Main di Kandang, Persipa Ditahan Imbang Persijap

Pemain Persipa (merah) tengah dikejar pemain Persijap saat menggiring bola dalam laga Piala Soeratin di Stadion Joyokusumo Pati, Rabu (5/4/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Persijap Junior berhasil menahan imbang Persipa dalam laga keempat Piala Soeratin di Stadion Joyokusumo Pati, Rabu (5/4/2017). Sejumlah serangan yang dilancarkan pemain depan Persipa berhasil dipatahkan pemain bek Persijap.
Pada babak pertama, peluang emas Persipa nyaris dicetak Didik Puji Hartomo. Namun, bola yang ditendang dari umpan Andhika menatap gawang dan berhasil ditangkap kiper Persijap.

Berbagai serangan yang dilancarkan juga berhasil dimentahkan pemain Persijap. Sutrisno, pelatih Persipa menilai, para pemain Persipa dalam kondisi tidak tenang, sehingga peluang-peluang emas tidak berhasil menjebol gawang Persijap.

“Anak-anak kurang tenang saat bermain. Namun, faktor keberuntungan saya kira sangat memengaruhi. Nyatanya, banyak peluang emas yang mestinya bisa dimanfaatkan dengan baik, tetapi tidak berhasil menjebol gawang lawan,” ujar Sutrisno.

Selama bertanding dalam laga Piala Soeratin, Persipa selalu menggunakan formasi 3-4-3. Formasi tersebut diakui tidak banyak digunakan pemain lawan. Namun, dia mencoba formasi itu untuk memperkuat serangan dan pertahanan dari tengah. Sementara Persijap menggunakan formasi 4-3-3.

“Keberhasilan laga yang sudah, kami juga gunakan formasi 3-4-3 yang jarang dipakai lawan. Alasannya, pemain Persipa kuat di sisi sayap, larinya kencang. Terbukti, anak-anak tadi berhasil membombardir pertahanan Persijap meski tidak berhasil mencetak gol,” tuturnya.

Saat ini, Persipa berhasil mengantongi tujuh poin dari empat laga setelah melawan Persiku Kudus, PSIR Rembang, Persikaba Blora, dan Persijap Jepara. Dia berharap, ke depan Laskar Saridin Junior dapat bermain dengan tenang, bermain dengan cantik, memperkuat pertahanan dan menajamkan serangan.

Editor : Kholistiono

Pelatih Persiku Yunior Akan Benahi Tim Usai Kalahkan Persipa di Piala Soeratin

Pemain Persiku saat melawan Persipa di Stadion Joyokusumo, Minggu. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Persiku Junior berhasil mendapat kemenangan perdana dalama laga Piala Soeratin 2017. Persiku menang atas Persipa Pati, Minggu (26/3/2017) dengan skor 1-0 di kandang lawan.

Pelatih Persiku Yunior Widhoro mengatakan, meski menang dalam laga ternyata tak membuat dia merasa terlalu bangga dengan kemenangan tersebut. Dia melihat pemain didikannya membutuhkan banyak pembenahan.

“Kalau puas cukup puas dan lumayan bangga karena memang menang. Namun kemenangan yang didapat pastinya banyak catatan yang harus dibenahi pasca pertandingan,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom.

Pihaknya tak bisa mengatakan kelemahan para pemainnya yang harus segera dibenahi. Karena, nyaris di semua lini pemain banyak yang seharusnya dapat dimaksimalkan namun masih kurang. Sehingga tugas ke depan adalah membenahi Persiku Yunior dalam waktu singkat.

Dicontohkan, seperti halnya penempatan bola saat pertandingan yang sangat berisiko untuk direbut lawan hingga posisi depan yang dirasa kurang tajam. Padahal, dengan penempatan bola yang lebih pas serta serangan depan yang tajam, bakal membuat Persiku mampu unggul lebih banyak.

“Bagaimanapun mereka kebanyakan juga masih sekolah dan mengikuti Popda, jadi beberapa pemain absen saat laga perdananya. Namun saat tanding kemarin kami sudah cukup dengan full team,” ujarnya.

Laga perdana kemarin diharapakan mampu menjadi perhatian bagi para pemain untuk lebih serius dalam laga-laga lanjutan nanti. Dan materi latihan sudah disiapkan olehnya dalam waktu dekat ini. “Kalau tidak besok ya lusa akan latihan. Untuk Senin ini kami liburlan dulu kepada para pemain Persiku Yunior,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Patifosi Ingin Kemenangan Persipa Atas Persik Kendal Jadi Kado HUT Pati

 

 Suporter Persipa, Patifosi saat mendukung kesebelasan kebanggaannya di Stadion Joyokusumo Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Suporter Persipa, Patifosi saat mendukung kesebelasan kebanggaannya di Stadion Joyokusumo Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Suporter sepak bola Persipa Pati, Patifosi ingin Persipa bisa memenangkan pertandingan melawan Persik Kendal di Stadion Utama Kebondalem, Kendal, Minggu (6/8/2016) besok.

Bukan tanpa alasan, Patifosi ingin Tim Persipa memberikan kemenangan itu sebagai kado terbaik untuk Hari Jadi Pati ke-693. Kebetulan, pertandindan Laskar Saridin dan Laskar Bahurekso tersebut bertepatan dengan upacara Hari Jadi Kabupaten Pati.

“Kami berharap agar para pemain Persipa bisa bermain optimal, sehingga kemenangan itu menjadi kado terindah buat Kabupaten Pati. Kalau memang berat, tak perlu menang. Tapi, setidaknya bisa menahan imbang ruan rumah,” ujar Founder Patifosi Semarang (Parang) Angga Saputra kepada MuriaNewsCom, Sabtu (6/8/2016).

Karena itu, puluhan Patifosi rencananya akan terus mendukung Persipa dengan melakukan “invasi” atau tour menuju Stadion Kebondalem Kendal. “Kemarin saat bermain di Stadion Joyokusumo, Persik Kendal berhasil menahan imbang Persipa. Kami berharap, Persipa bisa menang atau setidaknya bisa menahan imbang juga,” harap Angga.

Suporter Patifosi Pati dijadwalkan akan berangkat ke Kendal, kemudian ditunggu Patifosi Rantauan Semarang untuk menggelar aksi konvoi bersama di Kendal. Namun, pihaknya belum bisa memastikan jadwal konvoi untuk mendukung Persipa tersebut.

Persipa saat ini memang sudah berada di titik aman. Menang atau kalah, Persipa ditetapkan sebagai runner up untuk melaju pada semifinal. Hal ini yang membuat Asisten Manajer Persipa, Didik Supadi berpesan kepada pemain untuk tetap bermain secara cantik tanpa kartu kuning.

Dengan begitu, kondisi pemain yang fit dan bebas dari akumulasi kartu kuning bisa bermain secara sempurna bersama pemain pilar di babak semifinal. “Pertandingan Persipa dan Persik Kendal bukan sebuah penentuan. Namun, kami berharap agar Persipa bisa bermain lebih rapi dan cantik,” tutup Didik.

Editor : Kholistiono

Jumpa Persik Kendal, Persipa Tanpa Pemain Pilar

 Kapten Persipa Pati Satyo Husodo menggiring bola dalam laga melawan PSIP Pemalang di Stadion Joyokusumo Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Kapten Persipa Pati Satyo Husodo menggiring bola dalam laga melawan PSIP Pemalang di Stadion Joyokusumo Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Persipa Pati dijadwalkan bertanding melawan Persik Kendal di Stadion Utama Kebondalem Kendal, Minggu (7/8/2016). Namun, Persipa bermain tanpa pemain pilar karena terkena akumulasi kartu kuning.

Mereka adalah Aan Apriliawan bernomor punggung 60, Karyono (55), Awal Ramadan (84) dan Ade Kurniawan (33). Kondisi itu tidak terlalu menjadi masalah bagi Persipa. Sebab, menang atau tidak, Persipa dengan empat poin ditetapkan sebagai runner up dan melaju ke babak semifinal.

Karena itu, para pemain diharapkan bisa menjaga permainan dalam melawan Persik Kendal, sehingga bisa melaju ke semifinal tanpa adanya kartu kuning. “Daripada nanti saat bermain di Kendal kena kartu kuning dan tidak bisa main pada babak semifinal, mending bermain dengan baik tanpa kartu kuning,” ujar Asisten Manajer Persipa Didik Supadi, Rabu (3/8/2016).

Sementara itu, dalam permainan melawan PSIP Pemalang hari ini, Didik mengaku mental pemain Persipa sudah sangat luar biasa. Kendati begitu, ada beberapa evaluasi yang harus dibenahi bagi para pemain Persipa.

Selain menajamkan eksekusi, pemain Persipa juga harus bisa menjaga emosi. Pasalnya, emosi yang kurang terkontrol justru merugikan diri sendiri dan tim. “Ke depan, kami akan berupaya untuk bermain lebih cantik demi kemengan Persipa,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

 

Persipa Siap Melaju Babak 6 Besar Linus Zona Jateng

 

Pemain Persipa mencoba untuk membombardir pertahanan pemain persekap Pekalongan di Stadion Joyokusumo.  (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pemain Persipa mencoba untuk membombardir pertahanan pemain persekap Pekalongan di Stadion Joyokusumo.
(MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Persipa Pati siap melaju pada babak enam besar Liga Nusantara Zona Jawa Tengah, setelah berhasil memuncaki klasemen Grup B dengan 12 poin.

Kemenangan itu diraih, setelah mampu bermain optimal dengan tanpa kalah di Grup B. Sementara Persiku Kudus yang berhasil menumbangkan Persiharjo Unsa-Asmi dengan skor 2-0 juga melaju pada babak enam besar sebagai runner up.

Pada babak terakhir ini, Persiku Kudus berhasil mengumpulkan 10 poin sebagai modal untuk melaju pada babak selanjutnya, menenami Persipa Pati.

Ketua Harian Persipa Sismoyo mengatakan, para pemain Persipa akan digembleng lebih lanjut untuk berlaga pada babak selanjutnya. Sejumlah kekurangan dalam permainan melawan Persekap Pekalongan akan dievaluasi untuk menuju perbaikan pada pertandingan selanjutnya.

”Permainan kali ini, banyak kekurangan yang nanti akan kita benahi untuk laga selanjutnya. Kita akan menggelar pertemuan untuk membahas keberlanjutan Persipa dalam babak enam besar Linus Zona Jawa Tengah,” kata Sismoyo.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengundang Bupati Pati Haryanto dan sejumlah donatur untuk membahas keberlanjutan Persipa yang saat ini minim anggaran.

Dengan adanya dana yang cukup, Persipa diharapkan bisa sejajar dengan liga yang berada di atasnya.

Editor: Merie

 

Hebat, Persipa Compang-camping Tapi Sanggup Kalahkan Persiku

Pemain Persipa Pati merayakan kemenangan, setelah berhasil menumbangkan Persiku Kudus dengan skor 1-0, di pertandingan yang berlangsung di Stadion Joyokusumo Pati, Rabu (4/5/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pemain Persipa Pati merayakan kemenangan, setelah berhasil menumbangkan Persiku Kudus dengan skor 1-0, di pertandingan yang berlangsung di Stadion Joyokusumo Pati, Rabu (4/5/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kemenangan Persipa Pati atas Persiku Kudus ternyata memang menorehkan kesan tersendiri. Pasalnya, Persipa dengan segala kekurangannya mampu menang atas tim kuat seperti Persiku.

Persiku Kudus yang berjuluk Macan Muria itu, dikenal sebagai tim terkuat yang sempat memimpin puncak klasemen sementara Grup B Liga Nusantara (Linus) Zona Jawa Tengah. Kegarangan Macan Muria sempat melibas Persekap Pekalongan 5-0, dan Persiharjo Unsa-Asmi 1-0.

Namun, Persiku harus tunduk dan bertekuk lutut dengan Laskar Saridin, setelah bermain dalam ”Derby Muria”, yang digelar di Stadion Joyokusumo Pati, Rabu (4/5/2016). Padahal, kondisi tim Persipa bisa dikatakan compang-camping.

Betapa tidak, Persipa saat melawan Persiku hanya ditopang 15 pemain. Empat orang di antaranya pemain cadangan. Dari empat pemain cadangan, dua orang di antaranya kiper. Kondisi compang-camping terjadi, setelah empat pemain hengkang dari Persipa.

Keterbatasan anggaran menjadi salah satu alasan hengkangnya empat pemain Persipa. Kendati begitu, keterbatasan tidak membuat Persipa berputus asa. Sebaliknya, para pemain terus bersemangat hingga berhasil memuncaki klasemen Grup B Linus Zona Jateng.

Sementara itu, Pelatih Persiku Kudus Hidayat meyayangkan kekalahan Persiku, yang dalam keadaan menyerang. ”Sangat disayangkan. Di saat Persiku terus menyerang dan menggempur Persipa, serangan balik Persipa tidak bisa diantisipasi dengan baik oleh pemain Persiku,” kata Hidayat.

Ia juga sempat menyayangkan, setelah wasit menganulir gol Persiku karena dianggap sudah dalam posisi offside. Ke depan, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait dengan penyelesaian akhir. ”Beberapa kesempatan tidak bisa dieksekusi pada penyelesaian akhir,” tandasnya.

Editor: Merie

Persipa Bekuk Persiku

Pemain Persiku Kudus mencoba membobol gawang Persipa melalui tendangan sudut. Dalam pertandingan ini, Persipa berhasil mengalahkan Persiku dengan skor 1-0, dalam laga yang berlangsung di Stadion Joyokusumo Pati, Rabu (4/5/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pemain Persiku Kudus mencoba membobol gawang Persipa melalui tendangan sudut. Dalam pertandingan ini, Persipa berhasil mengalahkan Persiku dengan skor 1-0, dalam laga yang berlangsung di Stadion Joyokusumo Pati, Rabu (4/5/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Persipa Pati berhasil memimpin puncak klasemen sementara Grup B Liga Nusantara (Linus) Zona Jawa Tengah, setelah berhasil membekuk Persiku Kudus dengan skor 1-0, di Stadion Joyokusumo Pati, Rabu (4/5/2016).

Dengan keberhasilan tersebut, Persipa berhasil mencuri sembilan poin dari Persiku, yang awalnya memimpin puncak klasemen sementara Grup B. Sementara itu, Persiku masih mengantongi enam poin sehingga posisinya bergeser ke peringkat dua.

Kemenangan Persipa sendiri berasal dari gol tunggal Aan Apriliawan sebagai pemain bek kanan pada menit ke-76. Padahal, permainan babak kedua didominasi Macan Muria, yang beberapa kali berusaha menggempur pertahanan Laskar Saridin dengan beringasnya.

Namun, serangan balik yang tidak diduga pemain Persiku melalui umpan Ade ”Aldo” Kurniawan, berhasil dimanfaatkan Aan dengan manis. Melalui serangan tajam pada bagian kanan, tendangan Aan berhasil menjebol gawang Persiku.

”Seperti yang kami katakan pada awal, kami optimistis bisa mengalahkan Persiku Kudus. Meski permainan pemain Persipa tidak optimal saat melawan Persiharjo Unsa-Asmi Sukoharjo, tetapi evaluasi yang kami lakukan ternyata berhasil menjadi bekal untuk mengalahkan Persiku, yang sedari awal memang lawan terberat,” ujar Manajer Persipa Awi, kepada MuriaNewsCom.

Awi menambahkan, pihak manajemen merasa bangga dengan permainan Persipa yang bisa tampil optimal. Pihaknya sendiri sempat tidak percaya dengan kemenangan itu. Pasalnya, permainan Persiku diakui berhasil menguasai bola 60 persen lebih unggul ketimbang Persipa.

Editor: Merie

Lawan Persipa Pati, Persiku Matangkan Komunikasi Antarpemain

Pemain Persiku berlatih di Stadion Wergu Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pemain Persiku berlatih di Stadion Wergu Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pertandingan Persiku dalam laga lanjutan Liga Nusantara 2016 akan kembali digelar pada Rabu (4/5/2016). Untuk persiapan pertandingan tersebut, tidak ada persiapan khusus, kecuali komunikasi pemain.

Pelatih Persiku Kudus Hidayat mengatakan, Persiku memang masih keteteran pada hal komunikasi. Untuk itu, pada latihan persiapan pertandingan akan lebih ditekan pada komunikasi pemain.

”Ini merupakan evaluasi bagi pemain, jadi latihan besok akan ada tambahan untuk komunikasi antarpemain,” katanya kepada MuriaNewsCom

Meski begitu, persiapan latihan komunikasi hanya dilakukan sekali saja, yakni Selasa (3/5/2016) besok. Sebab Rabu lusa Persiku harus siap meladeni Persipa Pati.

Meski hanya sekali, Hidayat yakin hal tersebut sudah lebih dari cukup untuk menghadapi lawan. Hal itu karena para pemain sudah beristirahat cukup lama dibanding lawan.

”Tapi di lini belakang, sangat dibutuhkan komunikasi yang pas. Salah sedikit saja bakal gawat,” ujarnya

Dia menambahkan, persiapan Persiku dalam berlatih hanya dilakukan tiga kali. Yakni pada Jumat, Sabtu dan selasa besok. Sedangkan selebihnya, para pemain diminta lebih menjaga kesehatan agar tetap fit saat bertanding nanti.

”Kalau target kami ya menang, melihat selama ini kami belum dikalahkan. Meski Persiku juga sama, namun kami yakin lebih unggul,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

 

Persipa Kandaskan Mimpi Persiharjo Unsa-Asmi 

uplod saiki persipa lagiii (e)

Pemain Persiharjo Sukoharjo mencoba membobol gawang Persipa, tetapi gagal dihalau pemain Persipa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Laskar Saridin “Persipa” akhirnya bisa mencetak gol melalui tendangan Haryanto saat melakukan eksekusi penalti ke gawang Persiharjo Unsa-Asmi Sukoharjo. Gol tersebut sekaligus membuat kemenangan Persipa atas Persiharjo dengan skor 1-0, di Stadion Joyokusumo, Sabtu (30/4/2016).

Sebelum tendangan penalti dilakukan, kericuhan sempat terjadi. Pemain Persiharjo tampak tidak terima dengan keputusan wasit, sehingga sempat terjadi ketegangan hingga memakan waktu sekitar 20 menit.

Kericuhan semakin menjadi, ketika sejumlah suporter Patifosi turun dari panggung dan terlihat tidak terima dengan para pemain Persiharjo. Beruntung, petugas kepolisian dan TNI sigap menghadang para suporter sehingga kericuhan bisa diatasi.

Saat peluit wasit ditiup pertanda permainan selesai, sang wasit dikawal ketat petugas keamanan. Pasalnya, emosi sejumlah pemain dari Persiharjo meletup hingga keamanan wasit terancam.

Rio Arya Surendra, manajer Persiharjo mengaku tidak puas dengan keputusan wasit. Kendati begitu, pihaknya mengakui keunggulan para pemain Persipa.
“Keputusan wasit sudah bulat. Tidak ada yang perlu dievaluasi. Perjuangan anak-anak juga sudah bagus. Berani melawan dengan tegar di kandang lawan bagi saya itu sudah luar biasa,” ujar Rio kepada MuriaNewsCom, Sabtu.

Sementara itu, Asisten Manajer Persipa, Didik mengatakan, pihaknya belum puas dengan permainan Persipa. Hal itu dianggap wajar, karena Persipa kehilangan tiga pemain yang menjadi ruh saat menundukkan Persekap Pekalongan.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Laga Persipa Pati Vs Persiharjo Sukoharjo Dimulai, Suporter Banjiri Stadion Joyokusumo

Laga Persipa Pati Vs Persiharjo Sukoharjo Dimulai, Suporter Banjiri Stadion Joyokusumo

Jpeg

Pertandingan Persipa dan Persiharjo dimulai di Stadion Joyokusumo Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Laga Persipa Pati kontra Persiharjo Unsa Asmi Sukoharjo yang digelar di Stadion Joyokusumo Pati, Sabtu (30/4/2016), dimulai pukul 15.30 WIB.

Ratusan suporter Persipa tampak membanjir stadion, baik dari sisi barat, utara, dan selatan. Mereka berteriak dan menyanyikan yel-yel, kemudian menyerukan dukungannya untuk Persipa yang sempat menaklukkan Persekap Pekalongan.

Manajer Persipa, Awi saat ditemui MuriaNewsCom mengaku optimistis bisa mengalahkan Persiharjo, kendati tiga pemain utamanya hengkang. Ketiganya adalah Bilton Fernando (striker), David Aprilianto (bek kanan), dan Subagiono (gelandang).

Mereka dipanggil kembali untuk memperkuat tim lamanya, Persibas Banyumas yang berlaga dalam kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) B. Mereka hanya sempat memperkuat Persipa dalam satu kali pertandingan melawan Persekap.

Awi mengatakan, Persipa saat ini siap bertempur melawan Persiharjo. Para pemain diakui sudah dalam keadaan siap tempur. “Tidak ada pemain yang cedera. Mereka punya motivasi berlipat, setelah meraih tiga poin di laga melawan Persekap,” katanya.

Saat ini, Laskar Saridin diperkuat dengan Haryanto dan Dede Hugo Kunarto pada bagian depan. Pada bagian tengah, ada Abdul Gofur, Karyono, Rizal Dwi Fitriawan, dan Ade Kurniawan.

Sementara itu, bagian belakang diperkuat Aan Apriliawan, Waskito Sujarwoko, Jordi Junendra, dan Satyo Husodo. Laskar Saridin dengan garang mengenakan kostum merah-merah dan Persiharjo menggunakan kostum biru-biru.

Editor : Akrom Hazami

Mantan Bendahara Persipa Pati Enggan Berkomentar Terkait Penetapan Dirinya Sebagai Tersangka

Suporter Persipa, Patifosi bergelora dalam Liga Nusantara. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Suporter Persipa, Patifosi bergelora dalam Liga Nusantara. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Mantan bendahara Persipa Pati bernisial HM enggan berkomentar terkait dengan penetapan dirinya sebagai tersangka atas dugaan kasus korupsi dana hibah KONI tahun 2010. HM ditetapkan tersangka oleh Polda Jawa Tengah, Kamis (27/8/2015).

Saat dihubungi MuriaNewsCom, HM menanyakan, “Anda dari mana?”. Setelah mengetahui yang menghubungi dirinya dari awak media, kemudian HM mengatakan suara yang berada di sambungan telepon tersendat-sendat dan akan memberikan tanggapan melalui pesan singkat.

Namun, setelah ditunggu tanggapan melalui pesan singkat tak kunjung datang. HM yang saat ini masih menjabat sebagai salah satu anggota dewan di Pati sepertinya enggan memberikan komentar soal itu.

Informasi yang dihimpun di lapangan, penetapan tersangka tidak berhenti pada HM, namun pihak Polda Jateng masih mendalami kasus tersebut yang mengarah kepada penetapan tersangka baru. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Ketua Persipa Prihatin atas Kasus Korupsi yang Membelit Mantan Pengurus

Ketua Umum Persipa Budiyono saat ditemui awak media. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ketua Umum Persipa Budiyono saat ditemui awak media. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Ketua Umum Persatuan Sepakbola Indonesia Pati (Persipa) Budiyono ikut prihatin dengan penetapan mantan bendahara Persipa berinisial HM sebagai tersangka. HM ditetapkan tersangka oleh Polda Jateng atas dugaan kasus korupsi hibah dana Pemkab Pati untuk KONI, Kamis (27/8/2015).

“Kami dari pengurus Persipa prihatin atas kejadian ini. Hal ini akan kami jadikan pelajaran untuk memajukan dunia sepak bola di Pati ke depan,” ujarnya saat dikonfirmasi MuriaNewsCom.

Ia mengatakan, manajemen Persipa akan melakukan langkah kilas balik terkait dengan hal-hal yang menyebabkan pengelolaan anggaran yang justru membuat image kepengurusan tidak baik.

“Kami akan berusaha untuk berkoordinasi dengan seluruh elemen agar ada masukan terkait dengan manajemen yang lebih baik. Hal ini kami upayakan agar tidak terjadi hal-hal yang justru akan merugikan tim, pengurus, dan pencinta bola Pati,” katanya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Polda Jateng Tetapkan Mantan Pengurus Persipa Pati Jadi Tersangka

Jajaran pengurus dan pemain Persipa tengah berpose sebelum mengikuti pertandingan dalam Liga Nusantara beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Jajaran pengurus dan pemain Persipa tengah berpose sebelum mengikuti pertandingan dalam Liga Nusantara beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Mantan Bendahara Persatuan Sepak bola Pati (Persipa) yang berinisial HM ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus korupsi hibah dana dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati Tahun 2010. HM ditetapkan tersangka oleh Polda Jawa Tengah, Kamis (27/8/2015).

Diketahui sebelumnya, hibah tersebut diberikan Pemkab untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pati yang selanjutnya diberikan kepada Persipa.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, HM ditetapkan sebagai tersangka, setelah pihak kepolisian Polda Jateng menemukan sejumlah barang bukti yang ada.

Hal ini buah hasil dari penyelidikan yang dilakukan tim penyidik dari Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng ke Polres Pati pada Rabu (10/6/2015) lalu. Tim tersebut diterjunkan untuk menyelidiki dugaan kasus korupsi hibah untuk KONI tahun 2010 dan 2012 yang diberikan Persipa. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Persipa Terpaksa Akan Tutup Buku

Manajer Persipa Saiful Arifin (kanan) dan Ketua Umum Persipa Budiyono saat ditemui awak media. Manajemen Persipa mengaku terpaksa akan menutup buku Persipa terkait dengan penutupan seluruh aktivitas PSSI. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Manajemen Persipa Pati terpaksa akan menutup buku kisah perjalanan Persipa pada Liga Nusantara. Hal ini disebabkan adanya kebijakan dari Kemenpora yang menghentikan seluruh kegiatan PSSI.

Lanjutkan membaca