Wow, Tagih Tunggakan Pelanggan, PLN Jepara Dapat Rp 500 Juta per Bulan

Petugas PLN menggandeng Satpol PP mendatangi pelanggan yang menunggak membayar listrik (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Petugas PLN menggandeng Satpol PP mendatangi pelanggan yang menunggak membayar listrik (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jepara ternyata banyak yang menunggak, terutama di tahun 2015 lalu. Kemudian, hal itu menuntut pihak PDAM untuk melakukan penagihan. Bahkan, penagihan yang dilakukan sejak akhir tahun 2015 bekerjasama dengan Satpol PP Jepara membuahkan hasil.

Setiap bulan, PDAM Jepara mampu mendapatkan Rp 500 juta saat melakukan penagihan terhadap pelanggan yang belum membayar. Angka tersebut terbilang fantastis untuk Kabupaten Jepara, dengan pelanggan yang relatif sedikit dibanding kota-kota besar.

“Kami melihat banyak sekali yang menunggak. Kemudian kami menggandeng Satpol PP. Hasilnya sangat efektif, kami mendapatkan Rp 500 juta setiap bulan dari hasil penagihan sendiri,” ujar Direktur PDAM Jepara Prabowo kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, penagihan yang dilakukan pihaknya dengan Satpol PP adalah dengan langsung mendatangi rumah-rumah pelanggan. Mereka ada yang langsung membayar di tempat dan ada pula yang membayar di kantor PDAM.

Dia menjelaskan, berdasarkan aturan, sebenarnya jika pelanggan menunggak hingga lebih dari lima bulan, maka akan ditagih langsung ke rumah pelanggan. Jika masih berkelit, instalasi terancam diputus.“Tapi kami lebih mengedepankan persusif. Tak langsung asal putus,” ucapnya.

Meski demikian, pelanggan yang nunggak tersebut bukan berarti tidak mau membayar. Mereka tetap membayar tapi di satu atau di bulan-bulan berikutnya. Hal ini cukup merepotkan, khususnya dalam urusan administrasi.

Editor : Kholistiono

Petugas PLN “Ngawasi” UN di Grobogan

uplod jam 13

Petugas PLN mengawasi aliran listrik di salah satu Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Grobogan ternyata tidak hanya membuat sibuk jajaran dinas pendidikan saja. Tetapi juga petugas PLN area Purwodadi.

Mereka juga ikut sibuk “mengawasi” yakni hanya memonitor jaringan listrik di sekolah yang menyelenggarakan UN. Khususnya, sekolah yang menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Dari pantauan di lapangan, beberapa petugas PLN sempat melakukan pemeriksaan jaringan listrik di SMAN 1 Purwodadi. Yakni, setelah ujian sesion I selesai. Tindakan itu dilakukan guna menjamin pelaksanaan ujian berjalan lancar.

“Untuk pelaksanaan ujian kita memang menjalin kerjasama dengan PLN untuk memastikan aliran listrik tidak ada gangguan selama ujian berlangsung. Selain itu, sebagai upaya berjaga-jaga kami juga sudah menyediakan genset besar yang operatornya siaga penuh selama jam ujian,” kata Kepala Sekolah SMAN 1 Purwodadi Amin Hidayat.

Menurutnya, pada hari pertama ini mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia. Pelaksanaan ujian dibagi tiga sesi. Masing-masing sesi diikuti 120 siswa.

“Jumlah siswa yang ikut ujian ada 360 orang. Sementara kapasitas komputer ada 120 unit yang ditempatkan pada tiga ruangan,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami