Mau Pertamax atau Pertalite? Perhatikan Hal Berikut

Masyarakat mengantre membeli BBM di salah satu SPBU di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Masyarakat mengantre membeli BBM di salah satu SPBU di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Masyarakat saat ini masih ada yang bingung ketika memilih bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraannya, Premium atau Pertamax, dan ditambah dengan Pertalite.

Nah, kali ini tak perlu bingung lagi karena salah satu pemilik pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bulu Jepara, Nano berbagi informasi mengenai ketiga jenis BBM tersebut.

Menurut Nano, ketiga jenis BBM tersebut memiliki segmentasi pembeli tertentu. Barang kali saat ini masih ada yang bingung ketika memilih di antara ketiga jenis BBM tersebut, apalagi seiring dengan turunnya harga BBM yang tiap jenis berbeda harga turunnya.

“Dilihat dari segi harga, jelas Pertamax lebih mahal, kemudian disusul Pertalite dan Premium. Hal ini wajar karena oktan dari masing-masing berbeda dan yang tertinggi adalah Pertamax dengan oktan 92, Pertalite 90 dan Premium 88,” kata Nano kepada MuriaNewsCom, Kamis (7/1/2016).

Lebih lanjut Nano menjelaskan, keberadaan Pertalite sesungguhnya menjadi alternatif pilihan baru bagi masyarakat. Ibaratnya, Pertalite adalah campuran antara Premium dengan Pertamax. Oktannya berada di tengah-tengah antara Pertamax dan Premium.

“Mahalnya harga dan tingginya oktan pada Pertamax tentu saja berdampak pada pembakaran mesin saat dikendarai. Dengan oktan yang tinggi, maka pembakaran mesin menjadi lebih cepat sehingga bisa lebih hemat,” kata Nano.

Dia mencontohkan, hematnya menggunakan Pertamax dapat dirasakan ketika dalam perjalanan jauh. Dari pengalamannya saat pergi ke Semarang dari Jepara, dengan premium dua liter habis, namun ketika menggunakan Pertamax cukup satu liter saja.

“Itu membuktikan jika saat jarak jauh Pertamax lebih irit,” ucapnya.

Dia menambahkan, rekomendasi dari dirinya kepada masyarakat adalah lebih baik menggunakan jenis BBM yang memiliki oktan yang tinggi. Sebab, selain bisa lebih hemat juga lebih ramah di mesin kendaraan. Lebih-lebih untuk kendaraan keluaran baru yang menggunakan injection. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Ajak Pelanggan Beralih ke Pertalite, SPBU Jepon Bagi Souvenir

Sejumlah pengendara saat mengisi BBM di SPBU Jepon (MuriaNewsCom/Priyo)

Sejumlah pengendara saat mengisi BBM di SPBU Jepon (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Berbagai upaya dilakukan untuk mensosialisasikan keberadaan pertalite. Salah satunya melalui pembagian souvenir kepada pelanggan.

”Untuk menarik pelanggan, kami memberikan souvenir berupa pena dan gantungan kunci. Jika mereka mengisi pertalite, maka kami akan memberikan souvenir tersebut,” kata Pengawas SPBU Jepon Zaenal Fahrudin, Kamis (24/9/2015).

Menurutnya, langkah ini untuk menarik minat para pelanggan agar beralih dari premium ke pertalite. ”Untuk penggunaan pertalite memang masih sangat minim, jadi secara bertahap kita sosialisasikan ini,” katanya.

Dirinya juga menyatakan,hadirnya pertalite di Blora masih belum banyak diminati masyarakat. Konsumen masih banyak menggunakan premium dan pertamax, sedangkan untuk pertalite sekitar 10 persen.”Sekitar tiga pekan ini, baru sekitar 10 persen konsumen yang menggunakan pertalite,” ujarnya.

