Libur Ramadan Persijap Berencana Tetap Gelar Latihan

Beberapa pemain Persijap saat mengikuti latihan. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Libur leg pertama akan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Persijap Jepara. Meskipun memasuki bulan Ramadan, tim pelatih berencana tetap berlatih.

Hal ini dijelaskan oleh Pelatih Persijap Fernando Sales. Ia mengatakan, akan mencari formula agar antara permainan dan ibadah tetap selaras. 

“Selama masa jeda, saya tetap menghormati bulan Ramadan. Namun kita juga perlu meningkatkan kemampuan. Jadi saya berharap dapat mencari cara untuk menyeimbangkan ibadah dan pekerjaan (latihan),” ujarnya, Jumat (19/5/2017). 

Seperti diketahui, performa Persijap di Grup 3 Liga 2 tak menggembirakan. Dari lima laga, Laskar Kalinyamat hanya mengantongi 6 poin hasil dari kemenangan melawan PSGC Ciamis dan Persibas Banyumas.

Sementara, tiga pertandingan lain Persijap menelan kekalahan. Dua di antaranya bahkan terjadi di kandang yakni melawan Persibangga dan PSS Sleman. Sedangkan satu kekalahan lain diderita saat melawan Persip di Stadion Heoegeng Pekalongan. 

Menanggapi kekalahan beruntun tersebut, Fernando Sales meminta pemainnya untuk tetap semangat. “Saya berkata kepada mereka bahwa saya bangga akan semangat yang ditunjukan, untuk komitmen dan mereka harus tetap seperti itu. Saya yakin kami akan meninggalkan masa yang buruk ini,” ujarnya.

Terkait libur Ramadan, Fernando menyampaikan pesan khusus kepada pemain-pemainnya. “Mereka harus termotivasi setiap hari, karena mereka menggeluti pekerjaan yang mereka cintai (sepakbola). Jadi pesan saya sehabis pertandingan dan setiap hari, saya menunjukan pada mereka betapa pentingnya merasa senang dan menjaga semangat, karena mereka mewakili penggemar dan kota Jepara,” imbuhnya. 

Sementara itu, Asisten Pelatih Persijap Muhammad Yusuf berkata, skema berlatih selama ramadan akan bergantung pada pelatih kepala.  “Kalaupun ada, nantinya latihan ringan,” ungkap Yusuf.

Editor : Kholistiono

Suporter Persijap Pertanyakan Kualitas Fernando Sales

Pelatih Kepala Persijap Fernando Sales. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kekalahan beruntun Persijap dalam Liga 2 menimbulkan banyak pertanyaan akan kualitas pelatih dan materi tim. Setelah kekalahan lawan PSS Sleman di kandang, Rabu (17/5/2017), respon suporter terhadap Laskar Kalinyamat pun beragam. Ada yang menghujat ada pula yang mengritik tajam agar segera terjadi pembenahan. 

Hadi Sofianto, warga Plajan, mengaku permainan yang diterapkan oleh pelatih kepala Fernando Sales tidak mewakili karakteristik Persijap. Dirinya menganggap, lisensi yang dikantongi oleh pria asal Brazil itu tak berpengaruh banyak dalam pola permainan tim.

“Sales seperti tak berpola dan tak tahu karakter Persijap. Lisensi boleh dunia tapi ini kan Persijap, main bola pendek dan keras,” ujarnya. 

Suporter lain, Turaikan, warga Bangsri menduga faktor bahasa menjadi kendala komunikasi dengan para pemain. “Pelatih asing tapi tidak ada pengaruhnya. Mungkin faktor bahasa dan belum kenal dengan sepakbola Indonesia,” tuturnya. 

Sementara itu dari ranah dunia maya, komentar netizen tak kalah pedas. Dari laman media sosial, Facebook milik Persijap banyak mengomentari pelatih dan pemainnya. Hal itu setelah akun tersebut mengunggah poin hasil pertandingan dengan PSS Sleman, Rabu (17/5/2017) lalu.

Seperti diungkapkan oleh akun netizen Mif Tah. Ia meminta tim dan manajemen berbenah diri.  “Semoga pemain dan pelatih serta oficial team menejemen bisa berbenah,ini bukan lagi ajang untuk mendidik pemain ini real game,kalo mau membina pemain bukan disini tempatnya,ini liga profesional bos cari pemain yang prefesional,jangan harap masuk liga satu jika permainan seperti ini,jauh dari harapan masyarakat jepara,ingat kalian semua ini membawa nama jepara yang notabenya kotane wong fanatik,khususnya sepak bola,” tulisnya

Sementara itu akun Deddy Taufik Ariyanto, berkata berujar untuk mengganti pelatih. “Wes ora usah do maido bozz. Kalah menang tetep persijap bozz. Harus diakui karakter permainan persijap dulu yg keras pantang menyerah alias ngotot plus ngoyo sudah hilang gak berbekas. Mungkin untuk solusi nya pelatihnya ganti mas Anjar Jambore yg sudah mengenal persijap luar dalam. Perjalanan masih jauh Jap, Tetep semangat JAP. Minimal bertahan di liga 2.”

Lain lagi komentar yang diungkapkan oleh akun Ariez Carera. Menurutnya kualitas pemain Persijap tidak bagus. “Pemain kakeyan gaya entok.. rambute do di semir.. bal2an tengah kok rak ono.. mlayu ngarep kabeh.. mlayu neng mburi kabeh.. walaupun njupok pelatih jhose mourinho nak pemaine mamulo kui2 percuma.. mending duwite gawe usaha gawe horok2 (Pemain terlalu bergaya, rambutnya saja yang disemir, bermain sepak bola kok tidak ada pemain tengahnya. Lari kedepan semua, lari kbelakang semua. Meskipun mengambil pelatih sekelas Mourinho kalau pemainnya tetap itu, percuma. Duitnya untuk usaha horok-horok saja),” sebutnya.

Fernando Sales, saat dihubungi MuriaNewsCom mengaku mahfum dengan kondisi tersebut. Menurutnya, semua kritikan yang tertuju padanya dan timnya adalah hal wajar yang diungkapkan oleh penggemar. 

“Tidak nyaman tentu saja, sekaligus kecewa, sebab kualitas kami bagus. Namun itu hal yang wajar. Jika kami menang maka kami adalah yang terbaik, namun jika kami kalah kami dicap sebagai yang terburuk. Di sepak bola sangat sederhana seperti itu,” tuturnya dihubungi lewat perpesanan instan WA, Kamis (18/7/2017). 

Lebih lanjut, pria yang mengantongi lisensi A dan B UEFA itu menganggap semua komentar terkait pemain, tak melunturkan kepercayaannya terhadap anak asuhnya. Namun demikian, ia menaruh hormat atas apa yang telah dikatakan oleh fans Persijap.

“Yang kami lakukan adalah bekerja, apa yang dikatakan atau dipikirkan oleh orang tentang pelatih dan saya tak membuat perbedaan dalam saya memercayai mereka. Saya percaya pada pemain saya dan saya yakin akan bisa melewati ini. Terkait opini orang lain saya sangat menghargai sebab mereka adalah penggemar. Namun ada perbedaan besar antara menjadi fans dan menjadi pemain serta pelatih. Jadi seperti saya katakan saya sangat menghormatinya,” pungkas Fernando Sales.  

