Safin Siap Mundur di Bursa Pilkada 2017 Bila Haryanto dan Budiyono Berpasangan

Saiful Arifin atau Safin (kiri) menyerahkan berkas penjaringan wakil bupati di Kantor PDIP Pati beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Saiful Arifin atau Safin (kiri) menyerahkan berkas penjaringan wakil bupati di Kantor PDIP Pati beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pengusaha muda nasional, Saiful Arifin (Safin) bakal mengundurkan diri pada bursa Pilkada 2017 bila Haryanto dan Budiyono masih satu paket. Hal itu dikatakan Safin, Selasa (19/4/2016).

“Saya niat mencalonkan diri sebagai wakil itu awalnya sederhana. Kalau Pak Haryanto dan Pak Budiyono masih harmonis untuk maju pada Pilkada 2017, saya tidak akan maju. Berhubung Pak Budiyono bertekad mencalonkan diri sebagai bupati, akhirnya saya mau menjadi calon wakil bupati,” ujar Arifin.

Karena itu, bila ada kemungkinan Haryanto dan Budiyono kembali “satu paket”, pihaknya akan mengundurkan diri pada bursa Pilkada Pati 2017. “Kalau keduanya masih harmonis dan sepaket, saya justru lebih senang mendukung sepenuhnya kedua pasangan Haryanto-Budiyono,” ungkap pemilik The Safin Hotel ini.

Ditanya soal kasak-kusuk renggangnya hubungan Haryanto-Budiyono, Safin tak bisa menyebutkan secara gamblang. Ia hanya mengatakan, pola pikir dan komunikasi keduanya tidak bisa nyambung hingga akhirnya pecah kongsi.

“Saya tidak tahu pasti soal penyebab pecahnya kedua pasangan ini. Menurut saya, pola pikir dan komunikasi keduanya tidak bisa sejalan. Roda pemerintahan dan pembangunan akan stabil bila keduanya menyatu dan harmonis. Kalau keduanya masih dalam satu paket, lebih baik saya yang mengundurkan diri,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca : Arifin Klaim DPC PDIP Pati Restui Dirinya Berpasangan dengan Haryanto 

PDIP jadi Rebutan Tokoh Nyalon Bupati di Pati

Petugas DPC PDI-P Pati tengah melakukan proses verifikasi berkas bakal calon bupati yang sudah dikembalikan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas DPC PDI-P Pati tengah melakukan proses verifikasi berkas bakal calon bupati yang sudah dikembalikan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Bursa pencalonan bakal Bupati Pati dan Wakil Bupati Pati pada Pilkada Pati 2017 semakin ramai. Per 16 Februari 2016 saja, sudah ada 8 tokoh yang ikut agenda penjaringan yang dilakukan PDI Perjuangan.

Dari delapan orang yang mengambil formulir, tiga orang di antaranya sudah mengembalikan formulir. Salah satunya, Budiyono, Haryanto dan Ampri Sodiqin.

Ketiganya mengambil dan mengembalikan formulir sebagai bakal calon Bupati Pati. Kendati begitu, tokoh yang ikut penjaringan diperkirakan bakal bertambah untuk tiga hari ke depan.

“Pendaftaran masih tiga hari lagi sampai pada 19 Februari 2016 mendatang. Kemungkinan masih ada lagi yang mendaftarkan diri,” ujar Ketua DPC PDIP Pati Ali Badrudin kepada MuriaNewsCom, Selasa (16/2/2016).

Ia mengatakan, kedelapan tokoh yang ikut penjaringan, antara lain Budiyono yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Bupati Pati, Haryanto (Bupati Pati), Saiful Arifin (pengusaha), Ampri Shodiqin (pejabat BUMN), Sadewa (pengusaha dan anggota DPR RI), Novi Eko Yulianto (pengusaha), Endro Dwi Cahyono (pengusaha), dan Budiyono dari kalangan pengusaha.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga :
Semakin Panas! Giliran Haryanto Merapat ke PDIP untuk Maju di Pilkada Pati 2017

Pilkada Pati 2017 Diperkirakan Dilakukan Pertengahan Februari

Budiyono Enggan “Berduet” dengan Haryanto pada Pilkada Pati 2017

Budiyono Enggan “Berduet” dengan Haryanto pada Pilkada Pati 2017

Wakil Bupati Pati Budiyono nyatakan bakal majudi Pilkada 2017 (MuriaNewsCom/Lismanto)

Wakil Bupati Pati Budiyono nyatakan bakal majudi Pilkada 2017 (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Wakil Bupati Pati Budiyono pastikan maju di Pilkadan Pati 2017. Namun, dirinya mengaku enggan “berduet” dengan Haryanto yang saat ini menjadi Bupati Pati.

Ia mengaku ingin memperbaiki Kabupaten Pati secara nyata dan menyentuh masyarakat lapisan bawah. Hal itu diakui Budiyono saat mengambil formulir pendaftaran calon bupati di DPC PDIP Pati, Selasa (4/2/2016).

“Kami hanya ingin membangun Pati lebih baik lagi, mengingat masih banyak program nyata masyarakat yang harus dikerjakan,” tutur Budiyono saat dimintai keterangan MuriaNewsCom.

Sebetulnya, Budiyono enggan menjawab kenapa tidak mau berduet lagi dengan Haryanto. Ia hanya menjawab, bila menjadi orang nomor satu di Pati, ia akan merealisasikan program nyata yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Kami ingin program pemerintah tidak sekadar slogan belaka, tetapi bisa direalisasikan secara nyata di masyarakat. Dengan begitu, masyarakat bisa merasakan manfaat dari kepemimpinan bupati,” pungkasnya.

Baca juga : Budiyono Resmi Maju di Pilkada Pati 2017 Lewat PDIP

Editor : Kholistiono

Jauh-jauh Hari, Pasopati dan PPDI Nyatakan Dukungannya ke Haryanto sebagai Cabup di Pilkada 2017

Bupati Pati Haryanto berjabat tangan dengan Ketua Pasopati Totok Hadi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto berjabat tangan dengan Ketua Pasopati Totok Hadi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Paguyuban Solidaritas Kepala Desa Pati (Pasopati) dan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Pati menyatakan sepakat untuk mendukung Haryanto yang saat ini menjabat sebagai Bupati Pati untuk mencalonkan diri sebagai bupati pada Pilkada 2017. Hal itu dideklarasikan di Aula Pasar Pragola Pati, Selasa (2/2/2016).

Ketua Pasopati Totok Hadi mengatakan, ada perbedaan pada masa kepemimpinan Haryanto dengan bupati sebelumnya. Itu yang menyebabkan Pasopati menyatakan dukungannya supaya Haryanto kembali mencalonkan diri pada pesta demokrasi pada 2017 mendatang.

“Menurut kami, Pak Haryanto sudah memimpin Pati dengan baik. Desa-desa di Pati mendapatkan kucuran dana yang cukup besar. Program mbangun deso harus dilanjutkan Pak Haryanto,” ujar Totok saat ditemui awak media usai deklarasi.

Ia mengatakan, deklarasi itu mestinya dilakukan pada malam hari bersamaan dengan berpindahnya Sekretariat Pasopati. Namun, saat ada agenda di Gedung Pragola, pihaknya mengaku didesak anggotanya untuk segera melakukan deklarasi secepatnya.

Desakan yang tak terbendung itu kemudian direalisasikan seketika. “Deklarasi ini berlangsung secara spontan. Mestinya disiapkan malam ini, tapi kami didesak anggota untuk segera melakukan deklarasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PPDI Pati Cuk Suyadi mengaku khawatir jika Haryanto tidak menjadi Bupati Pati lagi, sebab program desa yang sudah berlangsung baik akan terputus. “Alasan sederhana ini yang membuat PPDI untuk berkomitmen mendukung Pak Haryanto agar mencalonkan kembali sebagai Bupati Pati pada Pilkada 2017,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono 

 

KPU Pati Ajak Kaum Muda Hindari Golput dan Politik Uang di Pilkada 2017

Pendidikan politik bagi pemilih pemula bertajuk "Menjadi Pemilih Pemula yang Cerdas dan Berkualitas" di Aula SMAN 2 Pati, Selasa (26/1/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pendidikan politik bagi pemilih pemula bertajuk “Menjadi Pemilih Pemula yang Cerdas dan Berkualitas” di Aula SMAN 2 Pati, Selasa (26/1/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Golongan putih (golput) dan politik uang menjadi dua hal yang akan diperangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati pada Pilkada 2017 mendatang. Pasalnya, golput akan mengurangi partisipasi pemilih dan politik uang dinilai mencederai etika demokrasi.

Hal itu disampaikan Komisioner KPU Pati Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Imbang Setiawan, usai memberikan materi pendidikan politik bagi pemilih pemula bertajuk “Menjadi Pemilih Pemula yang Cerdas dan Berkualitas” di Aula SMAN 2 Pati, Selasa (26/1/2016).

Ia mengatakan, pemilih pemula terutama pelajar tingkat sekolah menengah atas (SMA) menjadi salah satu prioritas KPU karena masih segar dan baru pertama kali menggunakan hak pilihnya. “Kami kenalkan bagaimana memilih calon bupati dan wakilnya yang baik. Lima menit menggunakan hak pilih, itu sama saja menentukan masa depan Pati lima tahun ke depan,” kata Imbang kepada MuriaNewsCom.

Karena itu, pihaknya berharap besar agar pemilih pemula bisa menggunakan hak pilihnya dengan baik, tidak golput dan tidak terpengaruh dengan iming-iming uang dari salah satu calon nantinya. “Kami memang diberi tugas agar Pilkada 2017 bisa sukses dengan tingkat partisipasi pemilih 75 persen. Itu termasuk tugas berat, tapi tetap kami berupaya dengan keras,” imbuhnya.

Senada dengan Imbang, Bupati Pati Haryanto juga meminta agar pemilih pemula tidak tergoda dengan politik uang. “Jangan sampai uang hanya untuk jajan lima menit, malah kecewa sampai lima tahun karena salah pilih pemimpin,” pesannya di depan pelajar.

Editor : Kholistiono

Pelajar di Pati Mulai Diajari ‘Nyoblos’ Pilkada 2017

Bupati Pati Haryanto memberikan sambutan pada acara ‘Menjadi Pemilih Pemula yang Cerdas dan Berkualitas’ di SMAN 2 Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto memberikan sambutan pada acara ‘Menjadi Pemilih Pemula yang Cerdas dan Berkualitas’ di SMAN 2 Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Lebih dari seratus pelajar tingkat sekolah menengah atas (SMA) dari berbagai sekolah di Pati mulai dikenalkan dengan pendidikan politik di SMA Negeri 2 Pati, Selasa (26//1/2016).

Mereka diajarkan menyoblos yang baik dan benar, karena akan menjadi pemilih pemula dalam pesta demokrasi Pilkada 2017 mendatang. “Di sini, mereka dikenalkan dengan penggunaan hak suara yang baik dan benar, karena mereka nantinya akan menjadi pemilih pemula pada agenda demokrasi 2017 mendatang,” ujar Kepala Kesbangpol Pati Sudartomo kepada MuriaNewsCom.

Pemilih pemula dianggap potensial, karena menyumbang beberapa persen dari total penggunaan hak pilih. Karena itu, mereka dilatih bagaimana menggunakan hak pilih sesuai dengan Undang-undang, termasuk pemilihan menggunakan hati nurani.

Dengan begitu, pemimpin yang dipilih benar-benar sesuai dengan hati nurani berdasarkan prinsip demokrasi yang benar. Mereka juga diajarkan untuk tidak mengenal dengan politik uang karena akan mencederai prinsip demokrasi.

“Kami berharap agar pemilih pemula bisa menggunakan hak pilihnya secara benar, cerdas dan berkualitas. Jangan sampai keliru dalam penggunaan hak pilih. Ini menyangkut masa depan Kabupaten Pati hingga 2022 mendatang,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono 

Jauh-jauh Hari Polres Pati Tegaskan Sikap Netral untuk Pilkada 2017

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho bersama dengan jajarannya memastikan untuk netral dalam Pilkada Pati 2017 mendatang. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho bersama dengan jajarannya memastikan untuk netral dalam Pilkada Pati 2017 mendatang. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Jajaran Polres Pati menyatakan netral dalam Pilkada Pati yang akan berlangsung pada 2017. Hal itu yang dilontarkan Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho pada awal 2016.

“Pada 2017, Pati sudah melaksanakan pemilihan kepala daerah, sehingga pada 2016 sudah memulai tahapan-tahapan itu. Karena itu, pada 2016 ini kami menyatakan netral dan tidak memihak kepada salah satu pasangan calon,” kata Setijo, Jumat (1/1/2016).

Ia mengatakan, pihaknya akan bersikap profesional, netral dan tidak memihak, tidak memanfaatkan atau dimanfaatkan pasangan calon tertentu.

“Itu sudah menjadi komitmen kami pada awal 2016 ini. Polri akan terus mengawal dan mengamankan setiap tahapan Pilkada Pati untuk mewujudkan pilkada yang demokratis, jujur dan adil,” imbuhnya.

Ia memastikan, kepolisian tidak bermain di wilayah politik, karena sudah bertekad netral. Pihaknya hanya bekerja pada wilayah pengamanan, termasuk memediasi ketika nantinya muncul sejumlah persoalan yang bisa diantisipasi bersama dengan masyarakat.

“Kami akan bersikap responsif dengan mengoptimalkan fungsi bimbingan dan penyuluhan, serta memberi ruang interaksi lebih luas bagi kepolisian untuk mengimbau dan memediasi persoalan yang akan timbul pada pilkada di tengah-tengah masyarakat nantinya,” tutupnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)