bisa memenuhi desakan yang berpihak pada tenaga honorer tersebut.

”Sebetulnya kita sudah memberikan apresiasi terkait dengan fokus pemerintah di bidang infrastruktur. Tapi, kami nilai bidang pendidikan juga sangat perlu, terutama di bidang tenaga honorer,” pungkasnya.

Selain menyoroti masalah tenaga honorer, Gus Arwani datang ke Pati juga menyangkut persoalan konsolidasi dengan pengurus partai di tingkat daerah untuk menyongsong Pilkada serentak pada 2017.

Editor : Titis Ayu Winarni

PPP Berikan Sinyal Terima “Pinangan” Haryanto-Safin

Pasangan Haryanto dan Safin berfoto bersama dengan pengurus DPC PPP Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pasangan Haryanto dan Safin berfoto bersama dengan pengurus DPC PPP Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pati tampaknya memberikan sinyal dan menerima “pinangan” pasangan bakal calon bupati Haryanto dan wakilnya, Saiful Arifin.

Kendati Ketua DPC PPP Pati Suwito masih mempertimbangkan pinangannya itu dengan rapat koordinasi lebih lanjut, tetapi pihaknya mengaku sudah berkomunikasi baik dengan kedua pasangan tersebut.

”Menjelang Pilkada 2017, komunikasi dengan salah satu bakal calon memang menjadi kebutuhan partai. Karena itu, kita undang semua pengurus PPP di Kabupaten Pati untuk bertemu dengan salah satu pasangan calon yang kebetulan sudah menjalin komunikasi baik dengan kita,” kata Suwito kepada MuriaNewsCom, Kamis (10/3/2016).

Bahkan, Suwito menegaskan kembali bila periode lalu PPP ikut berperan mengusung Haryanto maju sebagai Bupati Pati bersama dengan laskar pelangi. ”Kalau sama Pak Haryanto, kita sudah pernah mengusungnya pada periode lalu sehingga sudah kenal baik,” ungkapnya.

Ditanya soal hubungannya dengan Safin, Suwito secara personal mengaku sudah kenal lama. ”Pak Saiful Arifin sudah menjadi teman baik. Itu sudah lama,” tuturnya.

Meski demikian, pihaknya tidak menggunakan hubungan baiknya itu untuk memutuskan persoalan politik. Karena itu, keputusan untuk mendukung pasangan Haryanto-Safin akan dirapatkan kembali di kalangan internal partai.

Editor : Titis Ayu Winarni

Haryanto-Safin Rapatkan Barisan ke PPP Menuju Pilkada Pati 2017

Saiful Arifin (kiri) bersama Ketua DPC PPP Pati Suwito dan Haryanto. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Saiful Arifin (kiri) bersama Ketua DPC PPP Pati Suwito dan Haryanto. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Haryanto dan Saiful Arifin tampaknya mulai bergerilya dengan membangun komunikasi dari satu partai ke partai lainnya. Setelah mendekati PDIP dan Partai Demokrat, kini keduanya merapatkan barisan ke PPP.

Hal itu terlihat saat keduanya hadir di Kantor PPP Pati yang disambut ratusan kader PPP, Kamis (10/3/2016). Mereka datang dan memberikan penjelasan terkait dengan rencana pembangunan Pati ke depan.

”Kami bangun silaturahmi dengan PPP agar ada komunikasi yang baik kaitannya dengan Pilkada 2017. Kami berharap Pilkada nanti bisa berjalan aman dan lancar,” ujar Haryanto di depan awak media.

Haryanto mengaku hadir atas undangan dari PPP. ”Ini kita hadir untuk memenuhi undangan DPC PPP. Ini menjadi bagian dari komunikasi yang baik antara kami dan PPP. Kami berharap warga Pati nanti bisa memilih pemimpin sesuai dengan harapan dan pilkada juga berlangsung kondusif,” ungkapnya.

Sementara itu, Saiful Arifin optimistis bisa berduet dengan Haryanto pada Pilkada 2017, kendati rekomendasi dari PDIP belum turun.

”Saya lihat Pak Haryanto sudah baik membangun Pati dalam kurun waktu tiga tahun ini. Kalau itu baik, saya berpikir kenapa tidak dilanjutkan saja? Itu sebabnya saya yakin bisa memajukan Pati bersama Pak Haryanto,” tukasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Partai Demokrat Beri “Lampu Hijau” untuk Haryanto sebagai Balon Bupati Pati

Ketua DPC Partai Demokrat Joni Kurnianto saat ditemui MuriaNewsCom di ruang kerjanya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ketua DPC Partai Demokrat Joni Kurnianto saat ditemui MuriaNewsCom di ruang kerjanya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Partai Demokrat Kabupaten Pati memberikan isyarat “lampu hijau” untuk Bupati Pati Haryanto yang ingin maju sebagai bakal calon bupati pada Pilkada pada 15 Februari 2017 mendatang.

Hal itu dikatakan Ketua DPC Partai Demokrat Pati Joni Kurnianto. ”Kami dari internal partai sejauh ini memang belum ada calon untuk maju. Jadi, kami sudah berikan lampu hijau untuk Pak Haryanto karena hanya dia yang selama ini menjalin komunikasi intens dengan kami,” katanya, Rabu (9/3/2016).

Baca juga : Haryanto Tunjukkan Kemesraannya dengan Partai Demokrat

Di luar persoalan komunikasi, Joni menilai bila Haryanto selama ini bisa dikatakan cukup sukses membangun Kabupaten Pati, terutama infrastruktur. Selain itu, Haryanto dinilai bisa merangkul semua pihak.

Dari berbagai penilaian tersebut, Joni siap merangkul Haryanto pada Pilkada 2017 nanti. ”Janji dia untuk membangun Pati bagian selatan dan utara secara merata, saya nilai, sudah dipenuhi. Pembangunan juga diperhatikan, yaitu jalan, desa dan infrastruktur lainnya,” imbuhnya.

Kendati begitu, pihaknya tetap memperhitungkan mekanisme partai di tingkat DPP. Karena itu, siapa yang didukung Partai Demokrat dalam Pilkada 2017 nanti dibahas Tim Sembilan yang melibatkan 4 orang dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), 3 orang dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan 2 orang dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC).

Editor : Titis Ayu Winarni

Haryanto Tunjukkan Kemesraannya dengan Partai Demokrat

Bupati Haryanto menunjukkan kemesraannya dengan Partai Demokrat yang terlihat dari kehadirannya pada reses PD di Sukolilo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Haryanto menunjukkan kemesraannya dengan Partai Demokrat yang terlihat dari kehadirannya pada reses PD di Sukolilo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto yang kembali mencalonkan diri sebagai bakal calon bupati pada Pilkada 2017 mendatang tak hanya terlihat “mesra” dengan PDI Perjuangan saat ia ikut serta dalam penjaringan balon bupati beberapa waktu lalu.

Haryanto juga menunjukkan hubungan mesranya dengan Partai Demokrat. Hal itu terlihat dari kehadiran Haryanto dalam acara reses Fraksi Demokrat Kabupaten Pati dan Provinsi Jawa Tengah di Gedung PGRI UPT Sukolilo beberapa waktu lalu.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati Joni Kurnianto saat dihubungi MuriaNewsCom mengaku sudah berkomunikasi lama dengan Haryanto. “Kalau hubungan baik dengan Pak Haryanto memang sudah lama. Komunikasi yang baik sejak awal memang tidak bisa dilepas begitu saja,” ungkapnya, Rabu (9/3/2016).

Bahkan, kata dia, Haryanto acapkali datang dalam agenda yang diselenggarakan Partai Demokrat sudah lama ini. Tak mungkin seorang kepala daerah selalu datang dalam suatu acara bila tidak ada komunikasi yang baik.

Yang lebih mengejutkan, Joni mengatakan, bila hanya Haryanto satu-satunya Bakal Calon Bupati Pati yang sudah berkomunikasi dengan Partai Demokrat. “Dari sekian bakal calon bupati, hanya Pak Haryanto yang sudah berkomunikasi dengan kami,” tuturnya.

Di tubuh Partai Demokrat sendiri, Joni memastikan belum ada kader partai yang mengajukan diri sebagai bakal calon bupati atau wakil, termasuk dirinya dan Kartina Sukawati yang saat ini menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Tengah. Pihaknya masih menunggu konsolidasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.

Editor : Kholistiono

Kang Bejo Siap Dipasangkan Balon Bupati Pati Sesuai Instruksi PDIP

Bambang Bejo Sihono, bakal calon wakil bupati dari kalangan pengusaha. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bambang Bejo Sihono, bakal calon wakil bupati dari kalangan pengusaha. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Bambang Bejo Sihono atau yang akrab disapa Kang Bejo mengaku belum memilih siapa bakal calon bupati yang nantinya bakal diduetkan dengannya. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme partai.

“Siapapun calon bupatinya nanti, saya serahkan kepada mekanisme partai. Saya sadar, rekomendasi dari DPP PDIP melalui survei dan segala macamnya. Itu sebabnya saya hanya ikut apa yang sudah ditetapkan partai,” kata Bejo kepada MuriaNewsCom, Selasa (8/3/2016).

Saat ditanya untuk memilih Haryanto atau Budiyono, Bejo hanya tersenyum dan enggan menjawabnya. Karena, ia sudah menyatakan siap dengan siapapun calon bupatinya.

Diketahui sebelumnya, pria asal Pati kelahiran 9 September 1974 ini punya latar belakang sebagai pengusaha, kontraktor, dan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Asosiasi Konstruksi Nasional (Askonas) di Jakarta.

Dalam visinya, ia berjanji bakal membawa Pati bersama dengan pasangannya nanti menuju daerah yang bermutu dan kondusif dengan mengelola pemerintahan lebih profesional.

“Saya sendiri sebagai jasa konstruksi pernah kecewa dengan proses lelang dan perizinannya yang susah. Ini salah satu yang akan saya perbaiki ke depan,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : Ini Cerita Kang Bejo yang Akhirnya Memutuskan Ikut Nyalon Wakil Bupati pada Pilkada Pati 2017 

Ini Cerita Kang Bejo yang Akhirnya Memutuskan Ikut Nyalon Wakil Bupati pada Pilkada Pati 2017

Kang Bejo yang siap maju sebagai Wakil Bupati Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kang Bejo yang siap maju sebagai Wakil Bupati Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 
MuriaNewsCom, Pati – Ada banyak cerita menarik dari para tokoh putera daerah yang ikut mencalonkan diri sebagai bupati dan wakil bupati pada Pilkada 2017 mendatang. Bambang Bejo Sihono, misalnya.

Warga Perum Puri Baru Permai Pati ini tak pernah menyangka bila akhirnya memutuskan untuk ikut dalam penjaringan bakal calon wakil bupati yang dilakukan PDI Perjuangan beberapa waktu lalu. Pasalnya, ia sudah terlanjur senang dengan pekerjaannya sebagai kontraktor dan pengusaha.

“Selama ini memang tak pernah tersirat untuk maju sebagai kandidat wakil bupati pada pilkada. Tapi, panggilan itu muncul setelah orangtua, teman-teman, dan tokoh masyarakat meminta saya untuk maju. Dorongan itu membuat saya ingin ikut berpartisipasi dalam membangun Pati,” ungkapnya kepada MuriaNewsCom, Selasa (8/3/2016).

Sebagai bentuk keseriusannya untuk berlaga di pentas politik Pilkada Pati, pria yang akrab disapa Kang Bejo ini kemudian membentuk sebuah tim kecil untuk mensosialisasikan kepada masyarakat. “Kami bentuk tim kecil untuk meminta restu kepada warga,” tuturnya.

Kendati bukan orang partai, tetapi Kang Bejo yang punya latar belakang seorang pengusaha ini, mengaku siap melenggang pada pesta demokrasi di Pati. Bahkan, ia mengaku bila “roh politik” tertanam sedari awal.

“Saya memang bukan orang partai, tapi roh politik sudah tertanam sedari awal. Saya berharap agar PDIP bisa memberikan rekomendasi, sehingga saya bisa maju sebagai wakil bupati dan ikut berkontribusi memajukan Pati,” tukasnya.

Editor : Kholistiono

Akademisi Undip Sebut Pemilih yang Terpengaruh Politik Uang Seperti PSK

Dosen Fisip Undip Yulianto tengah menjelaskan bahaya politik uang untuk masa depan suatu daerah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Dosen Fisip Undip Yulianto tengah menjelaskan bahaya politik uang untuk masa depan suatu daerah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Diponegoro Yulianto menyebut, pemilih dari kalangan pelajar sebagai insan intelektual memiliki peran yang besar pada pesta demokrasi seperti Pilkada Pati yang akan berlangsung pada 15 Februari 2017 mendatang.

Karena itu, kualitas penggunaan hak pilih dari kalangan pelajar diharapkan sesuai dengan hati nurani dengan mempertimbangkan kualitas calon bupati dan wakil bupati. Pelajar digadang-gadang sebagai pemilih yang menolak politik uang.

“Pemilih yang menggunakan hak pilihnya dengan pengaruh uang tak ubahnya seperti pekerja seks komersial (PSK) yang menjual hak politik dirinya dengan uang,” kata Yulianto kepada wartawan, Selasa (1/3/2016).

Padahal, kata dia, kepala daerah punya peran penting dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Dengan kesadaran itu, pemilih mestinya tidak mengedepankan uang dalam menggunakan hak pilihnya, tetapi pertimbangan kualitas calon.

Sementara itu, Yohana Kartika, salah satu pelajar dari SMA Negeri 1 Batangan meminta, supaya aparat pemerintah dan penyelenggara pemilu bisa memberikan contoh agar pilkada berlangsung jujur, adil dan bebas dari politik uang.

Editor : Kholistiono

Baca juga : 15 Ribu Pelajar Pati Siap Pilih Calon Bupati Hebat di Pilkada Pati 2017

15 Ribu Pelajar Pati Siap Pilih Calon Bupati Hebat di Pilkada Pati 2017

Sejumlah pelajar di SMAN 1 Juwana yang siap menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Pati 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah pelajar di SMAN 1 Juwana yang siap menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Pati 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pemilih Pilkada Pati 2017 dari kalangan pelajar ternyata cukup banyak. Dari total sekolah menengah atas yang meliputi SMA, MA dan SMK, sedikitnya ada 15.000 orang yang siap menggunakan hak pilihnya.

“Kabupaten Pati punya 29 SMA, 55 madrasah aliyah, dan 26 SMK dengan jumlah peserta didik berkisar di angka 30.000 orang. Hampir separuh dari jumlah itu memiliki hak pilih pada Pilkada 2017 mendatang,” ujar Anggota KPU Pati Ahmad Jukari kepada MuriaNewsCom, Selasa (1/3/2016).

Ia menilai, pelajar punya pengaruh yang cukup besar untuk menentukan keberhasilan Pilkada 2017. Belum lagi, pelajar merupakan pemilih pemula yang diharapkan cerdas dalam menggunakan hak pilihnya.

“Sebagian besar pelajar tingkat menengah atas bisa gunakan hak pilih, mulai kelas sebelas dan kelas dua belas. Sesuai dengan UU Nomor 1 Tahun 2015 seperti diubah dalam UU Nomor 8 Tahun 2015, syarat warga yang bisa didaftar sebagai pemilih berusia 17 tahun lebih atau sudah kawin,” katanya.

Karena itu, ia berharap agar pelajar di Pati bisa memanfaatkan hak pilihnya dengan baik dan bertanggung jawab. “Jangan kemudian pelajar hanya senang dengan Pilkada karena hari itu diliburkan, tapi harus berpartisipasi aktif dengan menggunakan hak pilih sesuai hati nurani,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Duet Wulan-Soimah Didorong Ramaikan Pilkada Pati

Duet Wulan-Soimah Didorong Ramaikan Pilkada Pati

Untitled-1---

 

MuriaNewsCom, Pati – Menjelang perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pati yang akan digelar Februari 2017 mendatang, sejumlah nama sudah bermunculan. Tak hanya nama petahana saja, nama baru dan artis juga dimunculkan dalam bursa calon bupati dan wakil bupati Pati.

Di antaranya nama Sri Wulan, anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, yang diwacanakan untuk berduet atau berpasangan dengan artis kondang asal Pati, Soimah Poncowati. Wacana untuk menduet pasangan ini sudah beberapa kali muncul di kalangan politisi Pati, dan yang terakhir juga mulai merebak di media sosial. Meme atau foto berisi gambar pasangan Wulan-Soimah juga sudah beredar luas.

Bahkan salah satu pengamat politik di Pati Priyo Utomo, menyebut jika dua wanita cantik asal Pati ini benar-benar maju mencalonkan diri, maka akan sulit ditandingi. Ia menyebut, jika Sri Wulan dan Soimah benar-benar bersatu maka tokoh petahana seperti Haryanto (bupati Pati) dan Budiono (wakil bupati Pati) harus waspada.

Analisa ini bahkan sudah disebarluaskan oleh akun Mohammad Utomo di sejumlah media sosial, dan grup-grup Facebook. Dalam analisanya ia menyebut dua perempuan ini mempunyai kekuatan yang bisa meraup suara dengan mudah.

“Sri Wulan adalah anggota DPR RI putri Haji Tomo juragan sapi terbesar di Jawa Tengah. Sementara Soimah Poncowati adalah artis ibukota yang tiap malam wajahnya muncul di televisi. Nama dua perempuan ini akan membuat pasangan lain merinding,” tulisnya.

Ia menyebut, Sri Wulan telah berhasil membuktikan kekuatan jaringannya dan jaringan orang tuanya. Yakni dengan mudahnya menyabet kursi di DPRD Jateng pada Pemilu 2009 dan kursi di DPR RI pada pemilu 2014. Keduanya jika digabungkan akan mempunyai kekuatan yang kuat.

Saat dikonfirmasi mengenai ini, Sri Wulan mengaku cukup kaget dengan kabar tersebut. Ia mengaku bahkan tak berkomunikasi apapun dengan Soimah. Meski demikian menurut dia, analisa ini adalah bentuk doa bagi dirinya. “Saya baru tahu ini. Tapi terimakasih atas doanya,” katanya pada MuriaNewsCom.

Meski demikian, ia tidak menyangkal jika ingin berkontribusi banyak di Kabupaten Pati. Hanya saja ia tak memastikan apakah itu dalam bentuk keikutsertaanya dalam pilkada atau tidak. “Sebagai putra daerah saya ingin berkontribusi banyak bagi Pati. Tapi itu bisa dari berbagai cara,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

KPU Pati Minta Dana Pilkada 2017 Dicairkan Satu Tahap

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Pati – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati meminta agar dana Pilkada 2017 yang disepakati senilai Rp 29,7 miliar, dicairkan satu tahap dalam nota perjanjian hibah daerah (NPHD). Hal itu diharapkan agar pelaksanaan Pilkada yang jatuh pada pertengahan Februari 2017 bisa berjalan lancar.

”Kalau anggaran diberikan dalam dua NPHD, kami khawatir mengganggu pelaksanaan tahapan Pilkada. Karena itu, kami berharap supaya dana bisa dicairkan dalam satu NPDH,” ujar Ketua KPU Pati Moch Nasich kepada MuriaNewsCom, Sabtu (20/2/2016).

Sesuai dengan Pasal 13 dalam Permendagri Nomor 44 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Dana Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, pencairan dana Pilkada bisa dilakukan pada awal berlakunya Tahun Anggaran 2017.

Ia mengatakan, tahap awal dengan anggaran yang direncanakan sebesar Rp 14,6 miliar sebetulnya tidak ada masalah, lantaran dikelola selama tahun anggaran 2016.

Hanya saja, Pilkada yang dilakukan pada awal tahun tersebut dikhawatirkan terjadi keterlambatan pencairan pada tahap kedua. Jika yang dikhawatirkan itu benar, bisa dipastikan mengganggu pelaksanaan Pilkada karena masih tersisa sekitar Rp 15,1 miliar.

Karena itu, KPU Pati akan membahas kendala tersebut bersama Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Pati. Ia berharap agar ada solusi terkait dengan teknis pencairan dana supaya pelaksanaan Pilkada Pati 2017 tidak bermasalah hanya karena pencairan dana.

”Kemungkinan kendala ini memang kita petakan dan harus ada upaya antisipasi supaya pelaksanaan Pilkada 2017 berjalan lancar. Kalau tahapan Pilkada yang sudah berjalan baik tiba-tiba tersendat gara-gara pencairan dana, semua pihak pasti terkena dampaknya. Itu yang kita antisipasi sebelumnya,” pungkasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Haryanto Tak Grusa-grusu Menyikapi Restu DPC PDIP Pati Soal Duetnya dengan Arifin di Pilkada 2017

Bupati Pati Haryanto, Saiful Arifin, Ketua DPC PDIP Pati Ali Badrudin dan kader PDIP bersalaman bersama. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto, Saiful Arifin, Ketua DPC PDIP Pati Ali Badrudin dan kader PDIP bersalaman bersama. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kalau Saiful Arifin buka-bukaan terkait dengan dukungan DPC PDIP Pati yang merestui pasangan Haryanto-Arifin, Bupati Pati Haryanto justru memilih untuk menunggu hasil dari rekomendasi DPP PDIP.

“Kalau ada tokoh muda dari kalangan pengusaha yang mau terjun di dunia politik, kami respon dan apresiasi dengan baik. Namun, semuanya kita serahkan kepada DPP PDIP yang berwenang memberikan rekomendasi,” ujar Haryanto kepada MuriaNewsCom, Jumat (19/2/2016).

Bahkan, Haryanto mengibaratkan bila keduanya saat ini tengah “melamar” PDIP bersama dengan Arifin. Diterima atau tidak, lanjutnya, itu sudah menjadi kewenangan DPP PDIP.

“Ibaratnya, kita ini melamar. Mudah-mudahan doa restu dikabulkan. Semuanya sepenuhnya kita kembalikan dengan DPP. Kami akan meresponsnya dengan baik,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Pati Ali Badrudin mengatakan, usai penjaringan yang berakhir hari ini akan dilanjutkan dengan penyerahan berkas kepada DPP PDIP di Jakarta pada 29 Februari 2016.

“Rekomendasi itu berdasarkan survey yang dilakukan sebuah lembaga independen. Setelah itu, baru rekomendasi akan muncul,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Baca Juga : Arifin Klaim DPC PDIP Pati Restui Dirinya Berpasangan dengan Haryanto

Saiful Arifin Dikawal Ratusan Simpatisan untuk Kembalikan Formulir Balon Wakil Bupati Pati

Ratusan massa pendukung Saiful Arifin menggelar konvoi dari DPC PDIP menuju Pendopo Kabupaten Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ratusan massa pendukung Saiful Arifin menggelar konvoi dari DPC PDIP menuju Pendopo Kabupaten Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Ratusan simpatisan yang mengenakan kaos “Relawan Saiful Arifin” mengawal pengembalian formulir Bakal Calon Wakil Bupati Pati yang dilakukan Saiful Arifin di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Pati, Jumat (19/2/2016).

Mereka membawa puluhan kendaraan, mulai dari mobil hingga sepeda motor dengan mengibarkan bendera PDIP. Konvoi tersebut diamankan sekitar satu peleton pasukan keamanan dari Shabara Polres Pati.

Usai mengembalikan formulir, Saiful Arifin menggelar konvoi menuju Pendopo Kabupaten Pati untuk bertemu dengan Bupati Pati Haryanto yang diharapkan bakal menjadi pasangannya nanti.

Baca juga : Gagal Bujuk Haryanto-Budiyono Berduet, Sunarwi Nyatakan Dukungannya untuk Pasangan Haryanto-Arifin pada Pilkada 2017

Keduanya bertemu di Ruang Pringgitan yang menjadi kediaman Bupati Pati Haryanto. Mereka tampak akrab dengan didampingi sejumlah relawan yang mengawal pertemuan mereka.

“Kami mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Wakil Bupati Pati atas inisiatif sendiri. Saya berharap agar bisa berpasangan dengan Haryanto pada Pilkada Pati 2017 mendatang,” ujar Arifin di depan awak media.

Kendati keduanya belum tentu mendapatkan rekomendasi sebagai pasangan yang maju pada Pilkada 2017, tetapi Arifin optimis bisa maju bersama Haryanto. “Kita akan berusaha maksimal supaya bisa berpasangan dengan Haryanto. Tapi, lagi-lagi keputusan itu menjadi kewenangan DPP PDIP,” pungkasnya. 

Editor : Kholistiono

Ketua Komisi B DPRD Pati Koko Ambil Formulir Bakal Calon Wakil Bupati Pati

Ketua Komisi B DPRD Pati Sutarto Oenthersa mengambil formulir sebagai bakal calon wakil bupati Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ketua Komisi B DPRD Pati Sutarto Oenthersa mengambil formulir sebagai bakal calon wakil bupati Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Ketua Komisi B DPRD Pati Sutarto Oenthersa atau yang akrab disapa Koko mengambil formulir pada penjaringan bakal calon Wakil Bupati Pati di Sekretariat PDIP Perjuangan Pati, Rabu (17/2/2016).

Pria yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris DPC PDIP Pati tersebut mengaku memberanikan diri untuk mengambil formulir bakal calon wakil bupati Pati.

Baca juga : Sudewa Mantan Anggota DPR RI Mantap Jadi Bakal Calon Bupati Pati di PDIP 

”Saya memberanikan diri untuk maju sebagai Wakil Bupati Pati pada penjaringan bakal calon bupati-wakil di partai saya sendiri. Sebagai kader, saya ingin ikut berkontribusi,” ujar Koko saat dimintai keterangan MuriaNewsCom.

Ketua DPC PDIP Pati Ali Badrudin mengaku bangga dengan dua kader partai internal yang sudah mendaftarkan diri pada penjaringan bakal calon Bupati Pati dan Wakil Bupati. ”Kader PDIP sudah ada dua yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon wakil bupati,” tuturnya.

Ia berharap agar kader internal partai masih ada yang mendaftarkan diri pada penjaringan yang berakhir pada 19 Februari 2016 mendatang. Pasalnya, dari sembilan tokoh yang saat ini mendaftarkan diri baru ada dua tokoh yang berasal dari kader internal partai.

Editor : Titis Ayu Winarni

Baca juga : Pilkada Pati 2017 Diperkirakan Dilakukan Pertengahan Februari

Semakin Panas! Giliran Haryanto Merapat ke PDIP untuk Maju di Pilkada Pati 2017

KPU Pastikan Juknis Pilkada Pati 2017 Selesai Awal Maret 2016

Budiyono Enggan “Berduet” dengan Haryanto pada Pilkada Pati 2017

Sudewa Mantan Anggota DPR RI Mantap Jadi Bakal Calon Bupati Pati di PDIP

Mantan Anggota DPR RI Sudewa memberikan keterangan terkait keikutsertaaanya dalam penjaringan bakal calon bupati pati di PDIP. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Mantan Anggota DPR RI Sudewa memberikan keterangan terkait keikutsertaaanya dalam penjaringan bakal calon bupati pati di PDIP. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Mantan anggota DPR RI Sudewa mengembalikan berkas formulir dalam penjaringan bakal calon bupati yang dilakukan PDI Perjuangan Pati, Rabu (17/2/2016).

Dengan begitu, PDIP sudah mengantongi empat tokoh yang ikut dalam penjaringan bakal calon bupati Pati, yakni Budiyono (Wakil Bupati Pati), Haryanto (Bupati Pati), Ampri Sodiqin (pejabat BUMN), dan Sudewa (Mantan Anggota DPR RI).

”Hari ini, saya mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon bupati. Saya sudah mantap mendaftarkan diri sebagai calon bupati di PDIP. Semoga saja saya dapat rekomendasi,” ujar Sudewa kepada MuriaNewsCom.

Dalam pengembalian formulir tersebut, Sudewa dikawal ratusan pendukung. Bursa bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Pati pun terlihat begitu semarak.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Pati Ali Badrudin mengatakan, sampai saat ini sudah ada sembilan tokoh yang mengambil formulir pendaftaran bakal calon bupati dan wakilnya di DPC PDIP Pati.

”Sudah ada sembilan orang yang mengambil formulir. Tapi, mereka yang sudah memenuhi syarat dan mengembalikan formulir baru empat orang yang selanjutnya kami akan ajukan ke DPP PDIP pada 29 Februari 2016,” pungkasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

 

Baca juga :

Pilkada Pati 2017 Diperkirakan Dilakukan Pertengahan Februari

Semakin Panas! Giliran Haryanto Merapat ke PDIP untuk Maju di Pilkada Pati 2017

KPU Pastikan Juknis Pilkada Pati 2017 Selesai Awal Maret 2016

Budiyono Enggan “Berduet” dengan Haryanto pada Pilkada Pati 2017

8 Tokoh yang Ikut Penjaringan Bakal Calon Bupati Pati dan Wakilnya Ternyata Putra Daerah, Lho!

Pengurus DPC PDIP Pati menerima penyerahan formulir dari salah satu bakal calon bupati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pengurus DPC PDIP Pati menerima penyerahan formulir dari salah satu bakal calon bupati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Sedikitnya ada delapan tokoh yang ikut penjaringan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati di Kantor DPC PDI Perjuangan Pati hingga Selasa (16/2/2016).

Kedelapan tokoh tersebut merupakan putera daerah dari berbagai kalangan, mulai dari incumbent, pengusaha, anggota DPR RI, hingga pejabat badan usaha milik negara (BUMN).

“Kita patut berbangga, karena dari delapan orang yang ikut penjaringan di PDIP merupakan putra daerah sendiri. Berkas yang sudah dikembalikan kepada kami akan dikirim ke DPP PDIP pada 29 Februari,” ujar Ketua Tim Verifikasi Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati PDIP Pati Sugeng Effendi kepada MuriaNewsCom.

Ia mengatakan, Budiyono merupakan warga Desa Pasucen Trangkil, Haryanto warga Desa Raci Batangan, Saiful Arifin asal Desa Mojoagung Trangkil, dan Ampri Shodiqin asal Desa Sukolilo.

Sementara itu, Sadewo merupakan warga Desa Slungkep Kayen, Novi Eko Yulianto asal Jakenan, Endro Dwi Cahyono berasal dari Pati Kota, dan Budiyono berasal dari Desa Sambirejo Gabus.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :
PDIP jadi Rebutan Tokoh Nyalon Bupati di Pati 

Sunarwi Inginkan Haryanto-Budiyono Berduet Kembali pada Pilkada 2017

Sunarwi saat memberikan keterangan dukungannya pada Haryanto dan Budiyono. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sunarwi saat memberikan keterangan dukungannya pada Haryanto dan Budiyono. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Sunarwi yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Jawa Tengah menginginkan supaya pasangan Haryanto-Budiyono kembali mencalonkan diri sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada 2017 mendatang.

Hal itu disampaikan Sunarwi saat ditemui MuriaNewsCom di depan Ruang Fraksi Hanura DPRD Pati, Sabtu (13/2/2016). ”Saya pribadi, bukan sebagai kader partai, sebetulnya masih ingin pasangan Haryanto dan Budiyono kembali berduet,” tuturnya singkat.

Kendati begitu, ia mengaku bila keduanya memang sulit bersatu kembali. Padahal, keduanya dinilai mampu membawa Kabupaten Pati lebih baik. ”Kemarin-kemarin, saya sebagai pribadi sudah memberikan masukan supaya keduanya berduet lagi. Tapi, memang kelihatannya sulit. Mungkin keduanya kurang menjalin komunikasi yang lebih intens,” tambahnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Budiyono sudah memutuskan untuk maju sebagai bakal calon bupati melalui penjaringan yang dilakukan PDI Perjuangan. Hal serupa juga dilakukan sehari setelahnya, Haryanto juga memutuskan untuk maju bersama Saiful Arifin.

Editor : Titis Ayu Winarni

 

Baca juga :

Budiyono Enggan “Berduet” dengan Haryanto pada Pilkada Pati 2017

Semakin Panas! Giliran Haryanto Merapat ke PDIP untuk Maju di Pilkada Pati 2017

 

Begini Cara Daftar Jadi Bupati Pati Pilkada 2017

Bursa Pilkada Pati 2017 mulai ramai, Bupati Pati Haryanto sudah mendaftarkan diri pada penjaringan balon di Kantor DPC PDI Pati beberapa hari yang lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bursa Pilkada Pati 2017 mulai ramai, Bupati Pati Haryanto sudah mendaftarkan diri pada penjaringan balon di Kantor DPC PDI Pati beberapa hari yang lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Siapa saja berhak mendaftarkan diri sebagai calon Bupati Pati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017 mendatang, selama ia berusia di atas 17 tahun.

Ketua KPU Pati Moch Nasich mengatakan, ada dua cara untuk mendaftarkan diri sebagai calon bupati. Pertama, pendaftaran melalui partai politik.

Baca juga: Pilkada Pati 2017 Diperkirakan Dilakukan Pertengahan Februari

Kedua, seseorang bisa mendaftarkan diri secara independen tanpa melalui partai politik. Syaratnya, bakal calon bupati bisa mengumpulkan pendukung sebanyak 6,5 persen dari total jumlah pemilih sebelumnya.

”Dulu, aturannya 6,5 persen dari jumlah penduduk. Tapi, sekarang 6,5 persen dari jumlah pemilih pada pesta demokrasi sebelumnya, yaitu Pilpres,” tuturnya.

Dengan begitu, balon bupati yang ingin mendaftarkan diri dengan jalur independen di Pati mesti mengumpulkan massa sekitar 67 ribu orang.

”Kalau sudah diverifikasi dan punya dukungan 6,5 persen dari jumlah pemilih baru bisa daftar di KPU. Nanti, dia juga harus mengisi formulir memenuhi syarat atau tidak. Setelah itu, baru ditetapkan jadi pasangan calon,” imbuhnya.

Sementara itu, partai politik mesti punya jumlah kursi 20 persen di DPRD. Kalau tidak memenuhi, parpol mesti berkoalisi dengan parpol lain hingga memenuhi kursi 20 persen.

Editor : Titis Ayu Winarni

Baca juga : Budiyono Enggan “Berduet” dengan Haryanto pada Pilkada Pati 2017 

Semakin Panas! Giliran Haryanto Merapat ke PDIP untuk Maju di Pilkada Pati 2017 

KPU Pastikan Juknis Pilkada Pati 2017 Selesai Awal Maret 2016