Editor : Kholistiono

Suporters PSS Sleman dan Persijap Bentrok, 3 Motor Dibakar

Bus yang dirusak massa, yang kini berada di Polsek Kalinyamat. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pertandingan Persijap versus PSS Sleman, telah rampung di lapangan. Namun tidak di luar lapangan, kedua suporter justru terlibat kericuhan, Rabu (17/5/2017) malam. 

Kronologi bermula saat suporter tamu hendak pulang menuju Sleman. Namun di tengah jalan mereka dihadang oleh sekelompok orang yang diduga pendukung dari tim Persijap. Meskipun mendapat kawalan dari aparat kepolisian, massa penghadang tidak berkurang malah bertambah. 

Massa lantas mulai bertindak di luar kontrol, karena melempari rombongan suporter tamu dengan benda keras dan kembang api. Alhasil tindakan pun diambil aparat dengan menembakan gas air mata. 

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho menjelaskan, selain ketidakpuasan akan hasil yang diperoleh tim Laskar Kalinyamat yang kalah 0-1 dari Sleman. Penghadangan dan penyerangan diduga terpicu adanya gambar hoax (palsu) yang tersebar di media sosial.

“Beredar gambar dan berita palsu jika suporter Persijap dikeroyok oleh suporter Sleman. Padahal hal itu tidak benar, karena kejadiannya memang tidak ada. Hal itu kian membuat panas. Kalau penyebab awalnya jelas karena ketidakpuasan dengan hasil pertandingan,” jelas Yudianto, dalam keterangan pers Kamis (18/5/2017). 

Petugas pemadam kebakaran sedang membersihkan sisa kericuhan antarsuporter Rabu malam. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

Penghadangan sendiri terjadi di sekitar Kecamatan Kalinyamat, tepatnya di Jl Jepara-Kudus KM 17, pada pukul 22.30 WIB. Saat itu, massa juga merusak bus bernopol AA 1490 BC, yang dikira mengangkut pendukung Sleman. Namun ternyata, sasaran tersebut tidak tepat, karena bus tersebut merupakan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut pemain ISP Purworejo Junior, yang juga berlaga di Jepara. 

Di samping itu, penghadangan juga terjadi di Perempatan Mayong. Karena terdesak, suporter PSS Sleman sempat keluar untuk mengadakan perlawanan terhadap pendukung Jepara.

Guna memecah konsentrasi massa, Polres Jepara pun meminta bantuan Polres Kudus dan Demak. Di samping itu, Brimob dari Polda Jawa Tengah pun ikut turun dalam proses pengamanan tersebut. 

Pukul 03.00 WIB, pendukung dari Sleman baru bisa keluar dari wilayah Kabupaten Jepara. Mereka melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta, via Boyolali. 

Berdasarkan data kepolisian, ada tiga motor yang dibakar oleh massa saat berada di perempatan Pasar Mayong. Yakni Yamaha Mio, Honda Scoopy bernomor polisi K 6257 JV dan Honda Scoopy bernomor polisi K 3318 QC. “Ada 13 orang yang diproses lebih lanjut. Mereka diamankan di Mapolres Jepara,” tambah Kapolres Jepara.

Editor : Kholistiono

 

Pemain PSS Sleman Cidera Berat saat Hadapi Persijap

Tim medis sedang mengevakuasi Tedi ke ambulance, saat melawan Persijap Jepara Rabu (17/5/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – PSS Sleman mengakhiri leg pertama Liga 2 dengan manis. Melawan Persijap Jepara, Laskar Sembada mengalahkan Laskar kalinyamat 0-1 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Rabu (17/5/2017). 

Namun para pemain PSS Sleman masih menyimpan kekhawatiran, karena seorang pemain bernomor 77 Tedi mengalami cidera di bagian leher. 

Kejadian bermula pada menit ke 87 saat Tedi hendak menghalau bola dari Pemain Persijap Riswan Danny. Bola sebenarnya telah mengenai tangan dari Tedi, setelah disepak oleh Danny. Namun, pemain PSS Sleman bernomor 77 itu justru melakukan aksi salto untuk menghalau bola. 

Salah jatuh, bagian leher dari pemain belakang PSS itu justru terhempas ke tanah terlebih dahulu. Ia sempat mengerang kesakitan sambil memegangi bagian belakang kepala. 

Setelah beberapa saat Tedi terlihat tak sadarkan diri. Tim medis langsung dipanggil ke dalam arena pertandingan dengan memberikan napas buatan dan pemberian oksigen. Tak kunjung sadar, pemain kemudian dimasukan kedalam ambulans lalu dilarikan ke rumah sakit. 

“Kami masih menunggu informasi lebih lanjut. Mudah-mudahan tidak ada sesuatu yang fatal terjadi pada pemain kami,” ucap pelatih PSS Sleman Freddy Muli, kepada pewarta, seusai pertandingan. 

Editor : Kholistiono

Pengamanan Persijap Vs PSS Sleman Dibantu Personel Brimob

Pemain Persijap saat mengikuti latihan beberapa hari lalu. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Polres Jepara sudah menyiapkan skenario pengamanan pada laga Persijap kontra PSS Sleman, di Stadion Utama Gelora Bumi Kartini, Rabu (17/5/2017). 

“Besok rencananya pengamanan akan dibantu dari personel Brimob dari Pati sejumlah dua peleton. Untuk pengamanan dari polres dan polsek akan menurunkan sekitar 160 personel,” ujar Kabag Ops Polres Jepara Kompol Slamet Riyadi, Selasa (16/5/2017). 

Slamet berujar, pengamanan tidak hanya berfokus di stadion saja. Jalur yang dilewati oleh suporter PSS Sleman, juga mendapatkan perhatian khusus. Polsek yang berada di Welahan hingga Gotri akan melakukan pengamanan dibantu dengan patroli Dalmas. Adapun, jumlah pendukung klub sepak bola asal Yogyakarta itu diperkirakan 1500 sampai 2000 orang. 

“Diperkirakan sejumlah itu, jika sesuai estimasi mereka akan datang di Jepara pada pukul 12.00 sampai pukul 13.00 WIB,” imbuh Kabag Ops.

Di arena sepak bola, pihaknya akan memperketat penjagaan di pintu masuk suporter. Hal itu untuk mengantisipasi barang-barang terlarang masuk kedalam areal SUGBK. 

Menurutnya, pihaknya juga telah mengadakan pertemuan dengan pendukung Persijap untuk turut menjaga kondifitas pertandingan. “Kemarin (Senin) kami belum sempat berkoordinasi dengan Banaspati, hari ini ada pertemuan, akan dipimpin oleh Kasat Intel. Kami akan persiapkan semaksimal mungkin agar tidak terjadi bentrok, dengan cara para koordinator suporter mengawasi dan mengecek anggotanya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panpel Persijap Arief Setiadi mengatakan telah menyiapkan 20 ribu lembar tiket. Untuk suporter lawan, telah dipersiapkan tribun khusus di sebelah selatan. “Untuk Suporter PSS Sleman, telah dipersiapkan 1000 sampai 1500 tiket,” katanya.  

Editor : Kholistiono

Jamu ISP Purworejo, Persijap Junior Target Raih Poin Penuh

Persijap Jr saat menghadapi Persikaba Jr beberapa waktu lalu. Besok, Persijap bakal menjamu ISP Jr di Stadion Kamal Junaidi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Junior menargetkan angka penuh saat menjamu ISP Junior Purworejo, pada lanjutan Piala Soeratin 2017 di Stadion Kamal Junaidi, Rabu (15/5/2017). 

Target tim pelatih Persijap Junior tak setengah hati dalam laga tersebut, meskipun hanya dengan hasil seri mereka bisa lanjut ke semifinal. Namun demikian, pelatih tak bisa memainkan pemain gelandangnya Ari Yuda Bahtiar. 

“Kami tak khawatir atas tak bisa dimainkannya Ari, karena sudah digantikan dengan Gabriel Yansinagi. Target tetap menang. Meskipun hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke 4 besar. Kami juga masih menyisakan satu pertandingan melawan Persibat Batang,” ujar Rokhilul Afwa, Asisten Pelatih Persijap Junior.  

Pemain yang akan diturunkan dalam pertandingan ini adalah, Muhammad Sirojudin (penjaga gawang), Muhammad Fikas Marreta, Erick Akbar Ekayana (C), Akhmad Anas, Ahmad Syihabuddin, Gabriel Yansinaga, Adam Aditya, Benni Syahriza alchoiri, Dieago Armando, Muhammad Tri Aditya Sakti dan Muhammad Aditya Mahendra.

Editor : Kholistiono

Pelatih Persijap Minta Pemain Kompak Hadapi PSS Sleman

Pelatih Persijap Fernando Sales.(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap mewaspadai betul kekuatan calon lawannya PSS Sleman, pada laga yang dijadwalkan bergulir pada Rabu (17/5/2016). Pelatih Laskar Kalinyamat Fernando Sales meminta semua lini bermain kompak, dan tak hanya menyerang namun juga menjaga barisan bertahan. 

Menurut Sales, PSS Sleman merupakan tim yang tangguh. Meskipun sempat mengalami kekalahan di kandang, akan tetapi pada pertandingan selanjutnya mereka bangkit dan mengumpulkan poin demi poin. 

“Saya telah menonton pertandingan (PSS Sleman) melawan Cilacap, Persip dan lawan lainnya. Mereka tim yang menunjukan performa yang bagus. Saat mengalami kekalahan dengan Cilacap, ada kesalahan dalam mengantisipasi serangan balik. Sekarang saya (Persijap) bersiap untuk mengadapi pertandingan,” tuturnya. 

Meskipun demikian, ia tetap optimis timnya bisa memberikan perlawanan. Hal itu lantaran, Persijap bermain di kandang.

“Kami berharap dapat mengalahkan mereka, kita harus percaya diri lantaran mereka juga bermain di kandang kita. Kita harus mempertahankan cara kita bermain seperti menghadapi Ciamis dan Persibas. Kita tak bisa mengurangi tekanan kepada lawan, memberikan kesempatan seperti bermain melawan Persip atau Persibangga. Kalau ingin memenangkan pertandingan kita harus bermain kompak,” ujarnya. 

Dari sisi strategi, Sales tetap menginstruksikan pemainnya untuk tidak mengurangi tekanan pada lawan. Namun demikian, tidak lantas melupakan sisi pertahanan. 

“Sekali pemain turun ke lapangan, mereka harus berkomitmen memberikan 100 persen kemampuan mereka dan bertanggung jawab. Kita juga tak bisa hanya serang,serang dan menyerang, namun harus memberikan tekanan serta sisi pertahanan juga tak kalah penting,” tegas Sales.

Ditanya tentang pemain anyar seperti Tommy Oropka bermain, menurut Sales pemain asal Papua itu belum bisa merumput. Hal itu karena sesuai regulasi, dirinya harus menunggu hingga leg 1 berakhir.

Sementara itu, Asisten Pelatih Persijap Muhammad Yusuf mengatakan, kemenangan menjadi harga mati. “Menang harga mati, pemain dituntut untuk disiplin posisi jaga lawan. Ini pertandingan berat, harus fokus dan kerja keras untuk memenangkan pertandingan melawan PSS,” ungkapnya. 

Di samping itu, ia juga menekankan pada rotasi pemain dan adanya perubahan pola permainan. Dengan strategi itu, Persijap diharap dapat memetik kemenangan. 

Di samping itu, kehadiran pemain ke-12 alias suporter diharapkan menjadi pemantik semangat anak-anak Persijap. 

Editor : Kholistiono

Ini Kata Pelatih Soal Kekalahan Persijap dari Persip Pekalongan

Pemain Persijap saat melakukan latihan di SUGBK, Sabtu (13/5/2017) sore. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pelatih Persijap Fernando Sales menilai permainan terakhir melawan Persip Pekalongan, adalah performa terburuk. Hal itu karena pemain tak memainkan instruksi yang telah dibangun sejak awal. 

Seusai berlatih di Stadion Utama Gelora Bumi Kartini (SUGBK), ia mengaku kecewa dengan penampilan timnya. 

“Permainan terakhir sangat buruk performanya, pemain tidak memainkan apa yang harus mereka tunjukkan. Padahal kita sudah memiliki rencana untuk mengejutkan mereka (Persip), namun saya tak tahu mengapa performanya begitu buruk,” ucapnya. 

Fernando berkata, dirinya telah mengetahui bagaimana pola bermain dari lawannya itu. Namun demikian, ketika ia memberikan instruksi untu bermain terbuka dan memberikan ruang untuk penyerang dan pemain tengah, hal itu justru tak dilakukan. Mereka justru keasyikan menyerang. 

“Ini bukan masalah komunikasi saya rasa, karena kita punya papan permainan yang memungkinkan pemain melihat skema permainan yang akan diterapkan. Sebagai pelatih, saya marah terhadap saya sendiri,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, saat melawan Persip Pekalongan di Stadion Hoegeng Kamis lalu (11/5/2017), Persijap ditekuk 0-1. Kekalahan itu merupakan yang kedua, setelah Laskar Kalinyamat dipermalukan oleh Persibangga di depan publik sendiri pada Minggu (7/5/2017). 

Namun demikian, ia meminta timnya tidak lantas terlarut dalam kekalahan. Ia tidak menilai, kekalahan yang dialami oleh timnya sebagai kesalahan satu individu atau sektor tertentu. “Evaluasinya tidak pada sektor tertentu, tapi pada keseluruhan tim,” ujarnya. 

Lebih lanjut ia meminta seluruh tim, untuk tetap kompak dan fokus dalam menghadapi pertandingan selanjutnya menghadapi PSS Sleman, pada Rabu (17/5/2017). Dirinya mengatakan pada pemain, agar selalu menjaga komitmen, dan tidak sedikitpun meremehkan lawan. 

Editor : Kholistiono

 

Esti Siap Disalahkan Atas Kekalahan Beruntun Persijap

Chief Executive Organizer (CEO) Persijap Esti Puji Lestari. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Chief Executive Organizer (CEO) Persijap Esti Puji Lestari pasang badan atas dua kekalahan beruntun yang dialami Laskar Kalinyamat. Ia mengaku siap disalahkan atas kekalahan dari Persibangga dan Persip tempo hari. 

Esti mengaku menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas kekalahan Persijap. Dirinya menyebut, ada beberapa faktor yang menyebabkan kekalahan Persijap, di antaranya, kurangnya evaluasi terhadap kinerja para pemain dan tim pelatih. 

Faktor berikutnya berasal dari luar tim dan juga manajemen yang membuat konsentrasi para pemain goyah. Hal ini menurut Esti menyebabkan para pemain tidak bisa tampil secara maksimal dan akhirnya mendapatkan kekalahan secara beruntun.

Selain itu, faktor ketiga disebabkan karena dia tidak bisa menunggu langsung para pemain Persijap setiap hari. 

“Beberapa hari terakhir ini konsentrasi saya terbelah setelah menjalankan tugas negara sebagai asisten manajer Timnas Putri untuk kompetisi piala AFF 2017 di Laos. Sehingga, secara otomatis tidak bisa memberikan semangat langsung kepada para pemain di Jepara maupun saat bertanding di luar kota,” tuturnya, Jumat (12/5/2017).

Istri dari pemain sepakbola Argentina Carlos Raul Sciucatti itu sudah menunjuk pengganti dirinya untuk berkomunikasi dengan para pemain dan pelatih. Tidak hanya itu saja Esti juga mengaku selalu memantau masalah keuangan serta akomodasi tim baik saat bertanding di Jepara maupun saat bertanding di luar kota. 

Dia juga mengaku menyiapkan hotel dan kendaraan sendiri bagi para pemain di sela-sela kesibukannya mengurus Timnas Putri di Laos.

“Saya sadar, ternyata yang saya lakukan itu tidak cukup, saya tetap harus menjadi ibu harus selalu menyemangati para pemain dan pelatih setiap hari,” tulis Esti dalam rilis media, yang dikirim kan ke Murianewscom. 

Ke depan, Esti berjanji, setelah tugasnya menemani Timnas Putri di Piala AFF selesai, ia akan segera kembali ke Jepara. “Saya minta untuk suporter Jepara agar bersabar, jangan salahkan pemain ataupun pelatih, Salahkanlah saja saya, semoga pertandingan selanjutnya kita bangkit dan mendapatkan kemenangan,” tegas Esti.

Editor : Kholistiono

Persijap Kembali Telan Kekalahan

Persijap saat melawat ke kandang Persip Pekalongan, Kamis (11/5/2017). Persip memetik kemenangan atas Persijap 1-0. (Facebook/Info Seputar Jepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara kembali menelan kekalahan dalam lanjutan Liga 2 Grup 3. Dalam lawatannya ke Pekalongan, Laskar Kalinyamat ditekuk tuan rumah Persip 1-0, Kamis (11/5/2017). 

Gol Persip Pekalongan lahir pada menit-menit awal pertandingan. Pemain bernomor punggung 59 Miftakhul Ulum membobol gawang yang dikawal Amirul Kurniawan sewaktu permainan memasuki menit keenam.

Memasuki babak kedua, Persijap Jepara berusaha mempertajam lini depan. Putut Ragil diganti Rendi Reovaldo di menit 47. Tujuh menit berselang, Syarif Wijianto masuk menggantikan Faumi Shahreza. 

Sayang permainan Persijap yang mulai berkembang tak dapat berbuah manis. Persip dapat mempertahankan keunggulan untuk mengamankan tiga poin. Sementara anak-anak asuhan Fernando Sales pulang tanpa angka. 

Melalui rilis resmi yang diterima MuriaNewsCom, asisten pelatih Persijap menyatakan, faktor kualitas lapangan berpengaruh pada permainan Susanto dan kawan-kawan. 

“Hasil akhir tidak bagus, tapi semangat dalam bertanding. Kerja keras bahkan bisa menguasai tapi pemain kita kurang beruntung. Permainan pemain patut diapresiasikan. Kualitas permukaan lapangan yang kurang bagus ikut menghambat permainan Persijap,” ujarnya.

Hal serupa diungkapkan Fernando Sales. Ia mengeluhkan kondisi lapangan. “Ini adalah hasil yang buruk. Kami bermain sudah bagus dengan pola 3-5-2. Kami waspadai umpan panjang pemain Persip Coyo dan Samuel. Kami coba meredam tapi di lapangan lain ceritanya. Mereka yang menang,” tuturnya.

Perlu diketahui, Persijap kini mengantongi enam poin. Hasil itu diraih dalam dua pertandingan awal melawan PSGC Ciamis 4-1 pada Minggu (22/4/2017) dan Persibas Banyumas 1-2, Minggu (30/4/2017). 

Sementara pada laga di kandang melawan Persibangga Purbalingga Persijap justru kalah 1-0, Minggu (7/5/2017). Dengan kekalahan lawan Persip Pekalongan praktis, Persijap mengalami dua kekalahan beruntun. 

Minggu depan, Persijap menghadapi lawan berat. Tim PSS Sleman, akan bertandang ke Stadion Utama Gelora Bumi Kartini (SUGBK) pada tanggal 17 Mei 2017. 

Editor : Kholistiono

Persijap Optimis Bisa Curi Poin di Pekalongan

Persijap ketika menjamu Persibangga beberapa hari lalu. Kamis ini, Persijap bakal bertandang ke Pekalongan dan bertekad untuk bisa curi poin penuh. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara bertekad melupakan kekalahan menyakitkan, saat dihempaskan 0-1 oleh tamunya Persibangga, di kandang sendiri Minggu (7/5/2017). Pada laga tandang melawan Persip Pekalongan Kamis (11/5/2017), Laskar Kalinyamat bertekad mencuri tiga poin.

Asisten Pelatih Persijap Muhammad Yusuf mengatakan, laga tandang kali ini akan dimanfaatkan oleh tim asuhan Fernando Sales. Ia menyebut, motivasi tim berlaga di Pekalongan adalah membayar lunas hutang poin.

“Bissmillah, target tiga poin, sebagai ganti nilai yang hilang kemarin,” ucap Yusuf sesaat sebelum keberangkatannya menuju Kota Batik, Selasa (9/5/2017).

Ia mengucapkan, ada perombakan pada susunan pemain. hal itu berkait evaluasi yang telah dilakukan oleh tim pelatih pada pertandingan terakhir. Total ada 18 pemain yang ikut dalam laga tandang kontra persip.

Dalam laga kontra Persibangga, Persijap membentur tembok strategi bertahan yang diterapkan Laskar Diponegoro. Praktis, pemain-pemain Laskar Kalinyamat tak bisa memaksimalkan permainan. Di samping itu, beberapa pemain kehilangan daya untuk mengembangkan permainan individu.

Hasilnya, sontekan umpan para pemain persijap sering tak menemukan sasaran. ”Kita kesulitan menghadapi lawan yang bertahan total (Persibangga). oleh karena itu akan kita evaluasi seluruh lini, termasuk lini depan,” ujar Yusuf. 

Direncanakan, Persijap akan melakoni laga tandang melawan tuan rumah Persip di Stadion Hoegeng mulai pukul 16.00 WIB. “Saya mohon doa dan dukungan dari masyarakat Jepara dan Pendukung Persijap,” pungkas Yusuf.

Editor : Kholistiono

Kalah dari Persibangga, Ini yang Dikatakan Asisten Pelatih Persijap

Pemain Persijap mempertahankan bola dari kawalan pemain Persibangga di Stadion Gelora Bumi Kartini. (MuriaNewsCom/PadhangPranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kekalahan Persijap Jepara dari Persibangga Purbalingga di depan publik sepak bola Jepara dengan skor 0-1, Minggu (7/5/2017) mendapat tanggapan asisten pelatih Persijap, Muhammad Yusuf.

Salah satu tim juru racik Laskar Kalinyamat itu pun tak segan mengungkapkan perasaannya setelah laga usai. Sebagai asisten pelatih yang mengenyam dunia sepak bola puluhan tahun, Yusuf pun lebih suka mengevaluasi diri sendiri (Persijap). Ia bahkan tak segan mengucapkan selamat atas kemenangan Persibangga.

“Saya ucapkan selamat atas kemenangan perdana Persibangga di Liga 2. Tim Persijap sangat kurang fokus di menit akhir pertandingan. Akan kita evaluasi,” ucapnya mewakili Pelatih Kepala Fernando Sales. 

Seperti diketahui, Persibangga Purbalingga belum pernah mengenyam kemenangan sejak awal Liga 2. Tim berjuluk Laskar Jendral Sudirman itu berada di dasar Klasmen Grup 3. 

“Kemenangan kita sementaraa kita berada dibawah, sungguh diluar perkiraan. Draw saja sudah cukup bagus, apalagi mereka (Persijap) bermain di kandang. Saya bersyukur atas kemenangan ini,” kata Ahmad Muharia pelatih Persibangga.

Editor: Supriyadi

Hadapi Persibangga, Persijap Tumbang di Kandang

Pemain Persijap membawa bola dari kawalan pemain Persibangga di Stadion Gelora Bumi Kartini. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap dibungkam tamunya Persibangga 0-1, dalam laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bumi kartini, Minggu (7/5/2017). Gol diciptakan oleh Amir Aksal di menit 82, melalui tendangan keras dari luar kotak gawang, yang gagal diantisipasi kiper. 

Pertandingan sendiri berlangsung keras. Persibangga memilih bertahan total, sementara Persijap gagal menembus benteng yang dibuat anak-anak Purbalingga itu.

Pada babak pertama, skor berakhir kacamata 0-0. 

Persijap yang berusaha menembus pertahanan Persibangga selalu kandas di lapangan tengah.  Permainan keras ditunjukan oleh kedua tim. Hal itu terbukti dengan enam kartu kuning yang dihadiahkan oleh wasit Andi Asri Azis, dua bagi Persijap, empat bagi Persibangga.

Bermain dihadapan suporternya sendiri, Persijap tak bisa memanfaatkan dukungan tersebut. Di babak pertama, taktik pelatih Fernando Sales tak bisa diterapkan oleh pemain. Permainan Laskar Kalinyamat tak berkembang, meski memiliki inisiatif menyerang. 

Pada menit 42, peluang sempat tercipta. Sundulan Ragil Putut tak menemui sasaran. Sementara tendangan yang dilepaskan Arianis di menit ke 45 berhasil ditepis oleh kiper Persibangga Muaziz Syafii. 

Memasuki babak kedua, permainan kedua tim mulai menemukan ritmenya. Meskipun demikian, peluang yang tercipta dari kaki pemain Persijap gagal dikonversi menjadi gol. Sementara Persibangga masih memainkan strategi bermain bertahan. 

Kejutan justru terjadi di menit ke 82, Asyik menyerang Persijap, malah melupakan lini belakang. Persibangga menyerang balik. Berawal dari umpan jauh, pemain bernomor 14 Amin Aksal berhasil melewati pemain bertahan Laskar Kalinyamat, ia lalu melepaskan tembakan dari luar kotak penalti dan Gol. 

Suasana SUGBK seketika hening. Suporter tercekat atas gol cepat yang dicetak oleh pemain Persibanggga. 

Editor: Supriyadi

Persijap Masih Cari Kiper Lapis Ketiga

Beberapa pemain Persijap saat mengikuti latihan. Saat ini, Persijap masih mencari kiper lapis ketiga. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara masih memburu satu pemain untuk mengisi formasi kiper. Pekan ini, tim besutan Fernando Sales itu, menyeleksi dua pemain untuk posisi tersebut. 

Sementara itu, Ridwan yang calon penjaga gawang yang sempat mengikuti sesi latihan pekan lalu dicoret. Namanya dieliminir oleh Fernando, bersama dua pemain lain Zefanya John dan Damai Miracle. 

“Dari empat pemain yang datang kami hanya memilih Tommy Oropka,” ujar pelatih asal Brazil itu, selepas memimpin sesi latihan di Stadion Utama Gelora Bumi Kartini, Jumat (5/5/2017). 

Dirinya mengungkapkan, pihaknya masih mengincar seorang pemain untuk posisi kiper. Hal itu karena saat ini lini tersebut hanya diisi oleh dua orang, yakni Susanto dan lapis kedua Amirul Kurniawan. 

Ia menyatakan, selain keduanya masih dimungkinkan ada dua orang lagi yang akan diseleksi. “Kemarin sudah datang satu orang (calon kiper) hari ini datang satu lagi untuk diseleksi,” ujarnya. 

Editor : Kholistiono

Persijap Maksimalkan Latihan Jelang Laga Kontra Persibangga

Pemain Persijap saat mengikuti latihan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap memaksimalkan latihan, tiga hari sebelum bertanding melawan Persibangga, Minggu (7/4/2017). Selain latihan rutin, Laskar Kalinyamat juga memoles servis tendangan. 

Fernando Sales, pelatih kepala Persijap mengatakan, timnya telah bersiap menjamu tim dari Purbalingga pada lanjutan Liga 2. Berkaca dari dua pertandingan terakhir, ia menilai perkembangan anak asuhnya itu telah menunjukan perkembangan.

“Untuk latihan hari ini sudah selesai kami lakukan, mereka (pemain) sudah menunjukan performa yang bagus. Besok (Sabtu) kita juga masih ada sedikit latihan dengan servis (tendangan bola mati), kita akan lebih meningkatkannya lagi, untuk menghadapi Persibangga hari Minggu,” kata Fernando usai memimpin latihan, di Stadion Utama Gelora Bumi Kartini.   

Dari evaluasi pertandingan terakhir melawan Persibas, tim asuhannya itu memang sempat kurang maksimal pada menit awal. Hal itu terkait dengan permainan menekan yang coba diterapkan olehnya.

“Pada menit 15 sampai 20 babak pertama mereka (Persibas) bermain lebih bagus. Namun kemudian di babak kedua, tapi kita bisa bermain sesuai dengan apa yang telah kita polakan dalam latihan,” ucap dia. 

Disinggung mengenai empat pemain yang pekan lalu sempat ikut berlatih bersama Persijap, Fernando mengaku telah mengambil keputusan. Ia hanya mencomot satu nama yakni Tommy Orropka untuk memperkuat lini depan. Sementara nama lain yakni Zefanya John, Damai Miracle dan Ridwan dicoret. 

Sementara itu, Asisten Pelatih Persijap Muhammad Yusuf mengatakan, pemain yang lolos seleksi belum tentu bisa dimainkan pada laga berikutnya. Ia menyebut akan terus memantau perkembangan permainannya.”Kita lihat besok (sesi latihan), kalau dalam hal permainan dan kemampuan beradaptasi sudah baik,” ujar dia.

Editor : Kholistiono

Persijap Petik Poin Penuh di Kandang Persibas

Asisten Pelatih Persijap Muhammad Yusuf. (Istimewa)

MuriaNewsCom,Jepara – Tren positif ditunjukan Persijap saat bertandang ke kandang Persibas Banyumas. Tim asal Kota Jepara itu, melumpuhkan tuan rumah dengan skor 2-1 dalam lanjutan Liga 2, Minggu (30/4/2017). 

Kemenangan Laskar Kalinyamat tak berjalan mulus. Persijap terlebih dulu tertinggal 0-1. Gol tunggal Persibas dicetak Edy Hapsoro Malik, lewat tembakan 12 pas di menit ke 11.Hadiah dari wasit itu diterima setelah pemain Persijap Abdul Latif, melanggar pemain Persibas.

Tertinggal, rupanya tak menyurutkan perlawanan tim tamu. Abdul Latif menebus kesalahannya dengan mencetak gol di menit ke 14, setelah menerima umpan samping dari Arianis yang kemudian dikonversi menjadi gol penyeimbang.

Skor imbang, Persijap masih ngotot bermain. Pada menit ke 32, Hendrico menceploskan si kulit bundar ke gawang Persibas. Gol tersebut dihasilkannya setelah menerima umpan terobosan dari Faumi.

Asisten Pelatih Persijap Muhammad Yusuf berujar, kemenangan tersebut diperoleh dengan usaha keras dari timnya. “Pertandingan ini sulit, tapi kerja keras dari pemain yang tak memberikan kesempatan lawan berkembang. Meskipun kami sempat tertinggal 0-1,” ujarnya melalui press rilis yang diterima MuriaNewsCom.

Dengan hasil ini, Persijap mengemas enam poin dari dua laga melawan PSCS dan Persibas.”Kami juga berterima kasih atas dukungan suporter Banaspati, CNS dan Jetman yang turut mendukung di Stadion Satria. Ini kandang lawan, tapi kehadiran mereka seperti main di kandang Persijap,” pungkas Yusuf.

Editor : Kholistiono

Persijap Waspadai Kekuatan Persibas

Aksi Pemain Persijap Putut Ragil melakukan selebrasi setelah membobol gawang PSGC Ciamis, pada laga Liga 2 di Stadion Gelora Bumi Kartini. Pemain nomor punggun 11 itu menceploskan gol perdana bagi Laskar Kalinyamat, Sabtu (22/4/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap mewaspadai calon lawannya Persibas, dalam laga lanjutan Liga 2 yang akan berlangsung di Stadion Satria Banyumas, Minggu (30/4/2017). Hal itu lantaran, pada laga perdana tim berjuluk Laskar Bawor itu, juga mereguk poin penuh di kandang Persip Pekalongan.

Hal itu disampaikan Asisten Pelatih Persijap Muhammad Yusuf, Jumat (28/4/2017). Dalam rilis resmi yang diterima MuriaNewsCom, sebelum berangkat ke Banyumas ia bersama timnya melakukan latihan terakhir kali di Stadion Gelora Bumi Kartini, pada Jumat pagi.”Kami telah menjalani latihan pada pukul 07.00 WIB sebelum berangkat ke Banyumas,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Persijap mewaspadai kekuatan Persibas. Apalagi kini, mereka bermain di kandang sendiri dengan dukungan para suporter. Namun demikian, dirinya dan pelatih kepala Fernando Sales tetap menginstruksikan pemain untuk bermain ngotot.”Siapapun yang dekat lawan dengan bola harus pressing,” tegas Yusuf.

Dalam lawatan tersebut, Persijap memboyong 20 pemain. “Peta kekuatan persibas yang bisa mengalahkan Persip Pekalongan 4-1 harus di waspadai. Apalagi sekarang main di kandang sendiri otomatis dapat dukungan dari pendukungnya, tapi Persijap sudah siap 100 persen untuk mendapatkan tiga poin,” imbuhnya.

Dirinya juga meminta restu segenap warga Jepara. “Dengan doa dan dukungan  segenap masyarakat Jepara dan pecinta Persijap, Persijap siap menjalani laga tandang,” pungkas Yusuf.

Editor : Kholistiono

2 Pemain Seleksi Persijap Akan Datang Lagi ke Jepara Minggu Depan

Pemain Persijap saat mengikuti latihan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pelatih Kepala Persijap Fernando Jose De Freitas A. Sales masih memburu pemain untuk menajamkan lini depan. Bila sesuai rencana, akan ada dua pemain yang akan menjalani seleksi. 

“Ada dua pemain lagi untuk menjalani sesi trial, pekan depan. Seorang striker dan seorang lagi berposisi sebagai playmaker,” tuturnya. 

Ia tak menyebut siapa nama dari pemain yang akan datang ke Persijap. Namun menurutnya, kebutuhan pemain bagi Tim Laskar Kalinyamat urgen menyangkut pemain lapis kedua. 

Disinggung mengenai evaluasi laga Persijap kontra PSGC, Sales mengakui adanya kekurangan. 

“Kami sudah menonton video pertandingan pada hari Senin kemarin. Ada beberapa kekurangan, dan latihan ini kami selenggarakan untuk memperbaiki kesalahan tersebut,” pungkas Sales.

Editor : Kholistiono

Tim Pelatih Persijap Pantau Perkembangan 4 Pemain yang Ikut Seleksi

Suasana latihan tim Persijap di SUGBK Jepara, Rabu (26/4/2017) sore. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Tim pelatih Persijap Jepara terus memantau perkembangan empat pemain, yang diundang untuk mengikuti seleksi. Bila tak ada halangan, nasib keempatnya akan ditentukan sebelum laga away melawan Persibas, Minggu (30/4/2017). 

Adapun empat pemain yang saat ini diseleksi adalah, Tommy Oropka yang berposisi sebagai striker, Ridwan Penjaga Gawang, Zefanya John dan Damai Miracle yang berposisi sebagai wing back. 

Pantauan MuriaNewsCom, mereka telah ikut berlatih di Stadion Gelora Bumi Kartini, bersama pemain lain pada Rabu (26/4/2017) sore. Tommy Oropka, Zefanya John dan Damai Miracle telah dipasang, untuk melakoni beberapa latihan passing dan uji permainan. 

Sementara Ridwan telah berlatih dengan pelatih kiper Muhammad Halim. 

Selepas berlatih, jurnalis MuriaNewsCom berkesempatan mewawancarai Pelatih Kepala Persijap Fernando Jose De Freitas A. Sales. Ia menjelaskan alasannya memanggil empat pemain anyar untuk melakukan seleksi bagi Tim Laskar Kalinyamat. 

“Kami berusaha mendatangkan pemain, untuk menambah kekuatan dan kualitas dari tim,” kata Sales. 

Terkait penentuan nasib keempat pemain, pelatih asal Brazil menyebut akan ditentukan dalam waktu dua hari kedepan. Sementara ditanya terkait penyertaan pemain hasil seleksi pada kontra Persibas, dirinya menyebut masih perlu waktu. 

“Terlalu singkat waktunya jika harus ikut bermain kontra Persibas. Kami masih perlu melihat kemampuan mereka dan menunjukan kapasitas pemain yang nantinya terpilih. Kalau soal penentuan, kami akan menentukan esok (Kamis, 27/4/2017),” tuturnya. 

Sales menyebut, alasan utama pemanggilan pemain bukan karena permainan tim yang kurang solid. Namun ia menyebut, Persijap masih kurang beberapa lapis pemain. 

“Saya cukup puas dengan tim yang ada sekarang. Namun kita memang masih kekurangan pemain. Jika pemain cidera, masih ada cadangan yang akan mengganti,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Manajemen Persijap Datangkan Dokter Timnas

Alfan Nur Asyar (jaket) akan mendampingi pemain Persijap selama seminggu untuk memantau kecukupan gizi. Selasa (25/4/2017). (Fanspage Persijap)

MuriaNewsCom, Jepara – Manajemen Persijap datangkan dokter Timnas, dr. Alfan Nur Asyar, untuk pantau kecukupan gizi pemain. Bila sesuai rencana, ia akan berada di Jepara selama seminggu ke depan.

Hal itu dikatakan oleh CEO Persijap Esti Puji Lestari. Menurutnya, kehadiran dokter cukup krusial untuk memantau perkembangan gizi pemain. 

“Selama ini ada pro dan kontra di kalangan pemain mengenai makanan yang baik itu seperti apa, makanan mengenyangkan seperti apa. Anak-anak belum terbiasa dengan makanan sehat, jus dan sayuran termasuk makanan yang jarang disentuh. Maka dari itu, daripada saya yang menjelaskan silakan tanya ke ahlinya saja,” ucapnya Selasa (25/4/2017).

Di samping itu, belum tersedianya dokter khusus kesehatan olahraga menjadi kendala tersendiri. Selama ini Esti mengatakan, telah mendatangkan dokter untuk timnya. Namun dirinya mengeluhkan, beberapa dokter yang dipinang manajemen untuk menjadi tenaga tetap di Persijap mengatakan tidak sanggup. 

“Kalau sport medicall, kita tidak tahu untuk di Jepara. Namun kita sudah menggaet dokter yang kini juga menjadi manajer untuk tim Persijap Junior saat ini,saya juga sering berkonsultasi. Cuma di Jepara ini saya dengar tidak tahu benar atau salah namun untuk puskesmas dan rumah sakit masih kekurangan orang. Saya sudah melamar beberapa dokter tapi mereka bilang tak sanggup bila harus full (di Persijap),”  imbuhnya.

Selama seminggu ke depan, dokter tersebut akan bertanggung jawab dalam memberikan pengetahuan terkait makanan sehat. Di samping itu, ia akan memantau perkembangan fisik para pemain. 

Ditanya mengenai langkah ke depan terkait dr Alfan Nur Asyar, Esti mengaku telah menawarinya bergabung dengan Persijap. Namun demikian, tugasnya sebagai dokter Timnas U-16 dan timnas wanita U-15 tak memungkinkan untuk hal tersebut. “Untuk sementara saya bantu dulu bu,” ujar Esti menirukan Alfan.

Editor : Kholistiono

 

Persijap Seleksi 4 Pemain Anyar

Empat pemain yang kini mengikuti seleksi untuk bisa bergabung dengan Persijap. (Fanspage Persijap)

MuriaNewsCom, Jepara –  Persijap Jepara tengah menyeleksi empat pemain, untuk memperkuat Laskar Kalinyamat. Dalam dua hari ke depan, Pelatih Kepala Fernando Sales akan menentukan apakah mereka layak bermain untuk tim atau tidak. 

Keempat pemain itu adalah, Tommy Oropka yang berposisi penyerang, Ridwan penjaga gawang. Sementara dua terakhir yakni Damai Miracle dan Zefanya John, merupakan kakak beradik berdarah Inggris yang berposisi sebagai wing back.

“Iya, keempatnya dipanggil pelatih kepala, striker dari Papua, kemudian satu penjaga gawang dan kakak beradik yang keturunan Inggris, namun mereka adalah WNI,” ujar CEO Persijap Esti Puji Lestari (25/4/2017). 

Esti mengatakan, berdasarkan evaluasi pertandingan lawan PSGC Ciamis Sabtu (22/4/2017) lalu,  tim pelatih merasa masih memerlukan perbaikan pada lini-lini tersebut. Di samping itu, tim-tim yang tergabung dalam grup 3 Liga 2 tergolong kuat. Maka dari itu, Sales memutuskan untuk mengundang keempat pemain itu. 

Untuk posisi kiper, ia menyebut Persijap memang masih kekurangan personel. Saat ini tim hanya diperkuat oleh Kiper utama Susanto dan lapis kedua Amirul Kurniawan. Sementara eks kiper Persib U-21 Fauzan Jauhar Malik yang sempat merapat, lebih memilih bergabung ke Persis Solo. 

Meskipun diundang oleh Sales, namun Esti menegaskan, keempatnya tak lantas melenggang dalam tim inti Persijap. Dirinya menegaskan, seluruh pemain yang ingin menjadi bagian dari skuat Laskar Kalinyamat harus memenuhi syarat-syarat tertentu. 

“Mereka akan menjalani tes terlebih dahulu, pelatih bilang dalam dua hari ke depan akan ada hasil yang ia umumkan. Semua bergantung pada pelatih kepala,” imbuh Esti.

Dari sisi manajemen, dirinya menyebut jika memenuhi persyaratan, keempatnya akan meneken kontrak selama semusim. Jika dirasa baik, maka pemain muda di bawah 20 tahun berpeluang dikontrak selama lima tahun. 

Terkait besaran gaji, dirinya tak mau membeberkan lebih jauh. Namun demikian, Esti mengklaim pembayaran di Persijap kompetitif jika dibandingkan tim-tim lain.

Sebelumnya, Asisten Pelatih Persijap Muhammad Yusuf mengaku akan mengevaluasi permainan timnya. Hal itu karena banyak peluang yang tercipta saat melawan PSGC Ciamis, namun gagal dikonversi menjadi gol. Selain itu, ia juga menyoroti komunikasi antarlini belakang.

Editor : Kholistiono

GoJek Sponsori Persijap Semusim

Hendri Satriadi penyerang tengah bernomor punggung 77 mengenakan jersey Persijap yang baru, Kamis (20/4/2017). (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Musim 2017-2018, Skuat Persijap mendapatkan dukungan sponsor dari GoJek. Moda transportasi daring itu akan mendampingi sponsor utama Inservica yang telah lebih dahulu menyokong Laskar Kalinyamat.  

Melalui rilis resmi yang diterima MuriaNewsCom, Media Officer Persijap Edy Sulton memaparkan, kerja sama sponsor dengan GoJek akan berlangsung selama semusim.

“GoJek akan mendampingi Inservica sebagai sponsor utama, kerja sama antara Persijap dengan Go Jek selama semusim,” tulisnya.

Dengan masuknya GoJek manajemen persijap berharap bisa menambah suntikan finansial bagi tim.

Editor : Kholistiono

Ini Line Up Persijap Musim 2017-2018

Skuad Persijap resmi dilaunching pada Sabtu (15/4/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Tim Persijap Jepara yang akan berlaga di Liga 2 PSSI Musim 2017, resmi diperkenalkan kepada khalayak, Sabtu (15/4/2017). 

 

Lalu siapa saja yang mengisi lini Persijap untuk musim 2017-2018? 

 

Pelatih 

Fernando Sales

 

Pemain

(91) Susanto (Kiper) 

(50) Amirul Kurniawan (Kiper) 

(9) Moh Al Amin Syukur Fisabillah (Center Back) 

(15) Syarif Wijianto (Center Back) 

(28) Abdul Latif Hasyim (Center Back) 

(13) rikko arya wardani (Center Back) 

(95) Yuda Mega Herawan  (Center Back) 

 

(18) Riswan Danny (wing back) 

(2) Lucky Octavianto (Wing Back) 

(80) Ravy Bagustian (Wing Back) 

(3) Saddam Hi Tenang (Wing Back) 

(53) Teguh Santoso (Wing Back) 

 

(6) Jufri Fahrul Usemahu (Defender Midfielder) 

(7) Faumi Syahreza defender (Defender Midfielder)

 

(16) Adit Shadikhul Wafa (Attacking Midfielder) 

(17) Yuda Risky Irawan (Attacking Midfielder)

(21) Abrian Bhakti Ma’arif (Attacking Midfielder)

 

(10) Gipsi Salat Ta’alaita (Wing Forward)

(8) Rafi Maulana (Wing Forward)

(92) Ariannis (Wing Forward)

Ragil Putut Widodo (Wing Forward)

 

(77) Hendri Satriadi (Center Forward)

(19) Ahmad Rendi Reovaldo Pradana (Center Forward)

 

Editor : Kholistiono

Skuad Persijap Resmi Dilaunching

Skuad Persijap resmi dilaunching pada Sabtu (15/4/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Skuad Persijap resmi dilaunching hari ini, Sabtu (15/4/2017).Pelatih anyar Persijap Jepara Fernando Sales optimis dengan tim yang kini dibesutnya. Meskipun dinilai masih banyak kekurangan, namun coach asal Brazil ini yakin perbaikan pada tim akan membawa perubahan positif. 
Hal itu dikatakannya, disela konferensi pers di Jepara. Menurutnya, beberapa evaluasi telah dilakukannya terutama setelah kekalahan atas PSPS pada laga uji coba awal April lalu. 

“Kami telah melakukan evaluasi terhadap tim. Saya sendiri percaya diri akan tim ini, meskipun ada yang bilang ada kekurangan di sektor lini depan (striker). Namun saya akan membenahi permainan kolektif tim. Karena sepak bola adalah permainan tim, bukan individu,” kata pelatih berkepala pelontos itu. 

Ditanya mengenai ketertarikannya melatih di Jepara, Sales mengatakan hal tersebut merupakan tantangan besar baginya. Setelah mengakhiri kepelatihannya di Yasothon Thailand, ia lantas mendapatkan tawaran dari manajemen Persijap.

“Setelah saya menyelesaikan kontrak di Thailand, saya diundang ke Jepara. Lalu saya bicara pada beberapa pemain yang pernah bermain di Persijap, responnya bagus. Saya ingin bekerja sama di sini membawa Klub naik dan juga untuk reputasi saya,” tuturnya.

Terkait bahasa, ia mengakui hal itu sebagai kendala. Namun dirinya tak terlalu mempermasalahkannya.

“Itu masalah kecil, dalam penyampaian kepada pemain ada official yang membantu saya. Seorang pemain juga mengerti bahasa Spanyol. Jadi itu tak masalah,” ujarnya. 

Perlu diketahui, Sales menggantikan posisi pelatih sebelumnya Listiyadi. Pelatih berusia 37 tahun itu resmi ditunjuk sebagai coach pada Selasa (4/4/2017). 

Dikatakan CEO Persijap Esti Puji Lestari, pilihan dijatuhkan kepada Sales karena beberapa hal. “Kami tidak memilih darimana ia berasal, tapi berdasarkan visi, taktik untuk memenangkan. Selain itu, faktor usia yang masih muda juga menjadi salah satu pertimbangan,” katanya. 

Sementara itu, Plt Bupati Jepara Sholih mengatakan agar Persijap dapat membawa harum nama Jepara. “Semoga Persijap bisa promosi ke Liga 1, harapannya jika Persijap dikenal, banyak yang datang ke Jepara tentunya akan menambah pemasukan warga dari sektor wisata,” ungkapnya.  

Laskar Kalinyamat sendiri berada di Grup 3 bersama PSCS Cilacap, Persibas Banyumas, Persibangga Purbalingga, Persip Pekalongan, Persibat Batang, PSGC Ciamis dan PSS Sleman 

Pertandingan perdana bakal dilakoni Persijap Sabtu (22/4/2017) melawan PSGC Ciamis, pukul 16.00 WIB.

Editor : Kholistiono

Tim Persijap Legend Diperkuat Khalid Boulahrouz

(Ilustrasi/Fanspage Persijap)

MuriaNewsCom, Jepara – Khalid Boulahrouz dijadwalkan memperkuat Tim Persijap Legend melawan Tim Persijap tahun 2017/2018,  dalam laga eksebisi Sabtu (15/4/2017) petang. Ajang itu merupakan rangkaian launching Tim Laskar Kalinyamat, sebelum berlaga di kancah Liga 2 PSSI Musim 2017.

Hal itu diucapkan CEO Persijap Esti Puji Lestari, saat konferensi pers Sabtu siang. Dikatakannya, selain Khalid tim Persijap Legend juga diperkuat oleh para veteran tim Persijap, dan beberapa aktor nasional penggemar sepak bola seperti Vicky Notonegoro, Said ‘Bajuri’.

Tak hanya itu, Khalid juga akan memberikan Coaching Clinic kepada Persijap Junior, Persijap Kartini dan Persijap senior, Minggu (16/4/2017).

“Saya akan menularkkan pengalaman saya selama bermain di Eropa. Selain itu, saya  akan menekankan dalam setiap permainan itu harus senang terlebih dahulu,” kata Khalid kepada awak media.

Dalam acara itu, turut diperkenalkan pula pelatih baru Persijap, Fernando Sales. Ia mengatakan akan fokus membawa tim mereguk titel juara.

“Saya akan fokus membawa tim menjuarai Liga 2. Tentunya harapannya bisa promosi ke Liga 1. Namun hal itu tentu saja dicapai secara bertahap, kita rengkuh Liga 2 baru kemudian menuju Liga 1,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono