Peserta Pesantren Ramadan di Kudus Disiapkan Hadiah Menarik

pesantren ramadan 2 r

Peserta Pesantren Ramadan di Masjid Baitul Muttaqin, Barongan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Puluhan bingkisan menarik disiapkan panitia remaja Pesantren Ramadan. Bingkisan tersebut nantinya akan diberikan kepada peserta yang dapat menjawab pertanyaan saat lomba Cerdas Cermat Remaja.

Pembina kegiatan remaja Pesantren Ramadan Arif Prasetyo mengatakan, puluhan bingkisan itu berupa alat tulis, perlengkapan sekola, dan yang lainnya.

“Setiap hari guru akan memberikan pertanyaan kepada santri Pesantren Ramadan. Baik itu mengenai Fiqih, Tajwid, Sejarah Islam maupun yang lain. Nah, setelah itu,guru tersebut akan mencatat siapa saja yang bisa menjawab pertanyaan itu,” katanya.

Akan tetapi untuk pemberian hadiah tersebut akan diserahkan saat kegiatan takbir keliling Idul Fitri. “Untuk pemberiannya, kita serahkan saat malam hari. Yakni ketika takbir keliling Idul Fitri yang akan datang,” ujarnya.

Pemberian hadiah berupa alat tulis karena pesertanya terdiri dari siswa hingga mahasiswa.

Editor : Akrom Hazami

 

Saat yang Lain ke Mal, Ratusan Pemuda di Kecamatan Kota Kudus Ini Pilih Pesantren Ramadan

pesantren ramadan e

Kegiatan Pesantren Ramadan oleh pemuda berbgai desa di Kecamatan Kota yang tersentra di Masjid Baitul Muttaqin, Poroliman, Barongan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus  – Sekitar 200 pemuda dari berbagai desa yang ada di Kecamatan Kota, menggelar pesantren Ramadan di Masjid Baitul Muttaqin, Poroliman, Barongan, Kudus, Senin (27/6/2016).

Pembina kegiatan Pesantren Ramadan Arif Prasetyo mengatakan, kegiatan diikuti para pemuda. Baik mulai dari tingkatan SD hingga mahasiswa. “Adapun pesertanya ialah para pemuda dari Desa Barongan, Kaliputu, Singocandi, dan Burikan. Namun untuk kegiatan ini tersentra di wilayah Barongan Kudus,” kata Arif.

Dia melanjutkan, kegiatan yang sudah digelar mulai Sabtu (25/6/2016) ini akan berakhir hingga Rabu (29/6/2016).

Dari informasi yang didapat, kegiatan yang sudah berjalan puluhan tahun tersebut memang bertujuan untuk memupuk jiwa para pemuda. Supaya mereka selalu menghidupkan atmosfer Ramadan di masjid.

“Setidaknya, para pemuda itu bisa selalu menghidupkan masjid di saat bulan puasa. Dan tidak serta merta untuk berkunjung ke tempat keramaian, perbelanjaan dan sejenisnya,” ujarnya.

Dari pantuan MuriaNewsCom, kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB ini juga diberikan materi sesuai dengan tingkatan peserta.

“Materinya itu ada Fiqih, Sejarah Islam, Hadits, Aqidah Akhlak, Tajwid dan umum. Akan tetapi kita juga sesuaikan dengan tingkatan pesertanya. Sebab kita juga mengelompokkan peserta mulai dari SD hingga mahasiswa,” ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk kegiatan ini panitia juga telah menyediakan alat tulis. Baik buku maupun bolpoin.

Editor : Akrom Hazami

 

 

APBDes Belum Cair, Dana Pesantren Ramadan Swadaya Masyarakat

Para santri cilik mengikuti Pesantren Ramadan yang diadakan oleh Pemdes Krandon, Sabtu (20/6/2015). (MURIANEWS/EDY SUTRIYONO)

Para santri cilik mengikuti Pesantren Ramadan yang diadakan oleh Pemdes Krandon, Sabtu (20/6/2015). (MURIANEWS/EDY SUTRIYONO)

KUDUS – Belum cairnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2015 tak menghalangi kegiatan untuk masyarakat mandek. Salah satunya kegiatan Pesantren Ramadan yang dilaksanakan oleh warga dukuh Dukoh, Krandon, Kecamatan Kota. Kegiatan yang disokong oleh semua kalangan tokoh masyarakat tersebut dapat berjalan lancar. Lanjutkan membaca

100 Santri Cilik Ikuti Pesantren Ramadan Pemdes Krandon

Para santri cilik mengikuti Pesantren Ramadan yang diadakan oleh Pemdes Krandon, Sabtu (20/6/2015). (MURIANEWS/EDY SUTRIYONO)

Para santri cilik mengikuti Pesantren Ramadan yang diadakan oleh Pemdes Krandon, Sabtu (20/6/2015). (MURIANEWS/EDY SUTRIYONO)

KUDUS – Pesantren Ramadan yang digelar Pemerintah Desa (Pemdes) Krandon, Kecamatan Kota menjadi wadah tersendiri bagi warga setempat. Khusunya warga yang mempunyai anak masih sekolah. Pasalnya kegiatan tersebut diikuti oleh sebanyak 100 peserta yang terdiri dari anak usia sekolah, mulai dari TK, SD, dan SMP. Lanjutkan membaca