Beternak Jadi Andalan Warga Temulus untuk Bertahan Hidup

Masiran salah satu peternak sapi di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo yang tergabung dalam kelompok ternak Sidorejo sedang memberi makan ternaknya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Masiran salah satu peternak sapi di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo yang tergabung dalam kelompok ternak Sidorejo sedang memberi makan ternaknya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Selain menjadi petani, warga Temulus, Kecamatan Mejobo juga mempunyai usaha sampingan lainnya. Yakni dengan memelihara hewan ternak, baik sapi dan kambing untuk menambah pendapatannya.
Salah satu warga yang beternak sapi adalah Masiran. Ia mengatakan, kebanyakan sapi yang dimiliki warga setempat merupkan pemberian pemerintah pada 2003 silam. Pihak pemerintah pun mengharuskan kepada penerima untuk bisa mengembangbiakkan sapi tersebut.

Dengan adanya bantuan tersebut, sebanyak 18 warga yang tergabung dalam kelompok ternak Sidorejo bisa memanfaatkan hasil dari perkembangan pembesaran sapi yang sudah dijual. ”Untuk saat ini kelompok ternak Sidorejo mempunyai sekitar 30 an ekor sapi, yang sebelumnya mempunyai 40-an ekor. Baik berjenis Brahma atau Lemosin. 30 sapi itu tetap harus bisa dijaga dan dirawat dengan baik, sehingga bisa dikembangkan,” paparnya.

Dia menilai, memang cukup sulit untuk merawat dan mengembangkannya. Sebab jika pihak kelompok ternak tidak teliti dan tegas, maka anggota lainnya bisa menjual sapi tersebut tanpa dikembangkan atau diternak terlebih dahulu.

”Dalam pengembangan ini, pihak peternak harus bisa membesarkan atau mengembangkan dengan baik. Jika sapi itu berkembang, maka mereka bisa menjualnya. Sehingga jumlah sapi akan bisa tetap atau tidak berkurang. Itulah yang diharapkan pemerintah,” ujarnya.

Selain peternak sapi, di desa tersebut juga banyak yang mempunyai ternak kambing. Sebab letak wilayah desa yang berdekatan dengan persawahan dan berada di bagian selatan Kecamatan Mejobo memang cocok untuk dijadikan peternakan.

Salah satu peternak kambing yang mengaku bernama Samiri mengatakan, di sini ada ratusan kandang kambing. Dimana kandang tersebut untuk dijadikan ternak kambing. ”Letak kandang sapi dan kambing itu berdekatan, sama-sama berada di selatan desa sekaligus berada di dekat sungai desa. Supaya kotoran itu bisa terbuang di sungai tersebut. Rata-rata satu kandang ada 5 ekor kambing milik peternak,” paparnya.

Masiran menambahkan, sebagian besar warga memang mencari tambahan dengan beternak sapi dan kambing. Sebab bila mengandalkan pertanian saja, maka tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebab daerah ini sering banjir disaat ada hujan lebat.

Editor : Titis Ayu Winarni