KPU Grobogan ‘Gagal’ Miliki Gedung yang Bagus

Ketua KPU RI Husni Kamil Manik saat mampir di Kantor KPU Grobogan belum lama ini (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua KPU RI Husni Kamil Manik saat mampir di Kantor KPU Grobogan belum lama ini (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 
GROBOGAN – KPU Grobogan ternyata mendapat tamu istimewa pada saat libur Natal kemarin. Yakni, Ketua KPU RI Husni Kamil Manik yang mampir ke Grobogan dalam perjalanan menuju ke KPU Blora.

“Kunjungan Ketua KPU RI ini tidak teragendakan dan tidak berlangsung lama. Kami juga mohon maaf karena tidak sempat mengabari teman-teman media,” kata Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif.

Menurut Afrosin, dalam kunjungan singkat itu, tidak ada persoalan serius yang dibahas. Meski demikian, Ketua KPU RI sempat mengucapkan selamat atas kinerja KPU Grobogan dan instansi terkait lainnya yang dinilai sukses dalam menggelar Pilkada 9 Desember lalu.

Ia menambahkan, dalam kesempatan itu, pihaknya sempat menyinggung soal adanya sisa dana pilkada sebesar Rp 5 miliar yang rencananya akan diminta untuk perbaikan gedung KPU Grobogan. Namun, oleh Ketua KPU RI, rencana itu besar kemungkinan tidak bisa terlaksana. Sebab, saat ini ternyata ada moratorium pembangunan gedung KPU yang diatur dalam perpres.

Lebih lanjut Afrosin menyatakan, harapan untuk memperbaiki gedung itu dilakukan karena kondisi bangunan saat ini dinilai sudah cukup memprihatinkan. Beberapa bagian bangunan, antara lain atap dan tembok mengalami kerusakan bahkan nyaris roboh. Sehingga tidak layak huni dan mendesak adanya perbaikan atau pembangunan gedung KPU baru.

”Gedung KPU ini memang usianya sudah tua. Selain itu, saat hujan deras, banyak ruangan di bagian belakang tergenang banjir. Kami khawatir dokumen 11 kali penyelenggaraan pemilu dan dokumen penting lainnya rusak,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

PILKADA GROBOGAN : KPU Tunggu Gugatan Calon Bupati

Pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara di KPU Grobogan belum lama ini. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara di KPU Grobogan belum lama ini. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Hingga hari keduapasca diumumkannya rekapitulasi hasil penghitungan suara, Rabu (16/17/2015) lalu, belum ada gugatan yang dilayangkan ke KPU Grobogan.

Meski demikian, pihak KPU Grobogan sudah diminta mempersiapkan diri seandainya muncul gugatan dari paslon.

“Batas akhir untuk mengajukan gugatan hasil rekapitulasi penghitungan suara pada Sabtu (18/12/2015). Sampai hari kedua, belum ada gugatan masuk,” kata Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif.

Meski belum muncul gugatan, namun semua KPU yang daerahnya menyelenggarakan Pilkada sudah diminta mempersiapkan diri oleh KPU Pusat. Termasuk KPU Grobogan yang dalam pelaksanaan Pilkada 9 Desember lalu berlangsung aman dan lancar.

Menurut Afrosin, rencananya Sabtu, dia akan menghadiri rakor Persiapan Menghadapi Perselisihan Hasil Pemilihan di KPU Provinsi Jawa Tengah. Rakor tersebut akan diikuti 21 kabupaten/kota yang menggelar Pilkada serentak tahun 2015 ini.

Selain itu, dua komisioner KPU Grobogan juga akan menghadiri rakor persiapan menghadapi perselisihan hasil pemilihan di KPU Pusat dan Mahkamah Konstitusi. Terkait dengan dua agenda itu, pihaknya sudah menyiapkan data-data yang diperlukan untuk menghadapi gugatan.

“Kemungkinan tidak ada gugatan dalam pelaksanaan Pilkada di Grobogan. Soalnya, saat rapat pleno rekapitulasi terakhir beberapa hari lalu tidak muncul protes atau keberatan dari kedua paslon. Meski begitu, persiapan untuk menghadapi gugatan tetap kita lakukan,” katanya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Sah! Paslon Sri-Edy Resmi Menangi Pilkada Grobogan

Suasana rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di KPU Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Suasana rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di KPU Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Meski sebelumnya hasil Pilkada Grobogan 9 Desember lalu sudah diketahui publik, namun secara resmi baru terungkap hari ini, Rabu (15/12/2015).Hal ini setelah pihak KPU Grobogan selesai menggelar rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara, sekitar pukul 13.00 WIB.

Dalam rapat pleno tersebut, paslon Sri Sumarni-Edy Maryono mendapat perolehan suara akhir sebanyak 505.507 suara. Sedangkan pesaingnya, paslon Icek Baskoro-Sugeng Prasetyo memperoleh 186.401 suara.

Rapat pleno yang dipimpin langsung Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif itu dihadiri semua PPK dan anggota Panwaslu Grobogan. Kemudian, saksi dari kedua pasangan calon juga menghadiri rapat pleno di Aula Kantor KPU Grobogan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut.

Saksi dari kedua paslon saling berjabat tangan dalam acara rapat pleno (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Saksi dari kedua paslon saling berjabat tangan dalam acara rapat pleno (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

Meski ada beberapa perbaikan data, namun secara keseluruhan, jalannya rapat pleno berjalan lancar. Dari kedua kubu paslon juga tidak muncul protes terkait hasil rekapitulasi tersebut.

“Alhamdulillah, rapat pleno hari ini berjalan lancar dan aman. Kemudian, kedua pihak paslon juga bisa menerima hasil rekapitulasi tadi dan sudah membubuhkan tanda tangan,” kata Afrosin.

