Sertijab Bupati Blolra, Ihwan Singgung Wibawa Kepemimpinan Kokok

Penandatanganan Sertijab Bupati Blora Djoko Nugroho (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Penandatanganan Sertijab Bupati Blora Djoko Nugroho (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

MuriaNewsCom, Blora – Setelah dilantik pada 17 Februari lalu, pada Selasa (23/02/2016) digelar serah terima jabatan (sertijab) dari Penjabat Bupati Blora, Ihwan Sudrajat kepada Bupati Blora periode 2016-2021 Djoko Nugroho. Dalam sambutannya, Ihwan mengaku berterima kasih atas support dalam kepemimpinannya selama 189 hari dalam memimpin Blora.

Dalam sambutannya, Ihwan sempat menyinggung perihal wibawa kepemimpinan yang melekat pada diri Bupati Djoko Nugroho dan keluarganya. Selain memimpin untuk periode yang kedua. Pasalnya, kakak dari Djoko Nugroho, yakni Basuki Widodo (almarhum) yang juga memimpin selama dua periode di Kabupaten Blora.

”Seusai dari memimpin Blora, semoga saya mendapat tempat (jabatan baru, red) yang terbaik. Meski sekarang saya staf ahli Gubernur. Juga wibawa yang menempel pada pak Djoko Nugroho juga menempel ke saya,” kata Ihwan.

Bahkan, dalam waktu dekat ia akan menuliskan pengalaman memimpinnya ke dalam sebuah buku yang rencananya ia beri judul 189 Hari Jadi Bupati Blora, Waktu Terbaikku.

Sementara, dalam sambutannya, Djoko Nugroho mengapresiasi seluruh elemen yang ikut menjaga jalannya proses demokrasi yang sejak awal proses Pilkada hingga saat ini dirinya terpilih untuk periode kedua memimpin Blora. Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Ihwan yang selama 189 hari itu, menurutnya banyak kebijakan yang tepat.

Ia juga memuji Ihwan sebagai seorang ekonom, detail dalam penyajian kebijakan serta regulatif dalam aturan. Bahkan, ia juga sempat memberikan sedikit job dalam sambutannya dalam mengapresiasi kinerja Ihwan Sudrajat.

”Temukan saya dengan Gubernur, akan saya mintakan jabatan yang terbaik kepada Gubernur untuk pak Ihwan,” pungkas Djoko Nugroho yang disambut dengan keriuhan tamu undangan.

Dalam sertijab dihadiri seluruh komponen Forkipimda, SKPD, dan Asisten III Bidang kesejahteraan rakyat Budi Wibowo mewakili Gubernur Jawa Tengah.

Editor : Titis Ayu Winarni

Doa Ibu memang Mujarab, Tak Percaya?Ini Bukti Nyata di Blora

Sulini, ibu dari Arief rohman (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Sulini, ibu dari Arief rohman (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Arief Rohman, Wakil Bupati terpilih Blora yang pada 17 Februari mendatang akan dilantik secara bersamaan. Namun siapa sangka jika ada cerita unik tersendiri di balik kemenangannya itu.

Adalah ibu kandung Arief, Sulini.Ibunya membeberkan satu di antara rahasia sukses anaknya. Secara jujur, Sulini mengungkapkan jika dia tak pernah terbersit anak sulungnya akan jadi orang nomor dua di Blora.

“Yang pasti tak terpikirkan sebelumnya. Saya hanya ingin yang terbaik bagi anak-anak dan cucu saya,” kata Sulini kepada MuriaNewsCom saat ditemui di kediamannya di Dukuh Seren Kedungwungu, Banjarejo, Blora.

Sulini juga menuturkan jurus ampuhnya untuk Arief. Yaitu, dirinya setiap sehabis salat selalu mendoakan anaknya, untuk kebaikan anaknya. “Tidak hanya saya, namun bapak (ayah dari Arief Rohman) juga sangat serius dalam mendoakan anaknya itu,” ungkap Sulini.

Yang pasti, lanjut Sulini, ada saat-saat tertentu untuk berdoa yang dirasa mujarab. Dia menjelaskan, bahwa setiap habis salat magrib tak lupa ia melafalkan Surat Al Fatihah sebagai doa bagi anaknya itu.

Di sisi lain, Sulini mengungkapkan, ayah dari Arief setiap malam tak lupa selalu mendirikan salat tahajud. “Bapak kok yang doanya sangat berpengaruh, saya hanya baca Surat Al Fatihah sehabis salat magrib,” beber Sulini.

Editor : Akrom Hazami

Pasangan Terpilih Pilkada Blora Menunggu Bisa Dilantik Akhir Bulan

Pasangan Djoko Nugroho - Arief Rohman pemenang Pilkada Blora 2015. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Pasangan Djoko Nugroho – Arief Rohman pemenang Pilkada Blora 2015. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Pasangan Djoko Nugroho – Arief Rohman secara resmi memenangkan pilkada yang digelar di Kabupaten Blora. Tentunya mereka memiliki hutang berupa janji-janji yang sebelumnya mereka jual ketika kampanye dan harus ditepati ketika resmi setelah dilantik nanti.

Direncanakan akhir bulan ini pelantikan digelar oleh Kemendagri secara serentak, bagi daerah yang tidak ada sengketa pilkada yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi. ”Ini lagi di Jakarta, mengawal SK Mendagri agar bisa ikut pelantikan akhir bulan ini,” ujar Arief Rohman, wakil bupati kepada MuriaNewsCom (02/01/2016) melalui telepon. Berita ini sekaligus meralat berita yang sebelumnya tertulis Arief Rohman, bupati, berjudul “Pasangan Terpilih Pilkada Blora Menunggu Bisa Dilantik Akhir Bulan

Selain itu, ia juga menambahkan, keberadaaannya di Ibu kota adalah untuk mencari peluang bagi kemajuan Blora. Dengan cara melakukan lobi kepada pemerintah pusat.