Menurutnya persentase tersebut, terlihat dari jumlah penjualan pertalite yang tiga pekan ini baru mencapai sekitar 23.000 liter. Hal ini, masih jauh dengan premium dan pertamax. Sedangkan dua BBM jenis pertamax tiga minggu ini sudah mencapai 50ribu liter dan premium sebanyak 200ribu liter.

Sementara itu, salah satu pembeli BBM di SPBU Jepon Wibowo Agung Santoso mengaku masih menggunakan BBM jenis premium. Hal ini, karena dirinya masih terbiasa menggunakan premium untuk kendaraannya.

”Kalau BBM jenis premium dan pertamax, itu kan sudah sejak lama ada dan masyakarat juga sudah yang banyak yang tahu. Kalau pertalite itu masih banyak yang belum tahu,” ungkapnya. (PRIYO/KHOLISTIONO)

Baru Tiga Pekan Ada di Blora, BBM Pertalite Masih Minim Peminat

Sejumlah pengendara sepeda motor saat antri membeli BBM di SPBU Jepon (MuriaNewsCom/Priyo)

Sejumlah pengendara sepeda motor saat antri membeli BBM di SPBU Jepon (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Wilayah Blora, baru tiga pekan ini ada bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite. Hingga saat ini, keberadaan pertalite masih belum banyak diminati warga.

”Pertalite hadir di Blora baru sekitar tiga pekan ini, dan hal ini tentunya masih dalam tahap sosialisasi terhadap masyarakat,” ujar pengawas SPBU Jepon Zaenal Fahrudin, Kamis (24/9/2015).

Menurutnya, untuk di Blora, ada tiga SPBU yang sudah ada BBM jenis pertalite. Namun, dari ketiganya juga belum banyak konsumen yang membeli.

“Diwilayah Blora baru ada tiga SPBU yang memiliki pertalite, yaitu SPBU Jepon, SPBU Ngawen dan SPBU Cepu.Ketiganya, kondisinya hampir sama, belum begitu banyak yang berminat untuk beralih ke pertalite,” ungkapnya.

Namun demikian, pihaknya tetap optimis jika konsumen akan beralih pada pertalite. ”Sebelum mengisi, petugas kami selalu memberi pilihan bahan bakar minyak yang akan di isi. Baik premium, pertamax maupun pertalite,” katanya. (PRIYO/KHOLISTIONO)

Di Kota Besar Jadi Primadona, BBM Pertalite di Pati Sepi Peminat

Pengguna kendaraan di Pati masih memilih BBM jenis premium ketimbang pertalite. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pengguna kendaraan di Pati masih memilih BBM jenis premium ketimbang pertalite. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite yang saat ini menjadi primadona bagi pengguna kendaraan di kota-kota besar, tetapi masih sepi peminat di Kabupaten Pati. Dari tiga jenis BBM yang beredar di SPBU Pati, pertalite hanya digunakan pada kisaran 15 persen saja.

Sementara itu, 55 persen pengguna kendaraan masih memilih BBM jenis premium dan 30 persen di antaranya pengguna pertamax. Fitri, salah satu petugas SPBU di depan Stadion Joyokusumo mengamini hal tersebut.

“BBM jenis premium masih mendominasi. Pengguna pertalite masih rendah. Padahal, di kota-kota besar pertalite jadi andalan karena nilai oktannya mencapai 90,” tuturnya kepada MuriaNewsCom.

Sementara itu, Rianto, pengguna jalan yang sedang mengisi kendaraannya dengan BBM jenis premium mengaku tidak tahu kalau ada BBM jenis pertalite. “Setahu saya, bensin itu ya premium dan pertamax. Tidak tahu kalau ada pertalite,” katanya.

Ia akan mempelajari keunggulan BBM jenis pertalite, sebelum memutuskan untuk memilihnya. Karena, selama ini dirinya menggunakan BBM jenis premium, kadang pertamax.

“Kalau harganya lebih mahal dari premium, paling tidak saya akan mempelajari dulu apa keunggulan pertalite. Saat ini masih setia menggunakan premium karena paling murah,” katanya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Warga Pati Masih Belum Familier dengan BBM Jenis Pertalite

Pengguna kendaraan di salah satu SPBU di Pati lebih memilih BBM jenis premium ketimbang pertalite. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pengguna kendaraan di salah satu SPBU di Pati lebih memilih BBM jenis premium ketimbang pertalite. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Pengguna bahan bakar minyak (BBM) di Pati masih belum familier dengan jenis pertalite yang sudah diluncurkan pemerintah pada Juli 2015 lalu. Padahal, BBM jenis pertalite mengandung oktan 90 dengan harga yang lebih terjangkau jika dibandingkan pertamax.

Fitri, petugas SPBU yang beroperasi di depan Stadion Joyokusumo kepada MuriaNewsCom mengatakan, BBM jenis pertalite mulai datang di Kabupaten Pati sejak pertengahan Agustus 2015 lalu. Namun, pengguna kendaraan masih belum tahu soal itu.

“Dari pertengahan Agustus hingga sekarang, belum banyak warga yang memilih pertalite untuk kendaraannya. Sampai saat ini, pengguna premium masih mendominasi lebih dari 50 persen pengguna,” tuturnya.

Minimnya sosialisasi soal BBM jenis pertalite diduga menjadi penyebab warga Pati masih enggan menggunakan pertalite. “Pertalite warnanya hijau, jernih dan terang. Lebih bersih ketimbang premium karena nilai oktannya 90. Harganya lebih mahal sedikit dari premium dan lebih murah dari pertamax,” katanya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Masyarakat Kudus Mulai Tertarik BBM Pertalite. Tapi SPBU Kok masih Pasif

Pengguna jalan mengisi BBM di salah satu SPBU di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pengguna jalan mengisi BBM di salah satu SPBU di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Hiswana Migas berharap agar SPBU di Kudus bisa semuanya menjual Pertalite. Hal ini melihat ketertarikan masyarakat akan BBM baru tersebut.

Humas Pertamina Robert mengatakan, Pertalite di Kudus tidak akan dibatasi penggunanya atau kuotanya. Sehingga berapapun kebutuhan masyarakat masih dapat dilayani dengan BBM bersimbol putih tersebut.

Menurutnya, para pemilik SPBU juga harusnya mempertimbangkan bisnis dan investasi, serta animo masyarakat yang berminat menggunakan Pertalite. “Ini juga harus disikapi dengan menyediakan Pertalite. Sebab kami meyakini masyarakat bakal ramai menggunakan Pertalite,” katanya.

Sebelumnya Sekretaris Hiswana migas Jateng Muhammad, berharap tidak ada batasan dalam menggunakan Pertalite. Sebab dari segi bisnis pertamina harus bersedia rugi di awal. Barulah untung dibelakang.

“Ini bisnis kok, tidak menggunakan barang subsidi. Jadi Pertamina memberikan harga yang terjangkau dulu meski rugi, barulah ketika masyarakat mulai dengan Pertalite. Secara perlahan harga dapat dinaikkan dan masyarakat tidak akan pindah karena memang kualitas bagus,” jelasnya. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Tak Semua SPBU di Kudus Mau Jual BBM Pertalite. Kenapa?

Pengguna jalan mengisi BBM di salah satu SPBU di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pengguna jalan mengisi BBM di salah satu SPBU di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Baru satu SPBU di Kudus yang menjual BBM Pertalite nampaknya bukan tanpa alasan. Humas Pertamina Robert mengatakan, Pertamina hanya sebatas menawarkan kepada SPBU untuk menjualkan Pertalite dalam BBM non subsidi. Sedangkan dari penawaran yang dilakukan, baru SPBU Tanggulangin yang bersedia menjualnya.

“Tidak semua SPBU menggunakan Pertalite, setidaknya harus ada tangki yang tersisa atau memiliki tangki yang lebih untuk BBM jenis lainnya,” katanya kepada MuriaNewsCom saat dihubungi.

Pertamina tidak memaksa SPBU untuk menjual Pertalite di Kudus, sebab pihaknya mengerti syarat yang harus dipenuhi dalam menjual Pertalite tersebut tidak gampang. Meski demikian, pihaknya yakin cepat atau lambat SPBU akan menjualnya.

“Mudah mudahan secepatnya, karena ini adalah tren dari masyarakat, jadi SPBU juga pasti diuntungkan dengan adanya Pertalite ini,” jelasnya. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Kebanyakan Pengguna Pertalite di Kudus Coba-Coba

SPBU Tanggulangin Kudus menyediakan Pertalite. Humas Pertamina Robert C Djasmi meyakini masyarakat di Kudus bakal beralih dari pengguna Premium ke pengguna Pertalite. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

SPBU Tanggulangin Kudus menyediakan Pertalite. Humas Pertamina Robert C Djasmi meyakini masyarakat di Kudus bakal beralih dari pengguna Premium ke pengguna Pertalite. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

KUDUS – Hadirnya Pertalite, BBM baru dari Pertamina di Kudus, membuat tambahan pilihan bagi masyarakat untuk menggunakannya. Namun, keberhasilan menerjunkan Pertalite di kota besar Seperti Semarang, nampaknya sulit diikuti di kudus.

Petugas SPBU Tanggulangin Eko mengatakan, dalam sehari rata-rata pembeli Pertalite baru sekitar 200 liter saja. Jumlah tersebut termasuk sedikit jika dibandingkan dengan pengguna Premium yang mencapai puluhan ribu liter setiap harinya.

”Baru hari ketiga ini, sampai hari kedua kemarin, pembeli baru rata-rata 200 liter sehari. Mereka umumya hanya coba-coba saja menggunakan BBM baru itu,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Sementara, kasi Perdagangan Dalam Negeri Pada Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Sofyan Dhuhri mengatakan, SPBU Tanggulangin dipasok pertama 24 KL, dengan kapasitas tangki 30 KL. Jumlah tersebut cukup banyak dengan banyaknya tempat pengisian bahan bakar di SPBU tersebut. Hanya, di SPBU tersebut hanya satu lokasi saja yang menjual Pertalite.

”Baru satu SPBU saja yang menjual Pertalite, selebihnya belum ada yang menjual, itu saja baru dimulai Sabtu kemarin,” ujarnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Kehadiran Pertalite Geser Pengguna Premium?

SPBU Tanggulangin Kudus menyediakan Pertalite. Humas Pertamina Robert C Djasmi meyakini masyarakat di Kudus bakal beralih dari pengguna Premium ke pengguna Pertalite. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

SPBU Tanggulangin Kudus menyediakan Pertalite. Humas Pertamina Robert C Djasmi meyakini masyarakat di Kudus bakal beralih dari pengguna Premium ke pengguna Pertalite. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Keberadaan BBM jenis baru dari Pertamina, Pertalite diprediksi bakal menggeser pengguna BBM jenis Premium. Hal itu diyakini, lantaran Pertalite dipastikan lebih ramah dengan mesin kendaraan.

Humas Pertamina Robert C Djasmi mengatakan, animo masyarakat sejak diluncurkan Pertalite di Semarang, membuat masyarakat sangat tertarik untuk menggunakannya. Khususnya pengguna BBM jenis Premium yang biaya per liternya tidak terpaut mahal.

”Dalam sehari pertama di Semarang, menghabiskan 14 KL. Jumlah itu termasuk besar untuk BBM jenis baru yang baru diluncurkan. Terlebih pada hari pertama diluncurkan yang hanya di 18 SPBU Jateng dan DIY,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, hal serupa juga bakal dialami Kudus, diyakininya masyarakat di Kudus bakal beralih dari pengguna Premium ke pengguna Pertalite. Pihaknya meyakinkan dengan rata-rata penjualan Pertalite sehari 16 sampai 24 KL untuk tiap SPBU yang menjualnya.

Namun, aturan tersebut tidak berlaku bagi pengguna Pertamax, meski awalnya pengguna pertamax mencoba Pertalite untuk kendaraan, namun pada pengisian berikutnya mereka kembali ke Pertamax. Sebab menggunakan Pertamax yang Ron 92 jelas berbeda dengan Pertalite yang memiliki Ron 90.
”Untuk kendaraan baru cocok kalau pakai Pertalite,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Mau Coba Pertalite? Kini di Kudus Sudah Tersedia

BBM jenis Pertalite telah tersedia di SPBU Tanggulangin Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

BBM jenis Pertalite telah tersedia di SPBU Tanggulangin Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Kedatangan Bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, sudah dapat dinikmati masyarakat Kudus. Hanya, tidak semua SPBU di Kudus memiliki BBM teranyar itu, melainkan hanya satu SPBU saja yang memilikinya.
Humas Pertamina Robert C Djasmi mengatakan, khusus untuk Kudus, memang baru satu SPBU yang menyediakan Pertalite. SPBU itu adalah Tanggulangin yang terletak di perbatasan Kudus-Demak.

”Tidak semua SPBU menyediakan Pertalite, setidaknya harus ada tangki yang tersisa atau memiliki tangki yang lebih untuk BBM jenis lainnya,” katanya kepada MuriaNewsCom saat dihubungi Minggu (16/8/2015).

Menurutnya, dengan adanya Pertalite di SPBU tersebut, tidak menutup kemungkinan di lokasi lain juga terdapat BBM baru itu, hanya mengenai waktunya masih belum tahu lantaran pihak Pertamina hanya mengajukan kerja sama saja dengan SPBU.

Dia menambahkan, Pertalite di Kudus tidak akan dibatasi penggunanya atau kuotanya. Sehingga berapapun kebutuhan masyarakat masih dapat dilayani dengan BBM bersimbol putih tersebut.

”Harus ada lokasinya juga, dan pengelola SPBU siap menambah warna lagi dengan warna Putih untuk jenis Pertalite,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Pertalite Diklaim Lebih Untung

BBM jenis Pertalite telah tersedia di SPBU Tanggulangin Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

BBM jenis Pertalite telah tersedia di SPBU Tanggulangin Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – BBM jenis baru Pertalite, dinilai lebih untung jika digunakan. Bukan hanya bagi penjualnya saja, melainkan pula bagi pengguna BBM jenis baru tersebut.

Anggota Hiswana Migas Jawa Tengah Muhammad mengatakan, penggunaan Pertalite dapat menghemat BBM hingga 12 persen. Hal itu karena Pertalite memiliki Ron diatas 90 atau diatas BBM jenis Premium.

”Dengan lebih hemat 12 persen, maka membuat masyarakat beralih dari Premium. Terlebih, harga Pertalite yang tidak terpaut jauh dari Premium, yakni seharga Rp 8400 per liter,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, dengan selisih yang tidak banyak dan dengan keuntungan, maka masyarakat akan menggunakannya sebagai pengganti premium. Selain itu, meyakinkannya juga berkaca pada pengguna Pertamax yang meningkat karena kualitas yang bagus dan harga yang tidak terpaut jauh.

”Bagi penjual, atau SPBU, menjual Pertalite juga lebih untung. Sebab satu liternya penjual dapat meraup untung Rp 300. Berbeda degan premium yang untung Rp 275 tiap liternya,” ujarnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Pertalite Diklaim Menghemat BBM Hingga 12 Persen 

Mobil tangki Pertamina saat menurunkan BBM di salah satu SPBU (MuriaNewsCom/Fasiol Hadi)

Mobil tangki Pertamina saat menurunkan BBM di salah satu SPBU (MuriaNewsCom/Fasiol Hadi)

KUDUS – BBM jenis baru pertalite, dinilai lebih menguntungkan jika digunakan. Bukan hanya bagi penjualnya saja, melainkan bagi pengguna BBM jenis baru tersebut.

Anggota Hiswana Migas Jawa Tengah Muhammad mengatakan, penggunaan pertalite dapat menghemat BBM hingga 12 persen. Hal itu, karena pertalite memiliki ron diatas 90 atau diatas BBM jenis premium.

“Dengan lebih hemat 12 persen, maka akan membuat masyrakat beralih dari premium. Terlebih, harga pertalite yang tidak terpaut jauh dari premium, yakni seharga Rp 8.400 per liter,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, dengan selisih tersebut, maka masyarakat akan menggunakannya sebagai pengganti premium. Selain itu, meyakinkannya juga berkaca pada pengguna pertamax yang meningkat karena kualitas yang bagus dan harga yang tidak terpaut jauh.

“Bagi penjual, atau SPBU, menjual pertalite juga lebih untung. Sebab, satu liternya penjual dapat meraup untung Rp 300 . Berbeda degan premium yang untung Rp 275 tiap liternya,” ujarnya (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Lebih 700 SPBU di Jateng Disiapkan Jual Pertalite, Alokasi untuk Kudus Belum Diketahui

Muhammad, Anggota Hiswana Migas Jawa Tengah  (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Muhammad, Anggota Hiswana Migas Jawa Tengah (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

KUDUS – Sekitar 700 SPBU di Jateng, tahun ini disiapkan untuk menambah BBM jenis baru pertalite. BBM teranyar dari Pertamina tersebut, dipastikan dapat dinikmati pengguna kendaraan tahun ini juga.

Anggota Hiswana Migas Jawa Tengah Muhammad mengatakan, jumlah SPBU di Jateng sekitar 700 an. Meski pihaknya tidak dapat memastikan semuanya diperbolehkan menjual pertalite, namun secara bisnis semua SPBU pasti menjualnya.

“Untuk jateng masuk uji coba kali kedua setelah kwartal tiga kota besar Jakarta, Bandung dan Surabaya. Meski belum tahu kapan dimulainya, namun dipastikan tahun ini SPBU menjual pertalite,” katanya kepada MuriaNewsCom,Jumat (31/7/2015).

Menurutnya, syarat SPBU yang diperbolehkan menjual pertalite dan harus melayani penjualan pertalite adalah SPBU yang memiliki dua tangki timbun di tiap SPBU. Hal itu dijelaskan lantaran satu tangki yang terdapat akan digunakan untuk pertalite.

Dia menambahkan, meski belum mengetahui SPBU mana saja yang memiliki tangki lebih untuk premium, namun pihaknya meyakini jika SPBU nantinya akan mengikuti pasaran. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Mobil Bermesin Euro 2 Bisa Diisi Pertalite

Produk mobil besutan Nissan dan Datsun bisa diisi dengan Pertalite. Bahan bakar bahan bakar beroktan 90 ini tentunya membantu pembakaran lebih bagus dan membuat mesin kendaraan lebih awet. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

Produk mobil besutan Nissan dan Datsun bisa diisi dengan Pertalite. Bahan bakar bahan bakar beroktan 90 ini tentunya membantu pembakaran lebih bagus dan membuat mesin kendaraan lebih awet. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

KUDUS – Dunia otomotif kembali digencarkan oleh penemuan baru. Yaitu dengan kehadiran bahan bakar baru, Pertalite. Tentunya penggunaan bahan bakar beroktan 90 ini dilihat dari jenis mesin pada sebuah mobil atau motor milik pengemudi. Sigit Bayu, supervisor Nissan-Datsun Jati Kudus mengatakan Pertalite dapat digunakan untuk mobil bermesin diesel maupun non-diesel.  Lanjutkan membaca