Menurut Afrosin, pascarekapitulasi tersebut, pihaknya masih menunggu selama tiga hari setelah hasil itu diumumkan. Yakni, untuk memberikan kesempatan jika ada pihak paslon yang akan mengajukan gugatan terkait hasil rekapitulasi akhir itu.

Jika dalam masa tiga hari tidak muncul gugatan, maka tahapan selanjutnya akan segera dilakukan. Yakni, menggelar rapat pleno penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati Grobogan terpilih yang dijadwalkan akan dilangsungkan Selasa (22/12/2015) mendatang. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Hasil Rekapitulasi Pilkada Grobogan Dikirimkan Pakai Perahu Penyeberangan

Proses pengiriman dan penarikan logistik di DesaTerkesi, Kecamatan Klambu, Grobogan,harus melalui penyeberangan dengan perahu (dok PPK Klambu).

Proses pengiriman dan penarikan logistik di DesaTerkesi, Kecamatan Klambu, Grobogan,harus melalui penyeberangan dengan perahu (dok PPK Klambu).

 

GROBOGAN – Hasil rekapitulasi penghitungan suara di tingkat PPK seluruhnya sudah dikirimkan ke KPU Grobogan. Ini menyusul sudah selesainya rekapitulasi di 19 PPK sejak 10 hingga 12 Desember, hari ini.
Pengiriman hasil rekapitulasi yang dimasukkan dalam kotak dan disegel itu dilakukan tidak bersamaan. Sebab,mulai dan selesainya proses rekapitulasi itu berlainan waktunya di tiap PPK.

Ada PPK yang mengawali proses rekapitulasi pada hari pertama atau tanggal 10 Desember. Namun, beberapa PPK baru mulai pada hari kedua (11/12).

“Jadwal rekapitulasi di level PPK memang selama tiga hari, dari 10 hingga 12 Desember. Sampai Sabtu (12/12/2015) siang tadi, semua PPK sudah menyelesaikan rekapitulasi dan mengirimkan hasilnya kesini,” kata Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif di kantornya, Sabtu.

Untuk rekapitulasi selanjutnya akan dilakukan di tingkat kabupaten. Rencananya, tahapan ini akan dilangsungkan Rabu (16/12) mendatang di Kantor KPU.

Selain hasil rekapitulasi, logistik yang dipakai untuk pelaksanaan pemungutan suara juga mulai ditarik dari kecamatan ke KPU. Semua logistik ini, nantinya langsung disimpan dan diamankan di Gudang KPU di Jalan Tendean, Purwodadi.

Sama seperti saat pengiriman, dalam penarikan logistik ini KPU juga menggandeng kerjasama dengan PT Pos. Rencananya, proses penarikan logistik ini akan selesai dalam tiga hari. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Partisipasi Pemilih Grobogan Tak Mampu 100 Persen

Anggota KPU Grobogan dan pegawai sekretariat tengah sibuk memasukkan data dari Formulir C1. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota KPU Grobogan dan pegawai sekretariat tengah sibuk memasukkan data dari Formulir C1. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Selain berlangsung aman, tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada 9 Desember dinilai cukup menggembirakan. Dari hasil entri data sementara yang dilakukan KPU Grobogan, angka partisipasi pemilih sudah mencapai 66,14 persen.

“Target lokal yang kita tetapkan, angka partisipasi pemilih ini sebesar 65 persen. Tetapi untuk target nasional sebesar 77,5 persen belum bisa terpenuhi. Meski demikian, angka partisipasi pemilih pada Pilkada kali ini saya nilai cukup bagus,” kata Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif.

Menurutnya, dari entri data C1 yang sudah mencapai 99 persen tersebut, jumlah pengguna hak pilih ada 700.296 orang. Terdiri dari 390.256 perempuan dan 299.084 laki-laki. Sementara jumlah pemilih keseluruhan ada 1.058.775 orang.

Kemudian, tingkat kesalahan pencoblosan yang menyebabkan suara tidak sah juga cukup minim. Sejauh ini, suara tidak sah hanya sekitar 10.989 saja.

“Rekapitulasi suara atau entri data berdasarkan formulir C1 yang sudah ditetapkan KPPS ini bersifat sementara dan bukan hasil final. Untuk rekapitulasi akhir nanti akan kita lakukan 16 Desember mendatang,” jelasnya.

Afrosin menjelaskan, tren partisipasi pemilih memang cenderung menurun. Pada Pilkada Grobogan tahun 2006, angka partisipasinya bisa sampai 70 persen. Kemudian, dalam Pilkada tahun 2011 lalu, tingkat partisipasi pemilih turun jadi 67,6 persen.

Pada pemilihan Gubernur Jateng juga terjadi angka penurunan partisipasi pemilih. Yakni, dari 50,74 persen pada Pilgub 2008 menjadi 45,73 persen dalam Pilgub terakhir tahun 2013. Untuk pemilu legislatif dan Pilpres angka partisipasi pemilih trennya juga menurun.

Sementara itu, dari hasil entri data yang bisa diakses melalui alamat https://pilkada2015.kpu.go.id/grobogankab, perolehan suara paslon Sri Sumarni-Edy Maryono sudah bisa dipastikan tidak terkejar oleh paslon Icek Baskoro-Sugeng Prasetyo. Dimana, perolehan suara Sri-Edy sudah mendapat 501.579 (73,09 persen) dan Icek-Sugeng mendulang 184.671 atau 26,91 persen. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

PILKADA GROBOGAN : Sri Jungkalkan Incumbent, Kuasai Suara di 18 Kecamatan

Paslon Sri-Edy saat menyampaikan visi misi di KPU Grobogan beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Paslon Sri-Edy saat menyampaikan visi misi di KPU Grobogan beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Perolehan suara paslon nomor urut 2, Sri Sumarni-Edy Maryono nampaknya tidak akan terkejar. Pasalnya, dari 19 kecamatan yang ada, paslon Sri-Edy menang telak di 18 kecamatan.

Dari data sementara yang dihimpun dari berbagai sumber, satu-satunya kecamatan yang dimenangkan paslon nomor urut 1 Icek Baskoro-Sugeng Prasetyo adalah Kecamatan Klambu. Selisih suara Icek-Sugeng dengan Sri-Edy di Klambu sekitar 1.000 suara saja.

Total perolehan suara Sri-Edy di 19 Kecamatan sebanyak 505.709. Sementara pesaingnya Icek-Sugeng mendapat 186.950 suara. Selisih suara yang didapat Icek-Sugeng terpaut 318.759 suara. Jika diprosentase, perolehan suara Sri-Edy berkisar 73 persen dan Icek-Sugeng 27 persen.

Sementara data yang sudah masuk ke KPU RI dengan total data yang masuk 99,49 % dari 2.326 TPS, Sri-Edi meraih suara 499.150 suara atau persentasenya 73,08%. Sedangkan Icek-Sugeng hanya meraih 183.908 suara atau persentasenya 26,92%.

HM Nurwibowo, Ketua Tim Kampanye Sri-Edy meminta kepada semua pendukungnya agar tetap menjaga iklim kondusif yang sudah berhasil tercpita hingga pelaksanaan Pilkada. Menurutnya, dalam pemilihan demokrasi memang harus ada yang menang dan kalah. Namun, dia menilai bahwa yang menang dalam Pilkada ini adalah seluruh masyarakat Grobogan.

Menurutnya, dari hasil rekapitulasi yang dilakukan, pasangan Sri-Edy memang unggul di hampir semua kecamatan. “Sejak awal kita memang menargetkan untuk menang. Jadi, kita berupaya keras untuk mencapai target tersebut,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

PILKADA GROBOGAN : PPK Mulai Lakukan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara

Anggota PPK Kecamatan Purwodadi tengah mempersiapkan proses rekapitulasi hasil penghitungan suara (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota PPK Kecamatan Purwodadi tengah mempersiapkan proses rekapitulasi hasil penghitungan suara (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Sehari pascapelaksanaan pemungutan suara, pihak PPK di kecamatan mulai melakukan proses rekapitulasi hasil penghitungan suara. Hampir semua PPK secara serentak mulai melakukan proses rekapitulasi penghitungan suara pada hari ini, Kamis (10/12/2015).

”Jadwal rekapitulasi di tingkat PPK selama tiga hari. Mulai hari ini sampai 12 Desember mendatang,” kata Ketua KPU Afrosin Arif.

Menurutnya, proses rekapitulasi di PPK memang sebagian besar dilakukan pada hari ini. Jika hari ini belum selesai maka diteruskan besok dan lusa sesuai jadwal rekapitulasi di PPK.

Beberapa PPK ada yang baru mulai melakukan rekapitulasi Jumat (11/12/2015) besok. Jika dalam satu hari besok tidak selesai maka dilanjutkan pada hari terakhir, Sabtu (12/12/2015).

“Untuk jadwal rekapitulasi di level kabupaten dilakukan 16 -18 Desember. Namun, kami rencananya akan melangsungkan rekapitulasi pada 16 Desember,” jelasnya.

Sementara itu, dari pantauan di lapangan, PPK yang melaksanakan rekapitulasi hasil penghitungan suara pada hari ini salah satunya di Kecamatan Purwodadi. Pelaksanaan rekapitulasinya dilangsungkan di Aula Kantor Kecamatan Purwodadi.

Proses rekapitulasi di level PPK Purwodadi ini mendapat pengamanan cukup ketat dari pihak kepolisian. Sedikitnya ada 10 petugas keamanan yang ikut menjaga proses rekapitulasi disitu.

Bahkan, Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto sempat ikut memonitor rekapitulasi di Kecamatan Purwodadi tersebut bersama beberapa perwira.

“Dari pagi tadi, saya sudah memantau di beberapa PPK. Sejauh ini, kondisi pascapelaksanaan pemungutan suara masih tetap aman dan terkendali,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Biar Pilkada Grobogan Tak Curang, Panwaslu Kerahkan Ribuan Pengawas

Warga melakukan pemilihan di salah satu TPS di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga melakukan pemilihan di salah satu TPS di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Pelaksanaan Pilkada hari ini, Rabu (9/12/2015) mendapat perhatian serius dari Panwaslu setempat. Ini terkait dengan diterjunkannya 2.338 petugas untuk mengawasi gawe besar untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati Grobogan periode 2016-2021 tersebut.

“Jumlah petugas pengawas lapangan (PPL) yang kita siapkan sesuai banyaknya TPS. Jadi tiap satu TPS nanti ada satu orang pengawas,” kata Ketua Panwaslu Grobogan Agus Purnama.
Dijelaskan, PPL tersebut diambil dari warga yang dekat dengan lokasi pengawasan. Meski demikian, ada salah satu syarat utama untuk jadi PPL tersebut.

Yakni, tidak punya hubungan suami/istri dengan penyelenggara pemilu yang lainnnya. Seperti, PPK, PPS atau KPPS.

Agus menambahkan, selain melakukan tugas pengawasan, PPL juga akan mencatat hasil penghitungan suara. Diharapkan, dengan adanya bantuan petugas tersebut bisa meminimalisasi pelanggaran dalam pelaksanaan Pilkada. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Warga Grobogan Berduyun-duyun dan Antre di TPS Jam Ini

Warga mengantre di TPS di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga mengantre di TPS di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Hari ini, Rabu (9/12/2015), sebanyak 1.062.868 orang warga Grobogan memilih bupati dan wakilnya. Jumlah itu sesuai dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten Grobogan yang ditetapkan KPU setempat.

Rinciannya, jumlah tersebut terdiri dari, 527.885 laki-laki dan 534.983 perempuan. Pantauan hari ini misalnya di kampung Jengglong Barat, Purwodadi, sudah ramai sejak pagi.

Antusiasme warga untuk menggunakan hak pilihnya dalam pilkada terlihat cukup menggembirakan. Indikasinya, sejak pagi hari mereka sudah datang menuju TPS untuk mencoblos. Bahkan, sebagian ada yang datang sebelum TPS dibuka, mulai pukul 07.00 WIB.

“Saya sengaja datang gasik buat nyoblos. Soalnya, siang nanti saya harus pergi ke luar kota,” kata Riswati, warga Jengglong Barat, Purwodadi.

Dari informasi yang dihimpun dari berbagai pihak, waktu pagi hari hingga menjelang pukul 09.00 WIB tampaknya jadi pilihan warga untuk menggunakan hak pilihnya. Di mana, angka partisipasi pemilih yang datang ke TPS sudah mencapai 20 persen. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Hujan Deras, KPPS diminta Amankan Logistik Pilkada

Meski hujan, TPS di Jengglong Barat, Purwodadi sudah berhasil didirikan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Meski hujan, TPS di Jengglong Barat, Purwodadi sudah berhasil didirikan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Seruan Bupati Grobogan Bambang Pudjiono agar mewaspadai kondisi cuaca terbukti. Hal ini terkait dengan turunnya hujan deras di wilayah Grobogan, sejak pukul 14.00 WIB. Hingga selepas Maghrib, hujan belum kunjung berhenti.

Turunnya hujan diluar prediksi ini sempat menghambat persiapan petugas KPPS dalam membuat TPS,khususnya TPS yang ditempatkan di area terbuka.

Dibeberapa TPS di area terbuka ada yang sudah selesai membuat tempat pencoblosan. Caranya, dengan menutup area TPS dengan terpal. Seperti ditiga TPS di Kampung Jengglong Barat, Purwodadi.

Sementara itu, Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif mengatakan, terkait cuaca ini pihaknya sudah meminta agar masalah pengamanan logistik pilkada diprioritaskan lebih dulu. Pihak PPS dan KPPS diminta untuk menempatkan logistik pada lokasi yang aman.

Untuk lokasi TPS yang ada di area terbuka diminta digeser ke lokasi terdekat yang lebih aman jika kondisi disitu tidak memungkinkan.

“TPS di lokasi terbuka yang ada di halaman rumah atau kantor ini jumlahnya 35 titik. Sampai saat ini, kami masih memantau terus kondisi dilapangan. Sejauh ini belum ada kendala yang dilaporkan oleh PPK, PPS dan KPPS,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

TPS Pilkada Grobogan Jika Nanti Diguyur Hujan, KPU Akan Siapkan Trik Ampuh

TPS jika Dihujani FOTO (e)

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif menyampaikan paparan kesiapan pelaksanaan Pilkada dalam Rakor Terpadu Bidang Politik dan Keamanan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Seruan Bupati Grobogan Bambang Pudjiono agar KPU mengantisipasi cuaca tampaknya cukup beralasan. Karena dalam penyelenggaraan Pilkada, Rabu 9 Desember mendatang ada banyak TPS yang ditempatkan di ruangan terbuka.

“Jumlah TPS keseluruhan ada 2.338 titik. Dari jumlah ini, ada 35 TPS yang ada di area terbuka. Yakni, di halaman rumah, kantor, balai desa dan halaman sekolah,” kata Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif dalam Rakor Terpadu Bidang Politik dan Keamanan jelang pelaksanaan Pilkada yang dilangsungkan di Pendopo Kabupaten, Senin (7/12/2015).

Afrosin menjelaskan, sebagian besar TPS untuk pilkada nanti ditempatkan di rumah penduduk atau lahan milik pribadi. Totalnya mencapai 1.181 TPS atau 50,5 %. Kemudian, 1.122 TPS atau 48 %, berada di gedung pemerintah. Seperti rumah dinas, kantor, balai desa, aula kantor, dan GOR. Sedangkan sisanya sebanyak 35 TPS atau 1,5 % ada di area terbuka.

Menurutnya, sebagian panitia ada yang sudah mulai mempersiapkan TPS. Namun, sebagian lainnya akan mendirikan TPS Selasa siang (8/12/2015) khususnya yang ditempatkan di sekolah. Sebab, pagi harinya sekolah tersebut masih dipakai untuk ujian siswa.

”Besok sore, masalah TPS kemungkinan sudah clear semua. Untuk TPS di area terbuka, jika ada kendala cuaca akan kita geser ke lokasi aman terdekat,” jelasnya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Masuk Masa Tenang, Atribut Kampanye di Grobogan Dicopot

Petugas tengah melakukan penertiban atribut di Simpang Lima Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas tengah melakukan penertiban atribut di Simpang Lima Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Atribut kampanye pasangan calon peserta pilkada 9 Desember mendatang yang terpasang diberbagai titik, hari ini mulai dicopot. Pencopotan atribut itu dilakukan Panwaslu bekerja sama dengan pihak Satpol PP dan kepolisian.

“Hari ini sudah masuk masa tenang sampai Selasa. Jadi, dalam masa tenang ini semua alat peraga kampanye kita turunkan,” kata Ketua Panwaslu Grobogan Agus Purnama, saat memantau penurunan baliho di bundaran Simpang Lima Purwodadi, Minggu (6/12/2015).

Menurut Agus, penurunan atribut kampanye itu dilakukan serentak pada hari ini. Temasuk atribut yang terpasang di tiap kecamatan dan desa-desa.

“Penurunan atribut ini kita mulai pukul 08.00 WIB. Kita harapkan sampai sore nanti kegiatan ini sudah beres,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Gara-gara Ulahnya, Cawabup Sugeng Prasetyo Dapat Peringatan Keras

Juru bicara tim Gakkumdu Hartono (kiri) didampingi Ketua Panwaslu Grobogan Agus Purnama dan anggota lainnya M Syahirul Alim dalam konferensi pers di Kantor Panwaslu Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Juru bicara tim Gakkumdu Hartono (kiri) didampingi Ketua Panwaslu Grobogan Agus Purnama dan anggota lainnya M Syahirul Alim dalam konferensi pers di Kantor Panwaslu Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Sanksi berupa peringatan keras diberikan buat Calon Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prsetyo. Sanksi ini dikeluarkan oleh Tim Gakkumdu Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Grobogan 2015, menyusul kasus pembagian uang terhadap narapidana di Rutan Purwodadi yang dilakukan Sugeng ketika melangsungkan kampanye terbuka, Minggu (29/11/2015) lalu.