Jika memang akhir bulan ini jadi dilantik, pasangan tersebut segera melakukan langkah pertama dalam kepemimpinannya. Yakni dengan melakukan konsolidasi internal dengan seluruh SKPD, Camat dalam rangka menyatukan visi dalam pembangunan Blora. ”Visi misi kita menjadi prioritas, adalah Blora lebih sejahtera dan bermartabat,” ujar Arief Rohman.

Diketahui pasangan tersebut merupakan pemenang pilkada serentak yang digelar pada 9 Desember 2015 silam. Tahapan demi tahapan telah usai dilakukan oleh penyelenggara yakni KPU Blora. Saat ini adalah masa dimana mereka menunggu kepastian yang dari Mendagri memberikan keputusan untuk dilantik secara serentak bagi daerah sebagai peserta pilkada 2015. (RIFQI GOZALI/TITIS W)

Ini Beda Pil KB dan Pilkada

Sarasehan paska pilkada yang di gelar oleh Forum Komunikasi Wartawan Blora di gedung Sasana Bhakti (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Sarasehan paska pilkada yang di gelar oleh Forum Komunikasi Wartawan Blora di gedung Sasana Bhakti (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Rentetan Pilkada Blora telah usai yang ditandai dengan ditetapkannya pasangan Djoko Nugroho-Arief Rohman oleh KPU Blora, (22/12/2015) lalu.

Selama ini, banyak dari pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih setelah resmi dilantik lupa pada janji-janjinya saat kampanye. “Apa beda antara Pil KB dengan Pilkada? Kalau Pil KB, jika lupa, jadi. Kalau Pilkada, jika jadi, lupa,’’ ujar Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kabupaten Bojonegoro, Doktor H Mundzar Fahman MM, saat menjadi narasumber Sarasehan Pascapilkada yang digelar Forum Komunikasi Wartawan Blora (FKWB) dengan tema “ Bersama Membangun Blora” di gedung Sasana Bhakti, Selasa (29/12/2015).

Menurut Mundzar, setiap pasangan calon kepala daerah wajib menyampaikan visi-misi selama masa kampanye. Jika pasangan calon terpilih, maka visi-misinya akan menjadi dokumen resmi daerah yang harus diperjuangkan realisasinya oleh pasangan calon yang bersangkutan.

Hanya saja, Mundzar Fahman yang juga mantan wartawan itu menegaskan, bupati dan wakil bupati terpilih tentunya juga tidak hanya terpaku pada pemenuhan janji-janji politiknya sebagaimana yang disampaikan dalam visi dan misinya tersebut. Kreatif, inovatif, dan responsif tentu mutlak diperlukan untuk mengubah potret Blora di masa depan yang lebih baik.

“Sebagai bupati incumbent atau petahana, Bupati Djoko Nugroho tentu sudah sangat pengalaman. Bupati sudah menguasai betul peta dan potret daerah yang dipimpinnya selama lima tahun terakhir. Ibarat kendaraan bermotor, bupati-dengan kemampuan dan pengalamannya- bisa langsung kecepatan tinggi. Keunggulan ini yang harus dioptimalkan,’’ katanya.

Sementara, Ketua Prodi Magister Ilmu Hukum Universitas Muria Kudus (UMK), Doktor Hidayatullah SH MHum yang juga sebagai narasumber pada sarasehan tersebut dalam paparannya berjudul Kebijakan Progresif dalam Membangun Daerah, mengajukan pertanyaan efektivitas pancapaian visi dan misi apakah ditentukan faktor person (kepala daerah, red) ataukan oleh sistem (pemerintahan).

Dia memberikan hipotesis bahwa faktor person penggerak yang efektif dalam sistem (pemerintahan). Dia lantas mencontohkan sejumlah kepala daerah yang berprestasi. Mereka di antaranya Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo, Walikota Bandung Ridwan Kamil serta Walikota Bogor Bima Arya. Kepala daerah tersebut pernah menerima penghargaan Bung Hatta Anti Corruption Award 2015. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

Pesaing Djoko –Arief di Pilkada Blora Tak Muncul di Pleno Penetapan Calon Terpilih

Djoko Nugroho-Arief Rohman menyampaikan sambutan dan ucapan terimakasih dalam pleno terbuka di Aula Gedung PKPRI Blora (MuriaNewsCOm/Rifqi Gozali)

Djoko Nugroho-Arief Rohman menyampaikan sambutan dan ucapan terimakasih dalam pleno terbuka di Aula Gedung PKPRI Blora (MuriaNewsCOm/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih yang digelar di Aula Gedung PKPRI tidak dihadiri oleh pasangan calon nomor urut 1 yakni Abu Nafi – HM Dasum, dan pasangan nomor urut 3 Kusnanto – Sutrisno.

Hanya pasangan nomor urut 2 yakni Djoko Nugroho dan Arief Rohman yang hadir dalam rapat pleno yang dilakukan KPU Blora tersebut.

Djoko Nugroho yang ditetapkan sebagai calon terpilih terpilih mengungkapkan, bahwa ketidakhadiran paslon yang lain karena dimungkinkan ada kesibukan lain. “Ketidak hadiran mereka mungkin ada kesibukan lain,” ujar Djoko Nugroho.

Kokok, sapaan akrab Djoko Nugroho, juga berencana akan merangkul pasangan calon yang lain untuk bersama-sama membangun Blora. Dia juga mengajak paslon nomor 1 dan nomor 3 untuk bersama-sama melangkah memajukan Blora.

Terkait ketidakhadiran dua pasangan calon lainnya, dirinya enggan berperasangka buruk. “Yang sudah, ya sudah, proses demokrasi sudah berakhir, mari bersama-sama membangun Blora,” kata Kokok.

Ia juga berencana akan menggelar rapat internal untuk menentukan langkah ke depan setelah dia dilantik sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Blora. Selain itu, dia juga akan menentukan waktu untuk bersama-sama mengundang paslon lain.

Pasangan Djoko-Arief ditetapkan sebagai calon terpilih berdasarkan hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU Blora. Pasangan Djoko – Arief memperoleh suara sebanyak 253.394 (51,17%) dan pasangan Abu Nafi-M Dasum memperoleh suara 207.582 (41,92%). Sementara pasngan Kusnanto-Sutrisno memperoleh suara 34.205 (6,91%). (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)

KPU Tetapkan Pasangan Djoko –Arief Calon Terpilih Bupati dan Wakil Bupati Blora

Rapat pleno terbuka penetapan bupati dan wakil bupati terpilih oleh KPU Blora di Aula Gedung PKPRI Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Rapat pleno terbuka penetapan bupati dan wakil bupati terpilih oleh KPU Blora di Aula Gedung PKPRI Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

BLORA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Blora menggelar rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih dalam Pilkada Blora pada 9 Desember 2015 di Aula Gedung PKPRI, Selasa (22/12/2015).

Dari hasil rekapituasi yang dilakukan KPU, pasangan Djoko – Arief memperoleh suara sebanyak 253.394 (51,17 %) dan sementara pasangan Abu Nafi-M Dasum memperoleh suara 207.582 (41,92 %). Sedangkan pasangan Kusnanto-Sutrisno memperoleh suara 34.205 (6,91 %).

Berdasarkan berita acara nomor 67/BA/212/2015 tentang Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Tepilih, Djoko Nugroho dan Arief Rohman resmi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Blora terpilih.

Dalam sambutannya, Ketua KPU Blora Airifin menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan mensukseskan Pilkada Blora. Dia juga meminta maaf apabila dalam kinerja KPU sejak tahap awal hingga puncaknya yakni penetapan bupati dan wakil bupati terpilih ada kekurangan. “Saya meminta maaf kepada semua pihak,jika dalam proses pilkada ini masih ada kekurangan,” ujarnya.

Dalam penyelenggaraan Pilkada Blora, memang tidak ada gejolak yang cukup berarti. Semua berjalan lancar, aman, dan kondusif. Hal itu menurutnya tidak lepas dari kerjasama dari semua pihak. (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)

PILKADA BLORA : Rekapitulasi Suara di PPK Blora Nyaris Ricuh

Sigit Dwi Cahyono saat menunjukkan bukti print out hasil rekapitulasi TPS 1 Bangkle dari sumber pilkada2015.kpu.go.id (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Sigit Dwi Cahyono saat menunjukkan bukti print out hasil rekapitulasi TPS 1 Bangkle dari sumber pilkada2015.kpu.go.id (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Penghitungan rekapitulasi hasil Pilkada Blora di tingkat PPK Blora nyaris ricuh, pada Jumat (11/12/2012) Saksi dari pasangan nomor nomor urut 2 Djoko Nugroho-Arief Rohman, memprotes saat pembacaan hasil pemungutan suara di TPS 1 Bangkle.

Dalam kesempatan tersebut, Sigit Dwi Cahyono, yang menjadi saksi nomor urut 2 mengajukan protes ke PPS Bangkle, lantaran jumlah hasil pemungutan suara dari TPS 1 Bangkle untuk pasangan nomor urut 2 tidak sama dengan hasil scan dari website KPU.

Mengacu hasil yang terdapat pada website KPU, bahwa paslon nomor urut 1 memperoleh suara 85, sementara pada form C1 hologram, tertulis paslon nomor urut 1 memperoleh 285 suara.

Dalam hasil scan form C1 PPS di website KPU, paslon nomor 1 memperoleh 285 suara, paslon nomor 2 memperoleh 260 suara dan paslon nomor urut 3 memperoleh 12 suara. Dengan jumlah suara sah 357 dan suara tidak sah 7 suara. Padahal jika dijumlah seharusnya suara sah sebanyak 557. Sedangkan untuk penggunaan surat suara di tempat tersebut cuma 364.

Sigit Dwi Cahyono menginginkan bahwa Ketua KPPS 1 Bangkle membuat surat pernyataan yang berisi tentang permintaan maaf atas kesalahan penulisan dan tidak ada unsur kesengajaan, yang menimbulkan kerancuan, seperti ada penggelembungan suara untuk nomor urut 1, yakni sebanyak 200 suara.

Semenetara, Rubiyastowo Ketua PPK Blora menjelaskan bahwa ini merupakan kesalahan yang tidak bertendensi untuk penggelembungan suara. “Ini murni human error, tidak ada unsur penggelembungan suara,” ujarnya.

Lulus Mariyonan Ketua Panwas Pilkada Kab Blora juga mengutarakan hal yang sama, bahwa itu merupakan kesalahan yang tidak ada tendensi untuk penggelembungan suara. “Pembenaran itu harus satu tingkat diatasnya, semisal kesalahan KPPS diselesaikan di PPS, kesalahan PPS diselesaikan di PPK,” tuturnya.

Suasana yang semula panas akhirnya mereda, setelah Ketua KPPS 1 Bangkle sepakat untuk membuat surat pernyataan permohonan maaf atas kesalahan penulisan yang tidak ada unsur kesengajaan. (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)

PILKADA BLORA : Ini Angka Kemenangan Incumbent

Jumpa pers pasangan Djoko-Arief di pendapa Rumah Joglo Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Jumpa pers pasangan Djoko-Arief di pendapa Rumah Joglo Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – KPU RI merilis perhitungannya dalam halaman resminya. Dari data itu terlihat data yang keluar meski belum seluruhnya.

Berikut perolehan suaranya.
Pasangan nomor 1 Abu Nafi-Dasum meraih perolehan : 144.800 suara (40,83%)
Pasangan nomor 2 Djoko Nugroho -Arief Rohman meraih perolehan : 184.274 suara (51,96%)
Pasangan nomor 3 M Kusnanto- Sutrisno, meraih perolehan : 25.593 suara (7,22%).
Praktis, pasangan Djoko-Arieflah peraih suara terbanyak. Di 16 kecamatan di Blora, mereka unggul dari lainnya.

Djoko sebagai pemenang tak mampu menyembunyikan keriangannya. Dia yang calon incumbent menuturkan, untuk melaksanakan visi misi serta program kerja yang telah disampaikan ketika kampanye, diperlukan sinergitas semua pihak. Apalagi tantangan Blora ke depan semakin berat. “Butuh kerja sama yang baik,” tuturnya. (AKROM HAZAMI)

PILKADA BLORA : Incumbent Menang, Begini Cara Syukurannya

Jumpa pers pasangan Djoko-Arief di pendapa Rumah Joglo Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Jumpa pers pasangan Djoko-Arief di pendapa Rumah Joglo Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Blora nomor 2 Djoko Nugroho-Arief Rohman menggelar jumpa pers, Kamis (10/12/2015). Bertempat di Pendapa Rumah Joglo Blora, dihadiri juga oleh pengurus partai pengusung yakni PKB, Nasdem, dan Hanura serta pengurus partai pendukung yakni PKS dan Hanura.

Mereka akan merangkul semua komponen guna membangun Blora lebih baik. Djoko yang juga calon incumbent menuturkan, untuk melaksanakan visi misi serta program kerja yang telah disampaikan ketika kampanye, diperlukan sinergitas semua pihak. Apalagi tantangan Blora ke depan semakin berat. “Butuh kerja sama yang baik,” tuturnya.

Beberapa poin yang mereka kampanyekan adalah melanjutkan pembangunan infrastuktur jalan di berbagai wilayah Blora, pembangunan di bidang pertanian, pengairan dan bidang-bidang lainnya.
Arief menambahkan, dalam masa tunggu hingga dilantik menjadi bupati dan wakil bupati, pihaknya akan melakukan konsolidasi internal. Selain itu juga merumuskan pekerjaan serta menginventarisasi apa yang menjadi suara masyarakat selama masa kampanye. “Kami susun semua itu,” katanya.

Sementara Arief berharap, kepada semua pendukung paslon nomor 2 untuk tidak merayakan kemenangan dengan berlebihan. Juga meminta tim untuk mengawal rekapitulasi penghitungan suara di semua tingkatan. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

PILKADA BLORA: Kokok-Arif Masih Unggul di Tiap Kecamatan

Data quick count perolehan sementara suara masing-masing paslon di beberapa kecamatan di Blora yang mulai masuk di Panwascam Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Data quick count perolehan sementara suara masing-masing paslon di beberapa kecamatan di Blora yang mulai masuk di Panwascam Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Data sementara dari tiap TPS sampai detik ini paslon Djoko Nugroho-Arief Rohman masih unggul. Untuk beberapa kecamatan ada yang belum selesai merekapitulasi. Yakni Kecamatan Banjarejo, Kunduran, Randublatung, Cepu, dan Blora.

Masing-masing yakni paslon nomor 1 sementara meraup 42 persen suara, paslon nomor 2 meraup 52 persen, paslon nomor 3 meraup 6 persen suara.

Hasil hitung cepat di Kecamatan Cepu paslon 1 ada 16.275 suara, paslon nomor 2 terdapat 19.454, dan nomor urut 3 terdapat 3.737.

Untuk Kecamatan Randublatung paslon 1 miliki 16.298 suara, paslon 2 ada 16.624 suara, dan paslon 3 miliki 6.270 suara.

Kecamatan Jati paslon nomor 1 memperoleh 7.999 suara, paslon nomor 2 memperoleh 18.135, serta paslon nomor 3 memperoleh 1.613 suara.

Kecamatan Kunduran paslon nomor 1 memperoleh 19.124, paslon nomor 2 memperoleh 15.486, paslon nomor 3 memperoleh 2.163.

”Data masih bersifat sementara, masih bisa berubah,” ujar Slamet ketua Panwascam Blora ketika dihubungi MuriaNewsCom. (RIFQI GOZALI/TITIS W)

PILKADA BLORA : Unggul, Rumah Kokok Diserbu Ratusan Massa

Ratusan massa pendukung dan simpatisan ramaikan rumah Djoko Nugroho (Kokok). (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Ratusan massa pendukung dan simpatisan ramaikan rumah Djoko Nugroho (Kokok). (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Para simpatisan dan pendukung paslon Djoko Nugroho dan Arief Rohman ramai-ramai memadati kediaman Djoko Nugroho yang akrab disapa Kokok di Tempelan, Blora. Aroma kemenangan Kokok yang sementara ini masih unggul, ketimbang paslon yang lain. Hal tersebut, membuat para simpatisan dan pendukung memadati kediaman Djoko Nugroho.

Ummi Kulsum istri Djoko Nugroho mengaku, para simpatisan berdatangan dengan sendirinya sebagai bentuk dukungan kepada sang suami. ”Mereka para pendukung dan simpatisan berdatangan ke rumah, sebagai bentuk rasa syukur kepada bapak (Djoko Nugroho),” tuturnya.

Sementara, Djoko Nugroho saat ini belum bisa ditemui karena masih dalam keadaan capek. ”Bapak masih capek, belum bisa ditemui,” imbuh Umi Kulsum istri Djoko Nugroho.

Sementara ini data yang berkembang Djoko Nugroho masih unggul, untuk kevalidan data pemenang, masih harus menunggu pengumuman resmi dari KPU Blora. (RIFQI GOZALI/TITIS W)

PILKADA BLORA : Kokok – Arief Menang Sementara di Pilkada Blora

Data sementara yang masuk di Panwas Kabupaten Blora (Dok Panwas)

Data sementara yang masuk di Panwas Kabupaten Blora. (Dok Panwas)

 

BLORA – Pasangan nomor urut 2 Djoko Nugroho – Arief Rohman, untuk sementara unggul dalam perolehan suara di Pilkada Blora.

Berdasarkan data dari TPS setempat, Djoko Nugroho – Arief Rohman, untuk sementara mendapatkan 52 persen atau 142.077 suara. Sedangkan pasangan nomor urut 1 Abu Nafi-Dasum, memperoleh 42 persen atau 116.123 suara. Kemudian untuk pasangan nomor urut 3 Kusnanto-Sutrisno meraih suara 6 persen atau 15.883 suara.

Data tersebut berdasarkan suara yang masuk dari 11 kecamatan dari 16 kecamatan yang ada di Blora. Dari 11 kecamatan tersebut, pasangan nomor urut 2 unggul di 7 kecamatan. Sedangkan di 4 kecamatan lainnya, pasangan nomor urut 1 yang unggul.

Untuk sementara ini, data yang sudah masuk di Panwas Kabupaten, yakni Kecamatan Tunjungan, Ngawen, Japah, Todanan, Jati, Kradenan, Kedungtuban, Sambong, Jiken, Jepon, Bogorejo. Sedangkan untuk kecamatan lain, sejauh ini masih menunggu. (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)

PILKADA BLORA : Masing-masing Cabup di Blora Unggul di TPS Ia Mencoblos

Salah satu Cabup Blora Abu Nafi sedang menggunakan hak suaranya di TPS 2 Kelurahan Kauman. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Salah satu Cabup Blora Abu Nafi sedang menggunakan hak suaranya di TPS 2 Kelurahan Kauman. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Masing-masing cabup unggul di masing-maaing TPS dimana ia mencoblos. Yaitu Abu Nafi di TPS 2 Kelurahan Kauman unggul dengan perolehan suara 220, sementara paslon nomor 2 mendapat 62 suara, paslon nomor 3 mendapat 21 suara. Sedangkan suara rusak 10 dari jumlah Data Pemilih Tetap (DPT) 401.

Djoko Nugroho mencoblos di TPS 1 Kunden mendapatkan suara 180, sementara paslon nomor 1 Abu Nafi mendapat 48 suara, paslon nomor 3 mendapat 13 suara dan 13 suara tidak sah.

Kusnanto mencoblos di TPS 12 Jiken memperoleh 246 suara, paslon nomor 1 mendapat 79 suara, paslon nomor 2 mendapat 45 suara dan 8 suara tidak sah. (RIFQI GOZALI/TITIS W)

Petugas TPS 2 Karangjati Kenakan Pakaian Adat Suku Samin untuk Kalahkan Golput

Isnanto petugas TPS 2 Karangjati memakai pakaian khas Samin (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Isnanto petugas TPS 2 Karangjati memakai pakaian khas Samin (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Untuk mengajak masyarakat supaya tidak memilih golongan putih (Golput), petugas di tempat pemungutan suara (TPS)2 Karangjati, Blora mengenakan pakaian adat.

Dari pantauan MuriaNewsCom, petugas penyelenggara pemilu terlihat mengenakan pakaian adat khas suku Samin.

“Kami memang sengaja mengenakan pakaian adat ini, dengan maksud memelihara budaya lokal dan mengenalkan budaya asli Samin dan juga bisa menarik pemilih agar antusias datang ke TPS,” kata Isnanto anggota KPPS.

Dengan cara tersebut, nampaknya petugas berhasil menarik perhatian warga untuk ikut menyalurkan hak pilihnya. (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)

580 Personel Kepolisian Disiagakan untuk Amankan Pilkada Blora

Kapolres Blora AKBP Dwi indra Maulana (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Kapolres Blora AKBP Dwi indra Maulana (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

BLORA – sebanyak 580 personel kepolisian disiagakan untuk mengawal pelaksanaan Pilkada Blora 9 Desember. Pengamanan tersebut diakukan di 1.681 TPS seluruh wilayah Blora.

Kapolres Blora AKBP Dwi Indra Maulana mengatakan, jumlah tersebut terdiri dari personel Polres Blora dan ditambah satuan Brimob. “Selain anggota kepolisian, kami juga dibantu rekan-rekan dari TNI, Satpol PP dan Linmas,” tuturnya.

Ia juga menegaskan, sejauh ini semua tahapan pilkada berjalan dengan normal. Hal ini, katanya, tak lepas dari partisipasi dan kedewasaan dari semua elemen masyarakat. “Kami bersyukur atas kedewasaan masyarakat, tim kampanye yang banyak memberikan kontribusi sangat besar atas keberlangsungan prosespilkada,” ujarnya.

Kemudian, terkait kemungkinan pelanggaran pada hari H pilkada nanti, pihaknya akan berkoordinasi dengan Panwas. “Mengenai pelanggaran apakah masuk dalam tindak pidana atau tidak, itu nantinya kami akan berkoordinasi dengan panwas,” imbuhnya.

Ia juga berpesan, agar seluruh masyarakat Blora tidak terprovokasi mengenai kabar yang berkembang, yang belum tentunya kebenarannya. (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)

Ganjar Pranowo Batal Cek Kesiapan Pilkada di Blora

Tampak petugas menanti kedatangan helikopter yang membawa rombongan Gubernur Jateng (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Tampak petugas menanti kedatangan helikopter yang membawa rombongan Gubernur Jateng (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membatalkan kunjungannya ke Blora, yang dijadwalkan pada Selasa (8/12/2012).

Menurut Kapolres Blora AKBP Dwi Indra Maulana, penyambutan kedatangan gubernur telah dipersiapkan. Batalnya gubernur ke Blora, katanya, dimungkinkan ada keperluan dan kegiatan lain. “Gubernur ada kegiatan lain, yang tentunya lebih penting,” ujar Kapolres.

Rencana semula, kedatangan gubernur direncanakan didampingi oleh Pangdam IV Diponegoro dan Kapolda Jawa Tengah. Dijadwalkan, rombongan datang menggunakan helikopter di lapangan Yonif 410/ Alugoro Blora pada pukul 14.00 WIB. Kemudian, pada pukul 15.00 WIB melakukan pertemuan di pendopo bersama Pj Bupati Blora. Setelah itu, akan meninjau dua TPS yang adadi Kelurahan Bangkle, Blora. Namun, hingga pukul 16.00 WIB belum ada tanda-tanda datangnya orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut.

Menurut Pj Bupati Blora Ihwan Sudrajat, rencana kedatangan rombongan gubernur untuk mengecek kesiapan pilkada dan juga melihat perkembangan Blora yang katanya, menunjukan kemajuan pesat. “Kedatangan Gubernur untuk memantau kesiapan pilkada dan perkembangan Blora,” ungkapnya. (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)

3 Calon Bupati Blora Mengaku Siap Kalah

Kunjungan ke masing-masing cabup oleh Pj Bupati Blora Ihwan Sudrajat. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Kunjungan ke masing-masing cabup oleh Pj Bupati Blora Ihwan Sudrajat. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Pj Bupati Blora Ihwan Sudrajat beserta Forkompimda setempat, KPU dan Panwaslu melakukan anjangsana ke kediaman tiga cabup pada Senin (7/12/2015). Masing-masing cabup menyatakan untuk siap menang dan kalah pada Pilkada 9 Desember mendatang.

Seperti yang disampaikan Abu Nafi,cabup nomor urut 1 ketika didatangi Pj Bupati di kediamannya di Mlangsen, Blora. Dirinya siapa menang ataupun kalah. “Apapun hasilnya nanti harus kita terima dengan legawa,” tuturnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Djoko Nugroho, cabup nomor urut 2 ketika didatangi di kediamannya di Cepu dan Kusnanto cabup nomor urut 3 ketika di datangi di kediamannya di Jiken. Apa yang disampaikan oleh masing-masing calon memiliki kesamaan, yakni siap menang dan kalah.

Ihwan mengatakan anjangsana ini adalah silaturahmi demi memperkuat cita-cita bersama membangun Blora yang lebih baik. Ia juga mengapresiasi kepada setiap cabup yang mampu mengendalikan massanya dengan baik.

“Seluruh paslon sudah bekerjasama dengan baik dan bisa mengendalikan dengan tertib massanya, sehingga tidak ada peristiwa yang mengejutkan Blora,” tuturnya. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

Abu Nafi-Dasum Klaim Kantongi 70 Persen Suara di Blora

Suasana kampanye terbuka pasangan calon nomor urut 1 di Tuk Buntung, Cepu. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Suasana kampanye terbuka pasangan calon nomor urut 1 di Tuk Buntung, Cepu. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Blora nomor urut 1 Abu Nafi-HM Dasum mengklaim telah mengkantongi 70 persen dukungan masyarakat Blora.

Hal itu ditegaskan oleh cawabup nomor urut 1 HM Dasum saat kampanye terbuka di Tuk Buntung, Kecamatan Cepu, Blora, pada Sabtu (5/12/2015). “Kita optimis, bahwa dukungan masyarakat terhadap pasangan Abu Nafi-Dasum mencapai 70 persen,” ujar Dasum.

Untuk memberikan apresiasi dukungan masyarakat, katanya, pihaknya sengaja mendatangkan hiburan yang meriah dalam kampanye terbuka kemarin. “Besarnya dukungan masyarakat terhadap kita, maka kami sengaja menghadirkan Orkes Palapa pada kampanye terbuka,” katanya.

Kampanye terbuka untuk pasangan nomor urut 1 kemarin, merupakan, rentetan jadwal kampanye terbuka yang terakhir.

Dari pelaksanaan kampanye terbuka secara keseluruhan, Panwas Kabupaten Blora menyatakan jika semuanya berjalan aman dan damai. “Semua kampanye terbuka berjalan aman dan kondusif,” ujar Ninik, anggota Panwas Blora.

Sementara itu, Kapolres Blora AKBP Dwi Indra Maulana mengatakan, jika pada kampanye terbuka pada hari terakhir kemarin, personel yang diturunkan sebanyak 416. Personel tersebut merupakan gabungan dari Polres, Kodim 0721/Blora, Yonif 410/ Alugoro dan Satpol PP Blora.” Alhamdulillah, kampanye berjalan aman dan damai, sesuai yang kami harapkan,” ungkapnya. (RIFQI GIZALI/KHOLISTIONO)

Calon Bupati Blora Ini Diterpa Kampanye Hitam

Pasangan Djoko Nugroho Arif Rohman dalam kampanye terbuka di lapangan Desa Trumbulrejo Kecamatan Ngawen (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Pasangan Djoko Nugroho Arif Rohman dalam kampanye terbuka di lapangan Desa Trumbulrejo Kecamatan Ngawen (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Calon Bupati Blora, pasangan nomor 2 Djoko-Arif menargetkan menang 60% dalam pilkada 9 Desember mendatang. Melalui ketua tim pemenangan Gatot Pranoto, bahwa target tersebut bukanlah target yang muluk-muluk. “Kami tak muluk-muluk hanya menargetkan 60%” tutur Gatot.

Dalam pengakuannya, ia memiliki tim sukses yang solid dan mampu bekerja maksimal untuk memenangkan pasangan nomor 2. Ia juga menampik adanya black campaign (kampanye hitam) yang memojokkan pasangan nomor 2. “Kami tidak memikirkan hal itu, kami memperkuat basis hingga bawah. sumbangsih pikiran tim mampu menampik adanya kampanye hitam” tutur Gatot.

Djoko Nugroho senada, bahwa ia tak ambil pusing adanya kampanye hitam. Ini bisa jadi pembelajaran untuk masyarakat bahwa mana yang baik dan yang buruk akan ketahuan” katanya.

Djoko juga mengungkapkan bahwa adanya kampanye hitam sama sekali tidak menurunkan target 60% menang. Untuk pemetaan basis pendukung dalam pengakuannya pun tidak ada. “Kami tidak ada basis pendukung, semua wilayah di Blora merata yang kami sasar” ungkap Djoko. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

Ahmad Dhani ‘Sedang Ingin Bercinta’ di Depan Calon Bupati Blora

Bentuk dukungan Ahmad Dhani mengacungkan dua jari (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Bentuk dukungan Ahmad Dhani mengacungkan dua jari (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Musisi kawakan Ahmad Dhani dan penyanyi dangdut kenamaan Via Vallen ikut andil dalam kampanye paslon Djoko-Arif di Lapangan Desa Trumbulrejo, Kecamatan Ngawen, Blora (4/12/2015). Kedatangan bos Republik Cinta Manajemen ternyata ditunggu-tunggu oleh pendukung Djoko-Arif terbukti membuat peserta kampanmye antusias. Kedatangan mereka dinilai bisa mendongkrak suara pada pilkada mendatang.

Djoko Nugroho juga menjanjikan akan mendatangkan Ahmad Dhani beserta kelompok musik Dewa 19 ketika ia menang di pilkada.

Dalam kampanye tersebut Dhani membawakan beberapa lagu dalam kampanye tersebut, yakni Separuh Nafasku, Madu Tiga, Sedang Ingin Bercinta dan Munajat Cinta. Ia juga berorasi selayaknya politisi lainnya yang hadir dalam kampanye tersebut. “Jangan lupa, 9 Desember datang ke TPS coblos nomor 2” pekik Dhani kepada para pendukung dan simpatisan paslon Djoko-Arif.

Sementara, didatangkannya Via Vallen juga merupakan salah satu dari usaha untuk mendongkrak suara. mengingat banyaknya warga Blora yang juga mengagumi sosok perempuan yang sekarang mulai tenar.

“Ojo lali wong Blora pilih nomor 2” ajak Via kepada ribuan peserta kampanye. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

Kusanto-Sutrisno Tak Manfaatkan Kampanye Terbuka

Ilustrasi Pilkada

Ilustrasi Pilkada

 

BLORA – Pasangan Cabup dan Cawabup Blora nomor urut 3 Kusnanto-Sutrisno ternyata lebih memilih kampanye tertutup dibanding melakukan kampanye terbuka, seperti yang telah dijadwalkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Blora.

KPU Blora telah menjadwalkan kampanye terbuka untuk tiga paslon, yang digelar mulai 29 November hingga 5 Desember 2015. Dengan rincian, 29 November 2015 untuk pasangan nomor urut 3 Kusnanto-Sutrisno, 4 Desember 2015 untuk pasangan nomor urut 2 Djoko Nugroho-Arif Rohman, dan 5 Desember 2015 untuk pasangan nomor urut 1 Abu Nafi-M dasum.

“Paslon nomor 3 tidak mengambil kesempatan kampanye tersebut,” ungkap Divisi Hukum, Kampanye, Pencalonan dan Pengawasan KPU Blora M. Hamdun.

Terpisah, ketua timses cabup dan cawabup nomor urut 3 Indarjo menjelaskan, pihaknya sengaja tidak mengambil kesempatan kampanye terbuka pada 29 November, yang seharusnya dilaksakan di Desa Pilang, Kecamatan Randublatung. “Kami fokus pada kampanye tertutup” jelasnya.

Menurutnya, kampanye tertutup lebih efektif dan terkesan tidak hura-hura, juga bisa menggerakkan mesin partai secara maksimal. “Ini lebih efektif, meski terkesan lebih senyap namun tetap melakukan konsolidasi masyarakat dan tokoh agama,” tuturnya. (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)

Politisi Nasional Terjun di Kampanye Cabup Blora

Yusuf Chudlori, Ahmad Hilmi Faisal, Abdul Kadir Karding, Arif Rohman, Djoko Nugroho dalam Kampanye terbuka paslon nomor 2 Djoko-Arif di lapangan Desa Trembulrejo Kecamatan Ngawen (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Yusuf Chudlori, Ahmad Hilmi Faisal, Abdul Kadir Karding, Arif Rohman, Djoko Nugroho dalam Kampanye terbuka paslon nomor 2 Djoko-Arif di lapangan Desa Trembulrejo Kecamatan Ngawen (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Kampanye terbuka pasangan Djoko-Arief yang diselenggarakan di Lapangan Trembulrejo, Kecamatan Ngawen, Blora (4/12/2015) diramaikan oleh politisi nasional. Selain tokoh parpol ada juga tokoh ormas. Di antaranya Abdul Kadir Karding (Politisi PKB) Yusuf Chudlori (Ketua Dewan Syuro PKB Jawa Tengah) Dony imam Priambodo (Anggota DPR Komisi XI), Ahmad Hilmi Faisal (Sekjen PBNU) dan tak lupa Reny Jayusman sebagai politisi Partai Hanura.

Kedatangan tokoh tersebut untuk ikut andil dalam kampanye terbuka tersebut guna memenangkan pasangan nomor 2 dalam Pilkada 9 Desember mendatang. “Pak Djoko dan pak Arif merupakan pasangan dunia akhirat. Dengan menangnya pasangan ini pada Pilkada mendatang Insyaallah Blora berkah” tutur Gus Yusuf, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Ahmad Hilmi Faisal dalam orasinya mengimbau warga NU Blora agar memilih sesama warga NU. “Dalam hal ini Arif Rohman (Cawabup) merupakan warga NU Blora,” katanya.
Dalam hal ini, ia menekankan agar Pilkada 9 Desember mendatang bisa berjalan dengan lancar dan jujur.

Abdul Kadir Karding, mengatakan Djoko Nugroho dipastikan berhasil dalam satu periode yang lalu dalam pimpinannya, akan tetapi masih ada yang banyak dibenahi. “Bahwa Djoko masih hutang dengan warga Blora, maka dengan majunya mencalonkan diri sebagai cabup adalah upayanya untuk menebus hutang dan yang pasti Blora akan jadi lebih baik” kata Karding. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

Pengaman Logistik Pilkada di Tingkat PPK Blora Diperketat

Rusbiyastowo saat rapat koordinasi dengan unsur Muspika di Kantor Kecamatan Blora Kota (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Rusbiyastowo saat rapat koordinasi dengan unsur Muspika di Kantor Kecamatan Blora Kota (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Mendekati pemungutan suara pada Pilkada Blora yang diselenggarakan pada 9 Desember mendatang, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Blora Kota, saat ini semakin intensif melakukan koordinasi dengan stake holder.

Apalagi menurutnya, mengenai pengamanan logistik, yang nantinya bakal didistribusikan ke masing-masing PPS.

Ketua PPK Blora Kota Rusbiyastowo menjelaskan,jika pengamanan logistik akan diperketat. ” Pengamanan penyimpanan 708 bilik suara dan 177 kota suara di ruang sekretariat akan dijaga ketat oleh jajaran Polres Blora,” ujarnya, usai Rakor bersama Muspika di Kantor Kecamatan Blora Kota, Selasa (1/12/2015).

Ia katakan, saat pendistribusian kotak suara dan bilik suara ke PPS nantinya, akan dilakukan pada Selasa ( 7/12/2015) dengan menggunakan truk bak terbuka dan dikawal oleh petugas dari Polres Blora.
” Pendistribusian bilik dan kotak suara akan dikawal oleh petugas keamanan dari Polres Blora,” ujarnya.

Dikatakan pula, bahwa saat ini cuaca sedang tidak menentu, sehingga pendistribusian bilik dan kotak suara akan dilakukan ke daerah yang lebih jauh dahulu.”Saat ini sudah mulai musim hujan, pengiriman logistik kami utamakan daerah yang lebih jauh,” jelasnya. (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)

FKWB Bakal Gelar Sarasehan Pemilu Damai

Abdul Muiz,Ketua FKWB (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Abdul Muiz,Ketua FKWB (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Menjelang pelaksanaan Pilkada Blora pada 9 Desember mendatang, Forum Komunikasi Wartawan Blora (FKWB) akan menggelar sarasehan yang mengusung tema “Menyongsong Pemilu Damai dan Berkualitas”.

Kegiatan tersebut, rencananya bakal diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora pada Sabtu (5/12/2015) mendatang. “Tema ini sengaja kami ambil untuk mengantisipasi konflik paska pilkada mendatang,” ujar Abdul Muiz, Ketua FKWB kepada MuriaNewsCom (26/11/2015).

Dalam sarasehan ini, nantinya akan menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya Rektor Universitas Muria Kudus DR. Suparnyo dan Prawoco, mantan Ketua KPU Tuban. Keduanya, dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman di bidangnya masing-masing, khususnya mengenai pilkada.

Dalam acara tersebut, nantinya juga mengundang perwakilan ormas, organisasi kepemudaan dan mahasiswa dan lain sebagainya. “Pada kesempatan itu, nantinya narasumber akan berbagi pengalaman terkait langkah apa yang digunakan untuk mengantisipasi terjadinya konflik paska pilkada,” imbuhnya. (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)

Pilkada Semakin Dekat, TNI, Polri dan Satpol PP Tingkatkan Apel Sinergitas

135 personel apel sinergitas di halaman Makodim 0721/Blora, Kamis (12/11/2015) guna meningkatkan kewaspadaan, menyusul pelaksanaan pemilukada. (ISTIMEWA)

135 personel apel sinergitas di halaman Makodim 0721/Blora, Kamis (12/11/2015) guna meningkatkan kewaspadaan, menyusul pelaksanaan pemilukada. (ISTIMEWA)

 

BLORA – Pilkada Blora semakin dekat, untuk itu dalam rangka antisipasi keamanannya, TNI, Polri, Satpol PP dan Instansi terkait terus tingkatkan apel sinergitas secara bergiliran. Apel tersebut digelar di halaman Makodim 0721/Blora, Kamis (12/11/2015).

Sebanyak 135 personel yang terdiri perwakilan dari Subdempom Kodim, Yonif 410 dan Satpol PP Blora ikut di upacara apel gabungan tersebut. Pengambil apel, Dandim Letkol Inf. Ariful Mutaqin yang diwakili Danramil Jepon, Kapten Inf. Komari. Ikut hadir pula Wakapolres dan Kabag Ops Polres Blora.

”Kami mengajak semua elemen untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, menyusul pelaksanaan pemilukada semakin dekat,” kata Danramil Kapten Inf. Komari selaku pengambil apel.

Ia menambahkan, diingatkan pula untuk mewujudkan harapan masyarakat, seluruh para pengamanan senantiasa menjaga netralitas, memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat saat menggunakan hak pilihnya. (TITIS W)