Tampil dengan 10 Pemain, Persipur Tahan Imbang Sragen United

Penyerang Persipur Ilham Wibisono mendapat pengawalan ketat dari pemain Sragen United sepanjang pertandingan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tampil di kandang sendiri, Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Persipur gagal meraih poin penuh saat menjamu Sragen United, Minggu (27/8/2017). Pertandingan yang berlangsung dalam tempo tinggi itu, akhirnya berkesudahan imbang tanpa gol.

Dalam laga tersebut, Persipur harus berjibaku nyaris 90 menit demi mendapatkan satu angka. Hal ini disebabkan ganjaran kartu merah yang didapat pemain Persipur Roberto E Sauyi saat pertandingan baru berjalan 7 menit.

Pemain bernomor punggung 23 diberikan kartu merah karena bersitegang hingga akhirnya menampar salah satu pemain lawan.

Meski tampil dengan 10 pemain, namun permainan Persipur justru bisa berkembang. Berulang kali, peluang berhasil didapat. Sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang maksimal menjadikan peluang itu gagal membuahkan gol.

“Pertandingan kali ini merupakan perjuangan paling berat. Praktis kita hanya punya 10 pemain sejak menit awal. Oleh sebab itu, hasil imbang ini patut kita syukuri,” cetus pelatih Persipur Wahyu Teguh.

Selain menegangkan, laga yang disaksikan sekitar 5.000 penonton juga berlangsung keras. Berulangkali pelanggaran keras dilakukan tim tamu.

Dalam laga itu, wasit Moh Masrukin dari Malang mengeluarkan satu kartu merah dan enam kartu kuning. Dari tim tamu, ada lima pemainnya yang diganjar kartu kuning dan satu lagi buat Persipur.

Dari kubu Sragen United terlihat cukup kecewa dengan hasil imbang tanpa gol. Sejak awal, mereka menargetkan bisa meraih angka penuh dalam laga tersebut.

“Kesempatan meraih kemenangan sebenarnya cukup terbuka karena lawan main 10 pemain. Sayang, keuntungan ini tidak bisa dimanfaatkan dengan baik,” kata Pelatih Sragen United Eko Firmandoyo.

Editor : Ali Muntoha

Persipur Target Poin Penuh Lawan Sragen United

Pemain Persipur saat melakoni latihan di Stadion Krida Bhakti Purwodadi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Grobogan – Satu tugas berat kembali dijalani Persipur, Minggu (27/8/2017). Yakni, Laskar Petir akan menjamu Sragen United di Stadion Krida Bakti Purwodadi.

Meski saat ini Persipur di urutan keempat klasemen sementara, namun posisinya belum 100 persen aman ancaman degradasi. Sebab, masih ada dua tim lainnya yang juga punya peluang bertahan di Liga 2. Yakni, Sragen United dan PPSM Magelang.

Oleh sebab itu, laga melawan Sragen United jadi pertandingan penentuan. Kalau sampai seri, apalagi kalah, maka kans bertahan makin kecil. “Laga lawan Sragen besok sangat krusial. Oleh sebab itu, pemain kita minta tampil habis-habisan untuk meraih kemenangan,” tegas manajer Persipur Budi Susilo, Sabtu (27/8/2017).

Baik Persipur maupun Sragen United dan PPSM Magelang, sama-sama sudah menjalani 12 pertandingan. Persipur memiliki poin 14. Sementara Sragen punya  poin 13 dan berada persis di bawah Persipur. Sedangkan PPSM berada di urutan keenam dengan poin 12.

“Kita hanya terpaut satu angka dengan Sragen dan dua angka dari PPSM. Jadi, dengan selisih nilai tipis ini maka tidak ada jalan lain kecuali meraih kemenangan dalam pertandingan besok,” cetus Budi.

Sementara itu, Pelatih Persipur Wahyu Teguh juga memahami kondisi saat ini. Target tiga pon jadi harga mati saat bentrok dengan Sragen United. Dalam laga melawan besok, Wahyu mengaku tidak meramu taktik khusus. Dia minta pemain konsentrasi penuh sepanjang 90 menit dan memanfaatkan peluang sebaik mungkin.

“Kita akan tampil seperti biasanya. Semua pemain harus fokus ke pertandingan dan jangan sampai bikin kesalahan sendiri,” ucap Wahyu.

 

Editor : Akrom Hazami

Menang di Kandang Persiba, Persipur Jauhi dari Zona Degradasi

Striker andalan Persipur Albebta Dewangga Santosa (29) jadi pahlawan kemenangan Persipur saat bentrok dengan Persiba Bantul, Sabtu (19/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Target Persipur meraih kemenangan berhasil digapai, Sabtu (19/8/2017). Bertanding di kandang Persiba Bantul, skuad Laskar Petir mampu unggul tipis 1-0 dalam “bentrok” yang dihelat di Stadion Sultan Agung.

Kemenangan yang sudah dinantikan tak ayal disambut gegap gempita oleh pemain dan ofisial Persipur. Bahkan, ratusan suporter Persipur yang ikut nglurug ke Bantul juga larut dalam kegembiraan.

Alhamdulillah, akhirnya menang. Kemenangan ini sangat penting artinya dan makin membuka kesempatan untuk tetap bertahan di liga 2,” kata Aan Koes, tifosi Persipur.

Dalam laga itu, striker Persipur Dewangga layak dinobatkan sebagai man of the match. Sebab, satu-satunya gol kemenangan yang tercipta dalam laga ini dilesakkan pemain bernama lengkap Albebta Dewangga Santosa itu pada menit ke-28.

“Anak-anak tampil luar biasa sore ini. Khususnya, Dewangga layak dapat apresiasi tersendiri. Saya sangat salut dengan kegigihan pemain untuk mendapatkan tiga angka,” kata manajer Persipur Budi Susilo.

Torehan tiga angka dinilai Budi sangat berarti. Dengan kemenangan itu, posisi Persipur di klasmen sementara naik ke peringkat empat dengan poin 14. Sebelumnya, posisi Persipur berada di urutan keenam.

Meski baru saja dapat tiga angka, namun Budi meminta para pemain tidak puas diri. Soalnya, masih ada dua laga sisa yang harus dijalani. Yakni, melawan Sragen United dan Persipon Pontianak.

“Kita masih punya dua laga lagi dan semuanya digelar di Purwodadi. Jadi, masih ada tugas berat yang harus kita jalani,” cetus Budi.

Editor : Ali Muntoha

3 Pertandingan Sisa jadi Penentuan Nasib Persipur

Pemain Persipur saat melakoni laga beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom0

MuriaNewsCom, Grobogan – Jurang degradasi dari Liga 2 saat ini mengancam Persipur. Pasalnya, dari klasemen sementara di grup 4, tim berjuluk Laskar Petir ini bercokol di urutan keenam. Sesuai regulasi yang dikeluarkan PSSI, tim yang aman dari degradasi maksimal berada pada urutan keempat.

Meski kondisinya cukup mengkhawatirkan, namun kans untuk lepas dari degradasi masih terbuka. Caranya, memaksimalkan tiga laga tersisa dengan torehan poin penuh. “Kesempatan untuk tetap bertahan di Liga 2 masih ada. Hal ini harus dimanfaatkan. Tiga laga ke depan harus bisa menang,” cetus Aryono, salah seorang tifosi Persipur.

Dari delapan tim di grup 4 ini, hanya ada tiga tim yang hampir bisa dipastikan tetap bertahan. Yakni, PSIS Semarang, Persis Solo, dan PSIR Rembang. Sementara tiga tim lainnya masih bersaing ketat memperebutkan satu tempat di posisi keempat. Yakni, Sragen United (13 poin) yang saat ini ada di urutan keempat, PPSM Magelang (12 poin) di urutan kelima dan Persipur yang punya 11 poin.

Dua tim lainnya tipis peluangnya untuk bertahan. Yakni, Persiba Bantul (4 poin) yang berada di juru kunci dan Persipon Pontianak (7 poin) di urutan ketujuh. Dari tiga laga tersisa, pertandingan paling dekat adalah melawat ke kandang Persiba Bantul (19/8/2017) mendatang. Selepas itu, Persipur bakal jadi tuan rumah saat menjamu Sragen United dan Persipon Pontianak.

“Masih ada peluang. Caranya, meraih poin penuh di tiga laga tersisa. Kalau ini bisa dilakukan maka kesempatan bertahan cukup besar. Disisi lain, kita harapkan rival kita kalah dalam laga sisa,” kata manajer Persipur Budi Susilo

Editor : Akrom Hazami

Persipur Takluk di Solo

Pemain Persipur saat menahan bola saat laga melawan Persis Solo, Minggu. (Instagram Persipur) 

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya Persipur untuk keluar dari zona degradasi makin berat. Hal ini menyusul kekalahan Persipur saat berlaga melawan Persis Solo, Minggu (13/8/2017).

Dalam laga yang dihelat di Stadion Manahan itu, Persipur sudah ketinggalan 2-0 di babak pertama. Kemudian, pada babak kedua lagi-lagi ada 2 gol yang kembali bersarang di gawang tim berjuluk Laskar Petir tersebut. 

Pada pertandingan tersebut, penampilan Persipur sangat beda dari biasanya. Praktis sepanjang 90 menit, tuan rumah mendikte permainan. Hasilnya, Persis mampu unggul telak 4-0.

Pelatih Persipur Wahyu Teguh mengakui jika penampilan timnya berada di bawah performa. Tidak biasanya, timnya mudah dikalahkan lawan.

“Ini adalah kekalahan dengan skor paling banyak sepanjang kompetisi ini. Anak-anak tampil antiklimaks,” katanya.

Menurut Wahyu, setelah kebobolan dua gol di babak pertama, berbagai perubahan strategi sudah coba dilakukan. Namun, pelaksanaan di lapangan tidak berjalan sesuai harapan.

“Saya akui, hari ini kita tampil kurang maksimal,” jelasnya. 

Editor : Akrom Hazami 

 

Ketajaman Dewangga Diandalkan Saat Persipur Lawan PPSM Magelang

Striker Persipur Albebta Dewangga mendapat pengawalan ketat saat pertandingan dengan PPSM Magelang pada pertemuan pertama, Mei lalu di Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tim Persipur kembali akan turun lapangan menjalani laga lanjutan Liga 2, Minggu (6/8/2017) besok. Kali ini, tim besutan Wahyu Teguh akan melakoni laga tandang melawan tuan rumah PPSM Magelang.

Meladeni PPSM, para pemain ditarget bisa memetik poin demi mengamankan posisi di klasemen sementara. “Kita akan berupaya untuk bisa mencuri poin di Magelang. Minimal, harus bisa satu poin ,” cetus Wahyu Teguh.

Dalam laga melawan PPSM, striker Persipur Albebta Dewangga bakal diandalkan untuk mengoyak gawang lawan. Pada pertemuan pertama di Purwodadi, Persipur berhasil menang 2-0. Satu gol kemenangan dicetak striker bernomor punggung 29 itu.

“Kita harapkan Dewangga bisa tampil prima besok. Namun, kontribusi pemain lainnya juga kita harapkan demi mendapatkan poin di Magelang,” kata Wahyu.

Wahyu menegaskan, semua anak asuhnya dalam kondisi fit dan siap dimainkan melawan PPSM. Semangat pemain dinilai juga meningkat pascaraih kemenangan 1-0 saat menjamu PSIR Rembang, pekan lalu.

“Kondisi anak-anak tidak ada masalah. Semua pemain siap diturunkan,” katanya.

Manajer Persipur Budi Susilo meminta supaya timnya memanfaatkan pertandingan yang tersisa untuk mendulang angka sebanyak mungkin. Hal itu diperlukan guna menghindari degradasi ke kompetisi di level bawahnya.

