Wow…Ternyata Bibit Waluyo Masih Diharapkan jadi Gubernur Jateng

Mantan Gubernur Jateng Bibit Waluyo menunjukkan piala penghargaan saat masih menjabat sebagai gubernur. (dokumen)

MuriaNewsCom, Semarang – Data cukup mengejutkan muncul dari survei yang digelar PDI Perjuangan terkait Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng 2018.

Nama mantan Gubernur Jateng Bibit Waluyo masuk dalam hasil survei dan mendapatkan hasil tertinggi kedua setelah gubernur petahana Ganjar Pranowo.

Meskipun selisih elektabilitas antara Ganjar dengan Bibit Waluyo cukup lebar. Namun ini membuktikan jika ada warga Jateng yang masih menginginkan Bibit Waluyo kembali memimpin provinsi ini sebagai gubernur.

Tingkat elektabilitas tertinggi berdasar survei PDIP yakni Ganjar Pranowo sebesar 46,1 persen. Urutan kedua yakni Bibit Waluyo dengan angka hanya 7 persen.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jateng, Bambang Wuryanto menyebut, meski petahana masih menduduki posisi elektabilitas paling tinggi, tidak menutup kemungkinan calon lain bisa menyalip. Semua tergantung pergerakan mereka di lapangan untuk mengejar elektabilitas.

“Dulu Bibit Waluyo (pada Pilgub Jateng 2013) elektabilitasnya 62 persen saat Ganjar hanya satu digit. Semua bisa dilompati tergantung pergerakan di lapangan,” katanya.

Ia pun mempersilahkan seluruh bakal calon yang mendaftar di PDIP untuk berlomba-lomba meningkatkan elektabilitas. Terlebih masih ada cukup waktu untuk mengenalkan diri kepada masyarakat Jateng.

“Silakan meningkatkan elektabilitasnya. Semuanya masih satu digit (di bawah 10%). Tertinggi ke-dua Bibit Waluyo, itu pun cuma 7 persen,” ujarnya.

Lelaki yang akrab disapa Bambang Pacul tersebut mengaku masih membuka kran komunikasi dengan partai lain untuk berkoalisi.

Baca : Hanya 5 Orang Nyalon Gubernur Lewat PDIP, Takut Sama Ganjar?

Hanya saja, jika parpol lain meminta posisi calon wakil, maka komunikasi harus dialamatkan ke DPP PDIP. Karena menurutnya, seluruh keputusan soal pilgub menjadi kewenangan Ketua Umum Megawati Soekarno Putri.

”Kalau hanya dengan DPD tidak akan membuahkan hasil. Terlebih, rekomendasi yang biasa turun dari PDIP sepaket gubernur serta wakilnya,” terangnya.

Survei tentang elektabilitas ini nantinya yang akan menjadi salah satu dasar DPP PDIP untuk menentukan siapa pasangan yang bakal diusung.

Sementara itu, meski masuk dalam survei PDIP, namun hingga kini belum ada kabar kepastian Bibit Waluyo akan kembali mencalonkan diri.

Pada Pilgub Jateng 2013 lalu, Bibit Waluyo yang berpasangan dengan Sudijono Sastroatmodjo (mantan rektor Unnes) kalah telak oleh pasngan Ganjar-Heru Sudjatmoko dengan perolehan 48,82 persen.

Editor : Ali Muntoha

PKB Bakal Duetkan Dua Mantan Menteri untuk Lawan Ganjar di Pilgub Jateng

Mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Marwan Ja’far dan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said.

MuriaNewsCom, Semarang – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memastikan serius untuk memasangkan dua mantan menteri, sebagai jago dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 mendatang. Langkah ini diambil untuk menandingi popularitas gubernur petahana Ganjar Pranowo.

Dua sosok itu yakni mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Marwan Ja’far dan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said. Marwan Ja’far merupakan salah satu kader terbaik PKB, sementara Sudirman Said juga telah rajin mendekati parpol-parpol agar mau mengusungnya dalam pilgub.

Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar memastikan, pihaknya serius untuk memasangkan dua tokoh tersebut. Keinginan ini dikatakannya usai menjadi pembicara kunci pada seminar nasional dengan tema “Penanaman Nilai Ideologi Pancasila” di kampus Universitas Diponegoro Semarang, Rabu (30/8/2017).

“Sementara yang menonjol Marwan dan Pak Sudirman, digabung saja,” kata Cak Imin, panggilan akrab Muhaimin Iskandar.

Menurutnya, PKB sudah berkomunikasi dengan parpol-parpol lain yang akan akan diajak untuk koalisi, tentang kemungkinan duet Marwan Ja’far dan Sudirman Said.

Ia mengakui, popularitas Ganjar Pranowo masih sangat tinggi. Oleh karenanya, PKB ingin menandingi dengan menduetkan dua mantan menteri yang namanya sudah dikenal secara luas tersebut.

Sementara itu, Hartono, Koordinator Tim Pemenangan Sudirman Said menyebut, belum ada kepastian mengenai rencana duet ini. Meski demikian menurut dia, kemungkinan itu bisa saja terjadi.

“Selama semuanya bisa jaga niat baik bersama dan ada kesamaan visi membangun Jateng menjadi lebih baik, kita terbuka dengan setiap kemungkinan,” katanya dikutip dari Antarajateng.com.

Editor : Ali Muntoha

Masih Ada Sejuta Warga Jateng yang Terancam Tak Bisa Nyoblos

Warga melakukan pencoblosan pada salah satu pesta demokrasi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Tingkat partisipasi pemilih dalam pelaksanaan Pilgub Jateng 2018 mendatang dikhawatirkan tak maksimal. Pasalnya, hingga kini masih ada sekitar satu juta warga Jateng yang belum memiliki KTP elektronik (E-KTP).

Padahal E-KTP digunakan sebagai dasar untuk menentukan daftar pemilih dalam pilgub. KPU Jateng memperkirakan jumlah pemilih pada Pilgub Jateng mendatang sebanyak 27.439.361.

Dari jumlah itu baru ada 26 juta calon pemilih yang sudah memiliki E-KTP. Selebihnya, warga sudah merekam namun belum mencetak E-KTP, dan sisanya merupakan warga yang merantau, atau belum memiliki E-KTP.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan, dan Capil Provinsi Jawa Tengah, Sudaryanto, menyebut 1 juta warga yang belum memiliki E-KTP ini merupakan warga yang memiliki hak pilih dalam Pilgub Jateng 2018.

Untuk masalah E-KTP yang belum tercetak, dalam September tahun ini aka nada pendistriobusian blanko E-KTP untuk masyarakat Jateng.

“Informasi yang saya dapatkan dari Pusat, September nanti lelang E-KTP selesai. Setidaknya ada 18,9 juta keping blanko bisa dibagikan ke seluruh Indonesia,” katanya pada wartawan.

Menurutnya, warga yang sudah melakukan perekaman dan belum mendapatkan E-KTP bisa menggunakan surat keterangan yang diberikan Dinas Kependudukan di daerahnya.

Sementara yang belum melakukan perekaman akan kembali dilakukan sosialisasi. Karena E-KTP menjadi syarat wajib masuk dalam DPS.

Hal tersebut tertuang dalam Undang-undang Nomor 10 tahun 2016, serta Peraturan KPU Nomor 4 tahun 2015 yang terakhir diubah menjadi Peraturan KPU Nomor 8 tahun 2016 tentang pemutakhiran data dan daftar pemilih.

“Kami sudah memerintahkan kepada Disduk Capil di kabupaten/kota untuk melakukan jemput bola dalam melakukan perekaman. Kita akan kejar agar semua warga yang sudah wajib memiliki KTP, untuk melakukan perekaman, sehingga hak pilihnya bisa digunakan. Sementara kami terus mendata, supaya dilaporkan kepada Mendagri untuk bisa diteliti dan dijadikan DP4,” tegas Sudaryanto.

Komisioner KPU Provinsi Jateng Bidang Pemutakhiran Data Pemilih, Muslim Aisha mengatakan, data pemilih di Jateng sebanyak 27.439.361 jiwa merupakan data pemilu terakhir yang dihimpun pihaknya.

Namun, jumlah pastinya masih dalam proses pendataan yang akan digelar pada 19 Desember 2017, dan akan disandingkan dan dicocokkan dengan DP4 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

KPU Provinsi Jateng sendiri menjadwalkan melakukan tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih sementara (DPS) pada 19 Desember 2017.

Editor : Ali Muntoha

Begini Cerita di Balik Tokoh Semar yang jadi Maskot Pilgub Jateng 2018

Foto : Merdeka.com

MuriaNewsCom, Semarang – Jika pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2013 lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggunakan tokok Werkudara sebagai maskot, pada Pilgub 2018 mendatang, kembali tokoh pewayangan yang dipilih. Punakawam paling utama, yakni Semar menjadi maskot dalam pilgub kali ini.

Dalam maskot ini, sosok Semar digambarkan memiliki ciri-ciri yang kharismatik, tersenyum, mata berkaca-kaca, rambut kuncung, tubuh gemuk (gendut), memakai sinjang atau jarik lurik Parangkusumaraja, kaki memakai ‘selop’, dan satu tangan menengadah ke atas.

KPU Jateng tak sembarangan memilih tokoh ini sebagai maskot. Ada makna dan filosofi tersendiri sebelum akhirnya dipilih sosok tersebut.

Ketua KPU Jateng Joko Purnomo mengatakan, dengan dipilihnya tokoh Semar atau yang juga disebut ‘Ki Lurah Badranaya’ dengan segala karakternya, diharapkan penyelenggaraan Pilgub Jateng dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat Jawa Tengah.

Kata ’badranaya’ berasal dari kata ‘bebadra’ yang artinya membangun sarana dari dasar dan ‘naya’ artinya nayaka yang berarti utusan.

“Maksudnya, mengemban sifat membangun melaksanakan perintah Tuhan demi kesejahteraan manusia. Semar juga berarti ‘Sang Penunjuk Makna Kehidupan,” katanya.

Secara fisik, tokoh semar tidak laki-laki dan tidak pula perempuan. Ia berkelamin laki-laki tapi juga memiliki payudara seperti perempuan. Ini adalah simbol dari laki-laki dan perempuan. Semar berambut kuncung dan berwarna abu-abu seperti anak muda yang memiliki semangat serta pribadi pelayan.

“Itulah kenapa salah satu tangan Semar menengadah ke atas, menggambarkan pelayanan senantiasa melayani umat tanpa pamrih untuk melaksanakan ibadah sesuai perintah Tuhan,” ujarnya.

Dalam pilgub kali ini KPU memilih tagline ‘Becik Tur Nyenengke’ atau yang berarti baik dan menyenangkan. Harapanya, Pilgub dan Pilkada serentak 2018 menjadi saat yang menggembirakan bagi seluruh masyarakat Jawa Tengah.

“Karena masyarakat telah diberikan wewenang sebagai hakim untuk secara merdeka memilih dan memutuskan Pimpinan Jawa Tengah untuk lima tahun yang akan datang,” jelasnya.

Dia mengatakan pemilihan dan penetapan maskot Pilgub Jateng 2018 itu berdasarkan Keputusan KPU Provinsi Jateng Nomor 3/PP.02.3-Kpt/Prov/VII/2017.

“Dalam penyelenggaraan Pilgub Jateng diperlukan sebuah maskot sebagai media guna mempromosikan, menyemarakkan, dan memberi semangat bagi pelaksanaannya,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Dian Kristiandi Tepis Anggapan Pencalonan Marzuqi untuk Memuluskan Jalan Menuju Kursi Bupati Jepara

Wakil Bupati  Jepara Andi Kristiandi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Mendaftarnya Bupati Jepara Ahmad Marzuqi sebagai calon wakil Gubernur Jawa Tengah dari PDI Perjuangan ternyata membuat banyak rumor di kalangan masyarakat. Yang paling santer, pencalonan tersebut dikait-kaitkan dengan wakil bupati Dian Kristiandi.

Politisi PDIP itu dinilai menjadi otak politik supaya ia bisa naik pangkat sebagai bupati. Hanya saja, anggapan tersebut langsung ditepis oleh mantan Ketua DPRD Jepara itu.

“Itu sudah menjadi rahasia umum, namun saya tegaskan hal itu tidak benar,” katanya, Selasa (22/8/2017).

Hingga kini, lanjutnya, pihaknya bahkan masih melakoni tugas sebagai wakil bupati. Ia bahkan selalu mengedepankan komunikasi dan selalu bekerjasama sebelum bergerak.

”Jadi tidak pernah bergerak sendiri-sendiri. Kalau ada perkembangan suatu proyek atau kebijakan saya laporkan ke Bupati,” tegas dia.

Baca Juga : Marzuqi Sempat Galau Sebelum Ambil Formulir Cawagub dari PDIP

Akan tetapi, pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Jepara ini sempat kaget saat mendengar keputusan partner kerjanya nyalon sebagai Cawagub Jawa Tengah. Ia mengaku tak diberitahu ataupun dimintai pertimbangan sebelumnya.

“Saya dengar malah dari orang lain, bahwa Pak Bupati nyalon. Maka saya telpon Pak Marzuqi lalu saya bilang, halo pak wagub. Hanya itu saja,” kata Dian berseloroh.

Sebelumnya, Kamis (10/8/2017) lalu, Marzuqi mengembalikan formulir pendaftaran bakal Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Tengah ke Kantor DPD PDI Perjuangan Jateng, di Panti Marhaen Kota Semarang.

Dalam pengembalian formulir dan berkas-berkas pendaftaran tersebut, Marzuqi ditemani tokoh dari DPC PDIP Jepara, PPP, Fatayat NU, Muslimat, Wanita PPP, KNPI dan sanggar seni budaya, serta alim ulama berikut tokoh masyarakat.

Wakil Bupati Dian Kristiandi juga ikut mendampingi. Total ada sekitar 850 orang yang mendampingi dengan menumpang 17 bus.

Editor: Supriyadi

PKS Jateng Bidik Pemilih Pemula untuk Menang di Pilgub

Fris Dwi Yulianto, Ketua Gema Keadilan Jateng. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan menggeber mesin politiknya untuk memenangkan calon yang bakal diusung dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018. Terlebih pilkada serentak pada tahun itu juga akan menjadi pemanasan dalam menghadapi pemilihan umum 2019 mendatang.

Salah satu strategi yang digunakan yakni membidik para pemilih pemula dan pemuda, yang jumlahnya cukup banyak.  

Partai ini menyiapkan ruang sebagai rumah bagi para pemuda beraktualisasi dan berkarya. Hal ini ditegaskan Fris Dwi Yulianto, Ketua Gema Keadilan Jateng.

Sebagai organisasi sayap PKS, ia mengaku siap memberikan fasilitas- asilitas sebagai bentuk dorongan kepada pemuda di Jateng untuk berkarya dan mengabdi bagi Indonesia. Beberapa pelatihan penunjang dunia kreativitas, kemandirian dan jiwa sosial pemuda akan diselenggarakan Gema Keadilan Jateng.

“Selain pelatihan, kalau ada teman-teman komunitas yang hendak mengadakan agenda dan butuh ruangan. Silahkan bisa mengadakan di Rumah Khidmat, Insya Allah akan difasilitasi,” katanya dalam siaran pers yang diterima MuriaNewsCom.

Ia menyatakan, Gema Keadilan siap kawal dan amankan calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung PKS. Ia meyakini proses penentuan cagub yang dilakukan Dewan Pengurus Wilayah PKS Jateng telah sesuai dengan arahan PKS Pusat.

Serta telah memalui mekanisme demokrasi didalam dengan menyelenggarakan Pemira dan musyawarah.

Selain itu, Ketua Bidang Kepemudaan DPW PKS Jateng Ali Umar Dhani menerangkan bahwa saat ini proses penentuan cagub dan cawagub dari PKS masih dalam komunikasi serta musyawarah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman Gema Keadilan yang telah berkomitmen untuk membantu PKS, siapapun yang maju. Proses (penentuan cagub) masih berlanjut, mohon doanya,” terangnya.

Beberapa waktu yang lalu DPW PKS Jateng telah menyelenggarakan pemilihan internal Raya (Pemira) oleh kader-kader PKS di seluruh Jateng. Saat ini, telah masuk pada tahapan musyawarah dan komunikasi dengan beberapa tokoh serta DPP untuk nantinya dimajukan sebagai cagub dan cawagub dari PKS.

Editor : Ali Muntoha

Mantan Menteri ESDM Diberi Mandat untuk Perjuangkan Jateng

Mantan Menteri ESDM Sudirman Said saat berpidato dalam acara Silaturahmi Warga Jateng di Balaiurang Universitas PGRI Semarang, Minggu (20/8/2017). (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menerima mandat dari ribuan warga Jawa Tengah untuk memperjuangkan kemajuan provinsi ini menjadi daerah yang bermartabat.

Mereka berharap jika Sudirman Said maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 mendatang dan terpilih, Jawa Tengah bakal bisa maju dan mengentaskan kemiskinan. Ini terjadi dalam acara Silaturahmi Warga Jateng di Balaiurang Universitas PGRI Semarang, Minggu (20/8/2017).

Dalam pandangan Sudirman Said, Jawa Tengah punya alasan penting untuk diperjuangkan. Menurutnya, Jawa Tengah adalah provinsi yang penting. “Tanpa Jawa Tengah Indonesia tidak akan ada,” katanya.

Ia menyatakan, segala kekurangan yang dimiliki Jateng adalah ruang yang besar untuk perbaikan dan pertumbuhan. Itulah salah satu alasan mengapa dirinya mau menerima mandat dari warga Jateng.

Alasan lainnya yakni, dia merasa memiliki utang kepada negara yang harus dibayar. Beasiswa pendidikan yang diterimanya berasal dari negara, sehingga membuatnya dientaskan dari jurang kemiskinan dianggapnya sebagai utang yang harus dibayar.

“Kalau tidak dientaskan negara, saya tidak akan sampai pada titik ini, dan bisa menempati beragam posisi yang strategis di negeri ini,” terang dia.

Alasan berikutnya adalah keinginannya mengembalikan politik seperti pada masa perjuangan dulu. Di mana politisi umumnya adalah orang-orang yang berintegritas, jujur, dan berjuang semata untuk kemajuan bangsa. “Tiga alasan itu yang membuat saya mau menerima amanat ini,” kata Pak Dirman.

Ia menyebut, politik hari ini diisi oleh tokoh politik yang korup. Ini berbeda dengan dahulu yang menurutnya banyak tokoh politik yang jujur.

Dalam acara itu, Sudirman Said juga menegaskan bahwa Jawa Tengah harus dipimpin oleh orang yang baik. “Jika ada yang lebih baik untuk Jawa tengah kita dukung,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Petani yang Jalan Kaki dari Tawangmangu Diajak Sarapan Ganjar di Gubernuran

Para petani dari Tawangu berjalan kaki menuju Kota Semarang untuk memberi dukungan kepada Ganjar Pranowo. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang- Setelah jalan kaki selama tiga hari tiga malam, puluhan petani dari Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Kamis (17/8/2017) tiba di Kota Semarang. Para petani ini langsung menuju kantor Gubernur Jateng, di Jalan Pahlawan Semarang, untuk bertemu dan mendukung Ganjar Pranowo pada Pilgub Jateng 2018.

Rombongan petani yang melakukan aksi jalan kaki Tawangmangu-Semarang langsung bersujud sebagai bentuk syukur saat tiba di depan kantor Gubernur Jateng. Sebelumnya mereka menempuh rute Tawangmangu-Semarang dengan berjalan kaki sejak Senin (14/8/2017).

Ganjar yang tiba di kantor gubernuran bersama istri, Siti Atikoh langsung dikerubuti para petani untuk bersalaman. Setelah bersalaman, Ganjar mengajak berfoto bersama dan sarapan di ruang VVIP kantor gubernur.

Ganjar sendiri mengaku kaget dan terharu mendapat dukungan dari petani dengan jalan kaki. Apalagi beberapa di antara mereka adalah teman sekolah dan tetangga Ganjar di Tawangmangu. Terlebih kedatangan mereka bertepatan dengan momen 17 Agustus.

“Ini sesuatu yang mengharukan sekaligus membahagiakan, ada satu semangat dari kawan-kawan waktu sekolah, tetangga kiri kanan untuk hadir pas 17 Agustus. Kado jugalah buat kita,” kata Ganjar.

Ia mengaku sempat tak percaya dengan kabar yang didapatnya tentang rencana petani yang hendak jalan kaki itu. “Saya pikir itu bercanda, tapi kemarin sore saya dikirimi foto ada gambarnya Pak Wali Kota Solo Rudi dan Bupati Boyolali Seno Samudro yang lagi menyematkan tali putih `sekali putih tetap putih`, tolong dititipkan Mas Ganjar,” ujarnya.

Besari selaku koordinator petani menjelaskan bahwa aksi jalan kaki Tawangmangu-Semarang tersebut adalah nazar atas langkah Ganjar Pranowo yang mendaftar kembali menjadi calon Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023.

“Kami merasa di bawah kepemimpinan Pak Ganjar, Jateng menjadi lebih baik sehingga mendukung lagi pencalonannya untuk yang kedua kalinya,” katanya.

Ia mengungkapkan, selama perjalanan tidak menemui halangan berarti dan tidak mematok target waktu kedatangan. Selama perjalanan menurut dia, mereka mampir ke kepala daerah yang diusung PDIP dan yidur di masjid atau musala.

Editor : Ali Muntoha

Kades di Batang Anggap Sudirman Said Berani Lawan Koruptor

Mantan menteri ESDM Sudirman Said saat bertemu para kepala desa se-Kabupaten Batang, Selasa (15/8/2017). (Foto : Humas Sudirman Said)

MuriaNewsCom, Semarang – Bakal calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said tak memungkiri jika ia bukanlah satu-satunya sosok terbaik yang patut memimpin Jawa Tengah lima tahun ke depan. Ia pun menyatakan tak segan untuk mendukung dan tokoh terbaik tersebut.

Hal ini ditegaskan mantan Menteri ESDM tersebut saat bertemu kepala desa de-Kabupaten Batang, Monggo Moro, Gringsing, Batang, Selasa (15/8/2017).

“Jika ada yang lebih baik dari saya, mari kita junjung bersama untuk Jawa tengah yang lebih baik,” ujarnya.

Karena menurut dia, untuk membangun Jawa Tengah adalah tugas bersama. Seluruh rakyat mesti turut serta berbuat demi kebaikan provinsi ini.  Sudirman Said mengaku, orang-orang yang baik ini patut untuk diajak kerja bersama.

“Membangun Jawa tengah itu bukan hanya kerja perorangan, tapi kerja bersama untuk rakyat yang lebih baik”, ucapnya Sudirman Said sewaktu berkumpul bersama seluruh kepala desa se Kabupaten Batang, di Monggo Moro, Gringsing, Selasa 15 Agustus 2017.

Dalam kunjungan ini, secara bergantian kepala desa seluruh Kabupaten Batang memberikan sambutan atas kehadiran Sudirman Said. Mereka menyambutnya sebagai seorang yang berani.

Ahmad Rojikin, Ketua Paguyuban Kepala Desa se-Kabupaten Batang mengatakan Sudirman Said sebagai tamu penting dan istimewa.

Alhamdulillah hari ini kita kedatangan tamu terbaik Jateng. Seorang pemberani yang terus meluangkan waktunya untuk berkarya untuk Jateng,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menyebut bahwa tidak banyak orang yangg berani melawan koruptor kecuali Sudirman Said. Keberanian ini adalah hal yang baik bagi Jawa Tengah ke depan. “Kita harus bersama dukung Sudirman Sa’id karena terbukti, pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Siap Head to Head di Pilgub Jateng, Golkar Tutup Pintu Koalisi dengan PDIP?

Foto : Golkar

MuriaNewsCom, Semarang – Partai Golkar tampaknya sudah sangat percaya diri untuk bertarung dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng 2018 mendatang. Bahkan Golkar berharap bisa tanding head to head dengan PDI Perjuangan, sebagai pemenang dalam pemilu lalu.

Ketua DPD 1 Partai Golkar Jateng Wisnu Suhardono mengatakan, harapannya dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang hanya ada dua pasang calon. Dengan dua pasang calon ini, menurutnya akan lebih menguntungkan untuk melawan calon dari PDI Perjuangan.

“Menurut teori, pengalaman, pengamatan, dan `feeling`, kalau `head to head` siapa pun, termasuk saya dengan PDIP itu menarik, probability-nya untuk menang itu lebih tinggi daripada jika calonnya ada tiga,” kata Wisnu, dikutip dari Antaranews.com, Senin (14/8/2017).

Ia mengakui, jika pasangan calon dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang ada tiga calon, maka PDI Perjuangan yang akan diuntungkan. Sementara jika head to head peluang untuk Golkar cukup besar.

“Kalau calonnya tiga, secara teori PDIP diuntungkan walaupun pelaksanaannya tergantung operasi di lapangan. Akan tetapi, kami bicara teori dahulu,” ujarnya.

Dengan harapan ini, kemungkinan Golkar tidak akan berkoalisi dengan PDI Perjuangan, sama seperti Pilgub Jateng 2013 lalu. Saat itu PDI Perjuangan tampil sebagai partai tunggal yang mengusung Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko, sementara Golkar berkoalisi dengan Demokrat mengusung Bibit Waluyo- Sudijono Sastroadmodjo.

Meski demikian, Partai Golkar juga memastikan akan berkoalisi dengan partai politik lain karena jumlah kursi di DPRD Jateng yang tidak memungkinkan untuk mengusung calon sendiri. “Pengalaman kami dengan PPP lebih baik, PPP bersama kita di tiga pilkada lalu, yakni Demak, Batang, dan Banjarnegara,” ujarnya.

Wisnu menyatakan, partainya akan melakukan melakukan survei internal guna menentukan calon yang akan diusung pada Pilgub Jateng 2018. Survei itu akan dilakukan pada sejumlah nama potensial, termasuk Wisnu Suhardono.

“Akhir bulan ini ada survei, termasuk saya (yang ikut disurvei), yang hasilnya jelek enggak usah diusung,” katanya.

Wisnu mendapat dorongan dari internal Golkar untuk maju bertarung dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang. Ketua Harian DPD I Partai Golkar Jateng Iqbal Wibisono bahkan menyebut 35 DPD II kabupaten/kota di Jateng dan DPD I Jateng sudah bulat mendukung pencalonan Wisnu SUhardono.

Editor : Ali Muntoha

Sudirman Said Dekati Gerindra dan PKS demi Rebut Kursi Gubernur Jateng

Sudirman Said saat melakukan pertemuan dengan pengurus DPD Partai Gerindra Jateng, Sabtu (12/8/2017). (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said semakin gencar melakukan pendekatan terhadap partai politik, untuk memuluskan langkahnya untuk merebut kursi gubernur dalam Pilkada Jateng 2018 mendatang. Sudirman Said, terlihat melakukan pendekatan dengan Partai Gerindra dan PKS Jateng.

Ini terlihat dalam  safari politiknya, akhir pekan kemarin (Sabtu (12/8/2017). Sudirman bersama rombongan mengunjungi Kantor DPD Partai Gerindra Jateng, dan DPW PKS Jateng.

Di kantor Partai Gerindra, Sudirman Said terlihat disambut dengan hangat. Bahkan Ketua DPD Partai Gerindra Jateng Abdul Wachid memperkenalkan Sudirman Said di depan kader Gerindra sebagai calon gubernur.

Menurutnya konsolidasi ini sudah atas persetujuan Prabowo Subianto. Karena beberapa kali sudah melakukan pertemuan.

“Ini adalah kesempatan, karena kader sudah banyak yang mendesak dan bertanya siapa yang akan diusung pada Pilgub Jateng. Nanti bisa juga Pak Sudirman bawa baliho atau gambar sehingga lebih mudah memperkenalkan,” katanya.

Sudirman Said selanjutnya diberi kesempatan untuk memperkenalkan diri dan membicarakam tentang bagaimana membangun bangsa, khususnya Jawa Tengah ke depan. Selanjutnya terjadi diskusi yang hangat antara Sudirman Said dengan pengurus DPD Gerindra Jawa Tengah dan para kader.

“Terima kasih telah diberi kesempatan, dan saya siap melakukan kompetisi!” Tegas Sudirman Said menutup sambutannya.

Sebelum ke kantor DPD Partai Gerindra Jateng, Sudirman Said juga melakukan kunjungan ke kantor DPW PKS Jateng. Di PKS Sudirman Said disambut ketua DPW PKS Jateng Kamal Fauzi, pengurus dan kader PKS.

Dalam pertemuan ini, Sudirman Said menyebut sudah membahas mengenai calon pemimpin Jateng. “Ini pertemuan reguler, untuk menyamakan persepsi dan melaporkan perkembangan di lapangan,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Ini Alasan Marzuqi Idamkan Kursi Wakil Gubernur Jateng

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, yang ikut meramaikan bursa calon wakil gubernur Jateng. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Ahmad Marzuqi nampaknya serius untuk memperebutkan kursi wakil gubernur Jateng pada pilkada serentak 2018 mendatang. Kamis (10/8/2017) hari ini, ia mengembalikan formulir pendaftaran Cawagub ke kantor DPD PDI Perjuanga Jateng di Kota Semarang.

Sebelumnya diberitakan, Marzuqi mewakilkan pengambilan formulir pendaftaran Cawagub kepada Agus Sutisna, Selasa (1/8/2017). Ia adalah anggota DPRD Jepara asal partai PPP.

“Dari segi kelengkapan formulir insyaallah sudah kami lengkapi. Pak Marzuqi nantinya yang akan mengembalikannya sendiri, didampingi beberapa petinggi parpol dan ormas serta membawa grup kesenian khas Jepara,” kata Agus Sutisna, yang ikut dalam rombongan pengembalian formulir ke Semarang.

Perlu diketahui, Ahmad Marzuqi merupakan politisi asal partai berlambang kabah, PPP. Namun saat pemilihan bupati Jepara 2017, ia diusung oleh PDI Perjuangan. Bersama wakilnya Dian Kristiandi, ia kemudian dinobatkan sebagai pemenang pemilu, dan ditahbiskan memimpin Jepara hingga 2022.

Namun belum sampai enam bulan, ia mengambil langkah untuk mencalonkan menjadi Jateng 2 (wakil gubernur).

Disinggung alasan Ahmad Marzuqi, Agus Sutisna tak mengetahui lebih detil. Namun dirinya mengaku pernah diajak bicara soal tersebut.

“Kalau alasanya apa saya rasa Pak Marzuqi yang lebih mengetahui. Namun demikian Pak Marzuqi pernah diusung oleh PDIP, yang bersangkutan juga menerima amanat dari DPP PDIP dan perintah dari DPW PPP untuk ambil formulir (pencalonan cawagub). Jadi sebagai kader partai (PPP) ia berusaha taat atas apa yang diperintahkan,” ujarnya.

Baca juga : Baru Kembali Terpilih jadi Bupati Jepara, Marzuqi Kini Incar Posisi Wakil Gubernur

Agus juga menerangkan, alasan Marzuqi memilih mendaftar cawagub dari partai berlambang banteng.

“Kalau PPP sendiri kan tidak bisa mengusung pencalonan gubernur atau wakil gubernur, karena kursinya tak terpenuhi. Sementara PDIP sendiri adalah partai di Provinsi Jateng yang memenuhi untuk mengusung Cagub dan Cawagub sendiri di Jawa Tengah,” urainya.

Editor : Ali Muntoha

Baru Kembali Terpilih jadi Bupati Jepara, Marzuqi Kini Incar Posisi Wakil Gubernur

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi. Setelah kembali terpilih sebagai bupati, Marzuqi kini mengincar posisi wakil gubernur Jateng. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Ahmad Marzuqi, baru saja terpilih kembali sebagai bupati Jepara pada Pilkada Serentak Februari 2017 lalu. Tiga bulan setelah dilantik menjadi bupati, Ahmad Marzuqi punya ambisi lain, yakni mengincar posisi wakil gubernur Jateng.

Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaanya dalam penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang dibuka DPD PDI Perjuangan Jateng.

Kamis (10/8/2017) hari ini, Marzuqi mengembalikan formulir pendaftaran bakal Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Tengah ke Kantor DPD PDI Perjuangan Jateng, di Panti Marhaen Kota Semarang.

Untuk mengembalikan formulir dan berkas-berkas pendaftaran ini, Marzuqi diantar sekitar 850 orang dengan menumpang 17 bus.

Agus Sutisna, anggota DPRD Jepara dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ikut serta dalam rombongan. Menurutnya, selain unsur partai politik dan organisasi masyarakat, pihaknya juga mengikutsertakan rombongan kesenian, yang nantinya akan dipertontonkan kepada khalayak di ibukota Jawa Tengah. 

“Pak Marzuqi tentu saja ikut dalam rombongan. Selain itu ada tokoh dari DPC PDIP Jepara, PPP, Fatayat NU, Muslimat, Wanita PPP, KNPI dan sanggar seni budaya, serta alim ulama berikut tokoh masyarakat. Wakil Bupati Dian Kristiandi juga ikut mendampingi,” ucapnya, melalui sambungan telepon. 

Dirinya mengatakan, sesampainya di Semarang pihaknya akan menyajikan kesenian khas Jepara. Seperti tari Laskar Kalinyamat, rebana, terbang telon dan pertunjukan perkusi hasil kreasi seniman Jepara. 

Disinggung masalah komunikasi dengan calon lain, Agus mengungkap pihaknya belum berpikir sejauh itu. 

“Komunikasi dengan calon lain belum ada, kita fokus pada pengembalian formulir dulu. Baru ke depannya setelah kita memang diterima dan mendapatkan rekomendasi kita akan mengembangkan komunikasi dengan seluruh jajaran partai dan calon gubernur yang juga telah mendapatkan rekomendasi,” jelas Agus.

Editor : Ali Muntoha