Trik Sepele Petani Undaan Kudus Basmi Hama

Petani Desa Kutuk ramai ramai membasmi hama tanaman. Baik itu tikus, keong, belalang dan wereng dengn cara memberikan taburan tembakau bubuk. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Petani Desa Kutuk ramai ramai membasmi hama tanaman. Baik itu tikus, keong, belalang dan wereng dengn cara memberikan taburan tembakau bubuk. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Berbagai hama tanaman padi, baik itu tikus, wereng, belalang hingga keong, ternyata bisa musnah hanya dengan hal sepele. Yaitu diberikan tembakau. Sebab bahan baku pembuat rokok tersebut dapat menghilangkan hama lantaran aromanya yang menyengat.

Salah satu pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bangun Tani Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Sutiyono mengatakan, berbagai hama itu bisa disingkirkan bukan hanya dengan cara menabur atau menyemprot dengan obat kimia saja.

“Melainkan juga bisa secara alami. Misalnya menggunakan tembakau yang memang tidak digunakan oleh perusahaan rokok,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, tembakau tersebut sudah digiling menyerupai tepung. Sehingga mudah untuk ditabur pada tanaman padi yang berusia satu hingga dua minggu tersebut.

“Sebenarnya tembakau yang sudah digiling menjadi bubuk itu kan tembakau yang sudah menjadi sampah pabrik atau tembakau yang tidak digunakan untuk membuat rokok,” ujarnya.

Sementara itu, untuk penggunaan tembakau tersebut, petani tinggal menyebarnya seperti pupuk ke area tanaman padi. Jika ada hama tikus, keong, wereng dan belalang mendekat, dipastikan akan menyingkir bahkan mati dengan sendirinya.

“Aroma yang menyengat itu bisa mengusir atau membuhuh hama tersebut. Selain itu untuk harganya per 50 kilogramnya diperkirakan sebesar Rp 50 ribu. Selain itu, biasanya para petani membelinya di pasar Babalan Undaan,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Keong Hantui Petani Undaan Kudus

Petani Undaan Lor usai mencari (menyisir) tanaman padinya dari hama keong. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Petani Undaan Lor usai mencari (menyisir) tanaman padinya dari hama keong. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu hama tanaman padi yang tak kalah berbahanya dibanding dengan tikus, wereng atau belalang, adala keong. Sebab, keong juga berperan merusak sawah petani.

Sebab hewan tersebut sering mengincar tanaman padi yang berumur satu mingu hingga dua minggu. Di antaranya terjadi di Kecamatan Undaan.

Salah satu petani di Undaan Lor, Sadzali (57) mengatakan, hama ini memang tak jauh berbeda dengan tikus.”Hanya, tikus itu makan tanaman rata rata saat padi masih berupa winih(bibit,red). Namun keong ini memakan tanaman di segala umur tanaman. Baik itu masih bibit atau juga sudah berumur satu hingga dua minggu,” katanya.

Keong menyerang dari akar tanaman hingga ke batang tanaman. Berbeda dengan tikus, hama pengerat itu hanya memilih dan memakan daun tanaman padinya saja. Serta kerusakan tanaman dapat diamati.

“Keong itu malah lebih mengecoh, bila akarnya sudah dimakan, dan petani tidak waspada, maka tanaman padi itu akan layu dan mati. Sehingga kewaspdaan harus bisa selalu diamati,” tuturnya.
Dia menambahkan, kewaspadaan itu yakni dengan cara maton (mencabuti rumput,red) sambil menyisir satu persatu tanaman padi itu. Apakah di bawah tanaman tersebut ada keongnya atau tidak.

Selain itu, bila keong itu sudah memakan, rata rata hewan tersebut mati. Dan cangkangnya akan mengotori sawah. Itu amat membahayakan petani atau melukai kaki petani.

Editor : Akrom Hazami

Petani di Undaan Tengah Kudus Berharap P3A Bantu Basmi Hama Tikus

Petani sedang mempersiapkan musim tanam ke-2 (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Petani sedang mempersiapkan musim tanam ke-2 (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Kudus – Berbeda dengan petani di Desa Medini yang lebih memilih menggunakan racun untuk membasmi tikus, petani di Desa Undaan Tengah, Kudus berharap ada peran perkumpulan petani pemakai air (P3A) untuk pembasmian hama tikus.

Salah satu petani yang ada di Undaan Tengah Takat (47) mengatakan, seperti yang dilakukan sebelumnya, peran P3A sangat membantu petani dalam membasmi tikus.

“P3A di Undaan Tengah ini sering menggunakansetrum untuk membasmi tikus. Bukan hanya itu, biasanya kami juga bersama-sama melakukan geropyokan, untuk menghilangkan hama tikus dari persawahan,” katanya.

Ia katakan, dengan adanya kerjasama atau gotong royong antarpetani, maka pembasmian hama tikus juga bisa lebih ringan, dan petani dapat memanen hasilnya dengan baik.

Baca juga : Ini Cara Praktis Petani Undaan untuk Basmi Hama Tikus

Editor : Kholistiono

Ini Cara Praktis Petani Undaan untuk Basmi Hama Tikus

Salah satu petani di Undaan memantau kondisi tanaman padi (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Salah satu petani di Undaan memantau kondisi tanaman padi (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Munculnya hama tikus bersamaan dengan musim tanam membuatpetani yang berada di wilayah Kecamatan Undaan jadi pusing. Pasalnya hama tikustersebut selalu merusak tanaman padi secara brutal.
Untuk mengatasi hama tikus tersebut, mayoritas petani di sana lebih memilih dengan cara meracuni tikus dibanding dengan pengasapan belerang.

Salah satu petani dari Desa Medini Kasiran (65) mengatakan,saat ini dirinya lebihmemilih menggunakan racun tikus.”Alasannya begini, kalaumenggunakan pengasapan belerang, harus membutuhkan orang
banyak. Caranya, kita ramai-ramai mencari persembunyian tikus, lalu dihadang. Jika tikus itukeluar, lalu dipukul pakai kayu. Sehigga, cara ini kurang praktis, karena kerja dua kali,” paparnya.

Dia menilai, pemakaian racun tikus itu cukup mudah dan murah. Yaknihanya dicampur dengan nasi aking atau gabah secukupnya, kemudian ditaruh dipematang sawah. Selain itu, harganya juga murah, yakni Rp 10 ribu.Itupun belinya bisa secukupnya sesuai kebutuhan.

Ia katakan, hama tikus biasanya menyerang tanaman milik petani ketika malam hari, sehingga, sulit terpantai oleh petani.
“Tikus itu, rata-rata menyerang disaat malam hari. Terlebih waktu usai hujan dan tikus tambah ganas serta banyak. Untuk menyikapi hal itu,kita kasih racun pada saat sore atau menjelang magrib,”tegasnya.

Editor : Kholistiono

Setengah Jam Diguyur Hujan, Petani Undaan Kegirangan

Petani Undaan Kegirangan (e)

Salah satu petani mengecek sawahnya yang semalam tadi diguyur hujan, tentunya membuatnya senang karena menunjang untuk proses pemupukan pertama. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

KUDUS – Turunnya hujan pada Jumat (30/10/2015) petang kemarin selama 30 menit, membuat girang petani di seluruh Undaan. Pasalnya hujan turun tersebut bertepatan dengan waktu pemupukan tanaman padi. Sehingga petani berharap turunnya hujan tersebut bisa membantu proses pemupukan semakin merata.

Petani wilayah Sambung, Kecamatan Undaan Winarno mengatakan, meskipun hanya setengah jam hujan, namun tanaman padi yang berusia sekitar 25 hari tersebut bisa nampak hijau. Selain itu, usia 25 hari tersebut merupakan waktu yang cocok untuk pemupukan tahap pertama.

Dia menilai, setelah turunnya hujan tersebut juga pasti akan dimanfaatkan petani lainnya untuk melakukan pemupukan padi pada esok harinya. Sehingga memudahkan padi menyerap pupuk.

”Bila tanaman itu tumbuh segar, hijau alami, maka penyerapan pupuk juga akan cepat ke ranting tanaman. Sedangkan bila tanaman itu nampak layu, kuning maka penyerapan zat pupuk akan lamban. Bahkan pemupukan tersebut dapat diulang kembali,” paparnya.

Dia menambahkan, memang setelah hujan turun tadi malam, saat ini para petani banyak yang melakukan pemupukan padi. Sebab mereka juga tidak ingin ketinggalan segarnya tanaman padi tersebut. Sehingga mereka langsung ke sawah memupuk dan menyemprot tanamannya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)