Menurut Budi, sesuai ketentuan PSSI, dari setiap grup di Liga 2, tim yang menempati peringat 5 sampai terakhir bakal kena turun kasta. Artinya, tim yang aman adalah yang menempati maksimal urutan keempat.

Saat ini, peringkat Persipur dalam klasemen sementara menempati urutan keempat dengan poin 11. Puncak klasmen ditempati Persis Solo disusul PSIS Semarang dan PSIR Rembang.

Di bawah Persipur, menempel ketat Sragen United dengan poin 10. Di bawah Sragen ada PPSM Magelang yang punya nilai 9.

“Selisih nilai kita dengan Sragen dan PPSM cukup tipis. Makanya, pertandingan tersisa harus dimaksimalkan meraih angka untuk mengamankan posisi,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Persipur Harus Bisa Manfaatkan Pertandingan Sisa

Pemain Persipur melakukan latihan rutin di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Manajer Persipur Budi Susilo meminta supaya timnya memanfaatkan pertandingan yang tersisa untuk mendulang angka sebanyak mungkin. Hal itu diperlukan guna menghindari degradasi ke kompetisi di level bawahnya.

Menurut Budi, sesuai ketentuan PSSI, dari setiap grup di Liga 2, tim yang menempati peringat 5 sampai terakhir bakal kena turun kasta. Artinya, tim yang aman adalah yang menempati maksimal urutan keempat.

Saat ini, peringkat Persipur dalam klasemen sementara menempati urutan keempat dengan poin 11. Puncak klasmen ditempati Persis Solo disusul PSIS Semarang dan PSIR Rembang.

Di bawah Persipur, menempel ketat Sragen United dengan poin 10. Di bawah Sragen ada PPSM Magelang yang punya nilai 9.

“Selisih nilai kita dengan Sragen dan PPSM cukup tipis. Makanya, pertandingan tersisa harus dimaksimalkan meraih angka untuk mengamankan posisi,” katanya.

Budi menyatakan, Persipur masih punya lima pertandingan sisa. Terdekat melawat ke kandang PPSM Magelang. Selepas itu, Persipur masih melakoni laga dengan Persiba Bantul, Persis Solo, Sragen United, dan Persipon Pontianak.

 

Editor : Akrom Hazami

Persipur Terancam Kena Sanksi Denda dari PSSI

Pemain Persipur melakukan latihan rutin di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sanksi berupa denda tampaknya bakal didapat Persipur pascabentrok dengan PSIR Rembang, Minggu (30/7/2017) lalu. Karena dalam laga di Stadion Krida Bhakti itu banyak kartu kuning yang dikeluarkan wasit.

Total kartu kuning yang dicabut wasit ada delapan. Yakni, enam kartu buat pemain Persipur dan dua kartu buat PSIR.

Kartu kuning buat Persipur masing-masing dilayangkan untuk Wahyu Hendra Pambudi menit (58), Jance Fernando Matindas (66), Roberto E Sauyai (60), dan Yohanes Edgard Rahawarin (74). Kemudian, kiper Persipur Kurnia Sandi dan pemain tengah Rizkiyana Muttaqin diberikan kartu pada masa injury time babak kedua.

Pemberian sanksi denda itu mengacu pada pertemuan pertama kedua kesebelasan di kandang PSIR Rembang. Setelah laga itu, Persipur kena denda Rp 10 juta karena dalam satu pertandingan dapat lima kartu kuning.

Sekretaris Persipur Setiawan Djoko Purwanto ketika dimintai komentarnya menyatakan, sejauh ini belum ada surat dari komdis PSSI terkait sanksi dari pertandingan kemarin. Ia bahkan belum mengetahui jika dalam laga tersebut ada enam pemainnya yang diganjar kartu kuning.

“Sesuai aturan kalau dapat lima kartu kuning dalam satu pertandingan memang bisa kena denda. Dalam pertemuan pertama dengan PSIR kita memang kena denda karena dapat lima kartu kuning,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Main di Kandang, Persipur Menang Tipis atas PSIR

Pemain Persipur Purwodadi berusaha mempertahankan bola saat berhadapan dengan PSIR. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Target Persipur meraih kemenangan berhasil digapai, Minggu (30/7/2017). Bertanding di kandang sendiri, skuad Laskar Petir mampu unggul tipis 1-0 atas tamunya PSIR Rembang.Satu-satunya gol yang tercipta dalam laga ini dilesakkan striker Persipur Albebta Dewangga Santosa menit ke-32. Berawal dari umpan silang yang dikirim pemain sayap Yanto Kewer, bola lambung di depan gawang PSIR mampu disundul Dewangga hingga berbuah gol.

Ketinggalan satu gol, PSIR yang dalam laga pertama mampu main imbang dengan Persipur mencoba bangkit. Berulangkali, tim berjulu Laskar Dampo Awang itu mampu memberikan tekanan dan mendapat sejumlah peluang emas. Sayang, penyelesaian akhir yang kurang sempurna menjadikan peluang itu gagal menghasilkan gol kemenangan.

Jalannya pertandingan kedua kesebelasan yang disaksikan sekitar 5 ribu penonton berlangsung cukup keras. Indikasinya, ada 8 kartu kuning yang dilayangkan wasit I Dewa Komang Santika dalam laga itu. Sebanyak 6 kartu kuning untuk pemain Persipur dan 2 lainnya buat PSIR.

Kemenangan yang sudah dinantikan tak ayal disambut gegap gempita suporter, pemain dan ofisial Persipur. Bahkan, pelatih Persipur Wahyu Teguh tampak melakukan sujud syukur di tepi lapangan begitu wasit asal Cimahi, Jabar meniup peluit panjang.

“Alhamdulillah, akhirnya kita bisa dapat poin penuh sore ini. Pertandingan tadi cukup ketat. PSIR memberikan perlawanan sengit sampai akhir,” ungkapnya.

Dari pihak PSIR tampak kecewa dengan hasil tersebut. Kekalahan itu dinilai akibat kurang bagusnya kepemimpinan wasit. Hal itu disampaikan Asisten Manajer PSIR Bayu Indra saat jumpa pers usai pertandingan.

“Kita kalah oleh wasit. Itu saja komentarnya,” cetusnya.

Editor: Supriyadi

Jamu PSIR, Poin Penuh Wajib Diraih Persipur

Pemain Persipur melakukan latihan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Persipur kembali akan menjalani laga lanjutan Liga 2, Minggu (30/7/2017) besok. Lawan yang bakal dihadapi adalah PSIR Rembang. Bentrok kedua kesebelasan dijadwalkan mulai digeber pukul 15.00 WIB di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Grobogan.

Menjamu PSIR, torehan tiga poin alias menang ditargetkan manajemen Persipur. Hal ini dinilai realistis demi mengamankan posisi skuad Laskar Petir di klasmen sementara.

“Kita cukup diuntungkan main di kandang pada pertandingan ini. Hal ini harus bisa dimaksimalkan untuk meraih kemenangan,” kata Manajer Persipur Budi Susilo, Sabtu (29/7/2017).

Meski demikian, Budi meminta agar para pemain tampil semangat dan jangan anggap remeh lawan kendati tampil di kandang. Sebab, dia menilai kekuatan PSIR juga cukup bagus.

Indikasinya, bisa dilihat saat pertemuan pertama lalu di Rembang. Dalam laga itu, Persipur berhasil menahan imbang PSIR dengan skor 1-1.“Kita tidak boleh anggap enteng lawan kendati main di kandang sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Pelatih Persipur Wahyu Teguh mengatakan, sejauh ini tidak ada masalah yang dihadapi. Semua pemain inti dalam kondisi fit dan siap diturunkan dalam laga besok.

“Kita sudah lakukan persiapan untuk pertandingan lawan PSIR. Mudah-mudahan, kita bisa meraih tiga poin besok,” cetusnya.

Editor : Kholistiono

Persipur Gagal Revans Saat Bertandang ke Kandang PSIS

Pemain PSIS merayakan pesta usai melesakkan gol ke gawang Persipur di Stadion Jatidiri Semarang. (Twitter PSIS @psisfcofficial)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ambisi Persipur untuk melakukan revans melawan PSIS gagal terwujud. Meski sudah berjuang maksimal, skuad Laskar Petir kalah tipis 1-0 dalam pertandingan yang digelar di Stadion Jatidiri Semarang, Rabu (19/7/2017).

Satu-satunya gol yang tercipta dalam pertandingan itu dilesakkan M Ridwan dari tendangan bebas menit ke 43. Penalti tersebut diberikan setelah pemain belakang Persipur dianggap melakukan pelanggaran beberapa meter di luar kotak penalti.

Di babak kedua, Persipur yang ketinggalan mencoba melakukan tekanan. Berulang kali, serangan dari sisi kanan maupun kiri terus dilancarkan Heri Susilo dan kawan-kawan. Namun, serangan dari Jordan Foranda maupun Roberto E Sauyai tak mampu menembus kuatnya tembok pertahanan tuan rumah.

Manajer Persipur Budi Susilo mengaku kurang puas dengan hasil akhir pertandingan. Sebab, anak asuhnya gagal memaksimakan beberapa peluang yang dimiliki, khususnya pada babak kedua.

“Penampilan anak-anak sebenarnya tidak terlalu mengecewakan. Sayangnya, beberapa peluang gagal menghasilkan gol,” katanya.

Dengan hasil ini, skuad Laskar Petir gagal membalas kekalahan yang didapat pada laga pertama liga 2. Meski pertandingan pembuka digelar di Purwodadi, namun PSIS berhasil menang 1-2 waktu itu.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Persipur Imbang Lawan Persipon di Pontianak

Pemain Persipur melawan Persipon Pontianak, Jumat. (INSTAGRAM PERSIPUR PURWODADI)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kesempatan meraih tiga poin gagal didapat Persipur saat bertandang ke kandang Persipon Pontianak, Jumat (14/7/2017). Sempat unggul 0-1, Persipur akhirnya harus puas bermain imbang. Satu gol yang dilesakkan pemain Persipon di menit akhir menjadikan skor pertandingan berakhir imbang 1-1 sampai peluit panjang dibunyikan.

“Kesempatan meraih tiga angka sebenarnya cukup terbuka. Sayang, kita kecolongan di menit akhir,” kata Sekretaris Persipur Setiawan Djoko Purwanto.

Meski gagal dapat poin penuh namun pria yang akrab disapa Ndondot itu mengaku cukup puas. Sebab, target meraih poin, meski hanya satu angka, berhasil didapat.

“Pertandingan tandang bisa dapat angka, saya rasa sudah bagus,” jelasnya.

Dalam pertandingan tersebut, Persipur tidak bisa tampil maksimal. Kondisi fisik pemain terlihat belum begitu prima. Gol Persipur dilesakkan oleh Andi Jamal menit 76. Sedangkan gol lawan pada menit 85 oleh Hengky P.

Hal itu cukup beralasan, mengingat pada Minggu (9/7/2017) lalu, Persipur baru menjalani laga tandang melawan Sragen United. Kemudian, Kamis kemarin, pemain sudah bertolak menuju Pontianak. Kondisi ini menjadikan pemain tidak punya banyak waktu istirahat untuk memulihkan stamina.

“Anak-anak sudah berupaya tampil maksimal dalam pertandingan tadi. Dapat satu angka saya rasa sudah patut disyukuri,” imbuh pelatih Wahyu Teguh.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Persipur Kalah dari Sragen United Akibat Gol Penalti Andrid Wibawa

Pemain Persipur (putih) membawa bola saat meladeni Sragen United. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Ambisi Persipur untuk meraih angka saat bertanding dengan Sragen United gagal terwujud. Meski tampil apik, skuad Laskar Petir kalah tipis 1-0 dalam pertandingan yang digelar di Stadion Citarum Semarang, Minggu (9/7/2017).

Satu-satunya gol yang tercipta dalam pertandingan itu dilesakkan dari titik putih, 5 menit sebelum jeda pertandingan.

Penalti tersebut diberikan setelah pemain belakang Persipur Wahyu Hendra yang dianggap handsball di kotak terlarang. Pemain Sragen United Andrid Wibawa yang dipercaya jadi alogjo pinalti sukes menjalankan tugasnya.

Di babak kedua, giliran Persipur yang melakukan tekanan. Berulang kali, serangan dari sisi kanan maupun kiri terus dilancarkan Heri Susilo dan kawan-kawan. Namun, serangan dari Jordan Foranda maupun Roberto E Sauyai tak mampu menembus kuatnya tembok pertahanan Sragen United.

Assisten Pelatih Persipur, Abdul Gani mengaku kurang puas dengan hasil akhir pertandingan. Sebab, anak asuhnya gagal memaksimaklan peluang kendati mampu mengendalikan permainan, khususnya pada babak kedua.

“Kondisi pemain memang masih maksimal. Tim Sragen United saya rasa berhak menang karena bermain lebih bagus,’’ jelasnya dalam jumpa pers usai pertandingan.

Pelatih Sragen United Jaya Hartono menegaskan, kemenangan itu dinilai sangat penting untuk mengembalikan motivasi permainan. Sebeb, sebelumnya, timnya hanya mampu menang sekali, 3 kali kalah dan sekali seri dalam lima laga sebelumnya yang sudah dijalani.

Editor : Kholistiono

Pertandingan di Pindah ke Semarang, Persipur Targetkan Poin Penuh

Pemain Persipur melakukan latihan rutin di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Target menang dibebankan para pemain Persipur saat berlaga dalam kompetisi Liga 2 melawan Sragen United, Minggu (9/7/2017). Meski demikian, untuk merealisasikan target itu bukan pekerjaan gampang. Soalnya, dalam laga nanti, Persipur statusnya bertindak jadi tim tamu.

“Target kita memang bisa dapat poin. Kalau bisa tiga poin alias menang, tidak sekadar seri saja. Kita butuh dapat poin terus supaya bisa naik klasemen ke papan atas,”  kata Pelatih Persipur Wahyu Teguh, di Grobogan, Sabtu (8/7/2017).

Wahyu menegaskan, upaya semaksimal mungkin akan dilakukan untuk mendapatkan angka. Guna mewujudkan ambisi, pihaknya fokus memantapkan performa tim pascalebaran. Hal itu perlu dilakukan karena pada penampilan sebelumnya masih banyak kekurangan yang terlihat. Salah satunya adalah soal kerja sama antarpemain yang belum begitu kompak. Kekurangan lainnya adalah, soal penyelesaian akhir.

Tempat pertandingan Persipur melawan Sragen United mengalami perubahan. Sedianya, pertandingan tersebut dilangsungkan di Stadion Sukowati Sragen. Namun, dari pihak PSSI memutuskan pertandingan itu lokasinya digeser di Stadion Citarum Semarang.

Dengan pindahnya tempat pertandingan, sedikit banyak akan menguntungkan Persipur. Sebab, pendukung lawan bisa dipastikan tidak banyak hadir di Semarang, dibandingkan jika laga tetap digelar di Sragen.

 

Editor : Akrom Hazami

Laga Persipur Vs Sragen United Dipindah ke Semarang

Pemain Persipur saat melakukan latihan rutin jelang laga, di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Grobogan, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tempat pertandingan Persipur melawan Sragen United mengalami perubahan. Sedianya, pertandingan tersebut dilangsungkan di Stadion Sukowati Sragen, Minggu (9/7/2017). Namun, dari pihak PSSI memutuskan pertandingan itu lokasinya digeser di Stadion Citarum Semarang.

“Waktu pertandingannya tidak ada perubahan. Hanya tempatnya saja yang ganti, dari Sragen pindah ke Semarang,” ungkap manajer Persipur Budi Susilo, Kamis (6/7/2017).

Dijelaskan, sebelumnya pihak Sragen United menghendaki pertandingan itu digelar di Purwodadi meski mereka harusnya jadi tuan rumah. Alasannya, Stadion di Sragen tidak bisa digunakan untuk laga karena dalam proses renovasi.

“Jadi, sebelumnya mereka sudah kirim surat supaya menjadikan Stadion Krida Bhakti untuk homebase pertandingan. Hal ini sudah kita setujui,” jelasnya.

Namun, kemudian ada surat dari PSSI yang meminta agar pertandingan dilangsungkan di Semarang. Sebabnya, manajemen Sragen United sudah diambil alih Asprov PSSI Jateng karena mengalami masalah.

“Sebenarnya kita sudah melakukan persiapan untuk menggelar pertandingan dengan Sragen United di Purwodadi. Namun, hal ini tidak bisa terlaksana karena pertandingan dipindah ke Semarang. Hari Sabtu sore lusa, tim Persipur akan berangkat ke Semarang,” imbuhnya.

 

Editor : Akrom Hazami

Persipur Mulai Gelar Latihan Pasca Libur Panjang

Para pemain Persipur kembali menjalani latihan di Stadion Krida Bhakti. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Latihan rutin mulai digelar lagi buat pemain Persipur Purwodadi di Stadion Krida Bhakti. Ini merupakan latihan, pascaskuad Laskar Petir menjalani libur panjang selama puasa dan Lebaran.

“Anak-anak sudah mulai latihan sejak Kamis (29/6/2017) kemarin. Ini adalah latihan hari ketiga pascalebaran,” kata Pelatih Persipur Wahyu Teguh, Sabtu (1/7/2017).

Dari pantauan di lapangan, hampir semua pemain sudah mengikuti latihan. Termasuk pemain yang berasal dari luar Jawa.

Para pemain terlihat belum melakukan latihan berat. Hari ini, agenda latihan hanya berlangsung sekitar satu jam saja. Yakni, dari jam 07-08 WIB.

Menurut Wahyu, latihan kali ini masih fokus untuk mengembalikan kebugaran pemain. Hal itu perlu dilakukan karena pemain baru saja menjalani libur cukup panjang. “Masih latihan ringan saja. Biar kondisi fisik kembali fit,” jelasnya.

Dalam beberapa hari ke depan, porsi latihan akan ditingkatkan. Hal ini sebagai persiapan menjalani pertandingan lanjutan liga-2 melawan Sragen United. “Jadwal pertandingan selanjutnya lawan Sragen, tanggal 9 Juli. Kita main tandang nanti,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Main di Kandang, Skuad Laskar Petir Gagal Raih Kemenangan

Pemain Persipur mengalami kesulitan menembus rapatnya pertahanan Persis, Minggu (14/5/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Kemenangan di matchday ketiga melawan PPSM Magelang gagal terulang. Meski tampil di kandang, Persipur gagal meraih angka saat menjamu Persis Solo di Stadion Krida Bhakti, Minggu (14/5/2017).

Dalam laga yang disaksikan lebih dari 8 ribu penonton itu, tuan rumah kalah tipis 0-1. Satu-satunya gol kemenangan Persis dicetak Bayu Nugroho menit ke-65.

“Alhamdullilah kita berhasil meraih poin penuh di Purwodadi. Meski begitu, kemenangan ini tidak didapat dengan mudah. Sepanjang pertandingan, Persipur mampu memberikan tekanan pada kami,” kata pelatih Persis Widyantoro, usai pertandingan.

Jalannya pertandingan memang berlangsung dalam tempo tinggi. Beberapa kali pemain kedua kesebelasan sempat bersitegang. Akibat ketegangan ini, pertandingan bahkan sempat terhenti dua kali selama beberapa menit pada babak kedua.

Tiga kartu kuning diberikan Wasit Kuspriyanto dari Bogor dalam laga tersebut. Masing-masing buat Hasan Basro Lohy dan Jordan Foranda dari Persipur. Satu lagi diberikan untuk Widya Wahyu dari Persis.

“Kami sudah berupaya tampil all out dalam pertandingan tadi. Namun, kemenangan belum bisa kita dapatkan,” cetus Asisten Pelatih Persipur Wahyu Teguh.

Pertandingan melawan Persis juga menjadi catatan rekor penonton di Stadion Krida Bhakti sepanjang penyelenggaraan Liga 2. Saking banyaknya, puluhan penonton terpaksa menyaksikan pertandingan dari tepi lapangan.

Informasi dari panitia, khusus suporter Persis ada 5.000 orang yang hadir. Jumlah suporter lawan ini lebih banyak dari pendukung tuan rumah. Meski penonton membeludak, namun tidak sampai terjadi gesekan antar tifosi kedua kesebelasan.

Editor : Kholistiono

Grafik Permainan Meningkat, Wahyu Optimistis Persipur Siap Lawan Persis

Pemain Persipur melakukan latihan rutin jelang laga di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Asisten Pelatih Persipur Wahyu Teguh merasa optimistis menatap laga keempat Liga 2 melawan Persis Solo, Minggu (14/5/2017). Sebab, grafik permainan timnya dinilai mengalami peningkatan dari pertandingan pertama hingga ketiga.

“Bukan soal hasil akhir yang saya nilai. Tetapi saya melihat grafik permainan sudah makin bagus. Para pemain makin padu dan bisa bekerjasama dengan baik,” kata Wahyu, Jumat (12/5/2017).

Menjelang laga lawan Persis, Wahyu mengaku tidak menyiapkan strategi khusus. Latihan yang diberikan hampir sama dengan biasanya.

Namun, ada salah satu fokus yang diberikan dalam latihan beberapa hari terakhir. Yakni, masalah finishing touch atau penyelesaian akhir.

Perhatian yang lebih pada barisan penggempur pertahanan lawan ini bisa dimengerti. Mengingat ketajaman striker Persipur selama ini belum begitu teruji. Dari tiga pertandingan yang sudah dijalani skuad Laskar Petir baru berhasil menjebol gawang lawan sebanyak 4 kali. Padahal, dalam laga tersebut, banyak peluang yang berhasil didapat.

”Salah satu persiapan yang kita lakukan menjelang duel dengan Persis adalah membenahi lini depan ini. Kita harapkan dalam pertandingan nanti, semua peluang yang didapat bisa dimaksimalkan menjadi sebuah gol,” pungkasnya. 

Editor : Akrom Hazami

 

Ada Perubahan Jadwal, Persipur Jadi Tuan Rumah Dulu saat Lawan Persis

Pelatih sedang mendampingi pemainnya saat menggelar latihan di Stadion Krida Bhakti (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pertandingan keempat Persipur melawan Persis Solo mengalami sedikit perubahan. Yakni, pada pertandingan kedua kesebelasan yang dijadwalkan Minggu (14/5/2017) mendatang, Persipur bakal bertindak jadi tuan rumah lebih dulu.Sesuai jadwal sebelumnya, pada pertandingan itu, sedianya Persis yang jadi tuan rumah duluan.

Manajer Persipur Budi Susilo ketika dimintai komentarnya membenarkan adanya perubahan jadwal tersebut. “Waktu pertandingannya tetap. Yang berubah hanya Persipur jadi tuan rumah dulu. Seharusnya kalau sesuai jadwal awal, Persis tuan rumahnya,” katanya.

Perubahan tim yang bertindak jadi tuan rumah itu dilakukan menyusul surat yang dilayangkan Persis kepada PSSI. Pihak Persis menyatakan tidak bisa menggunakan stadion untuk laga kandang pada jadwal tersebut karena dipakai untuk acara kenegaraan. “Dari surat Persis ini akhirnya PSSI melakukan perubahan. Jadi, kronologinya seperti itu,” jelas Budi.

Terkait dengan perubahan jadwal, Budi menyatakan tidak ada masalah. Sebab, waktu pemberitahuan tidak mepet dengan jadwal pertandingan. Selain itu, pihaknya juga memiliki keuntungan nonteknis dengan main di kandang lebih dulu. Sebab, dukungan penonton akan memicu semangat untuk meraih kemenangan lagi. Seperti saat pertandingan ketiga lawan PPSM akhir pekan lalu.

Editor : Akrom Hazami

 

Ternyata Inilah yang Membuat PPSM Kalah dari Persipur

Pemain Persipur Albebta Dewangga Santosa (kiri) memastikan kemenangan Persipur setelah melesakkan bola di menit ke-74. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kegagalan PPSM Magelang untuk memetik poin saat melakukan laga tandang di kandang Persipur Purwodadi, Minggu (7/5/2017) dengan hasil 2-0 ternyata tak lepas dari faktor alam.

Setelah kebobolan di babak pertama, PPSM tak diuntungkan dengan turunnya hujan hingga mengakibatkan lapangan tergenang air. Akibatnya mereka tak bisa mengembangkan permainan seperti biasa.

”Kondisi lapangan cukup berat setelah hujan sehingga kami tidak bisa mengembangkan permainan. Secara keseluruhan, jalannya pertandingan berlangsung ketat,” cetus Asisten pelatih PPSM Agus Tri.

Meski begitu, Agus tak ingin larut dalam kekalahan. Ia berjanji akan segera berbenah. Ia pun tak ingin, anak asuhnya kembali kalah saat melakoni laga lanjutan Liga 2. ”Kondisi seperti ini di luar dugaan,” ujarnya.

Seperti diketahui, dalam pertandingan pertandingan melawan PPSM, tim tuan rumah langsung tampil garang sejak menit awal. Sepertinya, Persipur berupaya untuk bisa mencetak gol lebih cepat demi menggapai target yang dibebankan pengurus, yakni tiga poin.

Berulang kali Persipur mampu menciptakan peluang emas. Namun, ketatnya pertahanan lawan membuat peluang yang didapat gagal menghasilkan gol.

Baru pada menit ke-22, suasana jadi bergemuruh, setelah striker Roberto E Sauyai mampu mengoyak gawang lawan. Berawal dari umpan silang yang dikirimkan Hasan Basri Lohy, pemain nomor punggung 23 itu langsung melakukan tendangan fist time keras yang gagal ditangkap M Refi Jaelani, kiper PPSM.

Beberapa saat setelah skor berubah 1-0, hujan deras mengguyur. Kondisi ini menyebabkan lapangan penuh genangan air sehingga permainan kedua tim kurang bisa berkembang.

Pada babak kedua, PPSM gantian tampil lugas. Berulang kali, serangan PPSM yang dimotori Roni Ardian Saputra sempat membikin pendukung tuan rumah deg-degan. Namun, lahirnya gol dari sundulan Albebta Dewangga Santosa di menit ke 74 mampu membuat kubu tuan rumah bersorak kegirangan. Persipur pun menang dengan skor 2-0.

Editor: Supriyadi

Persipur Tundukkan PPSM 2-0

Ekspresi Albebta Dewangga Santosa usai mencetak gol buat Persipur di menit ke-74. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Target meraih poin penuh yang dibebankan pada pemain Persipur berhasil dipenuhi, Minggu (7/5/2017). Bertanding melawan tamunya, PPSM Magelang, skuad berjuluk Laskar Petir itu mampu unggul dengan skor 2-0.

Hasil ini sontak langsung disambut histeris ribuan pendukung Persipur yang hadir di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Grobogan. Mereka merasa puas lantaran tim kesayangannya akhirnya berhasil meraih tiga angka untuk pertama kalinya.

“Saya lega akhirnya bisa dapat tiga poin di pertandingan ketiga. Dua pertandingan sebelumnya, kita kalah dari PSIS dan seri saat melawan PSIR. Meski begitu, kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. PPSM memberikan perlawanan ketat,” cetus Asisten Pelatih Persipur Abdul Gani saat jumpa pers usai pertandingan.

Dalam pertandingan pertandingan melawan PPSM, tuan rumah langsung tampil garang sejak menit awal. Sepertinya, Persipur berupaya untuk bisa mencetak gol lebih cepat demi menggapai target yang dibebankan pengurus.

Berulang kali Persipur mampu menciptakan peluang emas. Namun, ketatnya pertahanan lawan membuat peluang yang didapat gagal menghasilkan gol.

Baru pada menit ke-22, suasana jadi bergemuruh, setelah striker Roberto E Sauyai mampu mengoyak gawang lawan. Berawal dari umpan silang yang dikirimkan Hasan Basri Lohy, pemain nomor punggung 23 itu langsung melakukan tendangan fist time keras yang gagal ditangkap M Refi Jaelani, kiper PPSM.

Beberapa saat setelah skor berubah 1-0, hujan deras mengguyur. Kondisi ini menyebabkan lapangan penuh genangan air sehingga permainan kedua tim kurang bisa berkembang.

Pada babak kedua, PPSM gantian tampil lugas. Berulang kali, serangan PPSM yang dimotori Roni Ardian Saputra sempat membikin pendukung tuan rumah deg-degan. Namun, lahirnya gol dari sundulan Albebta Dewangga Santosa di menit ke 74 mampu membuat kubu tuan rumah bersorak kegirangan. Persipur pun menang dua gol tanpa balas.

Editor: Supriyadi

Tampil di Kandang, Persipur Diminta Bisa Petik Poin Penuh

MuriaNewsCom,Grobogan – Tim Persipur kembali akan menjalani laga lanjutan Liga 2, Minggu (7/5/2017) besok. Lawan yang bakal dihadapi adalah PPSM Magelang. Bentrok kedua kesebelasan dijadwalkan mulai digeber pukul 15.30 WIB di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Grobogan.

“Kita cukup diuntungkan main dikandang pada pertandingan ketiga nanti. Hal ini harus bisa dimaksimalkan untuk meraih kemenangan,” kata Manajer Persipur Budi Susilo, Sabtu (6/5/2017).

Meski demikian, Budi meminta agar para pemain tampil semangat dan tidak menganggap remeh lawan kendati tampil di kandang. Sebab, dia menilai kekuatan PPSM juga cukup bagus.

Indikasinya, bisa dilihat saat Persipur mengikuti turnamen Bupati Magelang Cup, beberapa pekan sebelum kompetisi Liga 2 bergulir. Dalam turnamen itu, Persipur dua kali kalah saat tanding lawan PPSM.

“Tim PPSM sudah terbentuk lebih lama dibandingkan Persipur. Makanya, kita tidak boleh anggap enteng lawan kendati main di kandang sendiri,” tegasnya.

Budi menyatakan, target tiga angka harus didapat demi mengamankan posisi Persipur dalam klasmen sementara. Sebab, saat ini, Persipur yang baru punya poin satu masih berada di papan bawah.

“Kita sudah dua kali tanding. Hasilnya, satu kali kalah lawan PSIS dan seri saat away ke kandang PSIR. Jadi, wajar kalau poin penuh harus kita dapat,” cetus Ketua Komisi B DPRD Grobogan itu.

Sementara itu, Asisten Pelatih Persipur Wahyu Teguh mengatakan, sejauh ini tidak ada masalah yang dihadapi. Semua pemain inti dalam kondisi fit dan siap diturunkan dalam laga besok.“Kita sudah lakukan persiapan untuk pertandingan lawan PPSM. Mudah-mudahan, kita bisa meraih tiga poin besok,” cetusnya.

Editor : Kholistiono

Persipur Mulai Lakukan Persiapan Songsong Laga Lawan PPSM

Asisten Pelatih Persipur Wahyu Teguh sedang mendampingi pemainnya saat menggelar latihan di Stadion Krida Bhakti (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pasca bentrok dengan PSIR Rembang, Minggu (30/4/2017) lalu, para pemain Persipur tidak bisa bersantai. Sebab, pertandingan ketiga sudah menanti. Yakni, melawan PPSM Magelang yang dijadwalkan pada Minggu (7/5/2017) mendatang.

“Ya, hari Minggu mendatang kita jadwalnya main lawan PPSM. Pertandingan nanti, kita jadi tuan rumah,” ungkap Asisten Pelatih Persipur Wahyu Teguh usai latihan di Stadion Krida Bhakti, Rabu (3/5/2017).

Pascatanding di Rembang, para pemain hanya diliburkan sehari. Sejak Selasa kemarin, skuad tim berjuluk Laskar Petir itu sudah mulai menjalani latihan. “Kita masih melangsungkan latihan ringan saja untuk mengembalikan kebugaran pemain.  

Disinggung soal kondisi timnya, Wahyu menyatakan, sudah cukup bagus. Pola permainan dinilai ada peningkatan. Meski demikian, masih ada beberapa celah yang mesti dibenahi.

“Penampilan anak-anak sudah sedikit beda dalam dua pertandingan lalu. Yakni, di laga perdana lawan PSIS dan PSIR. Saat lawan PSIR, permaian tim sudah lebih padu,” imbuhnya. 

Editor : Akrom Hazami

Hadapi Persipur, PSIR Bertekad Teruskan Tren Positif

Pemain PSIR saat melakukan latihan beberapa waktu lalu di Stadion Krida Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Kepercayaan diri PSIR meningkat setelah mereka menang 1-0 atas Persiba Bantul dalam laga perdana pada Liga 2 di Stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta, pada Sabtu (22/4/2017) lalu.

PSIR akan melakoni laga lanjutan dengan menjamu Persipur pada Minggu (30/4/2017) di Stadion Krida Rembang. PSIR bertekad akan meneruskan tren positif ketika menjamu tamunya besok sore.

Manajer PSIR Wiwin Winarto mengaku lega dengan hasil yang dicapai timnya pada laga perdana. Meski demikian, timnya tidak mau menganggap remeh Persipur, meski pada laga awal, Persipur kandas ketika menjamu PSIS.

“Tekad kita tentunya bisa memetik poin penuh, ketika menjamu Persipur besok. Apalagi, sebelumnya kita juga mampu meraih poin penuh ketika bertamu di markas Persiba Bantul. Kita harap, tren positif ini berlanjut,” ujarnya.

Apalagi menurutnya, PSIR bermain di kandang esok hari. Sehingga, dukungan dari supporter diharapkan mampu memompa semangat tim untuk bermain lebih apik lagi dan mampu menambahkan poin sempurna.

Sementara itu, Pelatih PSIR Hadi Surento menegaskan, kunci kemenangan timnya adalah kekompakan dan disiplin. “Yang penting disiplin dan kompak. Mengutamakan penyerangan dan bertahan dengan baik,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Persipur Mulai Fokus Tatap Pertandingan Kedua Lawan PSIR

Para pemain Persipur kembali menjalani latihan di Stadion Krida Bhakti (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Para pemain Persipur mulai melakukan persiapan untuk menyongsong pertandingan kedua kompetisi Liga-2. Rencananya, skuad Laskar Petir bakal menjalani laga selanjutnya melawan PSIR Rembang.

“Jadwal pertandingan lawan Rembang, hari Minggu 30 April. Kita main tandang nanti,” ungkap Asisten Pelatih Wahyu Teguh.

Pascakalah 1-2 dari PSIS Semarang pada pertandingan perdana akhir pekan lalu, Persipur sudah mulai menjalani latihan lagi Selasa (25/4/2017). Latihan ini sebagai persiapan menghadapi laga kedua yang dinilai tidak kalah beratnya.

“PSIR saya rasa cukup bagus kualitasnya. Ditambah lagi mereka nanti main di kandang sendiri,” jelasnya.

Menyambut pertandingan lawan PSIR, Wahyu menegaskan tidak ada persiapan khusus. Para pemain tetap menjalani latihan seperti yang sudah dijalani selama ini.

Satu hal yang jadi perhatian lebih adalah pemantapan tim.“Seperti kita tahu, tim Persipur ini baru terbentuk sekitar satu minggu sebelum kompetisi. Jadi, kerja sama antar pemain belum begitu padu. Makanya, kita fokus pembenahan masalah ini,” katanya. 

Editor : Kholistiono