KPU Grobogan Kembalikan Duit Rp 6 Miliar ke Kas Daerah, Ada Apa?

uang-2-1

ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Grobogan – KPU Grobogan belum lama ini mengembalikan dana sebanyak Rp 6 miliar ke kas daerah. Uang sebanyak itu ternyata merupakan sisa dana penyelenggaraan Pilkada lalu yang tidak terpakai.

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif menyatakan, dalam pelaksanaan pilkada yang dilangsungkan 9 Desember 2015, pihaknya menerima kucuran dana sebanyak Rp 29 miliar. Dana sebesar itu dicairkan dalam tiga tahap.

Yakni, tahap pertama Rp 5 miliar. Kemudian, tahap kedua Rp 20 miliar dan terakhir Rp 4 miliar. Dalam pelaksanaannya, dana sebesar itu hanya terpakai sekitar Rp 23 miliar.

“Dana yang terpakai untuk pelaksanaan pilkada hanya sekitar Rp 23 miliar. Jadi, sisa dana yang tidak kepakai kita kembalikan ke kas daerah,” cetusnya.

Menurutnya, dalam pelaksanaan pilkada lalu, ada 25.251 orang yang terlibat jadi petugas. Mulai dari staf sekretariatan, PPK, PPS, KPPS dan petugas pemutakhiran data penduduk.

Afrosin menambahkan, masih banyaknya sisa dana itu salah satunya disebabkan hanya ada dua pasangan calon saja yang jadi peserta. Hal ini menjadikan pelaksanaan pilkada hanya berlangsung satu putaran saja sehingga menghemat anggaran.

Selain sisa dana, imbuh Afrosin, pihaknya juga sudah menyetorkan kewajiban lainnya ke kas negara. Yakni, berupa setoran kewajiban pajak sebesar Rp 1,6 miliar.

Editor : Akrom Hazami

 

Bupati Grobogan Terpilih Tidak Akan Dilantik, Lho Kok Bisa?

bupati-terpilih-grobogan

Pasangan bupati terpilih Grobogan Sri-Edy saat menyampaikan visi misi di KPU Grobogan, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Informasi yang beredar bahwa nantinya bupati terpilih Grobogan Sri Sumarni-Edy Maryono tidak akan dilantik bersama belasan kepala daerah terpilih lainnya di Jawa Tengah.

Diketahui, akan ada 17 bupati terpilih yang dilantik di Lapangan Pancasila Simpanglima Semarang, Rabu (17/2/2016). Namun, ada beberapa nama bupati terpilih tidak ikut dilantik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng Sri Puryono mengatakan, sesuai dengan amanat dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) bahwa Gubernur akan melantik para bupati terpilih. Yakni dengan bupati terpilih yang akhir masa jabatan (AMJ) sebelum Februari 2016.

“Jadi yang tidak ikut dilantik adalah Pemalang, Sragen, Demak, dan Grobogan. Itu informasi sementara. Bagaimana teknisnya, Gubernur yang akan melantik di Simpanglima. Sebelum ke Semarang, para pimpinan daerah yang terpilih itu sudah ditetapkan dalam paripurna istimewa di daerah masing-masing,” kata Puryono.

Komisi A DPRD Jateng Bambang Joyo Supeno mengatakan, untuk kepala daerah terpilih yang akan dilantik, agar menjauhi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), serta harus langsung kerja. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan, bupati terlantik harus berani memenuhi janji yang sudah dikampanyekan saat jelang Pilkada.

Termasuk, mereka agar akur dengan wakilnya. Tujuannya supaya tidak mengganggu stabilitas pemerintahan masing-masing.

“Ada yang sudah dipilih rakyat tapi malah berkelahi sendiri. Itu jelas mengganggu pemerintahan. Kepala daerah, sebisa mungkin saling membagi tugas dan porsinya masing-masing dengan wakilnya, agar tidak ada yang merasa ‘tidak dipakai’. Termasuk, kepala daerah juga harus langsung kerja, lari! Kejar dan laksanakan apa yang dulu dijanjikan kepada rakyatnya,” kata Bambang.

Tak hanya itu, masalah program unggulan yang sesuai dengan visi-misi nya juga harus dilakukan perubahan secara normatif dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) atau Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD). Mereka juga wajib melakukan komunikasi dengan Gubernur, sabagai salah satu komunikasi politik dengan pemerintah pusat.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga, PILKADA GROBOGAN :

Sri Jungkalkan Incumbent, Kuasai Suara di 18 Kecamatan

Sah! Paslon Sri-Edy Resmi Menangi Pilkada Grobogan

Sri-Edy dan Icek-Sugeng Resmi Ditetapkan Sebagai Pasangan Calon

Puluhan Ribu Petugas Penyelenggara Pilkada Dapat Piagam Penghargaan

Piagam untuk petugas penyelengara Pilkada sedang disiapkan oleh staf KPU Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Piagam untuk petugas penyelengara Pilkada sedang disiapkan oleh staf KPU Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Selain mendapatkan honor, para petugas penyelengara Pilkada yang dihelat 9 Desember lalu memperoleh piagam penghargaan dari KPU Grobogan. Hal itu diberikan sebagai salah satu bentuk ungkapan terima kasih atas jerih payah yang mereka lakukan selama ini.

”Semua petugas penyelenggara ini kita beri piagam sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka dalam Pilkada kemarin. Yakni, dari petugas tingkat kecamatan hingga yang ada di TPS,” kata Sekretaris KPU Grobogan Amin Nur Hata.

Menurutnya, jumlah petugas penyelenggara keseluruhan ada 25.246 orang. Rinciannya, 5 anggota KPU dan 24 staf sekretariatan. Kemudian, 152 anggota PPK dan 1.680 PPS, 16.366 KPPS, 4.676 Linmas, dan 2.343 petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP).

Amin menjelaskan, dalam pelaksanaan Pilkada kemarin dinilai cukup bagus, aman dan lancar. Baik sebelum maupun setelah pasca Pilkada tidak ada hambatan serius. Hal itu dinilai berkat kerja keras dari berbagai pihak yang terkait dengan penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut.

Salah satunya adalah dari petugas penyelenggara Pilkada. Dimana, para petugas sudah melakukan semua tahapan sesuai dengan standar dan ketentuan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

”Dalam kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih pada semua pihak karena berhasil menyelenggarakan Pilkada dengan sukses. Selain petugas penyelenggara, dukungan pihak keamanan juga sangat besar selama pelaksanaan Pilkada kemarin,” imbuh Amin. (DANI AGUS/TITIS W)

KPU Grobogan ‘Gagal’ Miliki Gedung yang Bagus

Ketua KPU RI Husni Kamil Manik saat mampir di Kantor KPU Grobogan belum lama ini (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua KPU RI Husni Kamil Manik saat mampir di Kantor KPU Grobogan belum lama ini (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 
GROBOGAN – KPU Grobogan ternyata mendapat tamu istimewa pada saat libur Natal kemarin. Yakni, Ketua KPU RI Husni Kamil Manik yang mampir ke Grobogan dalam perjalanan menuju ke KPU Blora.

“Kunjungan Ketua KPU RI ini tidak teragendakan dan tidak berlangsung lama. Kami juga mohon maaf karena tidak sempat mengabari teman-teman media,” kata Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif.

Menurut Afrosin, dalam kunjungan singkat itu, tidak ada persoalan serius yang dibahas. Meski demikian, Ketua KPU RI sempat mengucapkan selamat atas kinerja KPU Grobogan dan instansi terkait lainnya yang dinilai sukses dalam menggelar Pilkada 9 Desember lalu.

Ia menambahkan, dalam kesempatan itu, pihaknya sempat menyinggung soal adanya sisa dana pilkada sebesar Rp 5 miliar yang rencananya akan diminta untuk perbaikan gedung KPU Grobogan. Namun, oleh Ketua KPU RI, rencana itu besar kemungkinan tidak bisa terlaksana. Sebab, saat ini ternyata ada moratorium pembangunan gedung KPU yang diatur dalam perpres.

Lebih lanjut Afrosin menyatakan, harapan untuk memperbaiki gedung itu dilakukan karena kondisi bangunan saat ini dinilai sudah cukup memprihatinkan. Beberapa bagian bangunan, antara lain atap dan tembok mengalami kerusakan bahkan nyaris roboh. Sehingga tidak layak huni dan mendesak adanya perbaikan atau pembangunan gedung KPU baru.

”Gedung KPU ini memang usianya sudah tua. Selain itu, saat hujan deras, banyak ruangan di bagian belakang tergenang banjir. Kami khawatir dokumen 11 kali penyelenggaraan pemilu dan dokumen penting lainnya rusak,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Besok Kemenangan Sri Sumarni-Edy Maryono Ditasbihkan

ilustrasi pilkada grobogan

ilustrasi pilkada grobogan

 

GROBOGAN – Rangkaian panjang tahapan Pilkada Grobogan yang sudah dihelat 9 Desember lalu akan mencapai babak akhir, Selasa (22/12/2015) besok. Ini, seiring bakal digelarnya rapat pleno KPU Grobogan dengan agenda penetapan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Grobogan terpilih.

“Rapat pleno penetapan paslon bupati dan wakil bupati terpilih ini akan kita gelar mulai pukul 13.30 WIB. Tempatnya seperti biasanya, di Aula KPU Grobogan. Pelaksanaan rapat pleno besok dilakukan berdasarkan Peraturan KPU RI No 11 Tahun 2015,” kata Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif.

Menurutnya, dalam rapat pleno nanti ada satu agenda lagi disamping penetapan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Grobogan terpilih. Yakni, penyerahan berita acara penetapan pasangan calon terpilih kepada empat pihak. Masing-masing, untuk DPRD Grobogan, parpol atau gabungan parpol yang mengusulkan pasangan calon, pasangan calon terpilih dan panwas kabupaten.

Dalam rapat pleno nanti, sambung Afrosin, banyak pihak yang akan diundang. Antara lain, Bupati Grobogan, parpol, panwas, pejabat terkait. Kemudian, dua pasangan calon peserta pilkada juga akan diundang alam acara tersebut. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

PILKADA GROBOGAN : KPU Tunggu Gugatan Calon Bupati

Pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara di KPU Grobogan belum lama ini. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara di KPU Grobogan belum lama ini. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Hingga hari keduapasca diumumkannya rekapitulasi hasil penghitungan suara, Rabu (16/17/2015) lalu, belum ada gugatan yang dilayangkan ke KPU Grobogan.

Meski demikian, pihak KPU Grobogan sudah diminta mempersiapkan diri seandainya muncul gugatan dari paslon.

“Batas akhir untuk mengajukan gugatan hasil rekapitulasi penghitungan suara pada Sabtu (18/12/2015). Sampai hari kedua, belum ada gugatan masuk,” kata Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif.

Meski belum muncul gugatan, namun semua KPU yang daerahnya menyelenggarakan Pilkada sudah diminta mempersiapkan diri oleh KPU Pusat. Termasuk KPU Grobogan yang dalam pelaksanaan Pilkada 9 Desember lalu berlangsung aman dan lancar.

Menurut Afrosin, rencananya Sabtu, dia akan menghadiri rakor Persiapan Menghadapi Perselisihan Hasil Pemilihan di KPU Provinsi Jawa Tengah. Rakor tersebut akan diikuti 21 kabupaten/kota yang menggelar Pilkada serentak tahun 2015 ini.

Selain itu, dua komisioner KPU Grobogan juga akan menghadiri rakor persiapan menghadapi perselisihan hasil pemilihan di KPU Pusat dan Mahkamah Konstitusi. Terkait dengan dua agenda itu, pihaknya sudah menyiapkan data-data yang diperlukan untuk menghadapi gugatan.

“Kemungkinan tidak ada gugatan dalam pelaksanaan Pilkada di Grobogan. Soalnya, saat rapat pleno rekapitulasi terakhir beberapa hari lalu tidak muncul protes atau keberatan dari kedua paslon. Meski begitu, persiapan untuk menghadapi gugatan tetap kita lakukan,” katanya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Sah! Paslon Sri-Edy Resmi Menangi Pilkada Grobogan

Suasana rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di KPU Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Suasana rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di KPU Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Meski sebelumnya hasil Pilkada Grobogan 9 Desember lalu sudah diketahui publik, namun secara resmi baru terungkap hari ini, Rabu (15/12/2015).Hal ini setelah pihak KPU Grobogan selesai menggelar rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara, sekitar pukul 13.00 WIB.

Dalam rapat pleno tersebut, paslon Sri Sumarni-Edy Maryono mendapat perolehan suara akhir sebanyak 505.507 suara. Sedangkan pesaingnya, paslon Icek Baskoro-Sugeng Prasetyo memperoleh 186.401 suara.

Rapat pleno yang dipimpin langsung Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif itu dihadiri semua PPK dan anggota Panwaslu Grobogan. Kemudian, saksi dari kedua pasangan calon juga menghadiri rapat pleno di Aula Kantor KPU Grobogan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut.

Saksi dari kedua paslon saling berjabat tangan dalam acara rapat pleno (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Saksi dari kedua paslon saling berjabat tangan dalam acara rapat pleno (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

Meski ada beberapa perbaikan data, namun secara keseluruhan, jalannya rapat pleno berjalan lancar. Dari kedua kubu paslon juga tidak muncul protes terkait hasil rekapitulasi tersebut.

“Alhamdulillah, rapat pleno hari ini berjalan lancar dan aman. Kemudian, kedua pihak paslon juga bisa menerima hasil rekapitulasi tadi dan sudah membubuhkan tanda tangan,” kata Afrosin.

Menurut Afrosin, pascarekapitulasi tersebut, pihaknya masih menunggu selama tiga hari setelah hasil itu diumumkan. Yakni, untuk memberikan kesempatan jika ada pihak paslon yang akan mengajukan gugatan terkait hasil rekapitulasi akhir itu.

Jika dalam masa tiga hari tidak muncul gugatan, maka tahapan selanjutnya akan segera dilakukan. Yakni, menggelar rapat pleno penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati Grobogan terpilih yang dijadwalkan akan dilangsungkan Selasa (22/12/2015) mendatang. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Rekapitulasi Penghitungan Suara di KPU Grobogan Dapat Pengamanan Berlapis

Petugas kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung yang masuk ke KPU Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung yang masuk ke KPU Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Proses rekapitulasi hasil penghitungan suara hari ini akan mencapai fase terakhir. Hal ini, seiring digelarnya rekapitulasi tingkat kabupaten yang dilakukan di Kantor KPU Grobogan.

“Rapat pleno hasil penghitungan suara dimulai pukul 10.00 WIB. Beberapa hari lalu, proses rekapitulasi dilakukan di PPK,” kata Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif.

Pelaksanaan rekapitulasi akhir ini mendapat perhatian dari pihak keamanan. Puluhan petugas disiagakan untuk mengamankan kegiatan ini.

Mulai dari jalan depan KPU sudah disiagakan sejumlah petugas. Satu mobil water canon juga standby di depan pintu gerbang.

Pengamanan ketat juga terlihat di depan pintu aula, tempat dilakukannya proses rekapitulasi. Semua orang yang mau masuk ke aula harus diperiksa tiga petugas dengan metal detector.

“Pengamanan yang kita lakukan ini bertujuan agar kegiatan rekapitulasi berjalan lancar. Untuk itu kita melakukan pengamanan sesuai standar untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Irianto. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Hasil Rekapitulasi Pilkada Grobogan Dikirimkan Pakai Perahu Penyeberangan

Proses pengiriman dan penarikan logistik di DesaTerkesi, Kecamatan Klambu, Grobogan,harus melalui penyeberangan dengan perahu (dok PPK Klambu).

Proses pengiriman dan penarikan logistik di DesaTerkesi, Kecamatan Klambu, Grobogan,harus melalui penyeberangan dengan perahu (dok PPK Klambu).

 

GROBOGAN – Hasil rekapitulasi penghitungan suara di tingkat PPK seluruhnya sudah dikirimkan ke KPU Grobogan. Ini menyusul sudah selesainya rekapitulasi di 19 PPK sejak 10 hingga 12 Desember, hari ini.
Pengiriman hasil rekapitulasi yang dimasukkan dalam kotak dan disegel itu dilakukan tidak bersamaan. Sebab,mulai dan selesainya proses rekapitulasi itu berlainan waktunya di tiap PPK.

Ada PPK yang mengawali proses rekapitulasi pada hari pertama atau tanggal 10 Desember. Namun, beberapa PPK baru mulai pada hari kedua (11/12).

“Jadwal rekapitulasi di level PPK memang selama tiga hari, dari 10 hingga 12 Desember. Sampai Sabtu (12/12/2015) siang tadi, semua PPK sudah menyelesaikan rekapitulasi dan mengirimkan hasilnya kesini,” kata Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif di kantornya, Sabtu.

Untuk rekapitulasi selanjutnya akan dilakukan di tingkat kabupaten. Rencananya, tahapan ini akan dilangsungkan Rabu (16/12) mendatang di Kantor KPU.

Selain hasil rekapitulasi, logistik yang dipakai untuk pelaksanaan pemungutan suara juga mulai ditarik dari kecamatan ke KPU. Semua logistik ini, nantinya langsung disimpan dan diamankan di Gudang KPU di Jalan Tendean, Purwodadi.

Sama seperti saat pengiriman, dalam penarikan logistik ini KPU juga menggandeng kerjasama dengan PT Pos. Rencananya, proses penarikan logistik ini akan selesai dalam tiga hari. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Partisipasi Pemilih Grobogan Tak Mampu 100 Persen

Anggota KPU Grobogan dan pegawai sekretariat tengah sibuk memasukkan data dari Formulir C1. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota KPU Grobogan dan pegawai sekretariat tengah sibuk memasukkan data dari Formulir C1. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Selain berlangsung aman, tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada 9 Desember dinilai cukup menggembirakan. Dari hasil entri data sementara yang dilakukan KPU Grobogan, angka partisipasi pemilih sudah mencapai 66,14 persen.

“Target lokal yang kita tetapkan, angka partisipasi pemilih ini sebesar 65 persen. Tetapi untuk target nasional sebesar 77,5 persen belum bisa terpenuhi. Meski demikian, angka partisipasi pemilih pada Pilkada kali ini saya nilai cukup bagus,” kata Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif.

Menurutnya, dari entri data C1 yang sudah mencapai 99 persen tersebut, jumlah pengguna hak pilih ada 700.296 orang. Terdiri dari 390.256 perempuan dan 299.084 laki-laki. Sementara jumlah pemilih keseluruhan ada 1.058.775 orang.

Kemudian, tingkat kesalahan pencoblosan yang menyebabkan suara tidak sah juga cukup minim. Sejauh ini, suara tidak sah hanya sekitar 10.989 saja.

“Rekapitulasi suara atau entri data berdasarkan formulir C1 yang sudah ditetapkan KPPS ini bersifat sementara dan bukan hasil final. Untuk rekapitulasi akhir nanti akan kita lakukan 16 Desember mendatang,” jelasnya.

Afrosin menjelaskan, tren partisipasi pemilih memang cenderung menurun. Pada Pilkada Grobogan tahun 2006, angka partisipasinya bisa sampai 70 persen. Kemudian, dalam Pilkada tahun 2011 lalu, tingkat partisipasi pemilih turun jadi 67,6 persen.

Pada pemilihan Gubernur Jateng juga terjadi angka penurunan partisipasi pemilih. Yakni, dari 50,74 persen pada Pilgub 2008 menjadi 45,73 persen dalam Pilgub terakhir tahun 2013. Untuk pemilu legislatif dan Pilpres angka partisipasi pemilih trennya juga menurun.

Sementara itu, dari hasil entri data yang bisa diakses melalui alamat https://pilkada2015.kpu.go.id/grobogankab, perolehan suara paslon Sri Sumarni-Edy Maryono sudah bisa dipastikan tidak terkejar oleh paslon Icek Baskoro-Sugeng Prasetyo. Dimana, perolehan suara Sri-Edy sudah mendapat 501.579 (73,09 persen) dan Icek-Sugeng mendulang 184.671 atau 26,91 persen. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

PILKADA GROBOGAN : Sri Jungkalkan Incumbent, Kuasai Suara di 18 Kecamatan

Paslon Sri-Edy saat menyampaikan visi misi di KPU Grobogan beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Paslon Sri-Edy saat menyampaikan visi misi di KPU Grobogan beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Perolehan suara paslon nomor urut 2, Sri Sumarni-Edy Maryono nampaknya tidak akan terkejar. Pasalnya, dari 19 kecamatan yang ada, paslon Sri-Edy menang telak di 18 kecamatan.

Dari data sementara yang dihimpun dari berbagai sumber, satu-satunya kecamatan yang dimenangkan paslon nomor urut 1 Icek Baskoro-Sugeng Prasetyo adalah Kecamatan Klambu. Selisih suara Icek-Sugeng dengan Sri-Edy di Klambu sekitar 1.000 suara saja.

Total perolehan suara Sri-Edy di 19 Kecamatan sebanyak 505.709. Sementara pesaingnya Icek-Sugeng mendapat 186.950 suara. Selisih suara yang didapat Icek-Sugeng terpaut 318.759 suara. Jika diprosentase, perolehan suara Sri-Edy berkisar 73 persen dan Icek-Sugeng 27 persen.

Sementara data yang sudah masuk ke KPU RI dengan total data yang masuk 99,49 % dari 2.326 TPS, Sri-Edi meraih suara 499.150 suara atau persentasenya 73,08%. Sedangkan Icek-Sugeng hanya meraih 183.908 suara atau persentasenya 26,92%.

HM Nurwibowo, Ketua Tim Kampanye Sri-Edy meminta kepada semua pendukungnya agar tetap menjaga iklim kondusif yang sudah berhasil tercpita hingga pelaksanaan Pilkada. Menurutnya, dalam pemilihan demokrasi memang harus ada yang menang dan kalah. Namun, dia menilai bahwa yang menang dalam Pilkada ini adalah seluruh masyarakat Grobogan.

Menurutnya, dari hasil rekapitulasi yang dilakukan, pasangan Sri-Edy memang unggul di hampir semua kecamatan. “Sejak awal kita memang menargetkan untuk menang. Jadi, kita berupaya keras untuk mencapai target tersebut,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

PILKADA GROBOGAN : PPK Mulai Lakukan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara

Anggota PPK Kecamatan Purwodadi tengah mempersiapkan proses rekapitulasi hasil penghitungan suara (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota PPK Kecamatan Purwodadi tengah mempersiapkan proses rekapitulasi hasil penghitungan suara (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Sehari pascapelaksanaan pemungutan suara, pihak PPK di kecamatan mulai melakukan proses rekapitulasi hasil penghitungan suara. Hampir semua PPK secara serentak mulai melakukan proses rekapitulasi penghitungan suara pada hari ini, Kamis (10/12/2015).

”Jadwal rekapitulasi di tingkat PPK selama tiga hari. Mulai hari ini sampai 12 Desember mendatang,” kata Ketua KPU Afrosin Arif.

Menurutnya, proses rekapitulasi di PPK memang sebagian besar dilakukan pada hari ini. Jika hari ini belum selesai maka diteruskan besok dan lusa sesuai jadwal rekapitulasi di PPK.

Beberapa PPK ada yang baru mulai melakukan rekapitulasi Jumat (11/12/2015) besok. Jika dalam satu hari besok tidak selesai maka dilanjutkan pada hari terakhir, Sabtu (12/12/2015).

“Untuk jadwal rekapitulasi di level kabupaten dilakukan 16 -18 Desember. Namun, kami rencananya akan melangsungkan rekapitulasi pada 16 Desember,” jelasnya.

Sementara itu, dari pantauan di lapangan, PPK yang melaksanakan rekapitulasi hasil penghitungan suara pada hari ini salah satunya di Kecamatan Purwodadi. Pelaksanaan rekapitulasinya dilangsungkan di Aula Kantor Kecamatan Purwodadi.

Proses rekapitulasi di level PPK Purwodadi ini mendapat pengamanan cukup ketat dari pihak kepolisian. Sedikitnya ada 10 petugas keamanan yang ikut menjaga proses rekapitulasi disitu.

Bahkan, Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto sempat ikut memonitor rekapitulasi di Kecamatan Purwodadi tersebut bersama beberapa perwira.

“Dari pagi tadi, saya sudah memantau di beberapa PPK. Sejauh ini, kondisi pascapelaksanaan pemungutan suara masih tetap aman dan terkendali,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

PILKADA GROBOGAN : Kubu Sri-Edy Klaim Menangi Pilkada Grobogan, Kubu Icek-Sugeng Masih Nunggu Rekapitulasi

Pasangan Sri-Edi dan Icek-Sugeng saat melangsungkan pawai keliling kota (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pasangan Sri-Edi dan Icek-Sugeng saat melangsungkan pawai keliling kota (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Meski proses penghitungan suara baru saja selesai namun kubu paslon nomor urut 2, Sri Sumarni-Edy Maryono menyatakan kalau dalam pilkada kali ini bakal keluar jadi pemenang.

Pernyatan ini dilontarkan Ketua Tim Kampanyenya HM Nurwibowo saat dihubungi melalui teleponnya sekitar pukul 15.15 WIB.

“Dari laporan di TPS, kita unggul cukup jauh. Informasi sementara, pasangan Sri-Edy unggul di 19 (semua) kecamatan,” cetus Ketua DPC PKB Grobogan itu.

Menurutnya, hasil itu berdasarkan real quick count yang sudah disiapkan sebelumnya. Selain itu, proses rekapitulasi secara manual juga sudah mulai dilakukan.

“Sejak awal kita memang menargetkan untuk menang. Jadi, kita berupaya keras untuk mencapai target tersebut,” katanya.

Sementara itu, kubu paslon nomor 1, Icek Baskoro-Sugeng belum bisa memberikan pernyataan terkait hasil penghitungan suara sementara. Masalahnya, mereka masih menunggu laporan hasil penghitungan suara dari para saksi di TPS.

“Saya belum berani menyatakan hasilnya saat ini. Nanti, sebentar lagi datanya akan masuk,” kata Budi Susilo, Ketua Tim Kampanye Icek-Sugeng. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Ini Foto-Foto Masalah Pilkada di Grobogan yang Bikin Marah

Aktivitas di TPS 10 Desa Sindurejo, Kecamatan Toroh, Grobogan yang terjadi masalah karena penandaan nomor urut pada surat suara, Rabu (9/12/2015). Penandaan berupa nomor urut pada surat suara dilakukan Ketua KPPS Edi Yulianto.  Jumlah surat suara yang ditandai ada 107 lembar. Sementara dari 313 pemilih yang terdaftar ada 218 yang menggunakan hak pilihnya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

foto-foto masalah pilkada 1 (e)

 

foto-foto masalah pilkada 2 (e)

 

foto-foto masalah pilkada 3 (e)

 

foto-foto masalah pilkada 4 (e)

PILKADA GROBOGAN : Parah! Surat Suara Dinomori, Coblosan Pemilih Jadi Ketahuan Deh…

Surat suara yang ditandai nomor urutan (Dok Pengawas TPS 10 Desa Sindurejo)

Surat suara yang ditandai nomor urutan (Dok Pengawas TPS 10 Desa Sindurejo)

 

GROBOGAN – Masalah terjadi di TPS 10 Desa Sindurejo, Kecamatan Toroh. Hal ini menyusul adanya penandaan berupa nomor urut pada surat suara yang dilakukan Ketua KPPS Edi Yulianto.

Jumlah surat suara yang ditandai ada 107 lembar. Sementara dari 313 pemilih yang terdaftar ada 218 yang menggunakan hak pilihnya.

Adanya tanda nomor itu sempat menimbulkan kekhawatiran dari beberapa pihak. Yakni, ada kemungkinan surat suara itu akan dinyatakan tidak sah lantaran ada tanda nomor tersebut.

“Terus terang saya tidak punya maksud apapun dengan mengasih nomor pada surat suara tersebut. Tujuannya supaya membantu mempercepat penghitungan surat suara terpakai saja. Saya baru sekali ini jadi KPPS,” kata Ketua KPPS 10 Edi Yulianto saat diminta keterangannya oleh Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif yang meluncur di lokasi bersama Komisioner Sakta Abaway Sakan.

Afrosin selanjutnya meminta agar surat suara yang ada nomornya itu tetap dihitung. Hal itu dilakukan setelah dari saksi dan pengawas tidak keberatan jika 107 surat suara itu ikut dihitung.

“Jadi 107 surat suara yang sempat ditandai dengan nomor tetap ikut dihitung. Untuk penentuan sah dan tidaknya disesuaikan dengan aturan yang berlaku. Dan, untuk menghindari kecurigaan maka Ketua KPPS nya tidak boleh membantu proses penghitungan suara,”tegasnya.

Selain dari KPU dan Panwaslu, persoalan yang muncul di Sindurejo ini juga mendapat perhatian serius dari pihak kepolisian. Hal ini terlihat dengan datangnya belasan petugas keamanan ke lokasi dipimpin langsung Wakapolres Grobogan Kompol Didik Priyo Sambodo.

Sementara itu, anggota Panwaslu Grobogan Hartono ketika dimintai komentarnya menyatakan, pihaknya akan mengkaji dulu persoalan yang ada di TPS 10 Desa Sindurejo tersebut.

“Kita masih punya waktu dua hari untuk memperlajari persoalan ini. Nanti hasilnya akan kita sampaikan,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

PILKADA GROBOGAN : Begini Suasana Pilkada Grobogan Sekarang

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Pelaksanaan Pilkada hari ini, Rabu (9/12/2015) tampaknya bakal berjalan aman dan lancar sesuai harapan banyak pihak. Indikasinya, hingga pukul 11.30 WIB suasana masih sangat kondusif.

Dari pantauan di berbagai lokasi, pelaksanaan pemungutan suara di TPS juga berlangsung aman. Dari pihak panitia juga belum mengalami hambatan. Misalnya, soal adanya kekurangan logistik.

“Situasi di lapangan masih aman dan terkendali. Sampai siang ini belum ada kendala serius yang dilaporkan ke sini,” kata Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif.

Menurut Afrosin, pada hari ini, pihaknya melakukan pantauan ke semua kecamatan. Selain itu, ada pula pemantauan dari pihak lain. Seperti panwaslu, dan tim FKPD.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Grobogan Agus Purnama ketika dimintai konfirmasinya juga menyatakan pendapat serupa. Dari tim pengawas lapangan juga belum ada laporan adanya kendala maupun pelanggaran.

“Kita harapkan situasi kondusif tetap terjaga hingga proses Pilkada ini selesai. Saat ini, saya masih monitoring di wilayah Kecamatan Wirosari,” katanya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Kawasan Pertokoan Purwodadi Tak Biasanya Mendadak Tutup

Aktivitas pertokoan di Purwodadi, Grobogan, berhenti. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Aktivitas pertokoan di Purwodadi, Grobogan, berhenti. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Suasana Kota Purwodadi, Grobogan, sedikit berbeda berkaitan dengan adanya pelaksanaan pilkada, Rabu (9/12/2015). Yakni banyak pertokoan di kawasan kota, termasuk di Pasar Purwodadi yang tutup.

Dari informasi yang didapat, tutupnya pertokoan ini disebabkan para pemiliknya ikut berpartisipasi menyukseskan pilkada. Oleh sebab itu, mereka sengaja meliburkan tempat usahanya selama sehari untuk memberi kesempatan pekerjanya menggunakan hak pilih.

“Hari ini saya sengaja libur. Soalnya, saya, istri dan anak buah dapat hak pilih dalam Pilkada nanti. Sebagai warga negara yang baik saya ingin berpartisipasi menyukseskan Pilkada,” kata Rusgiat, salah satu pemilik toko di Jalan A Yani Purwodadi.

Meski demikian, masih banyak pula pedagang yang tetap beraktivitas seperti biasanya. Hanya, sebagian besar mereka ini membuka tempat usahanya agak siang dibandingkan biasanya. Soalnya, mereka memilih mencoblos dulu di TPS dan setelah itu baru melakukan rutinitas seperti biasa.

“Meski buka, tetapi saya tadi sudah nyoblos. Hari ini, saya buka tokonya baru jam 10.00 WIB,” cetus Ria, salah seorang pedagang di pasar induk. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

PILKADA GROBOGAN : Bupati Grobogan Tiba-tiba Deg-degan saat Nyoblos, Ada Apa?

Bupati Grobogan Bambang Pudjiono saat menggunakan hak pilihnya di TPS 15 Kelurahan Purwodadi yang bertempat di Aula KPH Perhutani Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Bambang Pudjiono saat menggunakan hak pilihnya di TPS 15 Kelurahan Purwodadi yang bertempat di Aula KPH Perhutani Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Meski sudah sering kali menggunakan hak pilihnya, namun pelaksanaan Pilkada hari ini, Rabu (9/12/2015) dirasa istimewa oleh Bupati Grobogan Bambang Pudjiono. Karena, pada Pilkada kali ini, untuk pertama kalinya Bambang harus mencoblos orang lain.

Hal itu disampaikan Bambang usai menggunakan hak pilihnya di TPS 15 Kelurahan Purwodadi yang bertempat di Aula KPH Perhutani Purwodadi.

“Dua pilkada sebelumnya, tahun 2011 dan 2006, nyoblosnya gambar saya sendiri. Soalnya, dalam dua pilkada itu saya jadi calon. Kalau sekarang saya tidak jadi peserta, sehingga harus nyoblos orang lain. Makanya, saya sempat sedikit deg-degan saat membuka surat suara sebelum melakukan coblosan,” kata Bambang.

Bambang datang ke TPS sekitar pukul 09.15 WIB bersama istri, dua anak lelakinya dan menantu. Saat sampai di TPS Bambang dan keluarga mendapat perlakuan seperti warga lainnya. Bambang harus antre sejenak menunggu giliran untuk menggunakan hak pilihnya.

Usai menggunakan hak pilih, Bambang selanjutnya akan melakukan pemantauan Pilkada ke sejumlah TPS bersama pimpinan FKPD setempat. Rencananya, pemantauan bersama FKPD akan difokuskan pada TPS yang ada di dalam kota. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Biar Pilkada Grobogan Tak Curang, Panwaslu Kerahkan Ribuan Pengawas

Warga melakukan pemilihan di salah satu TPS di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga melakukan pemilihan di salah satu TPS di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Pelaksanaan Pilkada hari ini, Rabu (9/12/2015) mendapat perhatian serius dari Panwaslu setempat. Ini terkait dengan diterjunkannya 2.338 petugas untuk mengawasi gawe besar untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati Grobogan periode 2016-2021 tersebut.

“Jumlah petugas pengawas lapangan (PPL) yang kita siapkan sesuai banyaknya TPS. Jadi tiap satu TPS nanti ada satu orang pengawas,” kata Ketua Panwaslu Grobogan Agus Purnama.
Dijelaskan, PPL tersebut diambil dari warga yang dekat dengan lokasi pengawasan. Meski demikian, ada salah satu syarat utama untuk jadi PPL tersebut.

Yakni, tidak punya hubungan suami/istri dengan penyelenggara pemilu yang lainnnya. Seperti, PPK, PPS atau KPPS.

Agus menambahkan, selain melakukan tugas pengawasan, PPL juga akan mencatat hasil penghitungan suara. Diharapkan, dengan adanya bantuan petugas tersebut bisa meminimalisasi pelanggaran dalam pelaksanaan Pilkada. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Warga Grobogan Berduyun-duyun dan Antre di TPS Jam Ini

Warga mengantre di TPS di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga mengantre di TPS di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Hari ini, Rabu (9/12/2015), sebanyak 1.062.868 orang warga Grobogan memilih bupati dan wakilnya. Jumlah itu sesuai dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten Grobogan yang ditetapkan KPU setempat.

Rinciannya, jumlah tersebut terdiri dari, 527.885 laki-laki dan 534.983 perempuan. Pantauan hari ini misalnya di kampung Jengglong Barat, Purwodadi, sudah ramai sejak pagi.

Antusiasme warga untuk menggunakan hak pilihnya dalam pilkada terlihat cukup menggembirakan. Indikasinya, sejak pagi hari mereka sudah datang menuju TPS untuk mencoblos. Bahkan, sebagian ada yang datang sebelum TPS dibuka, mulai pukul 07.00 WIB.

“Saya sengaja datang gasik buat nyoblos. Soalnya, siang nanti saya harus pergi ke luar kota,” kata Riswati, warga Jengglong Barat, Purwodadi.

Dari informasi yang dihimpun dari berbagai pihak, waktu pagi hari hingga menjelang pukul 09.00 WIB tampaknya jadi pilihan warga untuk menggunakan hak pilihnya. Di mana, angka partisipasi pemilih yang datang ke TPS sudah mencapai 20 persen. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Hujan Deras, KPPS diminta Amankan Logistik Pilkada

Meski hujan, TPS di Jengglong Barat, Purwodadi sudah berhasil didirikan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Meski hujan, TPS di Jengglong Barat, Purwodadi sudah berhasil didirikan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Seruan Bupati Grobogan Bambang Pudjiono agar mewaspadai kondisi cuaca terbukti. Hal ini terkait dengan turunnya hujan deras di wilayah Grobogan, sejak pukul 14.00 WIB. Hingga selepas Maghrib, hujan belum kunjung berhenti.

Turunnya hujan diluar prediksi ini sempat menghambat persiapan petugas KPPS dalam membuat TPS,khususnya TPS yang ditempatkan di area terbuka.

Dibeberapa TPS di area terbuka ada yang sudah selesai membuat tempat pencoblosan. Caranya, dengan menutup area TPS dengan terpal. Seperti ditiga TPS di Kampung Jengglong Barat, Purwodadi.

Sementara itu, Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif mengatakan, terkait cuaca ini pihaknya sudah meminta agar masalah pengamanan logistik pilkada diprioritaskan lebih dulu. Pihak PPS dan KPPS diminta untuk menempatkan logistik pada lokasi yang aman.

Untuk lokasi TPS yang ada di area terbuka diminta digeser ke lokasi terdekat yang lebih aman jika kondisi disitu tidak memungkinkan.

“TPS di lokasi terbuka yang ada di halaman rumah atau kantor ini jumlahnya 35 titik. Sampai saat ini, kami masih memantau terus kondisi dilapangan. Sejauh ini belum ada kendala yang dilaporkan oleh PPK, PPS dan KPPS,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Ciptakan Suasana Kondusif, Bupati Grobogan Datangi Rumah Paslon

Bupati Grobogan Bambang Pudjiono dan sejumlah pejabat saat melakukan silaturahmi ke rumah dinas Icek Baskoro. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Bambang Pudjiono dan sejumlah pejabat saat melakukan silaturahmi ke rumah dinas Icek Baskoro. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Semua pasangan calon (paslon) yang maju dalam Pilkada diminta ikut menciptakan suasana kondusif. Hal itu disampaikan Bupati Grobogan Bambang Pudjiono saat melakukan silaturahmi ke rumah calon peserta Pilkada siang tadi, Selasa (8/12/2015).

Ikut mendampingi bupati dalam kunjungan tersebut, Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto dan Kajari Purwodadi Abdullah. Terlihat pula, Sekda Grobogan Sugiyanto, Ketua KPU Afrosin Arif, dan Ketua Panwaslu setempat Agus Purnama.

”Sejauh ini suasana di Grobogan menjelang pelaksanaan Pilkada sangat kondusif. Hal ini berkat kerja sama yang baik dari berbagai pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pilkada. Kami juga berharap agar semua paslon ikut membantu menciptakan iklim kondusif hingga pasca Pilkada mendatang,” tegas Bambang.

Kunjungan bupati dan sejumlah pejabat dimulai dari rumah dinas Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro yang juga menjadi cabup paslon No 1. Dalam kesempatan itu hadir pula Sugeng Prasetyo yang menjadi pasangan Icek. Sekitar satu jam, bupati dan rombongan berada disitu.

Selanjutnya, rombongan melakukan silaturahmi ke rumah cabup paslon No 2 Sri Sumarni di Dusun Gebangan, Desa Putat. Dalam kesempatan itu hadir pula Edy Maryono yang menjadi pasangan Sri Sumarni. (DANI AGUS/TITIS W)

 

Ironis, Ternyata Blora, Grobogan, Demak dan Rembang Rawan Politik Uang

money_politik

 

REMBANG – Dari data Indeks Kerawanan Pemilu ( IKP ) yang dibuat oleh Bawaslu Republik Indonesia, potensi politik uang kemungkinan terjadi di tiga daerah di Keresidenan Pati. Yaitu Blora, Grobogan dan Rembang.

Adalah Blora dengan IKP 3,0; Demak IPK 2,5; Grobogan 3,5; dan Rembang 4,5. Penilaian itu didasarkan pada indek skerawanan politik uang yang dikeluarkan oleh Bawaslu Republik Indonesia. Dari data itu, Jawa Tengah memperoleh point 2,5 dari poin maksimal 5 angka. Angka 2,5 termasuk dalam posisi rawan dan bisa jadi di Jawa Tengah tingkat politik uangnya tinggi.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Humas Bawaslu Jateng Teguh Purnomo mengatakan, praktik politik uang bisa dikemas dalam beragam modus. “Pada pelaksanaan pilkada, kedekatan figur calon kepala daerah yang berdekatan dengan pemilih langsung membuat kemungkinan politik uang juga semakin massif dalam pilkada,” katanya dalam rilis pers yang diterima.

Faktor banyaknya jumlah penduduk miskin suatu daerah menjadi salah satu hal yang dilihat dalam memetakan potensi kerawanan pemilih yang bisa menjadi target politik uang. (AKROM HAZAMI)

Logistik Pilkada Mulai Digeser ke TPS

Pilkada e

Komisioner KPU Grobogan Sakta Abaway Sakan, Senin (7/12) malam, tengah mengecek logistik di Kecamatan Klambu yang pagi ini akan mulai dikirimkan ke desa-desa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Persiapan pelaksanaan Pilkada akan mencapai puncaknya pada hari ini. Pasalnya, ini merupakan hari terakhir untuk melakukan serangkaian persiapan.

”Hari ini kami akan monitoring kesiapan akhir pihak PPK, PPS, dan KPPS. Harapan kami semuanya berjalan lancar,” kata Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif.

Menurutnya, sejak kemarin, logistik Pilkada sudah mulai digeser dari PPK ke desa-desa. Meski demikian, ada PPK yang menggeser logistik hari ini ke desa-desa dan selanjutnya diteruskan hingga ke TPS.

”Untuk pergeseran logistik ke desa-desa jadwalnya memang dua hari, kemarin dan hari ini. Yang pasti, hari ini nanti semua kebutuhan Pilkada sudah sampai disemua TPS,” katanya. (DANI AGUS/TITIS W)

Bupati Grobogan Minta KPU Waspadai Cuaca

Bupati Grobogan Bambang Pudjiono menyampaikan beberapa catatan saat memimpin Rakor Terpadu Bidang Politik dan Keamanan jelang pelaksanaan Pilkada. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Bambang Pudjiono menyampaikan beberapa catatan saat memimpin Rakor Terpadu Bidang Politik dan Keamanan jelang pelaksanaan Pilkada. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Pihak KPU Grobogan diminta untuk mengantisipasi kondisi cuaca menjelang pelaksanaan Pilkada 9 Desember nanti. Hal itu secara khusus disampaikan Bupati Grobogan Bambang Pudjiono saat memimpin Rakor Terpadu Bidang Politik dan Keamanan jelang pelaksanaan Pilkada yang dilangsungkan di Pendapa Kabupaten, Senin (7/12/2015).

”Saat ini sudah masuk musim hujan dan curah hujan hampir turun tiap hari yang sebagian disertai hembusan angin kencang. Kondisi ini hendaknya perlu diwaspadai oleh KPU,” tegas Bambang.

Selain bupati, rakor tersebut juga dihadiri Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto, Kasdim 0717 Mayor Arif Isnawan, dan perwakilan FKPD lainnya. Hadir pula para danramil dan camat se-Kabupaten Grobogan. Hadir pula Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif dan pihak anggota Panwaslu Hartono.

Menurut Bambang, dengan sudah tingginya curah hujan maka ada beberapa hal yang perlu jadi perhatian. Antara lain, pengiriman logistik khususnya surat suara. Selain itu, lokasi TPS hendaknya juga perlu diperhatikan. Dimana, pendirian TPS jangan sampai ditempatkan di lokasi yang rentan dengan bencana.

Terkait dengan pelaksanaan Pilkada yang waktunya tinggal dua hari itu, Bambang meminta semua camat agar selalu berkoordinasi dengan kapolsek dan danramil secara intensif. Jika terjadi permasalahan dilapangan segera dibahas bersama dan diselesaikan secepatnya. Apabila tidak memungkinkan maka secepatnya dilaporkan pada pihak diatasnya. (DANI AGUS/TITIS W)