Bupati Minta Pemuda di Pati Tak Malu Jadi Petani

Bupati Pati Haryanto tengah melakukan uji coba terhadap mesin transplanter yang diserahkan Kelompok Tani Sidomukti. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto tengah melakukan uji coba terhadap mesin transplanter yang diserahkan Kelompok Tani Sidomukti. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Bupati Pati Haryanto meminta kepada pemuda di Pati agar tidak malu menjadi petani. Pasalnya, petani di Pati saat ini masih didominasi dari kalangan orang tua.

Padahal, petani punya peran strategis dalam menciptakan swasembada pangan. “Keberadaan petani di Pati masih didominasi kalangan usia 40 tahun ke atas. Padahal, petani memiliki peran strategis di Indonesia,” ujar Haryanto kepada MuriaNewsCom, Senin (30/11/2015).

Ia menyatakan, selama ini pemuda masih suka dengan pekerjaan sebagai karyawan atau merantau di daerah lain. Padahal, potensi pertanian di Pati sangat besar sehingga perlu digarap kalangan pemuda.

“Banyaknya minat bekerja di pabrik atau karyawan toko memang mengurangi jumlah tenaga kerja di sektor pertanian. Petani itu pekerjaan yang mulia. Tak sekadar menjadi buruh tani, pemuda juga harus bisa menjadi petani yang bergerak di bidang kewirausahaan,” imbuhnya.

Dengan kondisi tersebut, Haryanto merasa perlu memberikan bantuan alat pertanian berupa rice transplanter untuk mengejar produktivitas pertanian di Pati. “Kondisi itu memang membuat petani yang berusia di atas 40 tahun kesulitan mengejar produktivitas pertanian. Karena itu, transplanter ini diharapkan bisa membantu petani biar lebih produktif,” pungkasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Dongkrak Hasil Pertanian, Petani Pati Diberikan”Rice Transplanter”

 

Jajaran Pemkab Pati tengah melakukan uji coba "rice transplanter" yang diberikan kepada Kelompok Tani Sidomukti (MuriaNewsCom/Lismanto)

Jajaran Pemkab Pati tengah melakukan uji coba “rice transplanter” yang diberikan kepada Kelompok Tani Sidomukti (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Sejumlah petani dari Kelompok Tani Sidomukti, Desa Jimbaran, Kecamatan Margorejo, Pati mendapatkan bantuan alat pertanian berupa rice transplanter. Bantuan itu diserahkan Bupati Pati Haryanto melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan (Dispertanak) Pati, Senin (30/11/2015).

Dengan adanya rice transplanter, petani tidak lagi menanam bibit padi di lahan secara manual menggunakan tangan. Dengan begitu, penanaman padi diharapkan bisa efektif dan efisien.

“Teknologi memang semakin canggih. Untuk mempercepat hasil pertanian, kami berupaya memberikan fasilitas berupa rice transplanter. Dengan mesin itu, kami berharap hasil pertanian di Pati bisa terdongkrak. Titik akhirnya untuk menciptakan swasembada pangan,” kata Bupati Pati Haryanto kepada MuriaNewsCom.

Ia menambahkan, gagasan memberikan bantuan berupa rice transplanter berawal dari realitas pertanian di lapangan yang sulit mendapatkan tenaga menanam padi secara tradisional. Sementara itu, produksi pertanian terutama hasil padi terus dituntut.

“Kami akui, tenaga menanam padi secara manual memang semakin susah ditemui. Karena itu, rice transplanter diharapkan bisa membantu petani untuk terus menciptakan swasembada pangan melalui bertani,” tukasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)