“Sanksi ini sudah berdasarkan kajian yang kita lakukan bersama. Yakni, dengan unsur kepolisian dan kejaksaan,” jelas juru bicara tim Gakkumdu Hartono dalam konferensi pers sore tadi di Kantor Panwaslu Grobogan. Saat menyampaikan penjelasan pada wartawan, Hartono didampingi Ketua Panwaslu Grobogan Agus Purnama dan anggota lainnya M Syahirul Alim.

Menurut Hartono, beberapa hari sebelumnya, Sugeng Prasetyo sudah dimintai keterangan seputar tindakan yang dilakukan saat kampanye terbuka. Dan, yang bersangkutan mengakui jika memberikan uang sebesar Rp 50 ribu pada narapidana yang ada di rutan tersebut.

Meski demikian, pihaknya cukup kesulitan untuk menjerat Sugeng dengan sanksi yang lebih berat. Sebab, tidak ada pasal yang bisa dikenakan untuk kasus pelanggaran yang dilakukan cawabup nomor urut 1 tersebut.

Lebih lanjut Hartono menjelaskan, pada pasal 73 ayat 1 dalam UU No 1 tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur Bupati dan Walikota menerangkan, bahwasanya dalam pasal ini hanya menyebutkan jika calon dan atau tim kampanye dilarang menjanjikan dan atau memberikan uang atau materi lainnya untuk mempengaruhi pemilih. Dalam pasal ini, tidak mengatur soal adanya sanksi terhadap pihak yang melakukan pelanggaran.

“Dalam pasal 149 KUHP yang mengatur pelanggaran pemilu tidak bisa diterapkan. Sebab, dalam pasal itu mengatur jika pelanggaran (pembanguian uang) dilakukan saat hari pemungutan suara. Sementara peristiwa yang dilakukan Sugeng Prasetyo tidak dilakukan pada hari H. Oleh sebab itu sanksi yang kita berikan berupa peringatan keras,” kata Hartono. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Seribu Polisi Amankan Kampanye Calon Bupati Grobogan Ini

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyapa peserta jalan sehat di Stadion Kuripan, Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Calon Bupati Grobogan Sri Sumarni menyapa peserta jalan sehat di Stadion Kuripan, Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Hari terakhir masa kampanye, Sabtu (5/12/2015) dimanfaatkan pasangan calon Sri Sumarni-Edy Maryono untuk unjuk kekuatan. Di mana, pasangan nomor urut dua ini melangsungkan kampanye terbuka dengan menggelar jalan sehat di tujuh titik. Masing-masing di Purwodadi, Godong, Geyer, Gubug, Tanggungharjo, Wirosari, dan Kradenan.

“Hari ini memang jadwal kita untuk menggelar kampanye terbuka. Untuk kegiatan hari ini kita gelar sekaligus di tujuh titik dan diikuti berbagai kalangan,” kata Ketua Tim Kampanye HM Nurwibowo.

Dalam kegiatan ini, pihaknya juga menghadirkan juru kampanye dari pusat. Antara lain, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding dan Sekjen PBNU Helmi Faisal.

Pada kesempatan itu, Nurwibowo berharap agar masyarakat memberikan hak suaranya dalam Pilkada 9 Desember nanti. Dia juga mengimbau para pendukung serta simpatisan untuk menjaga kondusivitas karena besok sudah memasuki hari tenang.

Sementara itu, dari pantauan di lapangan, pelaksanaan jalan sehat yang dilangsungkan di Purwodadi berlangsung meriah. Ribuan orang ikut dalam jalan sehat yang titik akhirnya dipusatkan di Stadion Kuripan tersebut. Jalan sehat di kawasan kota ini dibuka langsung oleh Calon Bupati Grobogan Sri Sumarni.

Jalan sehat di kota itu menempuh rute sekitar 2 km. Dimulai dari Stadion Kuripan menuju Jalan A Yani-Jalan Untung Suropati-Jalan Soponyono-Jalan R Suprapto, kembali ke Jalan A Yani hingga tempat finish di stadion lama tersebut. Beragam doorprize disediakan buat peserta jalan sehat.

Pelaksanaan kampanye terakhir di tujuh lokasi yang berbeda tersebut juga mendapat pengamanan ketat dari pihak kepolisian. Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto menyatakan, dalam pengamanan kampanye tersebut pihaknya menerjunkan 1.000 personel.

“Selain dari Polres, kita juga dapat bantuan perkuatan dari Brimob Polda, Brimob Pati dan Dalmas Polda. Jumlah personel pengamanan 1.000 personel yang disebar di tujuh titik kegiatan kampanye,” jelasnya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Polda Jateng Mulai Cium Aroma Penjahat Pilkada di Grobogan

AKBP Enriko Sugiharto Silalahi (kanan) dari Tim Was Ops OMC Polda Jateng saat berada di Kantor Panwaslu Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

AKBP Enriko Sugiharto Silalahi (kanan) dari Tim Was Ops OMC Polda Jateng saat berada di Kantor Panwaslu Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Beberapa hari menjelang bergulirnya Pilkada 9 Desember mendatang, Tim Was Ops OMC Polda Jateng melakukan kunjungan kerja ke Grobogan, Jumat (4/12).

Salah satu agendanya adalah untuk pengawasan kesiapan Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) di Kabupaten Grobogan. Selain menyambangi Kantor Panwaslu yang juga menjadi posko Gakkumdu, tim dari Polda Jateng yang dipimpin AKBP Enriko Sugiharto Silalahi itu juga mengunjungi Kantor KPUD Grobogan.

“Kedatangan kami kesini untuk monitoring kesiapan dari gakkumdu di kabupaten dalam menghadapi pilkada nanti. Seperti cara menangani permasalahan yang sudah ada, dan bagaimana mengantisipasinya,” kata Enriko didampingi Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Ariyanto yang ikut mendampingi tim dari Polda Jateng tersebut.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Grobogan Agus Purnama mengatakan, hingga saat ini kondisi menjelang pelaksanaan pilkada dinilai masih cukup kondusif. Namun, pihaknya tetap mengajak kepolisian agar dapat pengawalan dan pengamanan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kedatangan tim dari Polda Jateng ke kantor Panwas. Kami berharap kerja sama ini tetap berlanjut untuk mengawal dan mengamankan pilkada nanti,” katanya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Ini Hubungan Khotbah Jumat dengan Pilkada Grobogan

Komisioner KPU Grobogan Jati Purnomo menunjukkan buletin yang disiapkan untuk materi khotbah Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Komisioner KPU Grobogan Jati Purnomo menunjukkan buletin yang disiapkan untuk materi khotbah Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Beragam cara terus dilakukan KPU Grobogan untuk menaikkan angka partisipasi pemilih pada Pilkada 9 Desember mendatang. Selain melakukan sosialisasi ke berbagai elemen masyarakat, KPU juga mengajak warga untuk menggunakan hak pilih melalui khotbah Jumat di masjid-masjid.

“Untuk sarana sosialisasi, kita membikin buletin khotbah Jumat sebanyak 4 ribu lembar. Buletin ini kita sebar ke semua masjid di Kabupaten Grobogan,” kata Komisioner KPU Grobogan Jati Purnomo.

Menurutnya, buletin tersebut sudah disalurkan sejak pertengahan November lalu. Oleh sebab itu, saat hari Jumat pada pertengahan November, sebagian khatib sudah ada yang mengangkat tema dalam buletin tersebut. Namun, dari laporan yang masuk kebanyakan materi khotbah itu banyak disampaikan pada Jumat terakhir sebelum Pilkada atau hari ini tadi.

Dijelaskan, tema buletin itu bersifat umum. Yakni, memilih pemimpin, menentukan masa depan. Adapun isinya secara singkat memberikan gambaran bahwa agama Islam memandang sebuah kepemimpinan sebagai sesuatu yang sangat penting dan mendasar. Sebab, pemimpin merupakan salah satu penentu arah perjalanan hidup umat.

Jati berharap, beragam upaya yang dilakukan sejauh ini akan membawa dampak positif. Yakni, meningkatnya angka partisipasi pemilih pada pilkada nanti. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Satu Juta Surat Suara untuk Pilkada Grobogan Sudah Sampai di PPK

Logistik surat suara diturunkan petugas di PPK Kecamatan Karangrayung (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Logistik surat suara diturunkan petugas di PPK Kecamatan Karangrayung. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Pengiriman logistik utama pilkada berupa surat suara ke tingkatan PPK dilakukan KPU Grobogan hari ini, Jumat (4/12/2015). Sebanyak satu juta lebih surat suara dikirimkan dari kantor KPU mulai pukul 08.00 WIB.

Pengiriman surat suara dilakukan menggunakan dua kendaraan besar dan satu mobil milik PT POS Purwodadi. Tiap kendaraan pengangkut logistik ke PPK dikawal dua mobil pengawal dari kepolisian, di depan dan belakang.

Pendistribusian logistik tiga rute sesuai jumlah kendaraan. Satu mobil boks mengirim surat suara ke Kecamatan Toroh, Geyer, Pulokulon, Kradenan, Gabus, Wirosari, Ngaringan, dan Tawangharjo. Mobil boks satunya mengantar ke Kecamatan Penawangan, Godong, Gubug, Karangrayung, Kedungjati, Tanggungharjo, dan Tegowanu. Sedangkan armada mobil mengantar ke Kecamatan Purwodadi, Grobogan, Brati, dan Klambu.

Sekitar pukul 11.00 WIB, hampir semua logistik surat suara sudah tiba di PPK. Diperkirakan, pendistribusian ke PPK sudah sampai seluruhnya di tiap PPK.

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif menyatakan, pendistribusian surat suara memang dijadwalkan dilakukan serempak pada hari ini. Untuk pendistribusian surat suara tersebut pihaknya menggandeng kerjasama dengan PT POS.

“Pengiriman logistik pada hari ini kita jadwalkan sudah harus rampung. Untuk pengiriman surat suara dari PPK ke PPS jadwalnya tanggal 6 dan 7 Desember,” kata Afrosin. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Tim Polda Jateng Cek Kesiapan Pengamanan Pilkada

Karo Ops Kombes Subandi sedang mengecek kesiapan pengamanan pilkada Grobogan (Humas Polres Grobogan)

Karo Ops Kombes Subandi sedang mengecek kesiapan pengamanan pilkada Grobogan (Humas Polres Grobogan)

GROBOGAN – Pelaksanaan Pilkada serentak yang dihelat 9 Desember mendapat perhatian serius dari Polda Jateng. Hal ini, terkait dengan adanya kunjungan tim dari Polda Jateng Kamis malam (03/12/2015) di Polres Grobogan.

Kedatangan tim dari Polda Jateng tersebut dipimpin Karo Ops Kombes Subandi. Tujuan utama tim tersebut ke Polres Grobogan adalah untuk melakukan pengecekan langsung kesiapan dalam pengamanan Pilkada serentak. Selain itu, kunjungan itu dilakukan dalam rangka asistensi terkait situasi yang dihadapi dalam Pilkada nanti.

Karo Ops Polda Jateng Kombes Subandi menyatakan, kapolres dan pejabat utama Polres Grobogan diminta untuk lebih waspada menjelang pelaksanaan Pilkada mendatang. Jika membutuhkan tambahan bantuan perkuatan personel, maka diminta segera berkoordinasi dengan Biro Ops. Sebab, ada beberapa kabupaten yang tidak melaksanakan Pilkada sehingga bisa diperbantukan di Polres Grobogan.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Grobogan Kompol Jenda Pulung menambahkan, supervisi tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap pelaksanaan operasi Kepolisian. Tujuannya agar setiap operasi sesuai dengan prosedur serta standar operasi yang berlaku.

”Supervisi dari Polda Jateng merupakan agenda rutin. Tujuan utamanya adalah memastikan agar setiap operasi sudah dilakukan sesuai prosedur,” katanya. (DANI AGUS/TITIS W)

Panwas Grobogan Janji Tindak Tegas Pelanggaran Pilkada

Anggota Panwascam se-Kabupaten Grobogan tengah menyimak materi yang disampaikan narasumber dalam rakor (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Panwascam se-Kabupaten Grobogan tengah menyimak materi yang disampaikan narasumber dalam rakor (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Ketua Panwaslu Grobogan Agus Purnama menyatakan, pihaknya siap melakukan tindakan tegas terhadap kasus pelanggaran yang berkaitan dengan penyelenggaraan pilkada. Hal itu disampaikan Agus saat menggelar rakor penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa dalam Pilkada tahun 2015 Kamis (3/12) di Rumah Makan Sukarasa, Kecamatan Toroh.

“Kami siap bertindak tegas jika ada pihak yang melakukan pelanggaran pilkada. Jika ada temuan atau laporan berkaitan dengan pelanggaran pilkada pasti kita tindak lanjuti,” kata Agus.

Terkait dengan masalah tersebut, pihaknya membekali para anggota panwascam dalam penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa pilkada melalui rakor tersebut. Selain dari panwas kabupaten, pihaknya juga menghadirkan pihak kejaksaan dan kepolisian sebagai nara sumber dalam rakor tersebut.

Dia menyatakan, selain memberikan pemahaman pada anggota panwascam, rakor tersebut juga bertujuan untuk menyukseskan pilkada yang bersih dan bebas dari berbagai kecurangan dan pelanggaran. “Jika menemukan adanya pelanggaran agar secepatnya melaporkan supaya dapat ditindaklanjuti,” pungkasnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Musim Pilkada, Pengusaha Digital Printing Kecipratan Rezeki

Angga pemilik usaha digital printing UFO Studio Purwodadi yang tengah mencetak banner salah satu pasangan Pilkada. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Angga pemilik usaha digital printing UFO Studio Purwodadi yang tengah mencetak banner salah satu pasangan Pilkada. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Pelaksanaan Pilkada yang dilaksanakan 9 Desember mendatang ternyata membawa dampak bagi banyak orang. Salah satunya adalah pengusaha digital printing.

Pasalnya, menjelang Pilkada banyak order yang mereka dapatkan. Baik dari pasangan calon maupun lembaga penyelenggara Pilkada, seperti KPU dan Panwaslu setempat.

”Alhamdulillah, menjelang Pilkada saya dapat order lumayan. Kebanyakan order yang masuk berupa banner dan spanduk,” kata Angga, pengusaha digital printing UFO Studio Purwodadi.

Meski demikian, order didapat masih kalah jauh dibandingkan dengan pemilu legislatif (pileg). Soalnya, saat pileg itu semua calon pasti bikin alat peraga kampanye sendiri. Padahal jumlah calon ada ratusan orang di semua daerah pemilihan.

Menurutnya, order digital printing justru lebih banyak didapat sebelum paslon ditetapkan oleh KPU. Dimana, saat itu banyak pesanan order banner dan spanduk untuk sarana pengenalan kandidat yang akan maju dalam Pilkada. Setelah ditetapkan, pembuatan sarana sosialisasi diatur dan disediakan oleh KPU. (DANI AGUS/TITIS W)

Ratusan Surat Suara untuk Pilkada Grobogan Dibakar

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif (baju biru) melakukan pemusnahan surat suara rusak (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif (baju biru) melakukan pemusnahan surat suara rusak (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Ratusan surat suara untuk kebutuhan Pilkada Grobogan dibakar di halaman depan Kantor KPU Grobogan, Senin (30/11/2015). Pembakaran surat suara itu dilakukan langsung Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif dan disaksikan oleh Panwaslu dan pihak kepolisian.

“Surat suara yang kita bakar ini kondisinya rusak, sehingga tidak bisa digunakan dalam pilkada nanti. Untuk itu, semua surat suara rusak ini kita musnahkan agar tidak disalahgunakan,” katanya.

Menurut Afrosin, jumlah surat suara rusak yang dimusnahkan ada 556 lembar. Surat suara rusak ini ditemukan saat dilakukan proses penyortiran beberapa hari sebelumnya. Surat suara yang rusak ini antara lain ada sobekan, kertasnya berkerut, dan tintanya luntur.

Dijelaskan, pemusnahan surat suara itu mengacu pada Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2015 Tentang Norma Standar Prosedur Kebutuhan Pengadaan dan Pendistribusian Perlengkapan Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, dan atau Walikota/Wakil Walikota.

Pada pasal 40 ayat (1) Peraturan KPU itu disebutkan, KPU propivinsi/kabupaten/kota melakukan pemusnahan surat suara yang rusak dan surat suara yang melebihi kebutuhan. Kemudian pada ayat (2) menyebutkan, pemusnahan surat suara dilakukan dengan disaksikan oleh kepolisian negara dan Panwas setempat. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Duh Senengnya Bisa Beli Beras dari Hasil Lipat Surat Suara

Tenaga sortir dan lipat surat suara Pilkada Grobogan sedang menerima honor yang diberikan staf KPU.(MuriaNewsCom/Dani Agus)

Tenaga sortir dan lipat surat suara Pilkada Grobogan sedang menerima honor yang diberikan staf KPU.(MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Rona ceria terlihat dari wajah Liswati, salah seorang petugas penyortiran dan pelipatan surat suara di KPU Grobogan. Pasalnya, honor yang didapat selema empat hari bekerja, bisa dibelikan beras untuk kebutuhan keluarganya.

“Alhamdulillah, hari ini bisa dapat honor lumayan banyak. Selain untuk beli beras, honor ini bisa buat bayar sekolah anak,” kata ibu rumah tangga itu.

Komentar berbeda dilontarkan Yunan, tenaga sortir lainnya. Menurutnya, honor yang didapat rencananya akan dipakai buat beli HP. Soalnya, sejak beberapa minggu lalu, HP yang dimiliki sudah rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi.

Setelah proses penyortiran dan pelipatan selesai, tenaga yang dikerahkan memang langsung mendapatkan honor dari KPU Grobogan. Meski demikian, sebelumnya petugas mencatat rekap perolehan surat suara yang dilipat tenaga penyortir tersebut.

Dari pantauan di KPU, honor yang diterima tiap orang bervariasi. Tergantung banyaknya surat suara yang berhasil dilipat selama empat hari. Honor paling sedikit berkisar Rp 133 ribu dan paling tinggi bisa mencapai Rp 350 ribu per orang.

“Honor buat tenaga sortir sekaligus lipat surat suara memang langsung kita serahkan begitu pekerjaan rampung. Dalam kegiatan ini, sekitar 150 orang yang kita kerahkan,” kata Sekretaris KPU Grobogan Amin Nur Hatta. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Penyortiran dan Pelipatan Kelar, Ditemukan 556 Lembar Surat Suara Rusak

Proses pelipatan surat suara (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Proses pelipatan surat suara (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Proses penyortiran dan pelipatan surat suara yang dilakukan KPU Grobogan sejak Jumat (20/11/2015) akhirnya tuntas sore tadi. Lebih dari satu juta surat suara sudah selesai disortir dan dilipat dan selanjutnya siap dikirimkan ke tingkat kecamatan atau PPK.

“Proses sortir dan lipat surat suara bisa selesai sesuai target yang kita tetapkan, yakni selama empat hari. Untuk pendistribusian surat suara ke PPK belum kita tentukan waktunya, kemungkinan akhir bulan ini atau awal Desember,” kata Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif.

Menurutnya, sebelum dikirim, surat suara tersebut akan dimasukkan dalam sampul terlebih dahulu. Jumlahnya juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing PPK. Namun yang pasti, maksimal tanggal 5 Desember atau H-4, semua surat suara sudah sampai di PPK.

Ia menjelaskan, dalam proses penyortiran yang dilakukan selama empat hari, dari 1.090.551 surat suara ditemukan 556 lembar surat suara rusak. Surat suara rusak ini dipastikan tidak akan digunakan dalam pelaksanaan Pilkada 9 Desember mendatang. Sementara surat suara yang kondisinya baik ada 1.089.995 lembar.

“Dalam proses penyortiran memang sudah ditemukan surat suara yang dikategorikan rusak tetapi prosentasenya sangat kecil dari jumlah surat suara keseluruhan. Surat suara yang rusak ini antara lain, ada sobekan, kertasnya berkerut, dan tintanya luntur,” katanya.

Ditambahkan, jumlah surat suara yang diterima dari PT Pura Kudus beberapa hari sebelumnya, totalnya sebanyak 1.092.551 lembar yang dikemas dalam 275 boks. Rinciannya, sebanyak 1.090.551 lembar untuk kebutuhan Pilkada nanti. Sedangkan 2.000 lembar lagi disiapkan khusus jika ada pemungutan suara ulang yang harus dilakukan. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Duh Jelang Pilkada Grobogan Malah Ratusan Lembar Surat Suara Rusak

Anggota relawan demokrasi (Relasi) KPU Grobogan Adi Sucipto menunjukkan beberapa surat suara rusak yang ditemukan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota relawan demokrasi (Relasi) KPU Grobogan Adi Sucipto menunjukkan beberapa surat suara rusak yang ditemukan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

G

ROBOGAN – Dalam proses penyortiran yang dilakukan sejak Jumat (20/11) hingga Minggu (22/11), ditemukan ratusan surat suara rusak. Totalnya ada 488 lembar. Surat suara rusak ini dipastikan tidak akan digunakan dalam pelaksanaan Pilkada 9 Desember mendatang.

“Dalam proses penyortiran memang sudah ditemukan surat suara yang dikategorikan rusak tetapi persentasenya sangat kecil dari jumlah surat suara keseluruhan. Surat suara yang rusak ini antara lain, ada sobekan, kertasnya berkerut, dan tintanya luntur,” kata Sekretaris KPU Grobogan Amin Nur Hatta.

Ia menjelaskan, jumlah surat suara yang diterima dari PT Pura Kudus beberapa hari sebelumnya, totalnya sebanyak 1.092.551 lembar yang dikemas dalam 275 boks. Rinciannya, sebanyak 1.090.551 lembar untuk kebutuhan Pilkada nanti. Sedangkan 2.000 lembar lagi disiapkan khusus jika ada pemungutan suara ulang yang harus dilakukan.

Sampai Minggu sore, surat suara yang sudah disortir dan dilipat mencapai 725.735 lembar. Sisa surat suara yang belum disortir dan dilipat akan diselesaikan Senin besok.

“Proses sortir kita mulai dari jam 08.00 sampai 16.00 WIB. Sekitar 150 yang kita libatkan untuk menyortir dan melipat surat suara. Kegiatan ini kita targetkan sudah harus rampung dalam empat hari,” jelasnya.

Ditambahkan, dalam penyortiran dan pelipatan ada pula anggota relawan demokrasi (Relasi) KPU Grobogan yang ikut mengawasi. Di samping itu, kegiatan ini juga mendapat pengamanan dari pihak kepolisian. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)