Persiku Kalahkan Telak Persikaba 

Pemain Persiku jr saat melayani permainan Persikaba jr di Stadion Wergu Wetan Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus  – Persiku Jr berhasil mengalahkan lawannya Persikaba Jr di pertandingan lanjutan Piala Soeratin 2017 di Stadion Wergu, Rabu (5/4/2017). Persiku mengalahkan lawannya dengan skor 4-0. Gol pertama dicetak oleh Wahab Yusuf di menit  48, kemudian gol kedua dicetak Ahmad Ibnu Yahya dimenit 52, gol ketiga dicetak Wahab Yusuf di menit  62 lewat sebuah penalti.

Kemudian gol terkahir dicetak dalam menit tambahan babak kedua. Gol dicetak oleh pemain cadangannya Sadam lewat tendangan yang dimuntahkan oleh penjaga gawang.

Mattrkham, pelatih Persikaba Jr merasa kecewa dengan aksi pemain. Sebab, kekalahannya amat telak. Namun pihaknya juga memberi apresiasi pada pemain lantaran sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melawan Persiku. “Dua pemain inti kami  absen. Dan kami juga dalam posisi kelelahan. Sehingga membuat pemain tak fokus dan gol demi gol berhasil dilakukan ke gawang kami,” ungkapnya usai pertandingan.

Sementara, Pelatih Persiku Jr Widoro mengatakan sangat puas dengan hasil pertandingan. Meski di babak pertama permainan nampak tak berkembang, namun selama babak kedua semuanya membaik. “Saya tekankan agar mau berubah,  mau menekan serangan dan akhirnya berhasil. Apalagi pemain lawan sudah kelelahan dan itu yang dapat dimaksimalkan,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Babak Pertama, Persiku vs Persikaba Jr, Skor Seri

Pemain Persiku saat melayani lawan Persikaba Blora di Stadion Wergu Wetan Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Persiku Jr kembali melakoni laga Piala Soeratin 2017. Persiku jr melawan Persikaba jr. Mereka harus berlaga tanpa adanya penonton karena hukuman kerusuhan pertandingan sebelumnya saat melawan Persijap jr.

Pertandingan dilakukan di Stadion Wergu Wetan, Rabu (5/4/2017) sekitar pukul 15.15 WIB. Dalam babak pertama, tak mampu mencetak gol sama sekali. Begitupun lawan. Skor 0-0.

Sejumlah peluang sebenarnya sudah tercipta oleh kedua tim. Namun kembali saat eksekusi akhir selalu gagal.

Selama pertandingan, suporter Persiku menumpuk di luar stadion. Meski tak masuk, namun sorakan untuk tim unggulan Kudus terus digelorakan.

Ketua KONI Kudus M Ridwan berharap Persiku dapat menang mutlak atas pertandingan ini. Pengalaman seri lawan Persijap dianggap cukup dalam laga tersebut. “Target menang, pendukung banyak dan pertandingan dilakukan di Kudus,” ungkap dia. 

Editor : Akrom Hazami

 

Babak Pertama, Persiku Tahan Imbang Persijap

Pemain Persiku saat melakoni laga melawan Persijap di Stadion Wergu Wetan Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Persiku Kudus menjamu Persijap Jepara dalam pertandingan lanjutan Piala Soeratin di Stadion Wergu Wetan Kudus, Rabu (29/3/2017) sore. Pada babak pertama, Persiku Kudus menahan imbang Persijap Jepara dengan skor 0-0.

Selama pertandingan, kedua tim terlihat ngotot. Serangan demi serangan dilakukan oleh kedua tim. Bahkan beberapa kali peluang gol muncul dari kedua kubu. Sayang, tak ada satupun peluang yang berbuah manis.

Mukhlis, salah seorang penonton pertandingan mengatakan, dia melihat jika permainan Persiku cukup apik. Beberapa kali Persiku menciptakan peluang. Di antaranya melalui pemain Moh Endico. “Persiku sangat bagus, selalu menyerang lawan. Bahkan peluang menendang ke gawang juga cukup banyak namun gagal eksekusi,” katanya kepada MuriaNewsCom di lokasi laga.

Berdasarkan pantauan, pendukung Persiku tak henti-hentinya menyanyikan lagu dukungan. Hal itu berlansung selama jalannya laga.

Editor : Akrom Hazami

Jamu Persijap, Persiku Junior Wajib Kontrol Emosi

Pemain Persiku saat melakoni salah satu laga di Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemain Persiku Kudus Junior akan menjamu Persijap Jepara di Stadion Wergu Wetan, Kudus, Rabu (29/3/2017). Pada pertandingan Piala Soeratin tersebut, pemain diminta agar menjaga emosi agar tetap solid.

Pelatih Persiku Kudus Junior Widhoro mengatakan, dirinya melihat pemain yang berusia muda, kemungkinan memiliki kontrol emosi yang labil. “Diakui banyak pemain berusia remaja. Banyak pula yang masih sekolah. Jadi emosinya masih meledak-ledak. Apalagi saat di lapangan,” kata Widhoro di Kudus.

Dengan kondisi tubuh yang lelah, maka rasa marah kerap muncul di diri anak asuhnya. Apalagi untuk pemain yang temperamental, jelas akan mudah terprovokasi. Jika perasaan itu muncul akan berakibat buruk.

Di antara dampaknya adalah permainan yang jadi kacau. Jika sudah demikian maka pertahanan akan mudah diterobos lawan. Kekalahan pun akan berada di depan mata. “Pada setiap latihan, kami selalu meminta untuk para pemain menjaga emosi. Para pemain harus tetap konsentrasi dalam menjalani laganya, dan jangan mudah terpancing emosinya,” ungkapnya.

Strategi lain yang disiapkan menyiapkan pemain maksimal. Ada 29 orang pemain yang siap tempur. Harapannya, pemain akan tampil oke. Keberuntungan juga, Persiku bermain di depan publiknya. Dukungan besar akan menjadi nilai lebih mereka bertanding.

Editor : Akrom Hazami

Lawan Persijap,  Persiku Target Poin Penuh

Pemain Persiku saat meladeni dalam satu laganya, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Persiku Kudus Junior bakal melakukan laga kedua Piala Soeratin 2017, Rabu (28/3/2017). Dalam laga tersebut, Persiku Kudus Junior akan berhadapan dengan Persijap Jepara di Stadium Wergu Wetan Kudus.

Pelatih Persiku Junior Widhoro, menyatakan kalau dalam laga besok, pemain didikannya ditargetkan mendapat poin penuh. Kemenangan tanpa balas ditargetkan dengan pertandingan yang diselenggarakan di kandang Persiku Kudus.

“Target poin penuh, kami upayakan menang melawan Persijap dihadapan para pendukung Persiku Kudus,” katanya kepada MuriaNewsCom di Kudus, Selasa (28/1/2017).

Menurutnya, hingga kini Persiku Kudus Junior sudah memiliki jumlah pemain 29 orang. Jumlah yang banyak itu bisa digunakan untuk mencari siapa yang terbaik dan layak dipasang saat laga besok. Para pemain akan dipilih oleh pelatih besok pagi di Stadion Wergu Wetan. Dengan latihan terakhir dan uji lapangan, diharapkan para pemain mampu menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam menjamu Persijap.

Mengenai kekuatan lawan, dikatakan kalau hingga kini pihaknya tak mengetahuinya. Namun dikatakan kepada pemain kalau jangan pernah meremehkan lawan, sehingga tiap laga harus dilakukan dengan seserius mungkin  “Saya selalu tekankan untuk serius melawan musuh. Bagaimanapun mereka sudah mempersiapkan tim dengan seksama, sehingga sudah sepantasnya tim tersebut juga bagus,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Pelatih Persiku Yunior Akan Benahi Tim Usai Kalahkan Persipa di Piala Soeratin

Pemain Persiku saat melawan Persipa di Stadion Joyokusumo, Minggu. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Persiku Junior berhasil mendapat kemenangan perdana dalama laga Piala Soeratin 2017. Persiku menang atas Persipa Pati, Minggu (26/3/2017) dengan skor 1-0 di kandang lawan.

Pelatih Persiku Yunior Widhoro mengatakan, meski menang dalam laga ternyata tak membuat dia merasa terlalu bangga dengan kemenangan tersebut. Dia melihat pemain didikannya membutuhkan banyak pembenahan.

“Kalau puas cukup puas dan lumayan bangga karena memang menang. Namun kemenangan yang didapat pastinya banyak catatan yang harus dibenahi pasca pertandingan,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom.

Pihaknya tak bisa mengatakan kelemahan para pemainnya yang harus segera dibenahi. Karena, nyaris di semua lini pemain banyak yang seharusnya dapat dimaksimalkan namun masih kurang. Sehingga tugas ke depan adalah membenahi Persiku Yunior dalam waktu singkat.

Dicontohkan, seperti halnya penempatan bola saat pertandingan yang sangat berisiko untuk direbut lawan hingga posisi depan yang dirasa kurang tajam. Padahal, dengan penempatan bola yang lebih pas serta serangan depan yang tajam, bakal membuat Persiku mampu unggul lebih banyak.

“Bagaimanapun mereka kebanyakan juga masih sekolah dan mengikuti Popda, jadi beberapa pemain absen saat laga perdananya. Namun saat tanding kemarin kami sudah cukup dengan full team,” ujarnya.

Laga perdana kemarin diharapakan mampu menjadi perhatian bagi para pemain untuk lebih serius dalam laga-laga lanjutan nanti. Dan materi latihan sudah disiapkan olehnya dalam waktu dekat ini. “Kalau tidak besok ya lusa akan latihan. Untuk Senin ini kami liburlan dulu kepada para pemain Persiku Yunior,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Butuh Rp 2 Miliar, Persiku Baru Kantongi Rp 900 Juta

Ketua KONI Kudus M Ridwan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Persiku Kudus membutuhkan biaya sekitar Rp 2 miliar untuk menjalani pertandingan di liga Zona Jateng. Hingga kini, Persiku Kudus baru memiliki anggaran sebesar Rp 900 juta. Artinya, masih ada kekurangan sekitar Rp 1,1 miliar untuk laga tahun ini.

Ketua KONI Kudus M Ridwan mengatakan, dalam anggaran tahun ini KONI mendapatkan dana yang terbatas. Anggaran dibagi-bagi cabang lain agar bisa merata. Persiku mendapatkan porsi lebih banyak dibanding lainnya, yakni Rp 900 juta.

“Kalau kebutuhan sekitar Rp 2 miliar. Jadi masih kurang banyak. Untuk itu, kami akan mengupayakan pembiayaan Persiku sambil menunggu anggaran susulan turun,” katanya kepada MuriaNewsCom di Kudus, Sabtu (25/3/2017).

Rencananya, dalam APBD Perubahan nanti, KONI kembali mendapatkan kucuran dana sekitar Rp 7 miliar. Dengan dana yang besar itu, mampu digunakan Persiku Kudus menjalani laga tahun ini di liga.

Sayangnya, anggaran tersebut datang setelah liga berlangsung. Untuk itu, solusi yang dapat dilakukan adalah mencari talangan dana untuk kebutuhan para pemain Persiku Kudus di 2017 ini.

Disinggung mengenai banyaknya biaya yang dibutuhkan Persiku itu tidak lepas dari besarnya biaya operasional. “Seperti makannya, seragam, hotel dan penginapan saat tanding keluar kota juga membutuhkan biaya yang tak sedikit. Untuk itu,  biayanya memang besar,” ujarnya

Dia berharap dengan anggaran yang besar mampu diimbangi dengan prestasi yang membanggakan. Bahkan target adalah mampu menjadi juara tahun ini.

Editor : Akrom Hazami

 

Lapangan Becek, Latihan Persiku jadi Tak Maksimal

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kudus – Persiku Kudus tengah memulai latihan rutin menyongsong laga Liga Nusantara, bulan depan. Hanya, dalam menjalani latihan rutin, tim Macan Muria itu mengalami persoalan pada lapangan Wergu yang becek. Hal itu berakibat pada tak maksimalnya hasil latihan.

Pelatih Persiku Kudus Hidayat mengatakan, selama ini pihaknya memang sudah melatih para pemain dalam menghadapi pertandingan. Latihan dilakukan di Stadion Wergu Wetan. Dengan kondisi lapangan dalam keadaan becek.

“Iya diakui karena lapangan yang becek dan berlumpur, maka latihan pemain jadi terganggu. Akibatnya latihan harus diulang beberapa kali agar hasilnya cukup,” kata Hidayat saat dihubungi di Kudus, Selasa (7/3/2017).

Jika materi latihan kepada para pemain tidak maksimal, maka dampaknya pada persiapan menghadapi kompetisi. Waktu yang hanya tinggal sebulan, membuat pemain  dan pelatih  kerja ekstra meningkatkan kemampuan.

Dia menambahkan, pihak pelatih sudah menyiapkan beberapa skema dalam memaksimalkan latihan. Seperti misalnya mengalihkan lokasi latihan di lapangan futsal, agar materi latihan tercapai.

Dalam sepekan, para pemain dilatih selama tiga kali. Waktu latihan bisa ditambah jika semakin mendekati kick off. Hanya, ditambah tidaknya latihan masih melihat kemampuan para pemain Persiku.

Editor : Akrom Hazami

Persiku Berburu 4 Pemain untuk Isi Posisi Ini

MuriaNewsCom, Kudus – Persiku Kudus masih memburu empat pemain yang bakal memperkuat skuad Macan Muria. Keempat pemain tersebut sangat dibutuhkan guna menghadapi persiapan kompetisi di tahun ini.

Hidayat, pelatih Persiku Kudus mengatakan keempat bidikannya tersebut sudah dicari selama beberapa hari. Keempat pemain yang dicari, bukanlah pemain asli Kudus, melainkan pemain luar Kudus.

“Ada empat yang kami butuhkan, pertama untuk striker, kedua pemain tengah atau gelandang. Sedangkan dua lainnya pada sisi belakang yaitu pemain stopper,” kata Hidayat kepada MuriaNewsCom di Kudus, Rabu (1/3/2017).

Menurutnya, pemain belakang amat dibutuhkan, karena barisan pertahanan masih tampak lemah. Dia tak mau, jika kesalahan Persiku yang sama di liga sebelumnya terulang akibat pemain belakang banyak melakukan kesalahan.

Sementara untuk lini gelandang, dia membutuhkan untuk membagi bola dan membangun serangan. Kemudian ditambah lagi dengan striker, yang mana bertugas mengeksekusi memasukkan bola. Tentang alasan mengambil pemain luar Kudus, adalah pengalaman bertanding yang sudah tinggi. Jam terbang yang sering bertanding akan menjadi keuntungan pihak Persiku dalam menghadapi lawannya. Sementara untuk pemain lokal yang kebanyakan dari Diklat, masih pas-pasan dalam hal jam terbang, untuk menghadapi liga.

Persiku hingga kini sudah memiliki 23 pemain yang siap bertanding. Namun, dengan jumlah pemain yang cukup banyak itu masih dianggap kurang. “Ketika sudah terkumpul, nantinya tinggal melakukan seleksi mana yang masuk tim inti dan tim cadangan. Sambil komposisi terpenuhi, latihan tiga kali sepekan masih dijalankan,” ucapnya.

Dia menjelaskan, sebenarnya sudah ada dua pemain yang bakal gabung Persiku. Kedua​ pemain tersebut berasal luar daerah, seperti Zulfikar asal Malang posisi stopper dan satu lagi Ramadiyansyah asal Jakarta yang di posisi gelandang.  “Kabarnya besok akan datang, tapi kepastiannya masih menunggu besok,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

Pemain Eks Persibo Bojonegoro dan Persab Brebes Gabung Persiku

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kudus  – Persiku Kudus telah mendapatkan 23 pemain dari hasil seleksi yang dilakukan pada pekan lalu. Dari seleksi yang dilakukan, terdapat dua pemain luar Kudus yang memutuskan bergabung dengan Persiku. Kedua pemain tersebut berasal dari eks Persibo Bojonegoro dan satunya lagi asal Persab Brebes.

Hal itu disampaikan pelatih Persiku Hidayat. Dia mengatakan jika kedua pemain itu akan memperkuat Persiku di musim kompetisi 2017. Keduanya akan menempati posisi gelandang dan pemain belakang.

“Untuk pemain mantan Persibo Bojonegoro, adalah Tri Kristanto (20). Dia merupakan mantan pemain Persibo yunior  dan masuk dalam tim Porprov di tempatnya.  Dia sebagai gelandang,” katanya.

Sementara eks Persab Brebes yunior, adalah Imam. Dia juga akan memperkuat Persiku dan bakal mengisi posisi bek kanan ataupun bek kiri. Selain kedua pemain itu, ada juga beberapa pemain lokal Kudus. Kebanyakan mereka yang terpilih dalam seleksi adalah mantan pemain Diklat sepak bola Kudus. “Hasil seleksinya total ada 23 pemain Termasuk dua pemain luar Kudus tadi. Seleksinya di antaranya mendapatkan empat kiper. Kiper diperbanyak karena tempat yang penting,” ujarnya.

Disinggung soal kinerja pemain, saat ini masih belum sempurna. Pihaknya akan melakukan sejumlah pembenahan dalam tim, yang bakal memperkuat Persiku. “Yang susah adalah menyatukan mereka dalam tim. Untuk itu butuh lebih sering waktu bersama dan juga butuh lebih banyak latihan dalam lapangan hijau,” ujarnya.

Tentang jadwal latihan, sampai saat ini dijadwalkan tiga kali selama satu pekan. Dalam latihan, pelatih juga melihat kemampuan pemain secara detail.

Editor : Akrom Hazami

Tunggu Surat Resmi, KONI Persiapkan Skuad Persiku Kudus 

persiku-kudus

MuriaNewsCom, Kudus – KONI Kudus hingga kini masih belum menerima surat resmi terkait liga yang akan diikuti oleh Persiku Kudus. Meski demikian, KONI tengah mempersiapkan tim, guna mengikuti kompetisi yang ada di depan nanti.

Ketua KONI Kudus M Ridwan mengatakan, pihaknya melakukan persiapan timnya. “Sampai sekarang masih menunggu surat resminya. Tapi  persiapan jelas kami lakukan dengan dimulai dari persiapan para pemain,” katanya di Kudus, Kamis (26/1/2017).

Menurutnya, kabar yang didapat nanti liga akan dikelompokkan menjadi dua kategor yaitu U 21 dan U23. Pihaknya juga tak tahu manakah yang akan diikuti oleh Persiku, apakah masuk U 21 ataukah malah U23. Tentang stok pemain, dikatakan semuanya sudah mumpuni.

Pengkaderan tingkat diklat sudah dimaksimalkan sehingga tinggal dipilih mana yang akan menjadi pemain Persiku, ataukah hanya cukup pada tingkat Diklat saja.”Diklat masih tetap jalan. Ditambah lagi nantinya bisa membuka seleksi jika memang dirasa pemain masih kurang. Kudus itu gudangnya para atlet, termasuk bola,” ujarnya.

Untuk pelatih, hingga kini masih belum ditentukan mana yang akan ditunjuk. Hanya besar kemungkinan pelatih sebelumnya yakni Hidayat akan ditunjuk lagi melatih Macan Muria di 2017 ini. “Performa bagus, bahkan bisa menjadi empat besar waktu di Liga Nusantara 2016 kemarin. Kami menyingkirkan ratusan tim yang ikut waktu itu,” jelasnya.

Tentang anggaran, dikatakan Ridwan, juga sudah dipersiapkan. Untuk Persiku yakni sekitar Rp 2,5 miliar. Anggaran itu sudah dialokasikan jika nantinya Persiku berlaga dalam liga di 2017. Jumlah anggaran itu berasal dari suntikan dana KONI Kudus Rp 7 miliar.

Editor : Akrom Hazami

 

Kalah, Persiku Gagal ke Babak Final

Pemain Persiku melawan Persedan di putaran semifinal laga Liga Nusantara, di Bantul. (TWITTER)

Pemain Persiku melawan Persedan di putaran semifinal laga Liga Nusantara, di Bantul. (TWITTER)

MuriaNewsCom, Kudus – Persiku Kudus harus pulang dalam laga liga Nusantara 2016. Harapan menjadi juara terpaksa pupus, setelah Persiku kalah dalam babak semifinal melawan Persedan Denpasar di Stadion Sultan Agung Bantul, Selasa (6/12/2016).

Kekalahan Persiku dirasa sangat menyakitkan, sebab Persiku hanya kecolongan satu angka, yang diperoleh Persedan di menit terakhir yakni menit 89. Gol semata wayang dicetak oleh Andika Dian Asruri membuat Persiku tersingkir.

Manajer Persiku Kudus M Ridwan mengatakan, pihaknya senang dengan permainan Persiku saat meladeni Persedan. Bahkan, sejak babak pertama Persiku selalu menggempur Persedan dengan bola cepat. Namun upaya mencetak angka selalu gagal mulai babak pertama hingga peluit panjang berbunyi.

“Permainan bagus, Persiku lebih mendominasi permainan ketimbang lawan. Namun kali ini kami belum bisa menang di semifinal,” katanya kepada MuriaNewsCom saat dihubungi.

Menurutnya, faktor kekalahan Persiku bukankah pada permainan. Namun lebih pada pemimpin pertandingan yang dianggap terlalu memihak Persedan. Hal itu jelas sejak peluit kick off ditiup. Bahkan, kata dia, bebebepa kali kesalahan Persedan dianggap wajar dan tidak dianggap sebagai kesalahan. Hal itu membuat dia yang juga Ketua KONI Kudus kesal atas sikap wasit yang dinilai tidak netral. “Wasitnya yang tidak adil, jika adil sesuai aturan, kami akan memenangkan pertandingan tersebut dengan sempurna,” ujarnya.

Hal itu, lanjutnya karena Persiku selalu menyerang pertahanan lawan. Dan bebebepa kali juga nyaris mencetak angka meskipun akhirnya selalu gagal. Untuk itu, dia kesal dengan perilaku wasit.

Meski demikian, pihaknya mengucapkan selamat atas Persedan yang melaju babak final. Bagi dia juga, dalam suatu pertandingan kalah dan menang adalah hal yang harus bisa diterima oleh semuanya. 

Editor : Akrom Hazami

Persiku Lolos Semifinal Usai Kalahkan Persipal Palu

Pemain Persiku melayani permainan pemain Persipal Palu di Stadion Wergu Wetan Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pemain Persiku melayani permainan pemain Persipal Palu di Stadion Wergu Wetan Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Persiku Kudus berhasil mengalahkan Persipal Palu dalam Babak 8 Besar Liga Nusantara. Kemenangan Persiku diraih di lapangan GOR Wergu Wetan Kudus, Jumat (2/12/2016), dengan skor akhir 2-1.

Dalam babak kedua,  tendangan Irvan Fahrizal mampu membuat Persiku unggul. Pemain yang baru masuk di babak kedua itu mampu menunjukkan kemampuannya di lini depan, dengan mencetak gol lewat kaki kirinya.

Pelatih Persiku Hidayat mengatakan kalau dia merasa tidak puas melihat kemampuan pemain. Terlebih pada lini depan, yang dianggap kurang tenang saat membawa bola.

“Persiku itu banyak peluang saat bertanding, namun sayang pemain depan kurang sigap dan terlalu terburu-buru. Hasilnya tiap kali serangan dimuntahkan oleh lawan,” katanya kepada MuriaNewsCom di lokasi laga.

Tentang skor 2-1 juga dianggap tidak sesuai keinginan. Dia yang menargetkan menang sempurna harus pupus lantaran gol bunuh diri. Selain itu juga, kesempatan penalti juga dilewatkan dan digagalkan Persipal.

“Mungkin karena mereka sudah kenal Mamuju FC, yang mana satu hotel sehingga sudah banyak bicara tentang Persiku. Sebagaimana diketahui kami juga sempat penalti dengan Mamuju saat penyisihan grup,” ujarnya.

Sementara, Usman Arya, pelatih Persipa Palu lebih menyoroti pada kinerja wasit. Wasit pertandingan Husen, asal Banten itu dianggap tidak netral dan terlalu memihak Persiku Kudus.

“Iya itu wasitnya terlalu memihak Persiku. Banyak pelanggaran yang dibiarkan dan tidak bersikap netral sebagai pemimpin pertandingan,” ungkapnya.

Persipal harus puas gugur di perempatan final atas Persiku, dan pulang lantara sistem yang digunakan adalah sistem gugur.

Editor : Akrom Hazami

Gol Bunuh Diri Sampai Gagal Penalti Dirasakan Persiku Jamu Persipal Palu

Pemain Persiku meladeni permainan Persipal Palu di Stadion Wergu Wetan, Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pemain Persiku meladeni permainan Persipal Palu di Stadion Wergu Wetan, Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pertandingan Babak 8 Besar Liga Nusantara Indonesia kembali digelar. Yakni antara Persiku Kudus melawan Persipal Palu yang berlangsung di Stadion Wergu Wetan, Kudus, Jumat (2/12/2016). Dalam 45 menit pertama, Persiku mengalami banyak hal, seperti halnya kemasukan bola bunuh diri hingga gagal cetak penalti.

Pertandiangan dibuka dengan baik oleh Persiku. Serangan demi serangan telah dilancarkan oleh Laskar Macan Muria. Serangan semakin memanas hingga akhirnya Persiku berhasil mencetak angka. Gol pertama Persiku dicetak Medi Setiawan, pemain bernomor punggung 14. Skor jadi 1-0.

Namun, skor unggul tersebut tak mampu bertahan lama dirasakan oleh Persiku Kudus. Tak lama setelah itu serangan Persipal dari sisi kanan menjadi ancaman. Serangan yang tajam tersebut beberapa kali menembus kotak penalti hingga kerap terjadi perebutan bola di pertahanan Persiku.

Berada di posisi bertahan dari Persipal, Persiku berusaha keras agar tidak kecolongan. Namun, Murwanto yang ikut menjaga pertahanan lengah dan malah membuat gol bunuh diri. Skor akhirnya sama 1-1 antara Persiku dan Persipal.

Mendapatkan skor sama, Persiku juga mengejar kembali. Hingga akhirnya kesempatan kembali diraih saat Persipal melakukan pelanggaran di kotak penalti. Sayangnya, penalti yang berlangsung di menit tambahan itu, gagal dimaksimalkan oleh Medi Setiawan lantaran berhasil dibendung kiper Persipal, Fachri A.

Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo yang menyaksikan pertandingan mengaku kecewa dengan penampilan Persiku. Sebab terlalu banyak kesalahan. “Harusnya malah bisa unggul 2-0. Karena dapat kesempatan penalti di menit terakhir babak pertama. Namun masih kurang dimaksimalkan dan malah gagal. Selain itu juga ada penalti,” ujarnya.

Dia berharap Persiku mampu berusaha lebih keras lagi di babak kedua. Supaya Persiku mampu melaju ke babak berikutnya dan membuat bangga para suporter. 

Editor : Akrom Hazami

Persiku Targetkan Menang Lawan Persipal Palu

Persiku saat menjamu lawannya di Stadion Wergu Wetan, Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Persiku saat menjamu lawannya di Stadion Wergu Wetan, Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Persiku Kudus kembali menargetkan kemenangan atas laga yang digelar dalam pertandingan Liga Nusantara di Babak Delapan Besar. Kali ini, pertandingannya adalah Persiku Kudus melawan Persipal Palu.

Pelatih Kepala Persiku Hidayat mengatakan, target kemenangan mutlak dilakukan untuk melaju ke babak berikutnya. Penggunaan sistem gugur membuat Persiku harus menang jika ingin melanjutkan babak semifinal.

“Kami targetkan menang sempurna, itu syarat satu-satunya untuk melanjutkan ke babak berikutnya. Dan kami yakin kami akan mampu meraih kemenangan, dengan latihan yang kami lakukan selama ini,” katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (1/12/2016).

Diketahui, Persiku selalu meraih kemenangan dalam tiap pertandingan beberapa waktu terakhir. Di laga terakhir lalu, Persiku menjamu YSK 757 Karimun dengan skor 1-0. Kemenagan tunggal diraih pada babak pertama.

Dia belum tahu pasti bagaimana kemampuan lawan nanti. Sebab pengalaman bertanding yang belum dimiliki Persiku melawan Persipal. Pelatih hanya mampu meraba kemampuan lawan.

“Pertandiangan nanti kami yakin lebih keras. Terlebih tim yang masuk Babak Delapan Besar adalah tim yang pasti unggul dan tangguh. Dan kami harus menang,” ujarnya.

Selain itu, permainan ngotot pasti dilakukan lawan untuk mencapai kemenangan. Untuk itu dia meminta pemain agar tidak lengah dan memperkuat pertahanan serta menjaga lokasi pemain masing-masing.

Untuk formasi, dia menetapkan formasi 4-2-3-1 dan 4-3-3 yang biasa dimainkan selama ini. Hanya, formasi itu masih dapat berubah melihat situasi di lapangan saat pertandingan berlangsung besok.

“Kami bermaksud menyiapkan permainan sebaik mungkin dalam bertanding. Selain itu kami meminta pemain tenang, dan tidak mudah terpancing emosi lawan,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Meski Menang, Persiku Tak Puas 

Pemain Persiku melayani permainan YSK 757 Karimun di Stadion Wergu Wetan Kudus, Senin (28/11/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pemain Persiku melayani permainan YSK 757 Karimun di Stadion Wergu Wetan Kudus, Senin (28/11/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pertandingan Liga Nusantara babak 16 besar, mempertemukan antara Persiku Kudus melawan YSK 757 Karimun di Stadion Wergu Wetan Kudus, Senin (28/11/2016). Hasilnya Persiku menang dengan skor 1-0. Meski Persiku berhasil menang dan maju ke Babak Delapan Besar, rupanya tidak membuat pelatih puas. Mengingat, Persiku sebenarnya bisa tampil lebih baik.

Pelatih Persiku Kudus Hidayat, menyatakan ketidakpuasan atas performa Persiku kali ini. Bagi dia, pertandingan seharusnya dapat berjalan lebih maksimal. Sehingga, Persiku bisa meraih lebih banyak gol lagi. “Saya kurang puas dengan hasilnya. Masih kurang sigap jika melihat kondisi sebenarnya. Itu masih bisa dimaksimalkan kembali,” katanya usai pertandingan di lokasi laga.

Menurutnya, bebebepa peluang jelas terlihat dalam pertandingan. Seperti di babak kedua yang tinggal memasukkan bola karena kiper tidak menguasai kotak penalty, tapi itu tidak terselesaikan dengan baik. Selain itu, pemain belakang juga dianggap terlalu ke depan. Hal itu membuat mereka kewalahan saat hendak balik ke lokasi bertahan. “Kami akan membenahi dalam waktu yang tersisa. Sebelum bertanding lagi dalam babak berikutnya,” ujarnya.

Meski tidak puas, namun dia bersyukur Persiku Kudus berhasil menjadi pemenang. Gol tunggal tak dapat terbalas oleh YSK 757 Karimun hingga babak kedua usai. Gol tunggal di babak pertama dicetak oleh Ilyas, dengan sundulan yang akurat. Pemain bernomor punggung 3 berhasil merobek gawang lawan di menit kesembilan. Skor bertahan hingga laga usai.

Pertandiangan Linus mulai babak 16 besar, menggunakan sistem gugur. Sehingga tim yang menang akan langsung melaju ke babak selanjutnya dan tim yang kalah harus pulang.

Editor : Akrom Hazami

Babak Pertama, Persiku Kudus Kalahkan YSK 757 Karimun

Pemain Persiku melayani permainan YSK 757 Karimun di Stadion Wergu Wetan Kudus, Senin (28/11/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pemain Persiku melayani permainan YSK 757 Karimun di Stadion Wergu Wetan Kudus, Senin (28/11/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pertandingan kembali dilakoni Persiku Kudus. Sore ini, Persiku Kudus meladeni YSK 757 Karimun di Stadion Wergu Wetan Kudus, Senin (28/11/2016). Pada babak pertama, Persiku unggul sementara dengan skor 1-0 .

Gol tunggal di babak pertama dicetak oleh Ilyas, dengan sundulan yang akurat. Pemain bernomor punggung 3 berhasil merobek gawang lawan di menit kesembilan dan memimpin skor sementara.

Beberapa saat setelah mencetak gol, pertandingan berakhir. Gol tersebut membuat Suporter Macan Muria (SMM) semakin semangat mendukung dengan teriakan yang sangat seru.

Selama pertandingan, kedua tim beberapa kali mendapatkan kesempatan. Namun hanya satu angka yang mampu diraih dan itu oleh Persiku. Sementara untuk TSK 757 Karimun masih belum membuahkan hasil.

Pertandingan tersebut merupakan laga awal di Babak 16 Besar. Laga awal dibuka oleh Persiku Kudus di Stadion Wergu Wetan. Persiku yang menjadi tuan rumah mengenakan seragam kebanggaan warga biru.

Pertandiangan dipimpin oleh wasit Ridwan Pahala dari Jabar, asisten wasit I Alfadin dari Jatim, asisten wasit II Anang Sutardi Jabar, dan wasit cadangan Nur Arifin asal Jatim.

Manajer Persiku Kudus M Ridwan, mengatakan, kemampuan Persiku masih bagus. Harapannya Persiku masih akan memberikan kejutan di babak berikutnya. “Target menang, kami harap Persiku mampu meraih poin penuh,” harapnya.

Editor : Akrom Hazami

Persiku Hancurkan Mimpi PS Benteng  

Pemain Persiku bersalaman dengan pemain PS Benteng saat pertandingan di Stadion Wergu Wetan Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pemain Persiku bersalaman dengan pemain PS Benteng saat pertandingan di Stadion Wergu Wetan Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak lima pemain PS Benteng mendapatkan kartu merah dalam laga melawan Persiku Kudus, di Liga Nusantara, Jumat (25/11/2016) di Stadion Wergu Wetan Kudus. Kelima pemain tersebut diganjar kartu merah karena berbagai hal.

Kartu merah diberikan tak hanya untuk pemain yang ada di dalam lapangan saja. Melainkan pemain yang berada di bangku cadangan juga diberikan kartu merah karena melukai wasit.

Pada pertandiangan awal semuanya berjalan lancar. Kondisi mulai memanas saat Persiku mendapat hadiah penalti karena handball. Hadiah tersebut dimanfaatkan dengan sempurna Kurnia Nanda dan membawa Persiku unggul .

Melihat hal itu PS Benteng melakukan aksi protes kepada wasit pertandingan Cholid Dalyanto asal DIY. Protes yang dilakukan terus menerus pemain PS Benteng namun wasit tidak menggubris.

Akhirnya, persiku kembali mendapatkan peluang dan dimanfaatkan Irvan Fahrizal dengan tendangannya. Gol kedua tersebut membuat Persiku unggul 2-0 di menit 40. Pertandingn kembali dilanjutkan dengan agak panas.

Dalam pertandingan yang berlangsung, pemain PS Benteng diganjar kartu merah pertama karena melakukan takel dua kali kepada Persiku. Pemain tersebut adalah Gatut Bekti. Pemain PS Benteng yang tak terima langsung mengeroyok wasit bersama pemain PS Benteng lainnya. Beberapa kali wasit juga didorong pemain dan dorongan yang keras.

Melihat hal itu wasit mengeluarkan kartu merah untuk Majid Mony, namun hal itu semakin membuat pemain tak terima dan kembali Ahmad Ramdani juga mendapat kartu merah bersama Doni Setyawan.

Akibatnya pertandiangan benar-benar panas dan nyaris tak terkontrol. Kemarahannya PS Benteng mulai muncul kembali dengan datangnya pemain cadangan bernomor 14, Budi Eka Putra masuk dan menghajar wasit yang sudah terjatuh.

Pertandingan terpaksa dihentikan sekitar 20 menit hingga akhirnya babak pertama usai. Petugas kepolisian dan TNI juga ikut dalam mengamankan pertandiangan agar tidak semakin kacau.

Namun pertandingan kembali dilanjutkan pada babak kedua, dengan PS Benteng yang hanya berjumlah tujuh pemain melawan Persiku yang masih utuh. Keunggulan Persiku kembali bertambah di babak kedua dengan tambahan dua gol. Hasilnya Persiku unggul 4-0 hingga peluit panjang dibunyikan.

Pelatih Persiku Hidayat mengatakan kalau permainan Persiku bagus. Hanya setelah pemain PS Benteng hanya tujuh pemain, Persiku nampak enggan menyerang dengan kekuatan penuh ke jaring lawan. “Iya, terlihat agak ragu dan sungkan. Mungkin karena mereka sama-sama pemain bola jadi tahu kondisinya,” jawabnya.

Sedangkan pelatih PS Benteng, Muswar Baktari mengucapkan selamat untuk Persiku karena sudah menang. Pihaknya mengakui kekuatan Persiku dan soal kartu merah yang menjamur di pemainnya dianggap hal yang wajar. “Namanya permainan bola juga demikian. Jadi tidak masalah,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Targetkan Poin Penuh, Persiku Benahi Lini Depan

Pelatih Persiku Hidayat saat memberikan keterangan kepada wartawan di sela-sela mengawasi anak asuhnya berlatih. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pelatih Persiku Hidayat saat memberikan keterangan kepada wartawan di sela-sela mengawasi anak asuhnya berlatih. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Persiku Kudus tengah mempersiapkan tim dalam menghadapi lawan terakhir di grup E Linus. Persiku Kudus, akan melawan PS Benteng pada Jumat (25/11/2016) pukul 19.00 WIB. Karenanya, Persiku sibuk memperbaiki tim, khususnya lini depan.

Pelatih Persiku Hidayat, menyebutkan ada beberapa catatan dari pelatih untuk Persiku. Seperti halnya pada lini depan yang dianggap kurang memuaskan lantaran masih banyak egois dalam permainan.”Untuk itulah, kami membenahinya. Supaya bagian depan bisa bertanding sebagai tim. Jadi lebih banyak kombinasi dan juga lebih matang,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dalam datanya, pemain depan Persiku, pelatih mempercayakan kepada Sholikul Islam, Dony Pamungkas, Kurnia Nanda, Irvan Fahrizal serta Joko Purnomo. Dalam pertandingan terakhir, Kurnia Nanda dan Dony Setyawan dianggap kurang memanfaatkan bola dalam eksekusi.

Selain itu, dia juga menginstruksikan untuk tidak terlalu lama membawa bola. Permainan cepat diharapkan agar kerja sama tim akan lebih tertata lagi. “Sore tadi kami latihan, ini merupakan latihan terkahir sebelum bertanding besok,” ungkapnya.

Dalam bertanding besok, Persiku bakal mengejar poin penuh lawan PS Benteng. Jika hal itu tercapai, maka Persiku sempurna karena tak pernah terkalahkan.

Untuk lawan, dia menyadari kalau postur lawan rata-rata lebih besar. Selain itu juga bebebepa pemain lawan memiliki kemampuan yang bagus secara individu. Dan secara kelompok juga memiliki kerja sama tim yang baik antar pemain.

Untuk itulah, dalam latihan akan, Hidayat terus mengingatkan pemain Persiku akan hal itu. Kekompakan tim tetap menjadi catatan penting karena sepak bola adalah kerja tim, bukan individu. “Kami seri saja sudah menang juara grup. Tapi kami tak puas dan harus menjadi juara grup dengan memenangkan pertandingan,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Persiku Akhirnya Menang 2-0 atas PS Belitung Timur

Pemain Persiku Kudus menyerang pertahanan lawan, dalam pertandingan Babak 32 Besar Liga Nusantara, yang berlangsung di Stadion Wergu Wetan, Selasa (22/11/2016) malam. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pemain Persiku Kudus menyerang pertahanan lawan, dalam pertandingan Babak 32 Besar Liga Nusantara, yang berlangsung di Stadion Wergu Wetan, Selasa (22/11/2016) malam. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Persiku Kudus akhirnya memenangkan pertandingan melawan PS Belitung Timur, dengan skor akhir 2-0, pada babak 32 Besar Liga Nusantara, yang digelar di Stadion Wergu Wetan Kudus, Selasa (21/11/2016) malam.

Unggul di babak pertama dengan skor 1-0, tidak lantas membuat Persiku menurunkan tensi serangannya. Kedua tim meningkatkan serangannya, supaya bisa unggul.

Gol kedua Persiku dicetak pemain cadangan Irvan Fahrizal, yang masuk menggantikan striker Kurnia Nanda. Irvan mencetak gol di menit ke 85, setelah memanfaatkan kelemahan pertahanan lawan.

Hingga peluit panjang tanda pertandingan ditiup wasit, skor tidak berubah. Tetap 2-0 untuk keungggulan Persiku. Kemenangan ini disambut gembira suporter yang setia menyaksikan pertandingan tersebut dari awal hingga selesai.

Hidayat, pelatih Persiku Kudus mengaku puas dengan hasil pertandingan tersebut. Hanya ada bebebepa catatan dari pelatih tentang pemain Persiku. Khususnya pada lini depan.

”Mereka saya lihat terlalu terburu-buru. Masih egois dalam bertanding. Harusnya mampu melihat mana yang lebih menguntungkan. Soalnya ini kan, kerja tim,” ungkapnya usai pertandingan.

Hal itu, menurut Hidayat, juga terjadi saat babak pertama hingga kedua berakhir. Hanya pihaknya tidak merubah strategi meski tahu musuh selalu mengencarkan serangan.

Selain itu, satu pemain yakni Arif Fathul yang bernomor punggung 8, juga disorot pelatih. Pemain itu dianggap telat mengambil keputusan beberapa kali, yang berdampak pada keuntungan lawan.

”Kami akan latih lagi untuk timnya. Sehingga pada pertandingan akan siap lebih baik lagi,” jelasnya.

Editor: Merie

Babak Pertama, Persiku Kudus Kalahkan PS Belitung Timur

Pertandingan Persiku Kudus melawan PS Belitung Timur di Stadion Wergu Wetan, Kudus, Selasa malam. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pertandingan Persiku Kudus melawan PS Belitung Timur di Stadion Wergu Wetan, Kudus, Selasa malam. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Babak 32 Besar Liga Nusantara Grup E digelar. Kali ini, Persiku Kudus menjamu PS Belitung Timur di Stadion Wergu Wetan Kudus, Selasa (22/11/2016) malam.

Pada babak pertama, Persiku unggul sementara dengan skor 1-0 atas PS Belitung Timur di menit terakhir. Gol tunggal di babak pertama dicetak oleh Adit S Wafa, dengan tandukan yang keras. Pemain bernomor punggung 19 berhasil merobek gawang lawan.

Beberapa saat setelah mencetak gol, pertandingn berakhir untuk kemudian pemain turun minum. Gol tersebut membuat suporter Macan Muria semakin semangat mendukung dengan teriakannya yang menggema di stadion.

Selama pertandingan, sebenarnya Persiku beberapa kali mendapatkan kesempatan. Bahkan sering kali pemain Persiku mampu mencapai daerah penalti lawan, namun masih gagal.

Begitupun juga dengan lawan, juga bebebepa kali mampu mengancam gawang Persiku. Namun lini belakang yang kokoh belum dapat ditembus sehingga beberapa tembakan gagal bersarang.

Manajer Persiku Kudus M Ridwan, mengatakan kemampuan Persiku masih bagus. Hal ini membuatnya optimistis jika Persiku akan memberikan kejutan di babak selanjutnya. “Target menang, bahkan menang telak dan mendapatkan poin penuh atas lawan,” harapnya.

Editor : Akrom Hazami

Persiku Menangi Laga Lawan Mamuju Utama FC

Laga Persiku melawan Mamuju Utama FC di Stadion Wergu Wetan Kudus, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Laga Persiku melawan Mamuju Utama FC di Stadion Wergu Wetan Kudus, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pertandingan Liga Nusantara antara Persiku Kudus melawan Mamuju Utama FC di Stadion Wergu Wetan, Kudus, berakhir dengan kemenangan tuan rumah, Sabtu (19/11/2016). Kemenagan Persiku mencapai skor 2-0.

Pelatih Persiku Kudus Hidayat mengatakan, pihaknya senang melihat kemampuan pemainnya. Pihaknya bersyukur bisa menang melawan musuh. Itu memperlihatkan usaha keras pemain dan tim selama ini memang telah terbangun bagus. “Kami mampu memanfaatkan kelemahan lawan, kami cukup puas dan patut untuk disyukuri,” katanya kepada MuriaNewsCom, Sabtu, di lokasi laga.

Hanya ada beberapa catatan yang harus dilakukan, yaitu pemain lebih mudah lepas bola. Kondisi itu juga dimanfaatkan lawan selama babak kedua yang berdampak lawan lebih mendominasi permainan di babak kedua.

Gol pertama dari penalti di menit 45. Tendangan diambil Medi Setiawan. Pemain bernomor punggung 14 sukses eksekusi penalti dan membuat poin buat Persiku dan mengungguli lawan. Gol kedua Persiku dicetak oleh Kurnia Nanda di menit 76. Pemain nomor punggung 13 itu berhasil mencetak gol setelah merebut bola dari pertahanan lawan dan menendangnya dengan keras.

Irfan, pelatih Mamuju Utama FC mengatakan kalau dampak penalti sebenarnya membuat mental pemain drop. Untuk itulah pada pertandingan awal di babak kedua membuat Mamuju kerap diserang. “Kalau secara tim permainan imbang, meskipun kami kalah dengan skor 2-0. Kami terus semangat mengalahkan lawan dansapu bersih di sisa pertandingan,” ungkap Irfan.

Editor : Akrom Hazami

Penalti Bawa Persiku Unggul di Babak Pertama

Pemain Persiku berjibaku dengan Mamuju Utama FC di Stadion Wergu Wetan, Kudus, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pemain Persiku berjibaku dengan Mamuju Utama FC di Stadion Wergu Wetan, Kudus, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tim Persiku Kudus meladeni Mamuju Utama FC pada laga Liga Nusantara Nasional 2016 di Stadion Wergu Wetan, Sabtu (19/11/2016) sore ini. Dalam pertandingan 45 menit pertama, Persiku Kudus berhasil mengungguli lawan berkat tendangan keras pemain belakang melalui penalti.

Tendangan keras tersebut dilakukan oleh Medi Setiawan. Pemain bernomor punggung 14 itu sukses eksekusi penalti. Hal itu membuat skor keunggulan bagi Persiku. Penalti diberikan karena pelanggaran dalam kotak penalti yang dilakukan pemain Mamuju. Pemain Mamuju terkena hand ball sehingga wasit memberikan ganjaran dengan tendangan penalti.

Penalti tersebut terjadi pada menit tambahan. Wasit memberikan waktu satu menit dalam babak tambahan pertama. Serangan terakhir babak pertama Persiku dimanfaatkan dengan baik oleh macan Muria hingga berbuah penalti. Selama pertandingan, beberapa kali gawang Persiku dan Mamuju nyaris terbobol. Namun ketangguhan kiper dan pemain belakang kedua tim membuat pertahanan terus terjaga.

Ketua KONI Kudus M Ridwan mengatakan, Persiku harus menang lawan Mamuju. Kemenagan yang ditargetkan bukanlah kemenagan biasa, namun didapat dengan poin penuh. “Apalagi Ini di kandang sendiri. Jadi harus dimaksimalkan Pertandiangan sore ini,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Buta Kekuatan Lawan, Persiku Targetkan Poin Penuh

persiku

MuriaNewsCom. Kudus – Pelatih Persiku Kudus Hidayat, hingga kini belum mengetahui kekuatan Mamuju Utama FC. Kedua tim akan bertemu di Stadion Wergu, Kudus, Sabtu (19/11/2016) sore. Kendati demikian, Hidayat optimistis anak asuhnya akan meraih poin penuh. Mengingat, Persiku bertindak sebagai tuan rumah dalam pertandingan tersebut.

“Kami sangat buta kemampuan lawan seperti apa, namun justru karena itu kami mempersiapkan kekuatan penuh. Dan kami menganggap lawan memiliki kemampuan yang bagus. Sehingga kami harus mewaspadainya juga dalam pertandingan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Hidayat yakin pemain pilihannya mampu mencuri poin dalam pertandingan tersebut. Untuk itu, dalam pertandingan nanti, dia berharap pemain akan berjuang keras untuk memenuhi target. Hanya saja, dia mengaku mendapatkannya jelas tidak akan mudah. Tanpa tahu keadaan lawan dan skema yang akan diterapkan lawan, juga membuatnya khawatir.

Terlebih, lini belakangnya Persiku juga perlu pembenahan. ”Sampai pagi tadi masih latihan, itu adalah bentuk persiapan kami dalam menghadapi lawan nanti,” ujarnya.

Dalam pertandingan nanti, bagi dia, akan menguras energy. Sebab lawan diperkirakan mempunyai kapasitas bagus. Adapun catatan pelatih Persiku saat ini adalah memperkuat lini belakang dan tengah. Itu merupakan kunci sukses di laga nanti.

Tentang kendala lain, dia menyebutkan adanya kontrol emosi pemain. Diakuinya jika pemainnya mudah terpancing emosi. Jika sudah demikian maka membuat kerja sama kacau. Untuk itulah dalam latihan dan juga persiapan pertandingan ia meminta pemain untuk menjaganya.

Editor : Akrom Hazami

20 Pemain Persiku Siap Bertanding di Liga Nusantara

persiku

MuriaNewsCom, Kudus – Persiku Kudus kini tengah bersiap menghadapi pertandingan Liga Nusantara (Linus). Untuk bertanding, Persiku sudah mengantongi dua puluh nama yang akan berjuang dalam kompetisi itu.

Ke-20 pemain itu terbagi dalam beberapa tempat. Untuk penjaga gawang ada Prahita Dian A, M Arya Fuat dan Bimo Vivaldi. Sedangkan pemain belakang ada M Idris, Ilyas Sayogi, Medi Setyawan, Agus Supriyanto, Murwanto, Reza dan Andriyansyah.

Selain itu, pada posisi tengah atau gelandang ada Sugeng Riyadi, Arif Fathchul, Adit Wafa, Adi Eko dan  Deni Yulianto. Sementara pemain depan, pelatih mempercayakan kepada Sholikul Islam, Dony Pamungkas, Kurnia Nanda, Irvan Fahrizal serta Joko Purnomo.

Pelatih Persiku Hidayat, mengatakan ke-20 pemain tersebut berhasil masuk memperkuat Macan Muria setelah mereka mengikuti seleksi ketat dari pelatih. Dengan juga berbagai pertimbangan.

“Secara keseluruhan para pemain siap untuk bertanding. Apalagi pertandiangan nanti juga dilaksanakan di Kudus sendiri, jadi lebih menguasai,” ungkap Hidayat.

Hanya, pihaknya terus memberikan latihan guna mematangkan tim. Latihan yang dipilih adalah dengan internal games yang dilakukan semua pemain. Sesuai dengan jadwal, Macan Muria akan bertanding melawan Mamuju Utama FC pada Sabtu (19/11/2016) mendatang. Pertandingan akan dilaksanakan di Stasiun Wergu Wetan Kudus pada pukul 15.30 WIB.

“Pemain sudah pilihan, dan latihan juga sudah dilakukan. Untuk itu kami akan bertanding dengan maksimal di laga nantinya,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami