Kader Partai Nasdem Datangi KPU Kudus untuk Konsultasi Pendaftaran Bakal Calon Bupati

Kader Partai Nasdem saat berkonsultasi di KPU Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah kader Partai Nadem datang ke Kantor KPU Kudus, Rabu (30/8/2017) sore. Tujuan mereka adalah untuk berkonsultasi ihwal syarat pendaftaran bakal calon bupati.

Ketua KPU Kudus Moh Khanafi mengatakan, kader Partai Nasdem datang secara langsung untuk konsultasi mengenai cara mendaftar sebagai calon bupati lewat jalur independen. Mereka yang datang di antaranya aktifis Sururi Mujib, dan Muhtamat.

“Mereka konsultasi calon perseorangan. Jadi kami jelaskan bagaimana syarat dan tata cara mendaftar sebagai calon perseorangan,” katanya usai bertemu dengan kader  Partai Nasdem.

Dijelaskan, mengenai persyaratan hingga kini belum final. Rencananya, finalnya persyaratan akan diumumkan pada 10 September 2017. Hanya secara garis besar, dijelaskan kalau hendak mendaftar sebagai perseorangan dapat mengumpulkan KTP elektronik sekitar 45 ribu.Jumlah tersebut, harus terkumpul lebih dari 50 persen wilayah di Kabupaten Kudus.

Disinggung mengenai calon, pihaknya tak tahu mana yang akan mendaftar. KPU hanya melayani siapa yang hendak konsultasi. Sejumlah pihak juga telah konsultasi ke KPU tentang persyaratan calon individu. Sebelumnya ada Hartoyo, Sugeng Suharto dan Sri Berdikari.

Sementara, Sururi Mujib membenarkan kalau kedatangannya memang untuk berkonsultasi mengenai pendaftaran perseorangan. Hanya untuk siapa nama calon itu, dia masih belum bisa menjelaskan. “Iya intinya berkonsultasi bagaimana syarat daftar individu. Soal calon, bisa saya kan,” jawabnya singkat

Editor : Akrom Hazami

Selain Mawahib, Ini Nama-Nama Bakal Calon Bupati Kudus dari Partai Golkar

Anggota DPRD Kudus Mawahib mengambil formulir pendaftaran bakal calon Bupati Kudus di kantor DPD Partai Golkar Kudus, Kamis (10/8/2017).  (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus –  Tak hanya Mawahib saja yang mengambil formulir bakal calon bupati Kudus dari Partai Golkar. Ada sejumlah nama lain yang juga sudah mengambil formulir, dan bersaing mendapatkan rekomendasi DPP.

Ketua tim penjaringan bacabup-cawabup Partai Golkar Kudus, Joni Dwi Harjono mengatakan, sebelum Mawahib, ada sejumlah nama yang mengambil formulir pendaftaran, yakni Ketua Partai Idaman Kudus Maesyaroh,  Ketua DPD Partai Nasdem Kudus, Akhwan Sukandar, serta pengusaha  Umar Ali atau Mas Umar.

“Sudah ada nama, untuk Maesyaroh mengambil formulir pendaftaran calon wakil bupati. Sementara Akhwan dan Umar Ali mengambil formulir sebagai calon bupati dari Golkar,” kata Joni di kantor DPD Partai Golkar Kudus, Kamis (10/8/2017).

Joni mengatakan, dari hasil pendaftaran tersebut, nanti akan diverifikasi melalui rapat pleno pengurus DPD Partai Golkar Kudus. Selanjutnya, dari hasil rapat pleno tersebut nanti akan diajukan ke DPD Partai Golkar Jateng minimal tiga orang calon, dan maksimal lima orang calon, untuk masing-masing posisi.

Editor : Akrom Hazami

Anggota DPRD Kudus Mawahib Ambil Formulir Bakal Calon Bupati Kudus di DPD Partai Golkar

Anggota DPRD Kudus Mawahib mengambil formulir pendaftaran bakal calon Bupati Kudus di kantor DPD Partai Golkar Kudus, Kamis (10/8/2017).  (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Anggota DPRD Kudus, Mawahib, mengambil berkas formulir pendaftaran bakal calon Bupati Kudus di kantor DPD Partai Golkar Kudus, Kamis (10/8/2017).   Adik kandung politisi Nusron Wahid itu mengambil formulir bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati.  

“Ini merupakan ikhtiar yang saya lakukan. Saya optimistis mendapatkan rekomendasi dari Golkar untuk maju di Pilbup Kudus mendatang,” kata Mawahib.

Mawahib yakin jika namanya akan mendapatkan rekomendasi. Mengingat, sosoknya yang merupakan kader Partai Golkar murni. “Tekad saya juga mengembalikan kejayaan partai Golkar seperti sebelumnya,” ucapnya.

DPD Partai Golkar Kabupaten Kudus saat ini sedang melakukan penjaringan pendaftaran untuk bakal calon Bupati dan Wakil Bupati periode 2018-2023.

DPD Partai Golkar Kudus membuka jadwal pendaftaran bakal calon bupati selama tujuh hari dari 7 Agustus hingga 13 Agustus 2017. Penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati terbuka untuk umum.

Setelah proses penjaringan selesai, hasilnya nanti akan disampaikan ke DPD Golkar Jawa Tengah.  Selanjutnya akan diteruskan ke DPP.

Editor : Akrom Hazami

Sumiyatun Positif Mundur dari PNS, dan sedang Tunggu SK, demi Maju Pilbup Kudus

Joko Triyono, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus  –  Salah satu nama yang beredar sebagai calon bupati di Kudus adalah Sumiyatun. Mami, panggilan akrabnya telah resmi mengundurkan diri sebagai pegawai negeri sipil (PNS), per Agustus 2017. Adapun berkas pengunduran dirinya telah diserahkan ke tangan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Kudus.

Joko Triyono, Kepala BKPP mengatakan, Sumiyatun telah mengajukan pemberhentian dari statusnya sebagai PNS atas permintaan sendiri (APS). Tepatnya sejak 25 Juli 2017.

“Sumiyatun sudah mengajukan permohonan pengunduran diri sebagai PNS. Termasuk juga sudah mengajukan pengunduran diri sebagai kadinas (Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus),” kata Joko ditemui di tempat kerjanya, Rabu (9/8/2017).

Saat ini proses pengunduran diri memang masih berjalan di provinsi. Karena, melihat status PNS Pembina Tingkat I atau golongan 4 B merupakan wewenang provinsi untuk mengeluarkan suratnya. “Kini tinggal menunggu SK pemberhentian dari gubernur saja,” terangnya.

Adapun masa pensiun Sumiyatun sebagai PNS berakhir pada 1 April 2018. Sumiyatun diketahui akan terjun ke politik dan telah mengajukan pengunduran diri. Praktis, nantinya berhak mendapatkan fasilitas sebagai pensiunan. Mengingat Sumiyatun telah mengabdi lebih dari 20 tahun dan berusia lebih dari 50 tahun.

Sumiyatun mengatakan, berkas pengunduran dirinya sudah diserahkan kepada Badan Kepegawaian. “Tinggal menunggu SK pemberhentian turun,” kata Sumiyatun kepada wartawan.

Karena belum ada SK pemberhentian, maka dirinya tetap beraktivitas layaknya PNS lainnya. “Meski sudah mengajukan pemberhentian, nanti kalau tidak masuk kerja malah salah. Kan belum ada bukti,” katanya.

Diketahui, Sumiyatun telah mendaftar sebagai bakal calon Bupati Kudus dari PDI P. 

Editor : Akrom Hazami

MU Kembalikan Formulir Pendaftaran Cabup ke DPC PPP Kudus

Umar Ali atau yang dikenal sebagai Mas Umar (MU) saat usai menyerahkan formulir pendafarannya untuk maju sebagai calon bupati Kudus dari PPP di kantor DPC PPP Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Keseriusan Umar Ali atau yang dikenal sebagai Mas Umar (MU) untuk maju sebagai calon bupati Kudus pada Pemilukada 2018 mendatang, semakin tampak. Di antaranya adalah MU mengembalikan formulir pendaftaran cabupnya ke kantor DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kudus, Rabu (2/8/2017).

Diketahui ada tiga nama bakal calon bupati telah mendaftarkan diri melalui PPP. Mereka adalah Akhwan, Umar Ali, dan Sri Hartini. Sri Hartini, yang juga politisi Partai Gerindra telah lebih dulu menyerahkan formulir. Disusul hari ini, MU menyerahkan formulir.

MU mengaku optimistis jika partai berlambang kakbah itu akan merekomendasikan dirinya. Keyakinan itu muncul seiring intensitasnya melakukan komunikasi dengan PPP. 

Ulwan Hakim, Ketua DPC PPP Kudus mengatakan, proses mendapatkan rekomendasi DPP PPP tidaklah mudah. Karena akan ada sejumlah tahapan yang harus dilalui. “Nantinya masih ada wawancara dua kali yang dilakukan calon. Pertama adalah wawancara di DPD dan berikutnya adalah wawancara di DPP,” katanya.

Mekanisme dari PPP setelah semua formulir dikembalikan oleh pendaftar, selanjutnya akan dilakukan verifikasi. Hasil dari verifikasi tersebut akan disampaikan kepada DPW PPP Jawa Tengah.

Editor : Akrom Hazami